The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Peran Keluarga dalam Pencegahan Masalah Psikososial di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan Mad Zaini1*. Komarudin2. Ahmad Deni Dermawan1. Andhifah Alya Rinjani1 Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia Program Studi Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia *Penulis Korespondensi: Mad Zaini Email: madzaini@unmuhjember. Diterima: 25 April 2025 | Disetujui: 26 Juni 2. Dipublikasikan: 28 Juni 2025 Abstrak Masalah psikososial merupakan suatu perubahan psikologi, fisik atau sosial dalam kehidupan seseorang yang berpotensi mengakibatkan gangguan jiwa. Peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan gangguan jiwa di Masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Peran keluarga merupakan bagian dari model family centered care, dimana model ini menjelaskan bahwa peran kelaurga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Kabupaten Jember. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami masalah psikososial di wilayah kerja Puskesmas Panti. Sukorambi. Kaliwates dan Sumbersari. Sebanyak 216 sampel diambil secara multistage random sampling. Kriteria inklusi yaitu keluarga dengan masalah psikososial, tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panti. Sukorambi. Kaliwates dan Sumbersari serta mampu membaca dan menulis. Analisis data menggunakan uji statistic Mann Withney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan termasuk dalam kategori sangat baik dalam mencegah masalah psikososial . %). Sedangkan keluarga di wilayah perkotaan, sebagian besar termasuk dalam kategori baik dalam mencegah masalah psikososial . 9%). Analisis bivariat antara keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0. value >0. Nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam melakukan pencegahan terhadap masalah psikososial. Kesamaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam mencegah masalah psikososial cukup signifikan meskipun terdapat perbedaan kondisi sosial dan lingkungan seperti kesamaan nilai dan norma serta dukungan emosional. Kata kunci: Psikososial. Peran keluarga. Pedesaan. Perkotaan 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Sitasi: Zaini. Mad. Komarudin. Dermawan. Ahmad. , & Rinjani. Andhifah A. Peran Keluarga dalam Pencegahan Masalah Psikososial di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan . The Indonesian Journal of Health Science. , 69-79. DOI: 10. 32528/tijhs. Copyright: A2025 Zaini et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 Abstract Psychosocial problems are changes in a person's psychological, physical, or social life that have the potential to cause mental disorders. The role of the family is very important in the effort to prevent mental disorders in both rural and urban communities. The role of the family is part of the family-centered care model, which explains that the family's role is influenced by two factors: internal and external. This study aims to analyze the differences in the role of families in preventing psychosocial problems in rural and urban areas of Jember Regency using a descriptive-analytical research design with a cross-sectional approach. The sampling technique used multistage random sampling with a sample size of 216 respondents. Inclusion criteria are families with psychosocial problems, residing in the working area of Puskesmas Panti. Sukorambi. Kaliwates, and Sumbersari, and able to read and write. Data analysis used the Mann Whitney U Test statistical test. The research results show that the majority of families in rural areas fall into the very good category in preventing psychosocial problems . %). Meanwhile, families in urban areas mostly fall into the good category in preventing psychosocial problems . 9%). Bivariate analysis between families in rural and urban areas shows a significance value of 0. value >0. The significance value indicates that there is no difference in the role of families in rural and urban areas in preventing psychosocial The similarity in the role of families in rural and urban areas in preventing psychosocial problems is quite significant, despite differences in social and environmental conditions such as shared values, norms, and emotional support. Keywords: Psychosocial issues. Role of the family PENDAHULUAN Masalah kesehatan jiwa menjadi masalah kesehatan global yang diperkirakan sebesar 7,4% penduduk dunia atau 1 dari 13 orang di dunia mengalami masalah kesehatan jiwa. Data indeks kesehatan mental masyarakat Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 9. 