Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN ANALYSIS OF DETERMINANT FACTORS OF CERVICAL CANCER INCIDENCE AMONG WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE AT H. ADAM MALIK GENERAL HOSPITAL. MEDAN Sah Marianta Gintinga*. Memo Nababanb. Putri Yolanda Situmorangc. Sylvira Riandac Program Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Sejati. Jln. Basir No. 61 Pangkalan Mansyur Medan Johor Sumatera Utara, 20143. Indonesia bProgram Administrasi Rumah Sakit. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Sejati. Jln. Basir No. 61 Pangkalan Mansyur Medan Johor Sumatera Utara, 20143. Indonesia c,dProgram Studi Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Sejati. Jln. Basir No. 61 Pangkalan Mansyur Medan Johor Sumatera Utara, 20143. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 4 Desember 2025 Kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat di dunia, dengan 000 kasus baru pada tahun 2022. Pada tahun yang sama, sekitar 94% dari 350. 000 kematian yang disebabkan oleh kanker serviks terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia, dengan 36. 000 kasus baru 000 kematian setiap tahunnya. Penelitian ini dengan pendekatan cross Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur penderita kanker serviks baik rawat inap maupun rawat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan, dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan chi square dan regresi logistik Terdapat hubungan faktor risiko usia pertama kali berhubungan seksual . value 0,. , riwayat penggunanaan kontrasepsi hormonal. , dan jumlah pasangan berhubungan seksual . value 0,. Faktor risiko yang paling mempengaruhi terjadinya kanker serviks adalah penggunaan kontrasepsi hormonal . value = 0,. Disarankan agar tenaga kesehatan dan dapat meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kanker serviks dan pencegahannya. Revisi: 17 Desember 2025 Terbit: 22 Desember 2025 Kata Kunci Kanker Serviks. Wanita Usia Subur. Faktor Risiko Keywords ABSTRACT Cervical Cancer. Women of Reproductive Age. Risk Factors. Cervical cancer is the fourth most common cancer globally, with 660,000 new cases reported in 2022. In the same year, about 94% of the 350,000 cervical cancer deaths occurred in low- and middle-income countries. In Indonesia, cervical cancer is the second most common cancer among women, with an estimated 36,000 new cases and 21,000 deaths annually. This study used a crosectional design. The population consisted of women of reproductive age diagnosed with cervical cancer, both inpatients and outpatients, at H. Adam Malik General Hospital in Medan. A total of 82 respondents were selected using accidental sampling. Data were analyzed using chi-square and multiple logistic There were significant associations between cervical cancer and age at first sexual intercourse . = 0. , history of hormonal contraceptive use . = 0. , and number of sexual partners . = 0. The most influential risk factor for cervical cancer was the used hormonal family planning . = 0. Health workers are encouraged to strengthen education and community outreach regarding cervical cancer risk factors and prevention. *Korespondensi Email: Gintingsah17@gma DOI: http://doi. org/10. 30743/jkin. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution License . ttp://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Sah Marianta Ginting Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. kanker serviks sebagai masalah kesehatan PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan pertumbuhan masyarakat, pada tahun 2030. sel yang berlebihan dan tidak terkontrol di Menurut laporan dari The Global Cancer sekitar serviks, mulut rahim atau leher rahim. Observatory. Pemicu utama munculnya kanker serviks penyakit pada wanita dengan jumlah penderita diakibatkan oleh infeksi dari beberapa tipe paling banyak kedua setelah kanker payudara di Human Papioma Virus (HPV) resiko tinggi yang Indonesia. Di Indonesia, kasus baru kanker serviks selama tahun 2020 berkisar 36. 