JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. A 160 Pendampingan Belajar bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Larangan Learning Assistance for Elementary school in Larangan Village Eli Marlina Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Indonesia e-mail: elmhafix@gmail. Abstrak Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran dimana seorang guru mentransfer ilmu pengetahuan dan karakter kepada siswa dengan tujuan bertambahnya suatu pengetahuan dan perbaikan karakter. Pendidikan menjadi salah satu bidang yang terdampak pandemi Covid- 19, dengan berbagai upaya pemerintah telah memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Covid19 yaitu pada bidang pendidikan dengan sistem belajar dalam jaringan . Pembelajaran daring yang dianggap masyarakat awamkurang maksimal dijadikan sebuah program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMUS di Desa Larangan untuk mendampingi siswa sekolah dasar dalam belajar dirumah. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan sebagai sarana mahasiswa untuk menyalurkan ilmu serta kepedulian terhadap anak- anak yang sedang menjalani masa sekolah. Tujuan kegiatan ini untuk membantu siswa agar lebih memahami materi pelajaran yang di berikan oleh guru di sekolah, membantu pendampingan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah serta melatih keterampilan siswa di tengah pandemi Dan kegiatan ini juga membantu orang tua yang tidak bisa mendampingi anaknya belajar di masa pandemi. Hasil kegiatan menunjukan bahwa orang tua merasa terbantu adanya pendampingan belajar serta anak- anak lebih antusias dan lebih termotivasi dalam belajar. Perbaikan yang perlu dilakukan yaitu dengan penyusunan jadwal pendampingan belajar dan pemenuhan fasilitas belajar. Kata kunciAiPendampingan belajar, covid, and daring Abstract Education is a learning process in which a teacher transfers knowledge and character to students with the aim of increasing knowledge and improving character. Education is one of the fields affected by the Covid-19 pandemic, with various government efforts to maximize the prevention of the spread of the Covid-19 virus, namely in the field of education with an online learning system. Onlinelearningwhichis consideredby the general public to be less thanoptimal is used as a work program for the UMUS KKN in Larangan Village to assist elementary school students in studying at home. The method of implementing this activity is carried out face-toface while still complying with health protocols. Community service activities aim to serve as a means for students to channel knowledge and care for children who are undergoing school. The purpose of this activity is to help students better understand the subject matter given by teachers at school, assist students in doing school assignments and train students' skills in the midst of the covid-19 pandemic. And this activity also helps parents who cannot accompany their children to study during the pandemic. The results of the activity showed that parents felt helped by learning assistance and children were more enthusiastic and more motivated in learning. Improvements that need to be made are the preparation of a schedule for learning assistance and the fulfillment of learning facilities. KeywordsAiStudy assistance, covid, online learning Submitted: x 20xx. Accepted: x 20xx. Published: Agustus/Februari 20xx ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 mengharuskan seluruh aspek kehidupan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini. Wabah Covid-19 membuat aktifitas dan kegiatan yang biasanya di lakukan sehari-hari di luar rumah menjadi terhambat karena pemerintah mewajibkan warganya untuk berdiam diri di dalam rumah demi menjaga kesehatan dan terhindar dari virus Covid-19. Hal tersebut berdampak kepada dunia pendidikan. Dimana menurut Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan selama masa pandemi, peserta didik diharuskan untuk mengikuti pembelajaran dalam jaringan . Sebuah kebijakan baru yang menuai polemik di masyarakat dimana sistem pembelajaran daring durasinya masih tentatif sehingga tidak dapat dipastikan kapan sistem pembelajaran ini akan berakhir (Aji, 2. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang menggunakan sistem daring ini diterapkan di semua jenjang pendidikan dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga jenjang perguruan tinggi. Kebijakan yang dimbil pemerintah ini dianggap sebagai langkah yang tepat sebagai upaya melindungi warganya agar tetap aman dari penyebaran virus Covid-19. Namun berkaitan dengan kebijakan tersebut tentang pentingnya kesehatan bagi warga negara, muncullah beberapa permasalahan yang dihadapi oleh para peserta didik dalam sistem pembelajarannya. Permasalahan ini berkaitan dengan kesenjangan penggunaan teknologi yang belum merata di daerah-daerah. Banyak diantaranya siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dengan sistem belajar ini. Penggunaan teknologi bagi anak sekolah dasar yang tidak mendapatkan pendampingan secara khusus dapat menyeret anak-anak di satuan tingkat sekolah dasar terlibat dalam kasus tindakan kriminal bahkan terkena gangguan psikis (Pragholapati, 2. Hal ini megharuskan orang tua untuk