Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 e-ISSN: 2621-7104 Received: 28 January 2022 Accepted: 25 September 2023 https://doi. org/10. 28932/jis. Analisis Social Media Influencer dan Followers dalam Mendorong Ikatan Emosional dan Niat Pengadopsian Perubahan Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Analysis of Social Media Influencers and Followers in Encouraging Emotional Attachment and Intention to Adopt Social Change Behavior during the Covid-19 Pandemic Bena Apeles Deru Parayow1. Nonie Magdalena1* Program Studi Sarjana Manajemen. Universitas Kristen Maranatha. Bandung. Indonesia *Penulis korespondensi: Nonie Magdalena, nie_maranatha@yahoo. Abstrak Perilaku masyarakat perlu mendapatkan perhatian pemerintah agar mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Jika pemerintah ingin adanya perubahan perilaku masyarakat maka pemerintah perlu mendorong niat pengadopsian perubahan perilaku dari masyarakatnya. Niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan dan ikatan emosional antara masyarakat dan pemerintah. Pemerintah perlu berupaya membangun ikatan emosional dengan menggunakan salah satu media komunikasi yang saat ini sedang banyak digunakan oleh masyarakat yaitu media sosial. Influencer merupakan sumber pesan yang perlu disesuaikan dengan pesan yang akan disampaikan melalui media sosial agar terjadinya pemenuhan kebutuhan masyarakat sehingga berdampak pada ikatan emosional masyarakat dan Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh karakteristik Social Media Influencer (SMI) pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dan keterikatan emosional. Jenis penelitian menggunakan explanatory research dengan variabel independen . arakteristik SMI), variabel mediasi . emenuhan kebutuhan dan keterikatan emosiona. , serta variabel dependen . iat pengadopsian perubahan perilaku masyaraka. Variabel karakteristik SMI terdiri dari: inspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, dan expertise. Variabel pemenuhan kebutuhan terdiri dari: ideality need fulfillment, relatedness need fulfillment, dan competence need fulfillment. 366 responden dari masyarakat Indonesia usia produktif yang pernah melihat kampanye penanganan Covid-19 . M) di media sosial sebagai sampel penelitian ini. Data diolah dan dianalisis menggunakan regresi mediasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh karakteristik SMI pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dan ikatan emosianal antara SMI dan followers. Secara rinci, penjabaran pengaruh karakteristik SMI pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dan ikatan emosional yaitu: similarity adalah karakteristik yang paling memengaruhi sebesar 4. Selanjutnya diikuti oleh expertise . 04%), informativeness . 00%), enjoyability . 61%), inspiration . 06%), dan visual aesthetics . 02%). Kata kunci: pemenuhan kebutuhan, ikatan emosional, social media influencer, niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat How to Cite: Parayow. and Magdalena. AoAnalisis social media influencer dan followers dalam mendorong ikatan emosional dan niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19Ao. Journal Integrated System, 6. , 125Ae143. Available https://doi. org/10. 28932/jis. A 2023 Journal of Integrated System. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers Abstract Social behavior needs to get the government's attention in order to achieve sustainable social If the government wants social change behavior, the government needs to encourage the intention to adopt social change behavior. The intention to adopt social change behavior is influenced by the fulfillment needs and emotional attachment between social and government. The government needs to try to build emotional attachment by using one of the communication media that is currently being widely used by the public, namely social media. Influencers are a source of messages that need to be tailored to the messages that will be conveyed through social media so that social needs are fulfilled so that they