An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 4 No 1 April 2025 Page 152-171 E-ISSN 2829-4122 Diterima: 25 Mei 2025 Direvisi: 27 Mei 2025 Disetujui: 30 Mei 2025 Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . Muhammad Tajuddin*1. Bambang Sampurno2. Muh. Awaluddin. 13Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Indonesia 2Universitas Muslim Indonesia Email: muhammad. tajuddin@uin-alauddin. id1 Bambang. sampurno@umi. awaluddin1203@gmail. Abstract The study of medieval QurAoanic exegesis needs to be developed comprehensively, especially regarding the dialectical relationships between various tafsir . In this context, the researcher attempts to uncover the dialectical relationship between Tafsir al-Kashf wa al-BayAn by al-ThaAolab and Tafsir MajmaAo al-BayAn by al-abars, particularly concerning proto-ShiAoi narratives and their implications for Tafsir al-Kashf wa al-BayAn. This research is descriptive qualitative in nature and is conducted through library research by collecting various literature related to the research object. The findings indicate that there are proto-ShiAoi narratives from Tafsir al-Kashf wa al-BayAn that appear in Tafsir MajmaAo al-BayAn. In this regard, al-abars explicitly refers to alThaAolab, especially in the interpretation of Surah al-AuzAb . and Surah al-MAAoidah . , in the context of affirming the infallibility (Aoima. of Ahl al-Bayt. The effect of these quotations has been that Tafsir al-Kashf wa al-BayAn is often claimed to be a less credible tafsir even up to the present day. This research also asserts that the first ShiAoi scholar to use Tafsir al-Kashf wa al-BayAn as a reference source was al-abars, not Ibn Bitrq as claimed by Walid Saleh. Keywords: Genealogical Tradition. Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn. Tafsir MajmaAo AlBayAn. Abstrak Kajian tafsir abad pertengahan perlu dikembangkan secara komprehensif, terutama yang berkaitan dengan hubungan dialektika antara kitab-kitab tafsir satu sama lain. Dalam hal ini peneliti mencoba menguak hubungan dialektika antara Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn karya Al-aAolab dan Tafsir MajmaAo Al-BayAn karya Al-abars khususnya pada narasi-narasi proto SyiAoah dan implikasinya terhadap tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan bersifat kepustakaan . ibrary researc. dengan mengumpulkan berbagai literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . penelitian menunjukkan bahwa terdapat narasi-narasi proto SyiAoah dari Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam Tafsir MajmaAo Al-BayAn, dalam hal ini Al-abars menyebut langsung nama Al-abars khususunya dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: 67, dalam konteks mengukuhkan kemaksuman Ahl al-Bait. Efek dari pengutipan ini adalah Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn diklaim sebagai tafsir yang kurang kredibel hingga zaman Penelitian ini juga mengklaim bahwa ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn sebagai rujukan materi adalah Al-abars bukan Ibn Bitrq sebagaimana yang diklaim oleh Walid Saleh. Kata kunci: Tradisi Silsilah. Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn. Tafsir MajmaAo Al-BayAn. PENDAHULUAN Kajian tafsir abad pertengahan terindikasi minim perhatian dalam semarak studi al-QurAoan dan tafsir di Indonesia. Stagnasi kajian tafsir abad pertengahan setidaknya disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya nuansa kedekatan secara psikologis yang membuat para peneliti merasa telah mengetahui konten dan kekhasan kitab-kitab tafsir abad pertengahan melalui aplikasi software maktabah syAmilah, adanya faktor pragmatisme penelitian karena kajian tafsir abad pertengahan secara praktis hanya berguna pada karya-karya akademik seperti skripsi, tesis, dan disertasi serta orientasi studi al-QurAoan dan Tafsir selama ini di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) terbagi antara keperluan akademik atau keperluan dakwah keagamaan1, belum lagi dengan adanya gaung pendekatan integrasi-interkoneksi yang selama ini bergema di PTKI dengan berbagai macam model membuka ruang silaturahmi antar disiplin ilmu dalam memproduksi makna dari teks-teks keagamaan, sehingga kajian yang berfokus pada penelaahan konteks sosio historis teks untuk direlevankan di zaman sekarang menjadi kajian yang trend dalam dunia akademik penelitian studi al-QurAoan dan tafsir di Indonesia2. Kemandekan kajian tafsir abad pertengahan dapat juga dideteksi dari melonjaknya antusiasme dalam pengkajian filologi kebahasan yang menjadi salah satu tolak ukur penting dalam metodologi tafsir modern yang erat dengan upaya kontekstualisasi teks, sehingga membuat tafsir-tafsir abad pertengahan yang kaya dengan filologi dan analisis bahasa hanya menjadi justifikasi semata dan penguat argumen dari tafsir modern, belum lagi proyek percetakan dalam dunia Islam, 1 MuAoammar Zayn Qadafy. AoMenghidupkan Yang Mati Suri: Walid Saleh Dan Revitalisasi Kajian Sejarah Intelektual Tafsir KlasikAo. Suhuf, 15. , h. 2 Alif Jabal Kurdi. AoTafsir Dan TaAowil Pada Karya-Karya Tafsir Abad Pertengahan . -10 H): Konsepsi. Implikasi Metodologis Dan TrajektoriAo (Pascasarjana Universitas Ptiq Jakarta, 2. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . khususnya yang berkaitan dengan tafsir cenderung mencurigakan karena mengandung misi untuk mempopulerkan beberapa karya tafsir tertentu yang dianggap berpengaruh dalam abad pertengahan seperti karya al-abar dan Ibn Kar dan melupakan kontribusi tafsir lain yang faktanya lebih populer yaitu al-BaisAw, alZamakhsyar, dan al-Raz. Kegelisahan peneliti selama meniti kajian akademik kitab-kitab tafsir abad pertengahan adalah aspek materinya hanya berkutat pada bagaimana bentuk sebuah kitab tafsir apakah bil maAor atau bil raAoy, bagaimana metodologi dari sebuah kitab tafsir, dan bagaimana corak dari sebuah kitab tafsir tersebut. Peneliti tidak mempersoalkan urgensitas pembahasan materi tersebut, namun untuk melihat sebuah kitab tafsir secara komprehensif materi-materi tersebut masih terasa kurangnya dan cenderung terdapat gap, belum lagi kajian kitab-kitab tafsir abad pertengahan sifatnya cenderung isolatif, karena hanya fokus membahas satu kitab tafsir tertentu dan tidak melihat hubungan dialektika dengan tafsir-tafsir yang lain. Dalam rangka AumenyentuhAy dan mengkaji kitab-kitab tafsir secara komprehensif, peneliti akan menggunakan kerangka teori tafsir sebagai genealogical tradition dalam memotret dua kitab tafsir yang saling berdialog yaitu Al-Kasyf wa AlBayAn karya al-aAolab dan MajmaAo Al-BayAn karya al-abars. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk mempertanyakan kembali statment Walid Saleh AuThe first ShiAoa scholar i know of who used al-Kashf was Ibn al-Bitriq. 600/1. Ay4, menurut peneliti ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn sebagai rujukan adalah al-abars . 548/1. dimana pengerjaan tafsirnya diselesaikan pada tahun 536/1. Penelitian ini juga akan mengungkap efek dari penggunaan tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam tradisi SyiAoah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap hubungan dialektis antara dua karya tafsir klasik, yaitu Al-Kasyf wa Al-BayAn karya al-aAolab dan MajmaAo al-BayAn karya al-abars, khususnya 3 Walid A. Saleh. AoContemporary Tafsir: The Rise of Scriptual TheologhyAo, in The Oxford Handbook of QurAoanic Studies, ed. by Mustafa Shah and Abdel Haleem (London: Oxford University Press, 2. , h. 4 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . dalam konteks narasi-narasi proto SyiAoah pada QS. Al-Ahzab/33:33 dan QS. AlMaidah/5:67. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur primer dan sekunder, yang mencakup: A Naskah tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dan MajmaAo al-BayAn. A Literatur pendukung seperti karya-karya historiografi tafsir, teori tafsir sebagai tradisi genealogi . enealogical traditio. , dan analisis-analisis akademik dari para sarjana seperti Walid Saleh dan Suleiman A. Mourad. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis isi . ontent analysi. Mengidentifikasi dan membandingkan kutipan-kutipan narasi proto SyiAoah dalam kedua kitab tafsir. Menelaah strategi penggunaan riwayat dan materi proto SyiAoah oleh alabars serta bagaimana hal tersebut mengonstruksi tafsir SyiAoah ImAmiyah. Mengkaji efek historiografis dan polemis dari penggunaan Tafsir al-aAolab dalam tradisi SyiAoah serta respons kritis dari kalangan Sunni terhadapnya. Kerangka teori yang digunakan adalah "tafsir sebagai tradisi genealogis" yang dikembangkan oleh Walid Saleh, yaitu sebuah pendekatan yang menekankan pentingnya membaca hubungan historis, intelektual, dan naratif antar karya tafsir lintas generasi untuk memahami kesinambungan dan inovasi dalam tradisi tafsir Islam. HASIL DAN PEMBHASAN Tafsir Sebagai Genealogical Tradition Tipologisasi kitab-kitab tafsir abad pertengahan yang hampir menteologis dan cenderung diterima begitu saja tanpa dikritisi lebih lanjut dimana tipologisasi tersebut mengarusutama dalam dua tipologi yaitu bil maAor dan bil raAoy dan kedua tipologisasi tersebut telah menjadi template dalam pengkajian kitab-kitab tafsir abad pertengahan. Padahal, kedua tipologisasi tersebut tak dapat ditakar sampai mana batasannya, bagaimanapun juga seorang mufassir memiliki peran rasional dalam mencantumkan riwayat-riwayat dalam proses penafsirannya. 5 MuAoammar Zayn Qadafy. AoChallenging Al-DhahabiAos . Authority in the Historioghraphy of Tafsir: A Clarification of His Salafi OutlookAo. Islamic Studies Review, 1. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . Padahal, tipologisasi tersebut tidaklah bebas dari kritikan. Tipologisasi tersebut ditenggarai tidak memiliki nilai analitis yang mendalam selain hanya memilah-milah mana tafsir yang bersandarkan riwayat sehingga bisa diandalkan, dan mana tafsir yang berdasar pendapat pribadi sehingga meragukan. Belum lagi, tipologisasi tersebut sarat akan tendensi ideologis yaitu meneguhkan kitab-kitab tafsir Sunni yang mainstream, dan mengenyampingkan urgensi tafsir non-Sunni atau tafsir Sunni yang menyimpang dari kaidah tafsir bil maAor6. Ibn Taimiyah-lah yang paling bertanggung jawab terhadap kestabilan tipologisasi teori tafsir bil maAor, dimana ia memaksakan sebuah pemahaman bahwa metode inilah satu-satunya yang absah untuk memahami al-QurAoan, karena secara historis telah dipraktikkan oleh generasi salaf dan dilestarikan dari zaman ke zaman,7 padahal filologi . auwu, qirAAoAt, leksikografi, dan balAga. menjadi primadona dalam metodologi tafsir muslim awal hingga Menariknya, tipologisasi tafsir menjadi bil maAor dan bil raAoy tak terlepas dari penerbitan dalam dunia Islam. Menurut Walid Saleh cerita ini dimulai pada abad ke 19 di India muncul sebuah kitab tafsir yang dikarang oleh Muhammad Siddiq Hasan khan dengan judul Fatu al-BayAn f MaqAid al-Qur'An. Tafsir ini sangat menekankan riwayat sebagai data dalam menafsirkan . il maAo. , tafsir ini lalu diterbitkan pada tahun 1873 M, dan saking eratnya hubungan tafsir ini dengan tafsir Ibn Kar, pada cetakan pertamanya berada di pinggir Tafsir Fatu al-BayAn saat diterbitkan kembali di Kairo pada tahun 1877 M. Pada tahun 1896 M. Tafsir al-Durr al-Manr karya al-Suyuthi juga diterbitkan, lalu menyusul tafsir al-Thabari yang diterbitkan pada tahun 1905 M. Lalu Tafsir Ibn Katsir yang awalnya hanya terletak di bagian pinggir dari kitab Fatu al-BayAn, dicetak ulang oleh Rasyid Ridha pada tahun 1924 M dengan bantuan dana dari Raja Arab Saudi Abd Aziz al-Sa'd dengan format yang modern dan dicetak dengan mewah, halamannya dibagi menjadi dua: bagian atas untuk tafsir Ibn Kar dan bagian bawah untuk Ma'Alm al-Tanzl karya al-Bagaw, dan pada tahun 1930 M diterbitkan juga kitab 6 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi (Leiden: Brill, 2. , h. 7 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 8 Walid Saleh. AoPreliminary Remarks on the Historiography of Tafsir in Arabic: A History of the Book ApproachAo. Journal of Quranic Studies, 12 . , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . Tafsir al-Syaukani. Dan semua kitab-kitab tafsir ini adalah kitab tafsir yang berlandaskan pada riwayat atau tafsir bil maAor. Setelah terbitnya kitab-kitab tafsir tersebut, pada tahun 1936 M di Damaskus diterbitkanlah buku al-Muqaddimah f Ul al-Tafsr yang dikarang oleh Ibn Taimiyah, dengan terbitnya buku Ibn Taimiyah ini sangat memengaruhi munculnya "viral"nya teori tafsir bil maAor, karena semua kitab-kitab tafsir yang berbasis riwayat telah terbit lebih dulu sehingga seakan akan kitab-kitab tafsir ini merupakan implementasi atau konkretisasi dari teori "Radical hermeneutic" atau bil maAor yang digagas oleh Ibn Taimiyah. Dengan begitu teori bil maAor Ibn Taimiyah yang berbasis riwayat ini kemudian digunakan oleh al-Azhar sebagai istilah analisis, hal ini dimulai dengan terbitnya kitab ulum al-Qur'an yang berjudul ManAhil al-IrfAn f Ulm al-Qur'An karya al-ZarqAn antara tahun 1936 M dan 1940 M. Pada kitab inilah istilah tafsir bil maAor digunakan sebagai istilah analisis dalam pembahasannya mengenai pembagian tafsir. Tak lama kemudian pada tahun 1946 M muncullah kitab yang berjudul al-Tafsr wa al-Mufassirn yang dikarang oleh Muhammad Husain al-Zahabi. Dalam karyanya ini al-Zahabi membuat istilah tafsir bil matsur seolah olah menjadi satu satunya paradigma dalam menganalisis kitab-kitab tafsir dan sejarahnya, sehingga kitab ini mengukuhkan hegemoni "radical hermeneutic" Ibn Taimiyah dalam dunia historiografi Sebagaimana yang peneliti kemukakan sebelumnya, dalam membahas kitab tafsir abad pertengahan tidak cukup memadai jika hanya untuk mengungkap bagaimana bentuk sebuah kitab tafsir apakah bil maAor atau bil raAoy, bagaimana metodologi dari sebuah kitab tafsir, dan bagaimana corak dari sebuah kitab tafsir tersebut, lantas kerangka teori apa yang relevan digunakan dalam mengkaji kitab-kitab tafsir abad pertengahan secara komprehensif dan tidak isolatif? Walid Saleh dalam hal ini menawarkan kerangka teori tafsir sebagai genealogical tradition yang dimaksud dengan teori tersebut adalah hubungan dialektis tertentu yang dimiliki setiap tafsir baru, dan tentunya juga setiap mufassir, dengan tradisi sebelumnya secara keseluruhan, sifat genealogis inilah yang menjadi esensi dari karya tafsir. Inilah yang menyebabkan karya-karya tafsir terasa hanya bersifat repetitif dalam materinya, padahal akan selalu terjadi inovasi di setiap karya tafsir. Dan ketika 9 Walid Saleh. AoPreliminary Remarks on the Historiography of Tafsir in Arabic: A History of the Book ApproachAo, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . sebuah materi telah masuk dalam tradisi tafsir, maka sulit untuk dibuang, materimateri tersebut akan senantiasa terus bermunculan dalam format yang berbeda-beda sesuai orientasi mufassirnya. 10 Seorang mufassir bisa saja menonjolkan salah satu materi tafsir tertentu, materi tafsir yang ia pinggirkan tidak akan hilang begitu saja namun akan tercatat dalam tafsirnya. Hal ini bukan berarti bahwa satu penafsiran memiliki substansi yang sama dengan penafsiran lainnya, karena penonjolan mufassir terhadap materi tertentu dibanding dengan materi lainnya menjadi pembeda satu sama lain. Dialektika antara mufassir dengan materi-materi tafsir yang telah ada sebelum masa hidupnya, menjadi prinsip yang tak boleh dihiraukan begitu saja ketika hendak mengambil posisi dalam genre kajian tafsir. Pada hakikatnya tujuan dari genre tafsir bukan hanya ingin mengungkap makna-makna yang terkandung dalam al-QurAoan, melainkan genre tafsir juga berkeinginan agar mufassir memahami dan mengakses materi-materi yang telah berkembang sebelumnya dan mengabadikannya dalam karya tafsirnya sendiri. Maka seseorang yang ingin berkecimpung dalam dunia genre tafsir tidak bisa serta merta hanya mengandalkan gagasan yang diklaim orisinil tanpa berdialektika dengan materi atau tradisi tafsir yang telah muncul sebelumnya. Narasi Proto SyiAoah Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam Tafsir MajmaAo Al-BayAn (Studi QS Al-Auzab/33: 33 dan QS Al-Maidah/5: . Sebelum membahas mengenai narasi proto SyiAoah Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam Tafsir MajmaAo Al-BayAn, akan dikemukakan terlebih dahulu secara sekilas mengenai kedua kitab tafsir tersebut. Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn ditulis oleh Ab IshAq Aumad bin Muuammad bin IbrAhm al-aAolab . 427/1. , karya tafsir ini membuat al-aAolab menjadi salah satu AubegawanAy dalam kronologi historis perkembangan studi tafsir abad pertengahan. Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn merepresentasekan karya tafsir Sunni yang berhasil bertahan di tengah-tengah gempuran aliran-aliran yang lain. Tafsir ini juga menandai perkembangan genre tafsir tersendiri di Nishapur yang menjadi pusat intelektual Sunni yang perlahan tergeser oleh dominasi SyiAoah, juga menjadi tempat bertemunya 10 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 11 Karen Bauer. AoJustifying the Genre: A Study of Introductions to Classical Works of TafsirAo, in Aims. Methods and Context of Quranic Exegesis, ed. by Karen Bauer (London: Oxford University Press in association with the Insitute of Ismaili Studies, 2. , h. 12 MuAoammar Zayn Qadafy. AoMenghidupkan Yang Mati Suri: Walid Saleh Dan Revitalisasi Kajian Sejarah Intelektual Tafsir KlasikAo, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . berbagai sekte pemikiran yang saling mengkritisi satu sama lain. Kehadiran tafsir tersebut menjadi role model yang ideal, karena menyempurnakan model tafsir klasik karena berhasil menghimpun narasi teologi, filologi, dan mistisme. Hasil kerja AlaAolab tersebut menjadi contoh bagi tafsir-tafsir yang muncul setelahnya baik yang berorientasi SyiAoah maupun MuAotazilah. Tafsir MajmaAo Al-BayAn ditulis oleh Ab Al Al-Fasl bin Al-asan Al-abars AlMasyhad . 548/1. Tafsir ini ditulis berawal dari ketidakpuasannya pada karyakarya tafsir yang muncul sebelumnya karena aspek keringkasan, luput pada aspek Bas al-MaAoAn wa Kasyf al-AsrAr, tidak selektif dalam hal iAorAb dan nahwu, serta sistematika penyajian yang kurang terorganisir dengan baik. 14 Tafsir MajmaAo Al-BayAn ini menjadi rujukan penting bagi kalangan SyiAoah hingga hari ini, penulisannya kemudian dirampungkan pada bulan ulqaidah tahun 536 H/1142 M, disusun selama kurang lebih enam tahun, bagian juz pertama diselesaikan pada 27 SyaAoban 530 H/1136 M. Dalam menguraikan mengenai asbAb al-Nuzl Qs. Al-Ahzab ayat 33, al-abars mencantumkan secara eksplisit riwayat dalam tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn karya alaAolab: A AN AI I AONAUAo EEO OA AON OU uEI I EI I EIO EI OA ONA :A AIE NEE OEA: A I CEAUA AE EO IO EEAUA O OE OIOEA: A ACE NEAUAOA A I ON AEOO ON N uOEAUA A AE EE ANI NA:A CEAUAacEEa EOA AO IA a AuaIacIa Oa UAUA AN INI E ONNI NOAUA AEENI NE NE OO OIOA: A I CEAUAEIA A uIE uOE OAUA uIE uOE OA: A CEAU A OI IEI O OE NEEA: A OCEAUAAE O EOA Artinya: Al-alab juga meriwayatkan dalam tafsirnya, dengan sanad dari Ummu Salamah, bahwa Nabi pernah berada di rumahnya. Lalu datanglah Fatimah membawakan sebuah periuk berisi harirah . ejenis makana. Nabi berkata kepadanya: "Panggillah suamimu dan kedua 13 Alif Jabal Kurdi. AoTafsir Dan TaAowil Pada Karya-Karya Tafsir Abad Pertengahan . -10 H): Konsepsi. Implikasi Metodologis Dan TrajektoriAo, h. 14 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn (DAr alAoUlm, 2. , h. 15 Bruce Fudge. QurAoanic Hermeneutics: Al-Tabrisi and the Craft of Commentary (Milton Park: Routledge, 2. , 37. 16 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz Vi. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . " Aku menyebutkan hadits yang serupa. Kemudian ia berkata, "Lalu Allah menurunkan firman-Nya: 'Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya' (QS. Al-Ahzab/33: . " Ummu Salamah melanjutkan, "Nabi kemudian mengambil sisa kain selendang dan menyelimutkan mereka dengannya. Lalu beliau mengeluarkan tangannya dan mengangkatnya ke langit seraya berdoa: 'Ya Allah, mereka inilah Ahlul Baitku dan orang terdekatku. Hilangkanlah dari mereka segala noda dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. ' Aku pun memasukkan kepalaku ke dalam rumah dan berkata, 'Apakah aku bersama kalian, wahai Rasulullah?' Nabi menjawab, 'Engkau berada dalam kebaikan, engkau berada dalam kebaikan. A O OE OOI EIEA: A AEN IOAUA E I IO EO A: AOuIN CE IIA A EOOI I EI EI uOEA: A ACEAU A AEN I EOAUA uIN EI CU II NEEA: ACEA U UA EC O EO OAI OIU OOIAU A OO EI EI uOE OE NEEAU AOE NEEA A AN INI EAUA NE NE OO OIOAUA AEENIA: A I CEAU AOI OE NEE O EONIA A IO AuIE uOE OA: A I II NEE CEAUA O OE NEEA:A ACEA:A CEAUUAONNI NOA Artinya: Dengan sanadnya . l-aAola. Majma' berkata: Aku masuk bersama ibuku menemui Aisyah. Ibuku bertanya kepadanya, "Bagaimana pendapatmu tentang keterlibatanmu dalam Perang Jamal?" Aisyah menjawab, "Itu adalah takdir dari Allah. " Kemudian ibuku bertanya kepadanya tentang Ali. Aisyah berkata, "Apakah engkau bertanya kepadaku tentang orang yang paling dicintai Rasulullah, dan suami dari orang yang paling dicintai Rasulullah? Sungguh, aku pernah melihat Ali. Fatimah. Hasan, dan Husain. Rasulullah mengumpulkan mereka dalam sebuah kain, lalu beliau berkata: 'Ya Allah, mereka inilah Ahlul Baitku dan orang-orang terdekatku. Hilangkanlah dari mereka segala noda dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. Aisyah melanjutkan: "Aku pun berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku termasuk keluargamu?' Nabi menjawab, 'Minggirlah, karena engkau berada dalam A OA OOA EO OIAUA IE NN EO OA IA: AOuIN I O O EO I EIO CEA AOIO OAIA 17 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz Vi, 18 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz Vi. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . Artinya: Dengan Sanadnya . l-aAola. dari Ab SaAod al-Khudr dari Nabi Saw bersabda: ayat ini turun berkenaan pada lima orang yaitu aku. Al, asan, usain, dan FAimah. Narasi riwayat tersebut berada dalam tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn ketika menafsirkan QS Al-Auzab/33: 33 yaitu: A IA:A CEAU A I O E I IEE ECOOA:A CEAU AOI O NEE I AIOON EOIOOA A EI OAA- A AEO NEE EON OEIA- A OI II I I EI E I EIOA:AI O CEA :A CEAU"A "O OE OIOEA:A AE N EON ACE NEAUA AN AI I AON OAUAONA A AEO OEEOI II EE EO ONO EO i ENAUA OIO AEO EONAUA OIAUAA EOA AO IA a A . aIacIa Oa:A OI OA E AEO AIE NEE OEA:A CEAUAEO IEI N E OOA acEEA a a a AE eaNE Ee OA A IAUA A AE EE ANI NA:A aOOaa aNaaE eI ae aN UO} CEA e a a a e a A aeI aE aIA a AEOa eNA A "EENI NE NE OO OAO AN INI EA:A I CEAUA ON AEOO N uOE EIA A "uIE uOEA:A OI IEI O OE NEE CEA:A AE O EO ACEA:A CEA. "ANOA U AONNIA AOA Artinya: Ab Abdillah bin Fanjawih Al-Dainr mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ab Bakr bin MAlik Al-Quai'i mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibn Abi RabbAh mengabarkan kepada kami, ia berkata: Seseorang yang mendengar dari Ummu SalAmah menceritakan bahwa Nabi pernah berada di rumahnya. Lalu Fatimah datang kepadanya membawa sebuah periuk berisi khazirah . ejenis makana. Fatimah masuk ke tempat Nabi dan Nabi berkata kepadanya: "Panggillah suamimu dan kedua putramu. " Ummu Salamah berkata: Kemudian datanglah Ali. Hasan, dan Husain. Mereka masuk menemui Nabi, lalu duduk dan makan bersama dari khazirah tersebut, sementara Nabi berbaring di atas sebuah permadani dengan kain dari Khaibar di bawahnya. Ummu Salamah melanjutkan: Aku berada di dalam ruangan, sedang Lalu Allah menurunkan firman-Nya: "Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya"(QS. Al-Ahzab: Ummu Salamah berkata: Nabi kemudian mengambil ujung kain selendang itu dan menyelimuti mereka dengannya. Setelah itu, beliau mengeluarkan tangannya, mengangkatnya ke langit seraya berdoa: "Ya Allah, mereka inilah Ahlul Baitku dan orang19 Al-TsaAolabi. Al-Kasyf Wa Al-Bayan Aoan Tafsr Al-QurAoAn. Juz XXI, (Dar al-Tafsir, 2. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . orang istimewaku. Hilangkanlah dari mereka segala noda dan sucikanlah mereka sesucisucinya. Ay Ummu Salamah berkata: Aku pun memasukkan kepalaku ke dalam rumah dan bertanya: "Apakah aku bersama kalian, wahai Rasulullah?" Nabi menjawab: "Engkau berada dalam kebaikan. A I I IA:AOOI EIO I II I EIO I NEE ECAO CO EON CEA A I OO IA:A CEAUA I EI I EOA:A CEAUA I NEE I EAEA:AE CEA AOCEA- A I I I OE II OI E I OI NEEA:A CEAUA I EOI I OA:A CEAUANOIA UA O OE OOI EIEA:A E I IO EO AEN IO CEA:A II CEA:AENA A EOOI I EIA:A ACEAUA AEN I EOAUAC II NEE IN OOEA U A uIN EIA:ACEA A AEO NEEA- A OO EI EI uOE OE NEEAU- A AEO NEE EON OEIA- AEI uOE OE NEEA A AEO NEE EON OEIA- A EC O EOcU OAI OIU OOIU OI OE NEEAU- AEON OEIA U"ANOA U A "EENI NE NE OO OAO AN INI E ONNIA:A O EONI I CEAA "IO AuIE uOE OA:A CEAU A ACE O OE NEE I II NEEA:ACEA Artinya: Al-usain bin Muuammad bin Al-usain bin Abdullah Al-aqaf mengabarkan kepadaku, dengan aku membacakan kepadanya, ia berkata: Umar bin Al-KhaAb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Al-Fasl mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-asan bin Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yazd bin Harn mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-AoAwwAm bin Hausyab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Seorang sepupuku dari Bani Al-Har bin Taimillah yang bernama MajmaAo berkata: Aku masuk bersama ibuku menemui Aisyah. Ibuku bertanya kepadanya: "Bagaimana pendapatmu tentang keterlibatanmu dalam Perang Jamal?" Aisyah menjawab: "Itu adalah takdir dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. " Ibuku kemudian bertanya kepadanya tentang Ali. Aisyah menjawab: "Apakah engkau bertanya kepadaku tentang orang yang paling dicintai Rasulullah dan suami dari orang yang paling dicintai Rasulullah? Sungguh, aku pernah melihat Ali. Faimah, asan, dan usain. Rasulullah mengumpulkan mereka dalam sebuah kain, lalu beliau berkata: 'Ya Allah, mereka inilah Ahlul Baitku dan orang-orang terdekatku. Hilangkanlah dari mereka segala noda dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya. ' "Aisyah melanjutkan: "Aku pun berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku termasuk keluargamu?' Nabi menjawab: 'Minggirlah, karena engkau berada dalam