Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 KELAYAKAN USAHATANI PADI PADA AREAL SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI KECAMATAN SAKRA BARAT FEASIBILITY OF RICE FARMING IN THE FARMER FIELD SCHOOL AREA IN SAKRA BARAT DISTRICT Rosdiana 1. Rini Endang Prasetyowati 2. Dwi Haryati Ningsih 3. Muhammad Anwar 4 1,2,3,4 Universitas Gunung Rinjani rb92@gmail. com, 2 riniendang080881@gmail. com, 3 ugrdwi@gmail. com, 4 muh@gmail. Masuk: 29 Desember 2025 Penerimaan: 30 Desember 2025 Publikasi: 31 Desember 2025 ABSTRAK Upaya meningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan dengan penerapan teknologi bertani secara terpadu, seperti program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Tujuan penelitian, untuk mengetahui kelayakan usahatani padi pada Program SLPTT di Desa Pejaring. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat dengan pertimbangan tertentu bahwa. Desa Pejaring merupakan salah satu desa yang memiliki kelompok tani yang mendapat Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang ditentukan secara sensus. Data sekunder dan primer dikumpulkan dengan teknik survey dan wawancara langsung, kemudian dianalisis dengan metode cash flow analysis dan R/C ratio analysis. Kesimpulan penelitian bahwa, usahatani padi pada areal Program SLPTT di Desa Pejaring dengan nilai pendapatan sebesar Rp3. 000/LLG atau Rp3. 630/hektar, dinyatakan layak diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,38. Dampak pendampingan program SLPTT padi telah terjadi peningkatan produksi dan pendapatan petani di Kelompok Tani Batu Keliang. Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur. Kata kunci: Desa Pejaring. Kelayakan. SLPTT. Usahatani padi. ABSTRACT Efforts to improve farmer welfare can be carried out by implementing integrated farming technologies, such as the farmerAos Field School (FFS) program. The purpose of this study was to determine the feasibility of rice farming under the FFS program in Pejaring Village. The research location was deliberately chosen in the Batu Keliang Farmers Group. Pejaring Village. West Sakra District with certain considerations that Pejaring Village is one of the villages that has a farmer group that received the FarmerAos Field School (FFS) program with a total of 25 respondents determined by census. Secondary and primary data were collected using survey techniques and direct interviews, then analyzed using cash flow analysis and R/C ratio analysis methods. The conclusion of the study is that rice farming in the FFS Program in Pejaring Village with an income value of Rp3,651,000/LLG or Rp3,788,630/hectare, is declared feasible to be cultivated with an R/C ratio value of 1. The impact of the farmerAos Field School (FFS) program assistance has increased production and income of farmers in the Batu Keliang Farmers Group. Pejaring Village. West Sakra District. East Lombok Regency. Keywords: Pejaring Village. Feasibility. FFS. Rice Farming. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 PENDAHULUAN Sektor pertanian di Indonesia tidak hanya menjadi penyedia sumber pangan, tetapi sebagai isu sentral dalam berbagai kebijakan pemerintah. Fokus pada ketahanan pangan dengan padi (Oryza sativ. sebagai komoditas utama. Upaya meningkatkan kesejahteraan petani dapat dilakukan dengan penerapan kombinasi paket teknologi bertani intensif yang disebut AuSekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT)Ay. Target program ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kecakapan, serta penerapan metode pertanian berkelanjutan, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Pembangunan pertanian menjadi perhatian pemerintah karena dapat menopang sektor lain, dimana produk primer sektor pertanian menjadi bahan baku industri hulu dan agroindustri yang dapat menciptakan peluang kerja (Pratiwi et al. , 2. Kebijakan pengurangan subsidi faktor produksi pupuk usahatani padi telah merubah prospek pertanian di perdesaan, perekonomian petani semakin labil dampak dari