SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY SISWA KELAS VB SDN 015 GUNUNG BUNGSU Ali Mahibba Tanjung SD Negeri 015 Gunung Bungsu Xi Koto Kampar. Riau. Indonesia e-mail: alimahibba@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika tentang Bangun Ruang melalui Penerapan Model Pembelajaran Discovery Siswa Kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Kecamatan Xi Koto Kampar Tahun Pelajaran 2019/2020. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa dan ulangan harian. Data dikumpulkan dengan cara mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Data dianalisis dengan menggunakan teknis analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa pada tiap kali Hasil belajar siswa pada prasiklus memperoleh rata-rata 65,45 dengan persentase ketuntasan 31,82% dan secara klasikal siswa tidak tuntas. Pada Ulangan Harian (UH) siklus I, rata-rata hasil belajar siswa 70,68 dengan persentase ketuntasan 54,54% dan secara klasikal siswa juga tidak tuntas. Sedangkan Ulangan Harian (UH) siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,59 dengan persentase ketuntasan 100% dan secara klasikal siswa tuntas. Dengan demikian dengan Penerapan Model Pembelajaran Discovery dapat meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Volume Bangun Ruang. Siswa Kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Kecamatan Xi Koto Kampar Tahun Pelajaran 2019/2020. Kata kunci: Model pembelajaran Discovery. Proses pembelajaran. Hasil Belajar Matematika Abstract This study aims to improve student learning outcomes in Mathematics on Space Building through the Application of the Discovery Learning Model for Vb Class Students 015 Gunung Bungsu District Xi Koto Kampar 2019/2020 Academic Year. Data collection instruments used in this study were teacher activity observation sheets, student activity observation sheets and daily tests. Data is collected by observing the activities of teachers and students in the learning Data were analyzed using descriptive technical analysis. The results of data analysis showed an increase in teacher activity, student activity and student learning outcomes at each Student learning outcomes in pre-cycle get an average of 65. 45 with a percentage of completeness of 31. 82% and classically students are incomplete. In the Daily Repetition (UH) cycle I, the average student learning outcomes were 70. 68 with a percentage of completeness 54% and classically the students were also incomplete. Whereas the second cycle of daily test (UH) on average student learning outcomes 81. 59 with 100% completeness and classically complete students. Thus by the application of the Discovery Learning Model can improve Mathematical Learning Outcomes About the Volume of Building Space. Class Vb Students 015 Gunung Bungsu District Xi Koto Kampar Academic Year 2019/2020. Keywords : Discovery learning model, learning process. Mathematics Learning Outcomes PENDAHULUAN Matematikaa adalah salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI sampai SMP. SMA, dan sampai perguruan tinggi. Walaupun dalam awal diterapkannya kurikulum 13 matematika bukanlah mata pelajaran tersendiri akan tetapi terintegrasi dalam buku tema. Akan tetapi mengingat pentingnya pelajaran matematika bagi kehidupan manusia dan luasnya cakupan mata pelajaran matematika, maka dalam revisi kurikulum 13 tahun 2018 mata pelajaran matematika dipisahkan dari tema Jurnal Pendidikan Tambusa. 292 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 menjadi mata pelajaran tersendiri khususnya dikelas IV,V, dan kelas VI SD/MI. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Indonesia dalam rangka menyediakan sumber daya manusia ( SDM ) yang unggul menyongsong abad 4. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu pembenahan pilar dan manajemen pendidikan itu sendiri. Hal ini perlu dilakukan secepatnya agar suatu Negara tidak akan tertinggal jauh dari Negara lain. Banyak sekali faktor yang dapat kualitas pendidikan, salah satu faktor tersebut adalah proses pembelajaan di kelas. Karena pembelajaran dikelas merupakan ujung tombak untuk mencapai keberhasilan pendidikan. walaupun sekarang ini banyak teknologi canggih yang mendukung pembelajaran. Namun pendidikan dikelas tak tergantikan. Karena dikelas setiap siswa digembleng langsung untuk menjadi manusia yang mempunyai kemampuan . jika ia telah berkecimpung dengan masyarakat. Bertitik tolak dari uraian diatas, sebagai seorang pendidik . , maka penulis merasa terpanggil untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran terutama di kelas yang penulis ampu sendiri pada semua Mata Pelajaran termasuk Matematika, karena penulis menyadari, pembelajaran yang berkualitas akan mampu meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap setiap indikator Kemampuan dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, biasanya akan terlihat dari prestasi belajar siswa atau nilai yang diperoleh siswa baik secara individual maupun secara klasikal. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut adapun rumusan masalah dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah AuApakah dengan penerapan Model pembelajaran Discovery dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang cara mencari volume bangun ruang siswa kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Kecamatan Xi Koto Kampar Tahun Pelajaran 2019/2020? Ay. METODE Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran Adapun desain prosedur Perbaikan dalam penelitian ini adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun prosedur penelitiannya sebagai berikut : Gambar 1. Prosedur PTK (Wardani, 2. Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan perencanaan pelaksanaan PTK persiklusnya sebagai berikut : Siklus 1 Pelaksanaan Perbaikan mata pelajaran Matematika Perencanaan . Menetapkan hari dan tanggal pelaksanaan perbaikan yaitu : Jurnal Pendidikan Tambusa. 293 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 . Pertemuan 1 hari Selasa, 11 Pebruari 2020 . Pertemuan 2 hari Kamis, 13 Pebruari 2020 . Menetapkan kelas, dan materi ajar yaitu kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu dengan materi Bangun Ruang . Menyiapkan RPP 1 sebagai acuan pembelajaran siklus 1 . Mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan yakni Buku Matematika K 13 kelas V semester 2 dan Chart bangun Ruang . Menyiapkan LKS dan soal-soal evaluasi yang akan dikerjakan siswa pada akhir siklus 1 Pelaksanaan . Kegiatan Awal (A 10 Meni. Guru membimbing siswa dalam berdoAoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing . Mengabsen kehadiran siswa . Mengkondisikan kelas sesuai dengan materi yang akan diajarkan . Appersepsi, siswa diajak mengingat sekilas pembelajaran yang lalu dan menghubungkan dengan pembelajaran sekarang . Menyampaikan tujuan pembelajaran . Kegiatan Inti (A 45 Meni. Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang Bangun Ruang diiringi dengan menggunakan alat peraga Bangun Ruang, untuk menjelaskan Berbagai macam Bangun Ruang . Siswa mengamati guru dalam menentukan cara menghitung volume bangun ruang . Siswa dikondisikan dalam 4 kelompok dan diberi tugas untuk mendiskusikan tentang materi pembelajaran bangun Ruang . Dengan dipandu guru. Siswa melakukan diskusi melalaui kelompok masing-masing tentang cara menghitung Volume bangun ruang . Masing-masing ketua kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok lain menanggapinya . Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahaminya . Membagikan LKS kepada siswa . Memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan LKS . Secara berpasangan siswa mengerjakan tugas berupa LKS yang telah dipersiapkan guru . Setiap siswa melaporkan hasil kerjanya kepada guru . Guru memberikan A plus kepada siswa yang mendapat nilai . Kegiatan Akhir (A 15 Meni. Dengan dipandu guru, siswa menyimpulkan materi pelajaran . Melaksanakan evaluasi . Memberikan tindak lanjut . Memberikan tugas Pekerjaan Rumah (PR) Observasi Observasi atau pengamatan dalam perbaikan ini dilakukan oleh seorang opserver dalam hal ini adalah Supervisor 2. Supervisor 2 ini mengamati setiap proses perbaikan pembelajaran dan menulis kekurangan dan kelemahan yang terjadi selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Hasil pengamatan ini penulis diskusikan dengan supervisor 2 dan supervisor 1 untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya. Refleksi Jurnal Pendidikan Tambusa. 