PERENCANAAN SALURAN DRAINASE EKONOMIS JALAN PARIKESIT II KELURAHAN RAWA MAKMUR KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA Dika Putra Pratama Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari. Heri Purnomo,ST. ,MT Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ABSTRACT Drainase adalah suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Maksud dan tujuan drainase adalah membuang air di atas permukaan tanah yang beriebihan, menurunkan dan menjaga permukaan air agak tidak terjadi genangan, sehingga akibat negatif dengan adanya genangan dan luapan air dapat dihindari. Dalam merencanakan saluran drainase meliputi tiga tahapan yaitu. analisis hidrologi, perhitungan hidrolika dan gambar rencana. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi diperoleh besarmya debit air yang harus ditampung oleh drainase. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi drainase dapat direncanakan berdasarkan perhitungan hidrolika. Dari hasil perhitugan debit rancangan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun didapatkan penampang saluran drainase berbentuk persegi dari pasangan batu difinishing dengan dimensi saluran sebagai berikut. lebar dasar saluran (B) 200 cm, tinggi penampang basah . 100 cm, tinggi jagaan . 60 cm. Agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik sesuai perencanaan, perlu dijaga aliran air dalam saluran tidak tersumbat ,adanya pemeliharaan terhadap saluran drainase agar air dapat mengalir secara maksimal sehingga dapat mengurangi kerusakan jalan serta biaya perbaikan tidak menjadi besar. Kata Kunci : Drainase. Dimensi Saluran ABSTRACT Drainage is a means of removing undesirable excess water in an area, as well as ways to overcome the effects caused by the excess water. The purpose and objective of drainage is to dispose of water on excessive soil surface, reduce and maintain water surface rather than puddle, so the negative effect with the existence of puddles and water flows can be avoided. In planning the drainage channel includes three stages namely. hydrological analysis, hydraulics calculations and drawing plans. Hydrological analysis is conducted based on rainfall, topography area, characteristics of drainage area and flood frequency of the plan. From the results of hydrological analysis obtained the amount of water discharge that must be accommodated by drainage. Then on the basis of the discharge obtained, the drainage dimension can be planned based on the hydraulics calculations. From the result of debit debit the design of the return period 2. 5, and 10 years obtained the square-line drainage section of the stone pair finishing with channel dimension as follows. channel width (B) 200 cm, wet cross section . 100 cm, welding height . 60 cm. In order for the drainage channel to function properly according to planning, it is necessary to keep the flow of water in the channel is not blocked, the maintenance of the drainage channel so that water can flow to the maximum so as to reduce road damage and the cost of repair does not become big. Keywords: Drainage. Channel Dimension PENDAHULUAN Latar Belakang Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota. Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan genangan air akibat Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Dalam hal perencanaan drainase terutama untuk jalan baik di perkotaan dan pedesaan, maka hal yang harus dilaksanakan dengan seksama adalah sesuai standar dan sistem perencanaan drainase perkotan yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi kota, langkah perencanaan dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi . idrologi cycl. , karakteristik hujan, data hujan, pengolahan data hujan, debit rancangan serta aspek hidrolika yang menyangkut aliran air pada saluran, sifat-sifat aliran, rumus-rumus aliran air dan analisis dimensi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi kalimantan Timur khususnya Bidang Bina Marga adalah institusi pemerintah yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pengembangan prasarana jalan di Provinsi kalimantan Timur. Perencanaan prasarana jalan