Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android Muhammad Taufiq Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Buah Batu No. Cijagra. Kec. Lengkong. Kota Bandung. Jawa Barat 40265 sayataufiq16@gmail. ABSTRACT Contemporary dance is one part of the dance arts in West Java, especially in Bandung city. The contemporary dance in this work raises the issue of communication behavior which is the identity of the Sundanese, namely Someah. The creation of this Someah-themed contemporary dance is a form of collaborative creation of innovative products from the collaboration of culture and technology. Introducing dance art through conventional media in the form of books is starting to become less attractive, especially among the younger generations. This work is expected to be an alternative solution. The study uses the theory of Chris AttonAos Alternative Media . Creating this work also applies the 4P method as an innovation phase which includes person, product, process and press. The research conducted in the process of creating the work includes selecting media for scanning objects, taking pictures and forming Augmented Reality main media. The result of the study of the innovation process as a form of cultural engineering is Someah-themed dance which is published in Augmented Reality as an alternative media for introducing dance. Producing Augmented Reality is considered as a medium to bridge between products and cultural values so that they can synergize in the midst of technological developments. Keywords: Dance. Someah. Alternative Media. Augmented Reality ABSTRAK Tari kontemporer adalah salah satu bagian dari seni tari di Jawa Barat khususnya di kota Bandung. Tari kontemporer pada karya ini mengangkat tentang prilaku komunikasi yang menjadi identitas dari suku Sunda yaitu Someah. Penciptaan tari kontemporer bertema Someah ini adalah wujud kolaborasi penciptaan produk inovasi dari kolaborasi kebudayaan dan teknologi. Pengenalan seni tari melalui media konvensional berupa buku mulai kurang diminati terutama di kalangan generasi muda. Karya ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif. Kajian ini menggunakan teori Alternatif Media dari Chris Atton . Pembuatan karya ini juga menggunakan metode 4P sebagai fase inovasi yang meliputi person, product, process and press. Pembuatan karya ini melalui riset, pemilihan media untuk objek pemindai, pengambilan gambar dan pembentukan media utama Augmented Reality. Hasil kajian karya utama dari proses inovasi sebagai bentuk rekayasa budaya ini adalah Tari bertema Someah yang dimuat dalam bentuk Augmented Reality sebagai salah satu alternatif media pengenalan tari. Pembuatan Augmented Reality ini juga dipilih sebagai media untuk menjembatani produk serta nilai kebudayaan agar dapat bersinergi ditengah perkembangan Kata Kunci: Tari. Someah. Alternatif Media. Augmented Reality PENDAHULUAN Latar Belakang lam kehidupan masyarakat. Seni tari kontemporer dapat bertujuan untuk menyampaikan ide maupun gagasan yang memiliki peran untuk mengungkapkan kejadian atau memberikan sumbangan gagasan kepada masyarakat. Akirma . menjelaskan persoalan kontemporer sebetulnya terletak pada bentuk dan gagasannya. Karena berdasarkan Perkembangan tari di Indonesia bersifat dinamis dengan terus adanya kebaruan yang diciptakan dari pelaku budaya termasuk tari kontemporer. Seni tari kontemporer bisa menjadi media komunikasi yang mengangkat isu-isu sosial yang terjadi da- Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 mesti yang berhubungan dengan masalah kemanusiaan yang kekinian. Musik dan tari tidak menyatu dalam satu pola irama, namun menyatu dalam Musik merupakan bagian dari cerita tarian atau konsep garapan. Durasi atau waktu pertunjukan apabila diulang selalu tidak konstan, begitu juga ekspresi penari, bentuk gerak dan tekanan atau aksennya pun tidak Sulit untuk mengulangi pertunjukannya agar persis sama, dan tidak dapat dipertahankan keberadaanya dalam waktu yang lama. Tari kontemporer pada karya inovasi ini mengangkat tentang nilai budaya Someah sebagai perilaku komunikasi masyarakat Sunda khususnya di Bandung. Hidayat . 