294 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Adapun kekuatan dan kelemahan tindakan perbaikan pembelajaran Kekuatannya Adanya bantuan dari Supervisor 1 dan supervisor 2 Terciptanya proses belajar mengajar yang lebih bergairah Proses pembelajara yang dilaksanakan akan dapat meningkatkan prestasi siswa dalam belajar. Kelemahannya : Terbatasnya media pembelajaran yang dimiliki sekolah Terbatasnya waktu dalam pembelajaran Sedangkan kekuatan dan kelemahan dalam merancang dan melakukan tindakan perbaikan pembelajaran adalah : Kekuatannya Adanya bantuan dari kepala sekolah, supervisor 2 dan supervisor 1 Adanya motivasi dari majelis guru dan kepala sekolah Kelemahan Terbatasnya referensi dan kepustakaan yang dimiliki sekolah. Terbatasnya ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran. Siklus 2 Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Matematika Perencanaan . Menetapkan hari dan tanggal pelaksanaan perbaikan yaitu : Hari Kamis, tanggal 27 Pebruari 2020 . Hari Selasa. Tanggal 3 Maret 2020 . Menetapkan kelas, dan materi ajar yaitu kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu dengan materi Bangun Ruang . Menyiapkan RPP 1 sebagai acuan pembelajaran siklus II . Mempersiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan yakni Buku Matematika K 13 kelas V semester 2 dan chart Bangun Ruang . Menyiapkan LKS dan soal-soal evaluasi yang akan dikerjakan siswa pada akhir siklus II Pelaksanaan . Kegiatan Awal (A 10 Meni. Membimbing siswa berdoAoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing . Mengabsen kehadiran siswa . Mengkondisikan kelas sesuai dengan materi yang akan diajarkan . Appersepsi, siswa diajak mengingat sekilas pembelajaran yang lalu dan menghubungkan dengan pembelajaran sekarang serta membahas tugas pekerjaan Rumah pada pertemuan yang lalu . Menyampaikan arah dan tujuan pembelajaran dengan jelas dan rinci . Kegiatan Inti (A 50 Meni. Guru mengajukan beberapa pertanyaan tentang materi Bangun Ruang diiringi dengan menggunakan alat peraga bangun ruang, . Siswa mengamati guru dalam menentukan berbagai jenis bangun . Siswa dikondisikan dalam 4 kelompok . Dengan dipandu guru. Siswa melakukan diskusi melalaui kelompok masing-masing . Siswa dikondisikan dalam 4 kelompok dan diberi tugas untuk mendiskusikan tentang materi pembelajaran . Dengan dipandu guru. Siswa melakukan diskusi melalaui kelompok masing-masing tentang cara menentukan volume bangun ruang . Masing-masing ketua kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok lain menanggapinya Jurnal Pendidikan Tambusa. 295 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 . Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum . Membagikan LKS kepada siswa . Memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan LKS . Secara berpasangan siswa mengerjakan tugas berupa LKS yang telah dipersiapkan guru . Secara berpasangan siswa mengerjakan tugas berupa LKS yang telah dipersiapkan guru . Setiap siswa melaporkan hasil kerjanya kepada guru . Guru memberikan A plus kepada siswa yang mendapat nilai terbaik Kegiatan Akhir (A 10 Meni. Dengan dipandu guru, siswa menyimpulkan materi pelajaran . Melaksanakan evaluasi . Memberikan tindak lanjut . Memberikan tugas . Pekerjaan Rumah (PR) Observasi Pada siklus 2 ini, observasi juga dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yang dalam hal ini juga dilakukan oleh supervisor 2. Sebagaimana halnya dengan siklus 1, pada siklus 2 ini data juga diambil menggunakan lembar observasi dan hasil evaluasi siswa yang dilaksanakan