Jurnal Deli Medical and Health Science Vol. 1 No. Edition: April 2024 Ae Oktober 2024 http://ejournal. id/index. php/JD MHC Received : 04 Maret 2024 Revised: 08 April 2024 Accepted: 13 April 2024 ANALISIS FAKTOR PERILAKU ANAK SD KELAS 4 Ae 5 DALAM PERAWATAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KEJADIANKARIES PADA SISWA SD SWASTA PARULIAN 2KOTA MEDAN TAHUN 2022 Katarina Julike,Erwinsyah. Muhammad Iqbal,Tampak linggom. Friska Ernita Sitorus Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua e-mail: katarinajulike@gmail. ABSTRACT Dental caries is a first-rate problem in children's oral hollow space to date. school-age youngsters, especially primary faculty youngsters, are a set this is liable to dental and oral sicknesses because generally those kids still have behaviors or conduct that don't aid dental health. The cause of this reasearch to analyze the behavioral factors of basic faculty youngsters in grades IVAeVin dental health care for the occurrence of caries in students of private standard faculty Parulian 2 Medan city in 2022. This form of research is an observational analytic survey look at with a Case control examine design, to evaluate the case institution and the control institution based totally on their exposure reputation. The population in this look at had been all 38 college students in grades IV-V at Parulian 2 personal standard school in 2022 who had dental caries on their permanent tooth. The effects confirmed that there was a massive relationship between age . =0. =0. , socioeconomic . =0. , and the incidence of dental caries. there is a extensive relationship among knowledge . =0. and attitude . =0. with the occurrence of dental caries. there's a big dating among how to brush your teeth . =zero. , frequency of brushing your enamel . =0. , time of brushing your enamel . =zero. frequency of going to the dentist . =zero. , and the occurrence of dental caries . =0. 039 ), teeth brushing gear . =zero. with the occurrence of dental caries. Multivariate outcomes showed that the maximum dominant variable influencing the threat of dental caries turned into the variable frequency of going to the dentist with Exp B = 14. inety five% CI: 2. 824-seventy five. it is for the government and software holders on the puskesmas, specifically UKGS, to in addition growth the provision of education approximately dental caries to faculties, as well as carry out ongoing dental care for simple college youngsters. Keywords: Behavioral, maintenance, dental health, caries Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENDAHULUAN penelitian yg dilakukan mengenai status karies gigi maka peneliti tertarik buat melakukan penelitian kesehatan gigi serta kejadian karies di peserta didik kelas IV dan VSD swasta Parulian2 Medan. Faktor-faktor menyebabkan gigi berlubang antara mikroorganisme mulut, lingkungan substrat . dan lamanya waktu makanan menempel di dalam (Schuush. Dewanti, 2. Faktor lain adalah usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, berhubungan dengan kesehatan gigi (Suwelo, 1. Jenis penelitian ini artinya observasional dengan rancangan CaseControl Study. Penelitian ini dilakukan di SD partikelir Parulian 2 Kota Medan, waktu pengumpulan data penelitian dilaksanakan di Bulan Maret 2023. Populasi pada penelitian ini ialah semua siswasiswi kelas IV-V Sekolah Dasar partikelir Parulian 2 tahun 2022 yg Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu data primer serta kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan memakai uji chisquare Umumnya anak-anak memasuki usia sekolah mempunyai risiko karies gigi yang tinggi karena minuman sesuai keinginannya. Pada perawatan lebih