Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023. Hal 37-47 p-ISSN: 2809-1655. e-ISSN: 2809-1981 THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) ON THE QUALITY OF WORK LIFE AND EMPLOYEE PERFORMANCE Nur Alfi Laili Rohmah Amsyakho1. Wahyu Eko Pujianto2 Fakultas Ekonomi / Manajemen, nuralfilailirohmah06@gmail. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Fakultas Ekonomi / Manajemen, wahyueko. mnj@unusida. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo ABSTRACT This study aims as an analysis based on data and to find out about the influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB) on the Quality of Work Life and Employee Performance at PT Tirta Agung Plastik. In this study, a quantitative descriptive research method was used with a population of 350 employees who are members of the Production section which has two fields, namely Cutting and Blowing at PT Tirta Agung Plastik. The sample used in this study were employees in the production section in the inflatable sub-production sector, totaling 100 employees at PT Tirta Agung Plastik. Data analysis in this study used the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) data processing method The conclusion from the test calculations in this study is that the Organizational Citizenship Behavior (OCB) variable has an effect on Employee performance as indicated by the statistical t-test value of 2. 206 > 1. 96 with a P Value of 0. Organizational Citizenship Behavior (OCB) has a major influence on Quality of Work Life (QWL) which is indicated by a statistical t-test value of 10,751 > 1. 96 with a P Value of 0,000. Furthermore. Quality of Work Life (QWL) has a positive and significant effect on Employee Performance which is indicated by the results of the statistical t-test value of 9. 041 > 1. 97 with a P value of 0. Keywords: Organization Citizenship Behaviour (OCB). Quality of Work Life (QWL). Employee Performance ABSTRAK Pada penelitian ini bertujuan sebagai analisis berdasarkan data dan mengetahui tentang pengaruh Organization Citizenship Behaviour (OCB) terhadap Quality of Work Life dan Employee Performance di PT Tirta Agung Plastik. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi dari penelitian ini 350 Pegawai yang tergabung pada bagian Produksi yang memiliki dua bidang yaitu Cutting dan Tiup PT Tirta Agung Plastik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Karyawan pada bagian produksi di sub produksi dalam bidang Tiup yang berjumlah 100 orang karyawan di PT Tirta Agung Plastik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan olah data metode Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 3. Hasil kesimpulan dari perhitungan uji pada penelitian ini bahwa variabel Organization Citizenship Behaviour (OCB) berpengaruh terhadap Employee performance yang ditandai dengan nilai uji-t statistik 2. 206 > 1. dengan nilai P Value sebesar 0. Organization Citizenship Behaviour (OCB) memiliki pengaruh besar terhadap Quality of Work Life (QWL) yang ditandai dengan nilai uji-t statistik 10. > 1. 96 dengan nilai P Value sebesar 0. Selanjutnya. Quality of Work Life (QWL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Performance yang di tandai dengan hasil dari nilai uji-t 041 > 1. 97 dengan nilai P value sebesar 0. Kata Kunci: Organization Citizenship Behaviour (OCB). Quality of Work Life (QWL). Employee Performance Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer PENDAHULUAN Perkembangan Industri selalu meningkat dan pertarungan pada dunia bisnis semakin ketat. Adanya Sumber Daya Manusia (Karyawa. menjadi pelaku elemen penting pada perusahaan guna menghadapi persaingan bisnis. Sumber Daya Manusia merupakan komponen penting yang tidak bisa dilepaskan dan sangat dibutuhkan baik di organisasi maupun perusahaan. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan membawa pengaruh penting atas keberhasilan dan kegagalan untuk mencapai tujuan organisasi (Lie. Loist, et al. Agar dapat mencapai tujuan organisasi sarana dan prasarana yang memadai bukan suatu hal yang dapat diteladani, namun pencapaian tujuan organisasi juga bergantung pada suatu yang berhubungan langsung dalam pengoperasiannya yaitu sumber daya manusia. Keunggulan suatu perusahaan juga tidak menekankan pada kecanggihan teknologi dan ketersediaan modal saja, tetapi Keunggulan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas dan kinerja karyawan dalam perusahaan tersebut (Heryyanto 2. Untuk menciptakan kualitas dan kinerja yang tinggi sangat di butuhkan dukungan dari karyawan yang bukan menyelesaikan pekerjaan utamanya saja, tetapi karyawan yang bersedia melaksanakan pekerjaan ekstra, seperti bekerjasama, saling membantu antar karyawan, menuangakan pikiran yang membangun perusahaan, produktif dalam kegiatan perusahaan, memberikan pelayanan ekstra, dan bisa mengelola waktu kerjanya secara efektif (Robbins & Judge, 2. hal ini disebut dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Menurut Priansa . Organizational Citizenship Behavior merupakan suatu sikap yang timbul dari diri sendiri yang ingin melakukan diluar tugas wajibnya, dan tidak menginginkan imbalan atau berharap pada sistem pemberian penghargaan. Organizational Citizenship Behavior dapat memberikan kontribusi baik dalam meningkatkan tujuan perusahaan. Pada dasarnya seseorang yang responsife, suka menolong, perhatian dan bersungguh sungguh dalam bekerja merupakan karakteristik seorang OCB. Adanya perilaku karyawan yang menunjukkan perihal tersebut akan berdampak baik bagi perusahaan terutama dalam kualitas dan kinerja karyawan. PT Tirta Agung Plastik yang beralamat di Jl. Raya Semambung 17 Wonoayu. Sidoarjo. Jawa Timur bergerak dalam bidang Manufaktur pembuatan plastik polybag dengan berbagai macam ukuran dan tipe. Perusahaan ini berdiri mulai dari tahun 2011 sampai dengan sekarang memiliki karyawan sebanyak 350 orang pegawai produksi. Berdasarkan Hasil Wawancara dengan salah satu pegawai produksi di PT Tirta Agung Plastik. Produk yang dihasilkan dari PT. Kerta Rajasa Raya telah memenuhi kriteria sertifikasi ISO 9001. Pemeriksaan dan pengawasa pada produk dilaksanakan setiap proses produksi dan dipadukan dengan permintaan konsumen. PT Tirta Agung Plastik juga memperhatikan kenyamanan para pekerja, kebersihan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan pekerja, namun, dalam manajemen kinerja yang diterapkan oleh PT Tirta Agung Plastik ternyata belum berhasil meningkatkan semangat pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik untuk perusahaan. Masalah yang terjadi pada quality of work life (QWL) adalah fasilitas dari kesehatan kerja pegawai kurang diperhatikan, seperti banyaknya karyawan yang tidak atau belum memakai APD lengkap seperti penutup telinga, dan pemakaian sarung tangan pada saat bekerja. Tidak adanya fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan pengaruh kesehatan karyawan sehingga mengganggu kinerja karyawan menurun. Faktor tingkat produksi yang juga menurun bahkan ada beberapa hasil produksi yang tidak sempurna yang diakibatkan dari keteledoran pegawai dan usia mesin yang sudah rentan, sehingga mengakibatkan produktifitas perusahaan menjadi Fenomena permasalahan yang terkait Quality of Work Life dan Employee Performance adalah kurang maksimalnya fasilitas kesehatan yang di berikan oleh organisasi sehingga dapat mengakibatkan penurunan kinerja serta dampak yang serius pada kesehatan. Keadaan tersebut apabila tidak di kendalikan akan menghambat kualitas dan kinerja perusahaan. Sehingga fenomena tersebut menunjukkan masih perlu dikembangkan perilaku Organization Citizenship Behaviour (OCB) karyawan di PT Tirta Agung Plastik Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti ingin mengkaji terkait fenomena yang ada yang berkaitan dengan kualitas kehidupan kerja dan kinerja karyawan yang di ukur melalui Organization Citizenship Behaviour (OCB). Maka dengan ini peneliti mengambil judul dalam penelitian ini yaitu The Influence Of Organizational Citizenship Behavior (Oc. On The Quality of Work Life And Employee Performances In PT Tirta Agung PlastikAy. Dalam penelitian ini memiliki tujuan yang mana Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer untuk mengetahui tentang pengaruh dari Organization Citizenship Behaviour (OCB) terhadap Quality of Work Life dan Employee Performances di PT Tirta Agung Plastik Sidoarjo. TINJAUAN PUSTAKA Organization Citizenship Behaviour (OCB) Organization Citizenship Behaviour (OCB) merupakan sebuah sikap individu yang sukarela melakukan kegiatan untuk tujuan organisasi dan bukan merupakan kewajibannya serta tidak mengharapkan imbalan / penghargaan terhadap apa yang dilakukan