PERTANIAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. Desember 2025 Hal. 166 - 170 e-ISSN: 2774-8537 PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETANI MELALUI PENERAPAN PEMANGKASAN YANG BENAR PADA KELOMPOK TANI SOLOK BIOBIO DI NAGARI SOLOK BIO-BIO KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Yuliatri1. Nin Patri Enati2. Ratna Agustia3. Sulastri4. Fefriyanti. DS5. Fajri6. Rita Erlinda7 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan. Jurusan Budidaya Tanaman. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh *Email : yuliatri. ii@gmail. ABSTRACT This community service activity aimed to enhance farmersAo capacity in cocoa crop maintenance through training on cultural techniques of pruning. The activity was conducted on October 3, 2025, in Nagari Solok Bio-Bio. Harau District. Lima Puluh Kota Regency, involving 20 members of the Solok Bio-Bio Farmers Group. The methods used included counseling, group discussions, field demonstrations, and hands-on pruning practices on cocoa plants. The results showed that the training effectively improved farmersAo knowledge and skills in identifying branches that need to be pruned, applying proper pruning techniques, and maintaining sanitation of tools and plantations. Participants demonstrated high enthusiasm and active participation throughout the activity. The training not only improved technical competence but also fostered teamwork, collaboration, and commitment among farmers to apply appropriate pruning techniques sustainably in their own plantations. Overall, this program had a positive impact on increasing the capacity of cocoa farmers in Nagari Solok Bio-Bio. The adoption of proper pruning practices is expected to enhance cocoa productivity, plant health, and bean quality at the farmer level. Keywords: cocoa, pruning, farmersAo capacity, community service ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pemeliharaan tanaman kakao melalui pelatihan kultur teknis pemangkasan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2025 di Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan melibatkan 20 orang anggota Kelompok Tani Solok Bio-Bio. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi lapangan, dan praktik langsung pemangkasan pada tanaman kakao. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengenali cabang yang perlu dipangkas, melakukan pemangkasan dengan teknik yang benar, serta menjaga sanitasi alat dan kebun. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama kegiatan Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan komitmen petani untuk menerapkan teknik pemangkasan secara berkelanjutan di kebun masing-masing. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas petani kakao di Nagari Solok Bio-Bio. Penerapan teknik pemangkasan yang tepat diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas, kesehatan tanaman, serta kualitas hasil panen kakao di tingkat Kata kunci: Kakao. Pemangkasan. Kapasitas Petani. Pengabdian Masyaraka Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao L. ) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara penghasil kakao dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, dengan luas areal sekitar 1,4 juta hektar dan produksi mencapai 713 ribu ton pada tahun 2024 (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2. Sebagian besar kakao di Indonesia dikelola oleh perkebunan rakyat, termasuk di Sumatera Barat, yang tercatat memiliki areal perkebunan kakao sekitar 200 ribu hektar dengan kontribusi produksi signifikan bagi perekonomian daerah (BPS Sumatera Barat. Meskipun potensinya besar, produktivitas kakao di tingkat petani masih rendah dibandingkan potensi hasil yang seharusnya dapat dicapai. Salah satu penyebab utama rendahnya produktivitas adalah kurang optimalnya pemeliharaan tanaman, terutama dalam aspek pemangkasan. Banyak petani belum memahami teknik pemangkasan yang benar, sehingga tajuk tanaman tidak terbentuk dengan baik, intensitas cahaya matahari rendah, sirkulasi udara dalam kebun kurang lancar, serta tingkat serangan hama dan penyakit meningkat (Rahardjo, 2020. Purwantara et al. , 2. Kondisi ini berdampak pada penurunan produksi maupun mutu biji kakao yang dihasilkan. Pemangkasan merupakan salah satu kultur teknis penting dalam pemeliharaan kakao. Tujuan utama pemangkasan adalah membentuk kerangka tanaman yang kuat, memperbaiki penetrasi cahaya, meningkatkan efisiensi fotosintesis, menekan pertumbuhan vegetatif berlebihan, serta mengurangi potensi serangan hama dan penyakit (Baon et al. , 2. Dengan demikian, keterampilan petani dalam melakukan pemangkasan secara benar sangat menentukan keberhasilan budidaya kakao yang berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul AuPeningkatan Kapasitas Petani dalam Pemeliharaan Tanaman Kakao melalui Pelatihan Kultur Teknis Pemangkasan Kakao di Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh KotaAy. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan pemangkasan kakao secara tepat, sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usahatani kakao di daerah tersebut. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2025 di Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh Kota. Sumatera Barat. Sasaran kegiatan adalah anggota kelompok tani kakao setempat, yang berjumlah 25 orang petani. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas beberapa tahapan sebagai berikut: Persiapan Tim pelaksana melakukan koordinasi dengan aparat nagari dan ketua kelompok tani mengenai waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan kegiatan. Selain itu, tim juga menyiapkan materi pelatihan, alat bantu visual . oster, leafle. , serta peralatan pemangkasan . unting pangkas, sabit, gergaji tanga. Sosialisasi dan Penyuluhan Materi Pada tahap ini, tim menyampaikan materi mengenai pentingnya pemeliharaan tanaman kakao dengan fokus pada kultur teknis pemangkasan. Penyuluhan dilakukan secara interaktif dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Demonstrasi Lapangan (Demoplo. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pemangkasan kakao secara langsung di kebun petani. Tim memperagakan teknik pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, serta pemangkasan sanitasi. Petani diberi kesempatan untuk mencoba langsung pemangkasan dengan bimbingan fasilitator. Pendampingan Setelah praktik lapangan, tim melakukan pendampingan untuk memastikan petani dapat mengaplikasikan teknik yang dipelajari. Pendampingan dilakukan dengan mengunjungi beberapa kebun petani dan memberikan koreksi apabila teknik pemangkasan belum sesuai standar. Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung keterampilan petani saat praktik pemangkasan, serta diskusi kelompok untuk menilai pemahaman materi. Serta untuk menilai efektivitasnya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk AuPeningkatan Kapasitas Petani dalam Pemeliharaan Tanaman Kakao melalui Pelatihan Kultur Teknis Pemangkasan Kakao di Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh KotaAy dilaksanakan dengan melibatkan 25 orang petani anggota Kelompok Tani Solok Bio-Bio. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan metode penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung di lapangan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Petani menunjukkan minat yang tinggi dalam mempelajari teknik pemangkasan yang benar sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tanaman kakao mereka. Sebelum pelatihan, sebagian besar petani belum memahami prinsip dasar pemangkasan dan masih melakukan pemangkasan secara asalan tanpa memperhatikan struktur tajuk tanaman. Setelah kegiatan pelatihan dan demonstrasi lapangan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan pemangkasan yang tepat. Peserta mampu mengenali jenis-jenis cabang yang perlu dipangkas seperti cabang sakit, cabang tumpang tindih, dan cabang yang tumbuh ke arah dalam tajuk. Selain itu, petani juga memahami pentingnya waktu pemangkasan yang sesuai, yaitu setelah panen utama, untuk menghindari stres tanaman dan mendorong pertumbuhan tunas baru yang produktif. Gambar 1. Pemangkasan tanaman kakao di lapangan Dari sisi keterampilan, petani dapat melakukan pemangkasan sesuai teknik yang benar, yaitu dengan potongan miring dan bersih menggunakan alat yang tajam. Peserta juga belajar menjaga kebersihan alat untuk mencegah penyebaran penyakit antar tanaman. Kegiatan praktik lapangan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan karena petani terlibat langsung dalam proses pemangkasan di kebun contoh. Secara sosial, kegiatan ini mendorong semangat kebersamaan dan gotong royong antaranggota kelompok Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif, saling bertukar pengalaman, serta rencana bersama untuk menerapkan hasil pelatihan di kebun masing-masing. Beberapa petani bahkan menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kegiatan serupa, seperti pelatihan pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Gambar 2. Cara menggunakan alat pangga tanaman kakao Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap pemeliharaan tanaman kakao. Penerapan teknik pemangkasan yang benar diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kesehatan tanaman, serta kualitas buah kakao di wilayah Nagari Solok Bio-Bio secara berkelanjutan. Hasil kegiatan ini sejalan dengan temuan Amanah et al. yang menyebutkan bahwa pelatihan partisipatif dengan metode demonstrasi lapangan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani secara signifikan. Selain itu, menurut Wahyudi dan Misnawi . , pemangkasan yang teratur dan tepat waktu berpengaruh penting terhadap peningkatan sirkulasi udara dalam tajuk tanaman serta efisiensi penyerapan cahaya, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap produktivitas tanaman kakao. Kementerian Pertanian . juga menegaskan bahwa pemangkasan merupakan salah satu kegiatan kultur teknis penting dalam budidaya kakao untuk mendukung pertumbuhan optimal dan pengendalian penyakit secara alami. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuPeningkatan Kapasitas Petani dalam Pemeliharaan Tanaman Kakao melalui Pelatihan Kultur Teknis Pemangkasan Kakao di Nagari Solok Bio-Bio. Kecamatan Harau. Kabupaten Lima Puluh KotaAy memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta sikap petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman kakao. Melalui pendekatan pelatihan partisipatif yang memadukan kegiatan penyuluhan, diskusi kelompok, dan demonstrasi lapangan, peserta mampu memahami prinsip dasar serta menerapkan teknik pemangkasan yang tepat. Pelatihan ini meningkatkan kemampuan petani dalam mengidentifikasi cabang yang perlu dipangkas, menggunakan alat pemangkasan secara benar, dan menjaga kebersihan kebun kakao untuk menghindari serangan hama serta penyakit tanaman. Selain peningkatan kemampuan individu, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong di antara anggota kelompok tani tersebut. Tingginya antusiasme para peserta menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik dan interaktif sangat efektif dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada sektor perkebunan Dengan penerapan teknik pemangkasan yang benar dan berkesinambungan, diharapkan terjadi peningkatan produktivitas serta mutu hasil kakao di Nagari Solok Bio-Bio, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap oeningkatan produksi dan penguatan ekonomi masyarakat setempat. DAFTAR RUJUKAN Amanah. Suharjo. , & Hidayat. Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan partisipatif di daerah sentra kakao. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 16. , 45Ae53. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. Statistik perkebunan Sumatera Barat 2024. Padang: BPS Sumatera Barat. Baon. Suyamto. , & Wardojo. Teknik budidaya kakao. Bogor: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan. Statistik perkebunan Indonesia 2024Ae2026: Kakao. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian RI. Kementerian Pertanian. Pedoman Teknis Budidaya dan Pemeliharaan Tanaman Kakao. Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta. Purwantara. Sulistyowati. , & Rahardjo. Pemangkasan dan rehabilitasi kakao rakyat dalam peningkatan produktivitas. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 11. , 55Ae64. Rahardjo. Strategi peningkatan produktivitas kakao rakyat melalui penerapan teknologi Jurnal Agronomi Indonesia, 48. , 201Ae210. Wahyudi. , & Misnawi. Teknologi Budidaya dan Pascapanen Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Jember.