633 kasus epidermal dan mukosa serviks. Jenis HPV yang . ,2%) dengan jumlah kematian 21. ,0%). sangat umum ditemukan pada kasus kanker Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia dari semua kanker serviks yang dilaporkan. 505 perempuan usia 30 -50 tahun 14,6% Hasil studi kasus terhadap 1000 sampel dari 22 dari sasaran telah menjalani deteksi dini kanker negara ditemukan adanya infeksi HPV pada leher rahim dengan Metode IVA. Dari data 99,7% kasus kanker serviks. serviks berupa tipe 16 dan 18, sebanyak 70% 2021-2023. Ditjen P2P. Kemenkes RI 2024, pada tahun 2023 Menurut World Health Organization menyebutkan hasil pemeriksaan IVA positif (WHO) pada tahun 2022, kanker serviks 236 . %) dan yang dicurigai kanker merupakan kanker terbanyak keempat di dunia, leher rahim sebanyak 324 . ,01%) dari dengan morbiditas 660. 000 kasus baru pada 505 perempuan usia 30-50 tahun yang Pada tahun yang sama, mencapai telah dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. 94% dari 350. 000 mortalitas yang disebabkan Diperoleh juga jumlah deteksi dini di Provinsi oleh kanker serviks terjadi di negara-negara Sumatera Utara yakni sebesar 16,6%. berpenghasilan rendah dan menengah. Kanker Kanker serviks pada stadium awal tidak serviks merupakan kanker terbanyak kedua pada menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa perempuan Indonesia, dengan morbiditas 36. tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering kasus dan 21. 000 kematian . setiap memberikan gejala perdarahan post coitus. Keputusan Indonesia pada tahun 2023 keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati untuk memperluas akses vaksin HPV sehingga haid . serta keluar cairan abnormal mencakup anak-anak perempuan di kelas 5 dan . ekuning-kuningan, berbau dan bercampur 6 sesuai RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim dara. dari kanker serviks yakni infeksi HPV merupakan langkah penting menuju pencapaian yang berada di dalam tubuh manusia. Diketahui target strategi global WHO untuk mengeliminasi bahwa DNA HPV dapat ditemukan pada 99% kasus kanker serviks di seluruh dunia. Adapun Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 faktor resiko terjadinya kanker serviks antara pemeriksaan awal atau skrining deteksi dini, baik dengan cara Pap Smear. LBC, dan IVA Test. Pencegahan kanker serviks yang dapat merokok, mempunyai anak banyak, sosial dilakukan adalah menghindari faktor resiko dan ekonomi rendah, pemakaian pil KB, penyakit melakukan skrining kanker serviks seperti Pap Smear, pemeriksaan sitologi. Kolposkopi dan juga melakukan vaksinasi HPV. menualar seksual, dan gangguan imunitas. Faktor kematian dan kejadian akibat kanker serviks di Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang Indonesia adalah masih banyaknya wanita yang dilakukan oleh penulis pada bulan Oktober 2024 tidak melakukan pemeriksaan kanker serviks dan diperoleh data dari rekam medik RSUP H. secara dini, karena tingginya angka kejadian Adam Malik Medan bahwa penderita kanker kanker serviks sangat membutuhkan strategi serviks pada wanita usia subur pada tahun 2023 dalam pencegahan kanker serviks. Strategi yaitu 392 kasus, dan meningkat pada tahun 2024 dalam pencegahan kanker serviks yaitu dengan menjadi 445 kasus kejadian kanker serviks, melakukan primer seperti mencegah faktor sehingga peneliti tertarik untuk melakukan resiko terjadinya kanker serviks dan melakukan penelitian tentang analisis faktor resiko kejadian vaksinasi HPV. Vaksin HPV yang diberikan kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. dapat berperan mengurangi infeksi Human Tujuan penelitian ini uuntuk menganalisis