9: . Mengatakan bahwa budaya Someah merepresentasikan brand personality masyarakat Sunda. Someah mengandung nilai-nilai kepribadian masyarakat Sunda seperti ramah, sopan, dan terbuka. Nilainilai tersebut ditransformasikan melalui perilaku komunikasi sehari-hari di lingkungan sekitar yang terjadi secara terencana dan berulang. Someah memiliki arti sifat yang ramah, sifat Someah orang Sunda meliputi berbagai aspek yang luas seperti halnya banyak tersenyum, memiliki inisiatif yang tinggi dalam membantu tetangga, mengajak orang untuk mampir ke rumah . , sering menyapa pada saat bertemu dan lain sebagainya. Hidayat . Someah sebagai budaya lokal mengajarkan kita sebagai mahluk sosial untuk senantiasa memiliki sifat sopan santun juga memiliki etika yang baik dalam berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya lokal tersebut dalam kehidupan masyarakat akan selalu hidup ketika peran dari setiap generasi yang bentuk karya seni kontemporer cenderung aneh-aneh dan keluar dari jalur-jalur yang berlaku secara umum dalam dunia seni. Wijaya . alam Yuda, 2. menjelaskan kontemporer sebagai suatu bentuk karya seni yang mengandung arti, misi, gebrakan bahkan cukup dengan percobaan. Seni tari kontemporer tentunya memiliki konsep yang akan disampaikan kepada masyarakat atau penonton. Tari kontemporer yang memiliki konsep tentunya terdapat ide yang menjadi sebuah kebaruan dan kontekstual. Karya yang dihasilkan dari tari kontemporer tentunya memiliki gerakan yang memuat unsur kebaruan sesuai dengan konteks yang diambil, tema yang dimuat bisa berangkat dari isu-isu terkini maupun isu-isu yang berasal dari warisan tradisi budaya yang disajikan dalam bentuk kebaruan sebagai wujud dari inovasi pada masa kini, salah satunya dari sudut pandang kemajuan Indrayuda . menyebutkan sebuah tari dikatakan kontemporer apabila tari tersebut memiliki ciri-ciri yaitu: Geraknya cenderung menentang kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam tari tradisi maupun tari yang telah mapan yang berlaku dalam masyarakat. Ekspresi yang dimunculkan adalah ekspresi pribadi bukan ekspresi komunitas tertentu atau etnik tertentu, dan tidak bersifatkan kolektif. Sumber garapan gerak boleh bebas, namun sesuai dengan tema tari apakah bersumber dari tari tradisi atau pencaharian di studio tari. Pola iramanya baik musik dan gerak tidak selalu bersifat ritmis dan melodis, malah sering lepas dari melodis dan Naskah atau konsep cerita yang diungkapkan melalui karya tari tersebut Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android mampu untuk menjaganya dengan baik. Someah sebagai budaya yang diidentikkan sebagai ciri khas orang sunda walaupun tidak semua menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan dengan pesat, tidak hanya pada media komunikasi saja, tapi juga pada media Smartphone berbasis android dengan komputer menjadi system perangkat yang paling dekat dengan aktifitas seharihari dan sangat terlihat perkembangannya. Banyak cara untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk kesenian yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Barat, salah satu teknologi yang dirasa mampu untuk menjembatani hal tersebut yaitu dengan adanya Augmented Reality. Pemanfaatan teknologi jenis ini dapat diaplikasikan dalam banyak aspek kehidupan seperti pendidikan, permainan, periklanan dan pariwisata. Augmented Reality (AR) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Realitas Tambahan adalah sebuah teknik yang