intensif karena pada usia tersebut terjadi pergantian gigi dan tumbuhnya gigi baru. Pada usia 12 tahun semua gigi primer telah permanen telah tumbuh. Anak-anak mempunyai risiko mengalami karies gigi yang semakin tinggi (Worotitjan I, 2. pada atas dan METODE belum adanya HASIL DAN PEMBAHASAN AnalisisUnivariat Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Siswa SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Karakteristik Responden Kategori Kasus Kontrol Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU Umur Jenis Kelamin Sosio ekonomi 9 Ae 10 . Laki-laki Perempuan Tinggi (> UMR) Rendah (< UMR) Total Hasil penelitian univariat dicermati asal Tabel 4. 2 dapat diketahui bahwa distribusi responden grup perkara sesuai usia siswa Sekolah Dasar lebih banyak siswa berusia 11 tahun sebanyak 27 orang . ,1%) serta usia 9-10 tahun sebanyak 11 orang . ,9%). Sedangkan pada grup kontrol peserta didik berusia 9-10 tahun yaitu sebesar 26 orang . ,4%) dan peserta didik usia 11 tahun sebesar 12 orang . ,6%). yang akan terjadi penelitian univariat berasal Tabel 4. dua pada atas dapat dipandang bahwa responden kelompok kasus sesuai jenis kelamin Laki-Laki sebanyak 23 orang . ,5%) serta perempuan orang . ,5%). Sedangkan jumlah responden gerombolan berdasarkan jenis kelamin Laki-Laki sebesar 13 orang . ,dua%) serta wanita sebanyak 25 orang . ,8%). sesuai sosio ekonomi diketahui di kelompok kasus pendapatan orang tua lebih poly memiliki pendapatan tinggi yaitu sebanyak 13 orang . ,2%) sedangkan pendapatan rendah sebanyak 25 orang . ,8%). buat grup kontrol orangtua yang mempunyai pendapatan tinggi sebanyak 23 orang . ,5%). sedangkan pendapatan rendah sebesar 15 orang . ,5%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Responden Siswa SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Pengetahuan Perawatan Kesehatan Gigi Kategori Pengetahuan Kurang Baik Baik Jumlah Kasus Kontrol Hasil penelitian pada atas diperoleh pengetahuan responden tentang perawatan kesehatan gigi pada gerombolan kasus berada di kategori pengetahuan kurang baik sebesar 30 orang . ,9%) serta pengetahuan baik sebesar 8 orang . ,1%). Sedangkan pada gerombolan responden yg mempunyai pengetahuan kurang baik sebesar 21 orang . ,tiga%) dan pengetahuan baik sebesar 17 orang . ,7%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Sikap Responden Siswa SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Perilaku Perawatan Kesehatan Gigi Kategori Sikap Kurang Baik Baik Jumlah Kasus Kontrol Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU Hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa sikap responden dalam perawatan kesehatan gigi diketahui pada kelompok kasus yang memiliki sikap kurang baik sebanyak 28 orang . ,7%) dan sikap baik sebanyak 10 orang . ,3%). Sedangkan pada kelompok kontrol yang memiliki sikap kurang baik sebanyak 17 orang . ,7%) dan sikap baik sebanyak 21 orang . ,3%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Perawatan Kesehatan Gigi Responden Siswa SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Perawatan Kesehatan Gigi Kategori Cara menggosok gigi Frekuensi menggosok Waktu menggosok gigi Frekuensi ke Dr Gigi Alat menggosok gigi Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Total Kasus Kontrol Hasil penelitian pada atas bisa dilihat bahwa di grup perkara perihal cara menggosok gigi diperoleh responden yang memiliki kategori tidak baik sebanyak 25 orang . ,8%) serta baik sebanyak 13 orang . ,2%). Sedangkan kelompok kontrol perihal cara menggosok gigi baik sebesar 27 orang . serta tidak baik sebanyak 11 orang . ,9%). Hasil univariat ihwal frekuensi menggosok gigi pada grup kasus diperoleh yg mempunyai