harus dilengkapi dengan saluran drainase agar air hujan tidak merusak struktur perkerasan jalan di daerah Jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Tujuan drainase itu merupakan suatu cara pembuangan kelebihan air akibat hujan yang tidak diinginkan pada suatu daerah, untuk itu dibuat saluran drainase permanen di daerah Jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Hal lain yang melatar belakangi pentingnya mengangkat topik penelitian yang berjudul :Au Perencanaan Saluran Drainase Ekonomis Jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda Au ini adalah merencanakan pembangunan sistem drainase pengendali banjir. Bagaimana desain saluran drainase ekonomis yang dapat menampung hingga 2027? Batasan Masalah Untuk lebih memfokuskan pembahasan dalam penulisan skripsi ini maka ditetapkan batasanbatasan sebagai berikut : Lokasi yang ditinjau adalah sistem saluran drainase yang ada di Jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Perhitungan besarnya debit banjir rancangan daerah Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda dengan periode ulang 2, 5 , dan 10 Tahun. Mendesain dimensi saluran drainase ekonomis yang dapat menampung hingga tahun 2027. Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mendapatkan nilai kapasitas debit banjir rancangan drainase di daerah Parikesit II dengan periode ulang 2, 5 , dan 10 tahun. Mendapatkan hasil desain saluran drainase ekonomis yang mampu ditampung hinga 2027 pada jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : UMUM Secara umum, penelitian ini memiliki manfaat bagi instansi yang terkait dengan penanggulangan dan pengendalian banjir dalam mengambil tindakan yang diperlukan untuk menangani permasalahan aliran air dan genangan dalam saluran drainase. KHUSUS Manfaat khusus dari penyusunan tugas akhir ini bagi instansi terkait yaitu memberikan informasi perkiraan daerah luapan atau banjir . ang melalui saluran ai. Selain itu, hasil dari penyusunan tugas akhir ini dapat memberikan rekomendasi tindakan yang dapat diambil dalam evaluasi dimensi sistem drainase atau pencegahan terjadinya genangan akibat hujan. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penelitian ini Berapa debit banjir rancangan pada periode ulang 2 , 5 , 10 Tahun di jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda ? DASAR TEORI Drainase Drainase atau saluran adalah suatau cara untung menampung dan mengalirkan air hujan yang datang ke suatu daerah agar tidak terjadinya genangan atau banjir di daerah lahan tersebut. Drainase juga menjadi sebuah urat pengaliran air sebuah daerah maupun itu kota ataupun desa. Pada umumnya drainase juga mengalirkan air yang datang dari hujan menuju kesaluran lain hingga menuju tempat pembuangan yaitu sungai atau tempat penampungan air sementara yaitu polder, sehingga fasiltas suatu lahan seperti jalan, rumah, dan bangunan lainnya tidak tergenang oleh air yang meluap dari air hujan yang datang. intensitas hujan. Faktor utama yang mempengaruhi nilai C adalah laju infiltrasi tanah, tanaman penutup tanah dan intensitas hujan (Arsyad, 2. Jika DAS terdiri dari berbagai macam penggunaan lahan dengan koefisisen pengaliran yang berbeda, maka nilai koefisien pengaliran (C) yang dipakai adalah koefisien DAS yang dapat dihitung dengan persamaan berikut (Suripin, 2. Kapasitas Daya Tampung Evaluasi adalah suatu proses yang teratur dan sistematis dalam membandingkan hasil yang dicapai dengan tolak ukur atau kriteria yang telah ditetapkan kemudian dibuat suatu kesimpulan dan penyusunan saran pada setiap tahap dari pelaksanaan program. (Azwar, 1. Intensitas curah hujan Untuk menghitung intensitas curah hujan menggunakan rumus Metode Mononobe dengan rumus ( Suripin, 2004 ) : I = R/24 . ( 24/tc )2/3 Dimana : Analisa Hidrologi Metode Distribusi Normal Distribusi Normal juga disebut sebaran Gauss yang sering dipakai untuk analisis frekuensi hujan harian maksimum, dimana sebarannya mempunyai sifat khusus bahwa besarnya koefesien asimetris . Cs = 0 dan . oefesien kortusi. Ck = 3. (Dr. Ir. Drs. Nugroho Hadisusanto. Dipl. I = Intensitas hujan selama waktu konsentrasi . m/ja. R = Curah hujan . tc = Waktu konsentrasi (Ja. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya intensitas curah hujan adalah kala ulang dan waktu konsentrasi. Metode Log Pearson Tipe i Adapun dalam studi ini, curah hujan rancangan dihitung dengan menggunakan metode Log Person Tipe i, karena metode ini dapat dipakai untuk semua sebaran data tanpa harus memenuhi syarat koefisien kemencengan . dan koefisien kepuncakan . Distribusi Log Person i mempunyai koefisien kemencengan (Coefisien of Skwenne. atau Cs, koefisien kurtosis (Coefisien Curtosi. atau Ck dan koefisien varians atau Cv. Periode ulang Adalah periode jatuhnya hujan pada intensitas hujan tertentu yang digunakan sebagai dasar periode perencanaan saluran. Tabel 2. Kala Ulang Desain untuk Drainase Periode Ulang Desain (Tahu. Catchman Area Menurut Chay Asdak dalam buku Hidrologi Pengelolaan DAS mendefinisikan DAS adalah suatu wilayah daratan yang secara topografi dibatasi oleh punggung-punggung menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkan ke laut melalui sungai utama. kala ulang desain . ca : 10- 100500 100 ha 5-10 10-25 Metropolitan Besar Sedang Kecil sangat kecil ( Edisono, 1997 ) Saluran drainase terbagi menjadi dua, yaitu drainase wilayah perkotaan . rainase kot. dan drainase wilayah regional . rainase regiona. Drainase kota dibagi menjadi lima (Moduto,1. Drainase Induk Utama (DPS > 100 h. Koefisien Pengaliran/Limpasan (C) Salah satu konsep penting dalam upaya mengendalikan banjir adalah koefisien aliran permukaan . yang biasa dilambangkan dengan C. Koefisien C didefinisikan sebagai nisbah antara laju puncak aliran permukaan terhadap Drainase Induk Madya (DPS 50 Ae 100 h. Drainase Cabang Utama (DPS 25 Ae 50 h. Drainase Cabang Madya (DPS 5 Ae 25 h. Drainase Tersier (DPS 0 Ae 5 h. hubungan antara tinggi jagaan dengan debit aliran yang merupakan standar Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air. Tabel 2. Tinggi Jagaan No. Debit Tinggi jagaan . 3/de. 0,00 Ae 0,30 0,30 0,30 Ae 0,50 0,40 0,50-1,50 0,50 1,50-15,00 0,60 15,00-25,00 0,75 > 25,00 1,00 ( Perencanaan Sistem Drainase Jalan, 2006 ). Waktu Konsentrasi ( tc ) Waktu konsentrasi . adalah waktu yang diperlukan untuk mengalirkan air dari titik yang paling jauh pada daerah aliran ke titik kontrol yang ditentukan di bagian hilir suatu Waktu konsentrasi dapat dihitung dengan membedakannya menjadi dua komponen, yaitu . waktu yang diperlukan air untuk mengalir di permukaan lahan sampai saluran terdekat dan . waktu perjalanan dari pertama masuk saluran sampai titik keluaran, waktu konsentrasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus ( Suripin, 2004 ) : Rumus :tc = t0 td Bangunan Pelengkap Bangunan-bangunan bangunan yang ikut mengatur dan mengontrol sistem aliran air hujan yang ada dalam perjalanannya menuju pelepasan . agar aman dan mudah melewati daerah curam atau melintasi jalan-jalan raya. Besarnya debit yang melalui gorong-gorong dapat dihitung dari persamaan berikut: Pemasukan tidak tenggelam atau H < 1,2 D: Debit Banjir Rancangan Metode untuk memperkirakan laju aliran permukaan puncak yang umum dipakai adalah metode Rasional USSCS . Metode ini sangat simpel dan mudah pengunaannya. Metode ini masih cukup akurat apabila diterapkan pada suaatu wilayah perkotaan yang kecil sampai sedang. Persamaan matematik metode rasional dinyatakan dalam bentuk ( Soewarno, 1995 ) : Q = 0,278. Kapasitas Saluran Perhitungan dimensi saluran digunakan rumus kontinuitas dan rumus Manning, dengan rumus berikut: (Q = A . V). Kecepatan aliran air merupakan salah satu parameter penting dalam mendesain dimensi saluran, dimana kecepatan minimum yang pengendapan dan mencegah pertumbuhan tanaman dalam saluran. Sedangkan kecepatan maksimum yang diperbolehkan tidak akan menimbulkan penggerusan pada bahan saluran. Rumus : V = 1/n. R Ii . SA. Gambar 2. Pemasukan tidak tenggelam atau H < 1,2 D Penampang Saluran Tipe saluran drainase ada dua macam, yaitu: saluran tertutup dan saluran terbuka. Dalam saluran tertutup kemungkinan dapat terjadi aliran bebas maupun aliran tertekan pada saat berbeda, misalnya gorong-gorong untuk drainase, pada saat normal alirannya bebas sedangkan pada saat banjir yang menyebabkan gorong-gorong penuh maka alirannya adalah tertekan. Kemiringan Saluran Untuk mencari kemiringan dasar dari saluran adalah menggunakan rumus : S = t1 Ae t2 / L x 100. Tinggi Jagaan Tinggi jagaan untuk saluran terbuka dengan permukaan diperkeras ditentukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain : ukuran saluran, kecepatan aliran, arah belokan saluran dan debit banjir. Tinggi jagaan biasanya diambil antara 15 sampai 60 cm. Tabel 2. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi studi yang dipilih adalah pada Jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda. Gambar 3. 1 Peta Lokasi Penelitian Data Skunder Lokasi kajian berada di daerah permukiman yang padat sehingga dipilih projek penelitian di Lokasi penelitian berada di wilayah jalan Parikesit II Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran Kota Samarinda dengan panjang penanganan saluran drainase keseluruhan yang akan diteliti 5,110Km. Gambar. 3 Flow Chart Teknik Pengumpulan Data Untuk yang melakukan penyusunan tugas akhir ini, peneliti mengumpulkan data - data yang dipakai untuk melakukan analisa dan perhitungan pada penelitian ini didapat dari beberapa sumber, antara lain : Pengumpulan data sekunder Data sekunder diperoleh dari instansi terkait yaitu C Badan Metereologi,Klimatologi dan Geofisika (Stasiun Metereologi Temindung Samarind. dan instansi terkait lainnya. C Data Curah Hujan Pengumpulan Data Primer Data Primer diperoleh dengan cara survey langsung di lapangan. Survei yang dilakukan antara lain : A Data dimensi saluran didapat dengan cara pengukuran lapangan A Observasi (Pengamata. terhadap aliran air pada saluran, untuk mendapatkan pola air. Gambar Catchment Area Penelitian Gambar 3. 2 Catchment Area Luasan Catchment Area : Luas Area 1 = 505. 978 mA Luas Area 2 = 302. 782 mA Luas Area 3 = 335. 030 mA Luas Area 4 = 521. 705 mA Dari hasil survey di lapangan di dapat dimensi saluran yang berbeda-beda di antara saluran bagian kanan dan kiri, maka dari itu di ambil dimensi saluran terbesar dari masing-masing saluran kanan dan kiri. PEMBAHASAN Perhitungan Curah Hujan Dalam penelitian ini dgunakan data curah hujan kota Samarinda dari stasiun pencatat curah hujan bandara temindung kota Samarinda mulai tahun 2004 sampai dengan Tahun 2016 . Dalam pengolahan data curah hujan ini digunakan curah hujan bulanan maksimum . tiap Semua perhitungan dilampirkan pada Desain Penelitian Dalam pembuatan untuk penelitian ilmiah ini, maka dibuat alur kerja (Flow Char. Dari hasil perhitungan distribusi curah hujan dengan menggunakan metode Gumbel diatas didapat nilai Koefisien kemencengan (C. = 1,107 dan Koefisien Kurtosis (C. = 5,225 nilai tersebut memenuhi syarat metode Gumbel yang seharusnya Cs = 1,14 dan nilai Ck = 5,4. tabel dibawah: Tabel 4. : Tabel 4. 1 Data Curah Hujan. Tahun Curah Hujan Bulanan Maksimum ( mm ) Metode Log Person Tipe i Perhitungan curah hujan metode Log Person Tipe i : Tabel 4. Log Person tipe i Dari persyaratan parameter statistik yang didapat dari metode Distribusi Normal dan Distribusi Log Person Tipe i yang dapat diterima adalah Log Person Tipe i untuk menghitung hujan rencana Periode Ulang. (Sumber : BMKG Samarinda, 2016. Tabel 4. 4 Rekapitulasi Parameter stastistik Dari data-dat diatass dihitung menggunakan metode Distribusi Normal dan Log Person tipe i. Dan akan mendapatkan hasil metode mana yang memenuhi syarat untuk digunakan sebagai hujan Metode Gumbel Tabel 4. 2 Perhitungan Curah Hujan Rancangan Metode Gumbel Perhitungan Curah Hujan Rancangan Periode Ulang T Dengan Metode Log Person Type i Maka curah hujan rencana dapat dihitung sebagai berikut : Periode Ulang 2 Tahun X2 = 2,5565 -0,185 . 0,063 = 2,5448 mm, antiLog 2,5448 = 350,60 mm Periode Ulang 5 Tahun X5 = 2,5565 0,847 . 0,063 = 2,610 mm, antiLog 2,610 = 407,6495 mm Periode Ulang 10 Tahun X10 = 2,5565 1,100 . 0,063 = 2,6263 mm, antiLog 2,6263 = 423,03 mm Perhitungan Catchment Area Uji Kesesuaian Frekuensi (Smirnov-Kolmoro. Tabel 4. 5 Uji Smirnov-kolmogorof 5=nilai f. = P'. = OI P'. <) (XiM/. iCP. <) Xr. /Sd -P'(X