IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PESANTREN DI BANGKA Sumiyati1. Julia2. Rahil Imainul Aprilian3. Afdal4. Tsulis Amirudin Zahri4 1 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung 2 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung 3 Prodi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung 4 Prodi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung 5 Prodi Ilmu Ekonomi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung lec2019@gmail. Article History Received : 10/12/2024 Revised : 20/12/2024 Accepted : 30/12/2024 Abstract : Islamic boarding schools are non-profit religious institutions based on education and provide services to the However, in financial management. Islamic boarding schools still use simple methods, especially in preparing financial The boarding school applies a single entry system to record its financial transactions. Whereas in accounting, the double entry system facilitates the preparation of financial This activity is a community service programme (PKM) with Islamic boarding schools in Pangkalpinang as Assistance activities for preparing accounting systems and financial reports using the mentoring method. This activity is expected to help Islamic boarding schools prepare financial reports in accordance with applicable accounting standards. The evaluation results were carried out by distributing feedback sheets for target partners to get a picture of how effective this PKM activity was. Keywords Pondok Pesantren, non-profit. Accounting. Financial Statements. Mentoring. Pendahuluan Pondok lembaga pendidikan berbasis agama memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan akhlak dan karakter generasi muda. Selain fokus pengelolaan pondok pesantren juga terhadap aspek keuangan. Laporan keuangan yang baik dan akurat sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana, baik yang bersumber dari sumbangan masyarakat, hasil usaha, maupun subsidi dari pihak lain. Namun, pesantren yang masih menghadapi tantangan dalam penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kurangnya pemahaman tentang prinsip akuntansi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 dan keterampilan dalam pencatatan keuangan sering kali mengakibatkan laporan yang tidak akurat, yang pada keputusan manajerial dan kepercayaan dari para donatur serta masyarakat. Oleh karena itu, pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan menjadi krusial. Melalui pendampingan pentingnya laporan keuangan yang sehat, mendapatkan keterampilan dalam pencatatan dan penyusunan laporan, serta meningkatkan kapasitas Dengan diharapkan pondok pesantren tidak hanya dapat mempertanggungjawabka penggunaan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga mampu mengelola keuangan dengan lebih efisien dan Pendampingan diharapkan membawa dampak positif keuangan pesantren, tetapi juga bagi keberlangsungan dan pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Kegiatan pendampingan dalam pesantren memiliki sejumlah penting yang tidak bisa diabaikan. Beberapa alasan utama mengapa kegiatan ini sangat penting yakni transparansi dan Akuntabilitas. Pendampingan membantu pesantren untuk menyusun laporan keuangan yang transparan dan Hal ini penting untuk membangun kepercayaan di antara donatur, stakeholder, serta masyarakat umum terhadap pengelolaan keuangan Ketiga. Pemahaman Prinsip Akuntansi. Banyak pengurus pesantren yang mungkin tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi. Melalui mempelajari dan memahami prinsip- prinsip dasar akuntansi, yang akan membantu mereka dalam melakukan pencatatan keuangan yang benar. Pendampingan memungkinkan pesantren untuk mengembangkan Dengan adanya laporan yang terstruktur, pengurus dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam pengalokasian dana dan perencanaan keuangan di Dengan keuangan yang baik, pesantren dapat mengidentifikasi area di mana mereka Ini sumber daya yang terbatas. Laporan keuangan yang akurat sangat penting untuk perencanaan program pendidikan dan kegiatan lain Dengan keuangan yang baik, pesantren dapat mengevaluasi keberhasilan program merencanakan kegiatan baru dengan lebih efektif. Di banyak negara, pesantren, wajib mengikuti regulasi tertentu terkait pengelolaan keuangan. Pendampingan mereka memenuhi kewajiban tersebut, mengurangi risiko sanksi hukum. Dengan peningkatan pengelolaan merencanakan program keberlanjutan yang lebih baik, sehingga mampu menghadapi tantangan keuangan di masa depan dan terus melanjutkan misi pendidikan mereka. Dari semua alasan tersebut, jelas penyusunan laporan keuangan sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi pesantren. Hal ini tidak hanya berdampak pada keberhasilan internal lembaga, tetapi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 juga pada kontribusi positif pesantren dalam masyarakat. Penyusunan laporan keuangan pesantren di Bangka Belitung, seperti di daerah lain di Indonesia, sering kali menghadapi tantangan tertentu yang terkait dengan sumber daya manusia, sistem pengelolaan, dan transparansi. Minimnya Sumber Daya Manusia yang Kompeten pesantren di Bangka Belitung yang masih mengandalkan staf dengan latar belakang non-akuntansi atau nonkeuangan. Hal ini bisa memengaruhi kualitas laporan keuangan yang Kurangnya pelatihan bagi staf penerapan standar akuntansi, seperti PSAK 45 . ntuk organisasi nirlab. , menjadi kurang optimal. Gambar 1. Pendampingan Analisis Transaksi secara Manual Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan pengabdian ini dengan menggunakan metode Pendampingan akan dilakukan selama kurang lebih satu akuntansi dan laporan keuangan. Kesulitan Oleh karena itu, dengan melibatkan staf keuangannya maka tim tidak perlu meminta bukti transaksi secara langsung. Tugas utama pendampingan adalah memberikan petunjuk dan arahan yang harus Dalam menyusun sistem akuntansi diperlukan data yang akurat mengenai kebutuhan mitra, sehingga nanti akan dilakukan terlebih dahulu untuk menginventarisir kebutuhan Analisis Bimbingan Menyusun Sistem Akuntansi. Instruktur pelatihan intensif mengenai sistem pencatatan akuntansi berbasis prinsip double entry. Fokus pelatihan adalah membangun pemahaman dasar terkait jurnal, buku besar, dan laporan Gambar 2. Instruktur Memberikan Petunjuk Hasil dan Pembahasan Pendampingan Manual Kegiatan dimulai dengan analisis manual terhadap transaksi keuangan. Tim mendampingi pengurus pesantren untuk mencatat setiap transaksi secara Peserta bagaimana mengelompokkan transaksi Transaksi Menyusun Laporan Keuangan Dasar. Tim pengabdian membantu peserta menyusun laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, laporan posisi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 keuangan, dan laporan arus kas. Peserta format sederhana sesuai standar organisasi nirlaba (PSAK . Dengan melibatkan staf keuangan pesantren secara langsung, kegiatan ini berhasil pengelolaan dana. Gambar 3. Instruktur Membantu Peserta Peserta menyusun neraca saldo, setelah itu membuat jurnal penyesuaian. Namun, karena keterbatasan waktu maka kegiatan dilakukan secara mandiri pengabdian hingga laporan keuangan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui lembar umpan balik dari Mayoritas menyatakan bahwa kegiatan ini sangat pencatatan dan pelaporan keuangan yang benar. Kesimpulan Kegiatan ini berhasil memberikan Penggunaan pendekatan langsung seperti analisis manual dan diskusi interaktif membuat peserta lebih mudah memahami konsep yang diajarkan. Pendampingan dampak positif berupa peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan Dengan laporan yang lebih akurat dan transparan, pesantren dapat membangun kepercayaan lebih besar dari donatur dan masyarakat. Saran Beberapa tantangan mencakup peserta dan kendala teknis dalam pengumpulan data transaksi yang Namun, ini berhasil diatasi dengan pendekatan bertahap dan penyederhanaan materi. Diperlukan pelatihan lanjutan untuk memperdalam kemampuan akuntansi peserta, serta pencatatan keuangan di masa depan. Daftar Pustaka