Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM DENGAN PENDEKATAN PRICE EARNING RATIO PADA PT UNILEVER INDONESIA TBK. TAHUN 2018-2021 Ni Luh Putri Sulistya Dewi1. Christimulia Purnama Trimurti2*. Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni3 Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan, dan Humaniora Universitas Dhyana Pura (* christimuliapurnama@undhirabali. ABSTRACT This studyAos aim is to determine the investment decision by using Price Earning Ratio (PER) analysis at PT Unilever Indonesia Tbk. The population is the consumer goods industry sector with cosmetic & household subsector companies in index LQ45. The sample in this study is PT Unilever Indonesia Tbk. Data collection techniques using Data analysis using the Price Earning Ratio (PER) method by comparing intrinsic value with market price to determine the condition of company being undervalued, overvalued, or correctly valued. The results of this study showed PT Unilever Indonesia Tbk is in an undervalued condition which means that shares are valued cheaply where the decision that can be taken is buying shares or hold shares with the aim of getting dividends and sell when the price increase. Keywords: Fundamental Analysis. Investment Decisions. Price Earning Ratio (PER) ABSTRAK Penelitian bertujuan mencari tahu pengambilan keputusan investasi saham dengan pendekatan Price Earning Ratio (PER) di PT Unilever Indonesia Tbk. tahun 2018-2021. Populasi penelitian ini yakni perusahaan sektor consumer goods dengan subsektor cosmetic & household yang masuk dalam indeks LQ45. Sampel penelitian ini yakni PT Unilever Indonesia Tbk. tahun 2018-2021. Data dikumpulkan mengunakan teknik dokumentasi. Teknis analisis data mengunakan Price Earning Ratio (PER) dengan mengomparasikan nilai intrinsik dan harga pasar guna menetapkan kondisi saham undervalued, overvalued, maupun Temuan menyatakan bahwasanya saham PT Unilever Indonesia Tbk. undervalued ini berarti saham bernilai murah, jadi keputusan yang perlu diambil adalah membeli saham ataupun mempertahankan saham memperoleh dividen kemudian menjualnya ketika harga mengalami peningkatan. Kata Kunci: Analisis undamental. Keputusan Investasi. Price Earning Ratio (PER) Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 PENDAHULUAN Investasi yakni aktivitas menanamkan modal yang akan dikembangkan pada periode tertentu guna mendapatkan laba di masa depan. Investasi adalah satu dari sekian opsi yang mampu dipilih guna melawan peningkatan inflasi yang terjadi. Investasi juga termasuk syarat untuk meningkatkan ekonomi suatu negara. Suatu negara dikatakan aman dan stabil untuk dijadikan tempat investasi dapat dilihat dari banyaknya jumlah investor yang menanamkan modalnya dalam negara. Menginvestasikan dana atau kekayaan pada aktiva riil misalnya emas, tanah, mesin, bangunan ataupun aktiva keuangan misalnya deposito, reksadana, saham, suku, dan obligasi adalah hal yang sering dilaksanakan. Adapun menurut seorang investor yang risk taker, kegiatan investasi yang kerap dijalankan yakni berinvestasi pada aset finansial lain yang cenderung kompleks, misalnya option, warrant, futures, ataupun ekuitas internasional (Tandelilin, 2021:. Sebelum melaksanakan investasi, seorang investor perlu melaksanakan analisis saham terlebih dahulu. Analisis saham adalah salah satu tindakan membedah dan menelaah suatu saham perusahaan tertentu untuk melihat dan menilai kinerja yang dilakukan selama ini dengan tujuan untuk menentukan apakah saham itu layak dibeli ataukah tidak. Analisis tersebut yakni analisis fundamental serta analisis teknikal. Menurut Hartono . analisis fundamental yakni sebuah analisis yang