Jurnal Infortech Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN: 2715-8160 Analisis Design UI/UX Pada Aplikasi Let it Flo Menggunakan Metode Design Thinking Dimas Primadani1. Siti Nurlela2* Universitas Nusa Mandiri e-mail: Dimasprimadani87@gmail. com, 2siti. sie@nusamandiri. Diterima 12-03-2025 Direvisi 16-05-2025 Disetujui 12-06-2025 Abstrak - PT. Jasamarga Tollroad Operator telah melakukan pengembangan pada sistem transaksi jalan tol yang disebut Single Lane Free Flow atau pembayaran nir sentuh pada gerbang tol. Untuk mendukung sistem pembayaran nir sentuh PT. Jasamarga Tollroad Operator meluncurkan Aplikasi AuLet It FloAy yang dapat di install pada Android dan juga IOS. Aplikasi Let It Flo ini pada rating Playstore dan Appstore dinilai masih terdapat beberapa kendala tampilan yang kurang menarik, pengalaman pengguna yang buruk dapat menyebabkan berkurangnya pengguna atau kegagalan produk, pewarnaan pada aplikasi Let It Flo yang kurang menarik perhatian pengguna, tata letak button yang membingungkan pengguna. Dengan penerapan Design Thingking untuk meningkatkan usability dilakukan design ulang Prototype dan System Usability Scale untuk pengujian Prototype mendapatkan pengalaman positif dengan nilai 74% dan disimpulkan acceptable, grade scale B dan adjective good, serta acceptable pada Prototype Aplikasi Let It Flo. Kata Kunci: UI/UX/ Design. Design Thingking. System Usability Scale. Abstract - PT. Jasamarga Tollroad Operator has developed a toll road transaction system called Single Lane Free Flow or contactless payment at toll gates. To support the contactless payment system of PT. Jasamarga Tollroad Operator launched the "Let It Flo" Application which can be installed on Android and IOS, because its usefulness is very necessary, this Application must have a good level of usability and convenience for Application users for the sustainability of an Application system. The Let It Flo application on the Playstore and Appstore ratings is considered to still have several obstacles such as difficulty in login, the unavailability of a menu for ordering RFID stickers, a less attractive display, and there are problems with balance top up payments. With the application of Design Thingking to improve usability, the Prototype was redesigned and the System Usability Scale for Prototype testing got a positive experience with a score of 74% and it was concluded that acceptable, grade scale B and adjective good, as well as acceptable on the Let's It Flo Application Prototype. Key Word : UI/UX Design. Design Thingking. System Usability Scale. PENDAHULUAN Dengan meningkat nya ilmu pengetahuan teknologi, saat ini PT. Jasamarga Tollroad Operator telah melakukan pengembangan pada sistem transaksi jalan tol yang disebut Single Lane Free Flow. Sistem ini memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), sebuah sistem identifikasi nirkabel, memungkinkan pengumpulan data tanpa memerlukan kontak fisik seperti kartu etoll dan reader. Kemajuan teknologi telah menjadi pendorong E-Government. Inovasi pemerintah berbasis elektronik ini memungkinkan aplikasi teknologi informasi untuk mendapatkan hasil sistem yang lebih efisien dan meningkatkan kecepatan serta ketepatan proses kerja. (Putera, 2. PT. Jasa Marga Tollroad Operator sudah menciptakan elektronik uang yang menggunakan server dan terintegrasi dalam stiker Radio Frequency http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Identification (RFID) yang dinamakan Single Lane Free Flow. Perbedaan mendasar antara Single Lane Free Flow Dengan mengadopsi skema elektronik uang menggunakan server yang menggantikan teknologi elektronik uang menggunakan chip, saat ini proses pembayaran dilakukan secara real-time dan online, yang dapat mempersingkat durasi pada saat pembayaran di gerbang tol serta diharap mampu mengurai antrian di gerbang tol. Aplikasi Let It Flo ini pada Playstore dan Appstore masih ditemukan beberapa kendala seperti kesulitan login, tidak tersedia nya menu untuk pemesanan atau registrasi stiker rfid, tampilan yang kurang menarik, dan terdapat kendala pembayaran top up saldo. keluhan terkait desain interface yang menimbulkan kesulitan