Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. Juli 2024 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Faktor yang Memengaruhi Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 pada Pengunjung RSUD Tanjung Pura Muhammad Crystandy1. Dian Mayasari Siregar2. Nofalia3 1,2,3 Institut Kesehatan Helvetia E-mail: crystandy21@gmail. srg@gmail. nofalia0302@gmail. Abstract Health development in Indonesia generally aims to increase awareness, ability and willingness to live healthily for every resident in order to achieve the highest level of health, especially during the Covid-19 pandemic. The aim of this research is to determine the influence of knowledge, attitudes and support from health workers on the implementation of health protocols during the Covid-19 pandemic among visitors at Tanjung Pura Hospital. Langkat Regency. The method in this research uses an analytical survey with a cross-sectional approach. The research population was all visitors to Tanjung Pura Regional Hospital in October 2022 with a total sample of 96 people using the Accidental Sampling technique. The data collected was obtained by interviews using a Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that knowledge was poor as much as 57. 3%, positive attitude was 56. support from health workers was poor as much as 53. The results of bivariate analysis show that the knowledge variable is 0. 000, attitude is 0. 001, support from health workers So it can be concluded that there is an influence of the variables of knowledge, attitudes and support of health workers on the implementation of health protocols during the Covid-19 pandemic. It is recommended that hospitals implement strict health protocol checks, such as carrying out checks at hospital entrances, making regulations regarding health protocol raids, and imposing sanctions for those who do not comply with health Keywords: Knowledge. Attitude. Support of Health Worker. Implementation of Health Protocols. Abstrak Pembangunan kesehatan di Indonesia pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya terutama saat masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga kesehatan terhadap penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 pada pengunjung di RSUD Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Metode pada penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan crosectional. Populasi penelitian merupakan seluruh pengunjung RSUD Tanjung Pura di bulan Oktober tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 96 orang menggunakan teknik Aksidental Sampling. Data yang dikumpulkan didapat dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisa data Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Muhammad Crystandy. Dian Mayasari Siregar. Nofalia: Faktor yang Memengaruhi Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 pada Pengunjung RSUD Tanjung Pura menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang baik sebanyak 57,3 % sikap positif sebanyak 56,3 % dukungan tenaga kesehatan kurang baik sebanyak 53,1%. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel pengetahuan sebesar 0,000, sikap sebesar 0,001, dukungan tenaga kesehatan sebesar 0,001. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh variabel pengetahuan, sikap dan dukungan tenaga kesehatan terhadap penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Disarankan kepada rumah sakit untuk menerapkan pemeriksaan protokol kesehatan dengan ketat seperti melakukan pemeriksaan di pintu masuk rumah sakit, membuat peraturan terkait razia protokol kesehatan, dan memberikan sanksi bagi yang tidak patuh melakukan protokol kesehatan. Kata-kata kunci: Pengetahuan. Sikap. Dukungan Tenaga Kesehatan. Penerapan Protokol Kesehatan. PENDAHULUAN Kejadian virus Corona (Covid-. yang bermula di Tiongkok. Wuhan. Berdasarkan bukti ilmiah Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin . 2 Penyakit ini dengan cepat menyebar di dalam negeri ke bagian lain China dan pada 30 Januari WHO telah menyatakan Covid-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian Internasional. Penambahan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat dan sudah terjadi penyebaran di berbagai negara. Kematian terus meningkat selama sepuluh minggu berturut-turut, dan jumlah kematian baru tertinggi dilaporkan dari India . 982 kematian 2,1 kematian baru per 100. peningkatan 4%). Nepal . 297 kematian baru. kematian baru per 100. peningkatan 6%), dan Indonesia . 238 kematian baru. kematian baru per 100. peningkatan 10%). Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melaporkan pertama kali menemukan dua kasus infeksi Covid-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020. 5 Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara. Provinsi Sumatera Utara berada di urutan ke-12 terbanyak jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Satuan Tugas Penangangan Covid-19 terus berupaya dalam menyampaikan pesan kepada Yuliana. AuWellness and Healthy Magazine,Ay Parque de los afectos. Jyvenes que cuentan. February . , 124Ae37. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-. (Jakarta: Kemenkes RI, 2. Yuanyuan Dong et al. AuEpidemiology of COVID-19 among children in China,Ay Pediatrics, 6 . . WHO. AuCOVID-19 Weekly Epidemiological Update,Ay World Health Organization, 2021. Riyanti Djalante et al. AuReview and analysis of current responses to COVID-19 in Indonesia: Period of January to March 2020,Ay Progress in disaster science, 6 . , 100091. Satuan Tugas Penanganan Covid 19. Sumut Tanggap Covid 19, 2021 . Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2024 seluruh masyarakat untuk mengurangi risiko penularan virus Covid-19, seperti menggunakan masker, berdiam diri di rumah, sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau desinfeksi dengan pembersih tangan, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, menjaga jarak fisik . hysical distancin. , dan tidak menyentuh wajah, hidung, mulut dan mata dengan tangan yang tidak dicuci. Rumah Sakit sebagai layanan kesehatan harus mulai memikirkan langkah yang akan diambil untuk tetap merawat pasien Covid-19 namun di saat bersamaan juga memberikan pelayanan kepada pasien umum dengan risiko penularan seminimal mungkin, sehingga disebut sebagai balancing act. 8 Covid-19 dapat dicegah diantaranya yaitu dengan kepatuhan masyarakat dan pengetahuan dalam penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19. Di masa pandemi perilaku cuci tangan menjadi salah satu kebiasaan baru yang sangat penting, kegiatan ini dapat dilakukan dengan membudayakan perilaku cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun secara berkelanjutan. Selain itu, himbauan untuk menyediakan tempat cuci tangan disetiap rumah juga belum diterapkan 10 Sedangkan menurut Theory of Planned Behavior menyatakan bahwa niat seseorang untuk terlibat dalam suatu prilaku dipengaruhi oleh faktor sikap, baik positif atau negatif dan persepsi seseorang terhadap norma subjektif terkait perilaku. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, jumlah kasus konfirmasi positif penyakit Covid-19 sebanyak 1. 112, meninggal dunia 127 orang, terkonfirmasi sembuh 816 orang dan masih menjalani perawatan 169 orang. 12 Sumber data dari Satuan Tugas (Satga. Penanganan Covid-19 Kabupaten Langkat, pada Senin 24 Mei 2021 menyatakan selama 13-23 Mei, sebanyak 85 orang dinyatakan positif Covid-19, jumlah pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia, bertambah sebanyak 16 orang. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di Rumah Sakit Tanjung Pura Langkat yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Penyakit Covid-19, kebanyakan pengunjung yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Langkat belum Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-. PEDOMAN PELAYANAN RUMAH SAKIT (Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2. Tim Kerja Kementerian Dalam Negeri. AuPedoman umum menghadapi PANDEMI COVID-19 bagi pemerintah daerah: pencegahan, pengendalian, diagnosis dan manajemen,Ay Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1689Ae99. Kemenkes RI. AuPeraturan Menteri Kesehatan RI No. 3 Tahun 2014,Ay 2014. M Pakpahan et al. AuPromosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan: Yayasan Kita Menulis,Ay 2021. Kasus Covid 19 Di Kabupaten Langkat (Langkat, 2. AuInfo Covid-19 Kabupaten Langkat,Ay Satuan Tugas (Satga. Penanganan Covid-19 Kabupaten Langkat, 2021. Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Muhammad Crystandy. Dian Mayasari Siregar. Nofalia: Faktor yang Memengaruhi Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 pada Pengunjung RSUD Tanjung Pura melakukan protokol kesehatan Covid-19 sementara Rumah Sakit tersebut telah menjadi rujukan Covid-19. Seharusnya pengunjung yang datang ke Rumah Sakit harus melakukan protokol kesehatan dengan baik dikarenakan lebih rentan terpapar Covid-19. METODE Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan crosectional dimana variabel resiko atau sebab . ndependen variabe. maupun variabel akibat . ependen variabe. dilakukan bersama-sama atau sekaligus untuk mengetahui faktor yang memengaruhi penerapan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19 pada pengunjung RSUD Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Lokasi dan waktu penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-September 2023. Target atau subjek penelitian adalah populasi yang berhubungan dengan sekelompok subjek, baik manusia, gejala, nilai tes benda-benda, ataupun peristiwa. 14 Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili populasi. Sampel minimal yang diperlukan berjumlah 96 orang. Teknik pengumpulan data terdiri dari data primer, data sekunder dan data tersier. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari wawancara, kusioner dan Data sekunder adalah data yang diperoleh dari RSUD Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Data tersier adalah data yang dicari dari informasi alamat resmi seperti WHO. Profil Kesehatan Indonesia. RISKESDAS. BPS, dan Buku. Teknik analisis data adalah bahwa data yang diperoleh yang melalui wawancara dengan menggunakan kusioner disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan diuraikan secara naritif. Analisis data dilakukan melalui prosedur bertahap antara lain yaitu Analisis Univariat: Analisis Univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik variabel Bentuk analisis univariat tergantung dengan jenis datanya. Pada umumnya data analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan presentase dari tiap variabel Analisis Brivariat: Analisis brivariat dilakukan untuk membuktikan hubungan antara masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen yang diduga berpengaruh. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Berdasarkan hasil penelitian didapat data sebagai berikut: Tabel 1. Analisis Data Univariat Penelitan Umur 18-40 Tahun 41-60 Tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pengetahuan Kurang baik Baik Sikap Negatif Positif Dukungan Tenaga Kesehatan Kurang Baik Baik Penerapan Protokol Kesehatan Kurang Baik Baik Total Jumlah Berdasarkan Tabel 1. Analisis Data Univariat Penelitan didapatkan distribusi frekuensi umur 96 responden berdasarkan umur 18-40 tahun sebanyak 55 responden . an 41-60 tahun sebanyak 41 responden. Jenis kelamin laki-laki sebanyak 43 responden dan perempuan sebanyak 53 responden. Pengetahuan baik sebanyak 41 responden dan kurang baik sebanyak 55 responden. Sikap sikap positif sebanyak 54 responden dan negatif sebanyak 42 responden. Dukungan tenaga kesehatan kurang baik sebanyak 51 responden dan dukungan tenaga kesehatan baik sebanyak 45 responden. Penerapan protokol kesehatan baik sebanyak 40 responden dan Penerapan protokol kesehatan kurang baik sebanyak 56 responden. Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Muhammad Crystandy. Dian Mayasari Siregar. Nofalia: Faktor yang Memengaruhi Penerapan Protokol Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19 pada Pengunjung RSUD Tanjung Pura Analisis Bivariat Analisis data menggunakan uji Stasistik chi-square didapat hasil berikut ini: Tabel 2. Analisis Data Penelitan Bivariat Penerapan Protokol Kesehatan Covid19 p-value Kurang Baik Baik Total Variabel Pengetahuan Kurang Baik Baik Sikap Negatif Positif Dukungan Tenaga Kesehatan Kurang Baik Baik 55 57,3 41 42,7 42 43,8 54 56,3 0,001 51 53,3 45 46,9 0,001 0,000 Berdasarkan Tabel 2. Hasil uji chi square di peroleh nilai p-value 0,000 <0,05 dapat dinyatakan ada hubungan variabel pengetahuan dengan variabel penerapan protokol Berdasarkan hasil uji chi square di peroleh nilai p-value 0,001 <0,05 sehingga dapat dinyatakan ada hubungan variabel sikap dengan variabel penerapan protokol kesehatan dan berdasarkan hasil uji chi square di peroleh p-value 0,001 <0,05 sehingga dinyatakan ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan penerapan protokol Pengaruh Pengetahuan terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat dengan nilai sig sebesar 0,000 diasumsikan bahwa apabila pengetahuan seseorang mengalami peningkatan maka penerapan protokol kesehatan juga akan mengalami peningkatan juga, hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek dari indera yang dimilikinya. Pengetahuan seseorang sebagian besar diperoleh melalui indera penglihatan dan indera pendengaran, intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek pada waktu pengindraan sangat berpengaruh terhadap hasil pengetahuan. Menurut asumsi peneliti dari data analisa menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik akan menerapkan protokol kesehatan akibat adanya pengaruh dari semakin baik pengetahuan seseorang tentang protokol kesehatan, begitu juga Martina Pakpahan. Promosi Kesehatan & Prilaku Kesehatan. Jakarta: EGC, 2021. Copyright A2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1028 . Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. Juli 2024 sebaliknya jika seseorang pengetahuannya kurang baik tentang protokol kesehatan maka akan kurang baik dalam menerapkan protokol kesehatan. sejalan dengan penelitian Widayanti, tentang Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Penerapan Protokol Kesehatan Saat Pandemi Covid-19 bahwa variabel penelitian pengetahuan sebesar 0,014 <0,05 artinya terdapat pengaruh pengetahuan terhadap perilaku penerapan protokol kesehatan pada remaja. 16 Juga sejalan dengan penelitian Sari, bahwa ada hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19 di Ngronggah17. Penelitian yang lain dilakukan oleh Rizqah yang menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan masker dengan p-value 0,00 <0,05. Pengaruh Sikap terhadap Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Berdasarkan hasil penelitian dapatkan bahwa terdapat pengaruh sikap dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Pura Kabupaten Langkat dengan nilai sig sebesar 0,001 diasumsikan bahwa apabila variabel sikap mengalami peningkatan maka penerapan protokol kesehatan juga akan mengalami peningkatan, jika seseorang memiliki sikap positif terhadap protokol kesehatan, kemungkinan besar mereka akan lebih patuh dalam menerapkannya Menurut asumsi peneliti pengunjung akan mempunyai sikap positif atau melaksanakan protokol kesehatan yang disarankan apabila pengunjung tersebut mengetahui manfaat penggunaan protokol kesehatan tersebut. Jadi sikap mau menjalankan protokol kesehatan akan terbentuk apabila pengunjung mempunyai pengetahuan yang positif tentang manfaat protokol kesehatan bagi dirinya atau orang lain. Oleh karena itu, agar dalam diri pengunjung terbentuk sikap positif terhadap protokol kesehatan, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan pengunjung tentang protokol kesehatan dan manfaatnya bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Pengaruh sikap terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 merujuk pada bagaimana sikap seseorang dapat memengaruhi sejauh mana mereka mematuhi tindakantindakan keselamatan yang direkomendasikan untuk mencegah penyebaran virus. Sikap Linda Prasetyaning Widayanti. AuPengaruh pengetahuan terhadap perilaku penerapan protokol kesehatan saat Pandemi Covid-19 pada remaja,Ay Jurnal Surya (JS), 13. , 173Ae79. Devi Pramita Sari dan Nabila Sholihah Atiqoh. AuHubungan Antara Pengetahuan Masyarakat Dengan Kepatuhan Penggunaan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Covid-19 Di Ngronggah,Ay Infokes:Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 10. , 52Ae55