Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . IMPLEMENTASI LAYANAN DIORAMA NUSANTARA DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PURWAKARTA Erina Kania Putri1*. Dian Sinaga1. Andri Yanto 1. Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran *Korespondensi : kaniaerina17@gmail. com, diansinaga@gmail. yanti@unpad. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep, implementasi, dan evaluasi dari layanan Diorama Nusantara di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini sebanyak empat orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah konsep dari Diorama Nusantara yaitu menyajikan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum (GLAM) sebagai sumber informasi dan satu-satunya di level nasional yang menggambarkan budaya nusantara terkait dinamika proses berbangsa dan bernegara dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Saat ini kebijakan implementasi layanan kebijakan mengenai implementasi layanan di Diorama Nusantara mengacu pada SOP terkait dengan kebijakan operasional tertuang pada prosedur tetap nomor 129 tahun 2017 tentang layanan pengunjung Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Untuk integrasi koleksi GLAM didapatkan dari berbagai lembaga dan studi banding ke berbagai daerah di Indonesia agar bisa memastikan keaslian dari sejarah dan kebudayaan di daerahnya. Kegiatan evaluasi yang rutin dilakukan oleh pihak dinas kearsipan dan perpustakaan adalah rapat dengan para staf yang bekerja di Diorama Nusantara dengan tindak lanjutnya berupa menegur SDM, membetulkan multimedia yang rusak, serta membahas kritik dan saran dari pengunjung agar Diorama Nusantara bisa lebih baik lagi. Kata kunci: Diorama Nusantara Purwakarta. Implementasi Layanan. Layanan GLAM (Galeri. Perpustakaan. Arsip, dan Museu. PENDAHULUAN Bale Panyawangan Diorama Nusantara adalah tempat menerawang atau melihat penggambaran keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah nusantara dan perkembangannya dari masa ke masa, yang digambarkan melalui unsur diorama itu sendiri, pameran arsip . all displa. , pustaka . igital boo. , dan museum . eplika prasast. Penggambaran tersebut juga melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi yang dikemas secara menarik. Diorama Nusantara juga merupakan salah satu karya dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta yang memadukan antara arsip, kebudayaan. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 teknologi, dan pencahayaan. Diorama Nusantara ini sudah resmi dibuka untuk umum sejak 15 Maret 2017 sampai sekarang. Diorama Nusantara sering disebut juga sebagai museum oleh masyarakat sekitar, karena di dalamnya terdapat beberapa replikasi prasasti, perpaduan seni, dan teknologi yang dikemas secara menarik. Tempat ini dibangun berdasarkan pemikiran bahwa wawasan kebangsaan harus tetap dilestarikan dari masa ke masa, terutama di tengah arus globalisasi kebudayaan luar, sehingga perlu digugah kembali rasa kebanggaan sebagai warga Indonesia, terutama untuk anak muda, khususnya masyarakat Purwakarta, serta untuk mengenalkan berbagai ragam budaya, bahasa, dan agama yang ada, dan tersebar di Indonesia. Konsep dari Diorama Nusantara ini adalah menyajikan arsip sebagai sumber informasi, juga memberikan wawasan teknologi, memiliki unsur rekreatif, serta memberikan dampak psikologis kebanggaan akan nusantara. Selain itu, agar sejarah-sejarah terlihat lebih menarik, maka digunakan teknologi audio-visual dan penyajian arsip secara konvensional, tetapi ini semua dikemas secara artistik dengan dukungan teknologi pencahayaan. Sejarah yang disajikan pun berdasarkan materi yang dikumpulkan, data-data dan inventarisasi dari para narasumber . hli sejarah, tokoh masyarakat, dl. Selain