pada akhir siklus 2 pada penelitian ini. Refleksi Adapun Kekuatan dan kelemahan tindakan perbaikan pembelajaran Kekuatannya : Mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep Hasil belajar siswa akan lebih baik dan meningkat Keaktifan siswa dalam belajar meningkat dibandingkan dengan pembelajaran sebelumnya Kelemahannya : Keberadaan supervisor 2 di dalam kelas agak membuat siswa gerogi dalam belajar. Terbatasnya waktu dalam pembelajaran Disamping itu. Kekuatan dan kelemahan dalam merancang dan melakukan tindakan perbaikan pembelajaran adalah : Kekuatannya Masukan-masukan dari supervisor 1 dan supervisor 2 sangat memberikan konstribusi terhadap pelaksanaan kegiatan Adanya motivasi dari majelis guru dan kepala sekolah Kelemahan Sangat terbatasnya media pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah Terbatasnya buku-buku panduan/pedoman pembelajaran Teknik Pengumpulan Data Instrument Penelitian Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Perangkat pembelajaran . Silabus Silabus merupakan acuan untuk merencanakan dan melaksanakan program pembelajaran. Silabus dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran, mulai dari pembuatan rencana pembelajaran, pengelolalaan kegiatan pembelajaran sampai system penilaian. Di dalam silabus termuat standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran. Jurnal Pendidikan Tambusa. 296 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 kegiatan pembelajaran, indkator, penilaian, alokasi waktu, bahan-bahan/alat dan sumber. Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (R. Rp merupakan pedoman ataupun langkah-langkah yang akan dilaksanakan guru di dalam proses perbaikan pembelajaran. Di dalam rencana pelaksanaan perbaikan pembelajaran memuat standar kompetensi, kompetensi dasar, alokasi waktu, indkator, tujuan pembelajaran, tujuan perbaikan pembelajaran, materi pembelajaran, model/metode pembelajaran, langkahlangkah pembelajaran, bahan-bahan/alat/sumber dan penilaian hasil belajar. Instrument Pengumpulan data Instrument yang digunakan utuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : Lembar Post Tes/Evaluasi. Diberikan setelah siswa selesai mengikuti proses perbaikan pembelajaran yaitu diakhir pertemuan. Lembar Ulangan Harian (UH). Diberikan setelah selesai materi pokok. Dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini setelah setelah selesai melaksanakan persiklusnya yakni setelah 2 kali pertemuan tiap siklusnya. Lembar Observasi Aktivitas Siswa. Digunakan untuk melihat aktivitas siswa selama proses perbaikan pembelajaran ber Kooperatif Tipe STAD. Lembar Observasi Aktivitas Guru. Digunakan untuk melihat aktivitas guru selama proses perbaikan Teknik Analisis Data Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif yang berutjuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakanModel Pembelajaran Discovery. Skor tes hasil belajar yang digunakan dianalisa berdasarkan rumus yang telah ditetapkan oleh Depdikbud . Tes Hasil Belajar Daya Serap Untuk mengetahui daya serap hasil belajar siswa dapat diperoleh dengan rumus yang ditetapkan oleh Depdikbud . Keterangan : = Daya Serap = Jumlah Soal Yang Benar = Jumlah Soal Untuk mengetahui daya serap hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan kriteria seperti tabel di bawah ini: Tabel 1. Interval dan Kategori Daya Serap Siswa (Depdiknas, 2. No. Interval% Kategori Amat Baik Baik Cukup O 64 Kurang Ketuntasan Belajar Siswa Ketuntasan Individu Jurnal Pendidikan Tambusa. 297 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Seorang siswa dikatakan berhasil (Tunta. dalam belajar jika telah mencapai KKM yang telah ditetapkan, yaitu 70 dan tidak berhasil . idak tunta. jika hasil belajara siswa berada dibawah KKM. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus : Keterangan : = Ketuntasan Belajar Individu = Skor yang diperoleh Siswa = Skor Minimal Ketuntasan Klasikal Siswa dikatakan berhasil . secara klasikal jika 85% nilai siswa telah mencapai KKM yang telah ditetapkan. (Depdiknas, 2004:. Adapun rumus untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal . Penghargaan kelompok Menghitung skor Individu dan skor kelompok Penghitungan skor individu bertujuan untuk menentukan nilai perkembangan individu yang akan disumbangkan sebagai skor kelompok. Nilai perkembangan dihitung berdasarkan selisih perolehan tes terdahulu dengan skor tes terakhir. Memberi penghargaan Skor kelompok dihitung berdasarkan rata-rata nilai perkembangan yang disumbangkan anggota kelompok. Aktivitas Siswa Data yang diperoleh diolah dan dianalisa dengan menggunakan rumus : Keterangan : P = Persentase Aktivitas siswa F = Frekuensi aktivitas siswa N = Banyak Individu Kemudian aktivitas siswa ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut : Tabel 2. Interval dan Kategori Aktivitas Siswa No. Interval% Kategori Baik Sekali Baik Cukup O 64 Kurang Aktivitas Guru Aktivitas guru dapat dilihat dari lembaran observasi kemampuan guru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan rumus : Keterangan : = Persentase Aktivitas guru = Frekuensi aktivitas guru Jurnal Pendidikan Tambusa. 298 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 = Banyak aktivitas guru Kemudian aktivitas guru ditentukan berdasarkan kriteria sebagai berikut : Tabel 3. Interval dan Kategori Aktivitas Guru No. Interval% O 60 Kategori Baik Sekali Baik Cukup Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran Aktivitas Guru Adapun rekapitulasi aktivitas guru pada kedua siklus penelitian perbaikan pembelajaran, dapat dilihat sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini : Tabel 4. Perbadingan Aktivitas Guru pada siklus I dan II Siklus Pertemuan Skor Persentase (%) 80,56 83,33 88,89 94,44 Sumber Data: Lembar Observasi Aktivitas Guru Jumlah frekuensi aktivitas guru adalah 9 indikator dengan skor maksimal 36. Pada siklus 1 Pertemuan I, aktivitas guru memperoleh skor 29 . ,56%) dengan klasifikasi AuBaikAy. Pada siklus I pertemuan 2 aktivitas guru memperoleh skor 30 . ,33%) dengan klasifikasi AuBaikAy. Adapun pada siklus II pertemuan 1, skor aktivitas guru 32 . ,89%) dengan klasifikasi AuSangat BaikAy. Sedangkan pada pertemuan 2 aktivitas guru mendapat skor 34 . ,44%) dengan klasifikasi juga sangat AuSangat BaikAy. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru berhasil dalam menerapkan Model Pembelajaran Discovery pada Matematika tentang materi Bangun Ruang. Aktivitas Siswa Adapun rekapitulasi aktivitas siswa pada siklus I dan II, dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini : Tabel 4. Perbandingan Aktivitas Siswa pada Siklus I dan II Siklus Pertemuan Skor Persentase (%) 79,29 88,38 89,39 94,95 Sumber Data: Lembar Observasi Aktivitas Siswa Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa dengan jumlah siswa sebanyak 23 dan frekuensi aktivitas 9 maka skor maksimal untuk aktivitas siswa Pada siklus I pertemuan 1, skor aktivitas siswa 157 . ,29%) dengan klasifikasi AuBaikAy. Pada siklus I pertemuan 2, skor aktivitas siswa 175 . ,38%) juga dengan klasifikasi AubaikAy. adapun pada siklus II pertemuan 1, skor aktivitas siswa 177 . ,39%) dengan klasifikasi Ausangat baikAy. Sedangkan pada siklus II pertemuan 2, skor aktivitas yang diperoleh siswa adalah 188 ( 94,95%) dengan klasifikasi AuSangat BaikAy. Peningkatan skor aktivitas siswa dari setiap pertemuan membuktikan bahwa sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran kooperatif, guru berhasil menanamkan Jurnal Pendidikan Tambusa. 299 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 nilai-nilai belajar kelompok sebagaimana karakteristik pendekatan kooperatif adalah tujuan kelompok, tanggung jawab individual, kesempatan sukses yang sama, kompetisi tim, spesialis tugas, dan adaptasi terhadap kebutuhan kelompok. Hasil Belajar Berdasarkan pengolahan data hasil belajar siswa pada lampiran 9, hasil belajar siswa diperoleh dari nilai ulangan harian 1 dan 2. Jumlah soal pada masing-masing ulangan harian sama yaitu, 5 soal dalam bentuk essay. Adapun rekapitulasi hasil belajar siswa dari Prasiklus, siklus I dan Siklus II pada pembelajaran Matematika siswa Kelas Vb sebagaimana tabel di bawah ini : Tabel 5. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pada Prasiklus. Siklus I dan II Nilai Jumlah siswa Persentase Pelaksanaan Rata-Rata Prasiklus 65,45 31,82% Siklus 1 70,68 54,54% Siklus 2 81,59 Sumber Data: Daftar Nilai Ulangan Harian Siswa Kelas Vb Berdasarkan tabel di atas, sebelum diadakannya tindakan, hanya 8 orang . ,82%) dari 23 siswa yang dapat menuntaskan pelajaran. Hal ini berarti secara klasikal siswa tidak tuntas, dengan nilai rata-ratanya juga AuKurang BaikAy. Adapun pada ulangan harian 1 jumlah siswa yang tidak tuntas secara individu ada 11 orang siswa, dan yang tuntas ada 13 orang siswa dari 23 siswa. Terjadi peningkatan namun dengan hanya . ,54%) siswa yang tuntas, berarti secara klasikal siswa belum tuntas karena masih di bawah 85%. Sedangkan pada ulangan harian 2 semua siswa memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditetapkan, sehingga menuntaskan pembelajaran. Dalam hal ini telah terjadi peningkatan yang signifikan. Dengan demikian 100% siswa tuntas, sehingga secara klasikal berarti siswa tuntas. Oleh sebab itu, berdasarkan fakta yang ada terbuktilah bahwa Model Pembelajaran Discovery dapat membantu siswa mempelajari materi kognitif dan ingatan siswa terhadap materi akan kuat. Sehingga semakin kuatnya ingatan siswa terhadap materi pelajaran tentu akan lebih meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan analisa peneliti terhadap data di atas, dapatlah diketahui bahwa skor aktivitas guru dan skor aktivitas siswa selalu meningkat pada setiap pertemuan. Peningkatan tersebut diikuti oleh ketuntasan hasil belajar siswa pada setiap ulangan Grafik Perbandingan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran Grafik Perbandingan Observasi Aktivitas Guru Pada Siklus I dan II Adapun grafik perbandingan observasi aktivitas guru pada siklus I dan II dapat dilihat pada gambar Grafik Histogram di bawah ini : Jurnal Pendidikan Tambusa. SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 94,44% 88,89% Persentase aktivitas Guru 83,33% 80,56% Perbandingan Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 1 Siklus II Pertemuan 1 Siklus I Pertemuan 2 Siklus II Pertemuan 2 Gambar 2. Perbandingan Aktivitas Guru Pada Siklus I dan II Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan pada jumlah skor aktivitas guru dari siklus I pertemuan 1 yaitu 80,56% menigkat 2,77% menjadi 83,33% pada siklus I pertemuan 2. Sedangkan skor pada siklus II pertemuan 3 adalah 88,89% meningkat 5,55% menjadi 94,44% siklus II pertemuan 4. Grafik Perbandingan Observasi Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan II Adapun grafik perbandingan observasi aktivitas siswa pada siklus I dan II dapat dilihat pada gambar Grafik Histogram di bawah ini : 94,95% 89,39% Persentase aktivitas Ssiwa 88,38% 79,29% Perbandingan Aktivitas Siswa Siklus I Pertemuan 1 Siklus II Pertemuan 1 Siklus I Pertemuan 2 Siklus II Pertemuan 2 Gambar 3. Perbandingan Aktivitas Siswa Pada Siklus I dan II Berdasarkan Gambar 3 sudah jelas ada peningkatan aktivitas siswa dari 79,29% pada siklus I pertemuan 1 menjadi 88,38% pada siklus I pertemuan 2, atau meningkat 9,09%. Sedangkan pada siklus II pertemuan 3 adalah 89,39% meningkat lagi 5,56% menjadi 94,95 pada siklus II pertemuan 4. Jurnal Pendidikan Tambusa. 301 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Nilai rata-rata Siswa Grafik Perbandingan Hasil Belajar (Evaluas. Siswa Pada Prasiklus. Siklus I dan II Adapun grafik perbandingan hasil belajar siswa dari Prasiklus. UH 1 Siklus I dan UH 2 Siklus II dapat dilihat pada gambar Grafik Histogram di bawah ini : 65,45 81,59 70,68 Hasil Belajar Prasiklus Hasil Belajar Siklus I Hasil Belajar siklus II Perbandingan Hasil Belajar Siswa Gambar 4. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pada Prasiklus. UH 1 Siklus I, dan UH 2 Siklus II Berdasarkan grafik di atas, sama halnya dengan aktivitas siswa, ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan, nilai rata-rata hasil belajar Matematika siswa adalah 65,45 . ,82%) namun setelah dilakukan perbaikan dengan menerapkan Model Pembelajaran Discovery, maka nilai pada hasil belajar siklus I nilai rata-rata siswa meningkat 5,23 angka sehingga menjadi 70,68 pada siklus I. Adapun pada hasil belajar siklus II meningkat lagi sebanyak 10,91 menjadi 81,59. Berdasarkan grafik di atas, terlihat dengan jelas bahwa terjadi peningkatan tiap siklusnya sehingga dengan penerapan Model Pembelajaran Discovery dapat meningkatkan prestasi dan hasil belajar Matematika siswa Kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Kecamatan Xi Koto Kampar Kabupaten Kampar khususnya pada Materi Bangun Ruang. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil pengolahan data di atas, berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan membuktikan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Discovery dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Tahun Pelajaran 2019/2020. Simpulan Dengan demikian peningkatan skor aktivitas guru dan siswa diikuti oleh penigkatan hasil belajar siswa pada tiap siklusnya. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan adalah sebagai berikut : Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 memperoleh skor 29 dengan persentase 80,56% dan klasifikasi baik. Pada siklus I pertemuan 2 memperoleh skor 30 Dengan persentase 83,33% dengan klasifikasi baik. Adapun pada siklus II pertemuan 3 memperoleh skor 32 dengan persentase 88,89% dengan klasifikasi sangat baik. Sedangkan pada siklus II pertemuan 4 memperoleh skor 34 . ,44%) dengan klasifikasi juga sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I pertemuan 1 memperoleh skor 157 dengan persentase 79,29% dan klasifikasi baik. Pada siklus I pertemuan 2 skor 175 Jurnal Pendidikan Tambusa. 302 SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 292-303 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 dengan persentase 88,38% dan klasifikasi baik. Pada siklus II pertemuan 1 memperoleh skor 177 Dengan persentase 89,39% dengan klasifikasi baik. Adapun pada siklus II pertemuan 3 memperoleh skor 188 dengan persentase 94,95% dengan klasifikasi sangat baik. Hasil belajar siswa pada prasiklus memperoleh rata-rata 65,45 dengan persentase ketuntasan 31,82% dan secara klasikal siswa tidak tuntas. Pada Ulangan Harian (UH) siklus I, rata-rata hasil belajar siswa 70,68 dengan persentase ketuntasan 54,54% dan secara klasikal siswa juga tidak tuntas. Sedangkan Ulangan Harian (UH) siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,59 dengan persentase ketuntasan 100% dan secara klasikal siswa tuntas. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan Model Pembelajaran Discovery dapat meningkatkan Prestasi dan Hasil Belajar Matematika tentang Bangun Ruang pada siswa kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Kecamatan Xi Koto Kampar Kabupaten Kampar. Saran Dan Tindak lanjut Berdasarkan pengalaman peneliti dalam penerapan Model Pembelajaran Discovery pada pelajaran Matemtika di Kelas Vb SD Negeri 015 Gunung Bungsu Tahun Pelajaran 2019/2020, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu : Sebelum diterapkan Model Pembelajaran Discovery pada mata pelajaran Matematika seharusnya guru mempersiapkan sarana dan prasarana yang Sebagaimana metode ataupun model pembelajaran aktif lainnya, model pembelajaran ini menyita banyak waktu dan tenaga, oleh karena itu guru harus bisa dan profesional dalam membagi waktu sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran. Sebelum dimulainya proses pembelajaran, terlebih dahulu guru harus menyiapkan media dan alat peraga yang sesuai dengan materi pembelajaran. Diharapkan kepada guru atau peneliti yang lain agar melanjutkan penelitian ini, karena dalam penelitian ini, peneliti sangat dibatasi oleh waktu dan kesempatan. DAFTAR PUSTAKA