kategori baik sebanyak 14 orang . ,8%) serta kategori tak baik sebesar 24 orang . ,2%). Sedangkan grup kontrol diperoleh responden memiliki kategori baik sebesar 23 orang . ,lima%) serta tidak baik sebanyak 15 orang . ,lima%). hasil univariat ihwal waktu menggosok gigi di gerombolan masalah diperoleh responden lebih poly mempunyai kategori tidak baik sebanyak 22 orang . ,9%) serta kategori baik sebanyak 16 orang . ,1%). Sedangkan kelompok kontrol diperoleh responden mempunyai kategori tidak baik sebesar 26 orang . ,4%) serta baik sebanyak 12 orang . ,6%). Hasil univariat tentang frekuensi ke Dr gigi di gerombolan perkara diperoleh yang mempunyai kategori tidak baik sebesar 21 orang . ,3%) serta kategori baik sebesar 17 orang . ,7%). Sedangkan gerombolan kontrol diperoleh responden memiliki kategori baik sebesar 32 orang . ,2%) dan tidak baik sebesar 6 orang . ,8%). Hasil univariat perihal alat menggosok gigi di kelompok kasus yg memiliki kategori baik sebanyak 29 orang . ,3%) dan kategori tidak baik sebesar 9 orang . ,7%) dan gerombolan kontrol diperoleh yg memiliki kategori tidak baik sebesar 18 orang . ,4%) serta kategori baik sebanyak 20 orang . ,6%). Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU Analisis Bivariat Tabel 3. Hubungan Karakteristik Responden Dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Kelas IV Ae V SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Faktor Internal Kategori Umur 9-10 tahun 11 tahun Laki-laki Perempuan Tinggi Rendah Jenis Kelamin Sosio Ekonomi Kasus Kontrol Total 37 48,7 39 51,3 36 47,4 40 52,6 36 47,4 40 52,6 Value 0,001 0,188 0,071-0,501 0,022 2,949 1,159-2,724 0,022 159-7,503 Hasil analisis bivariat berasal Tabel 4. 6 pada atas dapat dipandang bahwa faktor gerombolan umur mempunyai hubungan yg signifikan dengan kejadian karies gigi . =0,. , sedangkan asal akibat Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 0,188 yang berarti usia 11 tahun berisiko terjadi karies gigi 0,18 kali dibanding menggunakan usia 9-10 tahun (OR=0,188. CI : 0,0710,. hasil uji bivariat faktor jenis kelamin diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,022, yang berarti terdapat korelasi yang signifikan antara jenis kelamin menggunakan insiden karies gigi, dengan hasil Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 2,949 yang berarti responden menggunakan jenis kelamin Laki-Laki memiliki resiko 2,9 kali lebih akbar terjadi karies gigi dibanding dengan responden wanita (OR=dua,949. CI: 1,159-2,. Sedangkan hasil faktor sosio ekonomi diperoleh nilai chisquareadalah p=0,022, yg berarti ada korelasi yg signifikan antara sosio ekonomi dengan peristiwa karies gigi, dengan yang akan terjadi Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 2,949 yang berarti responden menggunakan sosio ekonomi rendah mempunyai resiko 2,9 kali lebih akbar terjadi karies gigi dibanding menggunakan responden memiliki sosio ekonomi tinggi (OR=dua,949. CI: 1,159-7,. Tabel 3. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Responden Dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Kelas IV Ae V SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Faktor Perilaku Kategori Pengetahuan Kurang Baik Baik Kurang Baik Baik Sikap Kasus Kontrol Total 51 67,1 25 32,9 45 59,2 31 40,8 Value 0,028 3,036 1,107-8,323 0,010 3,459 1,318-9,074 Hasil uji bivariat faktor sikap pengetahuan responden diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,028, yg berarti ada hubungan yg signifikan antara pengetahuan menggunakan kejadian karies gigi, dengan yang akan terjadi Odds Ratio (OR) diperoleh nilai tiga,036 yg berarti responden dengan pengetahuan kurang baik mempunyai resiko 3,03 kali lebih