kebaikan. ' " 20 Al-TsaAolabi. Al-Kasyf Wa Al-Bayan Aoan Tafsr Al-QurAoAn. Juz XXI, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . A I II IA:A CEAUA I IEOA I EO EOA:A CEAUAOI COE I II EOIA A IAUA I IIEA:A CEAUA I O E I o I I EIOA:A CEAUA I IEOIA:A CEAUAOA :- A AEO NEE EON OEIA- A CE OE NEEA:A I O O EO CEAUA I OAUAEIA a A"IEA A OAIAUA OIOAUA OIAUA OOA EOAUA OAA:ANN EO OA IA Artinya: Aql bin Muuammad Al-JurjAn mengabarkan kepadaku, ia berkata: Al-Mu'afa bin Zakariya AlBagdad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muuammad bin Jarr mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-MuannA mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Bakr bin YahyA bin ZabbAn Al-AoAnaz mengabarkan kepada kami, ia berkata: Mandl mengabarkan kepada kami, dari Al-AAomasy, dari AoAiyah, dari Abu SaAod Al-Khudr, ia berkata: Rasulullah A Abersabda: "Ayat ini turun berkenaan dengan lima orang: aku. Ali. Hasan. Husain, dan Fatimah. Dalam menafsirkan QS. Al-Maidah/5: 67 al-abars juga mengutip riwayat dari tafsir al-aAolab sebagai berikut: UAOC O N E OIN O uC I I II I uNOI EEO OA AON uIN IAOA A A OE NEE O EOAUA I EIO I OE AONAU A IE NN EO OA EOA:AuOE I CEA A EENI OE II OEN O II NAUA II EI IOEN AEO IOENA: ANEE ACEA Artinya: Khabar ini juga diriwayatkan oleh Abu Ishaq Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim Al-TsaAolabi dalam tafsirnya, dengan sanad yang bersambung hingga Ibnu Abbas. Ia berkata: Ayat ini turun berkenaan dengan Ali. Nabi diperintahkan untuk menyampaikannya, maka Rasulullah A Amemegang tangan Ali dan bersabda: "Barangsiapa yang menjadikanku sebagai pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya, dan musuhilah orang yang memusuhinya. Narasi riwayat tersebut dapat ditemukan dalam Tafsir al-aAolab pada QS AlMaidah/5: 67 yaitu: 21 Al-TsaAolabi. Al-Kasyf Wa Al-Bayan Aoan Tafsr Al-QurAoan. Juz XXI, h. 22 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz i. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . :A CEAUA I O EI II I II EIAOOA:A CEAUAOI O II NEE I II ECOIA A I EO I II ENI OEIO I uNOIA:A CEAUAI O E II I EIO EOOA A IAUA I I I eOAUA I IO I IA:A CEAUA I IO I EIA:A CEAUAEa a a A {OaOacN EIA:AO AE I I OA COENA A IAUA IE OA EOA:AE} CEA a AOE aE e aI aIe aaE uaEaeOA a a a A O EOA- A AEO NEE EON OEIA- A A OE NEEAUA I OE AONA- A AEO NEE EON OEIA- AEIOA A O II NAUA EENI OE II OENAUA "II EI IOEN AEO IOENA:AACEA Artinya: Ab Muuammad Abdullah bin Muuammad Al-QAn mengabarkan kepadaku, ia berkata: Ab Al-asan Muuammad bin UmAn Al-Naib mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ab Bakr Muuammad bin Al-usain Al-SabiAo mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ali bin Muuammad Al-DauuAn dan Al-usain bin IbrAhim Al-JaA mengabarkan kepada kami, mereka berkata: usain bin ukm mengabarkan kepada kami, ia berkata: usain bin asan mengabarkan kepada kami, dari Hiban, dari Al-Kalb, dari Ab alih, dari Ibnu AbbAs mengenai firman Allah: AuWahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamuAy (QS. Al-Ma'idah: . Ibnu AbbAs berkata: Ayat ini turun berkenaan dengan Ali. Nabi diperintahkan untuk Maka Rasulullah memegang tangan Ali dan bersabda: "Barangsiapa yang menjadikanku sebagai pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya, dan musuhilah orang yang memusuhinya. Dari data-data tersebut dengan menggunakan kerangka teori tafsir sebagai geneological tradition, hubungan antar satu tafsir dengan tafsir lainnya dapat terungkap dengan jelas, dalam konteks ini hubungan genealogis antara tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn karya al-aAolabi . 427/1. dengan Tafsir MajmaAo al-BayAn karya alabars . 548/1. , dan dapat dibuktikan bahwa ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn sebagai rujukan adalah al-abars dan ini berbeda dengan statment Walid Saleh yang mengatakan bahwaAuThe first ShiAoa scholar i know of who used al-Kashf was Ibn al-Bitriq. 600/1. Ay24. Hal ini juga diperkuat oleh tesis Suleiman A. Mourad bahwa meskipun dalam muqaddimah MajmaAo Al-BayAn, al-abars hanya menyebut Ab JaAofar al-us sebagai 23 Al-TsaAolabi. Al-Kasyf Wa Al-Bayan Aoan Tafsr Al-QurAoAn. Juz XI, h. 24 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . sumber rujukan yang berpengaruh, namun jelasnya al-abars juga menggunakan sumber lainnya secara paralel yaitu tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn karya al-aAolab dan AlTibyAn f Tafsr Al-QurAoAn karya al-Jishum, namun hal ini tidak mengurangi orisinalitas karyanya, karena ia berhasil menggabungkan berbagai penjelasan tafsir yang ditemukan dalam sumber-sumber tersebut dan menambahkannya dengan catatancatatan bermanfaat, sehingga menjadikan MajmaAo Al-BayAn menjadi salah satu rujukan utama dalam tradisi tafsir SyiAoah ImAmiyah. Al-abars dalam menggunakan materi-materi yang terdapat dalam tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn untuk menonjolkan keistimewaan Ahl al-Bait terutama Ali bin Ab Alib dan keluarganya. Dalam menafsirkan QS. Al-Ahzab/33: 33, ia menggunakan materi dari al-aAolab untuk mengokohkan kemaksuman Ahl al-Bait dengan menyatakan bahwa ayat tersebut khusus ditujukan kepada Rasulullah Saw. Ali. FAimah, asan dan usain dan dalam ayat tersebut terdapat lafal A acIAyang bermakna penegasan terhadap apa