Papilloma Virus karena mempunyai kemampuan pengaruh usia, jumlah pasangan berhubungan proteksi > 90%. WUS mempunyai kemungkinan lebih penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap tinggi terpapar jenis HPV yang berisiko tinggi kejadian kanker serviks pada wanita usia subur menyebabkan kanker serviks. Kanker serviks di RSUP H Adam Malik Medan. sering berkembang pada wanita yang berusia 30an dan 40-an. Oleh karena itu, mendeteksi perubahan sel abnormal atau infeksi HPV pada WUS dapat membantu dalam usaha mendeteksi perkembangan kanker lebih lanjut. Kesadaran dalam melakukan skrining deteksi dini kanker serviks sangat penting bagi WUS, mengingat salah satu masalah umum adalah sepertiga dari kasus kanker serviks baru ditemukan pada stadium lanjut ketika sel kanker telah menyebar ke organ lain yang ada didalam tubuh. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain survei analitik penelitian yang melakukan determinasi terhadap paparan dan hasil dari paparan tersebut pada satu titik waktu. Penelitian dilakukan di RSUP H. Adam Malik Medan, untuk tujuan menganalisis faktor risiko kejadian kanker serviks pada wanita usia subur. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Pencegahan sekunder adalah pencegahan 2024 dan tercatat pada rekam medis RSUP H terjadinya infeksi HPV dengan melakukan Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Adam Malik Medan yaitu berjumlah 445 orang, maksimal 20%. Sebagai alternatif, jika uji chi sementara sampel penelitian ini adalah sebagian square tidak memenuhi syarat tersebut, dapat pasien kanker serviks di RSUP H. Adam Malik digunakan uji fisher exact test. 2024 dan tercatat pada rekam medis RSUP H Sementara analisis multivariat bertujuan Adam Malik Medan yaitu berjumlah 82 orang. untuk melihat kemaknaan hubungan antara Teknik variabel bebas . ndependent variabl. dengan variabel terikat . ependent variabl. di lokasi sampling dengan menerapkan simple random penelitian secara simultan sekaligus menentukan sampling, dimana semua populasi memiliki faktor yang lebih domain berhubungan dengan kesempatan yang sama untuk menjadikan kejadian kanker serviks. Uji statistik yang digunakan regresi logistik berganda, pada batas Data diolah dengan dua tahap yaitu bivariat dan multivariat. Analisis bivariat, kemaknaan 95% dengan perhitungan statistik A = 0,05. sebagaimana dijelaskan oleh Sugiyono . Penelitian risiko kejadian kanker serviks adalah suatu metode analisis yang bertujuan pada wanita usia reproduktif di RSUP H. Adam untuk mengidentifikasi hubungan antara dua Malik Medan tahun 2024 dilakukan sesuai variabel, yaitu variabel independen dan variabel dengan pedoman etika dan norma penelitian. dependen, baik dalam bentuk perbandingan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya surat asosiasi, maupun korelasi. Dalam penelitian ini, keterangan yang menyatakan lolos kaji etik dari analisis bivariat dilakukan terhadap dua variabel Komisi Etik Penelitian Institut Kesehatan Deli yang diduga memiliki pengaruh, yakni variabel Husada Deli Tua dengan nomor 098/KEP- independen yang melibatkan usia, riwayat IKDH/II/2025. jumlah pasangan seksual, paritas, penggunaan HASIL kontrasepsi hormonal, dan merokok. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. Dalam menguji signifikansi hubungan antara variabel tersebut, digunakan uji statistik Chi Square pada perangkat lunak statistik, dengan menganggap nilai signifikansi bermakna jika pvalue <0,05. Selain itu, faktor setiap variabel Dalam penelitian ini dilakukan uji bivariat yaitu pengaruh usia pertama kali berhubungan seksual, paritas, riwayat jumlah pasangan berhubungan seksual merokok, dan penggunaan KB hormonal terhadap kejadian kanker serviks pada wanita usia subur di RSUP H. Adam Malik Medan. Berikut ini hasil analisis bivariat sebagai dapat diketahui