Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Tersedia secara online di http://ojs. unik-kediri. id/index. php/jatiunik/issue/view/76 JATI UNIK Jurnal Ilmiah dan Teknik Industri Universitas Kadiri Sistem Efisiensi Biaya Produksi Kasur Busa Royal Exclusive Dengan Pendekatan Manajemen Produksi Ferryl Widhi Suratmojo*1. Ana Komari 2. Lolyka Dewi Indrasari3 ferryl@gmail. com*1, ana@unik-kediri. id2, lolyka@unik-kediri. 1,2,3Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Kadiri Informasi Artikel Abstract Riwayat Artikel : The level of effectiveness and efficiency of production is required to have high value and accuracy of proper demand forecasting. The plant must operate effectively and be able to meet the targeted level of production needs. Mattress is one of the household products used for rest needs. PT. Bestari Mulia is difficult in making Total Cost efficiency in storing one of kasur's raw materials. This research aims to improvethe accuracy of the correct forecast errors and the assessment of the costefficiency system of royal exclusive foam mattress production using the concept of Total Cost POQ concept. This study uses raw material data, ordering, component prices, finished product prices and lead time. The research method begins with the selection of the smallest natural error value and the comparison of the Total Cost value of The result of this study is the selection of the accuracy of the correct forecasting error using the Forecasting Simple Average method with the smallest error worth 398,871,185,883,880 and the assessment of the cost efficiency system of producing a royal exclusive foam mattress using the concept of Total Cost production management POQ concept more efficiently than the Total Cost of the Company's concept. Total Cost of POQ concept is Rp. 3,552,964,073,547, while the Total Cost of the Company's concept amounted to 3,559,493,448,547. Thus, using the Total Cost of POQ concept can reduce inventory costs by Rp. 6,529,375,000. Received : 11 Ae Agustus Ae 2021 Revised : 1 Ae September Ae 2021 Accepted : 6 Ae September Ae 2021 Kata kunci : Forecasting Mattress POQ Total Cost Abstrak Untuk melakukan sitasi pada penelitian ini dengan format : F W Suratmojo. A Komaro. L D Indrasari. Sistem Efisiensi Biaya Produksi Kasur Busa Royal Exclusive Dengan Pendekatan Manajemen Produksi,Ay JATI UNIK : Jurnal Ilmiah dan Teknik Industri Universitas Kadiri. , vol. 5, no. 30- 43. Tingkat efektifitas dan efisiensi berproduksi dituntut memiliki nilai yang tinggi dan akurasi peramalan permintaan yang tepat. Pabrik harus beroperasi secara efektif dan dapat memenuhi tingkat kebutuhan produksi yang ditargetkan. Kasur adalah salah satu produk rumah tangga yang digunakan untuk kebutuhan istirahat. PT. Bestari Mulia sulit dalam melakukan efisiensi biaya total dalam penyimpanan salah satu bahan baku Kasur. Penelitian ini bertujuan untuk memilih akurasi kesalahan ramalan yang tepat dan penilaian sistem efisiensi biaya produksi kasur busa royal exclusive menggunakan konsep Total Cost konsep POQ. Penelitian ini menggunakan data bahan baku, pemesanan, harga komponen, harga produk jadi dan lead time. Metode penelitian diawali dengan pemilihan nilai kesalahan peralaman terkecil dan perbandingan nilai biaya total penyimpanan. Hasil penelitian ini yaitu Pemilihan akurasi kesalahan ramalan yang tepat menggunakan metode Forecasting Simple Average dengan kesalahan paling kecil bernilai 880 dan penilaian sistem efisiensi biaya produksi kasur busa royal exclusive menggunkaan konsep Total Cost konsep POQ Manajemen Produksi lebih efisien dari pada pada Total Cost konsep Perusahaan. Total Cost konsep POQ sebesar Rp. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Dengan demikian, menggunakan Total Cost konsep POQ dapat mengefisiensikan biaya inventory sebesar Rp. Pendahuluan Perusahaan dengan sistem produksi yang baik belum tentu memberikan evaluasi produksi dengan taraf yang baik pula. Banyak perusahaan yang telah berdiri lama masih sulit menerapkan sistem produksi yang tepat berdasarkan jumlah permintaan maupun berdasarkan riwayat produksi. Kendala Ae kendala yang terjadi membuat perusahaan berpikir keras sebagai bentuk upaya mengurangi biaya yang terpakai tidak sesuai dengan fungsinya. Biaya Ae biaya yang telah dianggarkan untuk keperluan produksi masih sering terpakai untuk kegiatan lainnya. Hal ini disebabkan masih terjadi sisa anggaran. Lambat Ae laun jika sering terjadi, anggaran perusahaan akan membengkak dan biaya yang seharusnya digunakan, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Proses produksi merupakan kegiatan utama dalam perusahaan industri manufaktur. Tingkat efektifitas dan efisiensi berproduksi dituntut memiliki nilai yang tinggi. Pabrik harus beroperasi secara efektif dan dapat memenuhi tingkat kebutuhan produksi yang Pengawasan produk diimplementasikan sebagai jaminan pada konsumen bahwa produk yang diterima konsumen memiliki mutu yang baik. Persaingan yang terjadi saat ini adalah produk kasur. Kasur merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang dan kasur merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi selain kebutuhan pokok, karena banyaknya persaingan tersebut, maka perusahaan saling berlomba-lomba untuk menciptakan produk kasur yang bermutu dan berkualitas tinggi. Dalam sehari, manusia butuh tidur sekitar tujuh sampai delapan jam. Salah satu tujuannya untuk mengembalikan stamina. jika tidak tidur dalam 24 jam, daya tubuh menurun. masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dituntut untuk bekerja keras sepanjang hari sehingga pada malam harinya mereka ingin memaksimalkan waktu untuk beristirahat dengan nyaman. Dengan melihat kesadaran masyarakat yang cukup tinggi terhadap kenyamanan saat beristirahat, maka banyak permintaan kasur yang bermutu dan berkualitas tinggi di pasar, dengan banyaknya pilihan kasur maka calon pembeli atau konsumen kasur juga akan lebih banyak pertimbangan. konsumen akan membeli kasur yang keunggulannya banyak dengan harga yang relatif lebih murah. Kegiatan produksi sendiri meliputi peramalan permintaan, pembelian bahan baku, biaya penyimpanan, biaya sekali pesan dan biaya pendukung lainnya . Dengan adanya 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. kegiatan tersebut, perusahaan memiliki dasar pengeluara biaya yang digunakan. Tetapi, yang belum maksimal penggunaannya yaitu cara memilah kategori pembiayaan yang Hal tersebut, perlu di evaluasi sebagai pengendalian dalam kegiatan produksi. Menurut . , kegiatan produksi yang terstruktur dapat memberikan peran optimal pada pembelanjaan kegiatan produksi. Keunggulan yang terjadi yaitu biaya teralokasikan dengan benar, optimalisasi biaya yang tersistematis dan perbandingan biaya yang telah terbelanjakan dan biaya yang dihitung menggunakan metode pengendalian produksi. Tinjauan utama dari pengendalian produksi yaitu bahan baku apa saja yang digunakan, jumlah unit yang digunakan, harga bahan baku setiap volume tertentu, jumlah permintaan bahan baku setiap periode, wawasan mengenai bunga bank dalam biaya simpan, biaya administrasi ketika terjadi pemesanan dan biaya pendukung lainnya . Peramalan sebagai bentuk estimasi kebutuhan jangka panjang dengan metode Peramalan permintaan yang benar menggunakan berbagai metode untuk mencari nilai kesalahan terkecil. Nilai kesalahan tersebut dapat membandingkan dengan 2 metode atau lebih. Pemilihan metode kesalahan akan di digunakan untuk estimasi batas kendali atas dan batas kendali bawah dalam peramalan permintaan . Batas kendali dan nilai kesalahan terkecil sudah diketahui, kemudian melakukan perhitungan pengendalian produksi sebagai capaian persediaan pengaman, periode pemesanan dan jumlah pemesanan ekonomis . Pengendalian biaya dalam produksi maupun persediaan dengan capaian efisiensi. Efisiensi sebagai bentuk konsistensi perusahaan menekan biaya yang berkaitan untuk produksi . Penekanan biaya dapat meringankan beban perusahaan dalam pembiayaan kegiatan produksi . PT. Bestari Mulia yang terletak di Kabupaten Sidoarjo sebagai produksi salah satu produk yang dibahasan pada penelitian ini adalah springbed ukuran panjang 200 cm, lebar 160 cm dan tinggi 17 cm. Perusahaan sudah menerapkan sistem produksi. Sistem yang digunakan dengan tujuan mengetahui total biaya yang harus dianggarkan dalam waktu 12 untuk memproduksi springbed tersebut. Tetapi, peneliti mencoba melakukan penelitian sistem produksi menggunakan pendekatan manajemen produksi. Indikator yang digunakan yaitu periode pemesanan, pemesanan ekonomis dan membandingkan total biaya dari perusahaan dengan total biaya berdasarkan pendekatan manajemen produksi . Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis busa/foam yang diproduksi di perusahaan ini ada dua jenis Busa Density dan Busa Calsium. Ketatnya persaingan produk kasur busa dan spring bad dengan berbagai merek lain, membuat perusahaan berusaha 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. untuk mendapatkan tingkat produktivitas yang tinggi untuk mengurangi kerugian yang terjadi . Tujuan penelitian untuk mengetahui pemilihan akurasi kesalahan ramalan yang tepat dan penilaian sistem efisiensi biaya produksi kasur busa royal exclusive menggunakan konsep Total Cost konsep Period Order Quantity. Batasan masalah yang digunakan adalah Mean Squared Error terkecil sebagai metode peramalan permintaan. Nilai Mean Squared Error berasal dari metode Moving Average. Simple Average dan Eksponential Moving Average. Komponen Springbed adalah busa, pegas dan kain Quilting. Total Cost perusahaan berasal dari data riwayat perusahaan periode Januari 2020 Ae Desember 2020 dan Total Cost dengan konsep Period Order Quantity sebagai pembanding untuk Total Cost perusahaan. Sedangkan asumsi yang digunakan adalah tidak ada perubahan data Total Cost yang berasal dari perusahaan, suku bunga sebesar 10%, depresiasi penyimpanan sebesar 0,5%, data permintaan sejak Januari 2020 sampai dengan Desember 2020 dan biaya sekali pesan sesuai dengan wawancara pihak terkait, bukan berdasarkan data Tinjauan Pustaka Manajemen Produksi Proses produksi mengindikator pada . an, money, material, metho. yang ada untuk menghasilkan suatu produk . Baik berupa barang atau jasa yang dapat diambil nilai lebihnya atau manfaatnya oleh konsumen . Sifat proses produksi adalah mengolah . Persediaan Bahan Baku Persediaan adalah unsur yang penting bagi perusahaan . Persediaan dengan kebutuhan produksi yang overload hanya akan memperbesar adanya kerugian . Persediaan dan produksi tidak memenuhi permintaan, menyebabkan pembatalan pemesanan dan rasa ketidakpuasan pada pelanggan . Peramalan. Akurasi dan Kendali Menurut . , peramalan permintaan bahan baku dengan jangka pendek terkait dengan periode kurang dari tiga bulan . Jangka menengah dengan periode tiga bulan sampai dengan 18 bulan dan jangka panjang dengan waktu melebihi dari 18 bulan . 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Period Order Quantity (POQ) Pendekatan utama mengacu pada Economic Order Quantity (EOQ) dengan sistem permintaan yang beragam . Period Order Quantity (POQ) adalah bentuk integrasi nilai (D) total biaya permintaan dibagi dengan nilai Economic Order Quantity (EOQ) . Economic Order Quantity (EOQ) Metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk memberikan pertimbangan pada kebutuhan bahan baku saat tiba masa yang akan datang . Untuk memberikan pertimbangan pada kebutuhan bahan baku saat tiba masa yang akan datang . Metode Penelitian Lokasi penelitian adalah PT. Bestari Mulia yang terletak di Kabupaten Sidoarjo, dengan waktu penelitian sejak Maret 2020 sampai dengan September 2020. Pada teknik analisis data dilakukan dengan urutan sebagai berikut : Tahap 1. Mean Square Error Metode Moving Average memiliki syarat data yang stabil pada data permintaan. =jumlah data n=jumlah periode Simple Average adalah metode ini dapat dilakukan pada periode bulan ke Aen. At = Permintaan aktual Ft = Peramalan Exponential Moving Average yaitu metode mengenai data terbaru , . - ) untuk data yang lama, . - )2 untuk data yang lebih lama dan seterusnya. = Permintaan aktual ke-n = Peramalan ke-n Tahap 2. Akurasi Peramalan Mean Square Error digunakan untuk mengetahui tingkat kesalahan dari pembagian dengan jumlah periode pada peramalan. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. At = Permintaan aktual ke-n Ft= Peramalan ke-n = jumlah periode Moving Range digunakan memiliki perhitungan data peramalan dikurangi dengan permintaan yang digunakan untuk mengetahui nilai rentang hasil pengurangan . Xt = Permintaan aktual ke-n Xn= Peramalan ke-n Moving Range (MR) digunakan untuk indikator pada Batas Kendali Atas dan Bawah. Batas Kendali menggunakan rumus : Tahap 2. EOQ Biaya kebutuhan unit bahan baku adalah biaya yang dianggarkan untuk melakukan stok permintaan dari konsumen. Biaya ini menggunakan rumus : = total biaya permintaan (R. n = periode permintaan . = rerata permintaan . nit/tahu. Biaya sekali pesan adalah biaya yang digunakan untuk memesan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Biaya ini dilakukan setiap satu kali dalam satu tahun menggunakan rumus berikut : Syear = Biaya sekali pemesanan (Rp/pemesana. = rerata permintaan . nit/tahu. = rerata persediaan . nit/tahu. = Seluruh jenis biaya pemesanan 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Biaya penyimpanan bahan baku adalah biaya yang digunakan untuk menyimpan bahan baku didalam gudang. Perhitungan biaya ini sebagai bentuk aktivitas dalam memesan dan meninjau asumsi bunga bank serta harga barang. Biaya ini menggunakan rumus berikut : H= biaya penyimpanan (R. = rerata harga bahan baku . nit/tahu. n= periode . i= suku bunga (/tahu. d=depresiasi (/rerata uni. Economic Order Quantity adalah sebagai metode manajemen persediaan paling Metode Economic Order Quantity (EOQ) menggunakan rumus : EOQ=Biaya pemesanan ekonomis (Rp/pesana. D=Total biaya permintaan (R. S= Biaya pemesanan bahan baku (Rp/pesana. H=biaya penyimpanan (R. Tahap 3. POQ POQ adalah bentuk penentuan biaya pemesanan berdasarkan periode waktu. = rerata permintaan . nit/tahu. EOQ=pemesanan ekonomis (R. Safety Stock menggunkaan faktor standar deviasi. data yang digunakan = rerata seluruh data N= jumlah data Penilaian standar deviasi akan dikalikan dengan kosntanta . =1,. untuk mengetahui nilai Safety stock (SS). = Standar deviasi 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. SS= Standar deviasi Maxium Inventory kapasitas tampung gudang dalam perusahaan. Lead Time berdasarkan harga rerata unit, dengan periode jumlah bulan dan periode jumlah hari dalam satu tahun. = Rerata waktu tunggu . nm = jumlah periode bulan nd = jumlah hari dalam satu tahun Re-Order Point sebagai bentuk monitoring kegiatan manajemen persediaan. = Rerata waktu tunggu dari perusahaan Total Cost of Inventory adalah dalah biaya yang diterapkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Total biaya ini akan dibandingkan dengan hasil perhitungan perusahaan. Jika Total Cost of Inventory (TCI) lebih rendah, maka total biaya perusahaan dari perusahaan dapat Keunggulan memperhitungan biaya dari rerata bahan baku sampai dengan rentang pemesanan . Tahap 4. Hasil pembahasan dari proses analisis data untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan data yang telah dikumpulan. Pengolahan data pada penelitian ini sebagai berikut : Mean Square Error Forecasting Moving Average (FMA) Tabel 4. 1 Forecasting Moving Average (FMA) MSE Moving Range BKA -1995000,0 BKB 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Gambar 4. 1 Forecasting Moving Average Berdasarkan nilai dari Mean Square Error menggunakan Forecasting Moving Average (FMA) pada tabel . dan gambar . Nilai error sebagai bukti untuk mengetahu nilai kesalahan dalam peralaman yang telah Forecasting Simple Average (FSA) Tabel 4. 2 Forecasting Simple Average (FSA) MSE Moving Range -2120361,33 BKA -5640161,13 BKB 5640161,13 Gambar 4. 2 Forecasting Simple Average Berdasarkan nilai dari Mean Square Error menggunakan Forecasting Moving Average (FMA) pada tabel . dan gambar . Nilai error sebagai bukti untuk mengetahu nilai kesalahan dalam peralaman yang telah 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Forecasting Exponential Moving Average (FSMA) Tabel 4. 3 Forecasting Exponential Moving Average MSE Moving Range -2120361,33 BKA -5640161,13 BKB 5640161,13 Gambar 4. 3 Forecasting Simple Average Berdasarkan nilai dari Mean Square Error menggunakan Forecasting Moving Average (FMA) pada tabel . dan gambar . Nilai error sebagai bukti untuk mengetahu nilai kesalahan dalam peralaman yang telah Dari 3 model peramalan yang telah dilakukan oleh peneliti, nilai Mean Square Error terkecil yaitu metode Forecasting Simple Average sebesar 398. Economic Order Quantity (EOQ) Jenis Kain Quilting Tabel 4. 