ALIBA: Jurnal Aksi Mengabdi. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2025 : 42-47 E-ISSN: 3062-9039 OPTIMALISASI POTENSI KELAPA UNTUK PRODUK MANISAN DAN PENERAPAN DIGITALISASI UMKM DI DESA TELUK KELASA Ahmad Azhar, 2Muhammad afrizal, 3Denada Alfio Inta, 4Nurfadillah, 5Andini Safitri, 6Miftahul Jannah, 7Juraida, 8Sri Dewi Wahyu Ningsih, 9Badewin 1,2,3,4,6,7,8 Universitas Islam Indragiri Email: ahmadazhar855@gmail. com, afrizalmuhammad1904@gmail. denadatembilahan@gmail. com, dilavivo70@gmail. com, andinisafitri2023@gmail. mj8909732@gmail. com, juraijuraida99@gmail. com, sridewi12082@gmail. ABSTRAK Desa Teluk Kelasa di Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan salah satu daerah sentra produksi kelapa di Provinsi Riau dengan potensi luas lahan dan produksi yang Namun, sektor kelapa menghadapi berbagai kendala seperti menurunnya produktivitas akibat tanaman yang tua, rendahnya peremajaan, dan fluktuasi harga pasar, sehingga nilai ekonomi kelapa masih rendah dan dominan sebagai bahan mentah. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan potensi kelapa di Desa Teluk Kelasa melalui pengembangan produk manisan kelapa sebagai upaya pemberdayaan ibu-ibu di desa serta penerapan digitalisasi UMKM untuk meningkatkan pemasaran dan nilai tambah produk. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung pembuatan produk manisan kelapa dan bimbingan dalam pengemasan serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan ibu-ibu melalui produksi manisan kelapa memberikan nilai tambah ekonomi, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta memperluas akses pasar melalui digitalisasi UMKM. Studi ini merekomendasikan pengembangan usaha olahan kelapa berbasis digital sebagai alternatif optimalisasi potensi desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: kelapa. Ekonomi. UMKM. ABSTRACT Teluk Kelasa Village in Keritang Subdistrict. Indragiri Hilir Regency, is one of the main coconut production areas in Riau Province, with significant land area and high production potential. However, the coconut sector faces various challenges, such as declining productivity due to aging plants, low replanting rates, and market price fluctuations, resulting in low economic value for coconuts, which remain predominantly used as raw materials. This study aims to optimize the coconut potential in Teluk Kelasa Village through the development of coconut candy products as a women's empowerment initiative, accompanied by the implementation of digitalization for SMEs to enhance marketing and product value addition. The methods used include direct training in coconut candy production, guidance in packaging, and the utilization of digital platforms for product marketing. The results of the activities show that women's empowerment through coconut candy production provides economic added value, strengthens the economic independence of the community, and expands market access through SME digitalization. This study recommends the development of digital-based coconut processing businesses as an alternative to optimize the village's potential in improving community welfare. Keywords: coconut. Economy. UMKM. PENDAHULUAN Pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang relevan dengan Azhar. OPTIMALISASI POTENSI KELAPA UNTUK PRODUK MANISAN DAN PENERAPAN DIGITALISASI UMKM DI DESA TELUK KELASA ALIBA: Jurnal Aksi Mengabdi. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2025 : 42-47 E-ISSN: 3062-9039 kebutuhan lokal. Di era digital saat ini, pemanfaatan platform digital menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat dampak pengabdian masyarakat, khususnya dalam mengoptimalkan potensi desa dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya Desa Teluk Kelasa di Kecamatan Keritang, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama kebun kelapa yang luas. Namun, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa, keberlangsungan UMKM di desa ini masih menghadapi kendala signifikan, antara lain pada aspek akses pasar yang terbatas akibat letak geografis desa yang cukup jauh serta kurangnya sarana pemasaran yang menjangkau luas. Kondisi ini menyebabkan UMKM yang ada sulit berkembang dan berkelanjutan. Melalui program pengabdian masyarakat yang kolaboratif dan berbasis platform digital, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di