Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA PANDAT PUSKESMAS MANDALAWANGI PANDEGLANG Innama Sakinah Universitas Faletehan Jl. Raya Cilegon km. 06 Pelamunan Kramatwatu Serang Banten Indonesia e-mail: innamasakinah@yahoo. ABSTRAK ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia 6 bulan. pemberian ASI eksklusif merupakan bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa pemberian makanan padat. Menyusui sejak dini mempunyai dampak positif baik bagi ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya gambaran karakteristik dan pengetahuan ibu menyusui dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0 Ae 6 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei Ae Juni 2018 di Desa Pandat Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Pandeglang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu dari 120 responden ibu menyusui didapatkan 54 responden ibu menyusui. Hasil penelitian didapatkan usia <20 tahun sebanyak 34 responden . %), pendidikan yaitu pendidikan rendah 35 tahun Pendidikan Rendah Tinggi Paritas Primipara Multipara Pekerjaan ibu Bekerja Tidak bekerja (IRT) Pengetahuan Kurang Baik Frekuensi N=54 Presentasi (%) Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 123 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 2 Tabel Silang Gambaran Karakteristik Ibu Menyusui dan Pengetahuan Ibu Menyusui dalam Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0 Ae 6 Bulan Variabel Umur ibu <20 tahun 20 Ae 35 >35 tahun Pendidikan Rendah Tinggi Paritas Primipara Multipara Pekerjaan ibu Bekerja Tidak (IRT) Pengetahuan ASI Eksklusif pada bayi usia 0 Ae 6 bulan Tidak Total N=54 Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa sebanyak 34 responden ibu menyusui . %) dari 54 responden didapatkan umur ibu <20 tahun, pendikan rendah, paritas primipara dan pekerjaan ibu adalah status bekerja. Berdasarkan tabel 2 diketahui memiliki pengetahuan baik semua sebanyak 24 responden . %) ibu menyusui dari 54 PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuisioner mengenai pengetahuan ASI Eksklusif terhadap 54 responden. Dari hasil penelitian yang didapatkan rata-rata hampir 71% berpengetahuan baik. Berdasarkan karakterisitik umur ibu menyusui, didapatkan hasil ibu menyusui dengan ASI Eksklusif umur <20 tahun . %), dan umur 20 Ae 25 tahun, >35 tahun masing- masing sebanyak 18,5%. Ibu yang berusia dibawah 30 tahun lebih banyak yang memberikan ASI secara Eksklusif daripada ibu yang berusia diatas 30 tahun. Hasil penelitian menurut Novita . didalam Pertiwi P . bahwa terjadi pembesaran payudara setiap siklus ovulasi dari awal terjadi menstruasi sampai usia 30 tahun, namun terjadi degenerasi payudara dan kelenjar penghasil ASI secara keseluruhan setelah usia 30 tahun (Pertiwi P, 2. Karakteristik pendidikan rendah ibu menyusui didapatkan hasil 63% dibanding pendidikan tinggi yaitu 20%. Tingkat pendidikan ibu dengan pendidikan tinggi dalam penelitian ini masih rendah. Hal ini sesuai dengan penelitian Nurjanah . didalam Pertiwi P . , bahwa adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan dan pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 124 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Tingkat pendidikan ibu yang tinggi menyebabkan angka pemberian ASI yang (Pertiwi P, 2. Pada karakteristik paritas didapatkan primipara lebih banyak menyusui . %) dibandingkan multipara . %). Hal ini kemungkinan primipara merasa sangat khawatir terhadap tumbuh kembang bayinya dan belum mempunyai pengalaman penuh dan masih berpikir bahwa bayinya perlu diberikan ASI. Pada penelitian ini multipara hanya 20% yang menyusui anaknya secara Eksklusif, hal ini dikarenakan karena adanya keterbatasan waktu dalam mengasuh bayinya dengan anaknya yang lain, serta beberapa kondisi lingkungan berupa beban kerja lainnya yang mengakibatkan ibu tidak melaksanakan ASI Ekskusif. Pekerjaan ibu dalam penelitian ini dikategorikan ibu yang bekerja dan tidak Hasil penelitian didapatkan ibu yang bekerja banyak memberikan ASI secara Eksklusfif . %) dibanding ibu yang tidak bekerja sebanyak . %). Ibu yang tidak bekerja memiliki kemungkinan besar untuk memberikan ASI secara eksklusif, tetapi pada penelitian ini, angka pemberian ASI Eksklusif masih rendah. Dari penelitian ini dapat dibuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang ASI berpengaruh pada tindakan ASI Eksklusif. Menurut Budiman . , faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain, yaitu