MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA MURID USIA 7-8 TAHUN TENTANG KEBIASAAN BURUK DENGAN MALOKLUSI DI SDN 002 LOA JANAN ILIR KOTA SAMARINDA Eka Meisyafara Wahidyanaa. Saiful Rokhimb. Cicih Bhakti Purnamasaric Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD. Aw. Sjahranie. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : ekameisyafaraa@gmail. Abstrak Latar Belakang: Keadaan dimana terjadinya penyimpangan hubungan gigi yang normal pada lengkung yang berlawanan atau sama disebut dengan maloklusi. Maloklusi dapat disebabkan oleh beragam kebiasaan pada rongga mulut seperti bernapas melalui mulut, menghisap jari, dan menggigit kuku. Dibutuhkan perhatian orang tua dalam mencegah kebiasaan buruk yang berkelanjutan. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua murid tentang kebiasaan buruk dengan maloklusi di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional pada 30 murid usia 7-8 tahun yang diperoleh dengan metode total sampling. Data dikumpulkan dari pengisian kuesioner tentang kebiasaan buruk oleh orang tua dan menilai maloklusi pada anak dengan pemeriksaan Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan orang tua berada pada kategori cukup . ,3%) dan mayoritas murid memiliki maloklusi Angle kelas I . ,0%). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua murid tentang kebiasan buruk dengan maloklusi. Kata kunci: Tingkat Pengetahuan Orang Tua. Kebiasaan Buruk. Maloklusi. Murid Sekolah Dasar. Abstract Background: A condition in which there is deviation of the normal teeth relationship in the opposite or the same arch is called malocclusion. Malocclusion can be caused by various habits in the oral cavity such as mouth breathing, finger sucking, and nail biting. Parental awareness is needed in preventing continuation of these bad habits. Objective: to determine the relationship between the level of parentsAo knowledge of bad habits and malocclusion at SDN 002 Loa Janan Ilir. Samarinda City. Methods: This was an analytic observational study with a cross sectional study design on 30 students aged 7-8 years obtained through total sampling method. Data were collected from filling out a questionnaire about bad habits by parents and assessing malocclusion in children by clinical examination. Result: Study showed that majority of parentsAo knowledge was in adequate category . ,3%) with Angle class I malocclusion . ,0%) in majority. Conclusion: There was no relation between parentsAo level of bad habits knowledge and malocclusion. Keywords: Parental Level of Knowledge. Bad Habit. Malocclusion. Elementary School Students. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN kelainan yang terjadi dengan hilangnya Pengetahuan yang dimiliki orang hubungan oklusal normal antara gigi- geligi maksila dan gigi-geligi mandibula. terhadap kesehatan gigi dan mulut anak. Individu dengan maloklusi tidak memiliki Anak dalam memelihara kebersihan gigi tanda dan gejala yang spesifik, namun dan mulutnya sendiri memerlukan peran mereka mungkin mengalami kesulitan membimbing, memberikan pengertian, serta menyediakan fasilitas. keluhan estetika. Berdasarkan hasil studi terdapat Beragam kebiasaan buruk pada dengan kebiasaan buruk pada anak. perkembangan struktur orofasial dan Studi ini menunjukkan anak-anak dengan kebiasaan tongue thrust, berisiko 1,264 Kebiasaan ini yaitu seperti menggigit kali lebih besar mengalami crowding kuku, menghisap jari, bernapas melalui dibandingkan dengan anak-anak tanpa mulut, dan menghisap bibir. kebiasaan