produksi dan harga komoditas berbanding terbalik dengan modal usahatani (Ningsih & Anwar, 2. Selain itu, perubahan sangat masif terjadi pada struktur kepemilikan lahan Au<0,5 hektar=lahan sempitAy menggambarkan akses terhadap sumberdaya produktif dan tingkat kesejahteraan petani yang Secara ekonomis, keuntungan petani bersifat subsisten karena produksi berskala kecil (Iskandar et al. , 2. sementara itu konsumsi melonjak akibat ledakan penduduk yang semakin tidak terkendali (Usman et al. , 2. Farmer Field School (FFS) atau sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) sebagai sebuah bentuk kolaboratif petani maupun praktisi mengambil peran aktif menyokong pemerintah mengentaskan stagnisasi arus informasi terkait teknologi FFS muncul sebagai respons terhadap kesenjangan yang diakibatkan oleh penurunan layanan penyuluhan pertanian di seluruh dunia (Arnes et al. , 2. Edukasi model SLPTT merupakan model pendidikan non-formal untuk mengembangkan pemahaman dan keahlian petani menerapkan teknologi tepat guna sesuai kondisi sumberdaya setempat (Mikhael et al. Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur adalah satu daerah lumbung padi dengan produksi rata-rata gabah kering panen (GKP) 151. 740 kuintal tiap tahun, produktivitas yang dapat dicapai sebesar 6,4 ton/hektar (Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, 2. Faktor luas lahan menurut Dahiri & Tineke . merupakan penentu kemampuan produksi Swasembada pangan dalam negeri harus tetap stabil, pemerintah menggalakkan intensifikasi pertanian melalui Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi Sawah. Program SLPTT bertujuan mengembangkan potensi kelembagaan kelompok tani agar Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 teknologi usahatani dapat dijangkau, petani dapat mempertahankan produktivitas lahan dan usahatani, serta memutus kesenjangan adopsi inovasi (Sahwil et al. , 2025. Irawan et al. , 2. Pemerintah merevitalisasi sistem penyuluhan pertanian dengan memprogramkan sistem latihan dan kunjungan berbasis partisipatif guna menumbuhkan peran petani, yang menitikberatkan pada pendekatan pembinaan kelompok dalam rangka memudahkan pelayanan kepada petani dan mewujudkan terjadinya peningkatan produksi usahataninya khususnya pada tanaman padi (Rejeki et al. , 2. Adanya sistem pendampingan yang berkesinambungan oleh penyuluh tentunya diharapkan mampu meningkatkan produksi usahatani yang secara langsung dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani. Hal tersebut dapat dicapai petani dengan menerapkan hasil penyuluhan secara aktif serta menjalin komunikasi antar kelompok tani guna mendorong peningkatan hasil panen (Abdullatip et al. , 2. Implementasi dan evaluasi SLPTT padi sawah di Kecamatan Sakra Barat dapat dikaji melalui analisis kelayakan usahatani padi, hal ini dilakukan untuk meyakinkan keberhasilan dan capaian program SLPTT dari perspektif ekonomi mikro. Urgensi dari studi ini bahwa program SLPTT padi sawah mampu mempercepat pencapaian ketahanan pangan, meningkatkan kapabilitas dan pemberdayaan kelompok tani serta memberikan peningkatan kesejahteraan petani di level ekonomi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Mei tahun 2025 di Kelompok Tani Batu Keliang. Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur. Daerah penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa Desa Pejaring merupakan salah satu desa yang memiliki kelompok tani mendapat Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kecamatan Sakra Barat. Responden adalah anggota Kelompok Tani Batu Keliang sebanyak 25 orang yang ditetapkan secara sensus . ampling jenu. Menurut Sugiyono . teknik sensus melibatkan seluruh anggota populasi sebagai responden, dilakukan bilamana populasi relatif kecil (< 30 oran. Pengambilan jumlah sampel ini juga memenuhi kriteria populasi dengan jumlah yang terhingga/terbatas, sifat homogen melekat pada responden yang secara kuantitatif memiliki karakteristik sebagai sumber data yang jelas batas-batasnya (Amin et al. , 