itu, pengemasan storyline dibantu oleh konsultan yang ahli di bidangnya, termasuk dari para ahli sejarah ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesi. , tim perencana, dinas informasi dan komunikasi, dinas cipta karya dan tata ruang, dll. Keunikan lain mengenai diorama yang memperkenalkan sejarah di Indonesia selain ada di Jakarta . epatnya di ANRI), yaitu Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa. Untuk daerah kabupaten, hanya ada di Purwakarta, yaitu Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang memperkenalkan sejarah nusantara dengan didasarkan pada arsip. Informasi yang disajikan di Diorama Nusantara yaitu mulai dari terbentuknya bumi, masa prasejarah, masa kerajaan Hindu/Budha, masa kerajaan Islam, penyebaran Islam oleh Wali Sanga, masa penjajahan sampai kemerdekaan, akulturasi budaya, kebaharian, pengenalan kekayaan nusantara . , dan lain-lain. Akses masuk ke Diorama Nusantara ini juga terbilang sangat mudah bagi pengunjung karena tidak memungut biaya sepeser pun. Pengunjung yang datang ke Diorama Nusantara biasanya adalah masyarakat umum dari mulai pelajar, masyarakat Purwakarta, masyarakat luar daerah, berbagai instansi sampai dengan wisatawan dari luar negeri. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Diorama Nusantara ini merupakan salah satu layanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta yang dibuka untuk masyarakat umum. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta sudah berdiri sejak tahun 1992 sampai saat ini, dan telah mengalami beberapa perubahan dari mulai segi bangunan, struktur organisasi, dan tugas pokok. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta mempunyai visi yaitu terwujudnya tertib arsip di Kabupaten Purwakarta dan juga salah satu misinya yaitu untuk mengembangkan, mengelola, dan penyelenggaraan pemerintahan. Selain itu. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta juga diharuskan untuk memberikan pelayanan yang maksimal, mengingat perannya yang memberikan pendidikan dan kebudayaan pada masyarakat. Mengacu pada fungsi pelayanan, dinas kearsipan dan perpustakaan sebagai salah satu bagian dari pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta wajib untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Purwakarta. Pelayanan yang diberikan dinas kearsipan dan perpustakaan harus secara menyeluruh pada struktur pemerintahan baik di dinas, badan, maupun kantor tanpa adanya diskriminasi. Oleh karena salah satu fungsi Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Purwakarta adalah pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan di bidang arsip, maka dibuatlah Bale Panyawangan Diorama Nusantara yang termasuk ke dalam GLAM (Galleries. Libraries. Archives. Museum. GLAM adalah suatu sektor kebudayaan yang terbentuk dari empat jenis lembaga . aleri, perpustakaan, arsip, dan museu. yang memiliki kesamaan sebagai lembaga pengumpul . ollection institutio. sumber primer sesuai dengan lingkup kerjanya masing-masing. GLAM adalah memori kolektif suatu bangsa yang merupakan warisan budaya (Wibowo. Lawanda, & Rahman, 2. Secara alami, perpustakaan, lembaga arsip, dan museum sesungguhnya merupakan mitra-partner, karena kerap melayani masyarakat pemakai yang sama dengan cara yang sama (Yudhawasthi, 2. Kerjasama dengan berbagai cara dari ketiga lembaga ini dapat saling mengisi tujuan, dan melayani pemakai mendapatkan yang terbaik melalui kemampuan kolektif. Saat ini sudah saatnya untuk menggabungkan perpustakaan, lembaga arsip, dan museum yang merupakan sumber informasi dan juga aset bangsa dengan memadukan teknologi secara kreatif, inovatif, dan kompetitif untuk mencerdaskan masyarakat dan memudahkan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 masyarakat dalam mencari