tongue thrust5. Selain itu. Perubahan jangka panjang pada studi menunjukkan wajah dan struktur oklusi intraoral yang hubungan yang signifikan antara overjet berkembang dapat disebabkan akibat ataupun overbite yang tidak normal perilaku menghisap berkelanjutan pada dengan kebiasaan bruxism. Selain itu, kebiasaan menghisap Berdasarkan hasil penelitian oleh untuk menanggapi rasa frustasi dan tidak Deepika et al. , . sebanyak 84,2% berhubungan dengan pemenuhan nutrisi orang tua menganggap kebiasaan buruk tidak menyebabkan gigi tidak teratur dan sebagian besar orang tua . ,4%) tidak mengetahui adanya kebiasaan buruk hubungan kaninus dan hubungan molar pada anak. Secara keseluruhan, diamati kelas II, open bite, crossbite, overjet lebih bahwa kesadaran orang tua tentang dari 3 mm. maloklusi pada anak masih kurang. Salah satu masalah kesehatan gigi Nabila dan mulut yang paling umum terjadi adalah maloklusi. Maloklusi merupakan . MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 pengetahuan orang tua dengan kondisi METODE PENELITIAN maloklusi pada anak. Penelitian Hal ini sejalan dengan penelitian serupa yang dilakukan oleh Ranggang & pendekatan cross sectional yang telah Armedina, . di sekolah dasar negeri mendapatkan persetujuan kelayakan etik NO. 62/KEPK-FK/i/2023 dari Komisi Etik hubungan yang signifikan (P = 0,. Penelitian antara tingkat pengetahuan orang tua Kedokteran Universitas Mulawarman. tentang kebiasaan buruk dengan tingkat Penelitian dilakukan di SDN 002 Loa keparahan maloklusi anak di sekolah Janan dasar negeri. Namun, dalam penelitian penelitian adalah seluruh murid sekolah yang sama oleh Ranggang & Armedina, dasar usia 7-8 tahun yang mengalami . maloklusi sejumlah 30 murid dengan Kesehatan Ilir Kota Fakultas Samarinda. Sampel terdapat hubungan yang signifikan (P = 0,. antara tingkat pengetahuan orang dikumpulkan dari jawaban kuesioner tua tentang kebiasaan buruk dengan yang diisi oleh orang tua murid untuk tingkat keparahan maloklusi anak di mengukur tingkat pengetahuan orang sekolah dasar swasta. Berdasarkan Data dipaparkan di atas, terdapat perbedaan Lembar pendapat menurut hasil studi terdahulu yang telah dilakukan sehingga peneliti dibagikan kepada orang tua murid untuk berminat untuk mengetahui bagaimana diisi dan ditanda tangani, kemudian hubungan antara tingkat pengetahuan lembar kuesioner pengetahuan orang orang tua murid usia 7-8 tahun tentang tua tentang kebiasaan buruk dibagikan kebiasaan buruk dengan angka kejadian untuk diisi. Setelah itu, murid sekolah maloklusi di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Data telah dilakukan pemeriksaan klinis. Tabel menggunakan software Microsoft Excel 1 menunjukkan distribusi jenis kelamin dan dilakukan analisis dengan program responden yang berjenis kelamin laki-laki IBM SPSS versi 25 menggunakan uji One- Way ANOVA untuk melihat hubungan perempuan sebanyak 15 murid . ,0%). tingkat pengetahuan orang tua dengan Tabel responden berusia 7 tahun berjumlah . ,0%) sedikit lebih banyak yaitu sebanyak 18 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil murid . ,0%) dibandingkan dengan usia 8 tahun yaitu sebanyak 12 murid karakteristik responden penelitian yang . ,0%). Tabel 1. Karakteristik murid SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda berdasarkan jenis kelamin Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Tabel 2. Karakteristik murid SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda berdasarkan usia Karakteristik Responden Usia 7 tahun 8 tahun Total