2. Sumber data sekunder dan primer dikumpulkan dengan teknik survei, wawancara langsung dan dokumentasi dalam waktu yang bersamaan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya, kemudian ditabulasi dan di analisis dengan Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 formulas cash flow analysis (Ningsih & Anwar, 2. BTt = BT Ae BV. PTt = HJ x JP . = PTt Ae BTt. Keterangan: BTt=Biaya total usahatani padi (Rp/musim tana. BT=Biaya tetap usahatani padi (Rp/musim tana. BV=Biaya variabel usahatani padi (Rp/musim tana. PTt=Penerimaan total usahatani padi (Rp/musim tana. HJ=Harga jual produksi padi (Rp/musim tana. JP=Jumlah penjualan padi (Rp/musim tana. PU=Pendapatan usahatani padi (Rp/musim tana. Kelayakan usahatani padi sawah pada Program SLPTT di analisis dengan R/C ratio analysis (Fikri et al. , 2. R(PT. Kelayakan usahatani = . C(BT. Keterangan: R = Revenue . enerimaan tota. C = Cost (Biaya tota. Ada tiga kriteria dalam perhitungan ini, yaitu: Jika R/C<1, maka usahatani tidak layak diusahakan. Jika R/C>1, maka usahatani layak diusahakan. Jika R/C=1, maka usahatani berada pada titik impas (Break Event Point HASIL DAN PEMBAHASAN Lahan pertanian sawah irigasi teknis di Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat seluas 310,29 hektar yang dikelola oleh 235 orang petani yang tergabung dalam lima kelompok tani. Salah satu kelompok tani yang memperoleh pendampingan Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) dari pemerintah yaitu Kelompok Tani Batu Keliang dengan jumlah anggota sebanyak 25 orang, lahan sawah seluas 22,56 hektar sebagai areal Rata-rata penguasaan lahan sawah petani peserta Program SLPTT yaitu seluas 0. hektar Aukategori luas lahan garapan sedangAy. Menurut Ningsih & Anwar, . bahwa, status kepemilikan dan luas lahan menjadi penting, sebab berdampak positif bagi keleluasaan petani untuk mengelola usahataninya, serta memperagakan teknologi budidaya yang diperoleh selama mengikuti Program SLPTT. Partisipasi petani memiliki peran penting dalam peningkatan produksi padi melalui pendekatan budidaya terpadu berbasis sekolah lapang di Desa Pejaring. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Petani peserta Program SLPTT di Desa Pejaring dominan berusia produktif sebanyak 21 orang . %) dan 4 . %) orang sudah berusia tidak produktif . arena > 60 tahu. Menurut pandangan Prasetyowati et al. , . profil internal petani khususnya usia menjadi penting dalam mendorong tercapainya tujuan Program SLPTT di Desa Pejaring, sebab keberlanjutan sektor pertanian dan produktivitas lahan sangat ditentukan oleh faktor usia petani. Temuan Anwar & Prasetyowati et al. , . bahwa untuk memperoleh hasil panen yang baik petani dituntut memiliki fisik yang kuat, pendapat Ningsih & Anwar . menegaskan, pengalaman serta fisik yang kuat dapat menopang mental dan kemampuan manajerial usahatani agar dapat produktif. Pendidikan petani pada Program SLPTT di Desa Pejaring yaitu sebanyak 14 orang menempuh pendidikan dasar (SD-SMP), berpendidikan SMA/SMK/Aliyah sebanyak 7 orang, dan pendidikan tinggi (S. sebanyak 4 orang. Artinya, sebagian besar petani hanya mengenyam pendidikan dasar/wajib belajar (SD-SMP) sebesar 56%. Pendidikan menjadi kunci utama keberhasilan transfer teknologi, pada umumnya petani dengan jenjang pendidikan yang rendah akan kesulitan mengadopsi teknologi yang akan berdampak pada kesejahteraan petani (Prasetyowati et al. , 2. Kajian Iskandar et al. , . mengungkap bahwa, petani dengan pendidikan SMA hingga perguruan tinggi akan semakin selektif dalam memilih jenis pekerjaan di desa, sehingga kemungkinan mereka akan memilih jenis pekerjaan lain di kota yang lebih menjanjikan. Namun demikian, di lokasi penelitian petani memilih jenis pekerjaan bertani bukan karena terpaksa, melainkan sebagai profesi utama menafkahi keluarga. Hal ini disebabkan bertani memberikan berkah dan sumber penghasilan pokok rumah tangga petani di Desa Pejaring, mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian (Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, 