have an impact on the emotional attachment of social and This study aims to examine and analyze the influence of Social Media Influencer (SMI) characteristics on the intention to adopt social change behavior through fulfillment needs and emotional attachment. This type of research uses explanatory research with independent variables . haracteristics of SMI), mediating variables . ulfillment needs and emotional attachmen. , and dependent variables . ntentions to adopt social change behavio. SMI's characteristic variables consist of inspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, and expertise. Variables fulfillment needs consist of: ideality need fulfillment, relatedness need fulfillment, and competence need fulfillment. 366 respondents from productive age Indonesians who have seen campaigns for handling Covid-19 . M) on social media as samples of this study. Data is processed and analyzed using mediation regression. The results of the study indicate that there is an effect of SMI's characteristics on the intention to adopt social change behavior through fullfillment need and emotional attachment between SMI and followers. In detail, the influence of SMI's characteristics on the intention to adopt social change behavior through fullfillment needs and emotional attachment, namely: similarity is the most influencing characteristic at 4. Then followed by expertise . 04%), informativeness . 00%), enjoyability . 61%), inspiration . 06%), and visual aesthetics . 02%). Keywords: fulfillment needs, emotional attachment, social media influencer, intention to adopt social change behavior Pendahuluan Pemerintah perlu memperhatikan masyarakat demi kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah perlu menekankan pada keberlanjutan masyarakat di suatu negara (Talan et al. , 2. Masyarakat memegang peranan penting untuk mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat berkelanjutan. Bagian dari masyarakat yang menjadi perhatian para peneliti sosial adalah perilaku masyarakat. Perilaku masyarakat akan memberikan dampak bagi setiap perubahan yang terjadi di suatu negara (Mulyanti dan Fachrurozi, 2. Salah satu dampak dari perubahan perilaku masyarakat adalah munculnya teknologi-teknologi baru dan inovasi (Budijarto, 2. Penelitian yang berkaitan dengan perilaku masyarakat masih perlu mendapatkan dukungan dari para peneliti sosial. Salah satu yang membentuk perilaku adalah faktor internal dari individu tersebut (Mahyarni, 2. Faktor internal merupakan keinginan yang muncul dari emosi seseorang. Begitu juga perilaku masyarakat terbentuk dari emosi yang berupa niat masyarakat untuk melakukan suatu tindakan. Niat merupakan keinginan untuk melakukan suatu hal atau perilaku tertentu (Kwahk dan Lee, 2. Salah satu faktor yang memengaruhi niat masyarakat untuk melakukan perilaku tertentu adalah keterikatan antara masyarakat dan pemerintah. Keterikatan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dan ikatan emosional, serta pemenuhan kebutuhan dipengaruhi oleh kesesuaian informasi yang disampaikan oleh sumber pesan dengan karakteristik dari sumber pesan tersebut sehingga informasi dapat menjadi pengetahuan bagi penerima pesan sebelum melakukan tindakan tertentu (Ki et al. , 2. Sebagai contoh, ketika Chriselle Lim yang merupakan influencer mode dan gaya hidup yang sama sekali tidak tertarik pada mobil ketika diminta untuk mempromosikan produk Volvo dikecam oleh para followers Volvo karena Chriselle Lim tidak ahli dalam bidang otomotif (Curalate, 2. Hal ini menjelaskan bahwa Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers jika pengirim pesan tidak ahli atau tidak memiliki pengetahuan pada bidang tertentu, maka tidak dapat mempengaruhi niat untuk melakukan tindakan tertentu. Jika informasi yang disampaikan oleh sumber pesan dapat dipercaya dan dapat memenuhi kebutuhan penerima pesan maka akan menimbulkan rasa keterikatan penerima pesan dengan sumber pesan dan akhirnya berdampak pada niat untuk melakukan tindakan sesuai dengan pesan yang Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berhubungan dengan faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat untuk berniat melakukan tindakan tertentu terutama faktor-faktor yang menekankan pada keterikatan masyarakat dan pemerintah sebagai pengirim dan penerima pesan. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan Social Media Influencer (SMI) sebagai human brand baru yang dapat memberikan hasil pemasaran lebih positif dengan cara memenuhi kebutuhan dari followers. Penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat attachment mechanism dari SMI sebagai human brand dalam mempengaruhi pemenuhan kebutuhan . ulfillment need. followers (Ki et al. Adapun maksud dari attachment mechanism adalah followers akan meningkatkan rasa keterikatan emosional . kepada human brand jika karakteristik influencer dapat memenuhi kebutuhan intrinsik dari followers . ullfilment need. Lebih dalam lagi menjelaskan bahwa attachment yang terbentuk antara human brand dan followers dapat mentransfer perasaan-perasaan positif yang efektif dari human brand pada produk atau merek yang dipromosikan oleh human brand tersebut kepada pengikutnya . ttachment transfe. Human brands dan pengikutnya dapat menciptakan hubungan yang kuat sehingga berdampak pada loyalitas karena timbulnya fulfillment needs (Djafarova, 2018. Thomson, 2. Rasa keterikatan . yang kuat antara influencer dan followers berdasarkan hubungan yang berkomitmen. Hal ini dapat diciptakan oleh influencer, terutama saat karakteristik influencer dapat memenuhi kebutuhan psikologis intrinsik dari followers. Saat ini, perkembangan teknologi semakin meningkat sehingga strategi influencer marketing sebagai human brand di platform marketing digital semakin berkembang. SMI merupakan human brand baru yang sesuai untuk target followers di platform marketing digital yaitu media sosial (Ki et al. , 2. SMI adalah pengguna media sosial yang berpengaruh dari platform media sosial yang digunakannya, memiliki kemampuan untuk mempengaruhi sejumlah besar pengguna platform berdasarkan pendapat dan perilakunya (Zhang et al. , 2. SMI salah satu cara yang efektif dan efisien dalam menjalankan kegiatan pemasaran (Ki et al. , 2. SMI merupakan bagian dari influencer marketing yang dapat memberikan manfaat sangat signifikan untuk berkolaborasi dengan target pasar dari perusahaan. Jika SMI dan followers memiliki ikatan emosional . maka strategi influencer marketing ini akan lebih efektif dan efisien. Kepercayaan yang timbul dari keterikatan antara followers dengan influencer di media sosial dapat menimbulkan niat pengadopsian pada merek, dan strategi tersebut tidak diragukan lagi akan terus mendapatkan daya tarik (Campbell dan Farrell, 2. Adanya hubungan dan kepercayaan yang kuat antara influencer di media sosial dengan pengikutnya, membuat influencer marketing menjadi startegi pemasaran yang efektif. Fenomena SMI semakin marak digunakan dan menjadikan influencer sebagai opsi yang sangat diminati oleh pemasar dan pebisnis dalam meningkatkan brand awareness dan meningkatkan penjualan toko-toko online di media sosial (Ryu dan Park, 2. Literasi lain juga mengatakan bahwa fenomena penting dan terkini dalam pemasaran ritel adalah penggunaan media sosial, khususnya kemitraan perusahaan dengan influencer untuk menarik minat konsumen untuk membeli barang dan jasa serta mengarahkan konsumen ke toko online. Penelitian influencer marketing lebih banyak dilakukan pada penelitian retail (Ki et al. , 2. sehingga hal ini menjadi perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini, peneliti ingin menganalisis attachment mechanism bukan pada perilaku Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers konsumen retail namun lebih pada perilaku di masyarakat. Objek penelitian ini adalah masyarakat Indonesia usia produktif yang pernah melihat kampanye penanganan Covid-19 . M) di media sosial. Wabah virus Covid-19 pada awalnya, dilaporkan terjadi pada Tahun 2019 akhir di China tepatnya di Kota Wuhan (Susilo, et al. , 2. Virus ini menyebar dengan sangat cepat dan meluas sampai ke seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia. Indonesia sebagai negara yang menyumbang kasus sebanyak 4. 