886 kasus depresi dengan prevalensi 3,7%. Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia setiap tahun bertambah lebih dari 3 juta jiwa sehingga kemungkinan jumlah penduduk yang beresiko mengalami masalah kesehatan jiwa akan jauh lebih besar (Kementerian Kesehatan RI, 2. Jumlah 32528/tijhs. penderita gangguna jiwa di Kabupaten Jember pada tahun 2023 sebanyak 4. Dari total jumlah tersebut, 2. pasien atau 62,9% mendapatkan pelayanan kesehatan dan sisanya 38,1% belum mendapatkan pelayanan kesehatan (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2. Hal ini menunjukkan bahwa pengentasan masalah kesehatan jiwa masih jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 90% pada tahun 2024. Masalah psikososial dapat bermula dari usia remaja bahkan juga terjadi pada usia anak-anak. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 memperhatikan pola asuh yang baik (Rahma Adellia, 2. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan jiwa anggota keluarganya dan menjadi pihak yang memberikan pertolongan pertama psikologis apabila tampak gejala yang menagarah pada masalah kesehatan jiwa (Eyusra Ulfah, 2. Pemerintah telah memberikan beberapa intervensi yang ditujukan untuk mencegah dan mengatasi masalah psikososial yang berfokus tidak hanya pada individu tetapi juga pada kemampuan dan pengetahuan keluarga. Keluarga memagang peranan penting dalam mencegah terjadi masalah psikososial. Peran penting keluarga dalam pencegahan masalah psikososial yaitu penggerak tingkah laku kearah yang positif, memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada anggota keluarga yang sakit serta membantu anggota keluarga mendapatkan sarana kesehatan yang dibutuhkan (Deni Suwariman, 2. Peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti strata sosial, tingkat pengetahuan dan latar belakang budaya. Berdasarkan teori keperawatan family centre care, kemampuan serta ketercapaian peran keluarga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal yang meliputi pengetahuan dan kepercayaan dalam keluarga, sedangkan faktor eksternal meliputi sosial ekonomi dan faktor budaya (Muhammad Ikhsan, 2. Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten di provinsi jawa timur dengan prevalensi masalah psikososial terbanyak. Secara sosiodemografi sebanyak 51% wilayah di Kabupaten Jember merupakan wilayah pedesaan dengan sisanya adalah wilayah perkotaan dengan akulturasi budaya Jawa dan Madura. Interaksi antar faktor internal dan eksternal yang terjadi di Kabupaten Jember dapat memberikan gambaran yang berdeda terkait peran kelaurga dalam pencegahan masalah psikososial. Faktor eksternal seperti sosial ekonomi kelaurga juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya masalah psikososial dalam keluarga. Hal ini 32528/tijhs. menunjukkan interaksi antara faktor intenal dan eksternal mempengaruhi perilaku keluarga dalam menjalankan perannya dalam pencegahan masalah psikososial. Peran keluarga yang diharapkan dalam pencegahan masalah psikososial terdiri dri 3 perilaku yaitu penggerak tingkah laku kearah yang positif, memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada anggota keluarga yang sakit serta membantu anggota keluarga mendapatkan sarana kesehatan yang Penelitian terkait menunjukkan bahwa dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan berpengaruh terhadap terjadinya masalah kesehatan jiwa (Wiwik erni puspita sari. Dhiny Easter Yanti, 2. Tinjauan dari sisi budaya, menjelaskan bahwa budaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sikap keluarga dalam menerapkan pola asuh dan mekanisme koping dalam keluarga. Budaya gotong royong di masyarakat dapat meningkatkan sikap dan perilaku masyarakat dalam pencegahan masalah kesehatan jiwa dan psikososial (Zaini, 2. Budaya di masyarakat tidak hanya terbentuk dari interaksi masyarakat atau pengalaman terdahulu yang turun temurun melainkan faktor geografis juga mempenagruhi perkembangan budaya di suatu wilayah. Semakin besar wilayah maka akan semakin kompleks perbedaan serta budaya yang ada di wilayah tersebut. Kabupaten Jember memiliki geografis yang luas serta demografis yang beraneka ragam terdiri dari wilayah pedesaan dan Perbedaa wilayah tersebut berpengaruh pada perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Peningkatan resiko penyakit ataupun masalah kesehatan terbukti lebih tinggi terjadi di area pedesaan yang disebabkan oleh pola atau karakter masyarakat serta kapasitas penyedia layanan kesehatan (Yusuf Alam Romadhon, 2. Studi tentang peran dan persepsi masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa dan psikososial di area pedesaan dan perkotaan juga menunjukkan perbedaan yang signifikan akibat faktor demografi, sosial ekonomi serta pengetahuan masyarakat (Liani Surya The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Rakasiwi, 2. Berbagai interaksi dari faktor yang mempengaruhi terjadi masalah psikososial dapat menajdi dasar dalam Pengembangan program untuk permasalah kesehatan tidak lagi menjadikan individu sebagai objek akan tetapi sebagai subjek dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal. Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, penelitian saat ini memiliki kabaharuan yaitu penelitian dasar yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis perbedaan peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan di Kabupaten Jember berbasis family centre care model. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan dasar rancangan penelitian menggunakan teori family centre care (FCC). Rancangan penelitian dijelaskan pada gambar berikut ini. Analisa data dilakukan dengan SPSS 0 menggunakan uji statistik Mann Withney U Test. Populasi. Sampel. Sampling 32528/tijhs. Pengambilan populasi dan sampel dilakukan di wilayah kerja puskesmas Panti. Sukorambi untuk wilayah pedesaan dan Puskesmas Kaliwates dan Sumbersari untuk wilayah perkotaan. Teknik sampling yang digunakan adalah multistage random Masing-masing wilayah kerja puskesmas dipilih melalui 3 tahapan yaitu pertama pemilihan wilayah Desa/Kelurahan Tahap Desa/Kelurahan terpilih dipilih wilayah dusun secara acak. Tahap ketiga, dari wilayah dusun terpipih dipilih wilayah RW secara Terakhir, dari wilayah RW terpilih dipilih keluarga dengan masalah psikososial secara acak sebagai responden. Sampel yang dalam penelitian ini adalah anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan pasien yang mengalami masalah psikososial, dengan skema sebagai berikut. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu keluarga yang mempunyai anggoota keluarga dengan masalah kesehatan fisik, psikologi atau sosial, tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panti. Rambipuji. Kaliwates dan Sumbersari serta keluarga mampu baca tulis. Kriteria eklusi yang digunakan dalam penelitian ini adalah keluarga menolak sebagai responden. Instrumen Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Family Based Psychosocial Risk Prevention Questionnaire (FPRPQ) yang terdiri atas 24 item pernyataan berdasarkan 8 indikator peran keluarga dalam bidang kesehatan (Gusdiansyah, 2. Kuesioner tersebut telah dilakukan uji baliditas dengan nilai signifikansi diatas 0,05 sehingga dinyatakan valid. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach alpha diatas 0,6 sehingga dinyatakan reliabel. Hasil interpretasi kuesioner dikategorikan sebagai berikut. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Persetujuan Etik Proses penelitian diawali dengan penyusunan proposal dan protocol penelitian untuk kemudian diajukan uji kelaikan etik . thical clearenc. di komisi etik penelitian keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember dengan 0073/KEPK/FIKES/II/2025. Selanjutnya, proses izin penelitian diajukan ke BAKESBANGPOL untuk mendapatkan surat rekomendasi melakukan penelitian di wilayah kerja puskesmas yang dituju. Peran keluarga dalam pencegahan masalah psikososial diukur menggunakan isntrumen role family untuk dianalisis dan dilaporkan dalam bentuk publikasi ilmiah. HASIL Hasil penelitian ini meliputi deskripsi karakteristik responden berdasarkan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam merawat anggota keluarga yang sakit serta perbedaan peran antara keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Secara rinci hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini. Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini berdasarkan usia responden dapat dilihat pada table berikut ini. Table 1. karakteristik responden di wilayah pedesaan berdasarkan usia, . Karakteristik Mean Media Usia Waktu MinMaks Berdasarkan table tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata responden berusia 46 tahun dengan lama perawatan rata-rata 1. 5 bulan. 32528/tijhs. Peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah pedesaan Setelah dilakukan skoring terhadap seluruh jawaban responden, berikutnya dilakukan kategorisasi persentase nilai yang diperoleh. Hasil kategorisasi seluruh variable adalah sebagai berikut. Table 2. Distribusi peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah Kategori Jumlah Persentase . (%) Sangat tidak baik Tidak Baik Sangat Total Berdasarkan table tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 57 keluarga . 