Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengaruh Kualitas Imam Masjid Terhadap Kualitas Ibadah Jamaah di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo 1 Balikpapan Muhammad Ariiq Althofah. Iskandar Yusuf Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan. Indonesia Email : ariiqalthofah@gmail. com, iskandaryusuf6778@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas imam masjid berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah jamaah, dengan kontribusi sebesar 27,9%. Artinya, semakin tinggi kualitas imam masjid maka semakin tinggi pula tingkat kualitas ibadah jamaah. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas imam masjid memainkan peran penting dalam membentuk kualitas ibadah jamaah. Kata kunci: Kualitas Imam Masjid. Kualitas Ibadah Jamaah PENDAHULUAN Imam masjid atau tokoh agama merupakan sosok yang dihormati, karena takaran taqwa dan wawasan agamanya yang luas dan dalam. Orang dengan kadar pengetahuan agama yang luas bukan orang sembarangan, dia hidup di atas rata-rata manusia. Orang-orang seperti ini bukan sebagai pemimpin formal yang dilantik dan ada masa jabatannya. Melainkan pemimpin sebagai penjaga sekaligus pemelihara iman para jamaahnya. (Al-Qurthubi, 2. Kualitas imam masjid memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas ibadah Imam masjid tidak hanya berperan sebagai pemimpin shalat, tetapi juga sebagai penyampai ilmu dan nilai-nilai agama kepada jamaah. (Al-Ghazali, 2. Kualitas imam masjid dapat mempengaruhi kualitas ibadah jamaah dengan cara mempengaruhi kekhusyukan dan konsentrasi jamaah dalam shalat. Imam masjid yang berkualitas dapat membantu jamaah untuk lebih fokus dan khusyuk dalam shalat, sehingga dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka. Sementara itu, imam masjid yang berkualitas dapat meningkatkan partisipasi aktif jamaah dalam ibadah dan memperkuat hubungan antara jamaah dan Allah. ( Ibn Qayyim, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran imam masjid dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas imam masjid. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah jamaah dan memperkuat hubungan antara jamaah dan Allah. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan manfaat bagi imam masjid dan jamaah dalam memahami pentingnya kualitas imam masjid dalam meningkatkan kualitas ibadah jamaah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 METODE Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan penelitian yang berorientasi pada pengumpulan dan analisis data berbentuk angka untuk menguji hipotesis, mengukur variabel, serta menjelaskan hubungan antarvariabel secara objektif. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh gambaran yang terukur dan dapat diuji secara statistik terhadap fenomena yang dikaji. Sugiyono . menjelaskan bahwa pendekatan kuantitatif bersifat sistematis dan terstruktur, bertujuan untuk menemukan pola-pola hubungan atau pengaruh kausal antara variabel melalui teknik statistik dan matematis yang terukur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lokasi guna memperoleh data primer. Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah di wilayah Balikpapan Tengah, khususnya Kelurahan Sumber Rejo 1. Teknik penyajian data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, yaitu menggambarkan fakta-fakta yang diperoleh dari responden melalui data tertulis maupun lisan. Menurut Rakhmat . , penelitian deskriptif bertujuan untuk menguraikan fakta dan karakteristik suatu objek atau populasi secara sistematis, faktual, dan akurat. Oleh karena itu, metode ini dinilai relevan untuk menggambarkan kondisi yang sedang berlangsung di lapangan secara nyata. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survei yang menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan skala Likert sebagai alat pengumpulan data utama. