JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragam. Jakarta. Indonesia ksdewi@yahoo. Abstract The aim to be achieved in the preparation of this research is to determine the effect of inflation. SBI interest rates, and exchange rates on the Jakarta Composite Index (IHSG). The research method used is ex post facto. And the sample method used is purposive sampling with several predetermined criteria. The research sample consisted of 60 observational data listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016 to 2020. The analysis technique used was multiple regression equations and hypothesis testing using the t test and F test with a significance level of 5%. The results of this study indicate that inflation and SBI interest rates partially . have no significant effect on the JCI, while the exchange rate has a significant and simultaneously . SBI interest rates and exchange rates have a significant effect on the IHSG on the Indonesia Stock Exchange from 2016 to 2020. The significant multiple effect is 32. 2%, while the remaining 67. 8% is influenced by other factors outside the research. Keywords: Inflation. SBI Interest Rates. exhange rates. Jakarta Composite Index (IHSG Tujuan yang hendak dicapai dalam penyusunan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh inflasi, suku bunga SBI, dan kurs terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Metode penelitian yang digunakan adalah expost facto. Dan metode sampel yang di gunakan adalah purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Sampel penelitian terdiri dari 60 data observasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2016 sampai dengan 2020. Teknik analisis yang digunakan adalah persamaan regresi berganda dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi dan suku bunga SBI secara independen berpengaruh tidak signifikan terhadap IHSG, sedangkan Kurs berpengaruh signifikan dan secara simultan . ersama-sam. inflasi, suku bunga SBI dan kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 sampai dengan 2020. Besar pengaruh total signifikan yaitu sebesar 32,2%, sedangkan sisanya 67,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya di luar Kata kunci : Inflasi. suku bunga SBI. IHSG. PENDAHULUAN Ketidakstabilan situasi moneter yang tercermin dari nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi mengakibatkan kekacauan dalam perekonomian. Hal tersebut menunjukan eratnya pengaruh makro ekonomi terhadap indeks harga saham di pasar saham. Perkembangan pasar modal suatu negara tidak lepas dari perkembangan perekonomian ISSN 2775-9784 (Ceta. ISSN 2775-9792 (Onlin. Website:https://journal. id/index. php/jakpi/index JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan kondisi bisnis yang baik diharapkan dapat meningkatkan harga saham. Krisis ekonomi telah menghantam Indonesia pada Widoatmojo . , menyatakan bahwa IHSG merupakan ringkasan dari dampak simultan dan kompleks atas berbagai macam faktor yang berpengaruh, terutama fenomena-fenomena ekonomi. Bahkan dewasa ini IHSG dijadikan barometer kesehatan ekonomi suatu negara dan sebagai landasan analisis statistik atas kondisi pasar terakhir . urrent marke. Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal . Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan reksa dana. Husnan . , menyatakan bahwa masyarakat dapat menempatkan dana yang dimilikinya sesuai dengan karakteristik keuntungan dan risiko masing-masing instrument Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pasar Modal merupakan tempat bertemunya investor sebagai pemillik dana dan perusahaan/institusi yang memerlukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indikator dari indeks harga saham yang menggambarkan keadaan bursa yang wajar yang terjadi pada periode waktu IHSG yang merupakan indikator yang menggambarkan kegiatan perdagangan di bursa sering dijadikan penentu terhadap perubahan harga saham yang terjadi. Beberapa penentu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi investor dalam berinvestasi di bursa saham. Beberapa faktor moneter yang dapat dijadikan penentu yang berkaitan dengan sektor perbankan dan perekonomian moneter diantaranya adalah suku bunga SBI, nilai tukar mata uang, dan tingkat inflasi yang terjadi. Kenaikan dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah tidak setabil pada tiap bulan dan setiap tahunnya. Fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengruhi oleh beberapa faktor stabilitas ekonomi dan laporan kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia serta faktor inflasi, suku bunga dan kurs mata uang. Penelitian yang dilakukan oleh Hardiningsih et al . menunjukkan hasil bahwa nilai tukar rupiah terhadap US Dollar berpengaruh negatif terhadap saham. Nurdin . ,mengemukakan hasil penelitian bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap resiko investasi saham. Utami dan Rahayu . serta Suciwati dan Machfoedz . 2 ) hasilnya menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap US dollar berpengaruh positif terhadap saham. Widjojo dalam Almilia . , menyatakan bahwa makin tinggi inflasi akan semakin menurunkan tingkat profitabilitas perusahaan. Turunnya profit perusahaan adalah informasi yang buruk bagi para trader dibursa saham dan dapat mengakibatkan turunnya harga saham perusahaan tersebut. Sangkyun Park . yang meneliti kaitan antara variabel makro. Indeks harga Konsumen. GDP, tingkat Inflasi, dan suku bunga terhadap harga saham menemukan bahwa hanya GDP yang berpengaruh positif terhadap harga saham sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Berdasarkan latar belakang di atas yang mendasari, tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Permasalahan yang ditemui, berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasikan : Inflasi yang tinggi dapat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak stabil . Tidak terkendalinya Peredaran uang uang giral, kartal, yang menguasai pasar menyebabkan barang dan jasa akan naik. Tingkat suku bunga SBI berubah-ubah dan tidak stabil. Melemahnya kurs rupiah mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Inflasi tertinggi diatas angka 8% secara berturut Ae turut pada September 2013 sampai Januari 2014, puncak inflasi pada bulan luli 2013 sebesar 8,79%. Inflasi ini akibat dari kenaikan harga BBM. Nilai kurs mata uang rupiah berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate pada bulan Mei 2013 berada di level 9. 