Tabel 3 menunjukkan dari 30 Nabila et al. , . yang mendapatkan orang tua murid yang mengisi kuesioner bahwa mayoritas tingkat pengetahuan tentang kebiasaan buruk didapatkan orang tua tentang kebiasaan buruk dan bahwa sebagian besar orang tua maloklusi berada pada kategori cukup memiliki tingkat pengetahuan cukup . %). Namun, penelitian yang dilakukan . ,3%), diikuti dengan pengetahuan oleh Fadilla et al. , . menunjukkan baik . ,3%), dan pengetahuan kurang hasil yang berbeda yaitu pengetahuan . ,3%). Hasil penelitian ini sejalan orang tua tentang kebiasaan buruk dengan penelitian yang dilakukan oleh sebagian besar dikategorikan baik . %). MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 3. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pengetahuan orang tua murid SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda Karakteristik Kurang Cukup Baik Total Kebiasaan bahwa wajah anak yang panjang dan terjadi pada anak usia 3-6 tahun. Kebiasaan buruk yang terus berlanjut kebiasaan bernapas melalui mulut. Hal hingga gigi insisivus permanen erupsi ini sejalan dengan penelitian Wahyuni et , . yang mendapatkan kurangnya wajah, estetis wajah, hubungan oklusal, pengetahuan orang tua anak-anak di TK dan fungsi rongga mulut. Kecamatan Berdasarkan hasil penelitian pada Surakame Palembang tabel 4, sebanyak 96,7% responden kebiasaan buruk. Faktor yang dapat memengaruhi tingkat pengetahuan yaitu terhadap suatu kebiasaan buruk harus seperti pengalaman, lingkungan, usia, dilakukan sejak dini. Hal ini sejalan dan pendidikan. 12 Selain itu, minat, dengan penelitian yang dilakukan oleh perhatian, dan intelegensi juga dapat Shah & Parikh, . yang mendapatkan memengaruhi pengetahuan seseorang. Terutama bagi ibu yang mendapatkan mengetahui bahwa kebiasaan buruk informasi dari teman maupun berbagai media massa seperti televisi, surat kabar. Seseorang kebiasaan bernapas melalui mulut akan memiliki wajah yang terlihat panjang, pengetahuan responden. lubang hidung kecil, dan gigi depan maju Hal atau berjejal. 11 Hasil penelitian pada mengapa terdapat perbedaan tingkat tabel 4 menunjukkan sebagian besar orang tua . ,7%) tidak mengetahui kebiasaan buruk. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 4. Distribusi frekuensi jawaban responden untuk pertanyaan kuesioner tingkat pengetahuan orang tua tentang kebiasaan buruk Benar Soal Kebiasaan buruk pada rongga mulut wajar terjadi pada bayi dan balita Mendorong lidah merupakan kebiasaan buruk pada rongga mulut Gigi berlubang bukan akibat dari kebiasaan menghisap ibu jari Kebiasaan minum susu tidak menyebabkan kelainan pada tumbuh kembang gigi anak Menelan, berbicara, dan bernapas melalui hidung merupakan kebiasaan rongga mulut yang normal Kebiasaan buruk pada rongga mulut tidak dapat disebabkan oleh kelainan atau penyakit tertentu Kuku terkikis adalah akibat kebiasaan mengigit kuku Orang tua mampu mengidentifikasi kebiasaan buruk menggigit dan menghisap bibir Ciri paling umum kebiasaan bernapas melalui mulut adalah mulut sering terbuka Faktor penyebab gangguan pertumbuhan gigi dan rahang anak akibat kebiasaan buruk Orang tua menasehati saat melihat anak melakukan kebiasaan buruk Orang tua paling berperan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan gigi dan rahang anak Pencegahan kebiasaan buruk dilakukan sejak dini Gelisah memungkinkan anak melakukan kebiasaan buruk Menggertakkan gigi pada malam hari saat tidur menyebabkan gigi terkikis Kebiasaan buruk dapat terjadi pada anak dalam kondisi sadar atau tidak sadar