Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2 Ae Nomor 2. Oktober 2021, 280-288 ISSN 2721-8112 . ISSN 2722-4899 . https://doi. org/10. 37478/jpm. Available online at: https://e-journal. id/index. php/JPM/article/view/1153 MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS RECOUNT SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 PAMEKASAN MELALUI METODE TALKING STICK Innayah SMA Negeri 4 Pamekasan. Madura Corresponding Author: Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima: 26/08/2021 Direvisi: 12/09/2021 Disetujui:15/09/2021 Keywords: Recount text. English . Talking Stick Kata Kunci: Teks recount. Bahasa Inggris. Talking Stick english@gmail. Abstract. The success of student learning in the classroom is highly dependent on the selection of appropriate learning strategies by the teacher. This study aims to improve the ability of students of class X MIPA-3 SMAN 4 Pamekasan in learning English with recount text material using the talking stick method. This research is a type of classroom action research which consists of two cycles. Each cycle consists of a process of planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were 36 students. The object of the research is the process and results of learning English in recount text Data were collected using observation, documentation, interviews, questionnaires, and tests. The results showed that the students' average score increased from the first cycle of 54. 72 to 85. 13 in the second cycle. Thus, it can be concluded that the use of the talking stick method has succeeded in increasing students' abilities in recount text material. Abstrak. Keberhasilan belajar siswa di kelas sangat bergantung pada pemilihan strategi Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X MIPA-3 SMAN 4 Pamekasan dalam pembelajaran bahasa inggris materi teks recount ngan menggunakan metode talking stick. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa sebanyak 36 orang. Obyek penelitiannya adalah proses dan hasil belajar Bahasa Inggris pada materi teks Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari Siklus I sebesar 54,72 menjadi 85,13 di Siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode talking stick berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam materi teks recount. How to Cite: Innayah. MENINGKATKAN PEMAHAMAN TEKS RECOUNT SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 PAMEKASAN MELALUI METODE TALKING STICK . Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 2. , 280-288. https://doi. org/10. 37478/jpm. Alamat korespondensi: Penerbit: SMA Negeri 4 Pamekasan. Madura. Jawa Timur english@gmail. Program Studi PGSD Universitas Flores. primagistrauniflor@gmail. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan alat berkomunikasi berperan penting dalam era Revolusi Industri 4. 0, sehingga harus dikuasai oleh para siswa pada setiap jenjang termasuk para siswa SMA. Empat kompetensi yang harus dimiliki seorang pembelajar bahasa Inggris yaitu. Listening. Speaking. Reading and Writing (Agustina. Negeri & November. Kurniawati. Kusumaningsih Rhamadiyanti,2016. Wantu, 2. Kenyataan menunjukkan bahwa hasil pengajaran bahasa Inggris di Indonesia belum sesuai dengan harapan (Supriyono & Sugirin, 2. , sehingga hasil belajar siswa rendah. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata Nilai Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat SMA atau sederajat adalah sebesar 41,78 walau sedikit meningkat dari tahun sebelumnya . Berdasarkan pengalaman sebagai guru Bahasa Inggris, tidak mudah untuk mengajarkan mata pelajaran ini kepada siswa. Salah satu materi yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi adalah materi menulis teks recount. Hasil ulangan harian siswa kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan pada materi teks recount yang masih berada dibawah standar KKM yang ditetapkan. Teks recount merupakan teks tentang cerita, tindakan, atau yang bertujuan untuk menghibur pembacanya (Wantu, 2018. Jumasa & Surjono. Jenis teks ini menggunakan bentuk past tense dengan kata kerja masa lampau untuk menceritakan pengalaman seseorang di masa lalu (Wachyudi & Miftakh, 2018. Iswari. Rahman & Kurniasih, 2. Teks recount merupakan salah satu ketrampilan dalam pembelajaran bahasa Khusus untuk ketrampilan ini, banyak siswa yang kesulitan dalam menyusun rangkaian peristiwa atau cerita berbentuk paragraf acak dari teks recount yang diberikan. Selanjutnya siswa masih belum memahami perubahan bentuk kata kerja masa lampau. Hal ini juga turut dipengaruhi oleh sedikitnya