melalui prevalence ratio dan CI . onfidence dianggap signifikan jika CI tidak melwati angka Syarat penggunaan uji Chi Square adalah expected count <5 dengan frekuensi harapan Sah Marianta Ginting Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Tabel 1. Tabulasi Silang Pengaruh Usia Pertama Kali Berhubungan Seksual. Paritas. Riwayat Jumlah Pasangan Berhubungan Seksual. Merokok, dan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal terhadap Kejadian Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur di RSUP H. Adam Malik Medan. Kejadian Kanker Serviks Variabel Kanker Serviks Non Kanker Serviks Usia Pertama Kali Berhubungan Seksual O20 tahun >20 tahun Paritas O3 Riwayat Jumlah Pasangan Berhubungan Seksual Merokok Tidak Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Tidak Total p value PR . % CI) 23 . %) 59 . %) 0,003* 3,359 . ,566-7,. %) 49 . %) 0,06 1,8606 ,610-5,. 0, 001* 6,099 ,694-13,. 0,054 1,573 ,614-4,. 0,002* 3,382 ,573-7,272 Berdasarkan Tabel 1 dalam penelitian ini Medan menghasilkan nilai PR sebesar 3,359 dapat diketahui bahwa baik pada wanita usia artinya wanita usia subur yang berhubungan subur yang berhubungan seksual pertama kali seksual pertama kali pada saat usia O20 tahun pada usia O20 tahun maupun pada wanita usia berisiko untuk mengalami kanker serviks subur yang berhubungan seksual pertama kali sebesar 3,359 kali dibandingkan dengan wanita pada usia <20 tahun sebagian besar terkena usia subur yang berhubungan seksual pertama kanker serviks yaitu sebanyak 13 orang . ,5%) kali pada saat usia >20 tahun. Nilai 95% pada usia O20 tahun melakukan hubungan Confidence seksual, dan 51 orang . ,4%) pada usia >20 menunjukkan bahwa kondisi pada sampel melakukan hubungan seksual. bermakna pada tingkat populasi di RSUP H. Hasil analisis uji chi square diperoleh Interval (CI) 1,566-7,203 Adam Malik Medan. nilai p value sebesar 0,003 (<0,. hal ini Berdasarkan Tabel 1 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara dapat diketahui bahwa baik pada wanita usia usia pertama kali berhubungan seksual terhadap subur yang memiliki riwayat paritas >3 maupun kejadian kanker serviks di RSUP H. Adam pada wanita usia subur yang memiliki riwayat Malik Medan. paritas O3 sebagian besar tidak terkena kanker Hasil analisis bivariat antara variabel usia serviks yaitu sebanyak 21 orang . ,6%) pada pertama kali berhubungan seksual dengan riwayat paritas >3 dan sebanyak 43 orang kejadian kanker serviks di RSUP H Adam Malik . ,8%) pada riwayat paritas O3. Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Hasil analisis uji chi square diperoleh wanita usia subur yang memiliki pasangan nilai p value sebesar 0,06 (>0,. hal ini hubungan seksual >1 orang berisiko untuk menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara mengalami kanker serviks sebesar 6,099 kali riwayat paritas terhadap kejadian kanker serviks dibandingkan dengan wanita usia subur yang di RSUP H. Adam Malik Medan. memiliki pasangan hubungan seksual O1 orang . Hasil analisis bivariat antara variabel usia Nilai 95% Confidence Interval (CI) 2,694- pertama kali berhubungan seksual dengan 13,803 menunjukkan bahwa kondisi pada kejadian kanker serviks di RSUP H Adam Malik sampel bermakna pada tingkat populasi di RSUP Medan menghasilkan nilai PR sebesar 1,860 Adam Malik Medan. artinya wanita usia subur yang memiliki paritas Berdasarkan Tabel 1 dalam penelitian ini >3 berisiko untuk mengalami kanker serviks dapat diketahui bahwa baik pada wanita usia sebesar 1,860 kali dibandingkan dengan wanita subur yang merokok maupun pada wanita usia usia subur yang memiliki riwayat paritas O3. subur yang tidak merokok sebagian besar tidak Nilai 95% Confidence Interval (CI) 0,610-5,346 terkena kanker serviks yaitu sebanyak 35 orang menunjukkan bahwa kondisi pada sampel tidak . ,5%) pada yang merokok dan