informasi. Sumber daya yang ada di antara lembaga informasi dikolaborasi, artinya dikerjasamakan secara erat, berbagi dengan mendalam dan mengumpulkan sumber-sumber (Gibson. Morris, & Cleeve, 2. Kolaborasi ini dilakukan untuk menciptakan program publik yang inovatif, berdampak nasional dan kemitraan antara galeri, perpustakaan, arsip, dan museum agar dapat memperluas layanan publik. GLAM bisa membuat strategi dalam pendidikan dan bisa menyampaikan informasi secara cepat dan tepat, serta informasinya mudah dipahami dan mudah diakses oleh semua tingkatan masyarakat (Wibowo. Lawanda, & Rahman, 2. Digitalisasi juga sebagai KPI AiKey Performance Indicator serta open GLAM movement sebagai bagian dari perubahan tersebut. Perubahan ini akan mengubah wajah museum, tentunya tidak sebagai gudang, tapi lebih ke tempat informasi dan penelitian. Menjadi daya tarik lagi bagi anak muda untuk masuk ke Audunia lainAy serta kreativitas (Hardiansyah, 2. Diorama Nusantara termasuk ke dalam GLAM karena di dalamnya terdapat sejarah-sejarah dari berbagai daerah di Indonesia yang ditampilkan dalam bentuk digitalisasi yang menggabungkan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum, kemudian dikemas dengan teknologi audio visual secara menarik. Penyediaan sumber informasi digital melalui produk kemas ulang informasi yang relevan sesuai kebutuhan informasi pengguna dapat meningkatkan kualitas pelayanan (Nashihuddin, 2. Adapun penyediaan sarana pelayanan digital bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mendapatkan akses ke sumber informasi (Irawati, 2. GLAM adalah memori kolektif suatu bangsa yang merupakan warisan budaya (Wibowo. Lawanda, & Rahman, 2. Konsep dari terbentuknya GLAM adalah satu kesatuan dari penggabungan galeri, perpustakaan, arsip, dan museum. Melihat dari pentingnya kolaborasi antara galeri, perpustakaan, arsip, dan museum, atau GLAM dalam pelestarian kekayaan sejarah dan budaya di Indonesia sebagai aset bangsa, maka dibuatlah Diorama Nusantara sebagai bagian dari layanan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta. Salah satu layanan Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa yang ada di Diorama Nusantara Purwakarta memiliki keunikan tersendiri dibandingkan Diorama yang telah dibuat ANRI karena isi dari Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ini lebih menjelaskan bagaimana dinamika proses berbangsa dan bernegara dari masa ke masa yang ditampilkan melalui Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Dimulai dari Masa Kejayaan Nusantara. Perjuangan Melawan 86 Penjajahan. Kebangkitan Nasional. Proklamasi Kemerdekaan. Masa Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan. Masa Reformasi, yang diakhiri dengan perenungan di dalam ruang teater (Multi, 2. Penelitian terkait implementasi GLAM di Indonesia masih belum banyak. Salah satu penelitian yang dilakukan Agung . sebatas membahas konsep LAM (Library. Archives. Museu. dalam dunia kearsipan. Penelitian lainnya hanya fokus pada desain interior kantor kearsipan ANRI, di mana salah satunya membahas terkait diorama AuSejarah Perjuangan BangsaAy. Diorama yang ada di ANRI sebagai salah satu contoh pameran yang menampilkan arsip-arsip sejarah yang terdapat di ANRI (Zakia. Murdowo, & Hadiansyah. Penelitian Pratama . pun masih sebatas memaparkan secara umum arsip sebagai bahan ajar, salah satunya dengan adanya layanan diorama oleh kearsipan dapat memberikan rujukan dengan keragaman sumber, mencakup tulisan, gambar, suara, pandang-dengar, bahkan multi-media yang tentu saja dengan sentuhan seni. Sehingga belum adanya sebuah penelitian yang membahas secara utuh layanan terkait GLAM (Galeri. Perpustakaan. Arsip, dan Museu. di sebuah dinas perpustakaan dan