705, berada di posis ke-14 penyumbang kasus Covid-19 di dunia (Rahajeng, 2. Penyebaran virus Covid-19 yang sangat cepat dan luas berdampak pada jumlah kematian yang meningkat di Indonesia (Agiesta. Chaterine, 2021. Purba, 2020. Roy, 2. Dampak penyebaran virus Covid-19 pada akhirnya menimbulkan kepanikan dan kecemasan bagi masyarakat Indonesia sehingga menyebabkan panic buying. Panic buying yaitu merupakan perilaku seseorang melakukan pembelian atas kebutuhannya dan melakukan penimbunan dalam jumlah banyak saat terjadi situasi darurat (Taylor, 2. Panic buying ini terjadi karena terbitnya kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk berada di rumah dan pusat perbelanjaan diharuskan untuk tutup dalam waktu sementara. Masyarakat menjadi panik mengenai bagaimana cara memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terutama bagaimana cara memenuhi kebutuhan pangan jika pusat perbelanjaan tutup. Peralatan-peralatan seperti masker, hand sanitizer, mi instan, sabun cuci tangan juga kebutuhan dasar lainnya diborong dan habis terjual, penjualan alat-alat tersebut naik 10-15% karena masyarakat memilih untuk berdiam diri di rumah (BBC, 2. Selain itu, kecemasan masyarakat untuk keluar dan melakukan aktivitas di luar rumah juga muncul akibat dari penyebaran virus ini. Pemerintah Indonesia berusaha menyusun strategi yang sedemikian rupa agar keadaan tetap kondusif dan mengurangi kecemasan dari masyarakat melalui berbagi kebijakan dan programprogram penanganan Covid-19. Beberapa cara dan langkah diatur sedemikian rupa oleh pemerintah juga untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus Covid-19 ini. Membuat peraturan seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang dikenal dengan AuPPKMAy oleh masyarakat, melakukan pembatasan perjalanan domestik dan luar negri, strategi physical distancing dan penggunaan masker, screening dan tracking. Kampanye 5M (Mencuci tangan. Memakai masker. Menjaga jarak. Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilita. juga telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi global yang terjadi akibat virus Covid-19. Berbagai kebijakan dan program tersebut berdampak pada perubahan perilaku dan pola hidup masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat akibat Covid-19, disebut sebagai new normal. Istilah new normal yang digunakan oleh pemerintah, mengindikasikan bahwa terdapat perubahan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Kenormalan baru ini disebutkan oleh Ginting . bahwa adanya perubahan yang terjadi di dunia dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan fisik dan mental. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat akibat Covid-19 ini terlihat pada menjadikan teknologi sebagai media utama dalam bekerja bukan hanya sebagai media pendukung. Fenomena perubahan perilaku akibat Covid-19 ini, sebagai contoh dapat dilihat saat keluar dari rumah masyarakat menggunakan masker untuk melakukan pencegahan tersebarnya infeksi dari Covid-19 ke dirinya (Shaw, et al. , 2. Perubahan lainnya adalah bagaimana orang-orang beraktivitas sehari-hari berubah menjadi secara daring menggunakan media online (Zoom. MS Teams, dst. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbu. dalam menanggapi penyebaran Covid-19 dengan membuat kebijakan belajar secara daring dari rumah (Kemendikbud, 2. Segala aktivitas secara online membuat media komunikasi mengalami peningkatan. Platform media komunikasi yang mengalami peningkatan adalah media sosial. Sekitar tiga miliar orang di seluruh dunia sekarang sudah menggunakan media sosial, bahkan setiap bulan, 90 persen di antaranya mengakses platform pilihan di perangkat seluler (Chahal, 2016. Kemp, 2. Menurut survei yang dilakukan oleh Group Chief Economist mengenai penggunaan teknologi Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers pada masa pandemi, 87% orang mengatakan penggunaan alat digital terutama untuk berselancar