730 per dollar AS. Data terakhir kurs per Februari 2014 anjlok ke level 12. 251 per dollar AS, melemah 25% sejak mei 2013 . Pelemahan nilai rupiah tersebut diikuti dengan penurunan IHSG di 5. 069 pada Mei 2013, mejadi 4. 620 di Februri 2014 . Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 22 juni 2013 berdampak pada kenaikan inflasi di bulan Juli 2013 dengan kenaikan menjadi 8. 61% disbanding Juni 2013 yang hanya sebesar 5. Kenaikan inflasi berakibat pada kenaikan tingkat bunga SBI pada Juli 2013 sebesar 6. Meningkat 0. 5% persen disbanding Juni 2013. Peningkatan inflasi dan suku bunga SBI tersebut berakibat pada penurunan Indeks Harga Saham Gabungan menjadi 4. 610 mengalami penurunan sebesar 208, 52 point dibanding Juni 2013 . Aksi Jual investor baik domestic maupun asing diberbagai sektor saham membuat Indeks Harga Saham Gabungan melemah. IHSG ditutup melemah 213 point . 77%) ke level 4. 288 pada 3 Desember 2013 . Inflasi bulan Januari yang meningkat 0. 8% sebagai akibat banjir yang menghambat distribusi barang. Inflasi tersebut kemudian menekan IHSG pada akhir Januari 2014 . Pembelian saham oleh pihak asing membuat IHSG ditutup menguat 36 point pada 27 Februari 2014. Saham-saham tersebut diantaranya saham Astra International. Gudang Garam. Astro Agro Lestari . Perumusan Masalah Apakah inflasi berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ? Apakah Suku Bunga SBI berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ? Apakah Kurs Mata Uang berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ? PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Apakah inflasi. Suku Bunga SBI dan Kurs Mata Uang secara bersama-sama berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ? KAJIAN PUSTAKA Hakikat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks dari seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan suatu indikator untuk memantau pergerakan harga seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. IHSG mulai diperkenalkan pertama kali pada tanggal 1 April 1983. Widoatmojo . , menyatakan bahwa IHSG merupakan ringkasan dari dampak simultan dan kompleks atas berbagai macam faktor yang berpengaruh, terutama fenomena-fenomena ekonomi. IHSG dewasa ini dijadikan barometer kesehatan ekonomi suatu negara dan sebagai landasan analisis statistik atas kondisi pasar terakhir . urrent marke. Ang . , menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan suatu nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja saham yang tercatat dalam suatu bursa efek. IHSG ini ada yang dikeluarkan oleh bursa efek yang bersangkutan secara resmi dan ada yang dikeluarkan oleh institusi swasta tertentu seperti media massa keuangan, institusi keuangan, dan lain-lain. Darmadji dan Fakhruddin . , menyatakan bahwa Bursa Efek Jakarta terdapat 5 . jenis indeks, antara lain: Indeks Individual Indeks Harga Saham Sektoral Indeks LQ 45 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Inde. Dua metode penghitungan IHSG yang umum dipakai (Robert Ang,2. adalah sebagai berikut : Metode rata-rata (AverageMetho. Metode rata-rata (AverageMetho. merupakan metode dimana harga pasar sahamsaham yang masuk dalam indeks tersebut dijumlah kemudian dibagi dengan suatu Pembagi. Oc Ps IHSG = Divisor Keterangan : IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan Ps = Totalhargasaham Divisor = Harga dasarsaham Metode rata-rata tertimbang (WeightedAverageMetho. Metode rata-rata tertimbang (WeightedAverageMetho. merupakan suatu metode yang menambahkan bobot dalam perhitungan indeks di samping harga pasar saham-saham yang tercatat dan harga dasar saham. Pembobotan yang dilakukan dalam perhitungan indeks pada umumnya adalah jumlah saham yang dikeluarkan. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Dua metode terdapat untuk menghitung metode rata-rata tertimbang: Paasche Metode ini memperbandingkan kapitalisasi pasar seluruh saham dengan nilai dasar seluruh saham yang tergantung dalam sebuah indeks. Dalam hal ini makin besar kapitalisasi suatu saham, maka akan menimbulkan pengaruh yang sangat besar jika terjadi perubahan harga pada saham yang bersangkutan. Oc (Ps x S. Indeks = Oc (Pbase x . = Hargasahamsekarang = Jumlahsahamyangberedar Pbase = Hargadasarsaham Laspreyes Rumus ini menggunakan jumlah saham yang dikeluarkan pada hari dasar dan tidak berubah selamanya walaupun ada pengeluaran saham baru. Indeks = Oc (Ps x S. Oc (Pbase x S. = Harga saham sekarang = Jumlah saham awal Pbase = Harga dasar saham Hakikat Inflasi Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai uang. Winardi . menyatakan bahwa Inflasi merupakan suatu periode pada masa tertentu, terjadi ketika kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Pengertian Inflasi tersebut dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan. Dwi Eko Waluyo . menyatakan bahwa Inflasi merupakan salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terusmenerus. Sadono Sukirno . menyatakan bahwa inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Lipsey . menyatakan bahwa peristiwa yang cenderung mendorong naiknya tingkat harga disebut gejolak Inflasi. Inflasi sangat terkait dengan penurunan kemampuan daya beli, baik individu maupun perusahaan. Salah satu peristiwa yang sangat penting dan dijumpai di hampir semua negara di dunia adalah inflasi. Kekuatan terdapat di dalam perekonomian tertentu yang menyebabkan tingkat harga melonjak sekaligus,tetapi ada kekuatan lain yang menyebabkan kenaikan tingkat harga berlangsung terus menerus secara perlahan. Boediono . menyatakan bahwa inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua macam barang saja tidak dapat dikatakan sebagai inflasi kecuali kenaikan tersebut membawa dampak terhadap kenaikan harga sebagian besar barang-barang lain. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain: PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual atau pedagang besar pertama dengan pembeli atau pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik w. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir . inal good. dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi . Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran . erdasarkan the Classification of individual consumption by purpose COICOP), yaitu : Kelompok Bahan Makanan Kelompok Makanan Jadi. Minuman, dan Tembakau Kelompok Perumahan Kelompok Sandang Kelompok Kesehatan Kelompok Pendidikan dan Olah Raga Kelompok Transportasi dan Komunikasi. Hakikat Tingkat Suku Bunga SBI (BIrat. Suku bunga SBI adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang jangka pendek . -3 bula. dengan system diskonto atau bunga, sesuai dengan SK Direksi BI No. 31/67/Kep/DIR tanggal 23 Juli 2008. Adler Haymans Manurung, . menyatakan bahwa Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. Freud Wiston dan Eugene F. Brigham . menyatakan bahwa suku bunga adalah harga yang dibayarkan atas modal serta keuntungan modal yang merupakan hasil dari suatu ekuitas. Pendapat tersebut suku bunga merupakan harga yang dibayarkan dari seseorang kepada orang yang menanamkan uangnya sebagai modal suatu usaha. Sadono Sukirno . menyatakan bahwa suku bunga adalah pembayaran atas modal yang dipinjamkan dari pihak lain, yang biasanya dinyatakan sebagai persentase dari modal yang dipinjamkan. Kasmir . , menyatakan bahwa dalam kegiatan perbankan sehari-hari terdapat dua macam bunga yang diberikan kepada nasabah yaitu bunga simpanan dan bunga pinjamanAy Bunga Simpanan Bunga simpanan adalah bunga yang diberikan sebagai perangsang atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabah. Bunga Pinjaman Bunga pinjaman adalah bunga yang dibebankan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayarkan oleh nasabah kepada bank atas pinjaman modal yang dinikmati oleh nasabah tersebut. Suku bunga SBI adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Suku bunga SBI diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap rapat dewan gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas . iquidity managemen. di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter. Hakikat Kurs Kurs adalah harga mata uang suatu negara yang diukur dalam mata uang negara lain. Lipsey dkk . , menyatakan bahwa nilai tukar berarti nilai pada tingkat di mana dua mata uang yang berbeda diperdagangkan satu sama lain. Nilai tukar mata uang asing . he exchange rat. atau nilai kurs menyatakan hubungan nilai diantara satu kesatuan mata uang asing dan kesatuan mata uang dalam negeri . FASB menyatakan bahwa,kurs adalah rasio antara suatu unit mata uang tertentu dengan sejumlah mata uang lain yang bisa ditukar pada waktu tertentu. Salvatore . kurs didefinisikan sebagai harga mata uang luar negeri dalam satuan mata uang dalam negeri. Kurs mata uang asing mengalami perubahan nilai yang terus menerus dan relatif tidak stabil. Perubahan nilai ini dapat terjadi karena adanya perubahan permintaan dan penawaran atas suatu nilai mata uang asing pada masingmasing pasar pertukaran valuta dari waktu ke waktu. Sedangkan perubahan permintaan dan penawaran itu sendiri dipengaruhi oleh adanya kenaikan relatif tingkat bunga baik secara bersama- sama maupun sendiri-sendiri terhadap negara. Kuncoro . , menyatakan bahwa apresiasi atau depresiasi akan terjadi apabila negara menganut kebijakan nilai tukar mengambang bebas . ree floating exchange rat. sehingga nilai tukar akan ditentukan oleh mekanisme pasar. Kurs mata uang menunjukkan harga mata uang apabila ditukarkan dengan mata uang lain. Penentuan nilai kurs mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain ditentukan sebagaimana halnya barang yaitu oleh permintaan dan penawaran mata uang yang Hukum ini juga berlaku untuk kurs rupiah,jika demand akan rupiah lebih banyak dari pada suplainya maka kurs rupiah ini akan terapresiasi, demikian pula K Coleman dan K. ATettey . , menyatakan bahwa Kenaikan biaya produksi akan mengurangi tingkat keuntungan perusahaan. Proyeksi penurunan tingkat laba tersebut bagi investor, akan dipandang negatif. Hal ini akan mendorong investor untuk melakukan aksi jual terhadap saham-saham yang dimilikinya. Investor apabila banyak yang melakukan hal tersebut, maka hal ini akan mendorong penurunan indeks harga saham gabungan. Sunariyah . , menyatakan bahwab bagi investor sendiri, depresiasi rupiah terhadap dollar menandakan bahwa prospek perekonomian Indonesia suram, sebab depresiasi rupiah dapat terjadi apabila faktor fundamental perekonomian Indonesia tidaklah kuat. RobertAng . menyatakan bahwa hal ini tentunya menambah resiko bagi investor apabila hendak berinvestasi di bursa saham Indonesia. Investor tentunya akan menghindari risiko, sehingga investor akan cenderung melakukan aksi jual dan menunggu hingga situasi perekonomian dirasakan membaik. Aksi jual yang dilakukan investor ini akan mendorong penurunan indeks harga saham di BEI. Dornbusch dan Fischer . , menyatakan bahwa nilai tukar atau lazim juga disebut kurs valuta dalam berbagai transaksi ataupun jual beli valuta asing,dikenal ada empat PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Selling Rate . urs jua. , yakni kurs yang ditentukan oleh suatu Bank untuk penjualan valuta asing tertentu pada saat tertentu Middle Rate . urs tenga. , adalah kurs tengah antara kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap mata uang nasional, yang ditetapkan olehBank Central pada suatu saat tertentu. Buying Rate . urs bel. , adalah kurs yang ditentukan oleh suatu bank untuk pembelian valuta asing tertentu pada saat tertentu. Flat Rate . urs fla. , adalah kurs yang berlaku dalam transaksi jual beli bank notes dantraveller chaque, di mana dalam kurs tersebut sudah diperhitungkan promosi danbiayabiaya lainya. Untuk mengetahui kurs tengah salah satunya dengan rumus sebagai berikut: Sumber :w. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran penelitian ini, berdasarkan tinjauan pustaka dan penelitian terdahulu yang sudah diuraikan, dapat digambarkan sebagai berikut: Pengaruh inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Boediono . menyatakan bahwa inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Inflasi berpengaruh terhadap tingkat investasi, maka aktivitas perdagangan dibursa saham akan terpengaruhi. Aktifitas perdagangan saham akan mempengaruhi kemungkinan perolehan keuntungan. Inflasi berpengaruh terhadap aktivitas indeks di pasar saham. Pengaruh suku bunga SBI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Adler Haymans Manurung, . menyatakan bahwa Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga atas unjuk dalam Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto. TingkatsukubungaSBIyangtinggi,selain kenaikan beban bunga,dapat menyebabkan investor tertarik untuk memindahkan dananya ke deposito. Pengalihan dana oleh investor dari pasar modal ke deposito mengakibatkan penjualan saham besar-besaran sehingga akan menyebabkan penurunan indekshargasaham. Pengaruh kurs mata uang terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Lipsey dkk . , menyatakan bahwa nilai tukar berarti nilai pada tingkat di mana dua mata uang yang berbeda diperdagangkan satu sama lain. K Coleman dan K. ATettey . , menyatakan bahwa Kenaikan biaya produksi akan mengurangi tingkat keuntungan perusahaan. Proyeksi penurunan tingkat laba tersebut bagiinvestor,akan dipandang negatif. Investor apabila banyak yang melakukan aksi jual terhadap saham-saham yang dimilikinya, maka akan mendorong penurunan indeks harga saham gabungan. Inflasi Suku Bunga Kurs PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 IHSG Hipotesis Pembahasan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, serta telaah pustaka seperti yang telah diuraikan tersebut di atas serta dari beberapa argumentasi di atas. Hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini, berdasarkan hasil teori dan penjelasan para pakar, adalah sebagai berikut : H1. Inflasi berpengaruh terhadap IHSG. H2. Suku Bunga SBI berpengaruh terhadap IHSG. H3. Kurs berpengaruh terhadap IHSG. H4. Inflasi. Suku Bunga SBI dan kurs secara simultan berpengaruh terhadap IHSG. METODOLOGI PENELITIAN Data yang digunakan, dalam penelitian ini, adalah data sekunder yang diambil di Bursa Efek Indonesia yaitu pada tahun 2016 sampai tahun 2020, selain itu data sekunder diambil melalui web site resmi Bank Indonesia w. id, web site referensi data IHSG dan finansial w. com, referensi web site data keuangan dan pajak w. org serta referensi tingkat inflasi w. Metode penelitian yang dipakai adalah metode expost facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi yang kemudian menuntut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut karena data yang dipakai adalah data deret berkala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimen bersifat hipotesis. Model analisis yang digunakan adalah regresi dan korelasi. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian Definisi Operasional variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagi berikut: Variabel Terikat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Y) Variabel dependen (Y) atau variabel tidak bebas adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen (Y) dalam penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG yang digunakan sebagai indikator untuk memantau pergerakan harga saham. Indeks ini mencakup semua saham biasa maupun saham preferendi BEI. Metode penghitungan yang digunakan adalah metode rata-rata tertimbang Paasche (Robert Ang,2. Indeks dalam penelitian ini, diukur dengan rumus sebagai berikut: Variabel Bebas (Independent Variabl. Inflasi (X. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan dari harga-harga untuk menaik secara umum dan terus menerus (Boediono, 2. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi antara lain: Indeks Harga Konsumen (IHK) paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). IHK merupakan indikator yang paling sering digunakan unuk mengukur tingkat inflasi. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik w. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir . inal good. dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi . Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. Suku Bunga SBI (X. Suku bunga SBI adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. Suku bunga SBI diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap rapat dewan gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas . iquidity managemen. di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter. Nilai suku bunga SBI adalah diantaranya dari hasil lelangdari bank umum danpialangpasaruang yang terdaftardiBI . Kurs Mata Uang (X. Perubahan nilaitukarmatauangataukursvalutaasingbisaterjadidengan berbagai cara, dengan cara dilakukan secara resmi oleh pemerintah suatu negarayangmenganut sistemmanaged floating exchange rate,atau bisa juga karena tarik menariknya kekuatanAakekuatan penawaran dan permintaan didalam pasar. arket mechanis. dan lazimnya perubahan nilai tukar mata uang tersebut bisa terjadi karena Depresiasi. Appresiasi. Devaluasi, dan Revaluasi. Kurs tengah diperoleh dengan cara memakai rumus sebagai berikut: Sumber :w. Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah inflasi, suku bunga, dan kurs terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Bank Indonesia dan internet. Jumlah populasinya sebanyak 60 bulan dari tahun 2016 sampai 2020. Populasi ini dipilih karena data histori fluktuasi harga yang berbeda-beda setiap bulannya. Populasi ini diambil Bursa Efek Indonesia dengan alamat situs resmi w. Referensi data IHSG dan finansial dari PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 com dan referensi data keuangan w. org sedangkan data inflasi dari w. Sampel Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti, dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel yang digunakan adalah inflasi, suku bunga SBI, dan kurs terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Bank Indonesia dan internet yang dibatasi pada data penutupan tiap akhir-akhir bulan selama periode amatan antara tahun 2016 sampai 2020. Teknik Pengambilan Sampel Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara dokumentasi dari berbagai macam sumber pengambilan data. Sugiyono . menyatakan bahwa, purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel dalam penelitian ini adalah sebagai Tingkat Inflasi pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Tingkat suku bunga SBI pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Harga Kurs rupiah pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Indeks Harga Saham Gabungan pada tahun 2016 sampai dengan 2020. Teknik Pengumpulan Data Pengambilan sampel menggunakan metode time-series. Metode time-series lebih menekankan pada data penelitian berupa data rentetan waktu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode tahun 2016 sampai dengan 2020 yang diperoleh dari w. id, w. id, w. com, w. Teknik Analisis Data Teknik analsis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear jamak dengan alpha 5%. Pengujian yang akan dilakukan dalam penelitian ini antara lain, uji normalitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji data dalam penelitian ini adalah statistical package for the social science (SPSS) version 22 for windows. Uji Kualitas Data Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi variabel dependen dan variabel independen, atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. KolmogorovSmirnov Test dapat dipakai untuk menguji data apakah berdistribusi normal atau tidak. Nilai signifikansi jika lebih besar atau sama dengan 0,05 berarti data berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 berarti data tidak berdistribusi normal (Ghozali 2011, . PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) (Ghozali, 2011, . Korelasi jika terdapat, maka masalah multikolinearitas dialami. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Suatu model regresi yang tidak terjadi multikolinearitas Nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10 Nilai Tolerance > 0,1 Uji Heteroskedastisitas Uji heroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Variance dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya jika tetap, maka disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali 2011, . Uji glejser dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan cara meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen (Ghozali 2011, . Kriteria yang digunakan untuk menentukan terjadinya heteroskedastisitas adalah sebagai berikut: Nilai signifikansinya jika lebih besar atau sama dengan dari 0,05 berarti tidak terjadi heteroskedastisitas. Nilai signifikansinya jika lebih kecil dari 0,05 berarti terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Autokorelasi apabila terjadi maka dinamakan ada masalah autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Model regresi yang baik adalah yang bebas dari autokorelasi (Ghozali 2011, . Langkah untuk mendeteksi autokorelasi dapat menggunakan uji Breusch-Godfrey. Pengujian ini dilakukan dengan meregres variabel pengganggu . menggunakan autogresive model (Ghozali 2011, . Dasar ketentuan terdapat apabila menggunakan uji Breusch-Godfrey, yaitu: Lag residualnya jika lebih besar atau sama dengan 0,05, maka tidak terjadi Lag residualnya jika lebih kecil dari 0,05, maka terjadi autokorelasi. Uji Hipotesis Pengujian regresi berganda dengan a=5% digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah sebagai berikut: IHSG=a b1 INF b2 SBI b3 KURS e Keterangan: IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan b1-b3 = Koefisien Regresi PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 INF = Inflasi SBI = Suku Bungan SBI KURS = Kurs Mata Uang = Term Pengujian hipotesis ini menggunakan product moment, maka alat uji yang digunakan adalah sebagai berikut: Uji Regresi Uji regresi digunakan untuk memprediksi atau menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent. Apabila skor variabel bebas diketahui maka skor variabel terikatnya dapat diprediksi Uji regresi dengan rumus persamaan : Y= a bX Keterangan : Y = Variabel terikat a = Konstanta regresi bX = Nilai turunan atau peningkatan variabel bebas Dalam penelitian ini rumus persamaanya : Y=a b1x1 . Y=a b2x2 . Y=a b3x3 dan Y=a b1x1 b2x2 b3x3 Uji Korelasi (R) Uji korelasi dipakai untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil koefisien korelasi terletak antara nilai 0 yang menunjukkan hubungan tidak terdapat antara variabel sampai dan nilai 1 yang menunjukkan adanya hubungan yang sempurna terdapat antara variabel yang diuji. Jika koefisien korelasi lebih kecil dari 0,5 maka hubungan antar variabel tersebut lemah, tetapi jika koefisien korelasi lebih besar sama dengan 0,5 maka hubungan antar variabel kuat (Santoso 2010, . Uji Koefisien Determinasi . djusted R. Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen dan berapa besar yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya. Nilai adjusted R2 jika makin mendekati satu berarti variabelvariabel independen yang digunakan dapat memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen, sebaliknya jika nilai adjusted R2 adalah makin kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjalankan variasi variabel dependen sangat terbatas (Ghozali 2011, . Langkah ini akan mengetahui berapa besar variabel independen akan mampu menjelaskan variabel dependennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Penelitian ini menggunakan adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresi karena penggunaan R2 dapat menyebabkan bias terhadap jumlah variabel independen yang digunakan dalam model. Setiap penambahan variabel independen ke dalam model, dengan adjusted R2, akan menyebabkan nilai adjusted R2 naik atau turun (Ghozali 2011. Adjusted R2 jika bernilai negatif, hal ini berarti bahwa adjusted R2 bernilai nol, maka nilai yang akan digunakan R2. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Uji t Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali 2011, . Tingkat signifikansi yang digunakan, dalam penelitian ini, adalah 5% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Dasar pengambilan keputusan pada uji t ini adalah: Signifikansi t jika lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima. Hal ini berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Signifikansi t jika lebih besar atau sama dengan 0,05, maka Ha tidak diterima. Hal ini berarti bahwa variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel Uji Varians Fisher (F) Anderson et al. 1, . menyatakan bahwa uji F dilakukan untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dependen dengan keseluruhan variabel independen . odel fi. Uji F digunakan sebagai tes untuk signifikansi secara keseluruhan . verall significanc. Uji F, dalam penelitian ini, digunakan untuk menguji apakah model penelitian fit untuk digunakan atau tidak. Hasilnya apabila signifikan berpengaruh berarti, maka model yang diuji merupakan model yang baik utnuk digunakan dalam model tersebut. Hasil uji ini jika tidak signifikan, maka model tersebut bukan model yang baik untuk digunakan dalam regresi. Anderson et al. 1, . menyatakan bahwa, dasar pengambilan keputusan dalam uji statistik F adalah: . apabila nilai signifikansi >alpha . , maka model tidak fit untuk dilakukan penelitian, . apabila nilai signifikansi O alpha . maka model fit untuk dilakukan penelitian. Deskripsi Objek Penelitian Data penelitian di atas mencakup data mengenai inflasi (X. , suku bunga SBI (X. , kurs (X. adalah kurs USD dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Y). Jumlah kasus adalah 60. Hal ini memenuhi persyaratan jumlah kasus minimum yaitu 30 kasus atau observasi. Data di atas akan dipakai sebagai dasar dari deskripsi data. Empat kelompok yaitu kelompok kecenderungan sentral (Central Tendenc. Dispersi. Distribusi, dan Persentil. Kecenderungan sentral mencakup nilai rata-rata, median, dan modus dari variabel-variabel X1. X2. X3 dan variabel Y. Dispersi mencakup nilai deviasi standar, varians, range atau rentang, nilai minimum, nilai maksimum, dan kesalahan standar dari rata-rata dari variabel X1. X2. X3 dan variabel Y. Distribusi mencakup nilai dari skewness, kesalahan standar dari skewness, kurtosis, dan kesalahan standar dari kurtosis. Persentil terdiri dari 5% sampai dengan 100% termasuk kuartil kesatu . %), kuartil kedua . %), dan kuartil ketiga . %). Nilai kuartil kedua adalah sama dengan nilai dari median dari variabel X1. X2, dan variabel X3. Pola dari ketiga histogram dan kurva normal berbeda-beda sehingga membutuhkan pengujian normalitas distribusi data. Pemakaian statistik parametrik mengandung tiga persyaratan yaitu jumlah kasus atau observasi minimal adalah 30 kasus, memenuhi persyaratan pengujian normalitas distribusi data, dan memenuhi persyaratan pengujian homogenitas varians. Statistik nonparametrik dipakai jika salah satu dari ketiga persyaratan tersebut tidak terpenuhi. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Pengujian Normalitas Distribusi Data Hasil pengujian normalitas distribusi data adalah sebagai berikut : Lilliefors Significance Correlation berdasar atas signifikansi Kolmogorov-Smirnov untuk variabel inflasi adalah 0, suku Bungan SBI adalah 0, kurs adalah 0, persyaratan pengujian normalitas distribusi data tidak terpenuhi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah 0,200. Nilai signifikansi ini adalah lebih besar daripada nilai 0,05 sehingga persyaratan pengujian normalitas distribusi dataterpenuhi. Pengujian Homogenitas Varians Hasil pengujian homogenitas varians adalah sebagai berikut : Pengujian homogenitas varians antara variabel Y dan variabel X1 menghasilkan nilai signifikansi Levene Statistics adalah 0. Nilai ini adalah signifikan sehingga persyaratan pengujian homogenitas varians inimemenuhi persyaratan. Pengujian homogenitas varians antara variabel Y dan variabel X2 menghasilkan nilai signifikansi Levene Statistics adalah 0,089. Nilai ini adalah lebih besar daripada nilai 0,05 sehingga persyaratan pengujian homogenitas varians ini memenuhi persyaratan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian hipotesis penelitian statistik parametrik layak dipakai dalam pengujian hipotesis penelitian karena ketiga persyaratan tersebut telah terpenuhi. Pengujiann hipotesis penelitian adalah sebagai berikut : Analisis Regresi Sederhana Analisis Regresi Sederhana antara Variabel X1 & Variabel Y Hasil analisis regresi sederhana antara variabel X1 dan variabel Y adalah Tabel Model Summary mengungkap bahwa nilai koefisien korelasi adalah 0,009. Hal ini berarti bahwa hubungan antara variabel X1 dan variabel Y adalah kuat. Koefisien determinasi adalah 0,000 atau 0 %. Hal ini berarti kontribusi atau pengaruh langsung dari variabel X1 terhadap variabel Y adalah sebesar 0%. Koefisien determinasi disesuaikan adalah ,017 atau - 0,17%. Hal ini berarti bahwa pengaruh langsung disesuaikan adalah - 0,17% dan sisannya yaitu -99,13% merupakan pengaruh tidak langsung disesuaikan. Kesalahan standar dari