besar terjadi Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU karies gigi dibanding menggunakan responden mempunyai pengetahuan baik (OR=tiga,036. CI: 1,107-8,. Hasil uji bivariat faktor perilaku perilaku responden diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,010, yg berarti ada korelasi yang signifikan antara perilaku menggunakan kejadian karies gigi, menggunakan hasil Odds Ratio (OR) diperoleh nilai tiga,459 yg berarti responden menggunakan perilaku kurang baik mempunyai resiko tiga,45 kali lebih akbar terjadi karies gigi dibanding dengan responden mempunyai sikap baik (OR=tiga,459. CI: 1,318-9,. Tabel 3. Hubungan Perawatan Kesehatan Gigi dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Kelas IV Ae V SD Swasta Parulian 2 Kota Medan Tahun 2022 Faktor Perilaku Anak Kategori Cara menggosok Gigi Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Tidak Baik Baik Frekuensi Menggosok Gigi Waktu Gosok Gigi Frekuensi ke dr Gigi Alat Menggosok Gigi Kasus Kontrol Total 36 47,4 40 52,6 38 50,0 38 50,0 34 44,7 42 55,3 27 35,5 49 64,5 27 35,5 49 64,5 Value 0,001 4,720 1,790-12,450 0,039 2,939 1,157-7,464 0,021 2,979 1,164-7,622 0,000 6,588 2,234-19,425 0,031 2,939 1,157-7,464 Hasil uji bivariat faktor sikap perawatan kesehatan gigi responden sesuai cara menggosok gigi diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,001, yang berarti terdapat korelasi yg signifikan antara cara menggosok gigi dengan kejadian karies gigi, menggunakan akibat Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 4,720 yg berarti responden menggunakan cara menggosok gigi tidak baik memiliki resiko 4,7 kali lebih besar terjadi karies gigi dibanding menggunakan cara menggosok gigi kategori baik (OR=4,720. CI: 1,79012,. Hasil uji bivariat faktor sikap perawatan kesehatan gigi berdasarkan frekuensi menggosok gigi diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,039, yg berarti ada korelasi yang signifikan antara frekuensi menggosok gigi dengan peristiwa karies gigi, dengan yang akan terjadi Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 2,629 yang berarti responden dengan frekuensi menggosok gigi tidak baik mempunyai resiko 2,6 kali lebih akbar terjadi karies gigi dibanding menggunakan frekuensi menggosok gigi kategori baik (OR=2,629. CI: 1,041 - 6,. hasil uji bivariat faktor perilaku perawatan kesehatan gigi berdasarkan saat menggosok gigi responden diperoleh nilai chisquareadalah p=0,021, yang berarti terdapat korelasi yg signifikan antara waktu menggosok gigi dengan peristiwa karies gigi, dengan yang akan terjadi Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 2,979 yang berarti responden dengan saat menggosok gigi tidak baik mempunyai resiko 2,9 kali lebih besar terjadi karies gigi dibanding dengan waktu menggosok gigi kategori baik (OR=2,979. CI: 1,164-7,. Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU hasil uji bivariat faktor perilaku perawatan kesehatan gigi responden berdasarkan frekuensi ke dokter gigi diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,000, yang berarti ada korelasi yg signifikan antara frekuensi ke dokter gigi menggunakan peristiwa karies gigi, dengan akibat Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 6,588 yang berarti responden menggunakan frekuensi ke dokter gigi tidak baik memiliki resiko 6,lima kali lebih akbar terjadi karies gigi dibanding dengan frekuensi ke dokter gigi kategori baik (OR=6,588. CI: dua,234 Ae 19,. hasil uji bivariat faktor perilaku perawatan kesehatan gigi sesuai alat menggosok gigi responden diperoleh nilai chi-squareadalah p=0,031, yg berarti terdapat hubungan yang signifikan antara alat menggosok gigi menggunakan peristiwa karies gigi, dengan akibat Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 0,345 yang berarti responden menggunakan indera menggosok gigi tidak baik memiliki resiko 0,tiga kali lebih besar terjadi karies gigi dibanding menggunakan alatmenggosok gigi kategori baik (OR=0,345. CI: 0,129 Ae 0,. Hasil Uji AnalisisMultivariat Tabel 3. 