menggabungkan benda maya dua dimensi maupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkup nyata tiga dimensi lalu benda-benda tersebut dalam waktu nyata (Pamoedji, dkk, 2. Sedangkan menurut (Pramana, dkk, 2. mengatakan Augmented Reality (AR) merupakan teknologi yang berkembang dan sangat diminati saat ini, karena Augmented Reality (AR) bisa masuk ke dalam berbagai lingkungan. Aplikasi Augmented Reality (AR) bisa diterapkan pada bidang pengetahuan, hiburan, kesehatan, dan banyak lainnya. Augmented Reality merupakan salah satu perkembangan teknologi yang dapat menggabungkan objek maya 2D atau 3D kedalam sebuah realitas waktu yang nyata. Teknologi ini dapat memuat segala hal yang bersifat informasi kedalam dunia maya dan dapat ditampilkan pada dunia nyata dengan adanya perantara alat penunjang seperti handphone berbasis android, komputer, webcam dan juga kacamata Marker Based Augmented Reality AR jenis ini memerlukan objek visual khusus dan kamera untuk memindainya. Objek visual bisa berbentuk apa saja, dari kode QR yang dicetak hingga simbol Perangkat AR ini juga menghitung posisi dan orientasi marker untuk memposisikan konten. Dengan begitu, marker akan menampilkan animasi digital yang dapat dilihat oleh pengguna. Markerless Augmented Reality Jenis ini yang menjadikan Augmented Reality dipakai secara luas. Markerless AR menggunakan teknologi GPS, pengukur kecepatan, kompas digital serta akselerometer yang tertanam dalam perangkat untuk menyediakan data berdasarkan lokasi seseorang. Teknologi jenis ini sering ditemui pada smartphone setiap penggunanya dengan adanya fitur deteksi Jenis ini tentunya sering digunakan sebagai pemetaan arah dalam sebuah Projection Based Augmented Reality Projection based Augmented Reality bekerja dengan cara memproyeksikan cahaya buatan ke permukaan real. Beberapa kasus memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, seperti hologram yang bisa dilihat di film bergenre sci-fi seperti Star Wars. AR ini mampu mendeteksi interaksi antara pengguna dengan proyeksi melalui Superimposition Based Augmented Reality Superimposition Based Augmented Reality mampu mengganti tampilan asli dengan augmented, baik full maupun sebagian. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Disinilah object recognition memainkan peranan penting. Pengenalan tari yang terdapat dalam modul pembelajaran tentunya harus memberikan informasi yang dibutuhkan setiap orang atau siswa dengan penyampaian yang lengkap serta mudah untuk diakses baik itu di lingkungan pendidikan maupun diluar lingkungan pendidikan. Penyampaian informasi dalam modul pembelajaran biasanya hanya berupa media cetak berisi teks deskripsi mengenai pengenalan tari dan foto sebagai gambaran atau visual dari tari yang sedang dijelaskan. Penyampaian informasi tersebut permasalahan yang terlihat adalah visual dari contoh gerakangerakan dari jenis tari yang dimuat dalam buku hanya berupa gambar atau foto saja, sehingga masih diperlukannya kebaruan menyampaikan informasi dengan lebih menarik lagi secara visual. Dalam hal ini diperlukannya alternatif media sebagai pendukung dari media mainstream. Melihat dari permasalahan yang terdapat pada penyampaian informasi atau visual dari pengenalan tari tentunya diperlukan solusi untuk menjembatani pengenalan kontemporer maupun tari tradisional agar lebih interaktif dalam Marker Based Augmented Reality menjadi salah satu alternatif dari perkembangan teknologi yang mampu menjembatani karena teknologi ini mempunyai kelebihan dengan memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi Karena dirasa mampu untuk menjembatani antara kebudayaan dan perkembangan zaman tidak menutup kemungkinan dengan adanya teknologi ini dapat menghasilkan karya inovasi yang berfungsi sebagai alternatif media untuk pengenalan seni tari. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran pengenalan tari sebelumnya dilakukan oleh Haryani & Triyono . Berjudul Augmented Reality (AR) sebagai Teknologi Interaktif dalam Pengenalan Benda Cagar Budaya Kepada Masyarakat. Membahas pemanfaatan teknologi Informasi dalam proses penyampaian informasi melalui Augmented Reality. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mereview penggunaan teknologi AR dalam memperkenalkan benda cagar budaya kepada masyarakat. Dalam pembuatan aplikasi AR, metode yang digunakan bisa menggunakan metode Marker Based Tracking dan Markless AR. Sedangkan model pengembangan yang digunakan adalah model waterfall yang terdiri dari lima fase yaitu analysis, design, implementation, testing dan maintenance. Jurnal berikutnya berjudul Virtual Reality Berbasis Video 360 Derajat pada Tari-Tarian Adat Suku Minahasa oleh Rambing, dkk . Jurnal Teknik Informatika Vol. No. Universitas Sam Ratulangi Manado. Membahas pelestarian budaya lokal khususnya pada budaya seni tarian suku Minahasa sebagai bentuk nasionalisme yang harus ditanamkan kepada khalayak tanpa menghiraukan perkembangan dunia saat ini. Dalam penulisannya berpendapat bahwa minat mempelajari budaya pada anak usia dini sudah dihiraukan akibat dari teknologi yang sudah menawarkan visualisasi yang lebih menarik. Hasil dari penelitian tersebut peneliti aplikasi Virtual Reality berbasis video 360 derajat pada tarian adat Suku Minahasa dengan menggunakan metode interactive multimedia system of desain and development (IMSDD) dan google cardboard sebagai perangkat dalam visualisasi video. Penelitian berikutnya berjudul Aplikasi Pengenalan Tari Tradisional Daerah Lampung Berbasis (Augmented Realit. yang dilakukan oleh Wahida Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android . Universitas Teknokrat Indonesia. Membahas tentang keberadaan seni tari di Indonesia yang sedang menghadapi masalah serius akibat maraknya kebudayaan asing yang masuk di kalangan remaja di Indonesia, dari penulisannya berpendapat hanya beberapa saja yang masih bertahan dengan kebudayaan tradisional Indonesia. Hasil dari penelitiannya bertujuan untuk melestarikan budaya tari tradisional Lampung melalui Augmented Reality yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran pengenalan tari tradisional khususnya di Provinsi Lampung dengan sangat nyata sehingga dapat lebih mudah dipelajari. Kajian berikutnya dilakukan oleh Nuraeni & Zaliluddin . Berjudul Rancang Bangun Virtual Reality Pengenalan Tari Daerah di Jawa Barat Pada Sanggar Tari Cineur. Membahas tentang pengenalan tari daerah pada anak usia dini menjadi salah satu cara untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah. Penulis berpendapat bahwa bentuk informasi pengenalan tari daerah pada anak usia dini masih sangat kurang, karena masih ditemukannya pengenalan tari daerah berbentuk media cetak, video dipraktekan langsung oleh guru ataupun Berdasarkan temuannya peneliti bermaksud untuk merancang aplikasi dengan pemanfaatan teknologi virtual reality sebagai media pengenalan tari daerah di Jawa Barat pada sanggar tari cineur menggunakan metode MDLC. Semua pembahasan dalam penelitian sebelumnya memiliki tujuan yang sama dengan pemanfaatan teknologi agar dapat melestarikan budaya, namun dalam fokus kajian dan metode yang berbeda. Dalam penulisan ini kajian berfokus pada Rekayasa Budaya sebagai bentuk kolaborasi untuk menghasilkan media alternatif menciptakan karya inovasi yang menggabungkan unsur budaya dengan unsur teknologi. Alternatif media berdasarkan fase inovasi dijadikan sebagai landasan teori yang digunakan. Menuru Chris Atton . Alternatif Media adalah media yang berbeda dengan media mainstream, khususnya pada produk seperti konten, bentuk, cara kreasi atau cara produksi. Begitu juga dengan proses seperti cara