TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Peran Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Kecemasan Remaja Sekolah Selama Pendidikan Daring di Masa Pandemi Covid-19 Retno Yuli Hastuti1*. Sarida2. Puput Risti Kusumaningrum3 1,3Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten 2Prodi S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: retnoyulihastuti@stikesmukla. id1, saridazaini45@gmail. Abstract Positive cases of Covid-19 in Indonesia have jumped rapidly since March, recorded in the hundreds. The high number of Covid-19 cases in Indonesia has prompted the government to issue new policies that must be implemented to reduce the transmission of Covid-19. Implementation of home learning policies . makes some students anxious and depressed, many assignments given by teachers make many students This research design uses quantitative research using a descriptive correlation approach. Sampling in this research used a purposive sample with a sample of 131 at SMP N 4 Karanganom. Data collection used a parenting style questionnaire and the HARS questionnaire. The statistical test used is the Kendall Tau test. The research results showed that the most common parenting style that respondents received from their parents was democratic parenting, namely 91 respondents . 5%) and the highest level of anxiety experienced by respondents was mild anxiety, 94 respondents . 1%). The Kendall Tau statistical test result 000, which is smaller than the significance level used of 0. Thus, it can be concluded that there is a relationship between parental care patterns and the level of anxiety of school teenagers in facing education during the Covid-19 pandemic at SMP N Karanganom. There is a relationship between parenting styles and children's anxiety levels in facing education during the Covid-19 pandemic Keyword: parenting styles, anxiety, teenagers Abstrak Kasus positif Covid-19 di Indonesia telah melonjat pesat sejak Bulan Maret tercatat dalam angka ratusan. Tingginya kasus Covid-19 di indonesia, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru yang harus diterapkan untuk mengurangi penularan Covid-19. Penerapan kebijakan belajar di rumah . membuat sebagian siswa cemas dan tertekan, banyak tugas yang dberikan oleh guru membuat sebagian banyak siswa yang stres. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan desktiptif korelasi. Pengambilan sampel dalam peneltian ini mengunakan purposive sample dengan sampel sebanyak 131 di SMP N 4 Karanganom. pengumpulan data menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner HARS. Uji statistik yang digunakan adalah uji kendall tau. hasil peneliti yang didapat bahwa pola asuh yang terbanyak yang diterima responden dari orang tuanya adalah pola asuh demokratis yaitu sebanyak 91 respoden . ,5%) dan kecemasan yang dialami responden tertinggi adalah kecemasan ringan sebanyak 94 responden . ,1%). Hasil uji statistik kendall tau sebesar 0,000 dimana lebih kecil dibandingkan taraf signifikan yang digunakan sebesar 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola assuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja sekolah dalam menghadapi pendidikan dimasa pandemi Covid-19 di SMP N Karanganom. terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan pada anak dalam menghadapi pendidikan di masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: pola asuh orang tua, kecemasan, remaja. Pendahuluan Corona virus merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu, sampai menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru . Data Covid-19 diperoleh berdasarkan WHO, bahwa telah menjadi pandemi global dengan 4. 0731 kasus positif yang telah terkonfirmasi di 216 negara di seluruh dunia . mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia tanggal 07 Desember 2021 total kasus terkonfirmasi COVID-19 sebesar 4. 000 jiwa, sembuh sekitar 096,198 jiwa, dan meninggal 144. 000 jiwa, berdasarkan kutipan situs Satuan Situs Penaganan Covid-19 Indonesia didapatkan kasus dari bulan Desember, terkonfirmasi sebanyak 4. kasus, sembuh sebanyak 4. 096,198 kasus dan meninggal sebanyak 144. 