8 Hasil Analisis yang Memenuhi Asumsi Multivariat (Kandida. Variabel Unur Jenis Kelamin Sosio Ekonomi Pengetahuan Sikap Cara menggosokgigi Frekuensimenggosokgigi Waktu menggosokgigi Frekuensikedoktergigi Alat menggosokgigi Pvalue 0,001 0,002 0,022 0,028 0,010 0,006 0,001 0,021 0,000 0,031 Analisismultivariatbertujuanuntukmendapatkan model yang terbaik menentukanvariabel yang dominan yang berhubungandengankejadiankariesgigi. Tabel 3. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik 95% C. for EXP(B) Variabel Sig. Exp(B) Kategoriusia -2,042 0,016 0,130 Lower Upper 0,683 0,025 Jenis kelamin 0,000 1,000 1,000 0,191 5,243 Sosio ekonomi 1,060 0,190 2,886 0,591 14,104 Pengetahuan 2,676 0,012 14,529 1,780 118,597 KategoriSikap 1,928 0,024 6,872 1,282 36,829 Cara Menggosok Gigi 0,479 1,614 0,359 7,262 Frekuensimenggosokgigi 1,604 0,086 4,975 0,799 30,985 Waktu menggosokgigi 1,868 0,039 6,474 1,095 38,272 Alat menggosokgigi -1,522 0,097 0,036 1,318 0,533 Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU Frekuensikedoktergigi 2,53 0,007 Constant -12,513 0,005 0,000 1,965 80,145 Berdasarkan hasil uji multivariat diketahui dari 10 . variabel yang menjadi kandidat terdapat 3 . variabel yang harus dikeluarkan secara berurutan dimulai dari pvalue terbesar . ackward selectio. variabel jenis kelamin, cara menggosok gigi dan sosio ekonomi, kemudian tujuh variabel tersebut dimasukkan untuk dilakukan uji multivariat dengan uji regresi logistik dengan hasil sebagai berikut : Tabel 3. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik Variabel 95% CI. for EXP(B) Sig. Exp(B) Lower Upper Kategusia 0,010 0,119 0,024 0,595 Ktgpgt 0,010 11,850 1,826 76,917 Ktgskp 0,016 7,458 1,459 38,114 Ktgfg 0,048 5,124 1,015 25,854 KTGWGG 0,056 5,080 0,960 26,886 KTGALAT 0,053 0,174 0,029 1,025 KTGFDr 0,001 14,609 2,824 75,592 Constan 0,008 0,000 Variable. entered on step 1: kategusia, ktgpgt. Ktgskp, ktgfg. KTGWGG. KTGALAT. KTGFDr berdasarkan hasil analisis multivariat diketahui asal tujuh variabel yg telah diuji dengan regresi logistik diperoleh variabel yg paling lebih banyak didominasi pada peristiwa karies gigi anak kelas IV-V di Sekolah Dasar partikelir Parulian 2 Kota Medan artinya variabel frekuensi ke dokter gigi dipandang sesuai p-value 0,001 < 0,05 dan berdasarkan nilaiExp () di hasil uji multivariat diketahui bahwa frekuensi ke dokter gigi memiliki nilai 14,609 sehingga bisa diasumsikan bahwa frekuensi ke dokter gigi berpeluang 14 kali memaksimalkan peristiwa karies gigi di Sekolah Dasar partikelir Parulian dua. Variabel kedua yg memiliki dampak terhadap insiden karies gigi menggunakan nilai p-value=0,010 . <0,. menggunakan nilai Exp () yaitu variabel pengetahuan mempunyai nilai 11,850 sebagai akibatnya diasumsikan responden yg memiliki pengetahuan yang kurang baik berpeluan 11 kali bisa menghipnotis kejadian karies gigi di SD partikelir Parulian 2. PEMBAHASAN Pengetahuan Anak SD Kelas IV Dan Perawatan Kesehatan Gigi Pengetahuan perihal kesehatan gigi dievaluasi dari 5 komponen evaluasi diantaranya pengetahuan perihal penyebab duduk perkara kesehatan gigi, pengertian gigi sehat, dampak Sebagian akbar anak kelas IV dan V SD partikelir Parulian dua pada kategori pengetahuan kurang baik Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU sebesar 30 orang . %) dan pengetahuan baik sebanyak 8 orang . ,1%). Sedangkan di grup kontrol responden yg memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 21 orang . ,tiga%) dan pengetahuan baik sebesar 17 orang . ,7%). perilaku Anak Kelas IV dan V Perawatan Kesehatan Gigiperilaku kesehatan gigi meliputi : sikat gigi minimal 2x sehari, mengubah sikat gigi Jika rusak, mengkonsumsi kuliner yg tidak mengandung gula, menggunakan pasta gigi berflouride, ke dr gigi setiap 6 bulan sekali, sikat gigi sebelum tidur malam. Hasil penelitian pada atas dapat dicermati bahwa perilaku mempunyai perilaku kurang baik sebanyak 28 orang . ,7%) dan sikap baik sebanyak 10 orang . ,tiga%). dari perkiraan peneliti hal ini bisa mensugesti sikap negatif sikap anak dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang kesehatan gigi serta kebersihan gigi serta Ternyata sikap positif yg ditunjukan anak akan berdampak sikap perawatan kesehatan gigi meliputi cara menggosok gigi, frekuensi menggosok gigi, ketika menggosok gigi, frekuensi periksa ke dr gigi serta alat menggosok gigi. Cara Menggosok Gigi Cara menyikat gigi bagian depan masih dijumpai responden menyikatnya tak dengan gerakan memutar tetapi dilakukan dengan cara keatas serta kebawah. pernyataan menyikat gigi bagian belakang saja, ternyata responden menyatakan sering dan belakang krusial buat pengunyahan. Responden menggosok gigi tidak hanya bagian menggososk gigi yang sahih wajib bisa membersihkan seluruh sisa sisa makan terutama di ruang Hasilpenelitian ini yang dilakukan menyikat gigi yangsesuai namun gigi,hal patuhdalam menyikat gigi sesuai yangdiajarkan oleh orang tua atau Masih ada dijumpai responden yang berkumurkumur dengan air yang bersih sesudah menggosok gigi, tetapi tidak hingga higienis. bermanfaat untuk membersihkan sisa -residu kuliner yg menempel di gigi atau yang bersembunyi pada sela gigi. buat itu perlu berkumur selesainya makan juga sehabis menggosok gigi. KESIMPULAN karakteristik berdasarkan usia 11 tahun . ,8%) dan usia 910 tahun . ,dua%). Jenis . ,lima%) . ,5%). Sosio ekonomi kategori tinggi yaitu Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU sebesar . ,8%) sedangkan rendah . ,dua%). Faktor pengetahuan responden ,9%) pengetahuan baik sebanyak . ,1%). dalam perawatan kesehatan gigi yang mempunyai sikap kurang baik sebesar . ,7%) serta sikap baik sebanyak . ,tiga%). Faktor kesehatan gigi sesuai cara menggosok gigi mempunyai . ,tiga%), frekuensi menggosok gigi baik . ,7%). waktu menggosok gigi yang mempunyai kategori . ,9%) . ,1%). Frekuensi ke dokter gigiyang memiliki kategori tidak baik . ,5%) dan kategori baik . ,lima%). indera menggosok gigi yg mempunyai kategori baik sebesar . ,3%) serta kategori tidak baik . ,7%) terdapat korelasi yg signifikan antara usia dengan insiden =0,. , menggunakan Odds Ratio (OR) diperoleh nilai 0,188 signifikan antara jenis kelamin menggunakan peristiwa karies gigi . =0,. , menggunakan Odds Ratio (OR) diperoleh nilai dua,949. signifikan antara sosio ekonomi menggunakan peristiwa karies gigi . =0,. menggunakan Odds Ratio (OR) diperoleh nilai dua,949. =0,. dengan Odds Ratio (OR) diperolehnilai tiga,036 . =0,. , menggunakan Odds Ratio (OR) diperolehnilai 3,459 . =0,. , menggunakan yang akanterjadi (OR=4,720. =0,. OR=2,629. =0,. , denganhasil OR=dua,979. =0,. , denganhasilOR=6,588. =0,. , (OR=0,345. CI: 0,129 Ae 0,. Julike. Erwinsyah. Iqbal, linggom. Sitorus. ANALISIS FAKTOR PERILAKU Variabelyg ilai Exp B =14,609 (CI 95% : 2,824-75,. Potter. , & Perry. Buku keperawatan: konsep, proses, dan praktik . Vol. Jakarta: EGC. Moynihan and P. E Petersen, 2004. Diet. Nutrition Prevention of Dental Disease. Public Health Nutrition. Vol. A), hlm. Diakses 22 Maret 2015 . DAFTAR PUSTAKA