E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal. id/index. php/kearifan KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PUBLIK DI PERMUKIMAN PADAT COMMUNITY INVOLVEMENT IN PUBLIC SPACE PLANNING IN DENSE SETTLEMENTS Nurhikmah Budi Hartanti1*. Dedes Nur Gandarum1. Achmad Hadi Prabowo1. Wegig Murwonugroho2. Nadya Nurul Afandi1. Amalia Khoirunisa1 1Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Trisakti 2Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Trisakti *Penulis Korespondensi: nurhikmah@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel a Diterima Juli 2024 a Revisi Januari 2025 a Disetujui Februari 2025 a Terbit Online Maret 2025 Kata Kunci: a Penataan a Ruang Publik a Permukiman padat a Partisipatori a Komunitas Ruang publik merupakan elemen penting pada suatu permukiman sebagai sarana interaksi sosial. Namun saat ini banyak persoalan kian berkurangnya ruang publik di terutama di permukiman padat Kelurahan Kalianyar berada di Kecamatan Tambora Jakarta Barat, merupakan salah satu Kecamatan terpadat di DKI, memiliki permasalahan yang juga merupakan tipikal permasalahan permukiman padat pada umumnya. Kawasan ini dapat dikatakan belum memenuhi persyaratan minimal pelayanan prasarana dan sarana lingkungan, khususnya ruang publik. Perlu pemberian pemahaman, pengetahuan serta percontohan penyediaan ruang publik melalui mekanisme selforganization dalam pengelolaan prasrana dan sarana secara partisipatif melalui kegiatan PKM. Metoda yang digunakan adalah konsultasi, dan pendampingan dengan percontohan. Tujuan Kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat setempat dalam mengorganisasikan diri untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan lingkungan yang layak Dari kegiatan PKM ini dihasilkan identifikasi harapan, kebutuhan, masalah yang dituangkan secara tertulis dalam rencana penataan ruang publik permukiman dan tersusunnya usulan program dari komunitas tentang penataan ruang publik di RW 07 Kelurahan Kalianyar Kecamatan Tambora. Sitasi artikel ini: Hartanti. et al. , 2023. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik Di Permukiman Padat. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. : 82. Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Abstracts Keywords: a Space planning a Public space a Dense Settlement a Participatory a Community Public spaces are essential elements in any settlement as they serve as avenues for social interaction. However, there is currently a growing concern about the decreasing availability of public spaces, especially in densely populated areas. Kalianyar Subdistrict, located in West Jakarta's Tambora District, is one of the most densely populated areas in DKI (Special Capital Region of Jakart. It faces issues typical of densely populated areas in general. This area can be considered as not meeting the minimum requirements for infrastructure and environmental facilities, particularly public spaces. There is a need to provide understanding, knowledge, and examples of public space provision through self-organization mechanisms in participatory infrastructure and facility management through Community Empowerment (PKM) activities. The method used involves consultation and guidance with practical demonstrations. The objective of this PKM activity is to enhance the understanding and capabilities of the local community in organizing themselves to participate in creating habitable Through this PKM activity, the identification of expectations, needs, and problems is documented in a written plan for the arrangement of public spaces in the settlement, along with proposed programs from the community regarding the organization of public spaces in RW 07 . neighborhood uni. of Kalianyar Subdistrict. Tambora District. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Latar Belakang Interaksi sosial merupakan hal yang esensisal mengingat bahwa interaksi sosial adalah suatu proses dimana seseorang atau sekelompok orang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. Interaksi sosial di permukiman padat memainkan peran penting dalam membina kohesi sosial, kesejahteraan masyarakat, dan kualitas hidup secara keseluruhan (Nugraha, 2. Dengan interaksi sosial seseorang dapat mengetahui dan memahami karakter individu lain, memperbanyak teman dan tentunya akan memperluas wawasan dan mempelajari kebudayaan lain sebagai bahan untuk mengevaluasi dan bertindak. Interaksi sosial di kawasan permukiman berkepadatan tinggi merupakan tantangan tersendiri karena karakteristik lingkungan yang tidak memiliki ruang publik memadai. Namun, memfasilitasi