ikut andil dalam proses pembelajaran anak di rumah, namun permasalahan yang dihadapi di Desa Larangan khususnya bukan hanya itu, tidak semua orang tua atau wali murid di Desa Larangan mampu mengoperasikan teknologi canggih saat ini atau sebagian warga Desa Larangan gagap teknologi (GAPTEK). Dengan begitu pembelajaran daring yang semestinya mampu mentransfer ilmu selayaknya pembelajaran tatap muka atau offline kini hanya sebagai penggugur kewajiban belajar untuk sekedar absensi. Bukan hanya itu permasalahan pokok yang dihadapi masyarakat terutama dalam bidang pendidikan, namun pada masyarakat Desa Larangan kesulitan penggunaan android untuk pembelajaran daring bukan pokok utama melainkan tidak semua wali murid bisa memfasilitasi android sehingga beberapa sekolah yang ada di Desa Larangan memutuskan untuk tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka meskipun hanya 1 sampai 2 jam pelajaran setiap harinya. Permasalahan tersebut dijadikan sebuah program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMUS dengan tujuan membantu para siswa dalam belajar di masa pandemi ini. Selain itu, kegiatan pendampingan belajar ini dapat meringankan pekerjaan orang tua yang bekerja, baik sebagai petani maupun sebagai buruh. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan belajar di masa pandemi ini banyak anak-anak yang kesulitan menerima pembelajaran dengan waktu yang cukup singkat apabila dilakukan secara tatap muka, begitu juga dengan sistem pembelajaran daring, karena pembelajran jarak jauh . yang pernah dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar yang ada di Desa Larangan tidak berjalan dengan semestinya, banyak kendala yang harus dihadapi para murid dan orang tua. Oleh karena itu, program kegiatan pendampingan belajar bagi siswa sekolah dasar di desa Larangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang riil dalam keberlangsungan pembelajaran daring ini. METODE PELAKSANAAN Sasaran utama pada kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pendidikan. Pendidikan menjadi target yang harus dipecahkan dalam masyarakat dengan cara pendampingan belajar yang mampu menumbuhkan semangat belajar dan minat belajar. Kegiatan pendampingan ini tidak hanya melibatkan siswa saja namun juga melibatkan keterlibatan peran orang tua untuk memotivasi, memfasilitasi, dan memberi dukungan anak-anaknya demi masa depan generasi Pendampingan Belajar bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Larangan (Eli Marlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UMUS berperan dalam mengatasi masalah terebut dengan metode pendampingan belajar yang dilaksanakan di posko KKN UMUS 2021 Desa Larangan. Larangan. Brebes. Kegiatan pendampingan belajar diikuti oleh siswa TK dan SD/MI desa Larangan dengan total 15 siswa aktif. Fasilitas penunjang yang digunakan pada saat pelaksanaan kegiatan pendampingan belajar yaitu posko, masker, handsanitizer, air minum, makanan ringan, papan tulis, meja belajar, alat tulis siswa, serta buku pelajaran siswa. Pendampingan belajar dilaksanakan pada pertengahan bulan Agustus sampai pertengahan bulan September 2021 atau tepatnya satu bulan KKN. Pelaksanaan pendampingan belajar ini dibagi menjadi dua waktu, yaitu pagi dan sore hari. Pagi hari diulai dari jam 09. WIB hingga 11. 30 WIB dan pada saat sore mulai dari jam 14. 00 hingga 16. 30 WIB. Kegiatan pendampingan belajar ini berupa pemberian semangat belajar atau motivasi belajar bagi siswa, menjelaskan terkait mata pelajaran, pelatihan berhitung secara cepat, membantu menyelesaikan tugas sekolah, serta berbagai kegiatan untuk menunjang kreativitas dan keterampilan siswa (Dewantara & Nurgiansah, 2. Teknik yang digunakan dengan cara memberikan soal latihan dan wawancara kepada siswa terkait perkembangan hasil belajar siswa, dengan begitu mahasiswa akan dapat dengan mudah memantau dan mengetahui sejauh mana pemahaman yang didapat siswa terkait dengan kegiatan pendampinan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari pengabdian masyarakat yang dilaksankan mahasiswa KKN UMUS 2021 di Desa Larangan yaitu dengan mengadakan pendampingan belajar bagi siswa di satuan tingkat skolah dasar yang dilaksankan di posko KKN UMUS desa Larangan. Pendampingan belajar merupakan program kerja wajib bagi mahasiswa Program Pendidikan dalam upaya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang dilaksanaan dengan tetap mematuhi protokol Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendampingan belajar tergolong sebagi cara yang efektif diterapkan di masa pandemi ini khususnya bagi siswa-siswi di desa Larangan terutama anak-anak. Dengan adanya pendampingan belajar anak-anak lebih termotivasi untuk belajar, lebih memahami materi dengan penjelasan yang diulang-ulang oleh mahasiswa dan mudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah, serta anakanak termotivasi untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas melalui pelatihan-pelatihan yang mahasiswa KKN UMUS terapkan dengan tujuan anak-anak akan terbiasa menciptakan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri maupun sekitarnya. Tujuan utama yang diharapkan adalah siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan baik serta dapat mengembangkan penalarannya