2. Sebagian besar penduduk di Kabupaten Lombok Timur berprofesi sebagai petani, peternak atau bekerja di sektor pertanian (Amni et al. , 2025. Lestari et al. , 2025. Prasetyowati et al. , 2. Keberhasilan Program SLPTT di Desa Pejaring yang dilaksanakan di Kelompok Tani Batu Keliang didukung oleh partisipasi aktif petani mengikuti rangkaian kegiatan, serta peran penyuluh yang komunikatif dan pilihan metode penyuluhan yang tepat sehingga petani menjadi termotivasi untuk belajar dan mengembangkan potensi diri, kelembagaan kelompok tani maupun lahan pertanian (Gaib et al. , 2. Untuk memaksimalkan capaian kognitif dan keterampilan petani diutamakan menggunakan pendekatan learning by doing, sebab pendekatan tersebut menimbulkan feedback yang nyata (Anwar et al. , 2. Peran aktif penyuluh dan petani di lapangan sangat menentukan keberhasilan program SLPTT padi sawah. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Biaya dan Pendapatan Usahatani Tani Program SLPTT Biaya produksi usahatani padi adalah keseluruhan atau total biaya yang dikeluarkan oleh petani selama proses produksi satu kali musim tanam padi, yang dikelompokkan menjadi komponen biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. (Mustar et al. , 2. Rician komponen masing-masing biaya produksi usahatani padi sawah pada areal sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu sebagai berikut: Tabel 1. Rata-rata Biaya Tetap Usahatani Program SLPTT Di Desa Pejaring. No. Biaya Tidak Tetap LLG (R. Benih Pupuk - Urea - Ponska - ZA - Organik Pestisida Tenaga Kerja - Pengolahan Tanah - Penanaman - Penyiangan - Pemupukan - PHT (Penyemprota. - Panen Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2025. Komponen . ixed Ha (R. Rp3. 750/hektar/musim tanam atau . ,50%) dari total komponen biaya tetap. Gaji pengelola dihitung 10% dari penerimaan usahatani selama satu kali musim tanam. Hal ini merujuk pada konsep return to management, suatu usaha memerlukan imbalan jasa pengelolaan, dimana petani itu sendiri berperan sebagai manajer sehingga layak diganjar penghargaan alokasi pembiayaan (Fikri et al. , 2. Perhitungan biaya pengelolaan ini menggambarkan situasi usahatani padi sebagai badan usaha meskipun berskala kecil, akan tetapi tetap membutuhkan keahlian atau fungsi manajerial (Soekartawi, 2006. Manajemen yang baik dapat menunjang operasional usahatani, hal ini dapat dibuktikan dengan produksi dan kontribusinya terhadap perekonomian rumahtangga petani di perdesaan (Anwar, 2023. Ningsih & Anwar. Biaya penyusutan alat dan pajak lahan nilainya relatif kecil. Karena jenis alat yang digunakan sederhana dan tidak semua petani responden yang memiliki alat tersebut seperti hand sprayer dan traktor. Adapun biaya rata-rata penyusutan alat yang dialokasikan tiap musim tanam sebesar Rp80. 920/LLG atau Rp202. 300/hektar. Pajak lahan sebesar Rp31. 104/LLG atau Rp77. 760/hektar. Sedangkan bunga modal untuk tiap musim tanam rata-rata sebesar Rp166. 346/LLG atau Rp415. 865/hektar. Ketentuan bunga modal menggunakan KUR/KUT Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 yang berlaku di lokasi penelitian. Tabel 2. Rata-rata Biaya Tidak Tetap Usahatani Program SLPTT Di Desa Pejaring. No. Biaya Tidak Tetap LLG (R. Benih Pupuk - Urea - Ponska - ZA - Organik Pestisida Tenaga Kerja - Pengolahan Tanah - Penanaman - Penyiangan - Pemupukan - PHT (Penyemprota. - Panen Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2025. Ha (R. Biaya tidak tetap . ariable cos. yang dikeluarkan petani peserta Program SLPTT di Desa Pejaring sebesar Rp4. 700/LLG atau Rp12. 750/hektar. Biaya paling besar untuk variable cost adalah faktor produksi tenaga kerja sebesar Rp3. 600/LLG atau Rp9. 500/hektar. Komponen biaya tenaga kerja paling tinggi adalah biaya panen dan pengolahan lahan. Biaya pengolahan lahan relatif tinggi karena pengolahan tanah dilakukan dengan cara pembajakan berulang menggunakan traktor diserta dengan bahan bakar yang cukup mahal. Sebagian besar petani di lokasi penelitian melakukan olah tanah sempurna pada tiap-tiap musim tanam, khususnya pada tanaman padi. Untuk biaya pemupukan sebesar Rp996. 