ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 DEVELOPMENT OF VIDEO VIRTUAL REALITY-BASED LEARNING MEDIA FOR PREECLAMPSIA AND ECLAMPSIA CASES IN CLINICAL CLERKSHIP Sofyan Andri1. Renardy Reza Razali1. Yossi Mariati2. Olivia Makmur1 1Obstetric and Gynaecology Department. Medical Faculty. Universitas Riau. Pekanbaru - Indonesia 2Neurology Department. Medical Faculty. Universitas Riau. Pekanbaru - Indonesia *Sofyan Andri, contact: sofyan. andri@lecturer. ABSTRACT Background: preeclampsia and eclampsia are high-risk pregnancy complications that can endanger both the mother and the fetus. The lack of clinical experience among young doctors in managing these conditions can impact their decision-making skills and patient management. Aims: the aims of this study to give innovative solution to enhance their competence in learning about preeclampsia and eclampsia with Virtual Reality (VR)-based learning media Methods: The method used in developing this media is the ADDIE model (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , which uses a mixed quantitative and qualitative approach. VR media is developed by presenting interactive simulations that allow users to experience various clinical situations realistically and deeply. Results: Statistical analysis shows that the learning method using VR provides significant advantages in improving theoretical understanding, practical skills, and confidence of clinical clerkship compared to conventional learning methods. These results support the research hypothesis that the use of VR is more effective in the context of learning preeclampsia and eclampsia. Conclusion: the development of VR-based media has the potential to become an innovative tool supporting medical education, particularly in enhancing the preparedness of young doctors in managing critical obstetric cases Keywords: Virtual Reality. Learning Media. Pre-eclampsia. Eclampsia. Clinical clerkship ABSTRAK Latar belakang: preeklamsia dan eklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang berisiko tinggi dan dapat membahayakan nyawa ibu serta janin. Minimnya pengalaman klinis dokter muda dalam menangani kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan serta penatalaksanaan pasien. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, serta mengevaluasi efektivitas simulasi VR dalam pembelajaran kasus preeklamsia dan eklamsia bagi dokter muda Metode: metode yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. dengan pendekatan campuran kuantitatif dan Media VR dikembangkan dengan menyajikan simulasi interaktif yang memungkinkan pengguna mengalami berbagai situasi klinis secara realistis dan mendalam. Hasil: penggunaan VR dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman teoretis, keterampilan diagnostik, serta rasa percaya diri dokter muda dalam menangani pasien dengan preeklamsia dan Kesimpulan: pengembangan media berbasis VR ini berpotensi menjadi inovasi yang mendukung pendidikan kedokteran, khususnya dalam meningkatkan kesiapan dokter muda dalam menghadapi kasus obstetri kritis. Kata kunci: Virtual Reality. Media Pembelajaran. Preeklamsia. Eklamsia. Dokter Muda Universitas Batam Batam Batam Page 136 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 PENDAHULUAN Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin di dunia. Menurut WHO . , komplikasi ini menyumbang sekitar 10-15% dari total kematian ibu secara global. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah seperti gagal organ, eklamsia berat, hingga kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam serta keterampilan klinis dalam menangani kondisi ini sangat diperlukan bagi tenaga medis, terutama dokter muda yang sedang dalam tahap pendidikan klinis. Dalam kedokteran, pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) telah berkembang pesat. Plomp & Nieveen . menyebutkan bahwa VR memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam melalui simulasi interaktif yang memungkinkan pengguna mengalami situasi klinis secara langsung tanpa risiko terhadap pasien nyata. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Herlambang . menunjukkan bahwa 100% mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret yang menggunakan VR dalam pembelajaran merasa lebih terbantu dibandingkan metode konvensional. METODE PENELITIAN Populasi Populasi penelitian terdiri dari dokter muda, yaitu mahasiswa co-assistant Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang sedang menjalani stase Obstetri dan Ginekologi. Prosedur Pengambilan Sampel Pada periode stase pertama, terdapat 34 dokter muda yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 17 orang . onvensional VR). Untuk memperbanyak sampel, pada periode berikutnya . minggu kemudia. diambil sampel 32 dokter muda yang dibagi Universitas Batam Batam Batam menjadi 2 kelompok, masing-masing 16 Sehingga total peserta penelitian adalah 66 orang dengan distribusi yang sama . peserta pada masing-masing Untuk menjaga keseimbangan distribusi, berdasarkan pertimbangan IPK . inggi dan renda. , jenis kelamin, usia, dan jumlah rotasi stase yang sudah dilewati, subjek penelitian dibagi dan dimasukkan secara acak ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pembelajaran konvensional dan kelompok pembelajaran menggunakan Virtual Reality (VR). Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pada dua kelompok untuk mengevaluasi pengaruh metode pembelajaran terhadap pemahaman teori, pemahaman praktikal, dan rasa percaya diri dokter muda dalam menangani pasien dengan preeklamsia dan eklampsia. Materi yang dipaparkan serta staff pengajar adalah sama untuk kedua kelompok, sehingga perbedaan yang terjadi hanya terletak pada metode penyampaian ilmu. Kelompok kontrol: 17 dokter muda konvensional pada periode pertama dan 16 dokter muda yang mengikuti periode kedua. Pembelajaran dilakukan menggunakan PowerPoint disertai Kelompok intervensi: 17 dokter muda yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Virtual Reality (VR) pada periode pertama dan 16 dokter muda yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Virtual Reality (VR) pada periode kedua. Pembelajaran dilakukan melalui simulasi kondisi pasien secara visual yang ditampilkan pada layar untuk observasi bersama, dilanjutkan dengan diskusi, dan diakhiri dengan praktik individu menggunakan Page 137 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 teknologi VR untuk mensimulasikan kondisi lapangan. Instrumen Penelitian Terdapat tiga instrumen utama untuk mengukur outcome penelitian: Pemahaman Teori: Diukur melalui 15 soal pilihan ganda (MCQ). Pemahaman Praktikal: Dinilai melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Rasa Percaya Diri: Diukur menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Kuesioner Rasa Percaya Diri: Sebelum digunakan, kuesioner akan diuji validitasnya melalui analisis konstruk/faktor dan reliabilitasnya menggunakan CronbachAos alpha. OSCE: Akan dilakukan uji inter-rater reliability menggunakan CohenAos kappa untuk memastikan konsistensi penilaian antar evaluator. MCQ: Uji coba awal . ilot tes. dapat dilakukan untuk memastikan tingkat kesulitan dan diskriminasi soal Prosedur Pengumpulan Data Peserta akan mengikuti tes pretest pada pembelajaran . aik secara konvensional maupun dengan VR) khusus pada materi pre-eklampsia dan eklampsia, dan akhirnya mengikuti posttest yang meliputi: 15 soal MCQ untuk mengukur pemahaman teori. Total skor masing-masing Universitas Batam Batam Batam OSCE untuk menilai pemahaman Kuesioner skala Likert untuk percaya diri. Analisis Data Uji Normalitas: Data akan diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk memastikan bahwa asumsi distribusi normal Uji Homogenitas: Uji homogenitas varians LeveneAos Test dilakukan untuk memastikan bahwa kedua kelompok memiliki variansi yang setara. Analisis Komparatif: Perbandingan antara kelompok konvensional dan kelompok VR dilakukan dengan menggunakan independent t-test pada masingmasing aspek . emahaman teori, pemahaman praktikal, dan rasa percaya dir. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum perbandingan antar kelompok, data skor masing-masing . emahaman praktikal/OSCE, dan rasa percaya dir. diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk Test. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai p > 0,05 pada ketiga variabel, yang mengindikasikan bahwa distribusi data masing-masing skor tidak berbeda secara signifikan dari distribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas terpenuhi sehingga analisis parametrik . ndependent t-tes. dapat digunakan. Page 138 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tabel 1. Hasil Uji Normalitas (Shapiro-Wilk Tes. Variabel Nilai Statistik W p-value Interpretasi Pemahaman Teori (MCQ) Data terdistribusi normal Pemahaman Praktikal (OSCE) 0. Data terdistribusi normal Rasa Percaya Diri Data terdistribusi normal Untuk memastikan konsistensi internal masing-masing instrumen pengukuran, dilakukan uji reliabilitas menggunakan CronbachAos alpha. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai sebagai berikut: MCQ (Pemahaman Teor. : = OSCE (Pemahaman Praktika. = 0. Kuesioner Rasa Percaya Diri (Skala Liker. : = 0. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa masing-masing instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang baik . mumnya nilai > 0,70 dianggap memenuhi standa. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Instrumen CronbachAos Alpha MCQ (Pemahaman Teor. OSCE (Pemahaman Praktika. Kuesioner Rasa Percaya Diri Setelah memastikan data memenuhi asumsi normalitas dan instrumen terbukti reliabel, dilakukan analisis perbandingan menggunakan independent t-test untuk masing-masing aspek yang diuji. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan peningkatan skor pada kelompok VR dibandingkan kelompok konvensional sebagai berikut: Universitas Batam Batam Batam Interpretasi Reliabilitas baik Reliabilitas baik Reliabilitas baik Pemahaman Teori: Kelompok VR menunjukkan peningkatan skor kelompok konvensional. Pemahaman Praktikal (OSCE): Kelompok peningkatan skor sekitar 22%. Rasa Percaya Diri: Kelompok VR menunjukkan peningkatan skor sekitar 28%. Page 139 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Tabel 3. Hasil Analisis Perbandingan Antar Kelompok (Independent t-tes. Kelompok Konvensional . Variabel Pemahaman Teori (MCQ) Pemahaman Praktikal (OSCE) Rasa Percaya Diri Kelompok tpVR . value value Interpretasi Peningkatan skor Mean = 70. SD = Mean = 81. % lebih 21 <0. SD = 7. pada kelompok VR. Peningkatan skor Mean = 72. SD = Mean = 88. % lebih 15 <0. SD = 6. pada kelompok VR. Peningkatan skor Mean = 65. SD = Mean = 83. % lebih 05 <0. SD = 6. pada kelompok VR. Interpretasi Hasil: Pemahaman Teori: Hasil independent t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok konvensional dan kelompok VR . = 5. 21, p < 0. Kelompok VR memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi, dengan peningkatan sekitar 17% dibandingkan kelompok konvensional. Hal ini mengindikasikan bahwa mengenai pre-eklampsia dan eklampsia. Pemahaman Praktikal (OSCE): Analisis juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok . = 15, p < 0. Peningkatan skor sekitar 22% pada kelompok VR menunjukkan bahwa simulasi VR dapat mengasah keterampilan praktikal secara lebih efektif. Rasa Percaya Diri: Pada aspek kepercayaan diri, perbedaan skor antara kelompok VR dan konvensional juga signifikan . = 7. 05, p < 0. dengan peningkatan skor sebesar 28% pada kelompok VR. Ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran VR tidak hanya Universitas Batam Batam Batam meningkatkan pemahaman konseptual dan praktikal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri dokter muda dalam menangani DISKUSI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan media pembelajaran Video Virtual Reality (VR) untuk kasus preeklampsia-eklampsia memperoleh skor pemahaman teoretis, keterampilan praktikal (OSCE), dan rasa percaya diri yang lebih tinggi dibanding kelompok pembelajaran konvensional. Temuan ini konsisten dengan gambaran umum efektivitas VR dalam pendidikan kedokteran, di mana VR memungkinkan mahasiswa mengalami skenario klinis yang realistis dan aman . e Jong et al. , 2025. Visan et al. , 2025. De Jong et al. menyatakan bahwa VR merupakan tambahan yang berharga dalam pendidikan kebidanan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa melalui simulasi nyata tanpa risiko pasien. Oleh karena itu, peningkatan hasil belajar pada kelompok VR yang kami amati memperkuat kepercayaan bahwa teknologi ini mampu Page 140 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 meningkatkan mutu pembelajaran klinik . e Jong et al. , 2. Dalam aspek pengetahuan teoretis, meningkatkan skor pemahaman teori Meta-analisis Car et al. meningkatkan skor pengetahuan pascapembelajaran tradisional (SMDOO0,. (Kyaw Bhone Myintand Saxena, 2. Temuan serupa diperoleh oleh Sung et al. yang menemukan peningkatan signifikan skor (SMD=0,. pembelajaran berbasis VR (Sung et al. Bahkan dalam konteks keperawatan, meta-analisis BMC . menunjukkan kenaikan besar pada skor pengetahuan teoritis mahasiswa yang menggunakan VR (SMD=0,. (Liu et al. , 2. Meskipun demikian. Ryan et al. menemukan bahwa peningkatan pengetahuan antara (VR/AR) pembelajaran konvensional cenderung Perbedaan hasil antar-studi ini dapat disebabkan oleh variasi konten, durasi pelatihan, dan tingkat imersi VR. Secara mengindikasikan bahwa media VR mampu mendukung pemahaman teori secara lebih interaktif, sehingga selaras dengan peningkatan skor teoretis yang kami temukan pada kelompok VR. Dari segi keterampilan praktikal (OSCE), kelompok VR juga menunjukkan performa lebih unggul. Hasil ini didukung oleh meta-analisis di bidang keperawatan yang melaporkan peningkatan signifikan (SMD=0,. pada pembelajaran berbasis VR dibanding metode tradisional (Liu et al. Selain itu, studi khusus kebidanan menunjukkan efek positif VR pada keterampilan klinis: misalnya. Falcone et al. melaporkan bahwa simulasi VR meningkatkan keterampilan psikomotorik dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menangani kasus distosia bahu . Demikian pula. Kane et al. dan Jeong et al. menemukan bahwa pelatihan VR Universitas Batam Batam Batam mahasiswa dalam skenario persalinan Peningkatan keterampilan ini mungkin berasal dari fitur VR yang memungkinkan latihan berulang dalam lingkungan terkendali dan feedback langsung, sesuatu yang sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, hasil OSCE yang lebih tinggi pada kelompok VR mendukung hipotesis bahwa media efektif untuk pembelajaran keterampilan klinis berisiko (Visan et al. , 2025. Rasa percaya diri peserta dalam menerapkan pengetahuan juga lebih tinggi pada kelompok VR. Hal ini sesuai dengan berbagai studi sebelumnya. misalnya Kim et al. melaporkan peningkatan signifikan kepercayaan diri peserta dalam melakukan prosedur seksio sesarea dan penanganan PROM setelah pelatihan VR. Jeong et al. juga menemukan peningkatan confidence pada mahasiswa keperawatan dalam simulasi persalinan. Sebuah meta-analisis oleh Sung et al. kepercayaan diri (SMD=0,. dan kepuasan peserta (SMD=0,. pada pembelajaran berbasis VR. Kenaikan rasa percaya diri ini dapat dijelaskan melalui teori self-efficacy Bandura, di mana sukses meningkatkan keyakinan diri peserta Keuntungan inilah yang membuat mahasiswa di kelompok VR kami merasa lebih siap menghadapi kasus preeklampsiaeklampsia nyata di lapangan (Sung et al. Visan et al. , 2025. Secara pembelajaran berbasis VR memang didukung oleh banyak penelitian tetapi tidak sepenuhnya seragam. Tudor Car et al. mencatat bahwa meski VR keterampilan secara signifikan dibanding metode tradisional, temuan terhadap aspek sikap dan kepuasan masih bervariasi. Ryan et al. bahkan menemukan bahwa perolehan pengetahuan bisa setara antara Page 141 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 metode immersif dan tradisional, meski pengalaman belajar . lebih tinggi pada VR. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan VR tergantung pada desain pembelajaran, materi, dan cara Namun demikian, temuan meta-analisis menunjukan efek positif VR pada banyak outcome pembelajaran . engetahuan, keterampilan, kepuasa. , sehingga temuan penelitian kami yang serupa memperkuat konsensus tersebut (Kyaw Bhone Myintand Saxena, 2019. Liu et al. , 2023. Sung et al. , 2. Keunggulan penggunaan VR dalam lingkungan simulasi yang imersif dan interaktif, sehingga mahasiswa dapat mengalami skenario klinis kompleks tanpa risiko pada pasien nyata. De Jong et al. melaporkan 90% mahasiswa mengapresiasi nilai edukatif modul VR kebidanan, meski menyadari tantangan biaya dan logistik pembuatannya. Selain itu. Sung et al. menyoroti bahwa penggunaan VR dapat mengurangi kendala sumber daya pembelajaran konvensional seperti waktu, ruang, dan biayaAiVR penggunaan pasien standar atau manekin berfidelitas tinggi. Kendati demikian, penerapan VR juga menemui hambatan seperti kebutuhan investasi awal yang besar dan kesulitan dalam mengadaptasi skenario setelah implementasi. Oleh karena itu, meskipun VR menjanjikan, penggunaannya harus dipertimbangkan bersama dengan strategi pendidikan yang komprehensif . e Jong et al. , 2025. Kyaw Bhone Myintand Saxena, 2019. Sung et al. , 2. Dibandingkan dengan penelitianpenelitian terdahulu dalam dekade terakhir, hasil ini sejalan dengan tren peningkatan penerimaan VR di pendidikan kedokteran. Beberapa studi sistematik dan eksperimen baru-baru ini memperlihatkan peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri peserta di bidang obstetri melalui pelatihan VR. Hasil BMC Medical Education . yang menunjukkan superioritas VR dalam Universitas Batam Batam Batam penguasaan materi dan keterampilan praktis, serta Visan et al. yang menyebut VR potensial meningkatkan Perbedaan muncul dalam konteks detail penelitianAimisalnya kebidanan menekankan VR meningkatkan kesiapan klinis spesifik seperti handling PPH atau distosia bahu. Penelitian kami melengkapi temuan-temuan ini dengan menitikberatkan pada kasus preeklampsiaeklampsia, sehingga memberikan bukti tambahan bahwa VR dapat diterapkan efektif pada skenario emergensi obstetri yang kompleks (Sung et al. , 2024. Visan et , 2025. Kontribusi penelitian ini terletak pada inovasi media pembelajaran berbasis video VR khusus untuk kasus preeklampsiaeklampsia dalam program Clinical Clerkship. Penerapan modul VR ini memperkaya metodologi pengajaran klinis, dengan menawarkan pendekatan baru selain simulasi konvensional dan kuliah Sebagai modul yang dihasilkan, studi kami menunjukkan bahwa skenario VR dapat disesuaikan untuk kasus spesifik kebidanan berisiko tinggi, menambah khasanah bahan ajar berbasis teknologi. Hasil pengembangan kurikulum kedokteran yang lebih adaptif terhadap inovasi digital, di mana VR dapat menjadi alat bantu untuk Hal ini sejalan dengan inisiatif global yang mendorong integrasi simulasi digital dan e-learning dalam pendidikan medis mutakhir. Implikasi praktis dari temuan ini cukup luas. Media VR yang dikembangkan dapat digunakan sebagai bagian dari pelatihan preklinis atau klinis, misalnya untuk persiapan ulangan OSCE atau simulasi klinis sebelum menghadapi pasien Penerapan VR di lingkungan kesiapsiagaan mahasiswa dan mengurangi