8%) masuk dalam kategori sangat baik, kemudian sebanyak 51 keluarga . 2%) masuk dalam kategori baik. Dari table tersebut juga diketahui bahwa tidak ada keluarga yang masuk dalam kategori tidak baik maupun sangat tidak baik dalam mencegah masalah psikososial di wilayah Keluarga memagang peranan penting dalam mencegah terjadi masalah Peran penting keluarga dalam pencegahan masalah psikososial yaitu penggerak tingkah laku kearah yang positif, memberikan penjelasan dan pengetahuan kepada anggota keluarga yang sakit serta membantu anggota keluarga mendapatkan sarana kesehatan yang dibutuhkan (Deni Suwariman, 2. Peran keluarga dalam dalam mencegah masalah psikososial di wilayah pedesaan Setelah dilakukan skoring terhadap seluruh jawaban responden, berikutnya dilakukan The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 kategorisasi persentase nilai yang diperoleh. Hasil kategorisasi seluruh variable adalah sebagai berikut. Table 3. Distribusi peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah Kategori Jumlah Persentase . (%) Sangat tidak Tidak baik Baik Sangat baik Total Berdasarkan table tersebut dapat diketahui bahwa secara keseluruhan terdapat Sebagian besar responden yaitu 55 keluarga di wilayah perkotaan . 9%) mempunyai peran yang baik dalam pencegahan masalah psikososial, kemudian sebanyak 53 keluarga di wilayah perkotaan . 1%) mempunyai peran yang sangat baik dalam pencegahan masalah Dari table tersebut juga diketahui bahwa tidak ada keluarga di wilayah perkotaan yang masuk dalam kategori tidak baik maupun sangat tidak baik dalam mencegah masalah psikososial yang dialami anggota keluarganya. Analisis perbedaan peran keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit di wilayah pedesaan dan perkotaan Analisis terhadap perbedaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam mencegah masalah psikososial dapat diketahui dari table berikut ini. Table 4. Analisis perbedaan peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Peran Mean St. Asymp. Keluarga deviation Sig. Di wilayah 76. Di wilayah 75. 32528/tijhs. Berdasarkan table tersebut diketahui bahwa rata-rata nilai peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial adalah sebesar 76. 17 atau kategori sangat baik. Sedangkan rata-rata nilai peran keluarga di wilayah perkotaan dalam mencegah masalah psikososial adalah sebesar 05 atau kategori baik. Sedangkan standart deviasi untuk peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan masing-masing 53 dan 9. 74 dengan nilai signifikansi sebesar 0. value >0. Nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peran keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan dalam melakukan pencegahan terhadap masalah psikososial di Kabupaten Jember. PEMBAHASAN Peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah pedesaan Peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial pada salah satu anggota keluarganya adalah sangat penting karena keluarga menjadi unit sosial pertama yang berinteraksi langsung dengan individu, memberikan dukungan emosional, dan membentuk pola pikir serta perilaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah pedesaan perannya sangat baik dalam mencegah masalah psikososial, yaitu sebanyak 57 keluarga atau 52. Peneliti berpendapat bahwa peran keluarga di wilayah pedesaan dalam mencegah masalah psikososial dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya aspek dukungan emosional, pencegahan stigma sosial, pendidikan karakter serta aspek peran dalam pembentukan hubungan sosial di Dari aspek dukungan emosional, keluarga sering menjadi tempat pertama bagi individu untuk mendapatkan dukungan emosional. pedesaan, di mana interaksi sosial seringkali lebih erat dan lebih bergantung pada hubungan keluarga, mereka memberikan rasa aman, kenyamanan, dan stabilitas emosional bagi anggotanya (Muhammad Ikhsan, 2. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Dari aspek pencegahan stigma sosial seperti kecemasan, depresi atau kondisi stres mungkin masih dianggap tabu atau mendapatkan stigma negatif. Keluarga berperan dalam memberikan penerimaan dan pemahaman, yang bisa membantu individu yang mengalami masalah psikososial merasa lebih diterima dan tidak merasa terisolasi (Octavia, 2. Dari aspek Pendidikan non formal, masyarakat di wilayah pedesaan juga memiliki peran besar dalam memberikan menghadapi masalah dalam hidup seperti melalui ajaran tentang ketahanan jiwa, nilainilai moral, serta keterampilan untuk mengatasi tantangan dan stress (Tumiwa. Hal ini membantu anggota keluarga, terutama individu yang beresiko masalah kesehatan jiwa untuk