Berdasarkan refleksi pembelajaran yang dilakukan penulis, banyak masalah yang ditemukan yang menyebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam hubungannya dengan Salah pembelajaran yang telah dilakukan tidak membuat siswa aktif dan kreatif dalam Akar masalahnya adalah metode pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran Bahasa Inggris pada materi teks pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam proses Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar seperti yang digambarkan di atas adalah metode talking stick. Pemilihan metode talking stick dalam pembelajaran Bahasa Inggris didasarkan pada keberhasilan penggunaan metode ini yang dilaporkan oleh para peneliti seperti Wantu . Molan. Ansel &Mbabho . dan Afrina . , penelitian-penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil Metode pembelajaran talking stick merupakan pembelajaran yang dikemas dengan kegiatan permainan, dimana siswa dilibatkan secara aktif dalam penyajian materi pelajaran (Kataren, 2015. Molan. Ansel &Mbabho, 2020. Wantu, 2. Model tongkat sebagai alat penunjuk giliran dan tongkat tersebut berisi sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa. Kemudian secara estafet tongkat tersebut berpindah ke tangan siswa lainya secara bergiliran setelah diisi pertanyaan yang berbeda oleh guru. Demikian seterusnya sampai seluruh siswa mendapat tongkat dan menjawab pertanyaan (Kataren. Molan. Ansel & Mbabho, 2020. Wantu. Perbaikan pembelajaran dimaksud di atas dibuat secara sistematis dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran bahasa inggris guna meningkatkan kemampuan siswa pada materi teks recount dengan menggunakan model pembelajaran talking stick. Keyakinan memilih metode talking stick disebabkan Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 karena praktik baik dari para guru maupun dengan metode tersebut. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk meningkatkan pemahaman siswa recond text dengan metode pembelajaran talking stick menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Agar PTK mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan harapan, maka penyusunan PTK harus melalui tahap-tahap penyusunan PTK pengamatan dan refleksi. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangatlah penting dalam rangka memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian. Peneliti sendiri merupakan guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pelaksana keseluruhan tahap pengumpul data. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Data hasil penelitian diolah untuk menjadi bahan refleksi untuk mengambil keputusan mengenai kelanjutan proses pelaksanaan penelitian ataupun sebaliknya berhenti melakukan tindakan. Tindakan akan berhenti jika hasil beljar sebagian besar siswa mencapai KKM atau melampaui KKM yang telah ditetapkan. Subyek penelitian ini adalah 36 Siswa Kelas X X MIPA-3 SMAN 4 Pamekasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pra PTK Tahap persiapan PTK dimulai jauhjauh hari sebelum pelaksanaan PTK. Pada tahap ini diawali dengan penyebaran angket menyangkut pengalaman atau testimoni siswa dalam belajar Bahasa Inggris pada umumnya dan berkenaan dengan Auteks recountAy pada Penyebaran angket dilaksanakan pada tanggal 29 April 2021. Banyaknya siswa yang mengisi angket sebanyak 32 orang. Dari 10 pertanyaan yang diajukan, hampir semua jawaban mengarah bahwa teks recound merupakan bagian penting dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi gagal mereka kuasai. Dari hasil penyebaran angket dapat diketahui pengalaman siswa dalam belajar bahasa Inggris. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 32 Siswa Kelas X X MIPA- 3 SMAN 4 Pamekasan, 29 diantaranya menyatakan bahwa bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit sedangkan 3 siswa menyatakan bahwa bahasa inggris merupakan mata pelajaran yang mudah. Semua siswa merasa sulit dalam memahami teks, sebagian kecil yang telah atau mengingat tentang pembelajaran teks recount dan banyak yang tidak yakin dengan system pembelajaran yang diterapkan atau yang pembelajaran teks recount. Obyek penelitian adalah hasil belajar Selanjutnya, ketika mengisi angket bahasa inggris materi teks recount. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tentang cara guru mengajarkan bahasa inggris terutama tentang teks recount, sebagian besar merasakan bahwa cara guru Penelitian ini dilaksanakan dalam mengajar sulit dimengerti. 