pendidikan, informasi . edia mass. , sosial, pengetahuan serta usia (Budiman, 2. Menurut firmansyah . bahwa pendidikan merupakan penuntunan manusia untuk berubat dan emngisi kehidupan yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup (Firmasnyah. Beberapa menunjukkan bahwa pengetahuan baik ibu berhubungan nyata dengan cara pemberian ASI. Semakin baik tingkat pengetahuan dan sikap gizi ibu maka pemberian diet makanan JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 bagi balita mereka semakin baik dan demikian pula dengan status gizi balitanya. Keberhasilan dalam memberikan ASI eksklusif pada ibu bekerja sangat tergantung dari lingkungan terutama dukungan dari suami, anggota keluarga lain, rekan sekerja dan komunitas sehingga ibu dapat dengan nyaman memberikan ASI serta mengasuh anaknya sambil bekerja. Memberikan ASI bukanlah semata-mata masalah ibu seorang melainkan juga masalah keluarga dan masyarakat (IDAI, 2. Ibu bekerja bukanlah hambatan dalam memberikan ASI eksklusif. Menyusui juga membantu ibu dan bayi membentuk ikatan tali kasih yang kuat. Pengetahuan ibu yang baik mengenai ASI dan bekerja, persiapan ibu yang baik menjelang dan saat bekerja, pengetahuan mengenai memerah ASI, penyimpanan dan pemberiannya, dukungan keluarga serta dukungan tempat kerja memberikan dampak yang besar bagi keberhasilan ibu menyusui. (IDAI, 2. Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Notoatmojo, 2. Sebagian responden yang mengalami pengetahuan dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0 - 6 bulan kurang, bila ibu menjawab dengan skor atau nilai <70% 24 %) dan yang tidak mengalami pengetahuan dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0 - 6 bulan kurang, bila ibu menjawab dengan skor atau nilai <70% 10 %), pengetahuan dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0 - 6 bulan baik, apabila ibu menjawab dengan skor atau nilai >70% 10 . %) dan yang tidak mengalami pengetahuan dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan baik, apabila ibu Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 125 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index menjawab dengan skor atau nilai >70% 10 . %). Pengetahuan baik didapatkan pada umur ibu <20 tahun . %) dibandingkan umur 20 Ae 35 tahun dan >35 tahun, masingmasing . %). Hal ini bisa dikarenakan adanya kemauan yang lebih tinggi untuk menyusui serta kekhawatiran terhadap status kesehatan bayinya. Pendidikan pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. proses, cara, perbuatan mendidik. Hasil pengetahuan baik terdapat pada pendidikan rendah . %) dibandingkan dengan pendidikan yang tinggi . %). Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuliana 2012, p value 0,000 berarti bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif mengakibatkan ibu sulit menghadapi masalah, terutama saat ibu memasuki masa pemberian ASI Eksklusif. Pengetahuan menunjukkan baik pada paritas primipara . %) dibandingkan multipara . %). Hal ini dikarenakan pada paritas primipara lebih banyak mencari tahu perihal menyusui karena merupakan pengalaman pertama bagi Paritas ibu merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi ibu dalam memberikan ASI Eksklusif. Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ginting, ibu yang memiliki paritas primipara mempunyai risiko lebih besar untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Hal ini disebabkan karena ibu yang memiliki paritas multipara telah memiliki pengalaman dalam menyusui dan perawatan anak (Hidajati A. Pengetahuan berdasarkan pekerjaan didapatkan ibu yang berpengetahuan baik adalah ibu yang JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 bekerja . %) dan tidak bekerja . %). Pada prinsipnya pekerjaan akan memberikan pengalaman dan memiliki engaruh terhadap Ibu mempunyai kesibukan di luar rumah dan berinteraksi dengan orang banyak akan memiliki pengetahuan yang lebih luas menghabiskan waktunya dirumah. Kondisi ini dikarenakan ibu mempunyai banyak relasi dan kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih besar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai kakarteristik dan pengetahuan ibu menyusui dalam pemberian ASI Eksklusif di Desa Pandat Puskesmas Mandalawangi Pandeglang tahun 2018 yang terbanyak adalah yang berumur <20 tahun . %), berdasarkan pendidikan yang terbanyak pendidikan rendah . %), paritas primipara . %), pekerjaan ibu bekerja . %) dan berpengetahuan baik . %). KEPUSTAKAAN