dalam pembelajaran. Hal ini dianggap penting karena di masa pandemi ini banyak siswa yang hanya sibuk bermain dan mengerjakan tugas sekolah tanpa mengetahui konsep dari materi yang dipelajari. Melalui kegiatan pendampingan ini, semangat dan motivasi belajar pada siswa terlihat Siswa diajak berkomunikasi untuk mengetahui keinginan mereka terhadap moel pembelajaran seperti apa yang menyenankan bagi mereka. Pada kesempatan ini siswa satu persatu mengungkapkan pendapatnya. Melalui metode komunikasi ini siswa akan termotivasi untuk giat belajar, utamanya pada kondisi pandemi saat ini dimana KBM langsung di sekolah telah dibatasi bahkan di non-aktifkan. Kegiatan pemberian pemahaman kepada siswa diberikan dengan cara menjelaskan kembali apa yang pernah guru sampaikan di kelas dan mengacu pada buku pelajaran siswa yang berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Setelah di berikan pemahaman terkait mata pelajaran siswa di berikan tugas latihan soal untuk mengetahui sejauh mana materi yang dipahami, dan siswa diberikan kesempatan untuk menanyakan materi yang masih belum dipahami dengan metode Metode diskusi ini adlah cara yang efektif untuk membuat peserta didik lebih JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 160 Ae 165 ISSN 2746-6345 . edia onlin. memahami dan mengerti terhadap materi yang sedang dipelajari. Siswa menjadi lebih aktif bertanya dan lebih berusaha memecahkan persoalan dengan diskusi (Handayani dkk. , 2. Gambar 1. Kegiatan pendampingan belajar siswa di posko KKN UMUS Desa Larangan Pembelajaran di masa pandemi mengharuskan siswa untuk tetap belajar secara daring, namun pada kondisi yang tidak memungkinkan siswa tetap berangkat sekolah secara tatap muka meskipun hanya satu sampai dua jam pelajaran, dengan waktu yang cukup singkat siswa harus tetap memenuhi tugas sekolah nya. Oleh karena itu, adanya pendampingan belajar siswa ini memberikan manfaat kepada siswa dan orang tua siswa. Siswa merasa terbantu dengan pendampingan pembelajaran yang diberikan oleh mahasiswa dan orang tua terbantu karena anak-anaknya telah didampingi oleh tenaga profesioanl dalam proses pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan bimbingan untuk tugas sekolah, siswa diarahkan untuk mengerjakan sesuai tugas yang diberikan guru yang nantinya akan dikumpulkan pada saat pembelajaran sekolah Baik dikumpulkan secra online maupun datang langsung ke sekolah. Gambar 2. Kegiatan pendampingan mahasiswa kepada siswa sekolah dasar yang sedang melakukan pembelajaran Pendampingan dalam bentuk pelatihan ditujukan untuk melatih keterampilan dan kreatifitas siswa selama pandemi, sehingga waktu yang cukup banyak dirumah mampu menghasilkan suatu karya yang bermanfaat dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di area Dalam pelatihan ini siswa lebih banyak memanfaatkan limbah plastik guna mengurangi sampah plastik yang ada di masyarakat. Pendampngan pembelajaran keterampilan dapat menumbuhkan kreatifitas siswa, dimana siswa menjadi kreatif dan inovatif sesuai dengan skill yang dibutuhkan di abad 21 ini (Dewantara & Nurgiansah, 2. Rasa ingin tahu siswa dan kemampuan penyelesaian masalah adalah salah satu manfaat dari adanya pembelajaran keterampilan, karena siswa dituntut untuk mampu berkreasi dengan barang-barang yang tidak terpakai menjadi barang yang berguna (Maharani & Montessori. Pendampingan Belajar bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Larangan (Eli Marlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. Gambar 3. Kegiatan pelatihan keterampilan dan kreativitas siswa KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan KKN UMUS di desa Larangan melalui kegiatan pendampingan belajar bagi siswa-siswi di satuan tingkat sekolah dasar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan telah terlaksana, berbagi kegiatannya anatara lain: . Pemberian semangat dan motivasi belajar bagi siswa di tengah pandemi saat ini, . Pemberian penjelasan dan pemahaman terkait materi yang telah guru di sekolah sampaikan, . Pemberian bantuan pendampingan dalam pengerjaan tugas dari sekolah, . Pelatihan keterampilan tangan untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Pendampingan belajar yang telah mahasiswa laksanakan menghasilkan pengaruh positif khususnya bagi siswa, orang tua dan masyarakat di lingkungan desa Larangan. Hal ini ditunjukan dengan semangat belajar siswa yang bertambah serta pemahaman yang mulai berkembang, siswa menjadi lebih tanggap dan aktif dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah serta mampu lebih kreatif dalam membuat kerajinan dari barang yang tak terpakai atau limbah, khususnya limbah plastik. Siswa menunjukan keinginananya untuk belajar setiap hari. Namun, kegiatan pendampingan belajar yang telah dilaksanakan tentunya memiliki kendala dalam setiap UCAPAN TERIMA KASIH Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak akan berjalan sesuai apa yang diharapkan tanpa dorongan dari berbagai pihak, untuk itu mahasiswa mengucapkan terimakasih diantaranya kepada SD Negeri Larangan 06 yang telah memberikan informasi serta dukungan untuk penyelenggaran kegiatan. Serta LPPM Universitas Muhadi Setiabudi yang telah memberikan izin untuk melaksankan kegiatan di masyarakat. DAFTAR PUSTAKA