100/LLG atau Rp2. 250/hektar. Dosis anjuran yang rekomendasikan Hartono et al. , . untuk wilayah Kabupaten Lombok Timur-NTB yaitu pupuk Urea 253 kg/hektar. NPK 147 kg/hektar. ZA 40kg/hektar. KCL 5 kg/hektar. SP36 4 kg/hektar. Penggunaan pupuk anorganik sebaiknya dikombinasikan dengan pupuk organik . adat dan cai. , sebab kandungan mikroba pada pupuk organik dapat meningkatkan sifat biologis tanah dalam meningkatkan porositas, sirkulasi udara, kadar lengas tanah dan kapasitas tukar kation (Anwar et al. , 2. Benih yang digunakan oleh semua petani dalam penelitian ini adalah benih unggul varietas INPARI 32 dengan harga rata-rata sebesar Rp14. 000/kg, total biaya benih Rp141. 200/LLG atau Rp353. 000/hektar. Temuan Mustar et al. , . Ningsih & Anwar . menyatakan bahwa, penggunaan varietas INPARI 32 khususnya oleh petani di wilayah Lombok Timur terbukti dapat beradaptasi pada cekaman kekeringan, tahan terhadap serangan beberapa jenis OPT, hasil produksi mendekati potensi optimal, dan petani sudah Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 terbiasa menggunakan varietas tesebut. Petani menyatakan, penggunaan varietas INPARI 32 dan pestisida berdasarkan saran dan anjuran penyuluh. Sedangkan penggunaan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit yaitu Virtaco. Antracol. Prevaton. Siputek/Siputox. Swallow dan Regent dengan alokasi biaya sebesar Rp244. 120/LLG atau Rp610. 300/hektar. Penggunaan jenis pestisida disesuaikan dengan jenis hama, penyakit, dan gulma yang menyerang tanaman padi, dan selalu dikonsultasikan dengan penyuluh agar pemakaiannya tidak menimbulkan resistensi, resurjensi, bahaya bagi petani maupun lingkungan. Biaya penyiangan dan pemupukan pada penelitian ini relatif kecil. Kegiatan penyiangan biasanya menggunakan tenaga kerja wanita, sebab ongkos tenaga kerja wanita lebih murah, yaitu sebesar 70. 000/hari sedangkan untuk ongkos setengah hari berkisar antara Rp30. hingga Rp35. 000/hari. Jenis pekerjaan penyiangan pada usahatani padi tergolong pekerjaan yang Sedangkan untuk ongkos tenaga kerja laki-laki sebesar Rp80. 000/hari. Untuk menghemat biaya tenaga kerja petani juga memanfaatkan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK), meskipun untuk beberapa jenis pekerjaan terkadang mereka kurang terampil. Meskipun demikian, keberadaan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) sangat membantu petani dalam hal penghematan anggaran pengeluaran usahatani padi di Kecamatan Sakra Barat. Penggunaan tenaga kerja dalam keluarga (TKDK) dimaksudkan juga untuk memberikan pelatihan dan pengalaman bagi anggota keluarga, agar nantinya memiliki kebiasaan dan keterampilan yang memadai jika mereka melanjutkan usahatani. Total biaya produksi merupakan penjumlahan antara biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariable cos. per musim tanam. Tabel 3. Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Pada Program SLPTT di Desa Pejaring. No. Biaya Produksi LLG (R. Biaya tetap . ixed cos. Biaya tidak tetap . ariable cos. Jumlah Sumber: data primer diolah, 2025. Ha (R. Total biaya produksi usahatani padi pada Program SLPTT di Desa Pejaring sebesar Rp9. 370/LLG atau Rp24. 425/hektar. Biaya tetap lebih tinggi dari pada biaya sarana produksi . iaya tidak teta. , hal disebabkan karena pada biaya tetap terdapat komponen biaya pengolahan lahan dan gaji pengelola cukup tinggi dibandingkan dengan komponen biaya yang Asumsi menghitung biaya gaji pengelola didasarkan bahwa usahatani padi di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring bukan bersifat subsisten, tetapi merupakan usahatani komersial. Selama empat bulan . usim tanam pad. petani harus mengalokasikan anggaran untuk usahatani senilai Rp2. 593/LLG/bulan atau Rp6. 