sebanyak 29 bermakna pada tingkat populasi di RSUP H. ,1%) pada yang tidak merokok. Adam Malik Medan. Hasil analisis uji chi square diperoleh Berdasarkan Tabel 1 dalam penelitian ini nilai p value sebesar 0,054 (>0,. hal ini dapat diketahui bahwa pada wanita usia subur menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara perilaku merokok terhadap kejadian kanker berhubungan seksual >1 orang sebagian besar serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. terkena kanker serviks yaitu sebanyak 53 orang Hasil analisis bivariat antara variabel . ,3%). Sementara itu pada wanita usia subur perilaku merokok dengan kejadian kanker serviks di RSUP H Adam Malik Medan berhubungan seksual O1 orang penyebaran menghasilkan nilai PR sebesar 1,573 artinya terjadinya kanker serviks maupun yang tidak wanita usia subur yang merokok berisiko untuk terkena kanker serviks sama banyak yaitu 11 mengalami kanker serviks sebesar 1,573 kali orang . ,0%). dibandingkan dengan wanita usia subur yang Hasil analisis uji chi square diperoleh tidak merokok. Nilai 95% Confidence Interval nilai p value sebesar 0,001 (<0,. hal ini (CI) 0,614-4,032 menunjukkan bahwa kondisi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pada sampel tidak bermakna pada tingkat paritas terhadap kejadian kanker serviks di populasi di RSUP H. Adam Malik Medan. RSUP H. Adam Malik Medan. Berdasarkan Tabel 1 dalam penelitian ini Hasil analisis bivariat antara variabel dapat diketahui bahwa baik pada wanita usia jumlah pasangan seksual dengan kejadian subur yang menggunakan kontrasepsi hormonal kanker serviks di RSUP H Adam Malik Medan maupun pada wanita usia subur yang tidak menghasilkan nilai PR sebesar 6,099 artinya menggunakan kontrasepsi hormnal sebagian Sah Marianta Ginting Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. besar terkena kanker serviks yaitu sebanyak 44 orang . ,6%) pada pengguna kontrasepsi hormonal, dan 20 orang . ,9%) pada yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil analisis uji chi square diperoleh nilai p value sebesar 0,002 (<0,. hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. Hasil analisis bivariat antara variabel penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker serviks di RSUP H Adam Malik Medan menghasilkan nilai PR sebesar 3,382 artinya wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi hormonal berisiko untuk mengalami kanker serviks sebesar 3,382 kali dibandingkan dengan wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Nilai 95% Confidence Interval (CI) 1,573-7,272 menunjukkan bahwa kondisi pada sampel bermakna pada tingkat populasi di RSUP H. Adam Malik Medan. Tabel 2. Hasil Analisis Multivariat dengan Regresi Logistik Berganda Hasil Analisis 95% CI for Exp B Variabel Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Tidak . 2,132 0,002 8,428 2,991-23,774 Jumlah Pasangan Hubungan Seksual O1 orang . >1 orang 1,952 0,003 7,041 2,516-19,703 Usia Pertama Kali Berhubungan O20 . >20 tahun 1,884 0,001 6,581 2,242-19,319 -3,533 0,001 Constant p-value Pada tabel 2 menunjukkan hasil akhir Pada variabel penggunaan kontrasepsi dari analisis regresi logistik yang telah dilakukan hormonal, hasil uji multiple logistic regression dalam penelitian ini. Berdasarkan tabel tersebut secara simultan diperoleh nilai p value sebesar dapat diketahui terdapat 3 variabel yang 0,002. signifikan diuji secara simultan dengan nilai p- value <0,05 yaitu penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker serviks di hormonal . value 0,002. PR 8,. , jumlah RSUP H. Adam Malik Medan. Hasil uji tersebut pasangan hubungan seksual . value 0,003 PR juga menghasilkan nilai PR sebesar 8,428 7,. , artinya wanita usia subur yang menggunakan dan usia peratama kali berhubungan seksual . value 1,884. PR 6,. Artinya kontrasepsi hormonal berisiko untuk