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025, bertempat di Masjid Al-Hijrah. Sumber Rejo 1. Balikpapan. Teknik analisis data dilakukan dengan uji-t (T-tes. setelah sebelumnya melewati serangkaian uji asumsi statistik, yaitu uji normalitas, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji regresi linier (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh jamaah Masjid Al-Hijrah Sumber Rejo 1 Balikpapan, yang memenuhi kriteria sebagai subjek penelitian. Populasi diartikan sebagai keseluruhan subjek atau unit analisis yang memiliki karakteristik tertentu yang menjadi fokus penelitian, baik individu, kelompok, maupun institusi (Arikunto, 2. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan sebagai representasi untuk diteliti secara lebih rinci. Dalam penelitian ini, jumlah sampel ditetapkan sebanyak 40 orang jamaah Masjid Al-Hijrah Sumber Rejo 1 Balikpapan, yang dipilih berdasarkan teknik sampling tertentu HASIL DAN PEMBAHASAN Imam Masjid Istilah "imam" berasal dari kata "imamah" yang merupakan bentuk masdar dalam bahasa Arab. Secara linguistik, kata kerja "amma an-nas" memiliki makna menjadi pemimpin dalam pelaksanaan salat berjamaah, yaitu seseorang yang berada di barisan depan untuk diikuti oleh makmum dalam gerakan salat. Dalam terminologi keislaman, "al-imamah" dimaknai sebagai kepemimpinan umat Islam. Adapun "al-imamah al-kubra" mengacu pada bentuk kepemimpinan tertinggi yang mencakup urusan agama dan duniawi, serta berfungsi sebagai pengganti peran kenabian. Dalam konteks ini, sistem khilafah termasuk dalam cakupan "al-imamah al-kubra". Sementara itu, istilah "imam al-muslim" merujuk kepada seorang Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 khalifah atau pemimpin yang memiliki kedudukan setara dalam struktur kepemimpinan umat Islam. Sedangkan "al-imamah ash-sughra" berkaitan dengan kepemimpinan dalam salat berjamaah, yaitu hubungan antara imam dan makmum, yang pelaksanaannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam fikih. Kata AuimamAy dalam bentuk jamaknya adalah AuaimmahAy. Dalam konteks salat, imam merupakan individu yang memimpin pelaksanaan salat berjamaah dan berada di posisi terdepan untuk diikuti gerakan-gerakannya oleh para makmum. Secara umum, istilah imam merujuk pada seseorang yang diikuti oleh sekelompok orang, baik ia berasal dari kalangan pemimpin maupun bukan, dan baik dalam perkara yang benar . maupun yang menyimpang . , tergantung pada konteks kepemimpinannya. Imam dalam konteks keislaman memiliki pengertian yang luas. Secara khusus, imam shalat adalah seseorang yang memiliki pengetahuan agama dan menjadi panutan dalam pelaksanaan ibadah. Namun secara umum, istilah imam mengacu pada individu yang memiliki tanggung jawab dan kewenangan dalam mengelola suatu urusan, sehingga ia berperan sebagai pemimpin dalam bidang tersebut. Bahkan, setiap orang yang diikuti dan ditaati, baik dalam hal kebaikan maupun keburukan, secara terminologis dapat dikategorikan sebagai imam (Al-Mawardi, 2000. Al-Qaradhawi, 2. Sementara itu, kata AumasjidAy berasal dari bahasa Arab sajada Ae yasjudu Ae sujdan, yang bermakna bersujud, tunduk, dan patuh dengan penuh ketundukan serta penghormatan kepada Allah Swt. Bentuk masjidun berarti tempat untuk bersujud kepada Allah. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat, baik secara individu maupun berjamaah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial dan spiritual umat Islam. Di dalamnya terwujud dua bentuk kebajikan, yakni dalam bentuk ibadah ritual seperti salat wajib, dan dalam bentuk sosial seperti mempererat hubungan antarjamaah melalui komunikasi dan silaturahmi (Departemen Agama RI, 2011. Nata, 2. Di antara tujuan Imam Masjid ialah: Memimpin Shalat: Imam masjid bertanggung jawab untuk memimpin shalat berjamaah di masjid. (Al-Qur'an. Surah Al-Baqarah: . Menyampaikan Ilmu Agama: Imam masjid bertugas untuk menyampaikan ilmu agama kepada jamaah, seperti ceramah, khutbah, dan kajian. (Hadis Riwayat Bukhari. No. Imam masjid memiliki peran penting sebagai pembimbing spiritual yang membina dan mengarahkan jamaah dalam memahami ajaran Islam secara benar. Ia tidak hanya memimpin salat, tetapi juga bertugas membina akidah, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah jamaah. Peran ini sejalan dengan pandangan Imam AlGhazali dalam IhyaAo AoUlum al-Din, yang menekankan bahwa seorang pemimpin keagamaan seharusnya menjadi panutan dalam ilmu dan amal, serta membimbing umat menuju kehidupan yang diridhai Allah Swt. (Al-Ghazali, n. Meningkatkan Kualitas Ibadah: Imam masjid bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah jamaah dengan memberikan contoh yang baik, membimbing mereka dalam shalat, dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka. (Ibn Qayyim. ZAd al-Ma'Ad f Hadyi Khair al-'IbA. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Membangun Komunitas: Imam masjid berperan dalam membangun komunitas yang kuat dan harmonis di masjid, dengan mempromosikan nilai-nilai agama dan meningkatkan kesadaran sosial jamaah. (Al-Qurthubi. Al-JAmi' li AhkAm al-Qur'An Terdapat berbagai manfaat dan fungsi yang seharusnya direalisasikan oleh imam masjid dalam menjalankan perannya, seperti pembinaan spiritual, pemberdayaan jamaah, dan keteladanan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat (Taufiq, 2. Pemersatu Umat Islam Sebagai pemimpin dalam masjid. Rasulullah Saw. memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah para sahabat. Ketika muncul perbedaan pandangan di antara mereka, beliau tidak tinggal diam, melainkan hadir sebagai penengah yang bijaksana. Bahkan, apabila terdapat pendapat atau gagasan baru yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Rasulullah menyambutnya dengan terbuka. Sikap beliau tersebut mencerminkan komitmen yang tinggi terhadap terciptanya keharmonisan dan kebersamaan di kalangan umat. Berdasarkan teladan tersebut, imam masjid di era sekarang juga dituntut untuk menjalankan peran sebagai perekat umat, baik dalam lingkup internal jamaah yang dipimpinnya maupun dalam interaksi dengan jamaah dan pengurus masjid lain. Untuk itu, seorang imam harus mampu bersikap adil, arif, dan netral dalam menyikapi perbedaan pendapat atau potensi konflik yang muncul, baik di antara jamaah dalam satu masjid maupun dalam hubungan antarmasjid. Sikap ini penting untuk menjaga kerukunan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang semakin majemuk. Membentengi Aqidah Umat Di tengah merosotnya nilai-nilai moral dalam kehidupan masyarakat saat ini, keberadaan benteng akidah yang kokoh menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Sebab, pada hakikatnya, kerusakan moral yang terjadi berakar dari lemahnya fondasi akidah dalam diri individu. Urgensi penguatan akidah ini semakin meningkat seiring dengan munculnya berbagai pemahaman dan aliran keagamaan yang menyimpang dan menyesatkan. Dalam konteks ini, imam masjid memiliki tanggung jawab strategis untuk berperan sebagai penjaga kemurnian akidah umat. Imam bukan hanya pemimpin salat, melainkan juga pendidik dan pembimbing spiritual bagi jamaahnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembinaan akidah yang terstruktur dan berkelanjutan dari imam kepada jamaah, guna menanamkan nilai-nilai tauhid yang benar serta membentengi umat dari pengaruh pemikiran yang menyimpang dari ajaran Islam. Menjadi Ushuwah Bagi Jamaah Dalam kehidupan sehari-hari, pelaksanaan ajaran Islam memerlukan kehadiran sosok-sosok teladan yang dapat dijadikan panutan oleh umat. Umat Islam membutuhkan contoh konkret dalam mengamalkan ajaran agama, seperti dalam hal melaksanakan salat dengan baik, menunaikan infak, bersikap sosial di tengah masyarakat, dan bentuk-bentuk ibadah maupun interaksi lainnya. Oleh karena itu, kehadiran figur yang mampu memperlihatkan perilaku Islami secara nyata sangat diperlukan agar umat lebih mudah meneladani dan mengimplementasikannya dalam kehidupan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Imam masjid memiliki posisi yang strategis dalam hal ini. Ia bukan hanya sekadar pemimpin salat, tetapi juga tokoh yang seharusnya menjadi contoh dalam penerapan ajaran Islam secara menyeluruh. Rasulullah Saw. bersabda bahwa Auseorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnyaAy (HR. Abu Dawud, no. , yang mengandung makna bahwa setiap Muslim harus mampu menampilkan akhlak yang baik dan menjadi teladan bagi orang lain. Lebih-lebih bagi seorang imam, tanggung jawab moral ini menjadi semakin besar, karena ia menjadi panutan jamaah dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam konteks pribadi, keluarga, maupun sosial kemasyarakatan. AcEE aO eEOa eO aIA AcEE aEaO UeA AO aa eO aE NA a AeEa a aOaE aa NA a AIaU aE