000 kasus . TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Tingginya kasus Covid-19 di indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang harus diterapkan untuk mengurangi penularan Covid-19, penerapan kebijakan tersebut mengakibatkan berbagai dampak pada remaja sehingga muncul kecemasan pada remaja. Lockdown diatur dalam keputusan presiden No 11 tahun 2020 tentang penerapan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dampak muncul pada remaja dari perberlakuan kebijakan lockdown antara lain perasaan bosan karena harus tinggal dirumah, khawatir tertinggal pelajaran, timbul perasaan tidak aman, merasa takut terkena penyakit, merindukan teman Ae teman . Kemndikbud mengeluarkan Surat Edaran dari Menteri tentang Pendidikan dan Kebudayaan No 36962/MPK. A/HK/2020 tanggal 17 Maret 2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Virus Corona Disease (Covid-. Pembelajaran daring atau online merupakan pembelajaran berdasarkan pada teknologi yang sistem pembelajarannya melalui dikirim melalui sistem jaringan. Pemerintah menganggap pembelajaran online di nilai merupakan cara yang paling efektif untuk melakukan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Para pelajar mengaggap pembelajaran daring ini banyak di keluhkan karena dirasa kurang efektif . Penerapan kebijakan belajar di rumah membuat sebagian siswa merasa cemas dan tertekan. Banyak tugas yang diberikan oleh membuat sebagian banyak siswa stres dalam menjalani pembelajaran daring. Tugas yang diberikan oleh guru juga di anggap memberatkan dan memiliki waktu pengkerjaan yang singkat sehingga membuat siswa kebingungan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Faktor lain yang menyebabkan munculnya kecemasan karena kurangnya informasi yang diperoleh remaja terkait dengan pandemi Covid-19. Yang dipikiran remaja Covid19 sangat berbahaya apabila seorang terinfeksi virus ini sulit untuk sembuh dan kebanyakan Faktor kurangnya informasi mengenai kondisi ini, pemberitaan yang terlalu heboh di media masa ataupun media sosial, kurangnya membaca literasi terkait dengan penyebaran dan mengantisipasi penularan corona virus mengakibatkan munculnya kecemasan pada remaja . Aktivitas yang dapat dilakukan oleh remaja untuk menghilangkan tekanan dan kecemasan seperti mendengarkan musik, menonton televisi atau film, makan dan berolahraga. Remaja juga memilih untuk tidur agar merasa lebih tenang dan terhindar dari kecemaan yang berlebihan. Remaja dapat mendengarkan musik yang dianggap mampu membuat suasana menjadi lebih tenang dan tidak bosan untuk belajar . Aktivitas menghindar seperti menonton televisi, bermain game dan tidur mampu membuat siswa terhindar dari perasaan cemas. Aktivitas tersebut apabila dilakukan secara terus menerus juga dapat menimbulkan masalah yang lebih serius karena penyebab dari kecemasan yang dialami justru tidak di tangani . Pola asuh orang tua merupakan interaksi yang dilakukan orang tua dan anak untuk membimbing dan mengarahkan pada nilai-nilai kebijakan dengan tujuan untuk membangun kepribadian anak, kecerdasan emosional, dan perilaku anak agar bisa dapat bersosialisasi di lingkungan masyarakat. Ada beberapa tipe pola asuh, diantaranya pola asuh demokratis yakni model pola asuh yang di implementasikan orang tua dengan mematok standar capaian kematangan anak dengan pola komunikasi yang responsif terhadap segala bentuk pertanyaan dan pendapat anak serta penuh keakraban dan kehangatan. Sedangkan pada pola asuh permisif, orang tua cenderung menerapkan pengasuhan anak dengan selalu dimanja. Pada pola asuh keterikatan, orang tua selalu overprotektif kepada anak. Jenis pola asuh yang lain, yakni pola asuh otoriter adalah pengasuhan orang tua yang selalu memberi aturan ketat kepada anak. Pola asuh lalai dimana orang tua cenderung selalu membebaskan anak, tidak ada peraturan yang tertentu, tidak peduli tentang kegiatan anak dan membiarkan anak sesuka hati anak . Kemudian pola asuh orang tua harus mampu melaksanakan pola asuh yang efektif sesuai dengan kebutuhan Pola asuh yang efektif adalah pola asuh yang positif, sehingga dapat menghubungkan orang tua dan anak, pengaruh pola asuh yang positif, mendukung anak, dan memuaskan anak Namun, tidak semua orang tua dapat melakukan pola asuh yang dapat memberikan dampak psikologis pada anak, terutama di masa pandemi Covid-19. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional merupakan pengumpulan data dilakaukan dalam waktu satu kali dengan cara bersama Ae sama tidak memerlurkan tindak lanjut. Metode penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2022 di SMP N 4 Karanganom dengan jumlah siswa sebanyak 136 siswa kelas Vi, kemudian dalam penelitian ini membutuhkan sebanyak 131 siswa sehingga cara pengambilan responden dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sedangkan 5 orang tidak digunakan sebagai responden karena sakit dan tidak masuk sekolah. Peneliti menyebarkan kuesioner pola asuh orangtua dan kuesioner kecemasan serta menjelaskan petujunjuk cara pengisisan Peneliti memberikan kuesioner pola asuh orang tua, kemudian peneliti dapat mendampingi responden selama pengisian dengan waktu 10 menit, jika sudah selesai peneliti dapat menarik lansung lembar kuesioner. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisa Univariat. Pada penelitian ini menggunakan beberapa variable antara lain: usia, karakteristik responden, kecemasan remaja, pola asuh orang tua. Analisa hubungan pola asuh orangtua dengan kecemasan remaja. Usia. Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa rata Ae rata usia 14,02 dengan standar deviasi 0,601. Tabel 1. Rerata umur responden di SMP N 4 Karanganom . = . Variabel Mean Min Max Usia 14,02 0,601 Karakteristik Responden. Berdasarkan Tabel 2 menjelaskan jenis kelamin sebagian besar adalah perempuan sebanyak 72 respoden . ,7%). Tabel 2. Distribusi frekuensi karakteristik jenis kelamin . = . Kategori Laki Ae laki Perempuan Total Kecemasan Remaja. Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 94 responden . Tabel 3. Distribusi frekuensi tingkat kecemasan responden . = . Kategori tidak cemas Total Pola Asuh Orang Tua. Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa responden paling banyak menerapkan pola asuh orang demokratis sebanyak 91 responden . ,5%) 6yang menyatakan mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis yang berjumlah 170, ditemukan 118 respoden . ,1%) pola asuh demokratis, sedangkan penerapan pola asuh yang sedikit yaitu pola asuh permisif yang berjumlah 7 responden. Tabel 4. Distribusi frekuensi pola asuh orang tua . = . Kategori 30,59 Total TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Analisa hubungan pola asuh orangtua dengan kecemasan remaja. Berdasarkan tabel 5, menunjukan bahwa hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan tidak cemas sebanyak . ,5%) dengan pola asuh peermisif yang diterapkan orang tua, sedangkan tingkat kecemasan ringan sebanyak . ,8%) dengan pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua. Pada tingkat kecemasan sedang sebanyak . ,7%) dengan pola asuh demokratis yang diterapkan orang tua. Dalam penelitian ini, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kecemasan remaja, setiap orang tua memiliki cara melakukan penerapan pengasuhan masing Ae masing yang akan memperngaruhi perkembangan anaknya. Tabel 5. Hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja sekolah dalam menghadapi pendidikan di masa pandemi Covid-19 . = . Pola Asuh Orang Tua Permitif Demokratis Otoriter Total Tidak Cemas 36 27,5 0,00 0,00 36 27,5 Ringan Sedang 0,00 0,00 Kecemasan Berat Berat Sekali 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 Total 0,00 0,000 0,917** Pembahasan Tabel 1 di atas menunjukan bahwa rata Ae rata usia 14,02 dengan standar deviasi 0,601. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usia responden temasuk dalam kategori usia remaja. Pada temuan saat di lakukan penelitian bahwa menujukan remaja sangat beresiko kemungkinan mengalami kecemasan karena masalah yang dialami di sekolah serta dampak dari virus Covid-19 yang menyebabkan pembelajaran dilakukan secara online dan di lingkungan rumah terkait dengan pendidikan akademik yang dijalani. Hasil ini juga di dukung, remaja sangat berisiko mengalami kecemasan karena remaja saat ini memiliki masalah Ae masalah yang lebih kompleks untuk di hadapi, yaitu meliputi tuntutan akademik yang lebih besar, seorang diri dalam lingkungan yang baru, perubahan dalam hubungan keluarga, perubahan dalam kehidupan sosial, paparan ide Ae ide dan godaan dari orang baru. Beberapa masalah yang menonjol adalah tekanan waktu, ketakutan akan kegagalan, berjuang untuk membangun identitas, tekanan dalam keunggulan akademik dan kopetensi sulit . Tabel 2 Secara psikologis, perempuan lebih sering mengalami cemas, kurang sabar dalam memikirkan sesuatu, memiliki rasa takut untuk menyelesaikan permasalahan dan lebih sering Dampak dampak Covid-19 untuk remaja, khususnya kaum perempuan yang melakukan pembelajaran secara online membuat perempuan merasa stres, karena perempuan cemderung lebih mudah mengalami gangguan psikologis seperti stres dan lebih terlalu memikirkan permasalahan yang ada. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dikemukan oleh yaitu perempuan lebih menggunakan perasaannya dalam menghadapi suatu masalah. Perempuan lebih mudah merasakan perasaan bersalah, cemas, gangguan citra tubuh, gangguan tidur, serta ganggua makan. Berbeda dengan laki Ae laki lebih menggunakan akalnya daripada Laki Ae laki secara biologis dilengkapi kemampuan kardiovaskuler yang baik, respon neureondkrin yang baik dalam merespon cemas, sedangkan pada perempuan lebih banyak mendorong mekanisme adanya oksitosin yang merupakan hormon penenang yang muncul bersamaan dengan hormon estrogen20. Menunjukan bahwa rata Ae rata remaja perempuan mempunyai sifat lebih memendam perasaan atau emosi, dalam hal ini laki Ae laki lebih cenderung mudah meluapkan emosinya. keccemasan yang terjadi pada remaja laki Ae laki dan perempuan pada umumnya sama, namun dampak beban ini berbeda pada remaja perempuan dan laki Ae laki. Remaja perempuan lebih peka terhadap lingkungannya, sehingga jenis kelamin juga mempengaruhi dampak yang akan terjadi akibat kecemasan . Tabel 3 kecemasan ringan pada penelitian ini yaitu terjadi karena responden merasa cemas, takut dan khawatir atas tuntutan akademik yang sedang dijalani saat ini. Hal tersebut bearti bahwa lingkungan sekolah yang membuat responden mengalami kecemasan. lingkungan termasuk faktor yang mempengaruhi kecemasan. Kondisi lingkungan tersebut seperti persaingan yang ketat, tuntutan akademis/standar nilai yang tinggi, tugas yang TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 menumpuk, peraturan sekolah, metode belajar Ae mengajar dan hubungan siswa dan guru maupun hubungan antar siswa merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan remaja disekolah. Ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan yang sekolah akan menimbulkan tingkat kecemasan. Biasanya terjadi untuk memenuhi tuntutan di akademik, remaja akan mengikuti berbagai macam kursus, bahkan terkadang tak memiliki waktu untuk melakukan hal yang disenangi/hobi. Hal iniakan semakin memperburuk kemampuan Oleh karena itu, remaja sangat membutuhkan nasihat dan bimbingan dari orang tua tentang bagaimana menangani kecemasanya supaya ke arah yang posisitf, tidak merugikan dirinya, dan tidak berbahaya. Yang dirasakan remaja ketika melakukan pembelajaran selama pandemi yaitu kecemasan yang di akibatkan karena tekanan pembelajaran secara online, dikarenakan tidak ada dukungan atau bimbingan lansung, sehingga remaja mengalami kesulitan dalam belajar, serta menguasai tugas Ae tugas yang diberikan24. Selain itu kecemasan remja di dunia akademik merupakan respon yang muncul dari banyaknya tuntutan tugas yang harus Kecemasan bisa dihindari oleh siapapun yang mengalaminya dan tanpa terkecuali pada anak setiap remaja. Kecemasan merupakan perasaan yang tidak jelas sebabnya yang dirasakan, seseorang memiliki cara tersendiri untuk menghadapi atau mengurangi kecemasan, dan jika kita melakukannya secara teratur itu menjadi kebiasaan . Tabel 4 berdasarkan hasil penelitian ditemukan mayoritas orang tua menggunakan penerapan pola asuh demokratis, dimana orang tua memberikan kebebasan tetapi dengan penerimaan yang tinggi pula. Penelitian ini sesuai dimana 