Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Raudatul Zannah PG PAUD FKIP UNMUL Samarinda tulzannah999@gmail. Malpaleni Satriana PG PAUD FKIP UNMUL Samarinda malpaleni@fkip. Fachrul Rozie PG PAUD FKIP UNMUL Samarinda Fachrul. rozie@fkip. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya keterampilan membaca permulaan siswa di kelas B TK Tiara Pertiwi Loa Janan, ditemukan permasalahan yaitu lebih dari setengah jumlah siswa dikelas yang belum mengenal huruf alphabet, faktor yang menyebabkan rendahnya keterampilan siswa dalam membaca permulaan, diantaranya model dan media pembelajaran yang kurang efektif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Tk Tiara Pertiwi Loa Janan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yaitu menggunakan metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design dan Desain penelitiannya adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas B Tk Tiara Pertiwi Loa Janan. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas B2 sebagai kelas eksperimen dan Kelas B4 sebagai kelas kontrol. Data hasil kemampuan membaca permulaan yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial pada program SPSS 28. 0 For Windows. Hasilnya menunjukkan nilai Persentase ketuntasan posttest untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut 100% dan 20%. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Independent Sampel T-test pada program SPSS 28. 0 For Windows diperoleh Two-Sided p besarnya 0,003 lebih kecil dari pada 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian setelah perlakuan adalah model pembelajaran kontekstual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 Tahun di Tk Tiara Pertiwi Loa Janan. Menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan media gambar dan kartu huruf membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan lebih bersemangat dalam mengenal huruf. Kata Kunci : Membaca Permulaan. Pembelajaran Kontekstual. Studi Eksperimen Abstract This research was motivated by the low initial reading skills of students in class B at Tiara Pertiwi Loa Janan Kindergarten, a problem was found, namely that more than half of the students in the class did not know the letters of the alphabet, factors that caused students' low initial reading skills, including inadequate learning models and The aim of this research is to determine the influence of the contextual learning model on the beginning reading abilities of children aged 5-6 years at Tiara Pertiwi Loa Janan Kindergarten. This type of research is P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. quantitative, namely using experimental research methods with the research type Quasi Experimental Design and the research design is Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all class B students at Tiara Pertiwi Loa Janan Kindergarten. The samples in this research were class B2 as the experimental class and class B4 as the control class. The initial reading ability data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics in the SPSS 28. 0 For Windows program. The results show that the posttest completeness percentage values for the experimental class and control class are 100% and 20% The results of hypothesis testing using the Independent Sample T-test in the SPSS 28. 0 For Windows program showed that Two-Sided p was 0. 003, smaller 05, thus H0 was rejected and H1 was accepted. The conclusion from the research results after treatment is that the contextual learning model has a significant effect on the beginning reading abilities of children aged 5-6 years at Tiara Pertiwi Loa Janan Kindergarten. Using a contextual learning model with picture media and letter cards makes learning fun and more enthusiastic about recognizing letters. Keywords: Beginning Reading. Contextual Learning. Experimental Study PENDAHULUAN kesiapan sekolah pada jenjang pendidikan Anak yang usianya berkisar antara 0 sampai 6 tahun dianggap