aI eI aEIa Oa e aO NA a AcEEa a aeO U aA e aAEaCae aEIa EaEa eI AA Artinya:Sesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. s Al-Ahzab,. Ayat ini menjadi dasar penting bahwa seorang pemimpin, termasuk imam masjid, harus mencerminkan keteladanan Rasulullah Saw. dalam berbagai aspek kehidupan. Imam masjid idealnya menampilkan akhlak mulia, kedalaman ilmu, keteguhan iman, dan kepedulian sosial, agar dapat menjadi panutan yang menginspirasi jamaahnya dalam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah. Kualitas Ibadah Jamaah Kualitas dilihat secara luas dari sudut pandang TQM (Total Quality Managemen. , dimana tidak hanya aspek hasil yang ditonjolkan tetapi juga mencakup proses lingkungan dan Menurut Gotesh dan Davis, kualitas adalah situasi dinamis yang terkait dengan halhal seperti orang, proses, barang, dan lingkungan yang memenuhi dan melampaui harapan. Meskipun ada banyak definisi yang diakui tentang kualitas kata. ( Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana, 1. Tujuan Kualitas Ibadah Jamaah diantaranya dapat meningkatkan Kekhusyukan, sehingga jamaah dapat merasakan kehadiran Allah SWT dan meningkatkan kualitas hubungan dengan-Nya. Dengan meningkatkan fokus dan konsentrasi dalam beribadah, jamaah dapat mengurangi gangguan dan pikiran yang tidak perlu, serta meningkatkan kesadaran akan kehadiran Allah SWT. (Al-Ghazali, 2. Dan dapat meningkatkan Kualitas Hubungan kita dengan Allah. Meningkatkan Kesadaran Spiritual. Meningkatkan Partisipasi Aktif. Meningkatkan Kualitas Akhlak dan masih banyak lagi. Adapun manfaat ibadah jamaah yang berkualitas adalah: Meningkatkan Kualitas Hidup: Ibadah jamaah yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas hidup jamaah dengan memberikan mereka rasa tenang, damai, dan bahagia. Meningkatkan Produktivitas: Ibadah jamaah yang berkualitas dapat meningkatkan produktivitas jamaah dengan memberikan mereka energi dan motivasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. ( Ibn Qayyim,1. Meningkatkan Kualitas Mental: Ibadah jamaah yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas mental jamaah, sehingga mereka dapat menghadapi stres dan tekanan hidup dengan lebih baik. (Al-Qur'an. Surah Al-Mu'minun: 1-. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Hasil Penelitian Dari Hasil penelitian yang telah di jalankan di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo, kualitas imam masjid berperan penting dalam membentuk kualitas ibadah jamaah. Penelitian yang dilakukan terhadap 40 orang jamaah yang aktif dengan masing masing 12 pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka menunjukkan bahwa imam masjid yang profesional dalam memimpin sholat dapat meningkatkan kualitas ibadah jamaah secara signifikan. Para jamaah di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo umumnya menyatakan bahwa imam masjid yang baik dapat membuat mereka lebih fokus dan khusyuk dalam beribadah. Dengan kemampuan imam masjid yang profesional dalam memimpin sholat, jamaah dapat merasakan kenyamanan dan kekhusyukan yang lebih dalam beribadah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas imam masjid memiliki dampak langsung terhadap kualitas ibadah jamaah. Hal ini terbuktikan bahwa kualitas imam masjid berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah Tabel 1. Uji Regresi Coefficientsa Model (Constan. kualitas imam Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: kualitas ibadah jamaah Persamaan regresi linear sederhana Y = a bX a = angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 2. b = angka koefisien regresi, nilainya sebesar 0,799. Karena nilai koefisien bernilai positif, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas imam masjid (X) berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah jamaah (Y). Artinya setiap peningkatan satu satuan kualitas imam masjid akan diikuti oleh peningkatan kualitas ibadah jamaah sebesar 0,799. Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 2. 