mempergunakan informasi fundamental entitas yang bersumber dari data finansial entitas seperti penjualan, laba, dividen yang dibayar, serta yang lainnya. Analisis fundamental dilakukan dengan mengkalkulasikan nilai intrinsik saham mempergunakan informasi keuangan yang ada. Analisis fundamental mencoba mengkalkulasikan nilai intrinsik sebuah saham mempergunakan data finansial entitas . isebut pula dengan nilai perusahaa. Terdapat dua tipe pendekatan analisis fundamental guna mengetahui nilai intrinsik atas saham yakni menggunakan pendekatan nilai sekarang serta pendekatan PER. PER adalah satu dari sejumlah pendekatan yang mempergunakan nilai laba perusahaan dalam menghitung nilai fundamental saham (Hartono, 2017:. Penggunaan metode ini dilakukan untuk mengetahui apakah saham dari perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. ada pada kondisi overvalued, undervalued atau sebenarnya. Berikut ditunjukkan data laba periode berjalan, harga saham, dan nilai Price Earning Ratio dari PT Unilever Indonesia Tbk jangka waktu 2018-2021 yang terlihat di Tabel 1. Tabel 1 Laba. Harga Saham, dan PER PT Unilever Indonesia Tbk. Harga Saham PER Tahun Laba periode berjalan . utaan rupia. er lemba. er lemba. Sumber: Bursa Efek Indonesia . ata diola. Tabel 1 menyebutkan, tahun 2018 laba yang diperoleh sejumlah Rp 000 dengan harga saham Rp 45. 400 dan PER sebesar 38 kali. Tahun 2019 laba yang diperoleh sejumlah Rp 7. 000 dengan harga saham Rp 42. 000 dan PER sebesar 43 kali. Tahun 2020 laba yang diperoleh sejumlah Rp 7. dengan harga saham Rp 7. 350 dan PER sebesar 39 kali. Tahun 2021 laba yang diperoleh sejumlah Rp 5. 000 dengan harga saham Rp 4. 110 dan PER sebesar 27 kali. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 Setelah melakukan analisis fundamental mempergunakan Price Earning Ratio selanjutnya investor mampu menentukan nilai intrinsik. Menurut Hartono . 7: . dengan mengetahui nilai pasar serta nilai intrinsik mampu diketahui saham apa yang cenderung murah, tepat nilai, ataupun mahal. Adapun nilai intrinsik adalah nilai riil dari suatu perusahaan yang diperoleh dari data keuangan perusahaan. Nilai pasar yang kurang dari nilai intrinsik perusahaan menginterpretasikan bahwasanya saham itu di jual dengan harga undervalued sebab investor membeli saham yang undervalued lebih rendah daripada yang harusnya dibayarkan investor. Nilai pasar yang melebihi nilai intrinsik perusahaan memberi arti bahwasanya saham dijual dengan harga yang mahal. Bila nilai pasar sama dengan nilai intrinsik perusahaan berarti saham itu dijual dengan harga wajar . Berikut tabel komparasi nilai intrinsik perusahaan dengan harga pasar PT Unilever Indonesia Tbk dari tahun 2018 hingga 2021 yang dipaparkan di Tabel 2. Tabel 2 Perbandingan Nilai Intrinsik dengan Nilai Pasar PT Unilever Indonesia Tbk. Harga Pasar Kode Saham Nilai Intrinsik Kondisi Saham . UNVR Undervalued Pada tabel 2, diketahui kondisi saham perusahaan selama tahun 2018-2021 sedang dalam kondisi undervalued dimana saham itu sebaiknya dibeli bahkan dipertahankan untuk sementara waktu, ini bertujuan agar mendapatkan capital gain apabila nantinya harga saham perusahaan berangsur naik. Penelitian ini mengandung informasi penting untuk calon investor guna menentukan keputusan berinvestasi, sehingga dapat mempertimbangkan kembali dalam mengambil keputusan membeli saham, menahan, ataupun menjual saham yang dimiliki. Dengan ini penulis melakukan Analisis Keputusan Investasi Saham Dengan Pendekatan Price Earning Ratio Pada PT Unilever Indonesia Tbk. Tahun 2018-2021 untuk mengetahui kewajaran harga saham. METODE Metode penelitian ialah penelitian kuantitatif guna mengetahui