mengalami Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 kanker serviks sebesar 8,428 kali dibandingkan wanita usia subur yang berhubungan seksual pertama kali pada saat usia >20 tahun. Nilai 95% menggunakan kontrasepsi hormonal. Nilai 95% Confidence Confidence 2,991-23,774 menunjukkan bahwa kondisi pada sampel menunjukkan bahwa kondisi pada sampel bermakna pada tingkat populasi di RSUP H. bermakna pada tingkat populasi di RSUP H. Adam Malik Medan. Adam Malik Medan. DISKUSI Interval Selanjutnya (CI) Wanita Interval (CI) 2,242-19,319 pasangan hubungan seksual, hasil uji multiple hubungan seksual pada usia kurang dari 15 tahun logistic regression secara simultan diperoleh mempunyai risiko 10 kali lipat dan wanita yang nilai p value sebesar 0,003. Artinya terdapat melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun akan berisiko terkena kanker serviks pasangan hubungan seksual terhadap kejadian sampai 5 kali lipat. 7 Keterlambatan diagnosis kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. pada stadium lanjut, keadaan umum yang lemah. Hasil uji tersebut juga menghasilkan nilai PR status sosial ekonomi yang rendah, keterbatasan sebesar 7,041 artinya wanita usia subur yang sumber daya, keterbatasan saran dan prasaran, jenis histopatologi, dan derajat pendidikan yang hubungan seksual >1 orang berisiko untuk mengalami kanker serviks sebesar 7,041 kali Umumnya organ reproduksi matang dan dibandingkan dengan wanita usia subur yang siap dibuahi pada usia 20 tahun keatas. Pada usia memiliki jumlah pasangan hubungan seksual O1 muda sel-sel epitel serviks belum bisa menerima Nilai 95% Confidence Interval (CI) rangsangan spermatozoa sehingga usia muda 2,516-19,703 menunjukkan bahwa kondisi pada organ reproduksi wanita belum matang. Wanita sampel bermakna pada tingkat populasi di RSUP yang sudah memulai hubungan seks pada usia Adam Malik Medan. muda berisiko 2 kali untuk mengalami kanker Selanjutnya pada variabel usia pertama Hal ini berkaitan dengan sistem kali berhubungan seksual, hasil uji multiple logistic regression secara simultan diperoleh nilai p value sebesar 0,001. Artinya terdapat rangsangan dari luar termasuk zat yang dibawa pengaruh yang signifikan antara usia pertama oleh sperma kemudian mudah menyebabkan kali berhubungan seksual terhadap kejadian kanker serviks di RSUP H. Adam Malik Medan. perkembangan sel abnormal yang berujung pada Hasil uji tersebut juga menghasilkan nilai PR sebesar 6,581 artinya wanita usia subur yang menggambarkan ketidaksiapan organ tetapi berhubungan seksual pertama kali pada saat usia sebagai pemicu dari mudahnya infeksi menular O20 tahun berisiko untuk mengalami kanker seksual masuk dan menjadi bom waktu serviks sebesar 6,581 kali dibandingkan dengan terjadinya kanker serviks. Hubungan seksual Sah Marianta Ginting Usia Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 secara dini atau disaat organ reproduksi belum semakin tinggi paritas sebagian besar resiko siap menjadi faktor pemicu yang tinggi terkena kanker serviks. n hormonal akibat menyebabkan HPV mudah untuk tinggal di kehamilan, adanya infeksi, serta iritasi yang organ reproduksi. Usia ideal bagi seorang wanita untuk Berdasarkan menikah adalah berada pada rentang usia 20-35 dilakukan di Yunani membahas pengaruh paritas Usia ini akan mempengaruhi kesiapan dengan ekspresi molekul Epithelial cadherin (E- chadheri. , glikoprotein transmembran yang Hal ini sejalan dengan penelitian diproduksi oleh gen suppressor tumor pada yang dilakukan menyataan bahwa hubungan kromosom 16 q 22. Molekul E-chaderin terkait seksual pada usia dini merupakan faktor risiko dengan adhesi sel-sel hemofilik serta memiliki penyebab terjadinya lesi prakanker serviks, peranan besar dalam proses morfogenetik. Sel didapatkan dari nilai OR yang dianalisis adalah epitel squamous serviks E-chadherin terletak 2,583, artinya ibu yang melakukan hubungan pada tepi sel basal dan prabasal. Pada sel epitelium glandular endoserviks terletak di 2,583 mengalami lesi prakanker serviks dibandingkan ibu yang melakukan hubungan seksual pada usia bagian basolateral. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak paritas maka molekul E-chadherin yang Menurut Wasiah dalam penelitiannya terkandung pada membran serviks jumlahnya menyebutkan bahwa paritas tidak berpengaruh rendah, sehingga molekul anti kanker dalam dengan kanker serviks karena terdapatnya faktor membran serviks ini diduga berkaitan dengan risiko lain yang dapat mempengaruhi kanker banyaknya risiko paritas terhadap kanker serviks seperti pemakaian kontrasepsi. Karena Hal ini berkaitan dengan proses trauma dengan pemakaian kontrasepsi maka jarak antar dan dilatasi remodelling materi ekstraselular kelahiran dapat diatur dengan baik sehingga pada serviks sehingga molekul E- chadherin jumlah paritas tidak berhubungan dengan yang terkandung dalam membran serviks kejadian kanker serviks. Jumlah paritas hanya berkurang jumlahnya. Apabila anak yang dapat dihubungkan dengan peningkatan kanker dilahirkan melalui jalan normal jumlahnya serviks, dikarenakan adanya mekanisme dasar banyak dapat memicu terbentuknya perubahan yang menghubungkan antara trauma pada sel abnormal epitel pada serviks sehingga dapat serviks yang terjadi karena persalinan berulang berkembang menjadi sel kanker. Namun Apabila kali perubahan. 10 Berdasarkan penelitian yang jarak persalinan yang cenderung jauh pemicu dilakukan ibu nullipara dan primipara tidak perkembangan sel kanker karena serviks dapat dikurangi sehingga proses involusi berjalan serviks yang sudah matang. sedangkan sebagian kecil . ,9%) multipara dan . %) Penelitian yang dilakukan menunjukkan kanker serviks. Sehingga mendapat simpulan 65,1% kejadian kanker serviks terjadi pada Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 wanita yang memiliki >1 pasangan seksual. mempermudah terjadinya infeksi HPV Perilaku bergonta ganti pasangan seksual Keputihan yang dibiarkan terus- menerus tanpa menyebabkan peningkatan tertularnya penyakit diobati serta Penyakit Menular Seksual (PMS) kelamin infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yaitu penyakit-penyakit yang ditularkan melalui (Meihartati, 2. Semakin banyak memiliki hubungan seksual antara lain sifilis, gonore, pasangan seksual maka tingkat risiko terinfeksi herpes simpleks. HIV-AIDS, kutil kelamin HPV semakin tinggi. Hal ini dibuktikan meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. penelitian berbasis populasi dengan nilai OR = Berdasarkan penelitian yang dilakukan 19,9 : 95% CI = 16,7-23,6. Habiba tidak ada hubungan antara paparan asap Penelitian lain dalam melakukan deteksi rokok dengan kejadian kanker serviks . value dini pada wanita yang terkena kanker serviks. Dalam penelitian Habiba tidak terdapat Penelitian ini menemukan 13% kejadian wanita hubungan signifikan antara perokok pasif terinfeksi HPV positif . 606/106. karena dengan kejadian kanker serviks, wanita perokok memiliki 1 hingga 5 pasangan seksual. Semakin pasif memiliki risiko 11,5 kali lebih besar dari banyak pasangan seksual maka 2 kali lipat yang bukan perokok pasif. 19 Sama halnya meningkatkan risiko terkena kanker serviks. dengan penelitian Ayu bahwa paparan asap Hasil statistik p 0,001 menunjukkan bahwa pada wanita yang memiliki pasangan seksual 6 hingga didapatkan keduanya secara signifikan berperan 10 pasangan 4 kali lipat berisiko terkena kanker sebagai faktor risiko terhadap kejadian lesi serviks . % - 637/2. prakanker leher rahim di Kota Denpasar. Belum dapat dikatakan bahwa riwayat Meskipun dalam penelitian ini secara satu pasangan seksual dapat mengurangi risiko statistik tidak terdapat hubungan antara merokok terkena kanker serviks sebab dalam penelitian dan paparan asap rokok dengan kejadian kanker ini belum menggali informasi secara terbuka serviks, namun wanita yang terkena paparan mengenai jumlah sebenarnya riwayat pasangan asap rokok . erokok pasi. memiliki risiko terkena kanker serviks 3,885 kali lebih besar dari pada wanita yang tidak terkena paparan asap seksual dan kejadian kanker serviks . > 0. 