tersebut (Taskiran dan Iyigun, 2019 dalam Wahyu Eko Pujianto 2. Menurut Chiaburu. Oh. Berry. Li, dan gardner . dalam jurnal Endah Ayu Lestari . menerangkan bahwa OCB merupakan suatu komponen organisasi yang memiliki keunggulan lebih dan berharga bagi organisasi, serta memiliki dampak yang positif bagi kinerja SDM itu sendiri. Kelompok maupun organisasi jika hal tersebut digunakan sebagaimana Peran seorang OCB sangat dipelukan dalam pengembangan perusahaan, seorang yang memiliki OCB cenderung memiliki sikap sosial, suka menolong tanpa memikirkan imbalan apa yang akan di dapatkan. Sikap ini muncul pada individu tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Menurut Tambe dan Shanker . 4 : . dalam jurnalnya OCB itu ada dari diri perilaku diri sendiri tidak ada tuntutan paksa akan hal tersebut, seorang pegawai tidak bisa di paksa untuk melaksanakan atau menunjukkan OCB. Begitu juga karyawan tidak dapat mengharapkan atau mendapatkan imbalan apapun yang bersifat formal untuk membuktikan OCB. Organization Citizenship Behaviour (OCB) pertama kali di perkenalkan pada tahun 1977 oleh Dennis Organ yang kebingungan dengan rasa ingin taunya, kemudian membuat suatu studi untuk memecahkan kebingungan dari rasa ingin taunya tersebut. Banyak peneliti yang mempercayai bahwa kepuasan kerja mempengaruhi produktivitasnya. Dennis Organ berusaha untuk berpegang teguh terhadap pandangan tersebut dengan melakukan pengukuran yang membedakan produktivitas secara pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang jarang tercermin dalam produktivitas karyawan. Teknik ukur kualitatif membentuk sikap seseorang seperti: saling membantu karyawan lain, mengikuti kegiatan Ae kegiatan yang diadakan oleh perusahaan dan mentaati serta melakukan dengan semangat terhadap tata tertib di lingkungan kerja, serta menerima dan melaksanakan modifikasi oleh manajer guna sebagai peningkatan kinerja organisasi (Organ. Podsakoff dan MacKenzie, 2006. Faktor yang mempengaruhi Organization Citizenship Behaviour (OCB) Menurut Organ et al dalam Titasari . antara lain : Budaya atau kebiasaan perusahaan. Individu dan perasaan suasana hati. Pandangan terhadap dukungan dan dorongan organisasional Pandangan terhadap kualitas hubungan atasan bawahan Lamanya bekerja Jenis kelamin. Menurut pendapat Titisari . Organization Citizenship Behavior (OCB) dapat diukur dengan : Alturism (Suka Menolon. merupakan perilaku karyawan dalam menolong rekan kerjanya yang sedang berhalangan masuk atau istirahat, menolong orang lain yang tugasnya berlebihan . Menolong mengajari atau membimbing karyawan yang belum mengerti padahal itu bukan tugasnya, meluangkan waktu untuk membantu karyawan lain untuk mencari solusi terhadap permasalahan Ae permasalahan pekerjaan. Conscientiousness (Patuh terhadap atura. adalah suatu perilaku individu yang berupaya melebihi harapan perusahaan secara manasuka yang bukan menjadi kewajiban atau tugas karyawan. Seperti, bersedia lembur untuk mencapai target yang di tentukan perusahaan, datang ke kantor lebih awal sehingga pada saat melakukan pekerjaan sesuai dengan jadwal, tidak membuang Ae buang waktu untuk pembicaraan diluar perusahaan, bersedia melaksanakan tugas yang tidak menjadi tanggungjawabnya secara sukarela. Sportmanship (Sifat Sportif dan positi. adalah sebuah sikap yang mencerminkan toleransi terhadap karyawan lain yang mengeluh, tidak memperbesar konflik diluar porsinya, dan tidak mengeluh tentang segala sesuatu. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer Courtessy . erilaku baik dan sopa. adalah sebuah sikap yang melindungi interaksi yang baik dengan karyawan lain agar terhindar dari permasalahan antar karyawan. dan menjadikan konsumsi pribadi dan tidak menyebarkan informasi terkait peristiwa maupun perubahan dalam perusahaan, meneladani metamorfosis dan kemajuan dalam organisasi, membaca dan melaksanakan setiap infromasi organisasi, membuat pengamatan yang terbaik untuk organisasi. Civic Virtue (Sikap keterlibatan dalam organisas. adalah Keterlibatan dalam fungsi Ae fungsi organisasi seperti mengembangkan diri untuk membantu image organisasi dengan mengikuti pelatihan atau seminar, bersedia hadir untuk mewakili perusahaan dalam kegiatan - kegiatan atau pertemuan yang penting, membantu mempererat hubungan antar departemen. Quality. Of Work Life (QWL) Sumber Daya Manusia