mengembangkan ketahanan psikososialnya. Dari aspek peran hubungan sosial, keluarga di wilayah pedesaan biasanya memiliki hubungan yang lebih erat dengan anggota keluarga yang lain. Melalui interaksi ini, keluarga dapat memperkenalkan dan memperkuat hubungan sosial yang sehat (Suwardiman, 2. Hubungan sosial diantara keluarga penting untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan sosial atau masalah psikososial yang mungkin muncul di Tengah-tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Secara keseluruhan, keluarga di wilayah pedesaan memiliki peran penting dalam menjaga dan memperbaiki kesehatan psikososial, dengan cara menyediakan pengembangan karakter yang sehat, serta menciptakan hubungan sosial yang saling Peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah perkotaan Peran keluarga di wilayah perkotaan dalam mencegah masalah psikososial mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan 32528/tijhs. pemenuhan kebutuhan psikologis anggota Peran keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk ketahanan mental, mengelola stres, dan menjaga kesejahteraan psikososial anggota keluarga, terutama di lingkungan perkotaan yang penuh tantangan (Muhammad. Asmiati. , 2. Pada penelitian ini, sebagian besar keluarga di wilayah perkotaan masuk dalam kategori baik dalam mencegah masalah psikososial, yaitu sebanyak 55 keluarga atau 50. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di wilayah perkotaan perannya baik dalam mencegah masalah psikososial, yaitu sebanyak 55 keluarga atau Peneliti berpendapat bahwa tingginya peran keluarga yang positif di wilayah perkotaan dapat disebabkan oleh beberapa aspek yang berkaitan dengan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah perkotaan, meliputi tuntutan kehidupan, perubahan struktur sosial masyarakat perkotaan, tingkat pendidikan formal serta akses terhadap informasi kesehatan dan teknologi. Aspek tuntutan kehidupan di masyarakat perkotaan yang lebih sibuk dan stresful Kehidupan di perkotaan cenderung lebih sibuk dan penuh tekanan dibandingkan dengan di pedesaan (Situmorang, 2. Tekanan pekerjaan, kemacetan, tingginya biaya hidup, serta tuntutan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang kompetitif membuat individu sering mengalami stres. Dalam situasi ini, keluarga dituntut untuk berperan positif sebagai tempat untuk mencari dukungan emosional dan stabilitas psikologis. Keluarga menjadi tempat yang menyediakan kenyamanan dan rasa aman di tengah kesibukan dan kecemasan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat perkotaan (Dinarti. Heni, 2. Aspek masyarakat perkotaan yang berubah sangat cepat juga menjadi alasan tingginya peran Perkembangan perkotaan yang cepat sering mengakibatkan perubahan dalam struktur sosial dan pola interaksi social (Dewi. Daulima. Ice, 2. Keluarga di The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 perkotaan cenderung menjadi unit yang lebih independen, tetapi juga lebih rentan terhadap isolasi sosial. Keluarga yang positif berperan dalam mengatasi isolasi ini dengan memperkuat ikatan internal, menjaga komunikasi yang baik, dan memberikan dukungan dalam menghadapi perubahan sosial yang cepat. Aspek pendidikan formal masyarakat perkotaan yang relatif tinggi. Sebagian Masyarakat perkotaan menyadari pentingnya pendidikan untuk perkembangan keluarga mereka (Romliyadi, 2. Keluarga yang mendukung pendidikan dan keterampilan anak-anaknya akan lebih berperan dalam mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan di kota yang serba cepat. Aspek terhadap infomasi kesehatan yang mudah bagi keluarga di wilayah perkotaan. Akses informasi yang mudah dan tepat membantu keluarga memahami pentingnya upaya pencegahan masalah psikososial dan cara menjaga kesehatan jiwa. Banyak keluarga mungkin tidak mengetahui bahwa masalah psikososial, seperti stres, kecemasan, atau depresi, dapat memengaruhi kesehatan fisik dan emosional mereka (Dwin Seprian. Nurul Hidayah. Masmuri Masmuri, 2. Dengan informasi yang mudah dan tepat, keluarga dapat mengenali gejala dini dan mengatasi masalah psikososial sebelum menjadi lebih serius. Dapat disimpulkan bahwa tingginya peran keluarga di wilayah perkotaan dalam mencegah masalah psikososial dipengaruhi oleh kebutuhan untuk memberikan dukungan emosional dan sosial dalam menghadapi tantangan hidup yang lebih kompleks dan dinamis (Febtian. Cendradevi. Nugroho. Emiliandry. Febryanti . T, 2. Keluarga menjadi sumber utama ketahanan mental dan nilai-nilai kehidupan perkotaan yang sering kali sibuk, kompetitif, dan berubah dengan cepat. 