MANAJEMEN PELATIHAN SENI DI SANGGAR CHRYSANT KAKASKASEN Indriani Florensia Kadis1. Sri Sunarmi2. Franklin E. Dumais3 Prodi Sendratasik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: kadisindri@gmail. Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Manajemen Pelatihan Seni di Sanggar Chrysant Kakaskasen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Penelitian difokuskan pada kajian pemaparan manajemen dan teknik pelatihan sanggar. Data diperoleh dengan teknik observasi langsung, wawancara mendalam, studi pustaka dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi melalui tahapan sumber, yaitu mengecek data dari berbagai sumber. Penelitian ini memperoleh hasil sebagai berikut. Sanggar Chrysant Kakaskasen menggunakan bentuk organisasi kekeluargaan dan keterbukaan, . manajemen yang diterapkan di sanggar menggunakan manajemen tradisional, . fungsi manajemen di Sanggar Chrysant Kakaskasen ada pada perencanaan . , pengorganisasian . , pengawasan . , evaluasi . Teknis pelaksanaan kegiatan pelatihan seni tari dan musik dilakukan melalui model pelatihan dan pembimbingan secara Dengan menggunakan metode . ceramah, . demonstrasi, dan . Kata Kunci : Manajemen. Pelatihan. Sanggar Chysant Kakaskasen. Abstract : The purpose of this study is to find out how art training management in Sanggar Chrysant Kakaskasen. This research is a qualitative descriptive research. The research focused on the study of management exposure and sanggar training techniques. Data were obtained by direct observation techniques, in-depth interviews, literature studies and documentation. The data were analyzed by qualitative descriptive analysis The validity of the data is obtained through triangulation through the source stage, which is to check data from various sources. This study obtained the following . Sanggar Chrysant Kakaskasen uses the form of family organization and openness, . management applied in the studio uses traditional management, . the management function in The Kakaskasen Chrysant Studio is in planning, organizing, controlling, evaluating. The technical implementation of dance and music training activities is carried out through a direct training and mentoring model. By using the method of . lectures, . demonstrations, and . Keywords : Management. Training. Sanggar Chysant Kakaskasen PENDAHULUAN Kesenian merupakan suatu hal yang diciptakan bukan hanya untuk dinikmati oleh para seniman, melainkan juga untuk dinikmati dan diapresiasi oleh masyarakat Pada dasarnya, kesenian muncul dari gagasan dihasilkan oleh manusia yang mengarah kepada nilai-nilai estesis. Selanjutnya, manusia mendapatkan dorongan untuk menciptakan beraneka ragam karya, sehingga setiap daerah memiliki ciri khas kesenian masing-masing. Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Misalkan saja pada bidang seni tari. Bidang ini biasanya tidak akan lepas dengan unsur kedaerahan serta memerlukan perhatian dalam kegiatan pengelolaannya (Maru. Pikirang. Ratu & Tuna, 2021. Maru. Pikirang. Setiawan. Oroh & Pelenkahu. Pengelolaan pembelajaran tari diterapkan, baik di lembaga formal . atau lembaga nonformal . Pendidikan nonformal yang dimaksud dalam hal ini dilakukan masyarakat dalam bentuk kursus maupun Pada dasarnya tujuan dari kursus teori atau praktik adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan atau kompetensi anak didik. Pendidikan nonformal dalam proses pembelajaran kesenian, antara lain dapat dilakukan melaui wadah-wadah organisasi, misalnya sanggar, lingungan seni, ataupun padepokan (Maru & Nur, 2020. Maru. Tamowangkay. Pelenkahu & Wuntu, 2. Dengan demikian usaha pelestarian kesenian dapat dilakukan salah dalam sebuah wadah yang berbentuk sanggar tanpa adanya menghapus atau menghilangkan unsur kebudayaan lokal. Eksistensi suatu padepokan seni atau sanggar tidak terlepas dari kegiatan pengelolaan atau manajemen dari masingmasing padepokan atau sanggar tersebut. Menurut Hersey dan Blanchard . alam Sudjana, 2000: . dijelaskan bahwa manajemen merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan melalui seseorang serta kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan organisas. Penyelenggaran membutuhkan beberapa unsur sebagai