Jurnal Social Library, 1 . November . ISSN 2776-1592 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/sl. Jurnal Social Library Available online https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Hubungan Kemampuan Fungsional Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Elderly Di RSU Wulan Windy Medan Marelan Tahun 2021 The Correlation Between Functional Ability and Fall Risk in Elderly Elderly at Wulan Windy Hospital. Medan Marelan in 2021 Irwan Agustian* Prodi Ilmu Keperawatan. Universitas Haji Sumatera Utara. Indonesia *Corresponding author: irwan. agustian1991@gmail. Abstrak Penurunan fungsi tubuh pada lansia akan mengakibatkan terjadinya gangguan gerak dan fungsi lansia. Penurunan kekuatan otot akibat dari proses penuaan akan mempengaruhi kemampuan fungsional lansia khususnya kemampuan dalam hal mobilitas seperti penurunan kecepatan berjalan, penurunan keseimbangan tubuh dan meningkatnya risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia di RSU Wulan Windy Medan Marelan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan Penelitian ini akan dilaksanakan dari Bulan Januari 2021 sampai bulan Februari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSU Wulan Windy sebanyak 28 orang lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling berjumlah 20 orang. Hasil Penelitian didapat bahwa kemampuan fungsional lansia dengan kategori mandiri dan tidak ditemukan lansia dengan kategori ketergantungan total. Sebagian besar lansia tidak beresiko jatuh dan terdapat 1 orang dengan kategori risiko jatuh tinggi. Berdasarkan hasil uji chisquare didapat bahwa terdapat hubungan kemampuan fungsional dengan risiko jatuh pada lansia di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun 2019 dengan nilai p=0,023 < =0,05. Kata Kunci: Kemampuan Fungsional. Risiko Jatuh Lansia. Abstract Decreased body function in the elderly will result in impaired movement and function of the elderly. Decreased muscle strength as a result of the aging process will affect the functional abilities of the elderly, especially the ability in terms of mobility such as decreased walking speed, decreased body balance and increased risk of falling. This study aims to determine the relationship between functional ability and fall risk in the elderly at Wulan Windy General Hospital. Medan Marelan in 2021. This study is a descriptive correlation study with a cross sectional approach. This research has been carried out. This research will be carried out from January 2021 to February 2021. The population in this study were all the elderly who visited the internal medicine poly at Wulan Windy General Hospital as many as 28 elderly people. The sampling technique used was the Accidental Sampling technique, totaling 20 people. The results of the study showed that the functional abilities of the elderly were in the independent category and there was no elderly in the category of total dependence. Most of the elderly were not at risk of falling and there was 1 person with a high fall risk category. Based on the results of the chi-square test, it was found that there was a relationship between functional ability and the risk of falling in the elderly at Wulan Windy General Hospital Medan Marelan Marelan in 2019 with a p value = 0. 023 < = 0. Keywords: Functional Ability. Elderly Fall Risk. How to Cite: Agustian. Irwan. , 2021. Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Elderly di RSU Wulan Windy Medan Marelan Tahun 2021. Jurnal Social Library, 1 . : 144-149. ISSN 2776-1592 (Onlin. PENDAHULUAN Lansia merupakan orang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Lansia cenderung mengalami kondisi kemunduran fisik yang ditandai dengan pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, penurunan kekuatan otot . angguan muskuloskeleta. yang mengakibatkan gerakan lambat, dan gerakan tubuh yang tidak proporsional. Akibat perubahan fisik lansia tersebut, mengakibatkan gangguan mobilitas fisik yang akan membatasi kemandirian lansia dalam memenuhi aktifitas sehari-hari dan menyebabkan terjadinya risiko jatuh pada lansia (Stanley & Beare, 2. Risiko jatuh pada lansia penting diperhatikan baik keluarga, perawat maupun tenaga medis lainnya untuk menghindari bahaya yang tidak diharapkan selama dirawat di rumah sakit. Jatuh sering dialami oleh lansia akibat proses Jatuh dapat mengakibatkan trauma serius, seperti nyeri, kelumpuhan bahkan kematian. Hal ini menimbulkan rasa takut dan hilangnya rasa percaya diri sehingga lansia membatasi aktivitasnya sehari-hari yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup pada lansia yang mengalaminya (AfAoidah, dkk, 2. Word Health Organization (WHO) tahun 2016 menyebutkan bahwa jumlah lansia dunia sekitar 600 juta . %) diperkirakan menjadi 1,2 miliar . %) ditahun 2025 dan menjadi 2 miliar ditahun 2050, pada saat itu lebih banyak lansia dibandingkan anak-anak usia 1-14 Berdasarkan survei masyarakat di Jepang, didapatkan sekitar 30% usia lanjut yang berumur >75 tahun, setiap tahunnya mengalami jatuh. Separuh dari angka tersebut mengalami jatuh berulang (Deniro, dkk, 2. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Insiden jatuh di Indonesia, tercatat dari 115 penghuni panti sebanyak 30 orang lansia . ,47%) mengalami jatuh (Ashar, dkk, 2. Berdasarkan survei demografi Tahun 2016, memperkirakan jumlah lansia di Indonesia mencapai 15 juta jiwa . ,56 %) dari jumlah penduduk. Peningkatan diperkirakan diikuti dengan peningkatan usia harapan hidup dari usia 59. 8 tahun pada tahun 2017 menjadi 71. 7 tahun pada tahun 2020 (Kemenkes RI, 2. Proses penuaan secara alami akan disertai dengan terjadinya penurunan fungsi tubuh baik fungsi fisik maupun Penurunan fungsi tubuh pada lansia akan mengakibatkan terjadinya gangguan gerak dan fungsi lansia. Penurunan kekuatan otot akibat dari proses penuaan akan mempengaruhi kemampuan fungsional lansia khususnya kemampuan dalam hal mobilitas seperti penurunan kecepatan berjalan, penurunan keseimbangan tubuh dan meningkatnya risiko jatuh. Hal ini mendasari bahwa ketika kemampuan fungsional seseorang menurun maka dapat meningkatkan risiko jatuh pada orang tersebut (Paramitha dan Purnawati, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Paramitha dan Purnawati . menyebutkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemampuan fungsional dengan risiko jatuh pada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Abiansemal II Badung. Penelitian ini didukung oleh penelitian Mulyorini . menyatakan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia, dimana semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin rendah risiko jatuh yang dimiliki. Bagi lansia yang tidak mampu melakukan ISSN 2776-1592 (Onlin. aktivitas secara mandiri bantuan dari orang lain sangat diperlukan. Berdasarkan survey awal di poli penyakit dalam RSU Wulan Windy Medan Marelan didapatkan bahwa pada Tahun 2021 terdapat pasien lansia yang berobat sebanyak 256 orang. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada 10 orang lansia dengan umur 60-71 tahun 2 orang diantaranya mengatakan sudah pernah jatuh didalam kamar mandi rumahnya, 2 orang menyebutkan hampir jatuh di tangga rumahnya dan 2 orang lansia menyebutkan baru-baru ini pernah jatuh dari kendaraan bermotor, sedangkan 4 orang diantaranya mengatakan sampai saat ini belum pernah jatuh. METODE Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke poli penyakit dalam RSU Wulan Windy sebanyak 28 orang Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling selama 2 minggu sehingga jumlah sampel sebanyak 20 orang. Penelitian ini diuji menggunakan chisquare. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden yang diteliti dalam penelitian ini meliputi: Umur . 4 Tahu. , jenis kelamin . aki-laki dan perempua. , pekerjaan . iraswasta, pensiunan dan tidak bekerj. , dan pendidikan (SD. SMP dan SMA) dapat dilihat pada tabel 1 : https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Tabel1. Karakteristik Responden di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 No Karakteristik Frekuensi Persentase . (%) Umur Responden 60-65 Tahun 66-70 Tahun >71 Tahun Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Pekerjaan Responden Wiraswasta Tidak Bekerja Pensiunan Jumlah Pendidikan SMP SMA Jumlah Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat dari 20 lansia Elderly di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 dapat dilihat bahwa umur lansia sebagian besar adalah umur 66-70 sebanyak 11 orang . %), jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 13 orang . %), pekerjaan lansia sebagian besar adalah tidak bekerja sebanyak 10 orang . %) dan pendidikan lansia adalah SMP sebanyak 14 orang . %). Untuk melihat hasil frekuensi kemampuan fungsional lansia Elderly di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 dapat dijabarkan pada Tabel 2: Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kemampuan Fungsional Lansia Elderly di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 Kemampuan Frekuensi Fungsional . Ketergantungan Total Ketergantungan Sebagian Mandiri Jumlah ISSN 2776-1592 (Onlin. Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa sebagian besar kemampuan fungsional lansia Elderly dengan kategori mandiri sebanyak 13 orang . %) dan tidak ditemukan lansia dengan kategori ketergantungan total. Untuk melihat Distribusi Frekuensi risiko jatuh pada lansia Elderly di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 dapat dijabarkan pada tabel 3 : Tabel 3 Distribusi Frekuensi Risiko Jatuh Lansia Elderly di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 Risiko Jatuh Frekuensi . Risiko Jatuh Tinggi Risiko Jatuh Ringan Tidak Beresiko Jatuh Jumlah Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa sebagian besar lansia Elderly tidak beresiko jatuh di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 yaitu sebanyak 11 orang . %) dan terdapat 1 orang . %) dengan kategori risiko jatuh tinggi. Untuk Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia Elderly di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel 4 : Tabel 4. Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia Elderly di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun Kemampu Fungsional Ketergant Total Ketergant Sebagian Mandiri Total Risiko Jatuh pada Lansia Elderly Risiko Risiko Tidak Tinggi Ringan Beresiko Total https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa dari 20 lansia Elderly terdapat 10 orang lansia . ,9%) dengan kemampuan fungsional kategori mandiri yang tidak beresiko jatuh pada lansia dan 5 orang lansia . ,4%) dengan kemampuan fungsional kategori ketergantungan sebagian dengan risiko jatuh kategori Kemudian berdasarkan hasil uji chi square didapat nilai p=0,023 < =0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia Elderly di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun 2021. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar kemampuan fungsional lansia dengan kategori mandiri sebanyak 13 orang . %) dan tidak ditemukan lansia dengan kategori ketergantungan Lansia yang mampu melakukan aktivitas sehari-harinya dengan mandiri kemampuan fungsional yang baik dan dapat melakukan aktivitas fisik lebih banyak dibandingkan dengan lansia yang memiliki ketergantungan. Dengan melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan keseimbangan tubuh, kekuatan otot dan memperkuat sendi sehingga dapat membantu lansia untuk terhindar dari Nilai P risiko jatuh (Nurkuncoro, 2. Kemampuan fungsional lansia dapat berdasarkan kemampuan lansia 0,023 untuk menggunakan kapasitas fisik yang dimiliki, guna memenuhi kewajiban kehidupannya yang beritegerasi atau berinteraksi dengan lingkungan dimana ia Sedangkan ketidakmampuan fungsional adalah suatu ketidakmampuan melaksanakan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu sebagaimana layaknya ISSN 2776-1592 (Onlin. orang normal yang disebabkan oleh kondisi kehilangan atau ketidakmampuan baik psikologis, fisiologis, maupun kelainan struktur atau fungsi anatomis (Wibowo, dkk, 2. Hasil penelitian yang didapat bahwa sebagian besar lansia tidak beresiko jatuh di Rumah Sakit Wulan Windy Tahun 2021 yaitu sebanyak 11 orang . %) dan terdapat 1 orang . %) dengan kategori risiko jatuh tinggi. Jatuh dan konsekuensinya adalah masalah kesehatan utama dalam populasi lansia. Dampak yang muncul apabila seseorang terjatuh yaitu keterbatasan fisik, cedera, patah tulang, dan dapat menimbulkan kematian. Pencegahan risiko jatuh dapat diminimalisir dengan memperhatikan keseimbangan tubuh lansia. Selain itu lansia yang sehat dan bugar adalah lansia yang memiliki kemampuan fungsional yang baik (Febriyanti dan Fitriyani, 2. Risiko jatuh adalah kejadian yang kurang menyenangkan atau merugikan atau membahayakan yang mengakibatkan pasien menjadi turun atau meluncur ketempat yang lebih rendah yang . sehingga dapat menyebabkan bahaya fisik atau cedera dan gangguan kesadaran (Wilkinson, 2. Hasil penelitian yang didapat bahwa kemampuan fungsional kategori ketergantungan sebagian dengan risiko jatuh kategori sedang. Kemudian berdasarkan hasil uji chi square didapat nilai p=0,023 < =0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun 2021. Menurut Asumsi peneliti bahwa kemampuan fungsional berbanhttps://penelitimuda. com/index. php/SL/index ding terbalik dengan risiko jatuh pada Artinya semakin baik kemampuan fungsional lansia maka akan semakin kecil kemungkinan kejadian risiko jatuh pada Penelitian ini sejalan dengan penelitian Paramitha dan Purnawati . yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan fungsional dengan risiko jatuh pada lansia di Posyandu Lansia Puskesmas Abiansemal II Badung. Kemudian didukung oleh Penelitian Sari . menyebutkan bahwa dimana kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari mempunyai hubungan yang signifikan dengan risiko jatuh pada lansia. Hubungan ini menunjukkan apabila tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari pada lansia semakin meningkat maka Selanjutnya didukung oleh Dsouza dkk . yang menyebutkan bahwa ketika menurun maka dapat meningkatkan risiko jatuh pada orang tersebut. Hubungan ini menunjukkan apabila tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari pada lansia semakin meningkat maka risiko jatuh semakin meningkat. SIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kemampuan fungsional lansia elderly dengan kategori mandiri, dan risiko jatuh lansia dengan kategori tidak berisiko jatuh. Berdasarkan hasil uji chisquare dapat disimpulkan bahwa Terdapat Hubungan Kemampuan Fungsional dengan Risiko Jatuh pada Lansia Elderly di RSU Wulan Windy Medan Marelan Marelan Tahun 2021 dengan nilai p=0,023 < =0,05. ISSN 2776-1592 (Onlin. Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan Rumah Sakit Wulan Windy terus berupaya memaksimalkan pelayanannya khususnya pada lansia untuk dapat meminimalkan risiko jatuh pada lansia Elderly. DAFTAR PUSTAKA