yaitu suatu komponen yang berada pada organisasi yang memiliki keahlian masing Ae masing dan dapat dikembangkan dengan program Ae program yang mendukung. Sumber daya manusia yang mampu menuntaskan pekerjaannya dengan efektif dan efisien, menuntaskan pekerjaannya secara efektif dan efisien, hal ini disebut dengan kualitas kerja. Kualitas kehidupan kerja merupakan sebuah pemikiran seorang karyawan yang memiliki keinginan rasa aman, kepuasan dan kesempatan sebagai layaknya manusia (Cascio et al, 2010 dalam Shohibatun Naufalia dkk, 2. Kepuasan karyawan dapat dirasakan ketika karyawan tersebut merasa cukup akan kebutuhan dalam bekerja sehingga tidak akan menimbulkan dampak yang tidak di inginkan oleh organisasi ketika kebutuhan dan karyawan tersebut belum terpenuhi, dalam hal ini pimpinan lebih memperhatikan apa yang menjadi kendala dari personal karyawan tersebut. Quality of Work Life (QWL) ialah salah satu komponen dalam komposisi manajemen yang digunakan untuk koordinasi dan menjembatani potensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia, yang diimana pada kualitas kehidupan kerja pada sebuah organisasi sebagai bentuk usaha pimpinan agar dapat memfasilitasi setiap kebutuhan pegawai maupun organisasi secara berkaitan. Menurut Gayathiri . dalam Farantia Dindy Devintasari . mengemukakan Quality of Work Life sebagai pemikiran ide multi-dimensional, yang mana pada pemilihan aspek pada Quality of Work Life yang terbagi atas tiga bagian yaitu mental dan objektif pada lingkungan, tingkatan permohonan Keperluan pegawai, dan kejelasan akan pekerjaan dan pengawasan, kejelasan structural dan masyarakat. Kualitas kehidupan kerja yang baik dapat membawa pengaruh yang dapat meningkatkan kepuasan dalam bekerja, mengurangi ketidakhadiran, mengurangi tingkat turnover pada karyawan serta meningkatkan efektifitas dalam berkomitmen pada (Golkar, 2. Menurut Asttiani dan surya . Quality of Work Life merupakan gambaran dari suatu perasaan pegawai atas pekerjaan yang dilaksanakan termasuk dampak yang dapat dirasakan atas pekerjaan terhadap kemakmurannya. Menurut Abdul Hafizh dan Ni Luh Putu . Kualitas kehidupan kerja memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya diantaranya yaitu kepuasan kerja, kontribusi pegawai dalam organisasi, motivasi atau dorongan, produktivitas, kesehatan, keselamatan dan kesejateraan, keamanan dalam bekerja, pengembangan pengetahuan dan kesesuaian pekerjaan dengan kehidupan diluar pekerjaan. Adapun Quality of Work Life dapat diukur menurut Anatan . diantaranya: Penataan Kembali Pekerjaan. Bentuk Imbalan. Kontribusi dan Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan Menurut Prabu Mangunegara . kinerja karyawan adalah suatu pencapaian kerja yang berdasarkan pada kualitas dan kuantitas karyawan pada pelaksanaan kewajiban dalam menanggung pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Menurut pendapat (Anam & Rahardja, 2. , kinerja adalah perolehan individu yang berdasarkan pada pengalaman, keahlian serta semangat untuk melaksanakan kewajiban yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Berdasarkan definisi tersebut dapat mengetahui bahwa kinerja karyawan yaitu suatu perbandingan hasil kerja berdasarkan kualitas dan kuantitas karyawan pada saat melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh organisasi. Setiap perusahaan harus mengetahui bagaimana kinerja karyawannya agar ketika mengadakan suatu program untuk peningkatan sumber daya manusia dapat berjalan dengan maksimal sesuai dengan kebutuhan masing Ae masing Kinerja karyawan dan kualitas kerja, keduanya saling berkaitan. Apabila kualitas kerja yang dihasilkan baik akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan otomatis mutu perusahaan juga semakin meningkat. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer Sutrisno . mengatakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan terpecah menjadi dua diantaranya yaitu : Faktor individu yang meliputi Usaha yang menunjukkan sejumlah kerja keras baik dari tenaga dan pikiran yang digunakan dalam mengerjakan tugas, kemudian kepribadian individu seseorang, dan segala perilaku dan aktivitas individu yang dianggap tepat untuk menyelesaikan suatu tanggung jawab pekerjaan. Komponen Lingkungan dalam hal ini seperti kondisi fisik, sarana prasarana, waktu, material, pendidikan, pengawasan, dan pelatihan. Menurut Simanjuntak . kinerja sumber daya manusia dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu, imbalan jasa pribadi seseorang yang berkaitan dalam melakukan kemampuan dan keterampilan kerja dengan keahlian, tanggung jawab, latar belakang dan ertos kerja, dukungan organisasi dan Faktor Psikologis seperti pemikiran, sikap dan motivasi . alam Skripsi. Rosyidah. 