estimasi adalah 458,60010. Tabel Anova mencerminkan bahwa F-hitung adalah 0,005 dengan derajat kebebasan adalah 1 dan 58. Nilai F-tabel dengan derajat kebebasan 1 dan 58 adalah 252,123. Hal ini berarti bahwa F-hitung adalah lebih kecil daripada F-tabel atau nilai signifikansi adalah 0,946. Nilai ini adalah lebih besar daripada nilai 0,05. Hal ini berarti bahwa persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y adalah tidak signifikan. Tabel Coefficients mencerminkan bahwa konstanta adalah 4707,758 dan koefisien regresi adalah -231,311. Hal ini berarti bahwa setiap perubahan satu unit dalam variabel X1 akan mengakibatkan perubahan sebesar -231,311 pada variable Y. Pengaruh langsung dari variabel X1 terhadap variabel Y adalah -231,311 x 0% atau 0 dan pengaruh tidak langsung adalah -231,311x . -0%) atau -231,311. Persamaan regresi sederhana adalah sebagai berikut : Y= 4707,758 (-231,. Pengujian Linieritas Persamaan Regresi Variabel X1 dan PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Hasil pengujian linieritas persamaan regresi variabel X1 dan variabel Y adalah F-hitung adalah 1,067 dengan derajat kebebasan adalah 33 dan 25. F-tabel dengan derajat kebebasan 33 dan 25 adalah 1,844. Hal ini berarti bahwa F-hitung adalah lebih kecil daripada F-tabel sehingga persyaratan linieritas persamaan regresi terpenuhi. Hal ini juga berarti bahwa kurva estimasi linier dapat disajikan. Penyajian Kurva Estimasi Variabel X1 dan Y Kurva estimasi variabel X1 dan Y dapat disajikan Lingkaran bulat mewakili observasi atau kasus dan kasus ini terletak jauh dari garis linear. Hal ini mencerminkan bahwa hubungan antara variabel X1 dan variabel Y adalah negatif dengan pengertian bahwa nilai variabel Y tidak akan mengalami kenaikan jika nilai variabel X1 mengalami kenaikan dan nilai dari variabel Y tidak akan mengalami penurunan jika nilai dari variabel X1 mengalami penurunan. Hal ini mencerminkan jika inflasi naik atau tinggi maka IHSG turun atau rendah. Analisis Regresi Sederhana antara Variabel X2 dan Variabel Y Hasil analisis sederhana antara variabel X2 dan Y adalah hasil ini mengungkap bahwa koefisien korelasi antara variabel X2 dan variabel Y adalah 0,195 atau hubungan antara variabel X2 dan variabel Y adalah sangat kuat. Koefisien determinasi adalah 0,038 atau 3,8%. Hal ini berarti bahwa pengaruh langsung dari variabel X2 terhadap variabel Y adalah 3,8% dan pengaruh tidak langsung dari faktor-faktor di luar penelitian ini adalah 92,2%. Koefisien determinasi disesuaikan adalah 0,021 atau 2,1% . Pengaruh langsung disesuaikan dari variabel X2 terhadap variabel Y adalah 2,1% dan pengaruh tidak langsung dari faktor-faktor di luar penelitian ini adalah 97,9%. Kesalahan standar dari estimasi adalah 449,85935. Tabel Anova mencerminkan bahwa F-hitung adalah 2,281 dengan derajat kebebasan adalah 1 dan 58. Nilai F-tabel dengan derajat kebebasan 1 dan 58 adalah 252,123. Hal ini berarti bahwa F-hitung adalah lebih kecil daripada F-tabel atau nilai signifikansi adalah 0,136. Nilai ini adalah lebih besar daripada nilai 0,05. Hal ini berarti bahwa persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y adalah tidak signifikan. Tabel Coefficients di atas mencerminkan bahwa persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y adalah sebagai berikut : Y = 4021,393 10050,550 X2. Pengaruh total dari variabel X2 terhadap variabel Y adalah 10050,550. Pengaruh total ini terdiri dari pengaruh langsung yaitu 10050,550 x 3,8% atau 381,921 dan pengaruh tidak langsung adalah 10050,550 x 96,2% atau 9668,629. Pengujian Linieritas Persamaan Regresi Variabel X2 dan variabel Y Hasil pengujian linieritas persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y adalah Fhitung adalah 4,333 dengan derajat kebebasan adalah 9 dan 49. F-tabel dengan derajat kebebasan 9 dan 49 adalah 2,805. Nilai F-hitung adalah lebih besar daripada nilai Ftabel atau nilai signifikansi adalah 0. Hasil evaluasi dua cara ini mengungkap bahwa persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y memenuhi persyaratan linieritas sehingga garis linier dari persamaan regresi ini dapat disajikan. PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Penyajian Kurva Estimasi Variabel X2 dan Y Penyajian kurva estimasi antara variabel X2 dan variabel Y adalah kurva estimasi ini mencerminkan hubungan antara variabel X2 dan variabel Y adalah hubungan positif dengan pengertian bahwa kenaikan nilai dari variabel X2 akan mengakibatkan kenaikan nilai dalam variabel Y dan penurunan nilai dari variabel X2 akan mengakibatkan penurunan nilai dari variabel Y. Analisis Regresi Sederhana antara Variabel X3 dan Variabel Y Hasil analisis sederhana antara variabel X3 dan Y adalah hasil ini mengungkap bahwa koefisien korelasi antara variabel X3 dan variabel Y adalah 0,554 atau hubungan antara variabel X3 dan variabel Y adalah sangat kuat. Koefisien determinasi adalah 0,307 atau 30,7%. Hal ini berarti bahwa pengaruh langsung dari variabel X3 terhadap variabel Y adalah 30,7% dan pengaruh tidak langsung dari faktor-faktor di luar penelitian ini adalah 69,3%. Koefisien determinasi disesuaikan adalah 0,295 atau 29,5% . Pengaruh langsung disesuaikan dari variabel X3 terhadap variabel Y adalah 29,5% dan pengaruh tidak langsung dari faktor-faktor di luar penelitian ini adalah 70,5%. Kesalahan standar dari estimasi adalah 381,89967. Tabel Anova mencerminkan bahwa F-hitung adalah 25,644 dengan derajat kebebasan adalah 1 dan 58. Nilai F-tabel dengan derajat kebebasan 1 dan 58 adalah 4,007. Hal ini berarti bahwa F-hitung adalah lebih kecil daripada F-tabel atau nilai signifikansi adalah Nilai ini adalah lebih kecil daripada nilai 0,05. Hal ini berarti bahwa persamaan regresi antara variabel X2 dan variabel Y adalahsignifikan. Tabel Coefficients di atas mencerminkan bahwa persamaan regresi antara variabel X3 dan variabel Y adalah sebagai berikut : Y = 2983,859 0,148 X3. Pengaruh