pada pengguna, tepatnya di halaman yang digunakan untuk menjalin koneksi dengan pengguna lain. Hal serupa juga seperti Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 kesulitan saat pertama kali menggunakan LinkedIn, dan kesulitan mengetahui setiap fungsi-fungsi LinkedIn. (Purwani & Farhah, 2. Saat menggunakan aplikasi MOCA, pengguna mengalam kesulitan dalam memahami antarmuka dan (Darmawan et al. , 2. Penelitian ini mengacu pada beberapa jurnal sebelumnya yang memiliki kaitan dengan metode Design Thinking. Dengan menggunakan Design Thingking menghasilkan user interface(UI) dan User Experience (UX) yang cukup friendly serta dapat terapkan pada desain website maupun aplikasi (Setiyana & Siregar, 2. Untuk itu, peneliti bermaksud merancang Let Flo mempertimbangkan keluhan yang diberikan oleh METODE PENELITIAN Pada penelitian ini terdapat tahapan proses penelitian seperti pengumpulan data, pengolahan data, analisis rancangan prototipe, pembuatan prototipe, pengujian prototipe. Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 1. Tahapan Penelitian Pengumpulan Data Observasi Penulis akan melakukan observasi langsung dengan menginstall dan menggunakan aplikasi Let It Flo agar mengetahui kekurangan dan kelebihan aplikasi Let It Flo. (Kholifah. Siti Nur Heryana. Nono Nugraha, 2. Wawancara Penulis melakukan wawancara pada user mengenai aplikasi Let It Flo tentang http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech kekurangan dan kelebihan aplikasi Let It Flo. (Al-Faruq et al. , 2. Studi Literatur Studi Literatur ini mencakup tinjauan pustaka untuk memahami konsep dalam penelitian melalui jurnal, buku, tentang studi kasus yang terkait pada aplikasi Let It Flo untuk membangun landasan teoritis dan (Nurbaiti Alfarisyi, 2. Kuesioner Kuesioner ini didistribusikan kepada responden secara online menggunakan platform Google Forms untuk mencapai responden yang lebih luas. Setelah data dikumpulkan, langkah berikutnya adalah mengolah data dengan menghitung skor SUS untuk setiap responden. Skor SUS dihitung dengan mengonversi jawaban pada skala Likert menjadi angka . , kemudian menjumlahkan angka-angka tersebut dan mengalikan hasilnya dengan 2,5 untuk memperoleh skor akhir dalam rentang 0100. (Prastiti et al. , 2. Analisis Metode Design Thinking Analisis menggunakan beberapa fase pada metode Design Thinking. (Ariska & Nurlela. Empathize Tahap ini, dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan media Google Form seputar pertanyaan aplikasi Let It Flo yang Define Selanjutnya memahami berbagai gagasan yang diperoleh dari tahap empetize untuk menjadi rumusan Ideate Pada tahap ini, penulis akan menghasilkan gagasan atau solusi dalam mengatasi kendala dimana telah didapati user pada tahap sebelumnya. Ide-ide ini akan menjadi dasar pada pembuatan prototipe aplikasi Let It Flo. Prototype Pada tahap Prototype, kebutuhan penulis menggunakan laptop dan smartphone untuk perangkat keras, serta Figma untuk Prototype. Test Pada tahap ini adalah akhir dari tahapan Design Thingking, penulis akan menguji Prototype menerapkan system usability scale(SUS)dan Google Form. Dalam proses ini akan diketahui hasil dari perancangan Prototype Let It Flo. Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 HASIL DAN PEMBAHASAN Empatize Tahap ini melakukan wawancara kepada pengguna aplikasi Let It Flo. Responden merupakan pengguna Aplikasi Let It Flo pada PT. Jasamarga Tollroad Operator kantor pusat divisi Operation Management. Jumlah populasi 61 sedangkan jumlah sample pada penelitian ini dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 53 repsonden. Tujuan dari wawancara ini untuk mendapatkan atau memahami harapan dan keinginan user dalam menggunakan aplikasi Let It Flo. Berikut merupakan daftar pertanyaan wawancara kepada responden Tabel 1. Pertanyaan Wawancara No Pertanyaan Bagaimana pengalamanmu saat menggunakan aplikasi Let It Flo untuk pertama kalinya? Apa saja fitur atau fungsi yang menurut kamu sangat berguna dalam aplikasi Let It Flo? Apakah ada hal yang membuatmu kesulitan saat menggunakan aplikasi Let It Flo? Adakah fitur tertentu yang menurutmu perlu ditambahkan atau ditingkatkan pada aplikasi Let It Flo? Bagaimana menurutmu aplikasi Let It Flo dapat ditingkatkan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik? Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Empathy Map Peserta wawancara Bapak Putra sebagai Operator kantor pusat divisi Operation Management PT. Jasamarga Tollroad. Bapak Putra mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi yaitu ketika menggunakan Aplikasi Let It Flo terkadang gagal login memungkinkan dari tehitung lamanya kode otp yang dikirimkan untuk login, sehingga memakan waktu lama untuk mengoprasikan Aplikasi Let It Flo. Terdapat kendala ketika TopUp saldo tidak dapat TopUp ketika terjadi masalah pada metode pembayaran LinkAja serta pada saat melakukan registrasi Stiker Rfid Let It Flo mengharuskan datang langsung ke lokasi PT. Jasamarga Tollroad Operator, meluangkan waktu cukup banyak untuk pemasangan stiker Rfid Let It Flo. Tabel 2. Empathy Map Says Thinks Sudah bagus , namun 1. Ingin login yang mudah Saldo TopUp metode pembayaran Fitur pemesanan stiker yang lain. rfid yang dapat diantar Tidak kelokasi pemesan pemesanan stiker rfid http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Does Feels Bertanya ke Helpdesk 1. Merasa memakan banyak Let It Flo waktu untuk pemesanan Menggunakan stiker rfid pembayaran kartu E- 2. Merasa login susah. toll kembali Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Define Selanjutnya memahami berbagai gagasan yang diperoleh dari tahap empetize untuk menjadi rumusan masalah. Berikut merupakan susunan daftar kebutuhan atau keinginan pengguna aplikasi Let It Flo. Tabel 3. Kebutuhan pengguna aplikasi Let It Flo Kebutuhan Pengguna aplikasi Let It Flo Pengguna menginginkan aplikasi yang mudah dipahami dan dioperasikan Pengguna memerlukan akses mudah ke informasi saldo, riwayat transaksi, dan notifikasi tentang pembaruan atau promosi yang relevan Pengguna mungkin menginginkan berbagai opsi pembayaran untuk mengisi ulang saldo, seperti transfer bank, kartu kredit, atau e-wallet. Pengguna ingin memastikan ada dukungan yang responsif dan membantu jika terjadi masalah atau kesulitan dengan aplikasi. Aplikasi harus berfungsi dengan baik dan konsisten tanpa sering mengalami gangguan atau kesalahan teknis. Pengguna mungkin mencari fitur tambahan yang dapat meningkatkan pengalaman mereka, seperti integrasi dengan aplikasi navigasi, informasi lalu lintas real-time, atau diskon khusus bagi pengguna Sistem umpan balik yang memungkinkan pengguna untuk dengan mudah memberikan saran dan melaporkan masalah, serta melihat bagaimana umpan balik mereka digunakan untuk perbaikan Proses pendaftaran dan aktivasi yang sederhana dan cepat untuk menarik lebih banyak pengguna. Pengguna mungkin membutuhkan pengingat untuk mengisi ulang saldo sebelum mencapai jumlah minimum atau jatuh tempo pembayaran 10 Pengguna ingin aplikasi yang terus ditingkatkan dengan fitur-fitur baru dan perbaikan bug secara Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Ideate Dalam penelitian ini, tahap Ideate digambarkan dalam tabel Ideate untuk memaparkan solusi dari tahap define. Pada tabel di bawah ini menjadi dasar pembuatan Prototype aplikasi Let It Flo. Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Tabel 4. Ideate Table Solusi Kebutuhan aplikasi Let It Flo Menambahkan opsi metode pembayaran seperti virtual account, transfer bank, dan dompet digital. Menambahkan menu pembelian stiker rfid agar bisa di kirim ke tempat tujuan masing-masing. Menambahkan menu chat untuk pengaduan masalah penggunaan let It Flo. Menambahkan alternatif login untuk mengurangi kendala login Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Prototype Berikut adalah tampilan awal aplikasi let It Flo dan Prototype yang telah di buat penulis, sebagai Tampilan Awal Aplikasi Pada aplikasi Let It Flo terdapat halaman login, menu dashboard, menu lacak order, menu riwayat order, menu notifikasi, menu profile, menu fitur hubungi flo, dan menu metode pembayaran Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 2. Tampilan Awal Aplikasi Setelah memberikan kuesioner pada responden terdapat gambaran tentang aplikasi yang perlu dilakukan perbaikan sebagai berikut : Menu login : memerlukan penambahan alternatif login seperti dari gmail, facebook, atau apple pada aplikasi ios, sehingga mempermudah atau mengurangi kegagalan Menu dashboard : memerlukan penambahan order stiker untuk mempermudah pengguna dalam pembelian stiker yang dapat dikirimkan ke alamat pemesan. Menu Top Up Saldo : memerlukan penambahan metode pembayaran sebagai alternatif top up saldo jika terdapat kendala pada linkaja, serta penentuan harga pembelian Tampilan Prototype http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 Setelah Prototype telah disusun. Selanjutnya responden diminta mengisi kuesioner lanjut dalam menguji hasil Prototype seperti pada tabel IV. Peneliti menggunakan alat survei online yaitu Google Forms. Dalam kuesioner ini, peneliti mengajukan pertanyaan terkait profil responden untuk mengklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, kota domisili, dan pertanyaan System Usability Scale(SUS). Analisis Hasil Kuesioner System Usability Scale(SUS) Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 3. Skor Hasil Hitung SUS Berdasarkan Gambar 3, dapat diketahui bahwa kolom jumlah diperoleh dari akumulasi nilai kolom Q1 - Q10, dan nilai pada kolom tersebut dihitung dengan cara mengalikan jumlah dengan 2,5. Hasil akhir dari rata-rata seluruh nilai adalah sebesar 74 (Grade B). Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 3. Tampilan Prototype Dibawah ini adalah hasil Prototype yang telah di buat penulis dari kuesioner yang diterima dari responden, antara lain: Menu login : menu login ditambahkan alternatif login gmail, facebook, apple untuk ios guna mengurangi kendala pada login dan opsi login. Menu dashboard : menu dashboard ditambahkan menu order stiker yang dapat di pesan pengguna untuk pembelian stiker dan dikirimkan ke alamat pengguna. Menu top up saldo : menambahkan opsi top up saldo untuk pengguna lebih mudah memilih nominal top up saldo. Metode pembayaran : menambahkan metode pembayaran untuk top up saldo dan pemesanan order stiker untuk mengurangi opsi dan kendala pada metode pembayaran sebelumnya yang mana hanya terdapat pembayaran via linkaja. Test http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 4. SUS Score Hasil perhitungan nilai usability dari setiap responden menunjukkan bahwa Prototype aplikasi Let It Flo memiliki angka usability sebesar 74 (Grade B), yang menunjukkan kualitasnya sudah cukup baik. Sumber: (Primadani & Nurlela, 2. Gambar 5. SUS Score Gambar 5 memberikan hasil interpretasi lebih detail tentang aplikasi Let It Flo dari segi usability. Berdasarkan skor SUS-nya yang mencapai 74, sistem ini mendapat grade B dan berada pada peringkat persentil berkisar 65% Ae 69%. Aplikasi Let It Flo ini dikategorikan sebagai Good berdasarkan pendekatan Jurnal Infortech. Volume 7 No. 1 Juni 2025 E-ISSN 2715-8160 interpretasi sifat (Adjectiv. dengan tingkat (Acceptabl. yang artinya aplikasi ini memungkinkan bisa diterima secara umum oleh masyarakat. Namun, jika dilihat dari pendekatan interpretasi berdasarkan NPS, maka layanan ini termasuk dalam kategori passive, yang berarti para pengguna tidak menolak atau tidak ingin menggunakan layanan ini, namun mereka juga tidak terlalu menyukainya. Persepsi pengguna sebagai responden pada penelitian ini berada pada tingkat menengah. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan dari Perancangan Prototipe, sebagai berikut : Hasil pengujian usability menggunakan metode SUS menunjukkan total skor sebesar 74 setara dengan grade (B). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Aplikasi Let It Flo sudah cukup dapat diterima oleh pengguna. Berdasarkan penilaian menggunakan pendekatan interpretasi sifat (Adjectiv. , aplikasi Let It Flo masih dapat dikategorikan sebagai "Good" dengan tingkat penerimaan yang dapat diterima secara umum oleh Masyarakat. Apabila dilihat dari pendekatan interpretasi berdasarkan NPS, layanan ini termasuk dalam kategori "passive", di mana pengguna tidak menolak atau tidak memiliki keinginan kuat untuk menggunakan layanan ini, namun juga tidak terlalu menyukainya. Persepsi pengguna sebagai responden dalam penelitian ini berada pada tingkat menengah. REFERENSI