2013 : 16-. Kinerja karyawan perlu diukur untuk mengetahui sejauh mana pencapaian kinerja karyawan tersebut. Dalam (Nabawi, 2. Fadel, . menyatakan, dalam mengukur kinerja karyawan, dapat menggunakan 5 indikator, yakni. Pemahaman terhadap Job Description, yaitu mengerti dan mendalami apa yang menjadi tupoksi dari pokok pekerjaan yang di kerjakan sesuai dengan bagian yang sudah menjadi tanggung Inovasi, yaitu memberikan suatu ide Ae ide atau gagasan yang bertujuan untuk pengembangan atau perubahan suatu didalam perusahaan yang dianggap perlu diubah agar memiliki nilai yang berbeda dan mampu membawa pengaruh positif bagi perusahaan. Kecepatan kerja yaitu salah satu alat ukur kinerja karyawan untuk mengukur Kuantitas kerja seperti kecepatan dan ketepatan dalam mengerjakan pekerjaan dalam satu harinya. Seperti jumlah produk, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan setiap harinya. Keakuratan kerja, yaitu pengukuran sejauh mana karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan benar atau tidak ada kesalahan. Apabila terdapat banyak kesalahan maka akan banyak juga membuang anggaran perusahaan. Oleh karena itu dalam bekerja kita harus memperhatikan keakuratan pekerjaan dengan cara disiplin dan teliti agar tidak merugikan perusahaan. Kerjasama. yaitu memiliki kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan kelompok kerja yang lain, dan mampu menghargai pendapat satu sama lain. Hipotesis Pengaruh Organization Citizenship Behaviour (OCB) terhadap Employee Performance Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Endah Rahayu Lestari, dkk . dalam jurnalnya yang berjudul The Influence of Organization Citizenship Behaviour (OCB) on EmployeeAos Job Statisfaction and Performance, yang mengatakan bahwa OCB memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Employee performance. Namun, berbeda dengan hasil penelitian Agus Purwanto dkk . dalam jurnalnya yang berjudul Peran Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Transformational And Digital Leadership Terhadap Kinerja Melalui Mediasi Komitmen Organisasi Pada Family Business, yang mengemukakan bahwa OCB tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Employee Performance. H1 = diduga Organization Citizenship Behaviour (OCB) berpengaruh signifikan terhadap Employee Performance Pengaruh Organization Citizenship Behaviour (OCB) Terhadap Quality Of Work Life Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Endang Susilawati, dkk . dalam jurnalnya yang berjudul Increasing Organizational Citizenship Behaviour trough Quality of Work Life and Organizational Commitment yang mengatakan bahwa Organization Citizenship Behaviour (OCB) memiliki pengaruh terhadap Quality of Work Life, namun berbeda dengan hasil yang diteliti oleh Rosa Marina dkk . dalam jurnalnya yang berjudul Pengaruh Quality of Work Life dan Work Motivation dimoderasi1oleh Change Manajemen terhadap Organization Citizenship Behaviour melalui1Work Engagement sebagai Variabel Intervening1, yang mengatakan bahwa OCB tidak berpengaruh terhadap QWL. H2 = diduga Organization Citizenship Behaviour berpengaruh positif terhadap Quality of Work Life Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer Pengaruh Quality Of Work Life Terhadap Employee Performance Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Farantia Dindy Devintasari . dalam jurnalnya yang berjudul The Effect Of Transformational and Transactional Leadership Style on Employee Performance with Quality of Work Life Life1as Moderating Variable, yang mengatakan bahwa Quality of Work Life (QWL) berpengaruh positif terhadap Employee Performance, namun berbeda dengan hasil yang diteliti oleh Adya Hermawati dkk . dalam jurnalnya yang berjudul Efek Implementasi Quality Of Work Life terhadap Kinerja, yang mengatakan bahwa Quality of Work Life tidak memiliki pengaruh terhadap Kinerja. H3 = diduga Quality of Work Life berpengaruh positif terhadap Employee1Performance QUALITY