berada pada periode anak usia dini. berikutnya (Latif Mukhtar. Zukhairina. Pendidikan harus Standar dimulai sejak dini . -6 tahu. melalui PAUD (Suyadi, 2. Karena PAUD membaca permulaan dapat dipahami pada indikator melafalkan huruf-huruf masuk kedalam lingkup perkembangan bahasa usia 5-6 tahun yaitu keaksaraan awal Tujuan (Permendikbud No 137 Tahun 2014 kanak-kanak adalah untuk membantu Tentang Standar Nasional Pendidikan setiap siswa mencapai potensi . isik Anak Usia Dini, n. motorik, bahasa, kognisi, sosio-emosional. Kemampuan agama dan mora. terbesarnya, serta melibatkan berbagai aspek keterampilan meletakkan landasan bagi perkembangan sikap dan pengetahuan, keterampilan dan mengucapkan huruf, menggabungkan suku kata, dan menggabungkan kata untuk lingkungan dan mendorong pertumbuhan hal-hal kemampuan memahami kalimat dan isi awal salah satu perkembangan yang sangat dengan pengucapan dan intonasi alami Kemampuan ini relevan dengan (Fahmi, 2. Pengembangan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Membaca permulaan adalah tahap Bahasa Indonesia Membaca bunyi huruf ganda: vokal, konsonan, melibatkan pengubahan simbol tertulis diftong . , dan dikonsonan. Huruf menjadi suara. Membaca merupakan a, i, u, e, dan o membentuk huruf vokal. suatu keterampilan yang perlu dipelajari Oleh karena itu, tidak semua konsonan siswa sejak dini untuk memudahkannya bahasa Indonesia dapat diajarkan kepada mengikuti pelajaran di jenjang sekolah siswa kecil baik sebagai bunyi gigi berikutnya (Tjoe, 2. Membaca maupun konsonan . , t, d, l, s, . memerlukan empat keterampilan yaitu leptomeninges . , glotis . , dan pengenalan bentuk huruf, pengenalan beberapa kista . , j, . Huruf dikonsonan perbedaan bunyi huruf, pengenalan urutan, . g, ny, sy, k. dan diftong . u, ai, o. adalah contohnya (Pertiwi, 2. (Lestari, 2. Fenomena membaca permulaan di Pemahaman membaca awal adalah jenjang PAUD seharusnya sebagai salah Aupemahaman bacaan yang diperoleh pada bacaan pertama, dan kemampuan siswa orangtua menuntut guru membaca, itu semua karena tuntutan mencukupiAy Menjadi sulit untuk mencapai pendidikan lanjutan siswa yaitu sekolah keterampilan yang memadai pada tahap dasar (SD) yang mengharuskan siswa bisa membaca tingkat lanjut (Antara et al. membaca dampaknya banyak sekolah fokus menggunakan LKS . embar kerja Kesiapan membaca seorang siswa sisw. sebagai media untuk mengajar membaca permulaan pada siswa. ciri-ciri berikut: Seiring bertambahnya usia, siswa Khususnya mengembangkan keterampilan linguistik merupakan tes terkini dalam penerimaan siswa baru di sekolah dasar. Ujian ini sekolah-sekolah Kemampuan selama proses pendaftaran. Para orang tua membedakan berbagai suara dan objek khawatir dengan kemampuan anaknya meningkat, dan siswa menunjukkan minat Keinginan belajar membaca menyelesaikan taman kanak-kanak. Guru dapat dipersiapkan sejak dini (Satriana, ditekan oleh beberapa orang tua bahwa siswa mereka diharapkan bisa calistung P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. agar lulus tes calistung yang merupakan prasyarat untuk memulai sekolah dasar pembelajaran" mengacu pada pendekatan (Lestari, 2. komprehensif terhadap pendidikan yang Banyak kata-kata yang mempunyai persamaan makna yang digunakan dalam Istilah "model biasanya diajarkan di ruang kelas (Kadir. Adapun hasil wawancara peneliti pembelajaran, pendekatan pembelajaran, terhadap guru TK Tiara Pertiwi Loa Janan strategi pembelajaran, metode, teknik, dan Pendekatan adalah suatu konsep pelaksanaan pembelajaran mendasar sebagai tempat yang mewadahi, membaca permulaan siswa selama ini yang dilakukan ialah dengan membacakan memberikan landasan bagi serangkaian cerita kepada siswa kemudian meminta metode pembelajaran teoritis tertentu. Istilah "metode pembelajaran" mengacu dijadikan media oleh guru saat mengajar pendidik untuk memfasilitasi perolehan di dalam kelas, sehingga peneliti merasa pengetahuan siswa. Salah satu cara untuk