kearsipan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus penelitian dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep, implementasi, dan evaluasi layanan GLAM (Galeri. Perpustakaan. Arsip, dan Museu. di Diorama Nusantara Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran umum mengenai implementasi layanan Diorama Nusantara di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta. METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat menjelaskan dan mendeskripsikan bagaimana konsep, implementasi, dan evaluasi dalam implementasi GLAM . aleri, perpustakaan, arsip, dan museu. di Diorama Nusantara Purwakarta. Penelitian kualitatif merupakan penelitian dengan pemahaman lebih mendalam terhadap suatu permasalahan yang diteliti, dan disajikan secara deskripsi dalam bentuk bahasa dan kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta. Penanggung Jawab Diorama Nusantara. Kepala Seksi Pengembangan Kearsipan dan Koordinator Diorama Nusantara. Informan didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun objek dalam penelitian ini adalah Diorama Nusantara. Yin . menjelaskan kasus yang dipilih mampu menjadi bukti dari teori yang telah dibangun dengan baik, teori tersebut telah menspesifikasikan serangkaian proposisi yang jelas serta keadaan di mana proposisi-proposisi tersebut diyakini kebenarannya. Adapun desain studi kasus yang digunakan adalah kasus tunggal di mana kasus tersebut termasuk kasus penting atau unik dalam menguji suatu teori yang telah disusun dengan baik. Teori tersebut telah menspesifikasikan serangkaian proposisi yang jelas serta keadaan di mana proposisi-proposisi tersebut diyakini kebenarannya, karena dalam penelitian ini peneliti mengkaji sebuah kasus yaitu konsep, implementasi, dan evaluasi layanan GLAM (Galeri. Perpustakaan. Arsip, dan Museu. di Diorama Nusantara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen, rekaman arsip, wawancara, dan observasi langsung (Yin, 2. Uji keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dengan mengecek balik kepercayaan suatu informasi dan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara pada informan. Adapun dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan teknik analisis data penjodohan. Penggunaan logika penjodohan dengan membandingkan pola yang didasarkan atas empiris dengan pola yang diprediksikan. Jika kedua pola ini ada persamaan, hasilnya dapat menguatkan validitas internal studi kasus yang bersangkutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Diorama Nusantara ini awalnya dibangun berdasarkan pada keinginan bapak bupati sebelumnya, yaitu Bapak Dedi Mulyadi, dan Bu Nina Meinawati, selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta. Ide awal penciptaan perencanaan pembangunan Diorama Nusantara ini bermula dari antusiasme banyak orang yang terkesan dengan Diorama Purwakarta yang isinya menjelaskan sejarah di kota Purwakarta, koleksi wayang-wayang, dan juga makanan khas dari Purwakarta. Dengan banyaknya antusiasme untuk Diorama Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Purwakarta ini, akhirnya dinas kearsipan dan perpustakaan memutuskan untuk membuat Diorama Nusantara yang skalanya lebih besar dan lebih bersifat umum. Selain itu Diorama Nusantara ini dibangun agar masyarakat yang ingin mengetahui dan mempelajari kebudayaan Indonesia tidak perlu jauh keliling Indonesia, cukup berkunjung ke Diorama Nusantara, karena isinya sudah menggambarkan bagaimana kekayaan di Nusantara. Hal tersebut berdasarkan wawancara dengan NM yang menyatakan bahwa: Aukami juga kurang begitu yakin karena memang secara isi dan konten diorama ini sudah ada di ANRI cuman kemasannya yang ditampilkan oleh kita berbeda dengan yang ada di ANRI. A Selain itu juga agar masyarakat umum kalau mau melihat