4 Economic Order Quantity EOQ Berdasarkan pengumpulan data, indicator nilai total biaya bahan baku (D) sebesar Rp. 000, nilai dari biaya sekali pemesanan (S) sebesar Rp 1. 892, nilai biaya penyimpanan (H) sebesar Rp. Pada tabel . , nilai dari Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 62. 186 roll setiap kali melakukan pemesanan. Period Order Quantity (POQ) Jenis Kain Quilting . Tabel 4. 5 Period Order Quantity EOQ POQ 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Pada tabel . , nilai total biaya bahan baku (D) sebesar Rp. 000, nilai Economic Order Quantity (EOQ) sebesar 62. 186 roll setiap kali melakukan pemesanan. Dengan demikian, nilai periode untuk memesan secara ekonomis (POQ) yaitu setelah perusahaan menghabiskan bahan baku sebesar 1. 652 roll. Total Cost of Inventory (TCI) Tabel 4. 6 Nilai Standar Deviasi Indeks Periode Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total (Jut. Rerata Jumlah Standar Deviasi Nilai standar deviasi didapatkan nilai sebesar 6. Nilai standar deviasi berguna untuk menghitung nilai safety stock (SS). Tabel 4. 7 Safety stock dan Max Inventory Jenis Quilting Konstanta 1,65 Standar Deviasi EOQ . POQ . Safety stock . Maximum Inventory . Nilai safety stock (SS) sebesar 10. 048 roll dalam memberikan persediaan pengaman pada perusahaan. Sedangkan untuk nilai dari kapasitas penyimpanan perusahaan (Maximum Inventor. 235 roll. 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Tabel 4. 8 Re-Order Point (ROP) Jenis Rerata bahan baku . Lead Time (LT) matematis Re-Order Point Quilting 0,296 Nilai pemesanan Kembali dilakukan oleh perusahaan setelah menggunakan bahan baku sejumlah 69. 000 roll. Tabel 4. 9 Total Cost of Inventory POQ Biaya pemesanan (S) EOQ Konstanta Biaya simpan (H) Total Cost of Inventory (R. Nilai Total Cost of Inventory sebesar Rp. Nilai tersebut berasal dari indikator POQ. Biaya pemesanan. EOQ. Konstanta dan biaya simpan. Total Cost of Inventory (TCI) yang dihitung berdasarkan perhitungan dari perusahaan sebesar Rp 3. Sedangkan Total Cost of Inventory berdasarkan pendekatan manajemen produksi sebesar Rp. 547 pada kain Quilting yang digunakan untuk packaging produk Springbed. Tabel 4. 10 Nilai Selisih TC Perusahaan dengan TC Penelitian Jenis TC Manajemen Produksi TC Perusahaan Selisih Kain Quilting Nilai dari Total Cost of Inventory berdasarkan manajemen produksi lebih efisien dari pada Total Cost of Inventory berdasarkan hasil perhitungan perusahaan. Selisih yang didapatkan sebesar Rp. Sehingga, lebih baik perusahaan PT. Bestari Mulia yang terletak di Kabupaten Sidoarjo menggunakan anggaran biaya Total Cost of Inventory yang dihitung dengan pendekatan manajemen produksi. Gambar 4. 4 Diagram Perbandingan TC Manajemen Produksi dengan TC Perusahaan 30737/jatiunik. *Corresponding author : ferryl@gmail. Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 Oktober 2021, hal 1 Ae 15 ISSN : 2597-6257 (Prin. 2597-7946 (Onlin. Kesimpulan dan Saran Pemilihan akurasi kesalahan ramalan yang tepat menggunakan metode Forecasting Simple Average dengan kesalahan paling kecil bernilai sebesar 398. 880 dan penilaian sistem efisiensi biaya produksi kasur busa royal exclusive menggunkaan konsep Total Cost konsep Period Order Quantity Manajemen Produksi lebih efisien dari pada pada Total Cost konsep Perusahaan. Total Cost konsep Period Order Quantity sebesar Rp. 547, sedangkan Total Cost konsep Perusahaan sebesar 3. Dengan demikian, menggunakan Total Cost konsep Period Order Quantity dapat mengefisiensikan biaya inventory sebesar Rp. Saran yang dapat diberikan kepada perusahaan yaitu, lebih baik menggunakan metode Total Cost konsep Period Order Quantity untuk menentukan biaya total pada Dengan demikian, dapat memberikan efisiensi biaya lebih baik dan dapat memberikan penghematan pada pengeluaran biaya bahan baku perusahaan. Tidak hanya itu, pemilihan metode peramalan juga memerlukan capaian dalam perusahaan. Untuk metode peramalan yang tepat perusahaan dapat menggunakan Forecasting Simple Average. Daftar Pustaka