3 Tahap yaitu tahap pra penelitian untuk Selain pengalaman yang dijelaskan, mengecek pengalaman siswa dalam belajar testimony siswa terkait pelajaran Selanjutnya Pengalaman dan testimoni penelitian dilanjutkan dalam 2 Siklus tertera pada tabel karena pencapaian kriteria keberhasilan tabulasi hasil angket pada Tabel 1 berikut. didapatkan pada pelaksanaan Siklus II. Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 Tabel 1. Rekapan Angket Pengalaman Siswa dalam Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Recount URAIAN Apakah pelajaran bahasa Inggris itu sulit ? Apakah teks sangat sulit dipahami? Seberapa banyak anda sudah belajar tengtang macam-macam teks? Sebagian kecil belum sama sekali Sebagian besar Apakah selama anda belajar bahasa Inggris, apakah pernah mempelajari teks recound? tidak tahu Apakah anda sudah pernah diajarkan teks recound secara belum pernah b. tidak tahu Apakah selama ini, cara belajar teks recound yang anda lakukan memperhatikan struktur teks tersebut ? tidak tahu Menurut anda apakah memahami teks recound penting dalam pelajaran bahasa inggris ? tidak tahu Apakah anda yakin akan mempu menguasai materi teks recound dengan system pengajaran yang telah anda alami? Tidak tidak tahu Apakah anda sering menjumpai soal-soal ulangan/ ujian tentang teks tidak pernah Menurut anda cara menjelaskan teks recound oleh guru anda mudah atau sulit dimengerti? Mudah Berdasarkan analisis hasil angket yang menggambarkan lemahnya penguasaan materi teks recound dalam Bahasa Inggris siswa kelas X MIPA-3 SMAN 4 Pamekasan, peneliti melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kesulitan tersebut sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur PTK Siklus I Perencanaan tindakan merupakan tahap awal dalam penelitian tindakan kelas. Kegiatan utama dalam tahap ini adalah menyusun rancangan tindakan kelas yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Rancangan tindakan disini menerangkan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan ini akan Adapun persiapan yang dilakukan untuk pelaksanakan tindakan siklus I diantaranya adalah: Merumuskan Jumlah Pilihan siswa siswa dengan menerapkan metode Talking Stick. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) metode Talking Stick yang dapat menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Menyusun instrumen pengamatan yang terdiri dari: soal post-test, lembar observasi, dan catatan lapangan. Menyiapkan media tongkat yang diperlukan dalam rencana tindakan pada saat pembelajaran. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi teks recount melalui metode talking stick ini meliputi: Presentasi kelas: guru menjelaskan suatu kompetensi dasar dan materi pelajaran kepada siswa sesuai dengan materi yang disajikan dalam RPP. Belajar siswa: siswa diberi lembar soal dan diminta menjawab soal Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 Kemudian dikoreksi bersamasama, setiap jawaban benar diberikan Kegiatan inti: guru mengadakan post tes dengan menggunakan tongkat yang Bagi siswa yang menerima tongkat harus menjawab pertanyaan. Penutup: guru memberikan ulasan terhadap seluruh pendapat siswa sebagai Pengamatan Pada dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu dengan mengamati setiap tindakan yang dilaksanakan meliputi aktivitas yang dilakukan guru dan siswa, interaksi guru dengan siswa, interaksi siswa dengan siswa, semua kegiatan pembelajaran yang sedang Observasi ini dilakukan untuk merekam semua aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran. Refleksi merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kembali apa yang sudah Dari pelaksanaan tindakan dan observasi tersebut, maka diperoleh informasi tentang penerapan metode talking stick. Kemudian hasil tersebut dianalisis dan disimpulkan bersama dengan guru dan observer untuk mengetahui seberapa jauh Apakah dilaksanakan sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan atau tidak. Dari hasil diskusi tersebut, dapat dijadikan sebuah refleksi dalam menyusun perencanaan siklus Pada Siklus I, materi diberikan selama dua kali pertemuan, dengan materi yang diberikan materi teks recount. Pada siklus I ini sebelum siswa diberikan tugas-tugas, guru melakukan pembahasan materi tentang rencana pembelajaran dan mendiskusikan tentang topik pelajaran yang dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa sehari-hari. Hal ini diasumsikan dapat menarik perhatian siswa terhadap pelajaran yang diberikan guru sebab semakin jelas apa yang ingin dicapai guru bersama siswa semakin mudah dia dapat mencapainya dan semakin mudah pula dia dapat menyimpulkan apakah ia sudah mencapai tujuan atau belum, dan tentunya juga diharapkan