kekayaan nusantara seperti apa itu tidak perlu jauh-jauh keliling Indonesia karena Diorama Nusantara sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana kekayaan dan kebudayaan di Nusantara ini. Ay Berdasarkan data laporan mengenai perencanaan pembangunan Diorama Nusantara ini, dimulai dari tahun 2015. Proses pembangunan dimulai tahun 2016, dan resmi dibuka untuk umum pada 15 Maret 2017. Diorama diresmikan oleh Menteri Kemenko Maritim. Luhut Binsar Panjaitan. Arti dari nama panjang Bale Panyawangan Diorama Nusantara atau yang lebih sering disebut dengan Diorama Nusantara adalah tempat menerawang/memandang atau melihat gambaran keadaan sesungguhnya dari landskap keadaan sejarah nusantara dan perkembangannya dari masa ke masa yang digambarkan melalui unsur diorama sendiri, pameran arsip . all displa. , pustaka . igital boo. , dan unsur museum . eplika prasast. melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi yang dikemas secara menarik. Tujuan dari pembangunan Diorama Nusantara adalah mengetahui sejarah yang ada di nusantara dari masa ke masa, mengetahui budaya yang ada di Indonesia, menumbuhkan rasa kecintaan pada tanah air, untuk memperkenalkan arsip kepada masyarakat dan sebagai wisata Seperti yang dinyatakan NM: Au. Tujuannya untuk mengangkat arsip khususnya arsip statis supaya lebih dikenal oleh masyarakat, terutama untuk anak-anak milenialAy Acuan atau panduan dalam pembangunan Diorama Nusantara ini yaitu mengacu pada ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesi. Dengan mengacu pada ANRI. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta juga melakukan studi banding ke berbagai daerah seperti Papua (Jayapur. Sulawesi Selatan (Makassa. Bali. Yogyakarta, dan daerah lainnya. Studi banding ini dilakukan untuk melihat bagaimana kebudayan asli di tiap daerahnya agar saat Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 dibuat materi untuk isi di Diorama Nusantara sejarah atau kebudayaan tersebut bisa dipastikan keasliannya. Lembaga yang bekerjasama dan ikut andil dalam membangun Diorama Nusantara terdiri dari berbagai pihak seperti ANRI. Badan Keuangan Aset Daerah, tim perumus materi isi, para ahli sejarah. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Dinas Pariwisata. Diskominfo. Museum Nasional. Bagian Humas. DED (Detail Engineering Desig. , dan pengelola teknis. Semua pihak yang terlibat mempunyai peran penting dalam pembangunan Diorama Nusantara. Kolaborasi ini berawal dari tahap perencanaan pembangunan . , implementasi layanan, dan evaluasi layanan. Hal ini sejalan dengan teori (Bahr & Bolton, 2. mengenai langkah-langkah membangun kolaborasi dari GLAM. GLAM . alleries, libraries, archives, museum. adalah suatu sektor kebudayaan yang terbentuk dari empat jenis lembaga yaitu galeri, perpustakaan, arsip, dan museum yang memiliki kesamaan sebagai lembaga pengumpul . ollection institutio. sumber primer sesuai dengan lingkup kerjanya masing-masing. GLAM adalah memori kolektif suatu bangsa yang merupakan warisan budaya (Wibowo. Lawanda, & Rahman, 2. Konsep collaborations as a continuum di mana tahapan kontinum dapat dijadikan alat untuk mengevaluasi kolaborasi dan secara sadar kerjasama akan bergerak ke arah aktivitas yang tepat untuk ke jenjang selanjutnya (Waibel & Erway, 2. Berbagai ide program kolaborasi yang dikerjakan oleh perpustakaan, lembaga arsip, dan museum yang pada saat diimplementasikan berkolaborasi juga dengan galeri seni, sekolah, dan berbagai komunitas lokal (Yarrow & Clubb, 2. Layanan Diorama Nusantara ini ditujukan untuk masyarakat umum yang bersifat gratis karena merupakan fasilitas publik dari pemerintah yaitu Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta. Keunikan dari Diorama Nusantara ini yaitu karena hanya ada satu-satunya di Kabupaten Purwakarta bahkan di level nasional dengan isi yang menggambarkan dari mulai zaman prasejarah, sejarah Indonesia, sampai kebudayaan nusantara yang dipadukan dengan multimedia audio-visual. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Gambar 1 Diorama Nusantara Sumber: Dokumentasi pribadi diambil pada 7 Mei 2019 Keunikan dari Diorama Nusantara ini yaitu karena hanya ada satu-satunya di Kabupaten Purwakarta, bahkan di level nasional, dengan isi yang menggambarkan mulai dari zaman prasejarah, sejarah Indonesia, sampai kebudayaan nusantara yang dipadukan dengan multimedia audio-visual. Walaupun ANRI telah lebih dulu membuat Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa, tetapi isinya berbeda dengan Diorama Nusantara. Isi dari Diorama Sejarah Perjalanan Bangsa ini lebih menjelaskan bagaimana dinamika proses berbangsa dan bernegara dari masa ke masa yang ditampilkan melalui perpaduan arsip, seni, dan teknologi. Dimulai dari masa kejayaan nusantara, perjuangan melawan penjajahan, kebangkitan nasional, proklamasi kemerdekaan, masa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, masa reformasi, yang diakhiri dengan perenungan di dalam ruang teater (Multi, 2. Hal lain yang perlu menjadi perhatian dari Diorama Nusantara adalah adanya tenaga profesional mengenai informasi di galeri, perpustakaan, arsip, dan museum, baik dari sisi keterampilan maupun pengetahuan (Howard, et al, 2. Sehingga layanan menjadi sempurna bukan hanya menampilkan tampilan fisik dan multimedia belaka. Hal ini belum terlihat adanya tenaga profesional yang ada di Diorama Nusantara. Kebijakan implementasi layanan Diorama Nusantara terdapat dalam Keputusan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta Nomor 188:4/Kep. 116DKP/2018 tentang Penunjukan Tim Pendataan dan Inventarisasi Aset Barang Milik Daerah pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2018 yang di dalamnya berisi Perda Nomor 9 tahun 2009 tentang Penyelenggaran (Dinas Kearsipan dan Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 Perpustakaan Purwakarta, 2. Namun, terkait kebijakan operasional pelayanannya tertuang dalam Prosedur Tetap Nomor 129 Tahun 2017 tentang Layanan Pengunjung Bale Panyawangan Diorama Nusantara (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta, 2. Seperti yang dinyatakan AD bahwa: AuBelum ada kebijakan mengenai implementasi layanan di Diorama Nusantara, tapi saat ini kami sedang mengusahakan untuk memasukan diorama ke dalam Perda Purwakarta. Tapi, untuk pelayanannya kami mengacu pada SOP yang ada. Ay Lokasi Diorama Nusantara sudah dirancang dengan strategis, karena terletak di tengah kota yang juga dekat dengan destinasi wisata lainnya di Purwakarta, seperti air mancur Sribaduga. Diorama Purwakarta, dan Museum Bale Indung Rahayu. Selain itu. Diorama Nusantara sudah masuk dalam Google Maps, sehingga masyarakat bisa lebih mudah untuk menemukan lokasi Diorama Nusantara. Gambar 2 Keymaps Diorama Nusantara Sumber: Data laporan mengenai Keymaps Diorama Nusantara dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Skematik ruangan di Diorama Nusantara dibagi menjadi sebelas ruang. Setiap ruangan memiliki konsep dan tema tersendiri namun merupakan satu kesatuan yang mempunyai Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 keunikan karena adanya teknologi multimedia audio-visual. Tema dari tiap ruangannya menggunakan nama pulau-pulau di Indonesia, yaitu Bale Jawa. Bale Bali. Bale Sumatera. Bale NTT/Flores. Bale NTB/Lombok. Bale Sulawesi. Bale Maluku. Bale Kalimantan. Bale Papua. Bale Madura, dan Bale Purwakarta Istimewa. Teknologi multimedia yang digunakan di Diorama Nusantara menggabungkan informasi yang terkait dengan pengetahuan, seni, dan hiburan, serta