OF WORK LIFE (Y. ORGANIZATIO N CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) (X) PERFORMAN CE EMPLOYEE (Y. Gambar 1. Karangka Pemikiran Sumber: Data Primer diolah, 2022 METODE PENELITIAN Pada penelitian ini mempunyai tujuan diantaranya yaitu guna mengetahui dan menceritakan karakter dari masing Ae masing responden dalam variable melalui persentase angka yang termasuk kedalam penelitian pendekatan kuantitatif deskriptif. Menurut Sugiyono . Metode Penelitian kuantitatif ialah salah satu jenis pengukuran dalam penelitian yang digunakan untuk meneliti yang melibatkan populasi atau sampel tertentu, akumulasi data dengan menggunakan perangkat penelitian. metode analisis data ini bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji pengaruh yang di tetapkan. Oleh karena itu peneliti menggunakan metode ini dikarenakan data yang diolah Organization Citizenship Behaviour (OCB) (X) terhadap Quality Employee (Y. and Performance Employee (Y. merupakan data perbandingan yang menjadikan titik fokus pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar ukuran dari pengaruh antar variable tersebut. Identifikasi Variabel Pada penelitian ini, variable yang digunakan sebagai berikut : Variabel Independen (X), variabel independent dalam penelitian ini yaitu Organization Citizenship Behaviour (OCB). Variabel Dependen (Y. , variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Quality Of Work Life (QWL). Variabel Dependen (Y. , variabel dependen dalam penelitian ini yaitu Employee Performance. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Organization Citizenship Behaviour (OCB) (X). Menurut Purnamie . OCB merupakan sebuah bentuk loyalitas individu terhadap suatu perusahaan yang melampaui kewajiban peran di tempat kerja. Dalam penelitian ini menurut Titasari . terdapat 5 elemen indikator yang dapat mengukur Organization Citizenship Behaviour (OCB), diantaranya yaitu Alturism (Suka Menolon. Conscientiousness (Patuh terhadap atura. Sportmanship (Sifat Sportif dan positi. Courtessy . erkelakuan baik dan sopa. , dan Civic Virtue (Sikap kontribusi dalam organisas. Quality Of Work Life (QWL) (Y. Menurut Gayathiri . dalam Farantia Dindy Devintasari . mengemukakan Quality of Work Life yang dimaksud ialah sebuah ide multi-dimensional, yang mana pemilihan aspek dari Quality of Work Life terbagi atas tiga mental dan objektif pada lingkungan, tingkatan permohonan Keperluan pegawai, dan kejelasan akan pekerjaan dan pengawasan, kejelasan structural dan masyarakat. Dalam penelitian ini kinerja karyawan dapat diukur dengan Penataan Kembali dalam proses kerja, bentuk Imbalan. Kesediaan dan Lingkungan Kerja. Anatan . Employee Performance (Y. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer Menurut Prabu Mangunegara . kinerja karyawan adalah suatu pencapaian kerja yang berdasarkan pada kualitas dan kuantitas karyawan pada pelaksanaan kewajiban dalam menanggung pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini kinerja karyawan dapat diukur dengan Pemahaman terhadap Job Description. Inovasi. Kecepatan kerja. Keakuratan kerja, dan Kerjasama. (Nabawi, 2. Fadel, . Populasi. Sampel dan Teknik Pengambilan Data Menurut Polit & Beck . Populasi adalah sekelompok orang yang ingin di teliti, sebuah populasi adalah jumlah keseluruhan elemen dari individu yang terhimpun dalam suatu kelompok. Penelitian ini memiliki jumlah populasi sebanyak 350 orang karyawan yang bekerja di bidang produksi. Menurut Everitt & Scrondal, . Sampel merupakan Sebuah bagian yang di tarik dari populasi yang di pilih melalui metode yang bertujuan untuk menyelidiki atau mempelajari sifat Ae sifat tertentu. Jumlah sampel penelitian ditentukan dengan metode Puposive Sampling pada bagian Tiup dengan jumlah responden sebannyak 100 responden. Teknik penghimpunan data dengan cara melakukan wawancara dan penyebaran kuisioner pada karyawan produksi PT Tirta Agung Plastik. Teknik Analisis Data Teknis analisis data pada penelitian ini diolah dengan Partial Least Square (PLS) versi 3. 