suatu sistem pengelolaan yang bersumber pada potensi yang ada berupa men, money, methods, material, machines, dan market. Unsur-unsur tersebut berfungsi untuk melaksanakan kegiatan yang meliputi, perencanaan, pengorganisasian, pengaturan, dan penegembangan sampai pada tingkat (Astuti, 2009:. Serangkaian kegiatan tersebut dikenal dengan istilah manajemen. Berdasarkan temuan awal peneliti terkait data sanggar yang ada di Kota Tomohon. Sanggar Chryant Kakaskasen adalah salah satu sanggar yang cukup menarik peneliti untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Sanggar Chrysant Kakaskasen yang berdiri sejak tahun 2018 masih tetap eksis sampai Sumber daya manusia yang dimiliki oleh sanggar seni Chrysant Kakaskasen beranggotakan anak didik-anak didik Sekolah Menengah Pertama. Pelatih dan pengurus tidak bekerja berdasarkan hitung-hitungan untuk medapatkan untung secara ekonomi, tetapi lebih mengutamakan rasa pengabdian yang besar serta didukung dengan kemampuan menari dan memainkan musik dengan baik . alam arti menguasai materi tarian dengan teknik gerak yang bai. Hal inilah yang membuat sanggar seni Chrysant Kakaskasen berbeda dari sanggar seni lainnya yang ada di Kota Tomohon. Anggotanya yang terbilang remaja membuat pembina sanggar seni Chrysant Kakaskasen tentunya lebih extra dalam membimbing para Melihat latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk meneliti sanggar seni Chrysant Kakaskasen untuk dijadikan obyek penelitian dengan mengangkat judul dan mencari jawaban atas pertanyaan penelitian: Bagaimana Manajemen Pelatihan Seni di Sanggar Chrysant Kakaskasen? LANDASAN TEORI Definisi Manajemen Manajemen berasal dari kata Auto manageAy yang berarti mengatur, mengurus, atau Dari arti tersebut, secara substansif, makna manajemen mengandung unsur-unsur pengelolaan (Anthoillah, 2010: . Menurut George R. Terry, manajemen adalah sebuah Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni proses yang terdiri dari perencanaan, pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sementara menurut Henry Fayol, manajemen adalah pengorganisasian, dan pengawasan terhadap sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Prinsip Manajemen Menurut Melayu S. Hasibuan dengan menguti pandangan Henry Fayol, prinsipprinsip umum manajemen terdiri dari pembagian kerja . ivision of wor. , wewenang dan tanggung jawab . uthority and responsibilit. , kesatuan perintah . nity of comman. kesatuan pengarahan . nity of mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri. , hirarki . , keadilan dan kejujuran, stabilitas kondisi karyawan. , dan semangat kesatuan. Tujuan Manajemen Menentukan tujuan menggunakan strategi yang efisien dan efektif. Evaluasi serta pengkajian ulang untuk menyesuaikan strategi jika terjadi hal-hal yang di luar rencana. Menjaga dan mengatur kesehatan keuangan, emosi . , dan semua sektor pada suatu perusahaan supaya perusahaan tersebut bisa mencapai profit yang maksimal. Melakukan peninjaan kembali dan evaluasi suatu kelemahan, kekuatan, ancaman yang ada, peluang, dan perencanaan . , pengorganisasian . , pengawasan . , dan evaluasi . Unsur-Unsur Dasar Manajemen Ada enam unsur dasar manajemen, yaitu manusia, uang, bahan, mesin, metode, dan Sanggar Seni Sanggar merupakan sebuah wadah berkumpul atau bertemu untuk bertukar pikiran mengenai bidang ilmu tertentu. Sedangkan sanggar seni merupakan wadah di mana berbagai seniman mengolah seni yang diperuntukkan bagi suatu Selain itu, di dalam sanggar ini pula ada berbagai kegiatan yang tidak kalah penting, yaitu menggali, mengolah, dan membina perkembangan seni bagi para Pelatihan Seni Pelatihan merupakan proses belajar untuk keterampilan, dalam waktu yang relatif Metode yang dipakai biasanya adalah praktik daripada teori. Menurut Sudjana. AuPelatihan merupakan upaya pembelajaran yang diselenggarakan oleh organisasi . nstansi pemerintah, lembaga swasta masyarakat, perusahaa. untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mencapai tujuan organisasi (Maru. Ratu & Dukut. Pelatihan dapat kita artikan sebagai kegiatan edukatif untuk mengubah perilaku peserta pelatihan menjadi lebih baik Ay METODOLOGI PENELITIAN Proses Manajemen Untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu organisasi, maka diperlukan proses Adapun proses atau tahapan manajemen menurut Lathief . 