Wajah anak menjadi panjang dan sempit merupakan akibat dari kebiasaan bernapas melalui mulut Semakin lama kebiasaan buruk dilakukan maka semakin besar dampak yang ditimbulkan Hasil Salah maloklusi Angle kelas I . ,0%), diikuti angka kejadian maloklusi pada murid dengan maloklusi maloklusi Angle kelas usia 7-8 tahun di SDN 002 Loa Janan Ilir i . ,3%) dan maloklusi Angle kelas II Kota Samarinda. Berdasarkan tabel 5 . ,7%). Hal ini sejalan dengan penelitian ditunjukkan bahwa dari 30 responden Susilowati, . mendapatkan bahwa maloklusi yang paling banyak dijumpai adalah Angle MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 kelas I, diikuti oleh kelas i, dan kelas II. ,0%). Pemeriksaan dini perlu Tabel 6 menunjukkan bahwa pada murid usia 7 tahun lebih banyak yang memiliki maloklusi kelas I . ,7%), diikuti dengan kelas i . ,3%), dan kelas II . ,0%). diabaikan dapat menjadi lebih parah dan Sedangkan pada murid usia 8 tahun lebih menyebabkan masalah kepercayaan diri banyak yang memiliki maloklusi kelas II . ,7%), diikuti kelas I . ,3%), dan kelas Tabel 5. Distribusi maloklusi pada murid berdasarkan klasifikasi Angle Karakteristik Maloklusi Angle Kelas I Maloklusi Angle Kelas II Maloklusi Angle Kelas i Total Tabel 6. Distribusi maloklusi pada murid berdasarkan usia responden Jenis Kelamin 7 tahun 8 tahun Maloklusi Angle Kelas II Angle Kelas i Angle Kelas I Hasil analisis dengan menggunakan Total uji One-Way ANOVA didapatkan nilai p = menghisap ibu jari, dan lain sebagainya. 0,371 Selain itu, penyebab maloklusi juga dapat berupa gangguan pertumbuhan hubungan antara tingkat pengetahuan dan perkembangan, trauma, serta faktor orang tua murid usia 7-8 tahun tentang kebiasaan buruk dengan maloklusi di maloklusi yaitu seperti kelainan ukuran SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda. (>0,. Faktor penyebab maloklusi terbagi menjadi faktor umum dan faktor lokal. Faktor ankilosis, dan lain sebagainya. 15,16 Terdapat Faktor umum yaitu seperti kebiasaan kebiasaan buruk yang dapat mendukung tekanan abnormal dan penyimpangan fungsional seperti menggigit bibir dan pada seseorang. Hal ini dapat menjadi MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 diikuti dengan maloklusi Angle kelas i hubungan antara tingkat pengetahuan . ,3%) dan maloklusi Angle kelas II orang tua tentang kebiasaan buruk . ,7%). Tidak terdapat hubungan yang dengan maloklusi pada anak. signifikan antara tingkat pengetahuan Pemeliharaan kebersihan mulut, orang tua murid usia 7-8 tahun tentang pendidikan orang tua, dan perawatan kebiasaan buruk dengan maloklusi di gigi sejak awal gigi sulung merupakan SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda. indikator penting dalam pencegahan Dengan UCAPAN TERIMA KASIH mencegah masalah gigi seperti maloklusi Dalam penelitian ini banyak pihak yang diperlukan pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap kesehatan gigi dan bimbingan, masukan, serta bantuan 17 Peranan ibu sangat diperlukan peneliti, untuk penyakit gigi dan mulut. 13 Pengetahuan disebutkan satu persatu yang telah diperoleh dari informasi yang diterima melalui interaksi sosial yang menjadi penelitian ini selesai. stimulus dalam membentuk perilaku partisipasi dalam melakukan perawatan gigi anak. SIMPULAN Orang tua murid usia 7-8 tahun di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda pengetahuan kategori cukup mengenai kebiasaan buruk . ,3%). Murid usia 7-8 tahun di SDN 002 Loa Janan Ilir Kota Samarinda maloklusi Angle kelas I . ,0%), lalu DAFTAR PUSTAKA