PALLANGGA JOURNAL OF AGRICULTURE SCIENCE AND RESEARCH Volume . No . Januari 2026 CFakultas Pertanian Universitas Bosowa Available online at https://journal. id/pallangga e-ISSN: 2987-5994C p-ISSN: 2987-4149CDOI: 10. 56326/pallangga. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gow. Factors Affecting Rice Farming Income (Case Study in Tabbinjai Village. Tombolopao District. Gowa Regenc. Farah Fitriyah*. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri. Nurlaela Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Bosowa *email: farahfitriyah79@gmail. Diterima: 14 Maret 2025 / Disetujui: 30 Januari 2026 Abstract: This study aims to determine the factors that influence income from rice cultivation. The study was conducted in Tabbinjai Village. Tombolopao District. Gowa Regency. The research sample was 10% of the total population, namely 51 people and used the simple random sampling method. The data analysis method used in this study was multiple linear regression analysis with the help of the SPSS (Statistical Products and Services Solution. The type of data used in this study is quantitative data. The results of the study showed that yields, selling prices, seed costs, fertilizer costs, drug costs and labor costs together affected the income of the rice planting industry in Tabbinjai Village. Harvest results, selling prices, fertilizer costs and labor costs partly affected the income of rice cultivation businesses in Tabinjai Village. Tombolopao District. Gowa Regency. Keywords: Income. Farming. Rice Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dari budidaya padi. Penelitian dilakukan di Desa Tabbinjai. Kecamatan Tombolopao. Kabupaten Gowa. Sampel penelitian berjumlah 10% dari total populasi yaitu 51 orang dan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS (Statistical Products and Services Solution. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan dan biaya tenaga kerja secara bersama-sama mempengaruhi pendapatan industri penanaman padi di Desa Tabbinjai. Hasil panen, harga jual, biaya pupuk dan tenaga kerja sebagian mempengaruhi pendapatan usaha budidaya padi sawah di desa Tabinjai. Kecamatan Tombolopao. Kabupaten Gowa. Kata Kunci: Pendapatan. Usaha Tani. Padi This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Pertanian di Indonesia tidak hanya sekedar kegiatan ekonomi saja, namun juga menjadi bagian integral dari kehiduan sehari-hari masyarakat. Oleh karena lahan suburnya yang luas, iklim tropis yang mendukung, dan tradisi pertanian bersejarah yang kaya, maka Indonesia adalah rumah bagi beragam tanaman pangan, salah satunya adalah padi yang paling populer. Tanaman padi tidak hanya menjadi makanan pokok pada sebagian besar penduduk Indonesia, namun juga merupakan simbol keberlanjutan dan kehidupan. Sektor pertanian khususnya budidaya padi mempunyai nilai multifungsi yang penting dalam meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani dan perlindungan lingkungan. Jika sektor pertanian yang bernilai multifungsi dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka pertanian dengan lahan pertanian abadi dapat tercapai (Kusumaningrum, 2. Asriani dalam Ananda . menjelaskan bahwa dalam konsep pendapatan nasional dibagi berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian secara umum dibagi menjadi beberapa subsektor, yaitu: subsektor tanaman pangan, subsektor kehutanan, subsektor tanaman pangan, subsektor perikanan, dan subsektor peternakan. Di antara kelima subsektor tersebut. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UsahataniA. (Farah Fitriyah. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri. Nurlail. subsektor tanaman pangan memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan petani dan memperluas lapangan kerja. Ketahanan pangan saat ini telah menjadi isu yang menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dapat memperkuat isu bahwa kelompok tani dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Oleh karena itu, pangan harus diproduksi dengan optimal oleh para petani. Melalui ini, peran pemerintah sangat penting dalam mengoptimasi produksi padi dengan memberikan dukungan berupa traktor, pupuk, dan benih. (Wiranta, 2. Padi merupakan komoditas yang sangat penting dalam eksistensi di Indonesia, berperan tidak hanya sebagai sumber pangan utama akan tetapi sebagai sumber pendapatan bagi jutaan warga Indonesia (Setyawan & Rahayu, 2. Menurut BPS . Kabupaten Gowa termasuk dalam tujuh pemasok padi tertinggi di Sulawesi Selatan, dengan produksi mencapai 231. 035 ton pada tahun 2022 dan 221. 