ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Analisis Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Bermain Peran terhadap Keterampilan Komunikasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Chindytia1. I Wayan Sujana2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Pendidikan Ganesha e-mail: chindytia@undiksha. id1, wy. sujana@undiksha. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode pembelajaran bermain peran terhadap keterampilan komunikasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode konvensional yang bersifat statis sering kali kurang mendukung pengembangan komunikasi siswa secara Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode kuisioner, wawancara, dan pengamatan langsung. Sampel yang digunakan yaitu siswa sekolah dasar kelas 1 jenjang sekolah dasar serta perancangan penelitian yang melibatkan pemilihan desain penelitian yang paling sesuai Kuisioner digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kemampuan komunikasi siswa, sementara wawancara dan pengamatan mendalam membantu memvalidasi data kuantitatif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa metode bermain peran secara positif mempengaruhi motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Luaran dari penelitian ini adalah artikel yang dipublikasikan di Jurnal Nasional Terakreditasi. Penelitian ini berada pada Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) level 1 dan diharapkan dapat dikembangkan hingga level 9. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan metode pembelajaran konvensional dan berkontribusi pada peningkatan keterampilan komunikasi siswa di kelas Bahasa Indonesia. Kata kunci: Metode Bermain Peran. Keterampilan Komunikasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia Abstract This study aims to examine the effect of role-playing learning methods on students' communication skills in Indonesian language learning. Conventional static methods often do not support optimal student communication development. This study uses quantitative and qualitative approaches with questionnaires, interviews, and direct observation methods. The sample used was 1st grade elementary school students and the research design involved selecting the most appropriate research design. Questionnaires were used to identify factors that hinder students' communication skills, while interviews and in-depth observations helped validate the quantitative data. The interview results showed that the role-playing method positively influenced students' motivation and interest in Indonesian language lessons. The output of this study is an article published in an Accredited National Journal. This research is at the Technology Readiness Level (TKT) level 1 and is expected to be developed to level 9. The results of this study are expected to overcome the limitations of conventional learning methods and contribute to improving students' communication skills in Indonesian language classes. Keywords: Role Playing Method. Communication Skills. Indonesian Language Learning PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan perubahan paradigma pendidikan di Indonesia telah membuka peluang untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, menekankan keterampilan yang diperlukan dalam abad ke-21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan adaptasi terhadap lingkungan yang dinamis (Ali dkk. , 2024. Rahim & Ismaya, 2. Pendidikan tidak lagi sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengasah interaksi, kreativitas, dan aplikasi praktis bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 adanya pendekatan yang lebih interaktif dan dinamis dalam metode pembelajaran. Salah satu metode yang menarik perhatian adalah metode bermain peran, yang tidak hanya memungkinkan siswa belajar Bahasa Indonesia secara teoritis, tetapi juga memberikan ruang untuk melatih keterampilan komunikasi dalam konteks simulasi yang mendekati kehidupan nyata (Wijaya, 2023. Agustia, 2. Transformasi pendidikan dari pendekatan konvensional ke metode yang lebih dinamis sangat dibutuhkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di tingkat sekolah dasar. Pendekatan konvensional yang umumnya mengandalkan kegiatan membaca dan menulis secara individu