kecemasan mereka menghadapi prosedur Selain itu, pelatihan VR dapat Page 142 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 diterapkan secara kolaboratif antara fakultas kedokteran dengan rumah sakit pengajar, mengurangi batasan lokasi dan waktu . isal pembelajaran hibrid saat Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada transformasi inovatif pendidikan kedokteran yang lebih interaktif dan student-centered, serta berpotensi meningkatkan kualitas lulusan kedokteran dalam menangani komplikasi kehamilan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dicermati. Sampel studi mungkin terbatas pada satu institusi sehingga generalisasi ke skala lebih luas perlu diuji. Selain itu, efek jangka panjang pembelajaran VR . isalnya retensi pengetahuan setelah berbulan-bula. belum Pembuatan media VR juga memerlukan sumber daya teknologi dan pelatihan khusus, faktor yang belum diukur pengaruhnya dalam penelitian ini. Keterbatasan-keterbatasan ini telah diakui dalam studi sejenis. De Jong et al. menyoroti tantangan investasi awal dan penyesuaian konten setelah peluncuran, sementara meta-analisis menekankan kebutuhan RCT berkualitas tinggi dan sampel besar untuk validasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan multi-senter, durasi pengamatan lebih panjang, dan variasi materi VR untuk menguatkan temuan saat ini (Kyaw Bhone Myintand Saxena, 2019. Visan et al. , 2025. Di masa depan, pengembangan lebih lanjut media VR ini bisa mencakup peningkatan fitur interaktif, seperti skenario multi-pengguna dan pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan. Integrasi augmented reality (AR) juga dapat meningkatkan imersi klinis. Uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang lebih luas sangat dibutuhkan untuk menilai efektivitas VR dibanding metode lain dalam berbagai sub-kasus obstetri. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi dampak penggunaan VR pada kinerja klinis nyata . isalnya outcome pasie. dan adaptasinya Dengan kemajuan teknologi, media pembelajaran Universitas Batam Batam Batam berbasis VR berpotensi menjadi standar baru dalam pelatihan kedokteran yang mengoptimalkan perpaduan antara teori dan praktik klinis mutakhir (Visan et al. KESIMPULAN Penelitian ini diketahui bahwa metode pembelajaran menggunakan VR lebih efektif dalam konteks pembelajaran pre-eklampsia dan eklampsia. Hal tersebut terbukti dari peningkatan skor pada pemahaman teori . %), keterampilan praktikal . %), dan rasa percaya diri dokter muda . %) dibandingkan dengan Sehingga, pengembangan media berbasis VR ini berpotensi menjadi inovasi yang khususnya dalam meningkatkan kesiapan dokter muda dalam menghadapi kasus obstetri kritis SARAN Integrasi dalam Kurikulum: Media pembelajaran VR harus diintegrasikan Pengembangan Lebih Lanjut: Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan skenario klinis yang lebih kompleks. Ekspansi ke Bidang Lain: VR dapat digunakan untuk pelatihan kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri atau penyakit kritis lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, bimbingan, serta kontribusi dalam penyelesaian penelitian Tak lupa, penulis juga berterima kasih kepada keluarga, teman, dan kolega yang selalu memberikan motivasi, dukungan moral, dan semangat selama proses penelitian dan penulisan jurnal ini. DEKLARASI KEPENTINGAN Page 143 ZONA KEDOKTERAN VOL 15 NO 2 MEI 2025 Para penulis mendeklarasikan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan apapun terkait studi pada naskah ini KONTRIBUSI PENULIS Sofyan Andri - developing research proposal, collecting data, data analysis, and publication manuscript Renardy Reza Razali - developing research proposal, collecting data Yossi Mariati - developing research proposal, collecting data Olivia Makmur - collecting data, data analysis, and publication manuscript DAFTAR PUSTAKA