di media sosial meningkat (Sebayang, 2. Media sosial adalah sebuah media yang secara daring digunakan oleh para users untuk berkomunikasi dan bersosialisasi (Setiadi. Menurut survei yang dilakukan oleh Jakpat pada Tahun 2021. Youtube. Facebook. Instagram. TikTok. Twitter. Pinterest. LinkedIn, dan Snapchat merupakan delapan media sosial yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia pada Tahun 2021. Dengan demikian, pemanfaatan SMI oleh pemerintah sebagai juru kampanye untuk menciptakan perubahan perilaku masyarakat semasa pandemi Covid-19 menarik perhatian peneliti untuk menganalisis lebih lanjut tentang bagaimana SMI sebagai human brand dapat menciptakan perubahan perilaku masyarakat. Berdasarkan berbagai fenomena tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah apakah karakteristik SMI . nspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, expertis. berpengaruh pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan . deality, relatedness, competenc. dan ikatan emosional? Karakteristik SMI sebagai variabel independen, pemenuhan kebutuhan dan keterikatan emosional sebagai variabel mediasi, dan serta niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat sebagai variabel dependen. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan model perubahan perilaku masyarakat melalui peranan karakteristik SMI, pemenuhan kebutuhan para followers, serta ikatan emosional antara SMI dan followers. Tinjauan Pustaka 1 Ikatan Emosional Niat Pengadopsian Perubahan Perilaku Masyarakat Penelitian ini menggunakan dasar teori attachment mechanism yang diadposi dari (Ki et al. Teori attachment mechanism menjelaskan bahwa SMI sebagai human brand memiliki ikatan emosional . yang kuat dengan followers sehingga dapat menciptakan hasil pemasaran yang positif . ttachment transfe. Penelitian ini menekankan pada perilaku masyarakat . ocial behavio. Perilaku masyarakat adalah kecenderungan bagaimana masyarakat bertingkah laku dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat (Selvyasari, 2. Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya (Koentjaraningrat, 2. Kegiatan saling berinteraksi ini dapat menjadi reaksi eksternal dari timbulnya perubahan perilaku masyarakat. Lebih lanjut dijelaskan dalam ilmu psikologi bahwa perilaku merupakan reaksi eksternal yang timbul terhadap lingkungannya (Doron dan Parot, 1. Niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat merupakan turunan dari attachment Definisi dari niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat adalah transfer makna positif untuk dipegang teguh dalam hubungan antara influencer dan followers (Ki et , 2. Berdasarkan teori attachment mechanism, attrachment transfer dipengaruhi oleh attrachment relationship . katan emosiona. Pendekatan attachment relationship, menjelaskan jika rasa keterikatan sewajarnya dapat mewujudkan suatu hubungan tertentu (Buist et al. , 2. Attachment ditandai dengan adanya rasa kasih sayang yang bertahan lama dan rasa dekat atau ikatan antara bayi dan pengasuh utama, yang mengacu pada perilaku berbasis biologis untuk melindungi anak dari bahaya dengan mempertahankan aksesibilitas atau kedekatan pengasuh (Bowlby, 1. Lebih lanjut, attachment sebagai adanya keterhubungan psikologis yang langgeng antar manusia (Bowlby, 1. Attachment juga didefinisikan sebagai hubungan idealitas pengikut, keterkaitan, dan pemenuhan kebutuhan kompetensi (Ki et al. , 2. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers 2 Pemenuhan Kebutuhan (Fulfillment Need. Penelitian ini lebih menekankan pada pemenuhan kebutuhan followers dari SMI. Pemenuhan kebutuhan terbagi menjadi 5 . kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan akan rasa cinta, kebutuhan akan rasa memiliki dan dimili, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri (Maslow, 1. Pada penelitian ini terdapat 3 . pemenuhan kebutuhan psikologis intrinsik individu yang terdiri dari (Deci dan Ryan, 2000. Huang et al. , 2015. Thomson, 2. : ideality yaitu merasa terikat dengan influencer karena presentasi diri mencerminkan diri ideal (Ki et al. , 2. merupakan keterikatan yang berhubungan dengan ciri-ciri pribadi influencer tentang kesamaan dengan ciri-ciri pribadi followers (Ki et al. , 2. dan competence merupakan kompetensi memenuhi kebutuhan followers melalui pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki oleh influencer (Ki et al. , 2. 