terbukti kurang efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Keterbatasan ini kerap membuat siswa kurang termotivasi dan tidak percaya diri dalam berkomunikasi (Jufri , 2023. Sudirman dkk. , 2. Penerapan metode konvensional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 3 Loloan Timur. Kabupaten Jembrana. Provinsi Bali sering kali menciptakan lingkungan yang statis dan kurang memberikan ruang untuk eksplorasi komunikasi. Metode bermain peran muncul sebagai alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, melalui metode ini siswa didorong untuk berinteraksi dalam situasi yang relevan dan nyata, memerankan berbagai karakter dan skenario yang membantu mereka mengembangkan keterampilan berbicara, berpikir kritis, dan kerja sama (Wiyudia dkk. , 2024. Agustia dkk. , 2. Kendati demikian, metode ini juga menawarkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan partisipatif, siswa dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya tentang memahami tata bahasa dan kosa kata, tetapi juga mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan ide secara efektif dan berinteraksi secara sosial. Metode bermain peran dapat menjadi pendekatan yang lebih adaptif dalam memenuhi kebutuhan keterampilan komunikasi siswa (Musthofiyyah dkk. , 2025. Wiyudia , 2. Metode bermain peran pada dasarnya berakar pada teori belajar sosial, di mana siswa memperoleh pemahaman melalui pengalaman langsung, interaksi, dan observasi terhadap peran yang dimainkan (Musthofiyyah dkk. , 2025. Susanti, 2. Bermain peran dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi bahasa dalam situasi komunikatif yang nyata, misalnya berdialog, bernegosiasi, atau menyampaikan pendapat dalam skenario tertentu. Aktivitas ini membantu siswa melatih keberanian berbicara, meningkatkan kosakata, serta membangun keterampilan mendengarkan secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dari penerapan metode bermain peran terhadap peningkatan keterampilan komunikasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Secara khusus, penelitian ini akan mengevaluasi sejauh mana metode ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dibandingkan metode konvensional, serta mengidentifikasi dampak positifnya dalam pengembangan keterampilan komunikasi siswa. Penelitian ini menjadi relevan dan penting, mengingat keterampilan berbahasa adalah fondasi bagi perkembangan kemampuan berpikir dan pemahaman ilmu pengetahuan yang lebih luas pada siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, serta menjadi dasar pengembangan model pembelajaran inovatif yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa di abad ke-21. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh metode pembelajaran bermain peran terhadap keterampilan komunikasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 3 Loloan Timur. Penelitian ini melibatkan siswa kelas 1 sebagai sampel. Proses penelitian terdiri dari tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan analisis. Pada tahap persiapan, dilakukan penetapan tujuan penelitian dan perencanaan Instrumen pengukuran yang valid dan reliabel, seperti kuesioner pra-dan-pos serta checklist observasi, disiapkan untuk merekam partisipasi dan respons siswa terhadap metode Tahap pelaksanaan mencakup pendistribusian kuesioner sebelum dan sesudah penerapan metode bermain peran, serta observasi intensif terhadap interaksi siswa dengan guru dan sesama Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Konsistensi dalam penerapan metode dan pengumpulan data secara sistematis menjadi fokus pada tahap ini. Tahap akhir meliputi analisis data, interpretasi hasil, dan penyusunan laporan. Data observasi diorganisir berdasarkan kategori partisipasi dan komunikasi, sementara statistik deskriptif digunakan untuk merangkum data. Wawancara dengan siswa dilakukan untuk mendapatkan pandangan lebih mendalam terkait pengalaman dan persepsi mereka mengenai dampak metode bermain peran terhadap keterampilan komunikasi. Analisis wawancara berfokus pada pengalaman siswa dalam berperan serta perbedaan persepsi komunikasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis kualitatif dari data wawancara, fokusnya adalah menggali informasi lebih mendalam dari setiap tema atau pola