interaksi sosial melalui ruang komunal yang dirancang dengan baik dan fasilitas bersama dapat mengurangi tantangan ini dan meningkatkan rasa kebersamaan dan kepemilikan penduduk. Studi menekankan bahwa fasilitas sosial sangat penting dalam menyediakan ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi, berkontribusi pada kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan (Ischak&Burhanuddinur, 2. Lebih jauh lagi, mengukur interaksi sosial dan kohesi di daerah perkotaan dengan kepadatan tinggi sangat penting untuk perencanaan penyediaan layanan dan intervensi pengembangan masyarakat yang efektif, yang menyoroti pentingnya mempromosikan interaksi sosial di permukiman padat. Interaksi sosial di permukiman padat memainkan peran penting dalam membina kohesi sosial, kesejahteraan masyarakat, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa daerah dengan kepadatan tinggi sering menghadapi tantangan dalam mempromosikan interaksi sosial karena sifat lingkungan yang dibangun. Oleh karena itu, diperlukan penataan ruang komunal yang dirancang dengan baik sebagai fasilitas bersama untuk interaksi sosial dan meningkatkan rasa kebersamaan antar penduduk. Studi menekankan bahwa fasilitas sosial sangat penting dalam menyediakan ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi, berkontribusi pada kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan (Nugraha. Lebih jauh lagi, mengukur interaksi sosial dan kohesi di daerah perkotaan dengan kepadatan tinggi sangat penting untuk perencanaan penyediaan layanan dan intervensi pengembangan Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. masyarakat yang efektif, yang menyoroti pentingnya mempromosikan interaksi sosial di permukiman padat (Motalebi et al. , 2. Permukiman padat memiliki berbagai permasalahan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan. Selain permasalahan sehari-hari yang terkait sanitasi lingkungan, keterbatasan ruang yang dapat digunakan sebagai ruang publik berakibat pada terbatasnya interaksi sosial yang terjadi. Padahal, interaksi sosial yang akrab dan intensif merupakan salah satu karakteristik positif penduduk di permukiman padat yang berkembang dari kondisi keterbatasan ruang gerak, namun justru menumbuhkan ikatan sosial yang kuat (Ellisa, 2. Interaksi sosial di permukiman padat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keseimbangan spasial, ketersediaan fasilitas sosial, dan keberlanjutan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa permukiman yang lebih padat sering kali menyebabkan kepadatan populasi yang lebih tinggi karena keseimbangan antara biaya pergerakan dan manfaat interaksi sosial (Lobo et al. , 2022. Motalebi et al. , 2015. Rolalisasi, 2. Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun permukiman padat dapat mendorong interaksi sosial dan produktivitas, ada juga risiko interaksi fisik yang mengalahkan norma-norma sosial, yang berpotensi menyebabkan bencana dalam pertemuan massal (Mahmudi, 2. ) Interaksi sosial di permukiman padat selama pandemi COVID-19 menimbulkan risiko yang signifikan karena potensi penularan virus yang cepat. Penelitian menunjukkan bahwa tempattempat di mana orang berkumpul dan berinteraksi, seperti ruang aktivitas dan permukiman manusia, memainkan peran mendasar dalam penyebaran epidemi seperti COVID-19 (Liu et al. Mahmudi, 2. Dinamika interaksi sosial dalam lingkungan ini sangat penting, karena dapat memperburuk atau mengurangi dampak pandemi, yang menyoroti pentingnya intervensi yang disesuaikan dan upaya yang dipimpin masyarakat untuk mengendalikan penyebaran virus di populasi yang padat. Fasilitas sosial memainkan peran penting dalam menyediakan ruang untuk bersosialisasi dan berinteraksi di area permukiman, meningkatkan kohesi dan inklusivitas Oleh karena itu, perlu dicari alternatif penataan ruang publik pada permukiman padat yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik interaksi warga. Analisis Situasi Kelurahan Kalianyar di Kecamatan Tambora. Jakarta Barat merupakan permukiman padat yang perlu mendapat perhatian khusus dalam hal penataan ruang-ruang komunal. Masalah terbesar yang dihadapi oleh Kelurahan Kalianyar di Tambora. Jakarta Barat, terkait penyediaan Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. ruang komunal adalah kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan, yang menyebabkan sanitasi lingkungan, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami yang buruk. Selain itu, kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta Barat, termasuk Kelurahan Kalianyar, menghambat efektivitas kawasan tersebut sebagai daerah tangkapan air untuk mencegah banjir. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan ruang komunitas seperti forum komunitas atau fasilitas klinik terpadu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyediakan kesempatan pendidikan bagi warga, terutama anak-anak. Selain itu, pelaksanaan rencana aksi komunitas, seperti proyek pembangunan pagar pengaman, dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menumbuhkan rasa memiliki di antara warga, sehingga mengoptimalkan penggunaan ruang komunal. Gambar 1. Peta Lokasi Kecamatan Tambora di Wilayah DKI Jakarta (Sumber: https://id. org/wiki/Berkas:Jakarta_Tambora. PNG) Diakses 20 Oktober 2021 Berdasarkan data registrasi Oktober 2010 dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapi. DKI. Kelurahan Kalianyar, tercatat sebagai kelurahan terpadat se-DKI Jakarta, dengan jumlah penduduk 24. 651 jiwa dan kepadatan 77. 034,38 jiw a per km persegi. Pada tahun 2021 tercatat Kelurahan Kalianyar berpenduduk 29. 728 jiwa dengan kepadatan 92. 900 jiwa/ Km2. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Terlihat jelas peningkatan jumlah penduduk dan kepadatan yang sangat tinggi dalam kurun waktu 9 tahun. Sementara itu Kecamatan Tambora dengan total penduduk 213. 677 jiwa dan tingkat 496,67 jiwa per km persegi menjadi kecamatan terpadat di DKI pada tahun 2010, dan meningkat sangat signifikan pada angka 50. 277 jiwa/ Km2, pada tahun 2019 (BPSJakBar, 2. Angka-angka tersebut dihitung berdasarkan data penduduk yang memiliki KTP atau KK saja, sehingga diperkirakan jumlah kepadatan penduduk riil di lokasi melebihi angka tersebut, disebabkan banyak warga yang tak terdata di Kalianyar mengingat di wilayah ini banyak rumah kontrakan atau kos-kosan. Gambar 2. Peta Kelurahan Kalianyar dan Lokasi RW 07. Sumber: https://openstreetmap. id/peta-kelurahan-kelurahan-di-jakarta-barat/. Diakses: 20 Oktober Wilayah Kelurahan Kalianyar meliputi kawasan seluas 0,32 Km2 atau sekitar 5,9 % dari wilayah keseluruhan Kecamatan Tambora yang memiliki wilayah seluas 5,40 Km2. Di seluruh wilayah Kecamatan Tambora sendiri. Kelurahan Kalianyar merupakan kelurahan dengan wilayah tersempit ke dua setelah Kelurahan Tambora. Kelurahan Kalianyar, yang terbagi dalam 9 RW, 11 RT dihuni 603 KK, 29. 728 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata 0,77% per tahun. Dengan kepadatan 900 jiwa/ Km2. Kalianyar merupakan kelurahan terpadat di Kecamatan Tambora yang Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. memiliki rata-rata kepadatan penduduk 50. 277 jiwa/ Km2 (BPSJakBar, 2. Dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Kelurahan Kalianyar memiliki permasalahan yang juga merupakan tipikal permasalahan permukiman padat pada umumnya. Kawasan ini dapat dikatakan belum memenuhi persyaratan minimal pelayanan prasarana dan sarana lingkungan, kesehatan, maupun ketanguhannya terhadap bencana, khususnya berupa ruang komunal. Keterbatasan PSU dan kepadatan penduduk yang tinggi maka termasuk memiliki Indeks Kerawanan Prasarana Fisik tinggi yang berakibat rawan terhadap bencana. Apalagi pertumbuhan penduduk Kecamatan Tambora bertambah pesat dengan banyaknya pendatang sebagai warga baru yang bertempat tinggal tidak tetap sehingga memiliki sense of belonging yang rendah dan berakibat pada tingkat partisipasi dalam pengelolaan permukiman sangat rendah. Hal itu terlihat pada kondisi ruang terbuka di wilayah Kelurahan Kalianyar yang secara kuantitas sangat terbatas, masih ditambah dengan ketidakpedulian warga dalam memanfaatkan dan merawatnya. Ruang terbuka yang ada, sebagian besar berupa jalan atau gang diantara rumah tinggal yang seharusnya menjadi ruang sirkulasi dan kegiatan publik, namun sebagian penduduk juga meletakkan barang-barang pribadi di area tersebut. Kondisi itu menyebabkan ruang terbuka tersebut semakin tidak dapat digunakanuntuk keperluan komunal. Interaksi sosial semakin terbatas, dan lebih banyak dilakukan di dalam rumah atau balai warga yang juga relatif sempit. Gambar 3. Kondisi ruang komunal di Kelurahan Kalianyar sebelum penataan Sumber: Dokumentasi Tim Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat diidentifikasi beberapa permasalahan di wilayah Kelurahan Kalianyar. Pertama, permasalahan kependudukan dimana jumlah penduduk Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. yang masuk lebih besar dibanding yang keluar. Bertambahannya warga pendatang baru yang tidak tinggal secara menetap dan kurang memiliki sense of belonging terhadap lingkungan permukimannya, yang berakibat pada rendahnya tingkat partisipasi dalam pengelolaan