didukung teknologi pencahayaan sehingga menjadikan suasana di museum Diorama Nusantara terasa lebih menarik bagi Hal ini sejalan dengan teori Bahr & Bolton . mengenai langkah-langkah membangun kolaborasi dari GLAM, yang mana dari hasil kolaborasi berbagai lembaga bisa menghasilkan layanan publik dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta, yaitu layanan Diorama Nusantara. Gambar 3 Masa Prasejarah Sumber: Dokumentasi pribadi diambil pada 8 Mei 2019 di Diorama Nusantara Proses evaluasi di Diorama Nusantara dilakukan dalam bentuk rapat sebulan sekali dengan Kepala Dinas Kearsipan Perpustakaan. Kepala UPTD Diorama. Koordinator Diorama Nusantara serta jajaran staf lainnya seperti guide, resepsionis, dan office boy. Dalam rapat ini, evaluasi yang sering dibahas yaitu mengenai kinerja dari SDM, jumlah pengunjung yang datang, alat-alat yang perlu diperbaiki, serta kritik dan saran, baik dari staf maupun dari para pengunjung. Kegiatan evaluasi ini rutin dilakukan oleh pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan agar Diorama Nusantara bisa terus memperbaiki atau menambah konten yang belum ada. Selain Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 itu agar layanan Diorama Nusantara tetap bisa memberikan informasi yang mengedukasi dan menjadi hiburan bagi pengunjung yang datang. Karena Diorama Nusantara merupakan fasilitas publik yang bersifat edukatif dan rekreatif, maka dinas kearsipan dan perpustakaan akan berusaha untuk membuat konten kreatif yang bisa menambah wawasan pengunjung. Tindak lanjut dari setiap kegiatan evaluasi dilakukan melalui rapat evaluasi setiap bulan yang kemudian menghasilkan sebuah keputusan atau solusi bagi berbagai masalah yang ada. Mulai dari memberikan teguran pada SDM yang kinerjanya menurun atau tidak sesuai dengan sistem pelayanan prima . erdasarkan peraturan tetap nomor 129 tahun 2017 tentang layanan pengunjung untuk Diorama Nusantar. baik secara lisan maupun tulisan, membetulkan alat-alat multimedia yang rusak, serta membahas saran dan kritik dari pengunjung yang masuk ke e-mail Diorama Nusantara atau yang disampaikan langsung kepada guide. KESIMPULAN Konsep pembangunan Diorama Nusantara dilatarbelakangi dari antusiasme masyarakat pada Diorama Purwakarta yang tinggi. Kemudian Bupati Purwakarta. Dedi Mulyadi, memiliki ide untuk membuat Diorama Nusantara dengan tema kebudayaan di Indonesia agar masyarakat bisa belajar secara langsung mengenai keberagaman nusantara tanpa perlu keliling Indonesia. Keunikan dari Diorama Nusantara yaitu karena hanya ada satu-satunya di Purwakarta . ahkan di level nasiona. yang menggambarkan budaya nusantara. Implementasi kebijakan Diorama Nusantara tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Purwakarta Nomor 188:4/Kep. 166-DKP/2018 tentang Penunjukan Tim Pendataan dan Inventarisasi Aset Barang Milik Daerah. Dari sisi operasional layanan tertuang dalam Prosedur Tetap Nomor 129 Tahun 2017 tentang Layanan Pengunjung Bale Panyawangan Diorama Nusantara. Konsep pembangunan Diorama Nusantara hanya sebagai layanan arsip statis, padahal secara teoretis merupakan konsep GLAM . alleries, libralies, archives, museum. Adapun ruangan pada Diorama Nusantara terbagi menjadi sebelas, dengan tema kepulauan serta lokasinya yang sudah strategis. Kegiatan evaluasi yang rutin dilakukan di Diorama Nusantara adalah rapat sebulan sekali membahas berbagai masalah yang ada, seperti kinerja SDM, alat-alat multimedia yang perlu Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5 . 2020 diperbaiki, serta saran dan kritik dari pengunjung. Tindak lanjutnya adalah menghasilkan berbagai keputusan atau solusi untuk mengatasi berbagai masalah tersebut agar sesuai dengan peraturan layanan Diorama Nusantara. DAFTAR PUSTAKA