9: . yakni Tempat Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Sanggar Chrysant Kakaskasen di Jl. Markapes. Kelurahan Kakaskasen Tiga. Kecamatan Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Tomohon Utara. Kota Tomohon. Provinsi Sulawesi Utara. Jenis Penelitian Pada dasarnya, penelitian ini bermaksud mengkaji mengenai Manajemen dan Pelatihan Seni di Sanggar Chrysant Kakaskasen dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengunaan metode menguraikan fenomena yang diamati serta konteks makna yang melingkupi suatu Metode deskriptif kualitatif, artinya pendeskripsian mengenai suatu objek yang ditindaklanjuti oleh sebuah analisis secara Menurut Moh. Nasir . 9: 6. , metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat, mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasisituasi tertentu termasuk tantang hubungan, kegiatan-kegiatan, pandangan-pandangan, sikap-sikap, serta berbagai proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu Data dan Sumber Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa informasi dari pihak yang diwawancarai, responden yang disebut informan, rekaman, ataupun data gambar yang ada. Sumber data penelitian ini akan diambil melalui teknik observasi secara langsung di lapangan tempat diadakannya penelitian yaitu di Sanggar Chrysant Kakaskasen. Kemudian pengamatan tersebut dikumpulkan data-data dari sumber yang terkait yaitu pendiri sanggar, ketua, sekretaris, bendahara, dan anak didik. Menurut Lofland . alam Moleong 2001: . , sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah ungkapan dalam bentuk kata-kata dan berupa tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data tambahan yang dimaksud yaitu sumber tertulis, foto, data statistik, serta kata-kata dan tindakan yang dilihat. Teknik Pengumpulan Data Observasi Observasi merupakan suatu kegiatan yang berupa pengamatan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan obyek penelitian. Selama proses ini, peneliti memperhatikan dengan seksama apa saja perkembangan yang terjadi selama penelitian berlangsung. Observasi merupakan kegiatan pemusatan perhatian peneliti terhadap suatu objek dengan menggunakan indera penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan Wawancara Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam . nAedepth intervie. , yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang menggunakan pedoman . Studi Pustaka Studi pustaka merupakan salah satu teknik pencarian data yang digunakan untuk membaca dan mempelajari buku-buku, artikel, makalah, skripsi, jurnal serta referensi pada internet yang menyangkut tentang masalah dalam penelitian ini yaitu Manajemen dan Pelatihan Seni di Sanggar Chrysant Kakaskasen. Teknik ini bisa membantu dalam memberi arah pada langkah Caranya dengan mengumpulkan data-data secara tertulis berkaitan dengan obyek penelitian baik secara langsung Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni maupun tidak langsung, agar dapat Adapun cara pengumpulannya dapat diperoleh dari beberapa buku, artikel, skripsi, jurnal dan referensi di internet untuk dijadikan acuan untuk meninjau bahwa kajian yang penulis tulis ini benar-benar belum pernah dikaji Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif (Sugiyono, 2007: . Peneliti menggali dokumentasi berupa aktivitas sanggar, kepustakaan, video rekaman, foto-foto atau gambar-gambar, dan sumber lainnya yang Teknik dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data dengan cara mencari tahu lebih dalam mengenai dokumen tentang manajemen Sanggar Chrysant Kakaskasen di kelurahan Kakaskasen Tiga. Kota Tomohon. Dokumen kemudian diseleksi berdasarkan kebutuhan peneliti. Adapun bahan yang dijadikan sumber data antara lain dokumendokumen yang berhubungan dengan sejarah berdirinya Sanggar Chrysant Kakaskasen, dokumen struktur organisasi sanggar beserta keanggotaannya, kaset-kaset video yang dimiliki sanggar, foto-foto kegiatan sanggar sebelum dan Ketika penelitian dilaksanakan. Teknik Analisis Data Analisis data penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan tahaptahap sebagai berikut : Reduksi Data Display Data Kesimpulan Keabsahan Data Dalam penelitian ini, peneliti menguji sumber, yaitu mengecek data dari berbagai Sumber tersebut adalah hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi tentang manajemen pelatihan seni di Sanggar Chrysant Kakaskasen. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sanggar Chrysant Kakaskasen Sanggar Chrysant Kakaskasen adalah salah satu sanggar yang berada di kelurahan Kakaskasen Tiga. Sesuai dengan keadaan geografisnya bahwa kelurahan Kakaskasen Tiga berada di Kota Tomohon. Kecamatan Tomohon Utara, provinsi Sulawesi Utara. Sanggar ini berdiri sejak tahun 2018. Lahirnya sanggar ini berawal dari anganangan Charen Lumanaw yang ingin menjadikan seni sebagai salah satu bentuk pelayanan di gereja. Latar belakang Charen Lumanaw adalah sebagai seniman sejak berumur remaja. Orang tua Charen Lumanaw juga merupakan pelaku seni sangat mendukung keinginan Charen. Pemikiran Charen kemudian disampaikan kepada Setelah dibicarakan dengan suaminya, maka suaminya mendukung keinginan Charen untuk melatih tari. Selanjutnya mereka membicarakan dengan teman-teman dan saudara terdekat yang berpotensi dalam bidang seni tari. Setelah dimusyawarahkan bersama akhirnya mereka sepakat untuk mendirikan sanggar. Sanggar yang terbentuk kemudian diberi nama Sanggar Chrysant Kakaskasen. Sumber daya manusia yang dimiliki oleh sanggar seni Chrysant Kakaskasen beranggotakan anak didik-anak didik Sekolah Menengah Pertama. Seiring berjalannya waktu. Sanggar Chrysant Kakaskasen sudah lebih dikenal di masyarakat akhirnya berkembang untuk Jenis Kegiatan di Sanggar Chrysant Kakaskasen Pelatihan Seni, yang meliputi: Seni Musik Seni Tari Tradisional Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Seni Tari Kreasi Budaya Kegiatan Pementasan Seni Sanggar Chrysant Kakaskasen merupakan sanggar yang sangat terjangkau untuk semua kalangan bahkan kalangan menengah kebawah, untuk dapat belajar di Sanggar Chrysant Kakaskasen anak didik tidak perlu membayar uang pendaftaran atau dana apapun yang dibebankan kepada anak didik. Bagi pengurus sanggar, uang bukan hal nomor satu, di sanggar Chrysant Kakaskasen lebih mengutamakan sistem kebersamaan, keterbukaan dan kekeluargaan yang bersama- sama memajukan Sanggar dan seni Pelatih di Sanggar Chrysant Kakaskasen tidak mendapatkan honor rutin setiap bulan, tetapi hanya mendapatkan honor ketika sanggar ada job atau pentas. Pemasukkan yang didapatkan dari job atau pentas dibagi untuk pengurus dan anak didik sesuai dana yang diterima. Khusus pelatih mendapat honor yang lebih banyak dari anak Ibu Charen Lumanaw selaku pendiri sekaligus pelatih juga tidak jarang untuk mengeluarkan uang pribadinya, dan pengurus sanggar yang lain tidak keberatan dengan keuangan di sanggar. Karena dari awal mereka sudah menanamkan kebersamaan, dan termotivasi untuk memajukan kesenian dengan cara menyumbangkan kemampuan mereka di bidang seni. Manajemen Sanggar Chrysant Kakaskasen Perencanaan Untuk mendukung tujuan perencanaan maka langkah pertama perencanaan yang dilakukan Sanggar Chrysant Kakaskasen dengan menentukan nama sanggar yang diberi Sanggar Chrysant Kakaskasen yang merupakan satu-satunya sanggar di daerah kelurahan Kakaskasen 3 kota Tomohon. Langkah kepengurusan organisasi sanggar yang menentukan program kerja, menyusun jadwal dan waktu pelaksanaan pelatihan serta anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Perencanaan memiliki langkah-langkah seperti tujuan, kebijakan, strategi, prosedur, aturan, program. Pengorganisasian Pengorganisasian diperlukan agar setiap sumber daya yang ada bisa diatur dan tujuan kerja yang direncanakan bisa dicapai. Pada awal pengorganisasian, pengorganisasian Pengorganisasian personalia yang dimaksud yaitu pembentukan struktur organisasi. Dengan adanya struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab setiap orang semakin jelas. Pengawasan (Controllin. Pengawasan, yaitu kegiatan penelitian dan pengawasan, agar semua tugas dilaksanakan dengan benar sesuai peraturan yang ada atau prinsip kerja masing-masing orang. Proses pengawasan dibagi menjadi tiga tahap: pengawasan awal, pengawasan serentak, dan pengawasan