055Ae 0,799X Pengujian Hipotesis Hipotesis : Dalam penelitian ini hipotesis dalam analisis regresi linear adalah: Ho = Tidak ada Pengaruh Kualitas Imam Masjid (X) terhadap Kualitas Ibadah Jamaah (Y). Ha = Ada Pengaruh Kualitas Imam Masjid (X) terhadap Kualitas Ibadah Jamaah (Y). Sementara itu, untuk memastikan apakah koefisien regresi tersebut signifikan atau tidak . alam arti variabel X berpengaruh terhadap variabel Y) kita dapat melakukan uji hipotesis ini dengan cara membandingkan nilai signifikansi (Sig. ) dengan probabilitas 0,05 atau dengan cara lain yakni membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Ada dua cara dasar untuk pengambilan keputusan : Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pertama yaitu. Uji Hipotesis Membandingkan Nilai Signifikansi dengan Probabilitas 0,05 Jika nilai sig. < 0,05 maka, ada pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y). Jika nilai sig. > 0,05 maka, tidak ada pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y). Tabel 2. Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. kualitas imam masjid . Model (Constan. Dependent Variable: kualitas ibadah jamaah Berdasarkan outuput diatas diketahui nilai sig. Sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti AuAda pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y)Ay Kedua yaitu. Uji Hipotesis Membandingkan Nilai T hitung dengan T Tabel Jika nilai t hitung > t tabel maka, ada pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y) Jika nilai t hitung < t tabel maka, tida ada pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y) Tabel 3. Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. kualitas imam masjid . Dependent Variable: kualitas ibadah jamaah Sebelum membandingkan t hitung dengan t tabel maka cari terlebih dahulu nilai t tabel nya. Cara mencari t tabel : . = n (Jumlah Responde. Ae 2 . = 40Ae 2 = 38 Maka di dapatkan nilai t tabel sebesar 2,024 Karena nilai t hitung sebesar -3. 833> 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y). Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Besar Pengaruh Variabel X terhadap Variabel Y Tabel 4. Uji Regresi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. , kualitas imam masjid Dari output di atas diketahui nilai R Square sebesar 0, 279. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh kualitas imam masjid (X) terhadap kualitas ibadah jamaah (Y) sebesar 27,9% sedangkan 72,1% Kualitas Ibadah Jamaah dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kualitas imam masjid (X) berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah jamaah (Y) Dengan kontribusi sebesar 27,9%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas imam masjid maka semakin tinggi pula tingkat kualitas ibadah jamaah, meskipun masih terdapat 72,1% % faktor lain yang juga berperan namun tidak diteliti dalam penelitian Pembahasan Penelitian yang dilakukan di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo menunjukkan bahwa kualitas imam masjid memainkan peran penting dalam membentuk kualitas ibadah jamaah. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kualitas imam masjid berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah jamaah. Artinya, setiap peningkatan satu satuan kualitas imam masjid akan diikuti oleh peningkatan kualitas ibadah jamaah sebesar 0,799. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah. Nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, nilai t hitung sebesar 3,833 > 2,024, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh kualitas imam masjid terhadap kualitas ibadah jamaah sebesar 27,9%. Artinya, sekitar 27,9% variasi dalam kualitas ibadah jamaah dapat dijelaskan oleh kualitas imam masjid. Sementara itu, 72,1% kualitas ibadah jamaah dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan di Masjid Al Hijrah Sumber Rejo menunjukkan bahwa kualitas imam masjid memainkan peran penting dalam membentuk kualitas ibadah jamaah. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kualitas imam masjid berpengaruh positif terhadap kualitas ibadah jamaah, dengan kontribusi sebesar 27,9%. Artinya, semakin tinggi kualitas imam masjid maka semakin tinggi pula tingkat kualitas ibadah jamaah. Oleh karena itu, penting bagi pengurus masjid dan imam masjid untuk terus meningkatkan kualitas imam masjid guna meningkatkan kualitas ibadah jamaah. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 DAFTAR PUSTAKA