124 ton pada tahun 2023. Tingginya angka ini disebabkan oleh mayoritas penduduk Kabupaten Gowa yang bekerja sebagai petani. Kecamatan Tombolo Pao khususnya di Desa Tabbinjai adalah salah satu pusat produsen padi di Kabupaten Gowa karena mayoritas warganya bekerja sebagai petani. Perkembangan sektor pertanian, khususnya di lahan sawah untuk tanaman padi membawa dampak positif signifikan, tetapi juga menimbulkan sejumlah tantangan. Pentingnya mengadopsi praktik pertanian yang berkelanjutan, mendukung petani kecil, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan tindakan yang bijak, semakin berkembangnya sektor pertanian dapat menjadi kekuatan utama dalam menjawab tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan meningkatkan pendapatan petani padi. Pendapatan merupakan salah satu indikator perekonomian yang memunculkan gagasan pembangunan ekonomi, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani padi. Hal ini seharusnya berdampak positif terhadap pendapatan yang mereka peroleh. Banyaknya para petani yang mencari penghidupan melalui usaha pertanian padi membuat perlu untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan mereka di Desa Tabbinjai. Dengan mempertimbangkan konteks tersebut, penulis berminat untuk melakukan penelitian dengan judul: AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi (Studi Kasus di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gow. Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2024 di Desa Tabbinjai. Kecamatan Tombolopao. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan. Indonesia. Lokasi penelitian sengaja dipilih karena daerah ini merupakan daerah produksi padi yang memiliki banyak faktor yang mempengaruhi produksi padi dan keberhasilan usaha pertanian petani. Jenis data yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif. Sumber data yang diaplikasikan meliputi data primer dan juga data sekunder dengan mengaplikasikan berbagai metode pengumpulan data yaitu melakukan observasi lalu mewawancarai para responden dan Wawancara dilakukan melalui alat penelitian berupa angket. Menurut Arikunto . , jika jumlah subjek penelitian kurang dari 100, sebaiknya seluruh populasi digunakan agar penelitian mencakup semua individu. Namun, untuk populasi yang lebih besar, sampel bisa digunakan antara 10 hingga 15% atau 20 hingga 55%, dengan memakai metode simple random sampling. Pada penelitian ini, populasi petani padi berjumlah 515 orang, dengan mengambil 10% dari populasi sebagai sampel, didapatkan jumlah responden sebanyak 51 orang. Pengujian hipotesis faktor-faktor yang mempengaruhi pedapatan usahatani padi adalah analisis regresi linear berganda. Persamaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = b0 b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 b6X6 e Keterangan: Y = Pendapatan (R. Pallangga: Journal of Agriculture Science Research C Volume 4 No. 1 (Januari, 2. C 14 Ae 22 DOI: x x b0 = Nilai konstan. b1, b2, b3, b4 = Koefisien regresi x1 = Jumlah Produksi (K. x2 = Harga Jual (Rp/K. x3 = Biaya Benih (R. x4 = Biaya Pupuk (R. x5 = Biaya Obat-Obatan (R. x6 = Biaya Tenaga Kerja (R. E = Standar Error Teknik yang digunakan dalam pengolahan data sebagai berikut: Uji Hipotesis Uji F Uji ini terapkan untuk membuktikan signifikansi keseluruhan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara keseluruhan. Jika fhitung ttabel maka hipotesis alternatif menyatakan variabel independen berpengaruh secara independen terhadap variabel Uji t digunakan untuk mengetahui apakah suatu hipotesis terbukti dan dilakukan pada tingkat kepercayaan 95% atau tingkat signifikansi 5%. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi atau R2 diaplikasikan untuk mengetahui sejauh mana setiap variabel independen dapat menjelaskan variasi pada variabel dependen. Nilai RA menunjukkan keahlian suatu model dalam menjelaskan variasi pada variabel dependen, dengan nilai maksimal 1 dan minimal 0 . < RA < . Jika nilai RA mencapai 1, ini membuktikan bahwa model tersebut sangat kuat dalam menjelaskan hubungan antara variabel independen dan dependen. Sebaliknya, jika RA mendekati 0, maka dapat dikatakan hubungan antara variabel independen dan dependen dianggap lemah. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi. Identitas responden pada penelitian ini mencakup umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusahatani,dan luas lahan sebagai berikut: Umur Responden Salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi keahlian beradaptasi terhadap kegiatan seperti bertani adalah umur. Kemampuan fisik dan cara berpikir seorang petani dipengaruhi oleh umur. Usia petani yang berpartisipasi dalam penelitian ini diperlihatkan pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Tingkat Umur Responden Usahatani Padi Umur (Tahu. < 49 Ou 49 Jumlah Jumlah . Persentase (%) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UsahataniA. (Farah Fitriyah. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri. Nurlail. Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa -rata umur petani di Desa Tabbinjai ialah 49 Kelompok umur terbanyak adalah yang berusia > 49 tahun, dengan jumlah 28 orang dengan persentase 55% dari total petani responden. Sebaliknya, kelompok umur terendah adalah < 49 tahun, dengan 23 orang dengan persentase 45% dari total responden. Tingkat Pendidikan Responden Kehidupan seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan petani mempengaruhi sikap mereka, khususnya mengenai pengenalan teknologi Tabel berikut menunjukkan tingkat pendidikan petani yang disurvei dalam penelitian ini: Tabel 2. Tingkat Pendidikan Responden Usahatani Padi Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Jumlah Jumlah . Persentase(%) Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden petani memiliki pendidikan tingkat SD yakni sebanyak 24 orang dengan persentase 47%. Responden dengan pendidikan SMP dan SMA masing-masing berjumlah 9 orang dengan persentase 17,6%. Sebanyak 7 orang responden tidak bersekolah dengan persentase 13,8%, sementara jumlah responden dengan pendidikan tertinggi, yaitu S1, hanya ada 2 orang, yang merupakan 4% dari total responden petani. Jumlah Tanggungan Keluarga Dalam jumlah tanggungan keluarga mencakup seluruh anggota keluarga yang biaya hidupnya berada di atas kepala keluarga, dalam hal ini petani responden untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tabel berikut menampilkan jumlah tanggungan keluarga dari responden penelitian: Tabel 2. Tingkat Pendidikan Responden Usahatani Padi= Jumlah Tanggungan Keluarga (Oran. Ou3 Jumlah Jumlah . Persentase (%) Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa rata-rata tanggungan dalam keluarga petani responden yaitu sebanyak 3 orang. Sebanyak 28 petani atau sebesar 55 % memiliki tanggungan keluarga kurang dari 3 orang, sementara 23 petani atau sebesar 45% memilki tanggungan keluarga lebih dari 3 orang. Pengalaman Berusahatani Pengalaman petani mengenai berusahatani memilki dampak signifikan terhadap cara mereka mengelola usahatani. Lama waktu yang dihabiskan dalam menekuni usahatani mencerminkan tingkat pengalaman seorang petani. Pengalaman berusahatani dari para petani responden ditunjukkan pada tabel berikut : Table 3. Pengalaman Berusahatani Responden Usahatani Padi Pengalaman Berusahatani (Tahu. < 28 Ou 28 Jumlah Jumlah . Persentase (%) Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Pallangga: Journal of Agriculture Science Research C Volume 4 No. 1 (Januari, 2. C 14 Ae 22 DOI: x x Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa rata-rata pada pengalaman bertani dari petani responden di Desa Tabbinjai. Kecamatan Tombolopao, adalah 28 tahun. Sebanyak 24 orang atau sebesar 47,1% dari petani memiliki pengalaman bertani kurang dari 28 tahun, sementara 27 orang atau sebesar 52,9% memiliki pengalaman bertani 28 tahun atau lebih. Luas Lahan Luas lahan pertanian mempengaruhi metode produksi petani. Luas lahan yang digarap oleh petani memilki luas yang berbeda setiap petaninya, dan semakin kecil luas lahan yang digarap maka semakin banyak pula produksi yang dapat didapat jika dibandingkan dengan petani yang menggarap lahan yang lebih kecil. Berikut adalah data luas lahan oleh petani responden yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Luas Lahan Responden Usahatani Padi Luas Lahan (H. < 1,0 Ou 1,0 Jumlah Jumlah . Persentase Sumber: Data Primer Setelah diolah 2024 Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa rata-rata dari luas lahan petani di Desa Tabbinjai yaitu 1,0 hektar. Sebanyak 29 orang, yang merupakan 56,9%, mengelola lahan dengan luas O1,0 hektar, sedangkan 22 orang, atau 43,1%, mengelola lahan dengan luas Ou1,0 Variabel bebas dalam penelitian ini meliputi jumlah produksi, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan, dan biaya tenaga kerja. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pendapatan. Jumlah Produksi Produksi usahatani adalah kuantitas dari hasil panen yang dihasilkan oleh petani. Dalam berusahatani padi, petani berusaha untuk menghasilkan jumlah produk yang paling banyak. Hasil produksi petani Desa Tabbinjai di tunjukkan pada tabel berikut : Table 5. Jumlah Produksi Petani RespondeUsahatani Padi Hasil produksi (K. < 2. Ou 2. Jumlah Jumlah . Persentase (%) Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat bahwa rata-rata hasil produksi adalah 2. 548 kg. Sebanyak 32 petani dengan persentase sebesar 62,8% menghasilkan produksi kurang dari 548 kg dalam sekali panen, sementara 19 petani dengan persentase sebesar 37,2% menghasilkan produksi 2. 548 kg atau lebih. Harga Jual Petani akan menjual hasil gabahnya dengan harga yang ditetapkan oleh pengepul gabah, yang dapat beragam. Harga jual gabah yang lebih tinggi akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan petani. Berdasarkan data yang ada, 17 petani menjual gabahnya dengan harga Rp 6. 