distribusi, perubahan hubungan sosial antara peran, tanggung jawab, dan hubungannya dengan audience. Dalam bukunya Atton menempatkan media alternatif kontemporer dalam konteks budaya, sejarah dan politik mereka. Lebih lanjut Atton mendefinisikan media alternatif, kata alternatif bisa merujuk pada informasi yang AoalternatifAo dari informasi yang diberikan oleh media mainstream atau media massa. Informasi yang disampaikan atau yang dilakukan tidak seperti yang biasa terlihat bahkan mungkin tidak dapat ditemukan ditempat lain. Sedangkan pembuatan konsep perancangan untuk menghasilkan sesuatu yang baru sebagai fase inovasi menggunakan 4P dari Coprey . , yang meliputi person, process, press, dan produc. Metode Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi . , analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian ini lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Melalui pen- Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 dekatan ini memungkinkan penulis untuk membangun pemahaman tentang suatu topik, membongkar makna yang dianggap orang berasal dari kehidupan mereka untuk aktivitas, situasi, keadaan, orang, dan objek. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi non-participan dimana peneliti memiliki peran sebagai pengamat, lalu dokumentasi digunakan dalam tahap mengumpulkan dokumen yang terkait dalam objek penelitian seperti dokumen Runutan analisis data pada penelitian ini ialah: . media alternatif berdasarkan fase inovasi 4P. tahapan perancangan dan produksi karya. Pembuatan karya ini menggunakan 4p sebagai fase inovasi yang meliputi person sebagai tindakan pribadi yang muncul dari interaksi unik dengan keterbukaan terhadap lingkungan dan pengalaman dalam memberikan penilaian secara internal sesuai dengan fokus pribadi bermain dengan konsep-konsep untuk menghasilkan kreativitas, tahap berikutnya process untuk merasakan dan mengamati adanya masalah lalu membuat dugaan tentang kekurangan, dilanjutkan dengan press sebagai aspek pendorong bakat dalam lingkungan yang mendukung untuk mewujudkan kreativitas dan yang terakhir produc berfokus pada produk kreatif yang berkemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau mengkombinasikan yang sudah ada sebelumnya. Dari 4P ini memberi kesimpulan bahwa akan dibuat alternatif media cetak kartu yang ditambahkan teknologi Augmented Reality dengan tujuan menginformasikan dan mengenalkan tari Someah. Dalam pembuatan karya ini juga yang akan diwujudkan meliputi riset, pemilihan media untuk menjadi objek pemindaian, pengambilan gambar dan pembentukan media utama Augmented Reality. Coprey . menyimpulkan bahwa proses kreatif mencakup fase yang berbeda, yang memanfaatkan sumber daya psikologi yang berbeda, untuk membuat model persimpangan 4P dengan setiap fasenya. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses dalam pembuatan karya inovasi ini mengubah ide-ide dan konsep desain menjadi kenyataan dengan melalui lima elemen inti pendidikan sebagai proses awal untuk menemukan berbagai elemen agar dapat disilangkan atau dikolaborasikan dengan tujuan menemukan gambaran objek apa yang akan dibahas dan dibuat sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Dengan menggunakan proses ini juga akan lebih memudahkan arah serta fokus tujuan awal dalam menghasilkan produk rekayasa Setelah lima elemen inti ditentukan maka dalam proses selanjutnya adalah lebih memetakan kembali setiap elemen yang dapat memenuhi atau mendukung dalam proses perancangan Augmented Reality. Dalam proses ini menghasilkan unsur-unsur seperti seperti ekonomi, seni, teknologi dan sosial. Setiap unsur tersebut perlu dihadirkan agar karya inovasi yang dirancang tidak hanya sekedar objek saja tanpa adanya maksud dan tujuan. Hal ini dirasa sangat penting dalam proses pembuatan karena akan lebih menekankan fungsi dari karya yang dibuat. Dari proses menentukan objek atau output karya inovasi dalam rekayasa budaya ini menghasilkan konsep perancangan berupa alternatif media pengenalan tari melalui teknologi Augmented Reality berbasis android, perancangan ini dibuat dengan tujuan untuk alihwahan atau media informasi tambahan ilustrasi tari dalam pengenalan maupun pembelajaran jenis tari dalam bentuk teknologi Augmented Reality berbasis android. Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android Pembuatan karya sebagai rekayasa budaya ini menjadi sebuah inovasi media yang tentunya dapat dipelajari bagi generasi Pemanfaatan teknologi Marker Based Augmented Reality selain bertujuan untuk meningkatkan interaksi, karya inovasi antara budaya dengan kecanggihan teknologi tentunya diharapkan mampu menghasilkan karya rekayasa budaya yang berdampak pada motivasi belajar serta berdampak pada pemajuan kebudayaan. Masyarakat mengenal suku sunda sebagai masyarakat yang Someah dalam perilaku komunikasi. Hal tersebut sudah melekat menjadi ciri khas dari masyarakat suku sunda, budaya Someah diyakini mengandung nilai-nilai sekaligus manfaat bagi masyarakat maupun lingkungannya karena dinilai sebagai prilaku komunikasi yang positif. Prilaku masyarakat sunda yang dikenal Someah akan dikolaborasikan dengan penciptaan tari yang mengangkat tema someah dalam bentuk gerak dan akan dikolaborasikan dengan pemanfaatan teknologi Marker Based Augmented Reality sebagai bentuk kreatif inovatif dalam menampilkan kebudayaan. Kaitan antara science dan culture menghasilkan ide untuk merancang karya yang berkaitan dengan budaya Sunda yaitu Someah. Hubungan antara science dengan teknologi dapat menghasilkan ide pemanfaatan software editing untuk menunjang objek utama. Selanjutnya antara culture dengan society adalah berupa ide untuk mengangkat nilai budaya sunda Someah kedalam sebuah media untuk memperkenalkan dan menyampaikan informasi. Sedangkan society dengan teknologi dapat menghasilkan ide berupa penunjang untuk terciptanya sebuah informasi yang dapat menarik perhatian Pada bagian tengah tabel Art berupa gabungan dari keseluruhan elemen inovasi yang pada akhirnya tercetus untuk pembuatan Augmented Reality sebagai karya rekayasa budaya. Proses Kreatif 2 Proses Kreatif 1 Bagan 2. Struktur Profesional Disiplin Desain Berdasarkan bagan diatas, terdapat empat unsur yaitu ekonomi, teknologi, budaya, dan sosial. Unsur yang pertama yaitu ekonomi dalam struktur disiplin desain, fungsinya sebagai pemanfaatan teknologi yang memiliki daya tarik dalam menyajikan informasi dan memiliki daya jual jika dibuat sebagai konten komersil. Unsur yang kedua yaitu teknologi dalam struktur disiplin desain, dalam Bagan 1. Lima struktur elemen pendidikan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 perancangannya banyak teknologi yang digunakan untuk menunjang terciptanya karya tersebut diantaranya Augmented Reality. Smartphone berbasis android dan audio visual yang dibuat secara mandiri dari proses produk sehingga proses editing menggunakan perangkat rekam kamera dan perangkat editing seperti Adobe Premiere CC. Aset Video hasil dari produksi akan dimuat sebagai asset utama untuk penggabungan media cetak kartu dengan objek pemindai yang dihasilkan dari Vuvoria. Dan aplikasi untuk dapat mengetahui hasil karya perlu menggunakan aplikasi unity sebagai perspektif user. Unsur yang ketiga yaitu sosial, pemanfaatan Augmented Reality dalam alternatif media cetak kartu dan penciptaan seni tari yang mengangkat tema budaya Someah yang dibuat untuk lebih memiliki nilai fungsi dan nilai kebudayaan dengan mengimbangi perkembangan zaman. Unsur yang keempat yaitu budaya, pada tabel diatas menayangkan hasil dari penciptaan karya tari kontemporer dan pengkolaborasian dengan pemanfaatan