dapat belajar siswa. Gambar 1. Salah satu situasi pada pelaksanaan pembelajaran Siklus I Pada pertemuan pertama, siswa terlihat kurang aktif dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Hal ini dapat diketahui dari kurangnya rasa ingin tahu mereka terhadap materi yang akan diberikan serta minimnya pertanyaan atau jawaban yang telah dilontarkan guru kepada siswa saat metode talking stick berlangsung. Mereka terlihat kebingungan dengan apa yang akan mereka pertanyakan atau apakah yang harus mereka jawab karena kebanyakan mereka belum siap menjawab pertanyaan dari guru. Akan tetapi antusias mereka terhadap tugas yang diberikan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dari semangat dan kegembiraan mereka selama mengikuti Tetapi lama kelamaan siswa tampak mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan-pertanyaan beberapa jawaban dari siswa ketika guru membuka pertanyaan. Di awal pembelajaran siswa pun tampak bersemangat dalam mengerjakannya dalam waktu yang ditentukan, meskipun hasilnya belum sesuai dengan yang Metode talking stick sudah mulai tampak member dampak dan bisa diterima oleh siswa meskipun masih ada beberapa siswa yang pasif dan lamban menerimanya. Dari pembelajaran yang dilakukan dan tes yang diberikan kepada siswa hasil belajar atau capaian dapat dilihat dari tabel berikut yang merupakan perolehan nilai dari siswa kelas X MIPA-3 SMAN 4 Pamekasan. Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 Tabel 2. Hasil Tes Siklus I Nilai Rata-Rata memenuhi kefektifan dalam keberhasilan Oleh sebab itu, perlu kiranya mengadakan siklus II dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Peneliti melakukan berbagai langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK). Berikut pemaparan secara rinci pelaksanaan siklus II. Nilai Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teks recoun pada siklus pertama rata-rata nilai adalah 54,72 dan hasil ini belum menunjukkan lebih dari KKM sehingga proses pada siklus pertama belum optimal. Pada siklus I ini aktivitas siswa dalam penerapan metode talking stick kurang baik, meskipun masih ada beberapa kekurangan seperti keaktifan siswa dalam bertanya ketika diberikan kesempatan oleh guru untuk bertanya setelah guru menyampaikan inti materi, dan dalam ketika diberi kesempatan untuk belajar secara mandiri sebelum metode talking stick dilaksanakan kebanyakan siswa masih ramai sendiri dan kurang mau untuk belajar padahal sudah diberikan bahan ajar, dan juga kitika proses metode talking stick dilaksanakan siswa aktif hanya sebatas bernyanyi saja sedangkan ketika menjawab pertanyaan mereka saling melempar satu sama Untuk pekerjaan tugaspun siswa masih sangat malas dan banyak yang tidak mengerjakan, sehingga disini kemandirian belajar mereka sangat kurangg. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi teks recount, guru melanjutkan siklus I dengan siklus II. Prosedur PTK Siklus II Ditinjau dari pelaksanaan siklus I pembelajaran teks recount menggunakan metode talking stick rupanya masih belum Perencanaan pada siklus II tentu memerlukan persiapan yang lebih matang. Kegiatan utama dalam tahap ini adalah menyusun rancangan tindakan kelas yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Hanya saja, rancangan tindakan harus diperbarui guna menutupi kelemahankelemahan pada siklus I. Adapun persiapan yang dilakukan untuk pelaksanakan tindakan siklus II diantaranya adalah: menyampaikan kepada siswa untuk belajar di rumah terlebih dahulu sebelum pertemuan pada siklus II, memperbarui rancangan proses pembelajaran menyediakan media pembelajaran yang akan dipakai, merencanakan target penilaian yang harus dicapai. Pelaksanaan tindakan untuk mempraktikkan rancangan proses pembelajaran yang telah disiapkan sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi teks recount melalui metode talking stick ini. Adapun tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebagai berikut: Presentasi sebelum guru menjelaskan materi teks recount, terlebih dahulu menjelaskan kompetensi dasar dan tujuan pebelajaran yang hendak dicapai. Selanjutnya memberikan pengarahan serta motivasi seputar pendidikan agar siswa lebih semangat dan aktif dalam mengikuti Kemudian menerangkan materi pelajaran kepada siswa sesuai dengan materi kompetensi dasar dalam RPP. Belajar siswa: guru memberikan lembar soal yang berbeda dengan siklus I kemudian siswa diminta untuk menjawab soal tersebut. Soal lebih difokuskan tentang ciri kebahasaan pada teks recount karena pada siklus I siswa kurang memahami bagian materi tersebut. Lembar