yang diidentifikasi sebelumnya (Nurhayati dkk. , 2. Proses ini melibatkan pembacaan ulang transkripsi wawancara dengan siswa untuk mengeksplorasi detail dari setiap tema yang muncul. Peneliti akan mencari detail-detail penting dalam tanggapan siswa, mencari hubungan antara berbagai pernyataan, dan mencoba mengaitkan temuan dengan pertanyaan penelitian. Selama analisis berlangsung peneliti mencatat perbedaan atau kesamaan dalam tanggapan siswa, mengidentifikasi pola atau tren tertentu dalam pengalaman mereka, dan mencoba untuk membuat kesimpulan yang lebih dalam atau kontekstual tentang cara siswa merespons metode pembelajaran tersebut. Fokusnya adalah pada interpretasi data secara mendalam untuk memahami nuansa dan kompleksitas dari pengalaman siswa. Kuesioner yang disusun secara hati-hati membantu dalam pengumpulan data secara kualitatif yang bisa memberikan pandangan umum tentang persepsi, penilaian diri, atau pengalaman responden terkait topik yang diteliti. Rancangan hasil pengolahan data dari hasil wawancara, disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Rancangan Hasil Pengolahan Data Adapun pada tabel tersebut validitas di atas dapat dicari dengan rumus sebagai berikut. Keterangan: : Content Validity : Kedua narasumber menyatakan kurang relevan : Narasumber 1 kurang relevan, narasumber 2 relevan. : Narasumber 1 relevan, narasumber 2 kurang relevan. : Kedua narasumber menyatakan relevan Analisis deskriptif statistik, seperti perhitungan mean atau rata-rata dari tanggapan numerik siswa, dapat menjadi salah satu cara untuk menyajikan informasi yang lebih terstruktur dan numerik dari respons mereka (Arifin & Hutapea, 2. Penggunaan skala penilaian dapat memberikan data numerik yang dapat diolah dengan statistik deskriptif untuk memberikan gambaran keseluruhan tentang cara siswa menilai atau merespons metode pembelajaran bermain Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Menyajikan data dengan menggunakan diagram lingkaran . ie char. yang membantu dalam memberikan representasi visual yang jelas mengenai seberapa besar kontribusi masingmasing kategori terhadap keseluruhan. Diagram Lingkaran (Pie Char. [PERCENT AGE] Gambar 1. Diagram Lingkaran (Pie Char. Diagram lingkaran merupakan alat visual yang mudah dipahami dan cocok untuk menampilkan proporsi tanggapan siswa terhadap metode pembelajaran. Adapun tahapan penelitian, disajikan dalam bentuk diagram alir seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Diagram Alir Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Metode bermain peran memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang berdampak positif pada keterampilan komunikasi siswa. Penggunaan metode ini dapat mengatasi beberapa kelemahan metode konvensional, seperti kurangnya keterlibatan aktif siswa. Kendati demikian, untuk memastikan keberhasilan implementasi, penting untuk mengatasi tantangan terkait integrasi teknologi dan kurikulum. Implementasi yang sukses dari metode bermain peran juga memerlukan pelatihan bagi guru dan kesiapan infrastruktur yang Penggunaan teknologi yang mendukung pembelajaran, seperti aplikasi interaktif, dapat memperkuat efektivitas metode ini jika diterapkan dengan benar. Adapun ketuntasan pelaksanaan penelitian ini sesuai dengan jadwal yang direncanakan sebagai berikut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 2. Jadwal Kegiatan Kegiatan Tahap Persiapan Sub-Kegiatan dan Oo Identifikasi Masalah Tujuan Desain Penelitian Oo Persetujuan dan Persiapan Oo Logistik Kuisioner Pra- dan Kuisioner Prates Pos-Tes Kuisioner Postes Tahap Implementasi Metode Pelaksanaan Bermain Peran Pelatihan untuk Guru Observasi Intensif Pengamatan Langsung Catatan Observasi Mengukur Tingkat Analisis Kuantitatif dan Keterampilan Kualitatif Komunikasi Siswa Kriteria Penilaian Tahap Akhir Evaluasi dan Refleksi Rekomendasi Analisis Data Pengolahan Data Pengujian Hipotesis Interpretasi Hasil Pemahaman Dampak Diskusi Temuan Penyusunan Dokumentasi Temuan Laporan Publikasi Bulan Ke4 5 6 7 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Berikut adalah hasil analisis kualitatif dari data wawancara dengan siswa, yang dilakukan untuk menilai dampak penggunaan metode pembelajaran bermain peran terhadap keterampilan komunikasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 3 Loloan Timur. Tabel 3. Hasil Penelitian Analisis Data Wawancara dengan Siswa Content Validity Kategori Sub-Kategori Deskripsi Pernyataan Siswa (CV) Pengalaman Keterlibatan Siswa merasa "Saat bermain peran. Pembelajara Siswa terlibat saya aktif bersemangat dan lebih terlibat dalam pelajaran. dengan metode bermain peran. Kesulitan Beberapa siswa "Kadang-kadang bingung dengan peran saya dan bagaimana Pelaksanaan harus bertindak. skenario yang Pengaruh Kemampuan Metode bermain "Saya lebih percaya diri berbicara di depan kelas Berbicara setelah latihan bermain Kemampuan Komunikasi Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. berbicara siswa, depan umum. Kemampuan Siswa Mendengarkan mengalami dan memahami Motivasi dan Motivasi Penggunaan Minat Belajar metode bermain motivasi siswa Bahasa Indonesia. Keterlibatan Siswa Kegiatan yang lebih tinggi dalam kegiatan Feedback Umpan Balik Siswa dan Saran Metode beberapa saran metode ini. Saran untuk Siswa Perbaikan bermain peran banyak aktivitas Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 "Saya lebih baik dalam memahami apa yang dikatakan teman-teman "Saya jadi lebih tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia karena cara "Saya aktif berpartisipasi kegiatan saat bermain dengan metode biasa. "Metode bermain peran sangat membantu, tetapi bisa dibuat lebih variatif dengan lebih banyak "Akan lebih baik jika kita bisa mencoba peran yang berbeda dan lebih banyak skenario untuk Pembahasan Penelitian mengenai pengaruh metode pembelajaran bermain peran terhadap keterampilan komunikasi siswa Bahasa Indonesia di SD Negeri 3 Loloan Timur, dilakukan melalui beberapa tahap penting. Implementasi metode pembelajaran bermain peran di SD Negeri 3 Loloan Timur Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 melibatkan 16 orang siswa kelas tinggi. Skenario bermain peran dirancang dengan tema yang relevan dan berkaitan dengan materi Bahasa Indonesia, seperti dialog sehari-hari, percakapan formal, atau skenario berbasis cerita. Setiap siswa diberi peran dalam skenario tersebut, baik sebagai pembicara, pendengar, atau pengamat. Metode bermain peran memperbaiki keterampilan interaksi sosial siswa. Mereka belajar berkolaborasi, bekerja dalam kelompok, dan mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif. Interaksi yang lebih positif dan kerjasama yang baik terlihat selama kegiatan bermain peran. Metode ini diterapkan selama beberapa sesi pembelajaran. Siswa berpartisipasi dalam kegiatan bermain peran dengan memerankan skenario yang telah ditetapkan, sementara guru memfasilitasi dan memberikan umpan balik. Gambar 3. Implementasi Metode Pembelajaran Bermain Peran Berdasarkan hasil analisis kualitatif, metode bermain peran menunjukkan dampak positif pada keterampilan komunikasi siswa, motivasi, dan keterlibatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Meskipun ada tantangan seperti kesulitan dalam memahami peran, umpan balik dari siswa umumnya positif dan mendukung keberhasilan metode ini. Penyesuaian tambahan, seperti klarifikasi peran dan variasi skenario, dapat lebih meningkatkan efektivitas metode bermain peran. Analisis menggunakan rumus Content Validity (CV) membantu dalam menilai relevansi dan efektivitas data yang dikumpulkan, memberikan wawasan mendalam terkait metode ini diterima dan diterapkan di lapangan. Adapun pembahasan hasil penelitian analisis data wawancara dengan siswa sebagai berikut. Tabel 4. Pembahasan Hasil Penelitian Analisis Data Wawancara Kategori Sub-Kategori Pembahasan Pengalaman Keterlibatan Metode bermain peran telah meningkatkan keterlibatan Pembelajaran Siswa siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penilaian yang relevan dari kedua narasumber (D) menunjukkan bahwa metode ini sangat efektif dalam menarik minat siswa dan meningkatkan partisipasi aktif mereka. Kesulitan dalam Meskipun terdapat kesulitan dalam memahami peran, ini Pelaksanaan menunjukkan perlunya strategi tambahan untuk mendukung siswa dalam memahami dan melaksanakan peran mereka secara efektif. Penilaian (C) menunjukkan adanya pendapat yang bervariasi antara narasumber mengenai relevansi masalah ini. Pengaruh Kemampuan Metode ini meningkatkan keterampilan