pada kegiatan ini kurang memperhatikan memikirkan suatu metode pembelajaran penerapan metode bermain dan kurang adalah sebagai deskripsi pendekatan. Ada merangsang siswa berbagai cara untuk belajar dari satu Berdasarkan Definisi alternatif metode adalah serangkaian langkah yang diambil untuk setengah siswa dikelas B2 belum mampu mencapai tujuan tertentu dalam proses melafalkan huruf alphabet secara jelas dan Strategi untuk terlibat aktif berasal dari pendekatan langsung yang Salah satu pendekatan terhadap digunakan di kelas. Teknik adalah cara tantangan yang mendorong pembaca awal khusus dalam melakukan sesuatu untuk adalah konsep pembelajaran kontekstual. mempelajari sesuatu yang baru. Masih Pembelajaran kontekstual adalah suatu terdapat ruang untuk variasi dalam cara pendekatan pendidikan yang membantu guru menerapkan metode yang sama. siswa memahami apa yang mereka pelajari Sejumlah strategi pembelajaran dapat diterapkan pada pendekatan ini. Model skenario dunia nyata dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam proses konsep, metode, dan teknik penerapan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 pembelajaran (Mahardini, 2. Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Berdasarkan antara apa yang mereka pelajari di kelas dan pengalaman kehidupan nyata mereka Keterampilan membaca awal ditingkatkan di rumah, di komunitas mereka, dan sebagai warga negara (Antara et al. , 2. pembelajaran kontekstual pada siswa. Agar siswa mampu menerapkan apa Hasil optimal kemampuan membaca awal siswa ditemukan berdasarkan analisis kehidupannya sendiri di rumah dan di Model pembelajaran kontekstual menggunakan mendorong mereka untuk berpikir kritis media nyata sebagai alat bantu bermain yang membuat siswa tetap terlibat dan Pembelajaran kontekstual adalah teori menjadikan proses pembelajaran relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasilnya, pendidik menghubungkan konsep kelas model ini dapat digunakan sebagai solusi dengan kehidupan siswa sehari-hari dan untuk membantu siswa belajar membaca, memberdayakan siswa untuk menarik mempersiapkan mereka untuk pendidikan hubungan antara apa yang telah mereka lebih lanjut (Antara et al. , 2. ,(Septiana berlaku untuk keluarga dan komunitas 2. ,(Maryati. , 2. ,(Lestari, 2. mereka sendiri (Januari & Widajati, 2. Djaelani, 2. ,(Kamilah Pembelajaran Penerapan digunakan karena pembelajarannya ada kontekstual menekankan pada aktivitas pada situasi dunia nyata siswa, dengan siswa secara penuh baik fisik maupun mengaitkan kehidupan nyata siswa dengan mental, belajar dari pengalaman dalam materi yang akan dipelajari, dimana siswa kehidupan nyata, dan pembelajaran yang ditemukan oleh siswa sendiri bukan hasil Pembelajaran kontekstual memungkinkan pemberian dari orang lain (Eliza, 2. Kurikulum menyimpan informasi pelajaran dengan dirancang untuk merangsang lima bentuk dunia nyata sambil secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran (Mahardini. Tujuan . Kedua, . Ketiga, pembelajaran kontekstual adalah untuk . Keempat . Kelima. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. (Anggraini, 2. Tahun di Tk Tiara Pertiwi Loa Janan Tahun Ajaran 2020/2021Ay. Ada beberapa model kontekstual yaitu. Non-Contoh. Gambar dan Gambar. Kepala Dinomori Bersama. METODE PENELITIAN Naskah Penelitian yang digunakan adalah Kolaboratif. Struktur Kepala Bernomor. Teka-teki. Pengenalan Berbasis masalah untuk meneliti populasi atau sampel ,Artikulasi. Peta Pikiran. Make-A-Match, tertentu, yang mana pengumpulan datanya Think Pairs and Share. Debat. Role menggunakan instrumen penelitian dan Sharing. Group Investigation. Talking analisis datanya bersifat kuantitatif atau Sticks, statistik menggunakan statistik deskriptif Partner Exchange. Snowball Throwing. Student Fasilitator. Review dan statistik inferensial Kursus Deskriptif Hawley. Demonstrasi. SPSS 28. 