teknologi Augmented Reality berbasis Proses Inovasi Setiap individu memiliki kreativitas tersendiri dalam menciptakan karya. Rekayasa budaya menjadi ilmu yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan kreativitas, aspek kreatifitas tersebut diantaranya yaitu person, product, process dan press. Proses kreatif tersebut diimplementasikan dalam pembuatan karya tari yang berbasis Augmented Reality. Fase inovasi 4P diterapkan lebih detail seperti yang terdapat pada table 1 (Fase Inovas. Process dalam tahapan ini menggunakan convergent dan divergent dalam membentuk rancangan dari ide-ide, melihat permasalahan yang ada dalam pengenalan tari dari buku akan dibuat pemecahan masalahan tersebut dengan membuat solusi yang dianggap lebih efektif. Personal Motivation dengan melakukan pendekatan reactive dan proactive dapat menentukan solusi seperti apa yang akan Proses ini menjadi bagian internal maupun eksternal dari lingkungan untuk melihat kondisi permasalahan yang ada untuk menghasilkan solusi efektif yang akan diberikan. Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android Tabel 1. Tabel Fase Inovasi Personal Properties merupakan tahapan Press dengan melalui pendekatan high lanjutan ketika telah menemukan solusi, demand dan low demand akan mengetahui pada tahap ini akan lebih dieksplor lagi kepentingan atau urgensi dari solusi solusi yang diberikan dengan melakukan perancangan, dengan menggunakan pen- pendekatan adaptive dan innovative. Pada dekatan ini bisa dikatakan high demand tahap ini akan lebih menyesuaikan kembali karena diperlukan solusi dalam pembuatan konten seperti apa yang akan dihasilkan alternatif media apakah menjadi output kebaruan atau Tahapan Perancangan & Produksi Karya Personal Feelings menggunakan pen- Karya Tari Tari dekatan conserving dan generative untuk menghasilkan harapan atau dampak setelah komunikasi masyarakat sunda. Kata Someah membuat produk. Dengan pendekatan ini dapat diartikan sebagai ramah, sopan dan tentunya diharapkan dapat menghasilkan Sangat menghargai kebersamaan dampak positif dalam pembuatan alter- Sunda sebagai masyarakat yang Someah yang hasil keseluruhan dari konsep dan ide-ide pada tahap sebelumnya akan diwujudkan Masyarakat mengenal orang Product dalam tahap ini merupakan secara kekerabatan maupun kedekatan natif media informasi. bahasa seperti Punteun dan Mangga pada setiap prilaku komunikasi. Hal ini senada heritage dan creative. Pada proses ini alter- dengan filosofi hidup masyarakat Sunda natif media dalam bentuk Augmented yaitu Someah Hade Kasemah, artinya ramah. Reality menjadi media kreatif baru yang bersikap baik, menjaga, menjamu dan saling menghubungkan antara produk kebudayaan dengan teknologi. setiap orang meskipun belum dikenal. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Sumber: Sumber: Sumber: Sumber: budaya-indonesia. Sumber: Sumber: Masyarakat Sunda sangat menjunjung Musik Pengiring https://drive. com/file/d/1PCA26hrJ-FICZC3H167kjwJN7vtkznF/ view?usp=sharing tinggi nilai kesopanan, itulah kenapa Suku Sunda dikenal sebagai pribadi yang murah hati dan baik terhadap sesama, apalagi terhadap orang yang lebih tua. Unsur Studio Green Screen Pembuatan greenscreen ini bertujuan sebagai pendukung dari pembuatan asset video yang nantinya akan lebih memudahkan dalam memisahkan objek utama dengan background. yang terdapat pada prilaku komunikasi masyarakat sunda dibuat kedalam bentuk menggunakan 2 talent penari. Gambar 1. Pembuatan Studio Green Screen (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android Tahap ini dikhususkan untuk pengambilan video dari gerak tari dengan menggunakan 1 perangkat kamera dan juga menggunakan 1 sudut pengambilan Produksi Pengambilan Gambar Video Gambar 2. Produksi Pengambilan Gambar Video (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Gambar 