3 Karakteristik Social Media Influencer (SMI) Influencer marketing merupakan upaya pemasaran menggunakan media sosial dengan memanfaatkan massa yang dimiliki oleh seorang influencer sehingga dapat menciptakan nilai lebih dari merek produk dan biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan brand endorser artis atau figur publik (Wilujeng dan Supangat, 2. Dalam strategi influencer marketing yang paling berperan adalah influencer. Influencer merupakan turunan dari teori human brand. Human brands dan pengikutnya dapat menciptakan hubungan yang kuat sehingga berdampak pada loyalitas karena timbulnya pemenuhan kebutuhan atau fulfillment needs (Djafarova, 2018. Thomson, 2. Tipe dari human brand adalah artis, atlit, politikus, selebritas, dan idol (Huang et al. , 2. Penelitian ini menggunakan tipe baru dari human brand yaitu SMI karena penelitian ini menekankan media sosial sebagai platform komunikasi pemasaran yang paling diminati oleh SMI dikatakan sebagai human brand baru karena menampilkan kualitas yang didorong oleh kepribadian dan keterampilan sebagai pemberi pengaruh pada merek (Ki et al. Saat perjalanan pengambilan keputusan konsumen semakin panjang dan semakin berantakan (Lindsey-Mullikin dan Borin, 2. , peranan SMI mempermudah keputusan pembelian dari konsumen karena SMI merupakan tolak ukur oleh followes dalam menentukan pembelian (Hariyanti dan Wirapraja, 2. Lebih lanjut. SMI merupakan figur yang memiliki jumlah pengikut yang banyak pada sosial media serta dapat melakukan komunikasi yang memengaruhi perilaku dari pengikutnya (Hariyanti dan Wirapraja, 2. Terdapat 6 . karakteristik diri SMI yang dapat memengaruhi followers yaitu: inspiration adalah influencer membuat pengikutnya tertarik dengan ide-ide baru, memperluas cakrawala, dan menginspirasi untuk menemukan sesuatu yang baru (Ki et al. , 2. visual aesthetics adalah influencer yang menampilkan keahlian dalam hal kecantikan, musik, pembuatan film (Ki et al. , 2. enjoyability adalah semakin lucu dan kocak influencer, atau semakin banyak influencer yang ditemukan memiliki selera dan preferensi yang sama dengan pengikutnya, semakin influencer memberikan rasa keintiman kepada pengikutnya dan memenuhi kebutuhan (Ki et al. , 2. similarity adalah kepribadian influencer menyenangkan dan mirip dengan followers (Ki et al. , 2. informativeness adalah kemampuan influencer untuk menghasilkan dan menyusun konten (Ki et al. , 2. dan expertise adalah kebutuhan kritis lain yang ingin dipenuhi pengikut dengan mengikuti influencer, dan bahwa pemenuhan kebutuhan kompetensi ini dengan sukses mengarah pada perasaan ikatan emosional yang kuat dengan influencer (Ki et al. , 2. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers 4 Pengembangan Hipotesis dan Hipotesis Jika persepsi followers tentang influencer sebagai pribadi yang menarik, autentik, dan relatable (Balanche et al. , 2. , maka dapat menjadi inspirasi tentang produk kecantikan sehingga konsumen percaya bahwa penggunaan produk dapat meningkatkan daya tarik (Kahle dan Homer, 1985. Kamins, 1. Followers dari influencer akan terinspirasi dengan hal-hal yang dilakukan dan dikatakan oleh influencer tersebut (Anjani dan Irwansyah, 2. H1: Terdapat pengaruh inspiration pada ideality need fulfillment. Influencer adalah individu non-celebrity yang mendapatkan popularitas di media sosial dengan memposting konten yang menarik secara visual . isalnya, foto dan vide. dan berinteraksi dengan pengguna lain . untuk menciptakan rasa keaslian dan persahabatan dengan kehidupan nyata (Argyris et al. , 2. H2: Terdapat pengaruh visual aesthetics pada ideality need fulfillment. Ketika seseorang mengharapkan influencer menjadi trendy, followers juga mengharapkan