3 dengan teknis analisis: Menyusun Model Pengukuran (Outer Mode. Jenis model pengukuran ini memiliki tujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas penghubung dari indikator dengan variable latennya. Convergent Validity . Average Variance Extracted1(AVE) . Composite Reliability . Cronbach Alpha Menyusun Model Struktural (Inner Mode. Penyusunan model struktur menghubungkan antar variable laten pada PLS yang dilihat dari hipotesis Evaluasi model struktural dengan R-Square (R. yang mana Evaluasi model ini diperuntukkan pada variabel dependen, dan uji-t serta signifikan koefisien. Uji R2 berguna untuk mengetahui nilai dari pengaruh variable laten independen terhadap variabel laten dependen berpengaruh substantive. R Square . Estimate For Path Coefficient Hasil Uji dan Pembahasan Model Pengukuran (Outer Mode. Gambar 2. Pengukuran Model sebelum dan sesudah eliminasi Sumber: Data Primer diolah, 2023 Uji Convergent Validity Nilai Outer loading dari indikator berdasarkan Uji Convergent Validity. Tabel 1. Outer Loading awal Indikator Employe Performance X1. Organization Behavior (OCB) Citizenship Quality of Work Life (QWL) Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer X1. X1. X1. X1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y2. Y2. Y2. Y2. Sumber: Data Primer diolah, 2023 Sesuai dengan hasil uji outer loading secara keseluruhan, masing Ae masing indikator memliki nilai > 0. 70, yang berarti bahwa seluruh indikator dapat digunakan pada model penelitian. Average Variance Extracted (AVE) Hasil uji pada Validitas dan Reliabilitas Konstruk ini mempunyai discriminant validity yang baik jika AVE konstruk > Korelasi dengan seluruh konstruk yang lainnya. Dalam hal ini nilai ukur >0,50 lebih direkomendasikan. Adapun nilai AVE yang diperoleh setelah di uji yaitu: Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted (AVE) Variabel Average Variance Extracted (AVE) Emoploye Performance Organization Citizenship Behavior (OCB) Quality of Work Life (QWL) Sumber: Data Primer diolah, 2023 Sesuai dengan hasil uji diatas dapat diketahui bahwa nilai AVE yang diperoleh > 0. 50 yang berarti memiliki discriminant validity yang baik. Composite Reliability Composite Reliability ialah gabungan dari beberapa pengukuran variabel yang digunakan untuk memperkirakan sebuah variabel yang mempunyai reliabilitas komposit yang baik dengan nilai ukur > 0. Tabel 3. Hasil Composite Reliability Variabel Emoploye Performance Organization Citizenship Behavior (OCB) Quality of Work Life (QWL) Sumber: Data Primer diolah, 2023 Composite Reliability Berdasarkan hasil uji diatas, diperoleh hasil dari composite reliability setiap variabel > 0. 70 yang berarti bahwa masing Ae masing variabel terpenuhi atau memiliki reliabilitas komposit yang baik. Cronbach Alpha Cronbach Alpha, gabungan indikator yang digunakan sebagai alat ukur variabel yang mempunyai reliabilitas komposit yang baik sesuai dengan perhitungan nilai koefisien alpha dengan nilai ukur > 0. Tabel 4. Hasil Cronbach Alpha Variabel Emoploye Performance Organization Citizenship Behavior (OCB) Quality of Work Life (QWL) Sumber: Data Primer diolah, 2023 Cronbach Alpha Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer Berdasarkan hasil uji diatas, dapat diketahui bahwa hasil dari cronbach alpha pada setiap variabel > 0. 60 yang berarti bahwa semua indikator memiliki reliabilitas yang baik. Kesimpulan Model Pengukuran (Inner Mode. Model pengukuran Inner Model berfungsi memprediksi atau menghubungkan antar variabel laten atau variabel lain yang tidak terukur secara langsung. Pada Evaluasi Inner Model menerapkan R-Square kepada konstruk dependen. Stone Geisser Q-Square test kepada pradiktive relevance dan uji-t serta pengaruh signifikansi dari koefisien structural. R Square Uji R-Square berfungsi sebagai penilaian pengaruh variabel laten independent terbatas terhadap variabel laten lain. Berpengaruh positif atau tidak. Selain itu uji R-Square memiliki tujuan untuk mengukur penilaian hasil observasi. Nilai R-Square lebih > 0 . hal ini berarti bahwa model tersebut relevan, selanjutnya jika nilai R Square Kurang < 0 . hal ini berarti variabel kurang memiliki prediktif yang relevan. Tabel. 5 Nilai R Square Variabel Emoploye Performance Quality of Work Life (QWL) Sumber: Data Primer diolah, 2023 R Square Hasil Uji daitas menunjukkan bahwa: Nilai 0. 452 untuk variabel Quality Of Work Life (QWL), dapat diartikan bahwa dengan Organization Citizenship Behaviour OCB dan Employee performance dapat menjelaskan Quality of Work Life (QWL) sebesar 45. Pada Nilai 0. 