32528/tijhs. Analisis perbedaan peran keluarga dalam mencegah masalah psikososial di wilayah pedesaan dan perkotaan Hasil analisis terhadap perbedaan peran keluarga yang tinggal di wilayah pedesaan dan perkotaan menunjukkan tidak ada perbedaan diantara kedua variable . value>0. Hasil tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan formal/non formal keluarga serta kondisi Faktor tersebut melatarbelakangi hasil penelitian yang menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel. Beberapa faktor lain yang tidak terdapat pada penelitian ini namun berkontribusi terhadap kedua variable yang diteliti yaitu kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi tentang kesehatan yang semakin merata, tantangan sosial dan ekonomi yang sama, peran keluarga sebagai unit utama dalam dukungan sosial, pengaruh budaya serta fungsi keluarga dalam mencegah masalah psikososial yang sama antara masyarakat di wilayah pedesaan dan perkotaan (Bangu. dkk, 2. Di wilayah pedesaan maupun perkotaan, keluarga cenderung memiliki nilai yang sama terkait peran mereka dalam mendukung kesehatan anggota kelaurganya. Nilai-nilai seperti kasih sayang, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan dalam keluarga sering kali menjadi prioritas utama, terlepas dari lokasi geografis. Dengan demikian, peran psikososial, seperti memberikan dukungan emosional dan merawat anggota keluarga yang sakit, tetap menjadi fokus utama di kedua kelompok masyarakat tersebut. Akses informasi yang merata juga menjadi factor kesamaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan. Dengan berkembangnya teknologi dan penyebaran informasi yang semakin merata, perbedaan antara wilayah pedesaan dan perkotaan dalam hal akses ke pendidikan atau informasi terkait kesehatan jiwa menjadi lebih kecil (Irwan. Budiana. Yoseph. Woge. Yustina. Pacifia. Maria. Keluarga di kedua wilayah kini lebih mudah mengakses informasi tentang masalah-masalah psikososial yang sering The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 terjadi melalui internet, media sosial, dan layanan daring lainnya. Ini memungkinkan keluarga di kedua wilayah tersebut mendapatkan informasi yang sama mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan caracara pencegahan masalah psikososial (Herawati. Pranaji. Pujihasvuty. & Latifah, 2. Kesamaan dalam menghadapi tantangan dibidang sosial dan ekonomi juga menjadi factor penyebab kesamaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan. Baik di pedesaan maupun perkotaan, keluarga menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang serupa, seperti masalah keuangan, kesulitan dalam mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, atau tekanan untuk memenuhi kebutuhan hidup (Sumiatin, 2. Kondisi ini membuat keluarga di kedua wilayah ini harus memainkan peran yang lingkungan yang mendukung kesehatan jiwa dan mencegah terjadi masalah psikososial. Selain hal itu, meskipun kondisi sosial dan ekonomi di pedesaan dan perkotaan berbeda, keluarga tetap berfungsi sebagai tempat pertama dalam memberikan dukungan kepada anggota keluarganya, baik itu dalam menghadapi masalah psikososial atau kesulitan hidup lainnya (Nisak. Raudhotun. Hamidatus, 2. Kesamaan lainnya yang menyebabkan keluarga di wilayah pedesaan dan perkotaan sama dalam hal pencegahan masalah psikososial adalah bahwa masyarakat di pedesaan maupun perkotaan tetap terikat pada norma dan budaya yang serupa terkait dengan peran keluarga (Nurul. Nove. L, 2. Dalam banyak budaya, keluarga dinilai sebagai tempat utama untuk memberikan dukungan dan menyelesaikan masalahmasalah psikososial. Meskipun pola hidup mungkin berbeda antara wilayah pedesaan dan perkotaan, norma budaya yang menganggap keluarga sebagai sumber utama dukungan tetap terjaga. 32528/tijhs. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peran keluarga di wilayah pedesaan mencegah masalah psikososial adalah sangat Sedangkan di wilayah perkotaan sebagian besar adalah kategori baik. Hasil analisis terhadap perbedaan peran keluarga yang tinggal di wilayah pedesaan dan perkotaan menunjukkan tidak ada perbedaan diantara kedua variable . value>0. Perbedaan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan dan kondisi sosial. Selain itu, faktor lain yang tidak ada pada penelitian ini namun dapat berpengaruh yaitu kesamaan nilai dalam keluarga, akses informasi tentang kesehatan yang semakin merata, tantangan sosial dan ekonomi yang sama, peran keluarga sebagai unit utama dalam dukungan sosial, pengaruh budaya serta fungsi keluarga dalam mencegah masalah psikososial yang sama antara masyarakat di wilayah pedesaan dan perkotaan. DAFTAR PUSTAKA