bahwa influencer lucu dan ramah, sehingga lebih mudah didekati oleh followers (Nazerali. Influencer yang lucu dan menyenangkan dapat membuat orang lain merasa senang untuk berhubungan dengannya (Ki et al. , 2. H3: Terdapat pengaruh enjoyability pada relatedness need fulfillment. Setiap orang menghargai kesesuaian dengan dirinya. Kesamaan adalah prediktor kuat untuk membangun koneksi secara online (Jensen et al. , 2. Rasa kesamaan seseorang dengan orang lain dapat mengurangi ketidakpastian suatu hubungan dan merangsang reaksi afektif positif terhadap orang lain, sehingga orang lebih memilih untuk mencari teman yang mirip dengan dirinya (Liu et al. , 2016. Nisbett dan Wilson, 1977. Sakib et al. , 2. H4: Terdapat pengaruh similarity pada relatedness need fulfillment. Konsumen merespon lebih baik terhadap iklan yang muncul dalam konten yang disukai (Coulter, 1. , konten yang dianggap informatif (Van Reijmersdal. Smit, dan Neijens, 2. , atau konten yang sesuai dengan suasana hati di sekitarnya (Lord. Burnkrant, dan Unnava. Teori adaptasi sosial memprediksi bahwa endorser akan dianggap sebagai sumber informasi yang efektif jika kepribadian endoser tampak sesuai dengan citra merek yang dipromosikan (Kamins, 1990. Mishra et al. , 2. H5: Terdapat pengaruh informativeness pada competence need fulfillment. Influencer menumbuhkan rasa keintiman di antara followers melalui berbagi pengalaman otentik dan langsung di bidang yang dianggap sebagai keahliannya (Cotter, 2. Konsumen sering mencari keahlian influencer untuk pertimbangan pembelian produk dengan keterlibatan tinggicsehingga pemasar yang ingin memanfaatkan endorser ahli harus melihat format yang lebih panjang yang memungkinkan lebih banyak informasi untuk disampaikan (Mudambi dan Schuff, 2. H6: Terdapat pengaruh expertise pada competence need fulfillment. Kesesuaian diri yang ideal penting bagi pemasar karena telah terbukti secara positif mempengaruhi tanggapan konsumen terkait merek (Hollenbeck dan Kaikati, 2. Influencer yang memiliki uniqe selling dan konsep diri yang ideal mendorong preferensi seseorang karena orang berusaha untuk meningkatkan perasaan harga dirinya dengan berusaha mencapai keadaan konsep diri yang diinginkan atau ideal (Rosenberg, 1. Konsumen menggunakan merek untuk mengekspresikan konsep dirinya, yaitu untuk mengekspresikan pemahaman kognitif dan afektif tentang siapa dan apa (Sirgy, 1. H7a: Terdapat pengaruh ideality need fulfillment pada ikatan emosional. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers Ketika seorang individu memiliki rasa keterkaitan dari pasanganya, hal tersebut dapat mengarah pada hubungan jangka panjang dengan keterikatan yang lebih besar (Patrick et al. Pemasar menggunakan pemasaran jenis influencer marketing daripada celebrity marketing untuk menarik rasa keterikatan konsumen berkolaborasi dengan SMI yang dianggap dapat memberikan rasa senang (Ki et al. , 2. H7b: Terdapat pengaruh relatedness need fulfillment pada ikatan emosional. Seorang influencer yang kompeten dalam bidang tertentu akan mempengaruhi ikatan antara influencer dengan followers (Curalate, 2. , dan jika influencer tersebut tidak kompeten pada bidang tertentu akan menciptakan pengaruh negatif dalam hubungan influencer dengan followers (Salzman, 2. Jika followers melihat adanya ketidakcocokan antara dirinya dengan influencer, secara kognitif terkait pada afiliasi yang tidak sesuai dan akibatnya menganggap influencer dan pesannya menjadi kurang kredibel dalam maksud memberikan pesan yang persuasif dan komersial (Koernig dan Boyd, 2. H7c: Terdapat pengaruh competence need fulfillment pada ikatan emosional. Influencer cenderung menumbuhkan ikatan yang kuat dengan followers, memicu persepsi keaslian, dan beberapa kasus menciptakan kekerabatan dan rasa kebersamaan (Campbell dan Farrell, 2. Peningkatan afiliasi antara influencer dan followers mendorong followers untuk terlibat dengan merek yang didukung oleh influencer (Argyris et al. , 2. Studi Nielsen dan Tapinfluence . menemukan bahwa konsumen yang terpengaruh