67 responden . ,3%) mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis kepada anaknya mereka. Orang tua membuat keputusan dengan menerapkan pola asuh demokratis disebabkan karena cara orang tua berpikir bukan lagi yang ketinggalan, tingkat pendidikan dan lingkungan mempengaruhi pola asuh orang tua. Mayoritas orang tua menerapkan pola asuhan demokratis, dimana orang tua mengakui anak mereka sebagai keluarga yang ikut berperan ketika saat melakukan penerapan pengasuhan, sebaiknya orang tua mendahulukan kepentingan anaknya tetapi tetap memegang kendali, orang tua menyerahkan kebebasan kepada anaknya untuk membuat pilihan dan keputusan mereka sendiri, dan mereka membentuk hubungan yang penuh kasih dengan anak Ae anak mereka. Cara orang tua menerapkan pola asuh kepada anaknya adalah selalu dekat dengan anak, mengajari mereka untuk sendiri, menerima sudut pandang anaknya meskipun berbeda dengan sudut pandangnya, dan mengingatkan anak ketika dia lupa akan kewajibannya. Tabel 5 Penerapan pengasuhan yang berbeda kaitan dengan ciri kepribadian yang berbeda beda dari setiap anak, dan diharapkan orang tua dapat megajarkan anaknya supaya untuk beradaptasi dengan lingkungan. Model pengasuhan ada tiga yaitu demokratis, otoriter, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mempersepsikan pola asuh demokratis, orang tua yang mempraktikan pola asuh demokratis mempunyai kontrol dan penerimaan yang tinggi dan anak mereka mendapatkan penerapan pola asuh ini lebih mampu mengelola kecemasanya. Akan tetapi walaupun orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kecemasan kepada anak mereka, karena setiap pengasuhan memiliki kelebihan dan kelemahannya. Penerapan pola asuh demokratis mempunyai kelebihan yaitu memberi anak kepercayaan diri dan tanggung jawab atas tindakan mereka, tidak berpura-pura, berperilaku jujur, menjadikan anaknya mandiri, dan percaya diri. Gaya pengasuhan yang tepat akan berdampak pada pola perilaku dan sikap anak. Oleh karena itu, kerjasama seluruh agen sosialisasi baik keluarga, sekolah, serta di sekitar lingkungannya merupakan solusi terbaik untuk keberhasilan anak. Tugas dan kewajiban yang nanti akan menyukseskan pengasuhan anak sejak dini, terutama bagi keluarga sangat besar, mengingat anak itu lahir dan besar dalam keluarga. Pengasuhan dan lingkungan sekitar keluarga sangat menentukan cara berpikir, dan kebiasaan. Peneliti menyimpulkan, pola asuh merupakan salah satu faktor penyebab kecemasan. kecemasan merupakan suatu perasaan yang tidak jelas sebabnya yang dirsakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, penerapan pengasuhan orang tua yang tepat akan berdampak pula pada kejadian kecemasan yang rendah pada remaja sehingga itu dapat menjadi bahan pertimbangan dan mengubah pola pikir orang tua tentang pola asuh, perawatan, dan dukungan pendidikan kepada anaknya. TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Kesimpulan Hasil penelitian ini menyatakan responden pada peneltian ini usia 14. 02 tahun dan standar devisiasi A 0. Responden sebagaian besar berjenis kelamin perempuan dengan presentase Responden dengan pola asuh orang tua paling banyak dengan sistem pola asuh demokratis dengan presentase 69. Responden dengan tingkat kecemasan paling banyak mengalami kecemasan ringan dengan presentase 70. Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja sekolah dalam menghadapi pendidikan di masa pandemi Covid-19 di SMP N 4 Karanganom. Berdasarkan hasil uji kendall tau diperoleh p-value 0,000 atau <0,05 maka ditemukan hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan remaja sekolah dalam menghadapi pendidikan dimasa pandemi Covid-19. Berdasarkan kendall tau diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 917* dapat di artikan terdapat memiliki hubungan yang sangat Arah bubungan variabel pola asuh orang tua dengan tingkat kecemasan memiliki arah hubungan yang positif yang berarti orang tua yang menerapkan pola asuh permisif resiko anak tidak cemas. Keeratan hubungan termasuk kategori rendah bearti masih banyak kejadian pola asuh orang orang tua dengan tingkat kecemsan remaja sekolah. Daftar Pustaka