606/hektar/bulan. Perhitungan gaji pengelola Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 didasarkan pada pendapat Fikri et al. , . Mustar et al. , . bahwa, petani berperan sebagai pemilik sekaligus sebagai manajer/ pengelola usahatani yang dijalankan. Nilai produksi diperoleh dengan mengalikan jumlah produksi padi . abah kering pane. dengan harga perolehan pada saat panen berlangsung yang berlaku di lokasi penelitian. Tabel 4. Nilai Produksi. Pendapatan. Kelayakan Usahatani Padi Sawah Pada Program SLPTT di Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat. No. Uraian Rata-rata LLG Rata-rata Hektar Produksi . Harga (R. Nilai Produksi (R. Pendapatan (R. Kelayakan (R/C rati. 1,38 1,38 Sumber: data primer diolah, 2025. Produksi yang diperoleh yaitu sebesar 6. 205 kg/hektar, masih tergolong produksi rendah. Artinya, kemampuan lahan pertanian khususnya agroekosistem sawah di Kecamatan Sakra Barat di bawah potensi hasil varietas INPARI 32 yang direkomendasikan di wilayah setempat yaitu mencapai 6,5 ton per hektar (Ningsih & Anwar, 2. , selisih produksi sebesar 295 kg/ha. Potensi Kementan varietas INPARI 32 dengan produksi 7-8 ton per hektar dengan umur relative pendek 106 hari (Trihusodo, 2. Capaian hasil produksi ini perlu ditingkatkan lagi dengan alokasi faktor input yang optimal sesuai dengan evaluasi usahatani musim tanam ini. Kelayakan usahatani padi sawah pada Program SLPTT di Desa Pejaring dinyatakan AuLayak diusahakanAy karena nilai RCR (R/C Rati. > dari 1 yaitu 1,38. Berarti, setiap input Rp1,00 akan memberikan keuntungan sebesar Rp0,38. Meskipun tergolong relatif kecil keuntungan yang diperoleh, ini sesuai dengan kriteria pengambilan keputusan kelayakan Beberapa temuan penelitian sebelumnya yang selaras dengan temuan ini yaitu Fikri et , . Leovita et al. , . Nashruddin . Setiawan & Fitriana . menyatakan bahwa, nilai R/C ratio apabila menunjukkan lebih dari satu, maka usahatani padi dikatakan layak untuk diusahakan. Hal ini juga menandakan bahwa tingkat keberhasilan adopsi teknologi yang diserap oleh petani dari Program SLPTT harus lebih intensif dilakukan agar produktivitas lahan dan usahatani dapat ditingkatkan. Sejalan dengan pendapat Rejeki et al. , . bahwa, partisiasi aktif petani dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan SLPTT dan model komunikasi yang dibangun penyuluh dapat mendukung serapan teknologi yang interoduksikan. Indikator keberhasilan intensifikasi pertanian berdasarkan pendapat Fadwiwati & Asaad . Prasetyowati et al. , . dapat dilihat dari dampak pendampingan program SLPTT padi telah terjadi peningkatan produksi dan pendapatan petani. Menurut Abdullatip et al. , . Anwar Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 & Hakikah . dukungan paket teknologi kombinasi faktor input yang maksimal dan kelembagaan dapat menunjang peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi. Teknologi usahatani padi yang direkomendasikan dari hasil implementasi Program SLPPT menjadi panduan petani dalam pengelolaan usahatani secara terpadu berdasarkan spesifikasi lokasi dan sudah dibuktikan hasilnya (Azmi et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa usahatani padi sawah pada areal Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat dengan nilai biaya usahatani padi sebesar Rp9. 370/LLG atau Rp24. 425/hektar, pendapatan sebesar Rp3. 000/LLG atau Rp3. 630/hektar dan dinyatakan layak untuk diusahakan dengan nilai RCR sebesar1,38. Program SLPTT padi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani di Kelompok Tani Batu Keliang. Desa Pejaring Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur. Dukungan paket teknologi kombinasi faktor input produksi yang maksimal, kelembagaan serta partisipasi semua pihak agar usahatani padi terus berkalnjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terima kasih kepada mitra penelitian Kelompok Tani Batu Keliang Desa Pejaring. UPTPP Kecamatan Sakra Barat. PEMDES Pejaring. LPPM UGR, dan BPPM FP-UGR atas kerjasama serta partisipasi sehingga penelitian dapat diselesaikan dan dapat merekomendasikan hasil kajian yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan pertanian. DAFTAR PUSTAKA