interaksi dari dua variabel serta menjadikan penelitan kian sistematis juga objektif. Adapun penelitian ini dilaksanakan di PT Unilever Indonesia Tbk. yang listing di BEI pada kurun waktu 2018-2021 lewat laman web w. Penelitian dilaksanakan guna menentukan kewajaran sebuah harga saham untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi melalui analisis fundamental yang mana menggunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER). Kewajaran harga saham nantinya akan mempengaruhi keputusan dalam investasi di PT Unilever Indonesia Tbk periode 2018-2021. Jenis serta sumber data yang dipergunakan yakni data sekunder yang sumbernya dari dokumentasi tak langsung lewat histori laporan keuangan di laman web BEI. Adapun purposive sampling diterapkan sebagai cara untuk menentukan sampel hingga memperoleh PT Unilever Indonesia Tbk. sektor industri consumer goods dengan subsektor cosmetic & household yang termasuk dalam indeks LQ45 tahun 2018 Ae 2021. Teknik analisis yang digunakan dengan menggunakan variabel fundamental yakni EPS. ROE. DPS. PER. DPR serta menetapkan nilai intrinsik hingga dapat menentukan kondisi saham perusahaan yakni undervalued, overvalued, correctlyvalued. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Variabel Fundamental Variabel yang dipergunakan di penelitian ini yakni ROE. EPS. DPS. DPR, serta PER. Adapun berikut ini hasil dari analisis variabel fundamental PT Unilever Indonesia Tbk. 2018 hingga 2021: Tabel 3 Analisis Data Variabel Fundamental ROE. EPS. DPS. DPR, dan PER PT Unilever Indonesia Tbk. tahun 2018-2021 Tahun ROE EPS DPS DPR PER 205 124 43 Sumber: Bursa Efek Indonesia . ata diola. , 2022 Variabel ROE tahun 2018 yakni 123 persen, tahun 2019 yakni 140 persen, tahun 2020 yakni 145 persen, dan tahun 2021 yakni 133 persen. Variabel EPS tahun 2018 yakni Rp 1. 190, tahun 2019 yakni Rp 969, tahun 2020 yakni Rp 188, serta tahun 2021 yakni Rp 151. Variabel DPS tahun 2018 yakni Rp 915, tahun 2019 yakni Rp 1. 205, tahun 2020 yakni Rp 194, serta tahun 2021 yakni Rp 166. mengalami peningkatan pada tahun 2019 yang memperlihatkan jumlah dividen yang didistribusikan secara tunai ke investor cukup Namun tahun 2020 terjadi penurunan hingga tahun 2021 disebabkan oleh jumlah saham yang beredar menjadi 38. 000 dan dividen tahun 2020 menurun jika dikomparasi dengan tahun 2019. Variabel DPR tahun 2018 yakni 77 persen, tahun 2019 yakni 124 persen, tahun 2020 yakni 103 persen serta tahun 2021 yakni 110 persen. Variabel PER tahun 2018 yakni 38 kali, tahun 2019 yakni 43 kali, tahun 2020 yakni 39 kali, serta tahun 2021 yakni 27 kali. Menentukan Nilai Intrinsik Saham dengan Menggunakan Analisis Fundamental dengan Pendekatan Price Earning Ratio Nilai intrinsik dalam pendekatan PER dikalkulasi dengan cara mengalikan komponen estimasi Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER). Berikut data hasil kalkulasi nilai intrinsik PT Unilever Indonesia Tbk sejak 2018 hingga 2021. Kode Saham UNVR Tabel 4 Hasil Perhitungan Nilai Intrinsik Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. Tahun 2018-2021 Pertumbuhan Estimasi Estimasi Expected Estimasi EPS DPS Return . PER -0,057 142,39 156,54 28,93 Sumber: Bursa Efek Indonesia . ata diola. , 2022 Nilai Intrinsik Selaras dengan data yang tersaji tersebut, dapat diketahui nilai intrinsik dari perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. yakni Rp 4. Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 Menentukan Kondisi Saham Pengambilan keputusan investasi sesuai analisis fundamental mempergunakan pendekatan Price Earning Ratio (PER) mampu dilaksanakan sesudah mengetahui nilai intrinsik sebuah saham dan dibandingkan dengan harga pasar saham, juga menetapkan keadaan sebuah saham. Tabel 5. Pengambilan Keputusan Investasi Saham Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. Tahun 2018-2021 Kode Nilai Harga Pasar (Closing Pric. Kondisi Keputusan Saham Intrinsik Januari 2022 Saham Investasi UNVR Undervalued Membeli Saham Sumber: Bursa Efek Indonesia . ata diola. , 2022 Menurut tabel 5, temuan analisis yang menyatakan kondisi perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. Sejak 2018 hingga 2021 di peroleh keputusan investasi dilihat dari komparasi diantara nilai intrinsik saham dengan nilai pasar PT Unilever Indonesia Tbk. Memperlihatkan bahwasanya saham pada kondisi undervalued, dengan demikian keputusan yang akan diambil yakni membeli saham. Apabila investor telah mempunyai saham Unilever, maka keputusan yang tepat diambil yakni menambah ataupun menahan saham, harapannya harga semakin meningkat di kemudian hari. Dari sisi variabel fundamental, nilai ROE. DPS. DPR, serta PER sejak 2018-2021 meningkat, sedangkan nilai EPS mengalami penurunan. Pembahasan Dari perhitungan variabel fundamental yang dipergunakan mencakup Return on Equity (ROE). Dividen Per Share (DPS). Earning Per Share (EPS). Dividen Payout Ratio (DPR), serta Price Earning Ratio (PER) diperoleh hasil untuk dilakukan perhitungan nilai intrinsik dan penentuan keputusan investasi. Return On Equity (ROE) Variabel ROE mengalami peningkatan dari tahun 2018-2020, namun pada tahun 2021 mengalami penurunan. Penurunan ROE tidak kurang dari 100% ini berarti kinerja perusahaan masih sangat baik dalam pengelolaan modal sendiri alhasil mampu menciptakan laba secara. Jika ROE melebihi 100% berarti pengembalian atas investasi ataupun modal sendiri terkelola secara baik oleh pihak manajemen, alhasil investor memberi keyakinan pada perusahaan melalui modal yang ditanamnya berbentuk saham. Earning Per Share (EPS) Variabel EPS mengalami penurunan dari tahun 2018-2021. Penurunan yang sangat drastis terjadi pada tahun 2020 karena laba perusahaan terus mengalami penurunan dan pemecahan jumlah saham yang beredar menjadi 38. 000 dibandingkan tahun 2018 dan 2019 yang jumlah saham beredarnya 7. Dividen Per Share (DPS) Variabel DPS mengalami peningkatan pada tahun 2019 yang menginterpretasikan jumlah dividen yang didistribusikan secara tunai kepada investor cukup tinggi. Akan tetapi, tahun 2020 menurun hingga tahun 2021 dipengaruhi oleh jumlah saham beredar 000 dan dividen tahun 2020 menurun jika dibandingkan dengan Dividen Payout Ratio (DPR) Variabel DPR mengalami peningkatan pada tahun 2019 dan 2021 yang menunjukkan besaran presentase dividen yang dibagikan cukup baik karena semakin besar presentasenya semakin baik bagi investor. Namun pada tahun 2020 mengalami penurunan pada angka 103% yang menunjukkan laba ditahan banyak dipergunakan dalam Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 aktivitas operasi inti atau pelunasan utang. Price Earning Ratio (PER) Variabel PER mengalami peningkatan pada tahun 2019 yang mana pemegang saham rela mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan setiap earning perusahaan. Akan tetapi, tahun 2020 dan 2021 terjadi penurunan dimana valuasi perusahaan dinilai menurun. Adapun PER ialah rasio perbandingan diantara harga saham dengan EPS sebuah PER yang rendah mengindikasikan harga saham yang murah. Hasil analisis memperlihatkan keadaan perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk. tahun 2018 hingga 2021 diperoleh keputusan investasi dilihat dari komparasi diantara nilai intrinsik serta nilai pasar saham milik PT Unilever Indonesia Tbk. bahwasanya saham ada dikeadaan undervalued yang berarti murah, jadi keputusan