JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Bagi Siswa SD Negeri Mernek 02 Maos Cilacap Septiningdyah Arianisari1*. Willa Putri Malinda Buchori2. Anisah Novi Karunia3 1,2,3 Universitas Negeri Yogyakarta *E-mail: septiningdyaharianisari@uny. Diterima : 30 - 11- 2024 Direvisi : 22 -12- 2024 Disetujui : 25 -12- 2024 Dipublikasikan : 04 -12- 2024 Abstrak Saat ini terdapat banyak metode pembayaran dan semakin mudahnya berbelanja secara online. Hal ini dapat menimbulkan sifat boros sehingga perlu edukasi literasi keuangan sejak dini agar di masa depan dapat mengelola keuangan secara bijak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi literasi keuangan pada siswa sekolah dasar supaya para siswa dapat mengelola uang dengan cerdas sejak dini. Secara garis besar terdapat tiga materi yang disampaikan. Pertama mengajarkan jenis-jenis uang. Kedua mengajarkan untuk menabung. Terakhir mengajarkan siswa untuk belajar berwirausaha. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2024 dengan peserta siswa kelas V dan VI Sekolah Dasar Negeri Mernek 02. Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap. Diawali dengan pemberian materi kemudian kegiatan pendampingan. Hasilnya para siswa menjadi lebih bijak dalam mengelola uang saku mereka. Kata kunci: Literasi Keuangan. Menabung. Kewirausahaan Abstract Currently, there are many payment method options available. This can lead to wasteful spending, which highlights the need for financial literacy education from an early age to help individuals manage their finances wisely in the This community service aims to provide financial literacy education to elementary school students so they can manage money intelligently from an early age. Three main topics were covered. First, teaching the types of Second, teaching the importance of saving. Lastly, teaching students to learn about entrepreneurship. The activities were carried out from May to August 2024 with participants from fifth and sixth grade students of SDN Mernek 02. Maos District. Cilacap Regency. The program began with the delivery of materials, followed by mentorship activities. As a result, the students became more prudent in managing their pocket money. Keywords: Financial literacy. Saving. Enterpreneurship PENDAHULUAN Generasi muda saat ini tumbuh bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi khususnya pemasaran dan periklanan yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun mereka berada (TeAoeni-Harari. , 2. Kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi telah mempermudah proses pembayaran dan berbelanja secara online. Meskipun memudahkan, hal ini juga berisiko menumbuhkan kebiasaan boros, terutama di kalangan anak-anak yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai pengelolaan keuangan. Literasi keuangan dianggap sebagai keterampilan hidup yang diperlukan untuk perilaku keuangan yang cerdas dalam kehidupan modern dan merupakan dasar penting bagi stabilitas ekonomi dan keuangan masyarakat dan negara (Holden et al. , 2. Mengingat kondisi ini, literasi keuangan menjadi penting dan perlu diajarkan sejak dini, agar para siswa memiliki bekal bagaimana mengatur keuangan mereka secara bijak, yang di awali dengan bagaimana mengelola uang saku atau uang jajan mereka. Pendidikan literasi keuangan sangat dibutuhkan untuk memberikan pendidikan kepada manusia agar sadar dan paham tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijak Jurnal Lentera Pengabdian : Septiningdyah Arianisari. Willa Putri Malinda Buchori. Anisah Novi Karunia JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. dan sesuai dengan kebutuhan (Hs & Indriayu, 2. Pendidikan literasi keuangan merupakan suatu konsep tentang pengenalan pengelolaan keuangan secara baik dan bijak (Kusumadewi, et al. , 2. Para siswa diajarkan skala prioritas dan mampu membedakan antara kebutuhan maupun keinginan. Para siswa juga diajarkan untuk mengontrol keuangan dan diajarkan untuk gemar menabung (Rita & Santoso, 2. Para ahli keuangan memberikan rekomendasi agar literasi keuangan diberikan semenjak dini, karena hal ini akan terakumulasi sampai dewasa. Pengabdian yang telah dilakukan Peni et al . menunjukkan bahwa penting mengajarkan literasi keuangan kepada anak sejak dini agar mereka memiki kebiasaan yang baik dalam pengelolaan keuangan. Sebagian besar siswa SD Negeri Mernek 02 yang terletak di Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap masih memiliki kebiasaan untuk menghabiskan uang saku yang diberikan oleh orangtua mereka untuk membeli jajan di sekolah, bahkan beberapa diantaranya untuk bermain game. Di khawatirkan tanpa adanya edukasi dan pendampingan tentang bagaimana mereka mengelola uang mereka, kebiasaan ini akan sulit diubah ketika dewasa. Maka usia sudah seharusnya mereka diajarkan terkait literasi keuangan dan dimulai dengan hal sederhana terkait bagaimana cara mengelola uang saku mereka. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan kepada siswa kelas V dan VI SDN Mernek 02. Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap. Dengan pengenalan tentang berbagai jenis uang, pentingnya menabung, dan dasar-dasar wirausaha, diharapkan para siswa dapat mengelola uang saku mereka dengan bijak serta memiliki pengetahuan dasar mengenai kegiatan wirausaha. Berdasarkan fenomena tersebut maka kegiatan pengabdian Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Bagi Siswa SD Negeri Mernek 02 Maos Cilacap dengan tema mari mengelola uang dengan cerdas sejak dini dilaksanakan. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Bagi Siswa SD Negeri Mernek 02 Maos. Kabupaten Cilacap, dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang literasi keuangan dan pendampingan kewirausahaan pada siswa kelas IV dan V. Kegiatan di awali dengan observasi untuk mengetahui permasalahan dan bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi masalah Pada tanggal 17 Mei 2024 di laksanakan kegiatan inti yaitu penyampaian materi terkait literasi keuangan yang dilaksanakan di ruang kelas SD Negeri Mernek 02. Kemudian dilakukan pendampingan kewirausahaan bagi para siswa hingga bulan Agustus 2024. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini 25 siswa, terdiri dari siswa kelas IV dan V. Tahapan kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga langkah utama. Pertama adalah observasi, di mana pengabdi melakukan wawancara dengan kepala sekolah SD Negeri Mernek 02. Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap, serta melakukan pengamatan langsung terhadap perilaku para siswa untuk memahami kebutuhan mereka. Tahap kedua adalah penyampaian materi edukasi literasi keuangan sejak dini, yang dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama mencakup literasi sederhana terkait jenis uang, nama mata uang, dan fungsi uang. Bagian kedua mengajarkan pentingnya menabung, sedangkan bagian ketiga memperkenalkan konsep kewirausahaan. Materi disampaikan melalui media PowerPoint yang diselingi dengan permainan edukatif untuk menarik perhatian siswa. Tahap terakhir adalah pendampingan kewirausahaan, di mana siswa yang telah termotivasi untuk menabung dilatih untuk mengembangkan jiwa wirausaha mereka. Secara sederhana, mereka diajak mencoba berjualan atau memproduksi barang-barang bernilai jual, sehingga hasil penjualan dapat mereka tabung untuk masa Jurnal Lentera Pengabdian : Septiningdyah Arianisari. Willa Putri Malinda Buchori. Anisah Novi Karunia JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Gambar 1. Kegiatan Edukasi Literasi Keuangan HASIL Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pengabdian ini, terdapat peningkatan pemahaman siswa terkait literasi keuangan dan perubahan sikap yang lebih bijak dalam mengelola uang saku Pada saat kegiatan inti yaitu penyampaian materi literasi keuangan, pengabdi juga memberikan kuis kepada para siswa untuk mengukur pemahaman siswa. Para siswa merasa antusias dan bersemangat untuk menjawab pertanyaan dan sebagai bentuk apresiasi para pengabdi memberikan hadiah kecil berupa celengan yang nanti akan di isi uang tabungan oleh para peserta. Sehari-hari juga terdapat perubahan perilaku para siswa dalam mengelola uang saku mereka. Pemahaman siswa mengenai pentingnya menabung dan mengelola uang meningkat hal ini dibuktikan dengan jumlah Tabungan siswa yang dititipkan ke wali kelas, sebagian siswa juga memilih untuk menabung di celengan yang mereka miliki di rumah. Siswa secara kreatif juga mulai memikirkan cara untuk mendapatkan uang sendiri dengan mulai berjualan atau membuat sesuatu sendiri kemudian di jual di lingkungan sekitar sekolah. Uang hasil jualan mereka tabung dan hasilnya diperuntukan untuk membeli keperluan sekolah. Gambar 2. Antusiasme siswa menjawab kuis terkait literasi keuangan Jurnal Lentera Pengabdian : Septiningdyah Arianisari. Willa Putri Malinda Buchori. Anisah Novi Karunia JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. Pembahasan Pengabdian kepada masyarakat berupa Edukasi Literasi Keuangan sejak dini dengan tema Mari Mengelola Uang dengan Cerdas secara Dini telah dilaksanakan dari tahapan observasi, kemudian penyampaian materi literasi keuangan dan proses pendampingan untuk belajar kewirausahaan. Kegiatan inti yaitu penyampaian materi literasi keuangan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2024 bertempat di SD Negeri Mernek 02. Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap. Sedangkan untuk pendampingan dilaksanakan selama 4 bulan yaitu pada bulan Mei-Agustus 2024. Sasaran peserta kegiatan ini adalah siswa kelas IV dan V berjumlah 25 siswa, namun ketika pelaksanaan terdapat guru wali kelas sehingga dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi ketika sosialisasi berakhir. Kegiatan pengabdian di SD Negeri Mernek 02. Kecamatan Maos. Kabupaten Cilacap, dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling terintegrasi. Tahap pertama adalah observasi, di mana dilakukan analisis situasi untuk memahami kegiatan belajar mengajar di kelas dan mengidentifikasi permasalahan, terutama terkait literasi keuangan. Meskipun siswa kelas IV dan V telah mendapatkan materi keuangan di kelas, banyak di antara mereka yang masih boros, menghabiskan uang saku untuk jajan atau top-up game. Berdasarkan temuan ini, dilakukan pendampingan untuk mengajarkan pengelolaan uang secara bijak sejak dini. Tahap berikutnya adalah penyampaian materi, di mana siswa diberikan materi melalui media PowerPoint dan poster ajakan untuk menabung. Materi yang disampaikan meliputi literasi keuangan, ajakan untuk gemar menabung, dan pengenalan Dalam literasi keuangan, siswa diajarkan jenis-jenis uang, cara menggunakan QRIS, skala prioritas pengeluaran, serta konsep earning, spending, saving, dan sharing untuk menghindari sifat Melalui ajakan untuk gemar menabung, siswa didorong menyisihkan uang saku untuk tabungan, baik melalui wali kelas maupun celengan di rumah, serta mengelola uang untuk kebutuhan jangka panjang seperti membeli perlengkapan sekolah. Selain itu, materi kewirausahaan memberikan pemahaman bahwa mendapatkan uang membutuhkan usaha dan kerja keras. Siswa diajarkan untuk berjualan atau memproduksi barang yang melatih kreativitas, sehingga hasil penjualannya dapat ditabung untuk memenuhi kebutuhan yang lebih bermanfaat. Tahap terakhir adalah pendampingan kewirausahaan yang berlangsung dari Mei hingga Agustus 2024, dengan kunjungan rutin ke sekolah untuk memantau implementasi kewirausahaan dan kebiasaan menabung siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang mencoba berwirausaha, khususnya siswa kelas V, yang mulai merasakan manfaat menabung untuk membantu keuangan orang tua dalam membeli perlengkapan sekolah sebagai persiapan melanjutkan ke jenjang SMP. KESIMPULAN Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pendidikan literasi keuangan sangat penting untuk diberikan kepada siswa sejak dini. Dengan pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan, siswa dapat menghindari perilaku boros dan mulai menabung untuk masa depan mereka. Melalui program ini, para siswa SDN Mernek 02 menunjukkan perubahan positif dalam cara mereka mengelola uang saku. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan bahwa para siswa merasa sangat antusias saat dijelaskan materi literasi keuangan hal ini dibuktikan dengan para peserta yang aktif bertanya dan menjawab pada saat pelatihan berlangsung. Berikutnya selama pendampingan para peserta memberikan respon positif dengan mau memulai berwirausaha kecil-kecilan. Para siswa bersemangat mempunyai tabungan untuk masa depan mereka. Saran untuk kegiatan berikutnya adalah dengan memperluas cakupan materi dengan menambahkan topik tentang investasi sederhana atau pengelolaan uang dalam jangka panjang. Selain itu, program ini juga bisa diperpanjang agar siswa memiliki waktu lebih banyak untuk berlatih dan mempraktikkan apa yang telah dipelajai khususnya kewirausahaan agar Jurnal Lentera Pengabdian : Septiningdyah Arianisari. Willa Putri Malinda Buchori. Anisah Novi Karunia JLP : Jurnal Lentera Pengabdian Volume 02 No 04 Oktober 2024 E ISSN : 2985-6140 https://lenteranusa. kegiatan kewirausahaan tidak sekedar berjualan tetapi bisa juga menumbuhkan kreativitas dan pemikiran inovatif. DAFTAR PUSTAKA