Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP ANGKA KEJADIAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH PADA SISWA SD NEGERI 065853 TEGAL SARI MANDALA KECAMATAN MEDAN DENAI TAHUN 2018 Radika Fadhillah1. Nelli Murlina2 Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Departemen Parasitologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: nasutionradika@gmail. Abstrak : Pendahuluan: Infeksi cacing merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan bagi mereka yang tinggal di negara berkembang. Infeksi cacing pada anak-anak umumnya disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah (STH). Infeksi yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan ibu akan mempengaruhi pola asuh yang buruk, terutama pola asuh yang dapat mencegah anaknya dari infeksi cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian infeksi STH pada siswa SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dan menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 109 siswa SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, dan identifikasi feses dilakukan di laboratorium parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Hasil: Prevalensi infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah mencapai 59,6%, dan tingkat pengetahuan ibu cukup sebesar 47 orang . ,1%). Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan prevalensi infeksi cacing menular tanah pada siswa SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai . = 0,. Kata Kunci : Pengetahuan, , soil-transmitted helminth, ibu Abstract : Introduction: Helminth infection is a significant public health problem for those who live in developing countries. Helminth infection in children commonly caused by soiltransmitted helminth (STH). The infections are influenced by a low level of motherAos knowledge will affect poor parenting, especially the parenting that can prevent her child from helminth infection. This study was aimed to find the correlation between the level of motherAos knowledge towards the occurrence of STH infection on students at SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Method: This study is descriptive-analytic and uses a cross-sectional design. Subjects of this study were 109 students of SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Data were collected using a validated questionnaire, and identification of feces was conducted at the parasitology laboratory of the Faculty of Medicine. University of Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Results: The prevalence of soil-transmitted helminth infection attain 59,6%, and the level of motherAos knowledge, which is enough level is 47 people . ,1%). Conclusion: There is a meaningful correlation between the level of motherAos knowledge with the prevalence of soil-transmitted helminth infection in students of SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai . =0,. Keywords: knowledge, soil-transmitted helminth, mothers JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 PENDAHULUAN Penyakit akibat infeksi cacing penting di negara berkembang, tidak seperti di negara maju yang urbanisasi dan faktor sosioekonominya teratur infeksi cacing tersebut. Infeksi cacing yang banyak terjadi cacing usus yaitu infeksi yang membutuhkan media tanah dalam penyebarannya atau yang dikenal sebagai SoilTransmitted Helminth (STH). Adapun jenis cacing yang sering dijumpai cacing gelang (Ascaris (Trichuris trichiur. , cacing tambang (Necator Ancylostoma duodenal. World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia telah terinfeksi STH. Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan jumlah terbesar Afrika sub-Sahara. Amerika. Cina, dan Asia Timur dengan lebih dari 267 juta anak usia prasekolah dan lebih dari 568 juta anak usia sekolah. Indonesia sangat tinggi, terutama pada golongan Prevalensi cacingan bervariasi antara 2,5%-62%. 4 Data dari Profil Dinas Kesehatan Sumatera Utara infeksi cacing masih berada di atas angka 10%. Pelaksanaan program pengendalian masalah kecacingan menurunkan prevalensi kecacingan menjadi <10% pada tahun 2016. Kelompok umur terbanyak yang terinfeksi STH adalah pada usia 6-12 tahun atau pada tahapan sekolah 6 Perawatan anak tergantung dari pola asuh ibunya sehingga pengetahuan ibu yang rendah akan berdampak pada buruknya pola asuh ibu terhadap anak terutama pola asuh yang dapat menghindarkan anak dari infeksi cacing tersebut. Berdasarkan penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu terhadap angka kejadian infeksi STH. JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 METODE PENELITIAN Penelitian HASIL Sampel dari penelitian ini penelitian deskriptif analitik dengan adalah siswa SDN 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai mengetahui tingkat pengetahuan ibu yang memenuhi kreteria inklusi dan terhadap angka kejadian infeksi STH eksklusi sebanyak 109 siswa. pada siswa SD Negeri 065853 Tegal Tabel 1 Karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan Jenis Persentase Frekuensi Pekerjaan (%) Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Petani Penjahit Total cross-sectional Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SD Negeri Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai didapatkan hasil sebanyak 26 ibu Penelitian ini menggunakan . ,9%) memiliki pekerjaan sebagai metode penarikan sampel yaitu total wiraswasta, 81 ibu . ,3%) memiliki Metode pengumpulan data pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, 1 ibu . ,9%) memiliki pekerjaan Data sebagai petani dan 1 ibu . ,9%) memiliki pekerjaan sebagai penjahit. pengambilan feses dari siswa-siswi Negeri Berdasarkan Tabel 1, dari 109 ibu. Tegal Sari Mandala. Kota Medan. Kemudian Tabel 2 Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Persentase Frekuensi Pendidikan (%) feses akan diperiksa di Laboratorium SMP Parasitologi. Kedokeran SMA Muhammadiyah Sumatera Utara dengan menggunakan Fakultas Universitas metode Kato-Katz. Total Berdasarkan Tabel 2, dari 109 ibu, didapatkan hasil sebanyak 7 ibu . ,4%) JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 memiliki tingkat pendidikan terakhir SD, cacing, sementara 44 anak . ,4%) 34 ibu . ,2%) memiliki tingkat tidak terinfeksi cacing. pendidikan terakhir SMP, 64 ibu . ,7%) memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, 3 ibu . ,8%) memiliki tingkat pendidikan terakhir D3, dan 1 ,9%) pendidikan terakhir S1. Tabel 4. 5 Distribusi frekuensi jenis STH Jenis STH Frekuensi Persentase(%) Ascaris Trichuris trichura Ascaris Trichuris Total Berdasarkan Tabel 5, dari 65 anak Tabel 3 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu yang mengalami infeksi, didapati Tingkat Pengetahua Baik Frekuens Persentas Ascaris Cukup Kurang Total Berdasarkan Tabel 3, dari 109 ibu, sebanyak 23 anak . ,4%) terinfeksi baik, 47 ibu . ,1%) mempunyai pengetahuan cukup dan 36 ibu . ,0%) . ,8%) terinfeksi Trichuris trichura, sementara 20 anak . ,8%) terinfeksi Ascaris dan Trichuris. Tabel 6 Hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan ifeksi STH didapatkan hasil sebanyak 26 ibu . ,9%) Baik Ting Penge kup Infeksi STH Negatif Positif Total 69,2% 30,8% 100,0% 36,2% 63,8% 100,0% 25,0% 75,0% 100,0% 0,002 Berdasarkan Tabel 6 . Tabel 4 Distribusi frekuensi infeksi STH Infeksi Frekuensi Persentase(%) STH Positif Negatif Total dari 26 ibu yang memiliki tingkat Berdasarkan Tabel 4, dari 109 anak, sebanyak 65 anak . ,6%) terinfeksi pengetahuan baik, terdapat 8 anak mengalami cacingan, sementara 18 anak tidak mengalami cacingan. Sementara itu, 47 ibu yang memiliki tingkat pengetahuan cukup, terdapat JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 sementara 17 anak tidak mengalami lebih kecil dibandingkan dengan taraf Pada 36 ibu yang memiliki signifikan () = 5% . , artinya ada tingkat pengetahuan kurang, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu terhadap sementara 9 anak tidak mengalami angka kejadian infeksi STH. Dapat diketahui dari tabel 4. 6, dari 26 ibu yang memiliki tingkat pengetahuan DISKUSI Berdasarkan hasil penelitian . ,8%) ini, dari 109 orang subjek penelitian mengalami cacingan, sementara 18 ditemukan 65 . ,6%) orang positif ,2%) kecacingan dan 44 . ,4%) lainnya Pada 47 ibu yang memiliki tingkat pengetahuan cukup, terdapat Hal menunjukkan frekuensi anak yang menderita infeksi cacing di SD Negeri cacingan, sementara 17 . ,2%) anak Mandala tidak mengalami cacingan. Sementara Kecamatan Medan Denai lebih besar itu, dari 36 ibu yang memiliki tingkat Tegal Sari ,8%) menderita infeksi cacing. Kemudian, . ,0%) anak mengalami cacingan, pada tingkat pengetahuan didapatkan sementara 9 . ,0%) anak tidak hasil sebanyak 26 ibu . ,9%) mempunyai pengetahuan baik, 47 ibu terbesar sampel yang positif infeksi ,1%) STH adalah terletak pada ibu yang . ,0%) mempunyai pengetahuan kurang. Persentase memiliki tingkat pengetahuan cukup, sementara persentase terkecil yang Jika dihubungkan antara tingkat positif infeksi STH terletak pada ibu pengetahuan ibu terhadap angka yang memiliki tingkat pengetahuan kejadian infeksi STH dari hasil uji statistik chi-square didapatkan hasil p tersebut, terlihat bahwa semakin = 0,002. Angka tersebut menunjukan angka yang signifikan karena nilai p JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Jurnal. id/index. php/JIH Berdasarkan Vol 1 No 3 November 2020 E-ISSN :2722-0877 infeksi STH yang dialami siswa SD KESIMPULAN Negeri 065853 Tegal Sari Mandala Kecamatan Medan Denai. Hal Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai Terdapat hubungan antara tingkat menyatakan terdapat hubungan yang pengetahuan ibu dengan angka bermakna antara tingkat pengetahuan kejadian infeksi STH pada siswa ibu terhadap infeksi kecacingan. SD Negeri 065853 Tegal Sari Namun berbeda dengan penelitian Mandala, yang dilakukan pada siswa SD Negeri Denai 47 Manado menunjukkan tidak ada Kecamatan Medan Tingkat pengetahuan ibu yang hubungan yang bermakna antara memiliki anak yang bersekolah di SD Negeri 065853 Tegal Sari STH. Mandala. Kecamatan Medan Perbedaan Denai mengenai infeksi STH sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebesar 43,1% sosial dan media massa. Perlu Angka kejadian infeksi STH yaitu sebesar 59,6% Jenis infeksi STH yang lebih lebih lanjut mengenai faktor-faktor banyak ditemukan adalah Ascaris apa saja yang mempengaruhi tingkat pengetahuan terhadap angka kejadian 35,4%. STH. Perlu sosialisasi mengenai infeksi STH agar DAFTAR PUSTAKA