0 For Windows, dengan tujuan Instruksi Eksplisit. Lingkaran Dalam/Luar. Tebak Kata. Kotak Kata. Ambil dan Beri, ditetapkan (Sugiono, 2. Pendekatan Penanda Waktu. Cek Berpasangan, pada program berkelompok, pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Aqib, 2. perlakuan tertentu. Ciri khas dari metode Dari Kontekstual Model eksperimen ialah menggunakan kelompok kontrol (Sugiono, 2. Pendekatan Learning Cooperative Eksperimen Eksperimen (Quasi Quasi Eksperimental digunakan adalah untuk memaksimalkan Desig. , keadaan belajar dan mencapai tujuan kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel- gambar dan kartu huruf (Kadir, 2. pelaksanaan eksperimen. Desain Quasi kelompok kecil, dengan bantuan media Penelitian Eksperimental Design yang digunakan dibahas akan didasarkan pada konteks Design. Desain ini hampir sama dengan AuPengaruh Model Pembelajaran pretest-posttest control group design. Kontekstual Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 5-6 P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Nonequivalent Control Group eksperimen maupun kelompok kontrol Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. tidak dipilih random melainkan sudah HASIL DAN PEMBAHASAN ditentukan (Sugiono, 2. Hasil Analisis Deskritif Penelitian ini bertempat di TK Tiara Pertiwi Loa Janan. Berlangsung kurang Kelas Eksperimen (B. Pretest lebih satu bulan, yaitu Juli hingga Agustus Pretest Populasi dalam penelitian ini adalah diberikan perlakuan model pembelajaran siswa kelas B TK Tiara Pertiwi Loa Janan yang berjumlah 10 siswa. Dengan kelas pertanyaan yang sudah disesuaikan dengan eksperimen 5 siswa dan kelas kontrol 5 instrumen pada penelitian ini. Pertanyaan Teknik pengumpulan data meliputi : anak-anak Kedua, . Tes awal, berupa tes lisan yang menyebutkan huruf awal dari 3 kata. dilakukan sebelum pemberian perlakuan. Ketiga, menyebutkan setiap huruf dari . Tes akhir, berupa tes lisan yang Keempat, mengeja kata. Kelima, dilakukan setelah pemberian perlakuan, menceritakan kembali isi cerita. Gunakan rubrik evaluasi sebagai Pada hasil pretest ini didapatkan panduan untuk menentukan skor setiap nilai mean 39,00 dengan jumlah 4 anak pertanyaan, . Menjumlahkan skor dari yang memiliki skor dibawah rata-rata atau setiap soal, . Mengubah skor menjadi 80% dan 1 anak atau 20% yang memiliki nilai, . Dilakukan pemberian Kriteria skor diatas rata-rata. Postest Tabel Persentase Perkembangan Sebanyak 425 poin untuk kelompok Membaca Permulaan eksperimen, dengan skor rata-rata 85 dan Persentase Kriteria skor berkisar antara 70 hingga 100. Kemampuan membaca permulaan siswa Sangat Tinggi dalam menebak gambar dan kata secara Tinggi berkelompok dengan nilai tertinggi 100. Sedang siswa yang mendapat nilai terendah dalam Rendah Sangat Rendah Sumber : (Nugraha, 2. berbicara siswa dan kemampuan membaca P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. sehingga mendapat nilai terendah diantara siswa lainnya. Pada hasil pretest ini didapatkan nilai mean 39,00 dengan jumlah 4 anak yang memiliki skor dibawah rata-rata atau Tabel 1. 2 pretest postest kelas eksperimen Mean N Pretest Posttest Std. Deviation Std. Error Mean 80% dan 1 anak atau 20% yang memiliki skor diatas rata-rata. Postest Hasil yang diperoleh dari penelitian untuk kelompok kontrol siswa kelas B4 lembar kerja siswa dan menceritakan Sumber : Data Primer 2021 ulang cerita memiliki skor sebesar 250, dengan skor tertinggi 70 dan skor terendah Grafik Frekuensi Kemampuan membaca permulaan kelas eksperimen 30 dengan skor rata-rata 50. Tabel 1. 3 pretest postest kelas kontrol Distribusi frekuensi kemampuan membaca pe rmulaan kelas eksperimen FREKUENSI Pretest Posttest Mean N Std. Error Mean Std. Deviati Sumber: Data Primer 2021 31-42 43-54 55-66 67-78 79-90 Kelas kontrol (B. Grafik Frekuensi Kemampuan Pretest membaca permulaan kelas kontrol Pretest dilakukan memberikan 5 pertanyaan yang sudah disesuaikan dengan Distribusi frekuensi kemampuan membaca permulaan kelas kontrol instrumen pada penelitian ini. Pertanyaan Kedua, menyebutkan huruf awal dari 3 kata. Ketiga, menyebutkan setiap huruf dari FREKUENSI 31-42 43-5455-66 67-78 Keempat, mengeja kata. Kelima, menceritakan kembali isi cerita. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Hasil Analisis Inferensial Pengujian Normalitas Data Pengujian Validitas SPSS 28. 0 For Windows digunakan Hasil uji ahli oleh bapak Dr. Sugeng. One-Sample pertimbangan beliau adalah dosen mata Kolmogorov-Swirnov, kuliah statistika di prodi PG PAUD, signifikansi = 0,05. Signifikansi kelas kemudian dilakukan dengan analisis butir instrumen dan membandingkan rhitung normalitas SPSS menunjukkan 0,2>0,05, dengan rtabel. Setelah penilai menguji menunjukkan data berdistribusi normal. 0,2. Output instrmen, instrumen di uji ke sekolah lain Jadi dapat disimpulkan bahwa kelas yaitu kelas B KB Sanggar Cendekia kota B2 sebagai kelas eksperimen berdistribusi Samarinda Selanjutnya dari hasil analisis instrumen valid atau tidak untuk di jadikan instrumen sekolah tujuan penelitian. signifikansi Kolmogorov-Smirnov adalah Soal 0,2. Berdasarkan dinyatakan layak atau tidak . apat dilihat normalitas pada SPSS nilai signifikansi pada lampira. untuk dijadikan instrumen 0,2> 0,05 maka data berdistribusi normal. Hasilnya 5 butir pertanyaan Tabel 3. Uji Normalitas Data yang terdapat pada lembar observasi tersebut dinyatakan layak untuk dijadikan tes siswa kelas eksperimen. Kemampuan Tabel 1. Uji Validitas Scale Scale Corrected Mean If Variance Item Total Item if Item Correlation Deleted Deleted Sumber : Data primer, 2021 Tabel 2. Uji Reabilitas CronbachAos N of Alpha Items Sumber : Data primer, 2021 CronbachAos Alpha If item Deleted Pretest Posttest Pretest Posttest Kolmogorov-swirnov Sig. Shapiro-wilk Sig Sumber : Data primer, 2021 Pengujian Homogenitas Uji Homogenitas Berdasarkan Uji Analisis Varians Homogenitas Univariat Temuan Uji Varians pada SPSS 28. 0 for Windows. Data postes siswa mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,708 pada = 0,05. Tingkat signifikansinya dalah 0,708 P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 0,05. Artinya Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. penelitian ini berasal dari populasi kemampuan membaca permulaan kelas B2 yang homogen. yang menerapkan model pembelajaran kontekstual dan kelas B4. Tabel 4. Uji Homogenitas Kemampuan Membaca Permulaan Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed Levene Statistic Sig. Hipotesis : :Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan anak kelas B2 :Terjadi Sumber : Data primer, 2021 signifikan terhadap kemampuan membaca Pengujian Hipotesis permulaan anak kelas B2 Uji Hipotesis Penelitian ini menguji Independent Dengan demikian H0 ditolak dan H1 Kesimpulan dari hasil penelitian Samples T-test pada SPSS 28. 0 for Windows, dengan tingkat signifikansi = 0,05. Untuk membandingkan rata-rata signifikan terhadap kemampuan membaca hasil tes membaca lisan awal kelas B2 dan permulaan pada anak usia 5-6 Tahun di B4, nilai signifikansi equal variance Tk Tiara Pertiwi Loa Janan Tahun Ajaran diasumsikan . asil uji parametrik sampel 2021/2022. T) adalah 0,003. Dasar pengambilan Tabel 5. Uji T-test keputusan diketahui jika nilai sig . Aetwo Levene Statistic side. t tabel. Dari hasil analisis diperoleh diperoleh nilai sig. = 0,003 < dan nilai t-test for Equality of Mean Significance Mean Differen Std. Error Differ Confide Interval of the Differen Lower thitung = 4. 260> ttabel 2,015. Untuk melihat perbedaan rata-rata hasil tes lisan Onesided kemampuan membaca permulaan pada kelas B2 dan B4 dapat kita lihat pada output Independent Sample Test yaitu pada nilai signifikansi equal variance assumed . asil dari uji parametric sample T-tes. dimana pada hasil didapatkan nilai . wo-Sided . 