lingkungan Kedua, keterbatasan ruang sebagai sarana berkumpul warga dan tempat bermain akan berakibat pada berkurangnya interaksi sosial bagi warga sehingga mengurangi kebersamaan antar warga atau kohesi sosial. Keempat, keterbatasan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) di dalam permukiman berkepadatan tinggi akan menyebabkan tingginya Indeks Kerawanan Prasarana Fisik terhadap bencana kebakaran. Kelima, masyarakat belum mendapatkan edukasi yang memadai tentang Covid 19 tentang pencegahan, bahaya, cara penularannya, sehingga pada bulan Juni 2021 Kelurahan Kalianyar termasuk zona merah. Selain permasalahan diatas. Kelurahan Kalianyar sebenaarnya memliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ruang komunal. Pada tahun 2017 Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta membangun saluran drainase yang cukup besar untuk mengatasi permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Tambora. Saluran selebar 2 sampai 3 meter tersebut diatasnya ditutup dengan beton, sehingga terbentuk jalur beton melintasi beberapa wilayah di kelurahan Kalianyar, khususnya RW 007. Jalur tersebut memiliki potensi untuk dapat dimanfaatkan sebagai ruang sirkulasi sekaligus sebagai ruang publik. Meskipun demikian, karena tidak dikelola dengan baik, jalur tersebut juga dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan pribadi, antara lain sebagai tempat cuci, garasi motor, gudang barang-barang tak terpakai, dan sebagainya. Gambar 4. Peta Lokasi Program Percontohan di RT 01. RW 07. Kelurahan Kalianyar. Sumber: jakartasatu. Pendekatan Pemecahan Masalah Dengan kondisi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Kelurahan Kalianyar membutuhkan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakter masyarakat dalam berinteraksi. Seperti telah diuraikan pada bagian terdahulu, diperlukan pemahaman mengenai kondisi setempat untuk dapat membangun strategi penanggulangan yang mencerminkan karakter wilayah setempat dan konteks daruratnya untuk dintegrasikan dengan standar protokol kesehatan. Selain itu upaya pelibatan Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. masyarakat dalam pengelolaan atau penyelenggaraan ruanag komunal perlu pula memperhatikan karakteristik mekanisme swadaya dan self-organization di kawasan setempat. Peran serta masyarakat dengan prinsip prinsip dasar demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel dan desentraliasi menjadi penting. Dalam hal ini penekanan khususnya adap pada upaya mewujudkan perubahan perilaku masyarakat yang sejalan dengan menciptakan lingkungan hunian yang Peran pembangunan berbasis masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan antara Meningkatkan kapasitas lokal melalui program pelatihan/transfer tekonologi. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mengenai program-program yang dibutuhkan dan bersifat krusial kepada pemerintah Program dalam kegiatan penataan ruang komunal idealnya meliputi: a Merencanakan pemanfaatan ruang komunal sesuai dengan kebutuhan masyarakat namun tetap mengikuti asas dan ketentuan pembatasan jarak fisik. a Penyediaan sarana sanitasi individu dan a Menyiapkan elemen ruang komunal yang diperlukan untuk kegiatan interaksi sosial namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan. a Mengedukasi masyarakat terkait kesiapan bermukim di wilayah yang rawan penyebaran penyakit, termasuk Covid 19. a Mempersiapkan strategi kolaborasi masyarakat untuk untuk berpartisipasi dalam mengoptimalkan penataan ruang komunal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan partisipatory. Hal itu sejalan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang menekankan perlunya partisipasi masyarakat dalam setiap proses perencanaan, pembangunan, pemanfaatan, dan pengendalian lingkungan permukiman. Kegiatan PKM ini merupakan kegiatan Rencana Tindak Masyarakat atau Community Action Plan (CAP). Kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat setempat dalam mengorganisasikan diri untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan lingkungan tangguh bencana. dimulai dari Small Group Discussion antara pelaksana PKM dengan pimpinan dan pejabat Kelurahan Kalianyar untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi permasalahan. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Penetapan RW 07 sebagai kawasan percontohan sebagai lanjutan dari program terdahulu. Koordinasi dengan pengurus RW 07 untuk mengkoordinasikan wakil masyarakat yang akan terlibat secara daring. proses pembentukan kelompok masyarakat atau model kelembagaan komunitas untuk meningkatkan kapasitas masayarat dalam partisiparory planning, konsultasi dan pendampingan perencanaan dan perancangan fasilitas lingkungan tangguh bencana, identifikasi harapan, kebutuhan, dan masalah secara daring. konsultasi dan pendampingan penyusunan usulan program dari komunitas skala RW. Penyampaian program kepada pimpinan Kelurahan terkait untuk tindak lanjutnya Program Kerja PKM Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Tim FTSP Universitas Trisakti berupa pendampingan dan percontohan penataan ruang publik yang dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul warga berinteraksi sosial dan tempat bermain anak sekaligus sebagai tempat edukasi anak dan warga. Kegiatan akan difokuskan di RW 07. Kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora. Jakarta Barat. Terkait tujuan dan luaran PKM yang diharapkan tersebut, maka rencana kerja PKM dengan model CAP meliputi: Merencanakan dan membangun ruang publik yang dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul warga berinteraksi sosial dan tempat bermain anak sekaligus sebagai tempat edukasi anak dan warga dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, dengan melibatkan warga setempat dalam semua proses dan tahapannya, mulai dari identifikasi/pemilihan lokasi ruang publik yang disepakati, penjaringan aspirasi dan kebutuhan, hingga kegiatan penataan fisik ruang publik. Melalui pembangunan ruang publik dengan melibatkan warga maka diharapkan akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan sense of belonging dan meningkatkan rasa kebersamaan atau kohesi sosial. Melalui pembangunan ruang publik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang covid 19 terkait bahaya virus covid 19, pencegahan, dan cara penularannya sehingga akan meminimalisir lonjakan kasus covid di lingkungan permukimannya Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Dengan adanya ruang publik yang diciptakan bersama, warga memiliki sarana interaksi sosial dan meningkatkan sense of belonging mereka sehingga kohesi sosial lingkungan permukiman tersebut akan meningkat. Program tersebut juga diharapkan akan membentuk perilaku komunal yang bertanggung jawab melalui mekanisme self-organization dalam pengelolaan prasrana dan sarana secara partisipatif di keseluruhan kawasan permukiman. Selain itu, penyelenggaraan PKM ini dapat menjadi forum belajar bagi masyarakat dan Pemda setempat dalam penyelenggaraan permukiman yang layak huni secara partisipatif dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Metoda yang digunakan adalah konsultasi, dan pendampingan dengan percontohan. Pelaksanaan kegiatan PKM Penataan Ruang Publik Berbasis Partisipasi Masyarakat dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Kalianyar. Kecamatan Tambora, dengan melibatkan masyarakat, tokoh Masyarakat, pengurus Kelurahan, pengurus RW, dan RT setempat. Sedangkan lokasi Program percontohan ruang komunal dilaksanakan di RT 01 wilayah RW 07 Kelurahan Kalianyar, dengan memanfaatkan ruang diatas saluran drainase yang melintasi permukiman warga. Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saluran tersebut kemudian ditutup dengan beton, sebagai bagian dari program CAP tahun 2018-2019, sehingga diatas saluran tersebut menjadi ruang terbuka berupa koridor yang juga digunakan sebagai akses pejalan kaki. Namun karena tidak dikelola dan dirawat dengan baik, ruang tersebut akhirnya banyak digunakan oleh penduduk untuk meletakkan barangbarang pribadi, bahkan menjadi tempat kegiatan pribadi seperti mencuci piring dan pakaian, menjemur pakaian, dan sebagainya. Terkait tujuan dan luaran PKM yang diharapkan tersebut, maka metode pelaksanaan PKM menggunakan model Community Action Plan (CAP), yang dilakukan dalam beberapa tahap sebagai Tahap 1: Analisis Situasi Analisis situasi dimulai dari Small Group Discussion antara pelaksana PKM dengan pimpinan dan pejabat Kelurahan Kalianyar untuk menganalisis situasi dan mengidentifikasi permasalahan. SGD dilakukan di Kantor Kelurahan Kalianyar. Dalam SGD ini ditetapkan Jalur beton diatas saluran dranase di wilayah RW 07 sebagai kawasan percontohan yang juga merupakan lanjutan dari program sebelumnya. Tahap 2: Koordinasi masyarakat sasaran Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Berikutnya dilakukan koordinasi dengan pengurus RW 07 untuk pembentukan kelompok masyarakat atau model kelembagaan komunitas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam partisiparory planning. Koordinasi dilakukan secara daring dan luring di Kantor RW 07 untuk mengkoordinasikan wakil masyarakat yang akan terlibat dan Tahap 3: Survei Lapangan Survei dan observasi