berbicara siswa Berbicara secara signifikan, yang dicerminkan dalam penilaian Kemampuan yang relevan dari kedua narasumber (D). Siswa Komunikasi melaporkan peningkatan percaya diri saat berbicara di depan umum. Kemampuan Peningkatan kemampuan mendengarkan juga tercatat Mendengarkan sebagai hasil positif dari metode bermain peran. Penilaian (D) menegaskan bahwa metode ini berhasil Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 dalam meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa. Motivasi dan Motivasi Belajar Meningkatnya motivasi belajar diidentifikasi sebagai hasil Minat dari penggunaan metode ini, seperti yang dinyatakan oleh penilaian yang relevan (D). Metode bermain peran membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Keterlibatan Keterlibatan siswa yang lebih tinggi dalam kegiatan dalam Kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa metode ini lebih efektif dibandingkan metode konvensional. Penilaian (D) menunjukkan kesepakatan bahwa metode ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa. Feedback dan Umpan Balik Umpan balik siswa menunjukkan adanya kepuasan Saran tentang Metode umum terhadap metode bermain peran, meskipun ada beberapa saran untuk perbaikan. Penilaian (B) menunjukkan bahwa satu narasumber merasa umpan balik ini kurang relevan dibandingkan dengan narasumber lainnya. Saran untuk Saran untuk memperluas variasi skenario menunjukkan Perbaikan bahwa metode ini dapat lebih diperbaiki dengan menambahkan lebih banyak aktivitas kreatif. Penilaian (B) menunjukkan ketidaksepakatan antara narasumber mengenai relevansi saran ini. Hasil wawancara menunjukkan bahwa metode bermain peran secara positif mempengaruhi motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Banyak siswa mengaku bahwa mereka lebih termotivasi untuk belajar dan lebih sering berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas. Mereka merasa bahwa metode ini menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan kurang membosankan dibandingkan dengan metode konvensional. Siswa memberikan beberapa saran untuk meningkatkan efektivitas metode bermain peran. Beberapa dari mereka mengusulkan agar instruksi dan skenario dirancang dengan lebih jelas dan relevan dengan konteks mereka, disarankan juga adanya lebih banyak variasi dalam aktivitas bermain peran untuk menjaga minat dan keterlibatan siswa. Beberapa siswa berharap agar ada lebih banyak kesempatan untuk berlatih berbicara dalam berbagai situasi yang lebih mendekati kehidupan nyata. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran bermain peran efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Negeri 3 Loloan Timur. Metode ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam berbicara, mendengarkan, dan interaksi Meski demikian, penerapan metode ini membutuhkan kesiapan teknologi dan pemahaman yang memadai dari pihak sekolah serta guru agar implementasinya dapat optimal. Sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan metode bermain peran ke dalam kurikulum Bahasa Indonesia secara sistematis, termasuk dengan menyediakan pelatihan guru dan adaptasi materi ajar yang Pengembangan infrastruktur teknologi juga perlu diprioritaskan untuk mendukung metode Pengalaman dari SD Negeri 3 Loloan Timur dapat dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain. Evaluasi berkala dan penyesuaian berkelanjutan sangat penting untuk mengoptimalkan hasil belajar serta untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan metode ini dalam jangka panjang. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Ganesha, khususnya Fakultas Ilmu Pendidikan dan Program Studi Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29885-29893 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang telah memberikan dukungan akademik dan fasilitas Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada kepala sekolah, guru, serta siswa SD Negeri 3 Loloan Timur. Kabupaten Jembrana, yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan kesempatan sehingga penelitian ini dapat berjalan lancar. Apresiasi mendalam diberikan pula kepada rekan-rekan peneliti dan sahabat yang turut membantu dalam proses pengumpulan data, memberikan masukan, serta mendukung jalannya penelitian. DAFTAR PUSTAKA