desa tersebut. Program ini berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu dalam proses produksi dan pengemasan produk manisan kelapa sebagai produk olahan bernilai tambah dari hasil kebun kelapa. Selain itu, pemanfaatan platform digital diharap mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha. Program ini juga menfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi ibu-ibu yang ingin melanjutkan pengembangan produk manisan kelapa mereka secara resmi dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang kolaboratif dan berorientasi digital, pengabdian masyarakat ini bertujuan mendorong transformasi UMKM tradisional menjadi UMKM yang adaptif dan kompetitif di era digital. METODE Penelitian dan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Teluk Kelasa. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir, dengan fokus pada pemberdayaan ibu-ibu dalam pengolahan produk manisan kelapa serta penerapan platform digital untuk pengembangan UMKM. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara tim KKN dengan masyarakat setempat, terutama ibu-ibu yang menjadi pelaku utama dalam pengolahan produk kelapa. Pendekatan ini dilakukan agar program berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi lokal serta dapat berkelanjutan. Tim KKN memberikan pelatihan langsung tentang proses pembuatan manisan kelapa, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga cara pengemasan produk yang menarik dan Selain itu, dilakukan pendampingan penggunaan platform digital, seperti pembuatan akun media sosial dan marketplace, untuk memperluas akses pemasaran produk. Sebagai bagian dari pemberdayaan, tim juga membantu dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi ibu-ibu yang berminat untuk mengembangkan usaha secara resmi dan Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama pelaksanaan pelatihan, wawancara dengan Kepala Desa dan peserta pelatihan, serta dokumentasi proses produksi dan pemasaran Data tersebut digunakan untuk evaluasi keberhasilan program dan identifikasi hambatan yang dihadapi. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian masyarakat dengan tema AuKolaboratif Pengabdian Masyarakat Berbasis AoPlatform DigitalAo Berdampak pada Desa di Kabupaten Indragiri HilirAy berhasil dilaksanakan di Desa Teluk Kelasa. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir. Program ini berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu desa melalui pengembangan produk manisan kelapa dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas pemasaran serta mendukung legalitas usaha. Berikut ini adalah rincian hasil dan pembahasan dari kegiatan yang telah dilakukan: Produksi Manisan Kelapa. Melihat potensi kebun kelapa yang melimpah di Desa Teluk Kelasa, tim KKN bersama masyarakat khususnya ibu-ibu melakukan pelatihan pembuatan manisan kelapa. Pelatihan ini mencakup beberapa tahap yaitu: Azhar. OPTIMALISASI POTENSI KELAPA UNTUK PRODUK MANISAN DAN PENERAPAN DIGITALISASI UMKM DI DESA TELUK KELASA ALIBA: Jurnal Aksi Mengabdi. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2025 : 42-47 E-ISSN: 3062-9039 Pemilihan bahan baku kelapa yang berkualitas, dimana kelapa yang digunakan adalah kelapa muda untuk menghasilkan tekstur manisan yang baik. Teknik pengolahan yang meliputi proses perebusan, pemberian bahan pengawet alami seperti gula, dan penjemuran agar manisan mempunyai cita rasa dan daya tahan yang optimal. Pengemasan produk dilakukan dengan pendekatan higienis dan menarik, menggunakan kemasan plastik kedap udara yang diberi label produk untuk meningkatkan nilai jual. Gambar 1. Anggota KKN Teluk Kelasa Pelatihan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu sehingga produk manisan kelapa mulai diproduksi secara rutin dalam skala kecil. Produk awal yang dihasilkan memiliki kualitas standar yang sesuai untuk dijual di pasar lokal maupun melalui jalur digital. Peningkatan kualitas produk juga terpantau melalui feedback dari konsumen awal yang mengapresiasi rasa dan kemasan manisan kelapa. Gambar 2. Pelatihan pembuatan manisan kelapa Azhar. OPTIMALISASI POTENSI KELAPA UNTUK PRODUK MANISAN DAN PENERAPAN DIGITALISASI UMKM DI DESA TELUK KELASA ALIBA: Jurnal Aksi Mengabdi. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2025 : 42-47 E-ISSN: 3062-9039 Digitalisasi pemasaran. Salah satu kendala utama UMKM di Desa Teluk Kelasa adalah keterbatasan akses pasar akibat lokasi geografis yang jauh dan kurangnya sarana pemasaran yang Untuk mengatasi hal ini, tim KKN membantu ibu-ibu mengenal dan menggunakan berbagai platform digital sebagai media pemasaran, antara lain: Membuat dan mengelola akun media sosial seperti WhatsApp. Instagram, dan Facebook untuk promosi produk. Mengajarkan cara mendaftar dan mengupload produk ke marketplace yang populer, sehingga produk manisan kelapa dapat dikenal oleh konsumen yang lebih luas di luar desa. Membantu pembuatan konten sederhana berupa foto dan deskripsi produk yang menarik dan informatif untuk disebarluaskan melalui platform-platform tersebut. Pemanfaatan platform digital ini memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan jangkauan pemasaran. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan secara konvensional kini mampu mengakses pasar regional bahkan nasional dengan dukungan teknologi digital. Ibu-ibu pelaku usaha juga mulai memahami pentingnya promosi digital, membuat mereka lebih percaya diri untuk mengembangkan usahanya. Fasilitasi Legalitas Usaha. Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan usaha, tim KKN memfasilitasi proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi ibu-ibu yang berniat mengembangkan produk manisan kelapa secara resmi. Kegiatan ini meliputi: Sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha dalam memperkuat posisi UMKM menghadapi persaingan pasar dan mempermudah akses terhadap permodalan. Pendampingan pengisian dan pengajuan dokumen persyaratan secara daring ke sistem OSS (Online Single Submissio. Konsultasi terkait pengembangan usaha dan langkah-langkah selanjutnya setelah mendapatkan NIB. Fasilitasi ini diterima dengan antusias oleh ibu-ibu pelaku UMKM karena memberikan kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka dalam jalur yang lebih legal dan terstruktur. Dengan NIB, mereka membuka peluang mendapatkan dukungan pemerintah dan kemitraan bisnis yang lebih luas. Gambar 3. Penyerahan NIB Dampak dan Evaluasi Program. Program ini berhasil memberikan dampak positif yang nyata terhadap pemberdayaan ibu-ibu di Desa Teluk Kelasa, antara lain: Peningkatan keterampilan teknis dalam produksi manisan kelapa yang meningkatkan kualitas Azhar. OPTIMALISASI POTENSI KELAPA UNTUK PRODUK MANISAN DAN PENERAPAN DIGITALISASI UMKM DI DESA TELUK KELASA ALIBA: Jurnal Aksi Mengabdi. Volume 1. Nomor 2. Agustus 2025 : 42-47 E-ISSN: 3062-9039 Pemahaman dan kesadaran untuk memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pasar dan meningkatkan omset penjualan. Terbukanya kesempatan legalisasi usaha yang mendukung keberlanjutan dan profesionalisasi UMKM. Meningkatnya pendapatan peserta sebagai hasil dari nilai tambah produk dan pemasaran yang lebih efektif. Monitoring pasca pelatihan menunjukkan eksistensi produk manisan kelapa tetap stabil dengan kesiapan ibu-ibu untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya. Kendala yang ditemui seperti keterbatasan modal awal dan pemahaman teknologi yang masih perlu pendampingan lebih lanjut menjadi catatan untuk program masa depan agar bisa fokus pada pendampingan jangka panjang. Gambar 4. Hasil produk manisan kelapa KESIMPULAN Program pengabdian masyarakat dengan tema AuKolaboratif Pengabdian Masyarakat Berbasis AoPlatform DigitalAo Berdampak pada Desa di Kabupaten Indragiri HilirAy yang dilaksanakan di Desa Teluk Kelasa. Kecamatan Keritang, berhasil mengoptimalkan potensi kelapa melalui pengembangan produk manisan kelapa dan penerapan digitalisasi UMKM. Pelatihan pembuatan dan pengemasan manisan kelapa meningkatkan keterampilan ibu-ibu sebagai pelaku usaha, sementara pemanfaatan platform digital memperluas jangkauan pemasaran produk hingga ke pasar yang lebih luas. Fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi langkah penting dalam mendukung keberlanjutan dan legalitas usaha. Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan nilai tambah produk, peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendorong transformasi UMKM desa menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan adanya pendampingan lanjutan dalam aspek teknologi digital, modal usaha, dan pengembangan produk agar UMKM manisan kelapa di Desa Teluk Kelasa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. REFERENSI