21 Sedangkan, pada wanita perokok. Hasil peneltian ini sesuai dengan teori ditemukan konsentrasi nikotin pada getah Pada Rasjidi yang menyebutkan penyakit menular seksual non-HPV yang dialami meningkatkan dibandingkan didalam serum. Sehingga dapat risiko terjadinya infeksi sekunder oleh HPV karena adanya lesi pada organ genital pasien 15. tumbuhnya sel-sel abnormal di dalam leher Selain itu penelitian Saputra juga menyebutkan bahwa virus HPV hidup di daerah yang lembab, imun lokal dan merangsang Penggunaan persisnya dalam cairan vagina yang diidap oleh merupakan pemicu terjadinya kanker serviks dimana ditemukan bahwa lama pemakaian . Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 kontrasepsi paling lama yaitu 7 tahun lebih berisiko untuk terjadinya Sehingga seharusnya pengguna kontrasepsi Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala 6 hormonal jangan sampai tidak merencanakan bulan sampai 12 bulan. Hal ini dilakukan untuk pemeriksaan ginekologi. Pemeriksaan ini wajib memantau dengan baik keadaan serviks dan dilakukan secara teratur begitu pula pemeriksaan sebagai Upaya deteksi dini kanker serviks. Hasil deteksi dini juga wajib untuk dinilai secara 23 Penggunaan kontrasepsi penggunaan Pil KB dengan waktu yang panjang hormonal memiliki fungsi mengentalkan lendir memiliki risiko yang lebih tinggi daripada serviks sehingga sangat berisiko dan rentan penggunaan kontrasepsi lainnya baik hormonal terjadi lesi/perlukaan pada organ reproduksi. Hal maupun non hormonal. HPV Dibandingkan menginfeksi dan masuk ke dalam sel epitel kontrasepsi dalam rahim, kontrasepsi oral Kontrasepsi hormonal bukan dilihat dari menyebabkan wanita lebih sensitive terinfeksi cara penggunaan atau bentuk obatnya tetapi HPV. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal dilihat dari lama penggunaannya. 24 Semakin mengacaukan keseimbangan hormon estrogen di lama menggunakan kontrasepsi hormonal maka dalam tubuh sehingga perubahan sel menjadi secara otomatis dampak dari infeksi HPV Kontrasepsi dalam rahim akan berpengaruh dari Jika dilihat dari jenis kontrasepsi adanya erosi pada serviks yang memicu yang lain maka lebih baik juga menggunakan mudahnya HPV tinggal dan berkembangbiak kontrasepsi dengan sistem pelindung yaitu dalam leher Rahim. penggunaan kondom selain berfungsi sebagai KESIMPULAN pelindung kontrasepsi juga sebagai proteksi Terdapat pengaruh antara penggunaan dalam penyebaran atau ransmisi penyakit kontrasepsi hormonal . value 0,002. PR 8,. , jumlah pasangan hubungan seksual . value Penggunaan dan usia pertama kali berhubungan seksual . value 1,884. PR 6,. perlunakan pada serviks. Kontrasepsi hormonal terhadap kejadian kanker serviks pada wanita dapat menurunkan jumlah kadar nutrient yang usia produktif di RSUP H. Adam Malik Medan. Risiko tertinggi untuk terjadinya kanker serviks penderita kanker serviks mempunyai 1 kadar pada wanita usia produktif adalah penggunaan kontrasepsi hormonal dengan p value 0,002 dan paramateru nutrisional abnormal. Pemeriksaan nilai PR 8,428. Disarankan kepada tenaga ginekologi tidak hanya dilakukan pada wanita kesehatan dan dapat meningkatkan edukasi dan yang menggunakan kontrasepsi non hormonal sosialisasi kepada masyarakat tentang faktor 0,003 PR 7,. Sebanyak Sah Marianta Ginting Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 14 No. 2 Desember Tahun 2025 risiko yang mempengaruhi kejadian kanker serviks dan pencegahannya. UCAPAN TERIMA KASIH