662 untuk variabel Employee performance, dapat diartikan bahwa dengan Organization Citizenship Behaviour (OCB) dan Quality of Work Life (QWL) dapat menjelaskan Employee Performance 66. Estimate For Path Coefficient Tabel. 6 Estimate For Path Coeficient OCB -> Emoploye Performance OCB -> QWL QWL -> Emoploye Performance Sumber: Data Primer diolah, 2023 Original Sampel (O) Sampel Mean (M) Standard Deviation (STDEV) T Statistics (O/STDEV) Values Hasil Uji pada data diatas menjelaskan bahwa nilai t hitung yang diperoleh lebih besar dari pada t table . sehingga menunjukkan bahwa: OCB berpengaruh terhadap Employee Performance dengan nilai t statistik > 1. 96 dan P Value . OCB berpengaruh terhadap QWL dengan nilai t statistic > 1. 96 dan p value sebesar 0. QWL berpengaruh terhadap Employee Performance dengan nilai t statistik > 1,96 dan P value PEMBAHASAN Organization Citizenship Behaviour (OCB) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Employee Performance Hasil penelitian diketahui bahwa Organization Citizenship Behaviour (OCB) berpengaruh terhadap Employee performance yang ditandai dengan nilai uji-t statistik 2. 206 > 1. 96 dengan nilai P Value sebesar 0. hal ini berarti bahwa peran seorang ocb sangat mempengaruhi tingkat employee performance pada karyawan PT Tirta Agung Plastik Organization Citizenship Behaviour (OCB berpengaruh terhadap Quality of Work Life (QWL) Hasil penelitian diketahui bahwa Organization Citizenship Behaviour (OCB) memiliki pengaruh besar terhadap Quality of Work Life (QWL) yang ditandai dengan nilai uji-t statistik 10. 751 > 1. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Volume 2. Nomor 1. Januari Ae 2023 http://ejurnal. id/index. php/JIMEB Universitas Sains dan Teknologi Komputer dengan nilai P Value sebesar 0. hal ini berarti bahwa dengan meningkatnya OCB maka tingkat Quality of Work Life akan semakin tinggi. Quality of Work Life (QWL) berpengaruh terhadap Employee Performance kesimpulan dari perhitungan uji Penelitian ini diketahui bahwa Quality of Work Life (QWL) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Employee Performance yang di tandai dengan hasil dari nilai uji-t statistik 9. 041 > 1. 97 dengan nilai P value sebesar 0. hal ini berarti bahwa Quality of Work Life (QWL) yang diterapkan dengan baik akan membawa efek positif bagi karyawan lainnya dalam peningkatan kinerja. KESIMPULAN DAN SARAN Implementasi konsep Organization Citizenship Behaviour (OCB) merupakan suatu aspek penting terhadap adanya pelaksanaan Kualitas Kehidupan Kerja dan Kinerja pegawai. Apabila Organization Citizenship Behaviour (OCB) meningkat maka akan membawa pengaruh positif bagi penerapan kualitas kehidupan kerja pada karyawan PT Tirta Agung Plastik, begitu juga dengan kinerja karyawannya juga akan semakin meningkat karena ada dorongan dari kedua faktor tersebut apabila diterapkan Bersama Ae sama. Kesimpulan dari penjelasan diatas bahwa Organization Citizenship Behaviour (OCB) berpengaruh terhadap Employee performance yang ditandai dengan nilai uji-t 206 > 1. 96 dengan nilai P Value sebesar 0. Organization Citizenship Behaviour (OCB) memiliki pengaruh besar terhadap Quality of Work Life (QWL) yang ditandai dengan nilai uji-t statistik 10. 751 > 1. 96 dengan nilai P Value sebesar 0. Selanjutnya. Quality of Work Life (QWL) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Performance yang di tandai dengan hasil dari nilai uji-t statistik 9. 041 > 1. 97 dengan nilai P value sebesar 0. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah di jelaskan, adapun saran yang dapat penulis berikan yaitu. PT Tirta Agung Plastik tetap mempertahankan pegawai yang memiliki sikap Organization Citizenship Behaviour (OCB) karena hal tersebut dapat membawa pengaruh besar bagi organisasi. Perilaku OCB yang telah diterapkan pada masing Ae masing individu dapat mendorong pada peningkatan QWL dan Employee Performance. Dengan hal ini pimpinan dapat lebih memperhatikan atas kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, terutama dalam bidang kesehatan yang perlu di tingkatkan dengan pemberian APD lengkap seperti masker, penutup telinga dan kebutuhan lainnya, agar karyawan dapat merasakan keamanan dalam bekerja sehingga kinerja juga Tidak hanya itu, pimpinan juga harus responsive terhadap pendapat atau aspirasi yang ingin di sampaikan oleh karyawan dalam hal ini akan berdampak bagi kepuasan karyawan atas perlakuan. DAFTAR PUSTAKA