investasi yang tepat yaitu melakukan pembelian bahkan menambah ataupun menahan saham . ika sudah memilikiny. , harapannya yakni harga berangsur naik dikemudian hari. Jika diperhatikan pada tabel variabel fundamentalnya, nilai DPS. ROE. DPR, dan PER sejak 20182021 kian fluktuatif, sedangkan EPS mengalami penurunan, dianggap murah, jadi keputusan yang tepat yakni membeli saham. Apabila investor mempunyai saham Unilever, keputusan yang tepat yakni memperbanyak ataupun menahan saham, harapannya yakni mengalami kenaikan harga yang pesat di kemudian hari. Ditinjau dari variabel fundamentalnya, nilai ROE. DPS. DPR, serta PER sejak 2018-2021 berfluktuasi, sedangkan nilai EPS mengalami SIMPULAN DAN SARAN Sesuai temuan analisis serta pembahasan di atas, simpulan yang mampu ditarik Return On Equity (ROE) tahun 2018 yakni 123%, tahun 2019 sebesar 140%, tahun 2020 145% dan tahun 2021 sebesar 133%. Terjadi penurunan di tahun 2021 namun tidak berada di bawah 100% yang artinya kinerja perusahaan masih sangat baik dalam mengolah modal sendiri. Earning Per Share (EPS) tahun 2018 yakni Rp 1. 190, tahun 2019 yakni Rp 969, tahun 2020 sebesar Rp 188 dan tahun 2021 sebesar Rp 151. Terjadi penurunan karena pemecahan saham yang terjadi di tahun 2020 dengan saham yang beredar sebanyak 000 lembar namun masih dapat dikatakan baik karena penurunan laba perusahaan tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan tahun 2018 dan 2019 saat saham masih sebanyak 7. Dividen Per Share (DPS) tahun 2018 yakni Rp 915, tahun 2019 yakni Rp 1. 205, tahun 2020 sebesar Rp 194, dan tahun 2021 sebesar Rp 151. Penurunan terjadi karena pemecahan saham namun perubahan pada yang terjadi masih dikatakan baik karena pada tahun 2020 dan 2021 tidak terjadi perubahan yang sangat besar. Dividen Payout Ratio (DPR) pada tahun 2018 yakni 77%, tahun 2019 yakni 124%, tahun 2020 yakni 103%, serta tahun 2021 yakni 110%. Terjadi naik turun DPR selama tahun 2018-2021 namun dilihat pada tahun 2021 terjadi peningkatan yang menunjukkan bahwa kas perusahaan cukup besar sehingga berkurangnya laba yang ditahan. Price Earning Ratio (PER) pada tahun 2018 sebanyak 38 kali, tahun 2019 sejumlah 43 kali, tahun 2020 sejumlah 39 kali, serta tahun 2021 sejumlah 27 kali. Penurunan PER menunjukan bahwa saham dari Unilever Indonesia termasuk murah sehingga investor dapat melakukan investasi. Dari kalkulasi ROE. EPS. DPS. DPR serta PER ditentukan bahwa nilai intrinsik dari saham Unilever Indonesia selama periode tahun 2018-2021 sebesar Rp 4. Jika nilai intrinsik dibandingkan dengan nilai pasar per januari 2022 yang sebesar Rp 4. menunjukkan, nilai intrinsik jauh melebihi nilai pasar yang mana dapat dikatakan bahwa Vol. No. 28 Februari 2023 ISSN 1978-6069 kondisi saham berada dalam kondisi undervalued. Sehingga saham dari Unilever Indonesia tergolong murah dan layak untuk dibeli maupun di pertahankan. Dilihat dari laba perusahaan dan price earning ratio Unilever Indonesia terjadi penurunan namun tidak terlalu jauh dan pembagian dividen masih termasuk baik. Alhasil keputusan investasi yang dilaksanakan untuk membeli saham ataupun mempertahankan saham akan mendapatkan dividen atau capital gain saat harga saham naik. Penutup adalah simpulan atas temuan penelitian yang sudah dilakukan serta menjadi jawaban atas rumusan permasalahan. Simpulan disinkronkan dengan rumusan permasalahan serta tujuan dari penelitian. Apabila simpulan lebih dari satu, penulisannya mempergunakan penomoran angka, bukan simbol. Pada bagian penutup, dapat pula dimunculkan opsi pengembangan dari temuan penelitian serta implementasi lebih luas yang mampu menjadi opsi penelitian dikemudian hari. DAFTAR PUSTAKA