yang disebutkan setelahnya dan penafian terhadap apa yang tidak disebutkan. Sehingga sifat maksum dari segala keburukan . osa-dos. pada ayat ini hanya khusus untuk para Ahl al-Bait. Sedangkan dalam QS Al-Maidah/5: 67, materi dari al-aAolab untuk menetapkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Nabi Muhammad Saw yang khawatir dituduh berpihak pada keluarganya sendiri, akhirnya ayat ini turun lalu Nabi Muhammad Saw akhirnya mengumumkan pengangkatan Ali bin Ab Alib sebagai pemimpin atau khalifah setelahnya. Al-abars tetap mencantumkan materi yang lain dalam menafsirkan QS AlAuzab/33: 33 yaitu riwayat dari AoIkrimah yang memandang ayat tersebut lebih tepatnya tertuju pada istri-istri Nabi Muhammad Saw karena redaksi awal ayat tersebut merujuk kepada mereka, meskipun al-abars lebih cenderung dalam prefrensinya terhadap materi riwayat yang menunjukkan bahwa ayat tersebut khusus untuk Ahl al-Bait, ini artinya mufassir tak dapat serta merta membuang materi riwayat 25 Suleiman A. Mourad. AoThe Survival of the MuAotazila Tradition of QurAoanic Exegesis in ShiAoi and Sunni TafasirAo. Journal of QurAoanic Studies, 12 . , h. 26 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz Vi, 27 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz i. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . yang tidak ia setujui, tapi akan tetap dicantumkan, meskipun pada akhirnya mufassir berhak menonjolkan prefrensi materi yang ia lebih setujui. Prefrensi al-abars terhadap materi-materi proto SyiAoah merupakan sebuah konsekuensi dari tujuan penulisan kitab tafsir MajmaAo Al-BayAn tersebut dimana ia A II EE IO EO IIN EO A IAUA O NEE INIAUAOE I OA N AIA A AOC uEOAUAOCOIN II EAOE OEAO OIECOE OIEIO EO ON EE OEAA 29AOOI uEEA Artinya: Dan . afsir in. mencantumkan apa yang khusus bagi ahabunA berupa argumentasiargumentasi dari banyak tempat . alam al-QurAoa. atas keshahihan keyakinan-keyakinan mereka berupa hal-hal yang ul dan furuAo serta maAoql dan masmAo secara seimbang dan singkat, lebih dari sekedar meringkas namun tanpa berlebihan. Sehingga dengan visi tersebut, al-abars akan mencantumkan berbagai materi riwayat yang proto SyiAoah termasuk dari tafsir al-aAolab, dan penukilan materi riwayat dari al-aAolabi cenderung ringkas tanpa menyebutkan sanad secara keseluruhan. Penggunaan tafsir al-aAolabi dalam rujukan-rujukan tradisi SyiAoah menimbulkan efek Seperti apa efek tersebut? Efek Penggunaan Tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam Tradisi SyiAoah. Munculnya Ibn Taimiyah . 728/1. yang memegang peranan besar dalam mengkonsolidasi dan menata kembali jenis mode penafsiran baru dalam tradisi klasik, buah pikirannya tersebut kemudian termanifestasikan dalam salah satu karyanya Muqaddimah f Usl al-Tafsr30 mencoba untuk menghadapi permasalahan yang mengganggu proyek tafsir-tafsir Sunni pada abad ke 7 H/13 M. Kesuksesan penggunaan filologi dalam metode penafsiran menjadi ancaman serius bagi ortodoksi Sunni, karena masa ketika seorang mufassir Sunni dapat menyamakan pemahaman 28 Karen Bauer. AoJustifying the Genre: A Study of Introductions to Classical Works of TafsirAo, in Aims. Methods and Context of Quranic Exegesis, ed. by Karen Bauer, h. 29 Ab AoAl al-Fasl Ibn al-asan Al-abars. MajmaAo Al-BayAn F Tafsr Al-QurAoAn. Juz I, h. 30 Ibn Taimiyah. Muqaddimah F Usl Al-Tafsr (Beirut: DAr Ibn Hazm, 1. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . yang benar dengan posisi Sunni telah berlalu, karena seorang MuAotazilah juga dapat mengklaim hal yang sama dalam memperkuat posisinya sendiri. Ibn Taimiyah mencoba menghadapi tantangan tersebut dengan merumuskan teori hermeneutiknya dimana filologi tidak lagi memiliki peran apapun dalam Al-QurAoan harus ditafsirkan dengan al-QurAoan itu sendiri . afsr al-QurAoAn bi al-QurAoA. , sunnah nabi, sahabat, dan para tabiAoin. Selain itu Ibn Taimiyah banyak menemukan hal yang perlu dikritisi dalam tradisi tafsir di kalangan Sunni, dimana ia mengecam para mufassir yang kurang berhati-hati dalam menggunakan materi dalam tafsir mereka. Nuansa tersebut sangat terasa ketika Ibn Taimiyah mendeskripsikan alaAolab dengan Aib lAil yang mengumpul materi riwayat yang shahih, daAoif, dan mauduAo tanpa menyeleksinya, begitupula dengan al-WAhid disebut jauh dari keselamatan dan mengikuti salaf, dan al-Bagaw yang tafsirnya disebut banyak memuat hadits-hadits maudu dan pendapat-pendapat yang bidAoah. Apa sebenarnya alasan dibalik serangan Ibn Taimiyah terhadap al-aAolabi dan mufassir lainnya?. Walid Saleh mencoba menjawab pertanyaan ini dengan mengemukakan argumen bahwa ancaman lain yang dihadapi oleh Ibn Taimiyah adalah ancaman SyiAoah. Pada akhir abad ke 6 H/12 M karya-karya polemik anti Sunni yang dibuat oleh kalangan SyiAoah banyak bermunculan. Untuk membuat argumen mereka lebih kokoh, kalangan SyiAoah tersebut menggunakan materi-materi dari tradisi Sunni, strategi ini cukup efektif karena Sunni akan kesulitan menolak materi yang berasal dari kalangan mereka sendiri, sehingga karya intelektual Sunni dieksplorasi sedemikian rupa untuk mencari materi yang proto SyiAoah. Karena al-aAolab menggunakan materi SyiAoah untuk dua tujuan: menetralisir posisi SyiAoah dan melindungi Sunni dari propaganda SyiAoah, tidak butuh waktu lama, kalangan SyiAoah mulai menyerang balik dengan mengekstrak materi-materi proto SyiAoah dalam tafsir al-aAolab untuk berpolemik dengan Sunni. Ketika materi tersebut dicabut dari luar konteks, maka seakan akan tafsir al-aAolab menjadi salah satu sumber yang paling pro terhadap SyiAoah dalam literatur Sunni yang membuatnya menjadi temuan berharga bagi kalangan SyiAoah. 