lapangan dilakukan untuk mengetahui secara lebih detail kondisi fisik beserta dimensi ruang yang akan dijadikan percontohan untuk dapat menentukan penataan dan desain yang tepat. Hasil survey disampaikan kepada pimpinan Kelurahan terkait untuk tindak lanjutnya. Tahap 3: Konsultasi dan pendampingan Konsultasi dan pendampingan dilakukan dalam bentuk Rembug warga, untuk menjaring dan mengidentifikasi harapan masyarakat sasaran, kebutuhan, dan masalah perencanaan di lapangan. Dalam rembug warga tersebut sekaligus dilakukan pembuatan rancangan Tahap 4: Pengembangan desain penataan Desain ruang komunal dikembangkan berdasarkan hasil rembug warga, dengan mempertimbangkan harapan, kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam menciptakan atau membangun sarana fisik serta pengelolaannya. Desain dituangkan dalam bentuk visal atau gambar denah, tampak, potongan dan perspektif yang mudah dan komunikatif. Tahap 5: Pembangunan Fisik Pembangunan fisik dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan warga setempat sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan masing-masing. Tim PKM Usakti berperan sebagai pengarah dan pengawas pelaksanaan pembangunan fisik. Tahap 6: Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan selama proses pembangunan fisik agar hasilnya sesuai dengan harapan dan kondisi lapangan. Evaluasi dilaksanakan setelah pembangunan fisisk selesai dan ruang digunakan oleh masyarakat setempat Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. HASIL KEGIATAN Analisis Situasi dan Evaluasi Hasil Kegiatan PKM Sebelumnya Program Pengabdian Kepada Masyarakat Semester Genap 2021-2022 ini merupakan kelanjutan Program Pengabdian Masyarakat Tahun Akademik 2020-2021 berupa penyediaan ruang publik atau ruang komunal bagi masyarakat di permukiman padat penduduk. Pada Program PKM Tahun Akademik 2020-2021 tersebut telah direncanakan dan dibangun sebuah ruang publik berskala lokal atau ruang komunal yang multi guna dengan mempertimbangan persyaratan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, serta aspek sosial-budaya dan kondisi fisik lingkungan permukiman. Kondisi lingkungan permukiman di RW 07 Kelurahan Kalianyar yang padat menjadikannya memiliki resiko yang cukup tinggi untuk terjadinya penyebaran virus Covid Masyarakat cenderung memiliki kesadaran yang relatif rendah terhadap resiko penularan, khususnya saat berinteraksi dengan orang lain. Kurang tersedianya ruang komunal yang layak, membuat masyarakat melakukan interaksi di rumah-rumah atau gang-gang yang sempit. Oleh karena itu, prioritas program PKM tahun 2020-2021 adalah dengan percontohan penataan ruang komunal sebagai sarana interaksi sosial yang relatif lebih aman, sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat mengenai protokol kesehatan. Program percontohan ruang komunal dilaksanakan di RT 01 wilayah RW 07 Kelurahan Kalianyar, dengan memanfaatkan ruang diatas saluran drainase yang melintasi permukiman warga. Oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saluran tersebut kemudian ditutup dengan beton, sebagai bagian dari program CAP tahun 2018-2019, sehingga diatas saluran tersebut menjadi ruang terbuka berupa koridor yang juga digunakan sebagai akses pejalan kaki. Namun karena tidak dikelola dan dirawat dengan baik, ruang tersebut akhirnya banyak digunakan oleh penduduk untuk meletakkan barang-barang pribadi, bahkan menjadi tempat kegiatan pribadi seperti mencuci piring dan pakaian, menjemur pakaian, dan sebagainya. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 5. Kondisi koridor diatas saluran sebelum dan sesudah dilakukan program PKM pada tahun ajaran 2020/2021 Pada kegiatan PKM tahun 2020-2021, koridor tersebut ditata dengan fungsi sebagai ruang bermain untuk anak-anak dan ruang sosial untuk orang dewasa. Material yang digunakan adalah material daur ulang ramah lingkungan berupa pemanfaatan limbah Laboratorium pengujian beton FTSP Usakti. Untuk penerapan protokol kesehatan, dirancang penempatan tempat cuci tangan di dekat pintu masuk dan penataan posisi tempat duduk single seat yang berjarak 1 meter. Dengan tujuan untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan ruang komunal, yang dirasakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, maka program PKM kali ini mencakup kegiatan monitoring dan evaluasi pemanfaatan serta pengelolaan ruang komunal secara partisipatif . leh pelaksana PKM Usakti bersama-sama masyarakat setempa. , mengidentifikasi permasalahan yang ada selama proses pemanfaatan ruang, dan merumuskan pemecahan masalah secara partisipatif. Berdasarkan hasil