total dari variabel X3 terhadap variabel Y adalah 0,148. Pengaruh total ini terdiri dari pengaruh langsung yaitu 0,148 x 30,7% atau 0,045 dan pengaruh tidak langsung adalah 0,148 x 69,3% atau 0,103. Pengujian Linieritas Persamaan Regresi Variabel X3 dan variabel Y Hasil pengujian linieritas persamaan regresi antara variabel X3 dan variabel Y adalah kurs atau X3 tidak dapat dihitung karena kasus terlalu sedikit Penyajian Kurva Estimasi Variabel X3 dan Y Penyajian kurva estimasi antara variabel X3 dan variabel Y adalah kurva estimasi ini mencerminkan hubungan antara variabel X3 dan variabel Y adalah hubungan positif dengan pengertian bahwa kenaikan nilai dari variabel X3 akan mengakibatkan kenaikan nilai dalam variabel Y dan penurunan nilai dari variabel X3 akan mengakibatkan penurunan nilai dari variabel Y. Analisis Regresi Jamak Analisis Regresi Jamak antara X1. X2. X3 dan Y Hasil analisis regresi jamak antara variabel X1. X2, dan variabel Y adalah koefisien korelasi jamak adalah 0,567. Hal ini berarti bahwa hubungan antara variabel X1. X2. X3 dan variabel Y adalah cukup kuat. Koefisien determinasi jamak adalah 0,321 atau 32,1%. Hal ini berarti bahwa pengaruh langsung jamak dari variabel X1, variabel X2 dan variable X3 terhadap variabel Y adalah sebesar 32,2% dan pengaruh tidak langsung PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 dari faktor-faktor di luar penelitian ini adalah 67,8%. Koefisien determinasi jamak disesuaikan adalah 0. 285 atau 28,5% dan pengaruh tidak langsung jamak disesuaikan adalah 71,5%. Kesalahan standar dari rata-rata jamak adalah 384,54279. Pengujian Signifikansi Persamaan Regresi Jamak Pengujian signifikansi persamaan regresi jamak dilakukan dengan memanfaatkan hasil sebagai berikut : Penggujian signifikansi persamaan regresi jamak dapat dilakukan melalui nilai signifikansi yaitu 0. Nilai ini adalah lebih kecil daripada nilai 0,05 sehingga persamaan regresi jamak adalah signifikan. Cara lain adalah sebagai berikut : Nilai F-hitung adalah 8,833 dengan derajat kebebasan 3 dan 56. F-tabel dengan derajat kebebasan 3 dan 56 adalah 8,575. Hal ini berarti bahwa F-hitung adalah lebih besar daripada F-tabel sehingga persamaan regresi jamak adalah signifikan. Pengujian Kolinieritas Pengujian kolinieritas dilakukan untuk membuktikan apakah hubungan terdapat atau tidak terdapat antara variabel X1, variabel X2 dan variable X3. Hasil pengujian kolinieritas adalah persamaan regresi jamak adalah sebagai berikut : Y = 3243,337 1505,106 X1 -9287,250 X2 0,172 X3 Koefisien regresi dari X1 adalah 1505,106. X2 adalah -9287,250 dan X3 adalah 0,172. Pengaruh langsung dari variabel X1 terhadap variabel Y adalah 1505,106 x 28,5% dan pengaruh tidak langsung dari variabel X1 adalah 1505,106 x 77,5%. Pengaruh langsung dari variabel X2 terhadap variabel Y adalah -9287,250 x 28,5% dan pengaruh tidak langsung dari variabel X2 terhadap y adalah -9287,250 x 77,5%. Pengaruh total dari variabel X1 terhadap variabel Y adalah 1505,106, pengaruh total dari variabel X2 terhadap Y adalah -9287,250 dan pengaruh total dari variabel X2 terhadap Y adalah 0,172. Perubahan satu unit pada variabel X1 dan satu unit pada variabel X2 dan X3 akan mengakibatkan perubahan sebesar 1505,106 -9287,250 0,172 unit pada variabel Y. VIF adalah sebesar 1,890 untuk variabel X1, 2,599 untuk variabel X2 dan 1,617 untuk variabel X3. Anggapan pakar bahwa jika VIF< 10 maka kolinieritas tidak terdapat antara variabel X1, variabel X2 dan variabel X3. Korelasi Parsial Korelasi parsial biasa dipakai dalam analisis regresi jamak. Hasil dari korelasi parsial adalah koefisien korelasi parsial antara IHSG, inflasi dan suku bunga SBI dikontrol oleh variabel kurs adalah -0,056 dan -0,136. Korelasi parsial mencerminkan hubungan parsial antara IHSG, inflasi dan SBI dikontrol oleh kurs adalah negatif dan sangatlemah. Koefisien korelasi parsial antara IHSG, inflasi dan kurs dikontrol oleh variabel SBI adalah -0,167 dan 0,541. Korelasi parsial mencerminkan hubungan parsial antara IHSG dan inflasi adalah negatif lemah danKorelasi parsial mencerminkan hubungan parsial antara IHSG dan kursadalah positif kuat. Koefisien korelasi parsial antara IHSG. SBI dan kurs dikontrol oleh variabel inflasi adalah 0,254 dan 0,556. Korelasi parsial mencerminkan hubungan parsial antara IHSG. SBI dan kurs dikontrol oleh inflasi adalah kuat. SIMPULAN PENGARUH INFLASI. SUKU BUNGA SBI . DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN Kurnia Sari Dewi JURNAL AKUNTASI KEUANGAN. PAJAK DAN INFOMASI Volume 2. No. Desember 2022, p 160-180 Analisis terhadap hasil penelitian sebagaimana telah dibahas pada bab IV dapat ditarik kesimpulan hipotesis sebagai berikut: Inflasi berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Suku bunga SBI berpengaruh tidak signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kurs berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Inflasi, suku bunga SBI, kurs berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saran Untuk memunculkan kenerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang,investor sebaiknya terlebih dahulu melihat kondisi market yang akan dituju secara makro ekonomi. Diperlukan kehati-hatian oleh investor dengan memperhatikan dan mempertimbangkan variabel inflasi, suku bunga SBI, dan Dalam penelitian ini memiliki pengaruh jamak secara signifikan terhadap indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Diharapkan inflasi turun atau sesuai dengan target agar harga barang dan jasa tidak ikut mengalami kenaikan. Sedangkan suku bunga SBI diharapkan turun, jika SBI turun maka bunga bank umum akan turun dan bunga pinjaman ikut turun maka investor akan mengalihkan investasiny ke saham sehingga IHSG akan naik. Jika kurs rupiah turun maka transaksi mengarah ke dollar, jika dollar mengalami penurunan maka investor akan mengalihkan ke saham dan diharapkan IHSG akan naik. DAFTAR PUSTAKA