3. Produksi Pengambilan Gambar Video (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Editing 1 (Aset Vide. Gambar 5. Editing Video_Pemisahan Background (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Gambar 4. Editing Video Audio (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Tujuan dari tahap editing ini adalah untuk memisahkan antara background green screen dengan objek utama penari, sehingga output akhirnya hanya berupa objek utamanya saja tanpa latar background. Menggunakan Software Adobe Premier Pro. CC. Pada editing pertama ini bertujuan untuk menggabungan antara video dengan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Gambar 7. Editing Video Rendering (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Gambar 6. Editing Video_Pengecekan Background Transparan (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Tahap terakhir ini merupakan proses terakhir dalam tahap editing, setelah background dihilangkan seperti yang terlihat pada gambar diatas lalu aset video di render dengan menggunakan format output Quick Time dan RGB Alpha. Editing 2 Pembentukan Augmented Reality Pembuatan Augmented Reality ini menggunakan software Vuvoria dan Unity, proses pada tahap ini adalah menggabungkan antara kedua realitas ke dalam bentuk nyata. Gambar 10. Pengecekan License Key (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Penggunaan Vuvoria pada gambar diatas merupakan langkah pembuatan database menggunakan develop yang dihasilkan dari Vuvoria enginer. Tahap ini sudah memasukkan objek yang nantinya akan dijadikan bahan utama sebagai tempat memindai Augmented Reality. Gambar 8. Pembuatan Database Objek Target (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Gambar 11. Import Asset_Vuvoria Engine (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Gambar 9. Pembuatan License (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. Taufiq: Alternatif Media Pengenalan Tari Someah Melalui Augmented Reality Berbasis Android engine, tahap selanjutnya setelah asset selesai dimasukkan lalu membuat scene AR Camera. Tahap selanjutnya lalu menambahkan image target, tujuan dari pembuatan scene ini merupakan untuk menentukan target dari objek yang nantinya akan diletakkan asset video utama. Pada tahap berikutnya setelah selesai menambahkan image target Gambar 12. Image Target (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. lalu dilanjutkan dengan pembuatan scene Tahap Reality. Tahap trakhir dalam pembentukan Unity, cube, pada scene tersebut video asset utama akan dimuat kedalam bentuk Augmented Augmented Reality adalah dengan me- nambahkan scrip untuk kebutuhan trac- tersebut adalah sebagai software editor Ketika Augmented king, setelah selesai menambahkan script Reality. lalu pada software Unity dilakukan tahap percobaan sebagai bentuk rapid prototype. dengan mengimport asset dari vuvoria SIMPULAN Inovasi pengembangan terhadap nilai budaya lokal yang ditampilkan dalam bentuk tari AuSomeahAy ini sebagai karya inovasi yang dilakukan menggunakan teknologi Augmented Reality dalam sebuah media cetak kartu sebagai alternatif pembelajaran agar mempermudah pembaca memahami serta mempelajari nilai budaya yang Gambar 13. Penargetan posisi target (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. terdapat pada sebuah tarian kontemporer dengan penambahan teknologi Augmented Reality. Berkaitan dengan perangkat gadget yang paling dekat dengan aktifitas individu yaitu handphone/tablet berbasis android Augmented Reality memuat nilai kebudayaan untuk dinikmati Karya inovasi ini diharapkan dapat mamacu generasi muda untuk menghasilkan produk kreativitas agar Gambar 14. Tahap Uji coba (Dokumentasi: Muhammad Taufiq, 2. perkembangan teknologi. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Daftar Pustaka