evaluasi ruang komunal yang telah dirancang sebelumnya, ruang yang dirancang telah dimaanfaatkan sebagai sarana kegiatan bersama oleh berbagai kelompok Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan informal seperti anak-anak dan remaja bermain dan belajar, tempat mengobrol para ibu dan bapak-bapak, hingga kegiatan yang lebih formal seperti arisan ibu-ibu. Rapat warga setempat. Dari berbagai kebutuhan kegiatan tersebut, warga membutuhkan adanya penutup atap ruang komunal tersebut agar kegiatan dapat dilakukan sepanjang waktu dan dalam cuaca apapun. Ditambah bahwa pada saat ini, situasi pandemi sudah mulai mereda, sehingga kebutuhan untuk social distancing tidak menjadi prioritas lagi. Meskipun demikian, tetap harus dipertimbangkan untuk mempertahankan perilaku menjaga kebersihan. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Koordinasi Pelaksanaan Program PKM Semester Genap 2021-2022 Berdasarkan evaluasi terhadap hasil program PKM tahun sebelumnya serta evaluasi kemanfaatan hasil PKM tersebut, maka dilakukan koordinasi dengan warga yang terdiri dari pengurus RW 07. Para Ketua RT, dan perwakilan warga. Koordinasi melalui rembug warga dilakukan beberapa kali secara daring dan luring di Kantor RW 07 dengan tujuan: Evaluasi pemanfaatan, pemeliharaan dan permasalahan ruang komunal yang sudah Partisipasi masyarakat dan pemerintah setempat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan ruang komunal Menjaring aspirasi dan masukan warga bagi peningkatan fungsi ruang komunal Menetapkan pembentukan kelompok masyarakat atau model kelembagaan komunitas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam partisiparory planning. Berdasarkan rembug warga, disepakati untuk merumuskan program lanjutan pendampingan pembangunan percontohan ruang komunal pada lokasi yang sama, dengan memperbaiki desain yang sudah ada. Hasil masukan masyarakat digunakan sebagai bahan koordinasi internal Tim PKM dalam menyusun desain yang baru. Bentuk kelembagaan Kelompok Masyarakat akan dibentuk sesuai dengan program pembangunan atau PKM berupa Pokja yang diisi oleh para kader RT atau RW. Pokja ini akan secara intensif berkomunikasi dengan tim PKM Usakti dan memobilisasi warga untuk berpartisipasi pada pelaksanaan program pembangunan dan menjaga keberlanjutan Sesuai dengan permasalahannya maka tim PKM dari Usakti akan bersifat multidisiplin. Permasalahan pemanfaatan yang diidentifikasi mencakup: a Ruang yang ada belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum adanya atap naungan dan pencahayaan untuk bisa digunakan di malam hari a Kebutuhan untuk ruang baca bagi anak-anak a Kebutuhan pintu pagar di ujung koridor untuk menjaga keamanan ruang komunal Adapun beberapa kesepakatan penyelesaian yang dicapai antara lain: Perlu melengkapi pembangunan ruang publik sesuai rencana yang layak huni. A Pemagaran kawasan sisi utara untuk mengurangi kerawanan lingkungan permukiman terhadap pencurian A Pemeliharaan Ruang Publik akan dilakukan oleh warga setempat melalui organisasi masyarakat yang ada. Bentuk kelembagaan Kelompok Masyarakat akan dibentuk Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. sesuai dengan program pembangunan atau PKM berupa Pokja yang diisi oleh para kader RT atau RW. Pokja ini akan secara intensif berkomunikasi dengan tim PKM Usakti dan memobilisasi warga untuk berpartisipasi pada pelaksanaan program Sesuai permasalahannya maka tim PKM dari Usakti akan bersifat multidisiplin. Gambar 6. Koordinasi dan rembug warga secara daring dan luring sebagai tahap awal pelaksanaan PKM Konsultasi dan pendampingan Konsultasi dan pendampingan dalam bentuk rembug warga dilakukan secara daring dan Tahap pertama, rembug warga daring untuk menjaring kebutuhan dan harapan warga sebagai dasar untuk pembuatan rancangan awal. Selanjutnya, gambar rancangan awal disosialisasikan dalam rembug warga secara luring di lokasi. Rembug warga dihadiri oleh Lurah Kalianyar. Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kalianyar. Ketua RW 07, para Ketua RT di lingkup RW 07, dan Tim PKM FTSP Usakti. Dalam rembug warga tersebut sekaligus dilakukan pengembangan rancangan awal, serta kemungkinan kontribusi masyarakat, berupa keterlibatan dalaam proses pembangunan. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 7. Gambar rancangan awal hasil rembug warga tahap pertama Gambar 8. Poster rancangan awal disampaikan pada warga Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 9. Kegiatan rembug warga tahap kedua Pengembangan desain penataan Desain ruang komunal dikembangkan berdasarkan hasil rembug warga, dengan mempertimbangkan harapan, kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam menciptakan atau membangun sarana fisik serta pengelolaannya. Dari rembug warga disepakati hal-hal sebagai berikut: Menyederhanakan rancangan kanopi dengan pertimbangan keterbatasan biaya. Kanopi disepakati menggunakan struktur baja ringan, dengan penutup atap asbes. Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Memprioritaskan pembangunan kanopi pada semester genap 2021-2022, dan akan melanjutkan pembuatan mural serta kelengkapan ruang publik lainnya pada tahun A Pelaksanaan pembuatan kanopi sebagai proyek percontohan diserahkan kepada tenaga profesional sehubungan dengan tidak tersedianya SDM lokal yang memiliki keahlian yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil identifikasi masalah, harapan dan kebutuhan untuk pengembangan ruang komunal agar lebih bermanfaat, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan merancang naungan berupa konstruksi atap transparan satu arah, agar tetap memungkinkan adanya penghawaan dan pencahayaan alami. Material yang disarankan adalah konstruksi baja ringan dan bahan penutup atap polikarbonat atau uPVC bening. Selain itu, untuk menciptakan suasana ruang yang lebih menarik dan edukatif, dirancang adanya pola mural dinding dengan tema alam atau tema edukatif Sedangkan untuk denah, tidak ada perubahan yang signifikan dari desain yang sebelumnya, hanya penambahan rak untuk penyimpanan buku bacaan. Gambar 10. Gambar Rancangan Proyek Percontohan Ruang Komunal dengan Kanopi Pembangunan Fisik Pembangunan fisik dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan warga setempat sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan masing-masing. Tim PKM Usakti berperan sebagai Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. pengarah dan pengawas pelaksanaan pembangunan fisik. Pelaksanaan pembangunan kanopi dilakukan oleh tukang profesional karena masyarakat tidak memiliki sumber daya dengan ketrampilan mengerjakan struktur baja ringan. Gambar 11. Kegiatan pembangunan Kanopi Monitoring dan Evaluasi Monitoring dilakukan selama proses pembangunan fisik agar hasilnya sesuai dengan harapan dan kondisi lapangan. Dari hasil Monitoring dan evaluasi program percontohan sebelumnya, dapat diidentifikasi adanya manfaat, dampak dan permasalahan dalam penggunaan ruang komunal tersebut. Manfaat ruang komunal yang sudah dibangun antara lain banyak digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan arisan ibu-ibu, ruang bermain anak-anak, tempat mengaji dan belajar, serta tempat pertemuan warga Dampak positifnya adalah masyarakat lebih memiliki sense of belonging atas ruang komunal yang dibuat, sehingga tumbuh kesadaran akan pemeliharaan lingkungan dan menciptakan ikatan sosial yang lebih kuat, serta munculnya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan nilai manfaat ruang komunal dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan diri masyarakat, baik secara individu maupun kelompok Keterlibatan Masyarakat Dalam Penataan Ruang Publik di Permukiman Padat Hartanti. Gandarum. Prabowo. Murwonugroho. Afandi. Khoirunisa E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 82-102 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. KESIMPULAN Keterlibatan masyarakat dan mekanisme pengorganisasian diri memainkan peran penting dalam memengaruhi efektivitas pengelolaan ruang komunal untuk mencegah degradasi kohesi Upaya pelibatan masyarakat dalam pengelolaan atau penyelenggaraan ruang komunal perlu pula memperhatikan karakteristik mekanisme swadaya dan self-organization di kawasan setempat. Peran serta masyarakat dengan prinsip prinsip dasar demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabel dan desentraliasi menjadi penting. Dalam hal ini penekanan khususnya pada upaya mewujudkan perubahan perilaku masyarakat yang sejalan dengan menciptakan lingkungan hunian yang kondusif. Peran pembangunan berbasis masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan antara lain dapat meningkatkan kapasitas local melalui program pelatihan/transfer tekonologi, dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi mengenai program-program yang dibutuhkan dan bersifat krusial kepada pemerintah. Dalam hal ini, salah satunya adalah melalui pemberian pemahaman, pengetahuan serta percontohan penyediaan ruang komunal yang memenuhi protokol kesehatan, serta perilaku komunal yang bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan bersama melalui mekanisme self-organization dalam pengelolaan prasrana dan sarana secara partisipatif di keseluruhan kawasan permukiman. DAFTAR PUSTAKA