300/kg, sementara 34 petani menjual dengan harga Rp 6. 500/kg. Biaya Benih Benih merupakan bagian dari tanaman itu sendiri yang digunakan untuk perbanyakan. Berikut adalah data mengenai biaya benih bagi petani padi di Desa Tabbinjai: Tabel 6. Biaya Benih Petani Responden Usahatani Padi Biaya Benih (R. < 174. Ou 174. Jumlah . Persentase (%) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UsahataniA. (Farah Fitriyah. Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri. Nurlail. Jumlah Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa rata-rata biaya benih petani di Desa Tabbinjai adalah Rp174. Sebanyak 36 orang atau 70%, mengeluarkan biaya benih kurang dari Rp 582, sementara 15 orang sisanya atau 30%, mengeluarkan biaya benih sebesar Rp 582 atau lebih. Biaya Pupuk Pupuk digunakan dalam tanaman untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman sehingga tanaman dapat menghasilkan hasil yang baik. Biaya pupuk yang harus dibayar petani adalah sebagai berikut : Tabel 7. Biaya Pupuk Petani Responden Usahatani Padi Biaya Pupuk (R. < 867. Ou 867. Jumlah Jumlah . Persentase (%) Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2024 Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat bahwa rata-rata biaya pupuk yang telah dikeluarkan oleh petani di Desa Tabbinjai adalah Rp867. 326, sebanyak 33 orang petani atau dengan persentase sebesar 64,8% mengeluarkan biaya pupuk ttabel 2,015, dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa variabel jumlah produksi berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Semakin tinggi hasil produksi padi di Desa Tabbinjai, semakin meningkat pendapatan petani Harga jual memiliki nilai thitung 13,207>ttabel 2,015, dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa harga jual berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Semakin tinggi harga jual gabah di Desa Tabbinjai, semakin meningkat pendapatan petani padi. Biaya benih memiliki nilai thitung 0,1560,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa biaya benih tidak berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Biaya benih tidak berpengaruh signifikan karena petani setempat menggunakan benih milik sendiri, sehingga pengeluaran untuk pembelian benih berkurang. Biaya pupuk memiliki nilai thitung 7,076>ttabel 2,015, dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa biaya pupuk berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Biaya pupuk mempengaruhi pendapatan petani karena pupuk digunakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Petani menginvestasikan biaya besar untuk pupuk agar tanaman tumbuh optimal dan hasil panen meningkat, terutama mengingat harga pupuk yang semakin tinggi. Biaya obat-obatan memiliki nilai thitung 1,5650,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa biaya obat-obatan tidak berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Biaya obat-obatan tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan karena sebagian besar tanaman padi di Tabbinjai tidak terkena hama, sehingga pada pengeluaran petani untuk pembelian obatobatan berkurang. Biaya tenaga kerja memiliki nilai thitung 3,462>ttabel 2,015, dengan nilai signifikansi 0,001<0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Ini membuktikan bahwa biaya tenaga kerja berpengaruh nyata atau signifikan secara parsial terhadap pendapatan usahatani padi. Biaya tenaga kerja yang tinggi dapat menyebabkan peningkatan biaya produksi, sehingga berpengaruh pada pendapatan petani. Koefisien Determinasi (R. Tabel 13. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Pallangga: Journal of Agriculture Science Research C Volume 4 No. 1 (Januari, 2. C 14 Ae 22 DOI: x x Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Biaya tenaga Kerja. Harga Jual. Biaya Pupuk. Biaya Obat-obatan. Biaya Benih. Jumlah Produksi Sumber : Output SPSS 20 . ata primer diolah, 2. Berdasarkan Tabel 14 dapat dilihat bahwa Adjusted R Square memilki nilai sebesar 0,976 yang berarti hal ini memilki pengaruh besar terhadap pendapatan petani padi yang bisa diuraikan oleh enam variabel bebas yaitu jumlah produksi, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan, dan biaya tenaga kerja bernilai 97,6% dan sisanya 2,4% diuraikan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model. KESIMPULAN DAN SARAN Jumlah produksi, harga jual, biaya benih, biaya pupuk, biaya obat-obatan, dan biaya tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi di Desa Tabbinjai. Secara parsial jumlah produksi, harga jual, biaya pupuk, dan biaya tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi di Desa Tabbinjai. Kecamatan Tombolo Pao. Kabupaten Gowa. DAFTAR PUSTAKA