0,003. Dimana pada dasar pengambilan keputusan diketahui jika nilai sig. wo-Sided . <0,05 maka Kemampu Membaca Permulaan Equal Equal Sumber : Data primer, 2021 terdapat perbedaan yang signifikan antara P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Pembahasan kemampuan membaca permulaan yang Kemampuan membaca permulaan baik, hasil postest juga dari kelima anak siswa kelas B2 Tk Tiara Pertiwi Loa Janan kemampuan membaca permulaan yang tahap-tahap baik dengan presentase 20%. Selain model pembelajaran tekstual menekankan kepada keaktifan anak dan kelompok meningkat, dengan menggunakan model dalam mengerjakan tugas yang diberikan, peran guru hanya membimbing diawal dan learning antusias dan semangat siswa akhir pembelajaran. Dari kelima siswa dalam mengerjakan tugas dan membantu tersebut, hanya satu siswa yang memiliki teman kelompok yang kesulitan semakin kemampuan membaca awal yang mahir, baik, serta siswa memiliki rasa ingin sedangkan empat siswa lainnya kurang memiliki kemampuan tersebut. Artinya menyelesaikan tugasnya dengan cepat sehingga siswa mendapatkan pengalaman membaca awal yang buruk, sedangkan 20% sisanya mempunyai kemampuan Hal pembelajaran yang bermakna. Menurut Ausubel bermakna merupakan proses dikaitkannya disebabkan oleh kurangnya kesiapan siswa konsep baru dengan konsep yang sudah dimiliki siswa sebelumnya (Ibnu Badar ketidakmampuan mereka mengucapkan Al-Tabany, kata dengan jelas, ketidakmampuan siswa disimpulkan bahwa secara keseluruhan mengartikulasikan bunyi fonetik suatu huruf, dan kesulitan dalam membedakan Kemampuan Maka membaca permulaan siswa kelas B2 Tk kontekstual dengan media gambar dan Tiara Pertiwi Loa Janan setelah diberi kartu huruf sangat baik. perlakuan model pembelajaran kontestual Dari hasil penelitian yang sudah dari lima siswa, semua siswa memiliki dijelaskan di atas menunjukkan dengan model pembelajaran kontekstual siswa presentase 100%. menjadi lebih aktif, belajar lebih bermakna Kemampuan membaca permulaan serta menyenangkan bagi siswa. Dengan kelas kontrol pretest dari kelima anak kontekstual akan menciptakan siswa yang P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. aktif, siswa akan lebih bertanggung jawab dengan apa yang dipelajari. Pembelajaran akan lebih bermakna dan menyenangkan karena dikaitkan berdasarkan pengalaman presentase 100% tuntas. Sedangkan kelas dan pengetahuan sebelumnya sehingga B4 kelas kontrol hasil perhitungan pretest siswa dapat membangun pengetahuan baru kelas kontrol yaitu 80% siswa mempunyai (Pratiwi et al. , 2. Hasil penelitian pun kemampuan membaca awal yang buruk, menunjukkan dengan Model pembelajaran kontekstual meningkatkan keterampilan kemampuan membaca awal yang baik. membaca permulaan siswa. Penggunaan Hasil postest menunjukkan bahwa 80% model pembelajaran kontekstual dengan siswa memiliki nilai dibawah kategori media kartu huruf dapat meningkatkan tuntas dan 20% siswa kategori tuntas. keterampilan membaca permulaan siswa Hasil kelas rendah (Kamilah et al. , 2. Model media bergambar dan kartu huruf siswa statistik inferensial pada program SPSS 0 For Windows nilai Sig. = 0,003 < = 5%, dan nilai thitung = 4. 260 > ttabel = memahami huruf-huruf alphabet (Afandi 015 maka Ho ditolak dan Ha di terima. et al. , 2. Dapat pembelajaran kontekstual menggunakan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan kemampuan membaca permulaan pada pembahasan yang diuraikan pada halaman anak usia 5-6 tahun di Tk Tiara Pertiwi Loa Janan bahwa penggunaan model pembelajaran Saran Sekolah terhadap kemampuan membaca permulaan Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pretest kelas B2 eksperimen yaitu 80% siswa mempunyai kemampuan membaca awal yang buruk, sedangkan 20% sisanya mempunyai kemampuan membaca awal P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 prasarana pembelajaran ataupun media permulaan siswa salah satunya dengan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Kemudian hendaknya melakukan penelitian model mengkaji dan mempersiapkan lebih baik dikembangkan pula pada berbagai aspek perkembangan anak usia dini lainnya. DAFTAR PUSTAKA