31 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 32 Ibn Taimiyah. Muqaddimah F Usl Al-Tafsr, h. 33 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 34 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . Menurut Walid Saleh, ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan tafsir al-Kasyf wa Al-BayAn sebagai rujukan adalah Ibn Bitrq . 600/1. dalam kitabnya Al-AoUmdah f AoUyn iuAu Al-AkhbAr35, namun berdasarkan penelitian ini ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn karya Alabars . 548/1. hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tafsir Al-Kasyf wa AlBayan dalam tradisi SyiAoah sudah dimulai pada pertengahan abad ke 6 Hijriah atau 12 Masehi. Dengan digunakannya tafsir tersebut untuk memperkuat posisi kalangan SyiAoah menjadi beban berat bagi kalangan Sunni. Tren penggunaan tafsir al-aAolab dalam tradisi Syiah semakin berkembang dengan dipelopori oleh Aumad bin Aws . 673/1. dan AoAli bin Aws . 664/1. , karya-karya yang diproduksi tersebut memberikan dampak besar dalam dunia tafsir pada abad pertengahan, akhirnya Ibn Taimiyah dengan penuh kesadaran menghadapi situasi ini dengan mengarang kitab MinhAj al-Sunnah al-Nabawiyah f Naqd KalAm al-SyiAoah al-QadAriyah mencoba membantah al-Allamah al-Hilli . 726/1. yang mengarang kitab MinhAj al-KarAmah f Ibat al-ImAmah dimana dalam kitab tersebut materi-materi dari tafsir al-aAolab dijadikan sebagai pusat argumen untuk mendukung SyiAoah sebagai aliran yang benar terutama ketika membahas tentang kepemimpinan sah Ali bin Ab Alib. Dengan demikian, alasan dibalik serangan ad hominem Ibn Taimiyah terhadap al-aAolabi dapat dipahami dengan dua alasan: tafsir al-aAolabi tidak dapat diandalkan oleh Ibn Taimiyah dan al-aAolab menjadi beban bagi kalangan Sunni karena digunakan secara polemis oleh kalangan SyiAoah. Reputasi al-aAolab yang kurang memerhatikan kualitas materi riwayat dalam tafsirnya . Aib la. menyebar luas dan tercantum dalam kitab Al-ItqAn f AoUlm alQurAoAn38, begitu pula dalam kitab historiografi tafsir modern yaitu Al-Tafsr wa alMufassirn yang ditulis oleh al-ahab, bahkan ia berkomentar tajam dengan 35 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 36 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 37 Walid Saleh. The Formation of the Classical Tradition: The QurAoan Commentary of AlThaAolabi, h. 38 JalAl al-Dn al-Suyu. Al-ItqAn F AoUlm Al-QurAoAn. Juz IV, (Beirut: DAr Ibn Kar, 2. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . A E OE EOI COU EON u CE uIN E OOAUAOEC I EEO E CEOE E OA EOA A OuE IE OO OA AON O EO IEOOAUAI IOO EO IEOO II O IEOOA 39A O EEI II OONAUA OON II EO EO N ONAUA ONE EOAUAEO EOA Artinya: Sebenarnya, al-a'labi adalah seorang yang memiliki sedikit pengetahuan dalam bidang hadis. Bahkan, saya tidak akan bersikap keras terhadapnya jika saya mengatakan bahwa ia tidak mampu membedakan antara hadis palsu dan yang bukan palsu. Jika tidak demikian, ia tidak akan meriwayatkan dalam tafsirnya hadis-hadis palsu yang berasal dari Syiah tentang Ali dan Ahl al-Bait, serta hadis-hadis lainnya yang terkenal kepalsuannya dan telah diperingatkan oleh para ulama agar tidak meriwayatkannya. Dengan pengaruh kitab Al-Tafsr wa Al-Mufassirn, kitab historiografi tafsir di era modern yang terkenal dan dijadikan sebagai textbook dan rujukan dalam berbagai karya ilmiah, reputasi Al-aAolabi yang diklaim uaib lAil masih bertahan hingga sekarang dan terus diproduksi dalam ruang wacana dunia studi al-QurAoan dan tafsir. SIMPULAN Mengkaji kitab-kitab tafsir abad pertengahan perlu dilakukan secara komprehensif, salah satunya dengan menggunakan kerangka teori tafsir sebagai genealogical tradition. Penelitian ini menggunakan kerangka teori tersebut untuk melihat hubungan genealogis antara dua kitab tafsir yaitu Al-Kasyf wa Al-BayAn karya Al-aAolab dan MajmaAo Al-BayAn karya Al-abars, dan ditemukan bahwa al-abars dalam menafsirkan Qs. Al-Ahzab/33: 33 dan Qs. Al-Maidah/5: 67 menggunakan materi riwayat Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam meneguhkan kemaksuman Ahl al-Bait dan kepemimpinan Al bin Ab Alib setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Penelitian ini membuktikan bahwa ulama SyiAoah yang pertama kali menggunakan tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn adalah Al-abars, bukan Ibn Bitrq. Efek dari digunakannya tafsir Al-Kasyf wa Al-BayAn oleh kalangan SyiAoah dalam berpolemik dengan kalangan Sunni membuat reputasi al-aAolab sebagai uAib lAil tidak mampu membedakan riwayat yang shahih dan yang bukan menjadi meluas hingga saat ini. 39 Muuammad usain Al-eahab. Al-Tafsr Wa Al-Mufassirn. Juz I, (Kairo: Dar al-Hadis, 2. , h. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Muhammad Tajuddin dkk: Membaca Al-Kasyf wa Al-BayAn dalam MajmaAo Al-BayAn (Analisis Narasi Proto SyiAoah dalam QS. Al-Ahzab/33: 33 dan QS. Al-Maidah/5: . DAFTAR PUSTAKA