soal yang sudah dijawab dikoreksi secara Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 bersama-sama dan dihitung nilai yang diperoleh bagi setiap siswa. Kegiatan inti: guru mengadakan post tes dengan menggunakan metode talking stick melalui media tongkat. Tongkat tersebut digilir pada setiap siswa sambil lalu diputarkan lagu. Guru memilih lagu yang bisa membangkitkan semangat siswa ketika di dalam kelas. Bagi siswa yang menerima tongkat harus pertanyaan yang ada pada tongkat tersebut. Penutup: pada akhir pembelajaran guru memberikan ulasan terhadap seluruh pendapat siswa sebagai kesimpulan. Pengamatan dilakukan untuk melihat setiap tindakan yang dilaksanakan pada siklus II yang meliputi aktivitas yang dilakukan guru dan siswa, interaksi siswa dengan siswa serta semua kegiatan pembelajaran yang sedang Observasi ini dilakukan untuk merekam semua aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran sehingga peneliti dapat menyimpulkan secara keseluruhan. pertama, siswa terlihat kurang semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi setelah guru memberikan pengarahan dan motivasi, siswa lebih antusias dalam menyimak penjelasan guru. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya pertanyaan yang diberikan siswa selama proses presentasi. Ketika guru memberikan soal-soal tentang teks recount mayoritas siswa memnuhi nilai KKM bahasa Inggris. Pada pertemuan selanjutnya siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti permainan tongkat yang telah dirancang oleh Mereka aktif dan semangat serta mayoritas siswa dapat menjawab pertanyanpertanyaan yang ada pada tongkat tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pengarahan, motivasi, serta pengulangan materi yang diadakan oleh siklus I. Dengan demikian, siswa dapat memahami materi yang dijelaskan oleh guru khususnya pada poin ciri kebahasaan teks recount yang dinilai kurang paham pada pelaksanaan siklus I. Dari pembelajaran yang dilakukan dan tes yang diberikan kepada siswa hasil belajar atau capaian dapat dilihat dari tabel berikut yang merupakan perolehan nilai dari siswa kelas X IPS 1 SMAN 4 Pamekasan pada pelaksanaan siklus II. Tabel 3. Hasil Tes Siklus II Nilai Rata-Rata Gambar 1. Salah satu situasi pada pelaksanaan pembelajaran Siklus II Refleksi merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kembali apa yang sudah Kemudian dianalisis dan disimpulkan bersama dengan guru dan observer untuk mengetahui seberapa jauh keberhasilan tindakan yang sudah dilaksanakan. Dari hasil pelaksanaan siklus II, siswa lebih aktif dan semangat sehingga pertanyaan banyak terjawab. Dengan demikian. Guru cukup berhasil dalam memberikan materi teks recount dengan menggunakan metode talking stick. Materi diberikan selama dua kali pertemuan dalam menjelaskan teks recount selama pelaksanaan siklus II. Pada pertemuan Nilai 85,13 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teks recount pada siklus kedua Copyright . 2021 Innayah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. Innayah Meningkatkan Pemahaman Teks Recount Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan Melalui Metode Talking Stick Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Volume 2. Nomor 2. Oktober 2021, hal 280-288 rata-rata nilai adalah 85,13 dan hasil ini sudah menunjukkan lebih dari kkm sehingga proses pada siklus kedua dinilai optimal Guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMA pembelajaran teks recound dengan metode yang tepat untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara aktif baik lisan maupun tulisan. Pemahaman awal teks yang utuh dengan pembandingan, pengkaitan, pengidentifikasian, penalaran dan penemuan mempertajam pemahaman siswa yang dapat diaplikasikan dalam bentuk tulisan maupun Siswa hendaknya belajar teks recount menyenangkan agar dapat menguasasi teks secara mudah dan sistematis dan dapat mengaplikasikannya dalam bentuk tulis dan Pada siklus II menunjukkan aktivitas siswa dalam penerapan metode talking stick sudah baik dan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa lebih meningkat, siswa banyak mengajukan pertanyaan terkait materi pelajaran, mayoritas siswa dapat menjawab pertanyaan ketika pelaksanaan permainan tongkat, serta hasil tes yang melebihi nilai KKM mapel Bahasa Inggris. Dengan demikian, pelaksanaan siklus II ini dinilai berhasil karena siswa dapat memahami materi teks recount sesuai tujuan pembelajaran dalam kompetensi dasar. Selain itu, penggunaan meode talking stick ini dinilai efektif karena1. siswa dapat aktif serta dapat menjawab DAFTAR PUSTAKA