umpan balik. Tahap pengawasan yang dilakukan oleh manajemen Chrysant Kakaskasen Studio adalah mengidentifikasi permasalahan yang ada. Evaluasi (Evaluatin. Evaluasi digunakan sebagai tolok ukur sebuah kegiatan sukses atau tidak dan menjadi referensi untuk kegiatan seanjutnya. Menurut pendiri Sanggar Chrysant Kakaskasen. Ibu Charen Lumanaw, evaluasi dilakukan sesering mungkin setiap selesai melakukan program kerja Sanggar Chrysant Kakaskasen agar setiap kendala dan kekurangan bisa diktahui sehingga pada pelaksanaan selanjutnya tidak ditemui kendala maupun kekurangan yang sama dengan pelaksanaan sebelumnya. Pelatihan Seni Teknik Pelatihan Seni Musik Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Berdasarkan penjelasan dari wawancara bersama subyek penelitian yaitu pelatih Robert Lumanaw dan anak pelatihan. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang digunakan pelatih dalam proses pelaksanaan pelatihan musik yaitu pendekatan yang dibantu dengan beberapa metode. Seperti metode ceramah, metode demonstrasi, serta metode drill. Apabila materi sudah selesai diberikan, para anak didik dicoba untuk Kembali memainkan alat musik tanpa dibantu oleh pelatih, tetapi tugas pelatih tetap memantau apa yang dilakukan para anak didik. Dengan demikian pelatih dapat mengetahui dengan jelas letak kekurangan para anak didik dalam memainkan alat musik Teknik Pelatihan Seni Tari Untuk mendukung keberhasilan dalam pelatihan tari ini perlu adanya metode pembelajaran yang tepat dan dapat memacu para anak didik agar tertarik dan berlatih dengan baik. Metode yang digunakan adalah:a. Metode Ceramah b. Metode Demonstrasi c. Metode Drill. KESIMPULAN DAN SARAN Manajemen di Sanggar Chrysant Kakaskasen masih dilaksanakan dengan menggunakan beberapa tahapan didalam Perencanaan yang dilakukan meliputi tujuan, kebijakan, strategi, prosedur. Sanggar Chrysant Kakaskasen juga dilakukan beberapa rangkaian meliputi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), susunan pengurus, program kerja, dan Untuk mencapai tujuan dalam Sanggar Chrysant Kakaskasen ketua melakukan tindakantindakan berupa . memberi dorongan . kepada pengurus agar semangat dalam mengelola sanggar dan dapat menjalankan tugas serta tanggung jawabnya masing-masing, . memberi bimbingan dengan tindakan keteladanan, seperti dalam dengan pengurus, melatih sanggar, . memberi pengarahan yang jelas atau penjelasan-penjelasan agar pengurus bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik, dan koordinasi bisa lebih teratur. Sarana yang dimiliki sanggar sudah Selain itu, adanya kerjasama yang baik antara pengurus atau pelatih antara sanggar dengan instansi pemerintah membuat jumlah peserta sanggar mengalami Faktor penghambat adalah gedung karena gedung bukan milik sanggar sendiri melainkan ruang tamu di rumah pendiri sanggar, sehingga latihan menggunakan gedung hanya dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jumlah peserta latihan tidak tetap kadang mengalami peningkatan dan kadang mengalami Berdasarkan manajemen yang diterapkan di Sanggar Chrysant Kakaskasen adalah menerapkan sistem kekeluargaan, dan dilakukan secara transparan, yaitu seluruh pengurus Sanggar Chrysant Kakaskasen berhak mengetahui dana/kas dan inventaris apa saja yang dimiliki sanggar. Saran Pengurus dan pembina diharapkan tegas dalam memberikan sanksi kepada anggota yang malas mengikuti latihan. Untuk tetap menjaga dan melestarikan kesenian daerah, diharapkan tetap ada keterlibatan atau campur tnagan pemerintah. Promosi, baik melalui berbagai media apa saja yang dapat membuat Sanggar Chrysant Kakaskasen lebih di kenal masyarakat. Tidak hanya dalam lingkungan para seniman saja tetapi pada lingkungan masyarakat umum yang mengkonsumsi seni. Perlu membuat jaringan Vol 2 No 5 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni dengan pihak luar sebagai sponsor yang tidak Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat pemasukan dana dan dana dari donatur sehingga kesulitan keuangan dapat sedikit teratasi dan masyarakat lebih mengenal keberadaan Sanggar Chrysant Kakaskasen jika memiliki jaringan di masyarakat seperti mengadakan beberapa kerja sama dengan EO (Event Organize. DAFTAR PUSTAKA