JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Desember 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Peningkatan Literasi Dasar Anak melalui Metode Storytelling dan Bedah Buku dalam Program Teras Bahasa 1Reza Anggriyashati Adara, 2Sya'baningrum Prihhartini, 3Novita Puspahaty, 4Endang Suryana Priyatna, 5Rido Budiman, 6M. Fakhran Ramadhan 1,2,3,4,5,6Universitas Islam 45 Bekasi *Email koresponding: reza. adara@gmail. Article Info Article history: Submitted 09 Oktober 2025 Revised 10 Desember 2025 Accepted 24 Desember 2025 Kata Kunci: Generasi Muda. Literasi. Membaca. Storytelling. Teras Bahasa. Keyword: Literacy. Reading. Storytelling. Teras Bahasa. Young Generation. Abstrak Kemampuan literasiAiyang mencakup keterampilan dalam membaca dan memahami teksAimerupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama anak-anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut, diselenggarakanlah program AuTeras BahasaAy. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus memperkenalkan bahasa Inggris kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap. survei lapangan, perumusan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan survei yang terdiri dari 10 item. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan AuTeras BahasaAy sangat berguna dan patut dilakukan secara berkala. Para peserta juga mengusulkan agar AuTeras BahasaAy melibatkan kegiatan-kegiatan yang lebih bervariasi seperti bedah film atau lomba storytelling yang bisa membuat para peserta tertarik untuk berdiskusi dan membaca. Abstract Literacy skillsAiwhich include the ability to read and understand textsAiare crucial for young people, especially kids. improve these skills, the "Teras Bahasa" program was launched. This program aims to foster a culture of literacy among young people while introducing English to the community. This event consists of four stages: field surveys, activity formulation, monitoring and evaluation, and preparation of activity reports. The evaluation was conducted using a 10-item survey. The participants were 20 children from the area. The results of the activity evaluation showed that most participants considered the "Teras Bahasa" program very useful and worth conducting Participants also suggested that "Teras Bahasa" include more varied activities, such as film reviews or storytelling competitions that can encourage the participants to discuss and read. PENDAHULUAN Literasi merupakan salah satu keterampilan fundamental yang menjadi dasar bagi individu dalam proses belajar, berkomunikasi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. UNESCO . mendefinisikan literasi sebagai Authe ability to read and write, with understanding, a short, simple sentence about oneAos everyday Ay Definisi ini menekankan pada pentingnya kemampuan dasar membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Literasi tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga memainkan peran krusial dalam meningkatkan kualitas hidup, memperkuat daya saing individu, serta membentuk karakter dan pola pikir kritis masyarakat. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Peningkatan Literasi Dasar Anak melalui Metode Storytelling dan Bedah Buku dalam Program Teras Bahasa Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Dalam konteks pendidikan, literasi telah terbukti memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan akademik dan kognitif siswa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi berkontribusi besar dalam membentuk kemampuan belajar anak (Siregar et al. , 2. , meningkatkan kompetensi akademik (Rahmania et al. , 2. , dan menjadi indikator utama dalam mengukur prestasi belajar (Banat & Pierewan, 2. Meskipun demikian, peningkatan literasi di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, khususnya di daerah-daerah dengan keterbatasan sumber daya. Studi Dwijayanti dan Rahmawati . menemukan bahwa kurangnya bahan bacaan dan minimnya dukungan lingkungan menjadi hambatan utama dalam pengembangan literasi di sekolah. Temuan serupa juga diungkapkan oleh Kelderak . yang menyoroti kesulitan mahasiswa dalam memahami teks akademik berbahasa Inggris, serta oleh Saputra et al. yang mengaitkan lemahnya literasi dan numerasi dengan belum optimalnya implementasi Kurikulum Merdeka. Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan nyata dalam pengembangan literasi adalah kawasan Taman Bantar Gebang. Kecamatan Bantar Gebang. Kota Bekasi. Berdasarkan hasil investigasi awal yang dilakukan oleh tim panitia Teras Bahasa, ditemukan bahwa anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan tersebut mengalami berbagai kesulitan dalam mengakses dan mengembangkan keterampilan literasi. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya antara lain adalah terbatasnya ketersediaan bahan bacaan yang sesuai usia, minimnya pendampingan belajar dari orang tua, dan rendahnya frekuensi kegiatan literasi di luar sekolah. Selain itu, sebagian besar orang tua di kawasan ini bekerja di sektor informal seperti pengelolaan sampah, sehingga memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mendampingi anak belajar di rumah. Situasi ini diperparah oleh kondisi lingkungan fisik yang padat dan kurang kondusif bagi proses belajar anak. Masalah literasi yang dihadapi oleh anak-anak di sekitar Taman Bantar Gebang tidak hanya berkaitan dengan faktor struktural, tetapi juga menyangkut aspek psikologis dan budaya belajar. Tim panitia menemukan bahwa banyak anak memiliki motivasi rendah terhadap kegiatan membaca dan menulis. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengalaman menyenangkan dalam berinteraksi dengan teks serta minimnya role model yang menumbuhkan kecintaan terhadap Selain itu, belum adanya program literasi nonformal yang aktif dan berkelanjutan membuat anak-anak kurang terbiasa dengan aktivitas yang dapat merangsang minat baca. Dengan demikian, permasalahan literasi di wilayah mitra ini bersifat kompleks dan membutuhkan pendekatan yang kontekstual serta Untuk menjawab tantangan tersebut. Program Studi Sastra Inggris Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 Bekasi menginisiasi program pengabdian masyarakat bertajuk Teras Bahasa. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan literasi anak melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan. Secara khusus, implementasi Teras Bahasa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dasar, memperluas kosakata, menumbuhkan kebiasaan membaca, serta membangun kepercayaan diri anak dalam mengekspresikan ide secara lisan maupun tertulis. Teras Bahasa menyasar anak-anak usia sekolah dasar di sekitar Taman Bantar Gebang dengan menyediakan ruang belajar alternatif yang mendekatkan mereka pada buku, cerita, dan kegiatan literasi berbasis pengalaman. Nama Teras Bahasa dipilih karena mencerminkan filosofi keterbukaan dan kehangatan. seperti halnya teras rumah yang menjadi tempat pertama menyambut tamu, program ini Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 diharapkan menjadi pintu awal bagi anak-anak dalam mengenal dan mencintai Sejak dimulai pada tahun 2024 (Adara et al. , 2. Teras Bahasa telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam menciptakan dampak nyata di tengah masyarakat. Selain Teras Bahasa. Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 Bekasi juga telah melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat lainnya yang mendukung penguatan literasi dan pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pemberian bantuan kepada penyintas bencana banjir (Prihhartini et al. , 2. , pelatihan English for Tourism dan digital branding di Kampung Kranggan (Adara et al. , 2023. Adara, 2. , pelatihan berbicara di depan umum dan tes bahasa Inggris di Pesantren Motivasi (Adara et al. , 2. serta pelatihan storytelling untuk anak-anak (Adara & Hartini, 2. Berbagai kegiatan tersebut mencerminkan semangat FKSB dalam membangun literasi sebagai fondasi untuk memperkuat kapasitas masyarakat secara holistik. METODE Kegiatan AuTeras BahasaAy merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Inggris. Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa. Universitas Islam 45 Bekasi. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat sekitar Taman Bantar Gebang, yang secara spesifik melibatkan 20 anak-anak pengunjung taman dengan rentang usia 5 hingga 12 tahun. Pemilihan peserta dilakukan melalui kombinasi accidental sampling dan voluntary participation. Anakanak yang secara rutin bermain atau beraktivitas di area taman diidentifikasi selama observasi awal, kemudian tim memberikan informasi kepada mereka serta orang tua/pengasuh mengenai tujuan dan manfaat kegiatan. Peserta yang akhirnya mengikuti kegiatan adalah anak-anak yang hadir di lokasi dan secara sukarela mendaftar setelah memperoleh persetujuan orang tua. Mekanisme ini dipilih karena kelompok tersebut merepresentasikan kebutuhan mitraAiyakni anakanak yang memanfaatkan ruang publik namun memiliki akses terbatas terhadap kegiatan literasi nonformal yang edukatif. Lokasi kegiatan dipilih berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi tim dengan masyarakat lokal, yang menunjukkan rendahnya akses anak terhadap kegiatan literasi nonformal yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2025, bertempat langsung di area Taman Bantar Gebang. Kecamatan Bantar Gebang. Kota Bekasi. Tim pelaksana kegiatan terdiri dari 7 dosen dan 20 mahasiswa/i dari Program Studi Sastra Inggris. Dalam struktur pelaksanaan, dosen berperan sebagai penanggung jawab kegiatan, mencakup perencanaan program, pengawasan teknis, serta evaluasi akhir. Sementara itu, mahasiswa berperan sebagai fasilitator di lapangan yang bertugas memandu anak-anak dalam berbagai aktivitas literasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kombinatif berupa penyuluhan, workshop, dan pendampingan literasi. Penyuluhan diberikan untuk mengenalkan pentingnya membaca. workshop digunakan untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui membaca bersama, permainan kosakata, mendongeng, dan menulis kreatif. sedangkan pendampingan dilakukan untuk membantu anak memahami materi dan mengembangkan keterampilan literasi sesuai kemampuan individu. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Kegiatan ini disusun melalui empat tahapan utama, yaitu tahap prapelaksanaan, pelaksanaan inti, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Berikut adalah bagan yang menunjukkan tahapan kegiatan tersebut: Gambar 1. Tahapan Kegiatan Tahap pertama adalah tahap prapelaksanaan yang mencakup identifikasi masalah dan perencanaan kegiatan. Tim melakukan observasi awal terhadap kondisi literasi anak-anak di lingkungan Taman Bantar Gebang dan menemukan beberapa tantangan utama, antara lain rendahnya jumlah bahan bacaan yang tersedia di area taman, minimnya kegiatan literasi terstruktur seperti membaca bersama atau pendampingan belajar, serta kondisi sosial lingkungan yang membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain tanpa akses pada aktivitas edukatif yang bermakna. Observasi juga menunjukkan rendahnya minat membaca, yang dipengaruhi oleh kurangnya stimulus literasi dan terbatasnya peran pendamping dalam membiasakan aktivitas membaca. Berdasarkan temuan tersebut, tim menyelenggarakan rapat koordinasi untuk menyusun agenda kegiatan yang relevan. Hasil rapat memutuskan bahwa bentuk kegiatan yang akan dilakukan meliputi sesi storytelling, bedah buku dongeng, dan aktivitas literasi interaktif lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Sasaran kegiatan ditetapkan untuk anak-anak usia 5Ae12 tahun yang berada di lokasi kegiatan. Pada tahap ini, pembagian peran masingmasing anggota tim juga dilakukan secara sistematis agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif dan terkoordinasi. Tahap kedua adalah pelaksanaan inti kegiatan, yang dilakukan selama dua hari dari pukul 08. 00 hingga 12. 00 WIB. Kegiatan dibuka dengan pengenalan program AuTeras BahasaAy dan tujuan pelaksanaannya kepada peserta. Selanjutnya, dilakukan sesi storytelling, yang bertujuan menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi melalui pendekatan naratif yang menyenangkan. Storytelling dipilih karena penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif meningkatkan kesadaran fonologis, pemahaman moral, serta kemampuan bahasa anak usia dini (Isbell et al. , 2004. Haven & Ducey, 2. Cerita yang dipilih adalah Red Riding Hood, karena memiliki pesan moral yang sederhana dan relevan bagi anak-anak, yakni pentingnya mendengarkan nasihat orang tua. Setelah sesi mendongeng, fasilitator mengajak peserta untuk mendiskusikan nilai-nilai moral dari cerita tersebut secara interaktif. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah buku, di mana peserta diperkenalkan pada karya-karya dongeng klasik karya Hans Christian Andersen. Buku-buku ini dipilih karena bahasanya yang sederhana dan alur cerita yang mudah dipahami oleh anak-anak. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Gambar 2. Ilustrasi Buku Red Riding Hood Sumber: Goodreads Gambar 3. Ilustrasi Buku Dongeng Hans Christian Andersen Sumber: Goodreads Tahap ketiga adalah monitoring dan evaluasi kegiatan, yang bertujuan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan serta menampung masukan dari peserta. Evaluasi dilakukan melalui dua instrumen, yaitu survei tertutup dan pertanyaan terbuka. Survei terdiri dari 10 pernyataan berbasis skala Likert empat tingkat (Sangat Setuju. Setuju. Tidak Setuju. Sangat Tidak Setuj. , yang mencakup aspek kesenangan peserta, pemahaman materi, keaktifan, dan kenyamanan selama kegiatan. Selain itu, peserta juga diminta menjawab dua pertanyaan terbuka, yaitu bagian kegiatan yang paling mereka sukai dan saran agar kegiatan lebih menarik di masa depan. Evaluasi ini dilakukan secara langsung di akhir sesi kegiatan. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang kami sajikan di kuesioner yang dibagikan kepada para peserta kegiatan ini: Aku senang ikut kegiatan ini. Kakak/mentor yang mengajar ramah dan menyenangkan. Aku mengerti apa yang diajarkan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini membuat aku belajar hal baru. Aku bisa mempraktikkan sendiri apa yang aku pelajari. Aku ingin ikut kegiatan seperti ini lagi. Aku merasa percaya diri setelah ikut kegiatan ini. Kegiatan ini seru dan tidak membosankan. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Teman-temanku juga terlihat senang ikut kegiatan ini. Tempat dan perlengkapan kegiatan ini nyaman dan lengkap. Selain itu kami juga mengikutsertakan dua pertanyaan terbuka sebagai berikut: Apa bagian kegiatan yang paling kamu suka? Apa saran kamu agar kegiatan ini lebih seru? Gambar 4. Pembagian Kuesioner Tahap keempat adalah penyusunan laporan kegiatan, yang mencakup dokumentasi proses, analisis hasil evaluasi, serta perumusan rekomendasi untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa yang akan datang. Laporan ini juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban akademik tim pengabdian kepada institusi dan mitra Secara keseluruhan, metodologi kegiatan AuTeras BahasaAy dirancang untuk memastikan kebermanfaatan program bagi mitra, meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa dalam kegiatan sosial, dan memperkuat peran institusi dalam pengembangan literasi masyarakat secara berkelanjutan. HASIL ATAU PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan AuTeras BahasaAy merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Inggris. Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa. Universitas Islam 45 Bekasi. Pada bagian awal pelaksanaannya, program ini dirancang menggunakan metode kombinatif yang meliputi penyuluhan, workshop literasi, dan pendampingan belajar. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi dasar anakAikhususnya kemampuan memahami cerita, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan minat bacaAimelalui aktivitas storytelling dan bedah buku yang interaktif, menyenangkan, dan mudah diikuti oleh anak usia dini. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat sekitar Taman Bantar Gebang, yang secara spesifik melibatkan 20 anak-anak pengunjung taman dengan rentang usia 5 hingga 12 tahun. Pemilihan peserta dilakukan melalui kombinasi accidental sampling dan voluntary participation. Anak-anak yang secara rutin bermain atau beraktivitas di area taman diidentifikasi selama observasi awal, kemudian tim memberikan Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 informasi kepada mereka serta orang tua/pengasuh mengenai tujuan dan manfaat Peserta yang akhirnya mengikuti kegiatan adalah anak-anak yang hadir di lokasi dan secara sukarela mendaftar setelah memperoleh persetujuan orang tua. Mekanisme ini dipilih karena kelompok tersebut merepresentasikan kebutuhan mitra yakni anak-anak yang memanfaatkan ruang publik namun memiliki akses terbatas terhadap kegiatan literasi nonformal yang edukatif. Lokasi kegiatan dipilih berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi tim dengan masyarakat lokal, yang menunjukkan rendahnya akses anak terhadap kegiatan literasi nonformal yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2025, bertempat langsung di area Taman Bantar Gebang. Kecamatan Bantar Gebang. Kota Bekasi. Tim pelaksana kegiatan terdiri dari 7 dosen dan 20 mahasiswa/i dari Program Studi Sastra Inggris. Dalam struktur pelaksanaan, dosen berperan sebagai penanggung jawab kegiatan, mencakup perencanaan program, pengawasan teknis, serta evaluasi akhir. Sementara itu, mahasiswa berperan sebagai fasilitator di lapangan yang bertugas memandu anak-anak dalam berbagai aktivitas literasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kombinatif berupa penyuluhan, workshop, dan pendampingan literasi. Penyuluhan diberikan untuk mengenalkan pentingnya membaca. workshop digunakan untuk memberikan pengalaman belajar langsung melalui membaca bersama, permainan kosakata, mendongeng, dan menulis kreatif. sedangkan pendampingan dilakukan untuk membantu anak memahami materi dan mengembangkan keterampilan literasi sesuai kemampuan individu. Selain storytelling, kegiatan juga mencakup sesi bedah buku yang menggunakan dongeng karya Hans Christian Andersen. Pemilihan cerita dari penulis tersebut didasarkan pada pertimbangan tingkat keterbacaan dan relevansi dengan usia serta latar belakang peserta. Bedah buku dilakukan secara interaktif, di mana peserta diajak untuk membaca bersama dan mendiskusikan isi cerita secara sederhana namun bermakna. Kedua metode ini dirancang untuk saling melengkapi dalam menumbuhkan minat baca, meningkatkan pemahaman terhadap nilai moral dalam cerita, serta membangun kedekatan peserta dengan kegiatan literasi. Gambar 5. Kegiatan Storytelling Sumber: Pribadi Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Gambar 6. Sebagian Mahasiswa/i Pelaksana Kegiatan Sumber: Pribadi Evaluasi Kegiatan Evaluasi kegiatan ini terdiri dari hasil survei yang kami berikan kepada para Tabel berikut adalah hasil dari survey Item Persentase Kepuasan Keterangan Sangat puas Aku senang ikut kegiatan ini. Kakak/mentor yang mengajar ramah dan menyenangkan. Sangat puas Aku mengerti apa yang diajarkan dalam kegiatan ini. Sangat puas Kegiatan ini membuat aku belajar hal Sangat puas Aku bisa mempraktikkan sendiri apa yang aku pelajari. Sangat puas Aku ingin ikut kegiatan seperti ini lagi. Sangat puas Aku merasa percaya diri setelah ikut kegiatan ini. Sangat puas Kegiatan ini seru dan tidak Sangat puas Teman-temanku juga terlihat senang ikut kegiatan ini. Sangat puas Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 Tempat dan perlengkapan kegiatan ini nyaman dan lengkap. Sangat puas Berdasarkan hasil survei kepuasan peserta anak terhadap kegiatan AuTeras BahasaAy, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan peserta berada dalam kategori sangat tinggi. Seluruh item survei memperoleh nilai kepuasan di atas 80%, dengan sebagian besar berada pada angka 90% dan tiga item mencapai 100%. Sebanyak 90% peserta menyatakan senang mengikuti kegiatan ini, merasa kegiatan tersebut menyenangkan, tidak membosankan, dan ingin mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum kegiatan diterima dengan antusias oleh peserta. Sebanyak 100% peserta menyatakan bahwa mereka memahami materi yang diajarkan, merasa percaya diri setelah mengikuti kegiatan, serta melihat bahwa teman-teman mereka juga terlihat senang selama kegiatan berlangsung. Ini mengindikasikan bahwa kegiatan tidak hanya efektif dalam aspek kognitif, tetapi juga memberikan dampak positif secara sosial dan psikologis. Di sisi lain, dua aspek yang memperoleh persentase terendahAimeskipun masih berada dalam kategori sangat puasAiadalah pernyataan mengenai keramahan fasilitator dan kemampuan peserta dalam mempraktikkan sendiri materi yang telah dipelajari, masing-masing sebesar 80%. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam pendekatan fasilitator terhadap peserta serta perancangan aktivitas yang lebih aplikatif dan kontekstual. Sementara itu, aspek kenyamanan fasilitas mendapatkan nilai tinggi . %), yang menandakan bahwa penyediaan tempat dan perlengkapan sudah sangat mendukung jalannya kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan AuTeras BahasaAy dinilai sangat memuaskan oleh peserta anak dan terbukti efektif serta diterima dengan baik. Selain itu, jawaban dari dua pertanyaan terbuka memberikan sejumlah masukan, antara lain penyelenggaraan kegiatan seperti bedah film atau lomba storytelling untuk meningkatkan partisipasi Berdasarkan temuan tersebut, disarankan adanya perbaikan pelatihan fasilitator, penambahan kegiatan praktis, serta variasi aktivitas literasi agar program AuTeras BahasaAy dapat berkembang lebih optimal di masa mendatang. Kendala Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan AuTeras BahasaAy, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh tim pelaksana maupun peserta. Salah satu kendala utama adalah tingkat konsentrasi peserta anak yang cenderung fluktuatif, terutama saat kegiatan berlangsung dalam waktu yang relatif panjang. Peserta mudah kehilangan fokus apabila metode penyampaian tidak cukup variatif atau kurang melibatkan mereka secara aktif. Selain itu, kemampuan peserta dalam mempraktikkan materi secara mandiri masih menjadi tantangan, sebagaimana tercermin dari hasil survei yang menunjukkan hanya 80% peserta merasa mampu menerapkan apa yang telah Hal ini mengindikasikan perlunya pendekatan yang lebih aplikatif dan kontekstual agar materi lebih mudah diserap dan diimplementasikan oleh peserta. Selama pelaksanaan kegiatan Teras Bahasa, terdapat beberapa kendala yang menjadi pembelajaran penting untuk kegiatan sejenis di masa mendatang. Salah satu kendala utama adalah interaksi antara fasilitator dan peserta. Meskipun sebagian besar peserta menilai fasilitator bersikap ramah dan menyenangkan, beberapa anak masih merasa enggan atau malu untuk berinteraksi secara aktif. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan usia atau gaya komunikasi Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 fasilitator yang belum sepenuhnya sesuai dengan karakter anak-anak. Kondisi serupa juga ditemukan dalam kegiatan pengabdian oleh Saputri et al. dimana mereka mencatat bahwa Auperlu adanya pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif untuk membangun kepercayaan diri anak-anak dalam berbicara bahasa Inggris. Ay Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa sesi diskusi dan refleksi yang seharusnya bisa dilakukan secara lebih mendalam harus dipadatkan agar seluruh agenda dapat diselesaikan sesuai jadwal. Hal ini sedikit mengurangi ruang eksplorasi peserta dalam memahami isi cerita atau materi. Dalam laporan kegiatan serupa. Irfan et al. juga mencatat bahwa Audurasi yang terbatas menjadi hambatan dalam pengembangan keterampilan berbicara, karena anak-anak membutuhkan waktu lebih untuk merasa nyaman dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Ay2 Dari sisi teknis, meskipun fasilitas utama seperti ruang kelas cukup nyaman, beberapa alat bantu visual seperti buku cerita dan alat tulis tidak tersedia dalam jumlah memadai, sehingga peserta harus menggunakannya secara bergantian. Hal ini sedikit mengganggu kelancaran kegiatan, terutama saat anak-anak sangat antusias ingin membaca atau menulis bersamaan. Temuan ini senada dengan laporan kegiatan di Kampung Waramui oleh Syahira et al. , yang menyebutkan bahwa Aubeberapa kendala teknis seperti minimnya alat bantu belajar menjadi hambatan dalam menjaga fokus dan antusiasme peserta didik selama kegiatan berlangsung. Ay3 Meskipun menghadapi berbagai tantangan, kegiatan Teras Bahasa tetap mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Namun, catatan reflektif ini menjadi dasar penting untuk meningkatkan kualitas kegiatan ke depan, terutama dalam hal perencanaan waktu yang lebih fleksibel, metode pendekatan yang adaptif, dan ketersediaan materi pembelajaran yang cukup untuk mendukung keterlibatan aktif semua peserta. PENUTUP Program AuTeras BahasaAy merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui metode interaktif seperti storytelling dan bedah buku. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat jam dengan melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Cerita-cerita yang dipilih, seperti Red Riding Hood dan dongeng dari Hans Christian Andersen, digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan membangun ketertarikan peserta terhadap dunia literasi. Selain mendengarkan cerita, peserta juga diajak berdiskusi, memahami nilai-nilai dalam cerita, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memperoleh respons yang sangat positif dari peserta. Tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat puas, dengan sebagian besar item survei berada di atas 90%. Peserta merasa senang, memahami materi yang disampaikan, merasa percaya diri, dan ingin mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tidak membosankan, dan mendorong interaksi sosial yang positif antar peserta. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan tepat sasaran dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang Namun demikian, pelaksanaan kegiatan juga dihadapkan pada beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu untuk pendalaman materi, kemampuan Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Reza Anggriyashati Adara. Sya'baningrum Prihhartini. Novita Puspahaty. Endang Suryana Priyatna. Rido Budiman. Fakhran Ramadhan JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Desember 2025 peserta dalam mempraktikkan hasil belajar yang masih perlu didukung, serta perlunya peningkatan kualitas komunikasi fasilitator agar lebih efektif menjangkau peserta anak. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, terdapat beberapa ide kegiatan literasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Salah satunya adalah kelas menulis kreatif sederhana untuk anak-anak, di mana mereka dapat belajar membuat cerita pendek dengan ilustrasi. Selain itu, kegiatan AuBuku BergilirAy dapat diterapkan, yaitu program peminjaman buku secara bergantian di lingkungan tempat tinggal peserta, sebagai bentuk perpanjangan akses literasi. Program AuOrangtua Membacakan CeritaAy juga dapat melibatkan keluarga dalam kegiatan literasi, sekaligus membangun budaya membaca di rumah. Kegiatan lain yang juga potensial adalah pelatihan membuat media literasi digital sederhana, seperti video mendongeng atau komik digital, yang dapat memadukan literasi konvensional dengan teknologi. Dengan pengembangan program-program tersebut, kegiatan AuTeras BahasaAy diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga tumbuh menjadi gerakan literasi masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas. Secara sosial, program ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui peningkatan akses dan minat baca anak, serta membuka ruang partisipasi dalam kegiatan literasi yang inklusif. Bagi mahasiswa pelaksana, kegiatan ini berperan sebagai wadah service learning yang memperkaya kompetensi pedagogis, keterampilan komunikasi, dan kepekaan sosial mereka. Sementara itu, bagi institusi. AuTeras BahasaAy memperkuat peran perguruan tinggi dalam community engagementdengan menunjukkan komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis data dan kebutuhan lapangan. Komitmen berkelanjutan dari institusi, dukungan masyarakat, dan inovasi metode menjadi kunci utama dalam membentuk generasi muda yang literat, kritis, dan berdaya saing di masa depan. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Studi Sastra Inggris Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa Universitas Islam 45 Bekasi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam acara ini. DAFTAR PUSTAKA