pemasaran influencer membeli lebih banyak produk secara signifikan di setiap kesempatan pembelian daripada kelompok yang terpengaruh oleh pemasaran online secara tradisional. Influencer merupakan pihak ketiga yang secara signifikan membentuk keputusan pembelian pelanggan, dan pernah ikut serta bertanggung jawab untuk keputusan pembelian dari pelanggan (Brown dan Hayes. H8: Terdapat pengaruh ikatan emosional pada niat pengadopsian perilaku masyarakat. Influencer yang secara konsisten dalam mengunggah konten di Instagram, dan tanggap terhadap isu-isu terkini serta sangat inspiratif dalam memberikan memberikan pilihan-pilihan dalam berpakaian akan dapat mempengaruhi gaya berpakaian dari pengikutnya (Guinivenny. Influencer dapat meningkatkan sifat konsumtif dari followers karena adanya keterikatan dengan followers ataupun influencer tersebut menginspirasi followers (Maulan et , 2. H9: Terdapat pengaruh inspiration pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui ideality need fulfillment dan ikatan emosional. Pemilihan foto dan kata-kata yang akan di-posting di akun media sosialnya merupakan pesan yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh influencer kepada followers dan dapat mempengaruhi keputusan followers dalam memutusan suatu hal (Anjani dan Irwansyah. Apabila strategi influencer marketing ditingkatkan maka keputusan pembelian akan ikut meningkat, begitu pula apabila influencer marketing menurun maka akan ikut menurunkan keputusan pembelian juga. Maka perusahaan senantiasa harus selalu meningkatkan strategi pemasarannya menggunakan promosi influencer marketing seperti melakukan teknik mempengaruhi konsumen melalui tampilan visual di sosial medianya (Lengkawati dan Saputra, 2. H10: Terdapat pengaruh visual aesthetics pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui ideality need fulfillment dan ikatan emosional. Kepribadian yang menyenangkan dapat menjadi nilai tambah bagi seorang influecer yang membuat influencer tersebut disukai dan orang-orang akan mulai untuk mengikuti influencer tersebut karena memiliki kepribadian yang menyenangkan (Novitaria dan Rusdi, 2. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers H11: Terdapat pengaruh enjoyability pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui relatedness need fulfillment dan ikatan emosional. Similarity merupakan karakteristik yang terpenting dan sangat perlu diperhatikan oleh influencer dalam mempengaruhi keputusan dari pengikutnya (Khamis et al. , 1. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Ki et al. , 2. , juga mengatakan bahwa jika seorang influencer memiliki selera dan preferensi yang sama dengan pengikutnya, maka pengaruh yang diberikan influencer terhadap followers akan sangat besar. H12: Terdapat pengaruh similarity pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui relatedness need fulfillment dan ikatan emosional. Peranan dari influencer dalam mengkomunikasikan pesan melalui instagram dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk komunikasi massa dan mass-self communication, karena influencer memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengikutnya sehingga apa yang influencer sampaikan tersebut dapat sangat memengaruhi pengikutnya (Anjani dan Irwansyah, 2. Informasi yang diberikan oleh influencer di sosial media akan memberikan konsumen informasi yang lebih banyak tentang suatu produk yang dibutuhkan, dan jika informasi yang diberikan dirasakan positif maka hal tersebut akan menimbulkan ketertarikan dari followers terhadap produk tersebut (Pratama, 2. H13: Terdapat pengaruh informativeness pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui competence need fulfillment dan ikatan emosional. Hubungan kuat antara influencer dengan followers yang dibangun secara konsisten dapat memengaruhi keputusan pemilihan produk dari followers, apalagi jika influencer tersebut ahli dalam bidang tertentu (Maulana et al. , 2. Keahlian influencer dalam melakukan promosi merupakan hal yang penting. Influencer yang ahli dalam bidang tertentu dan mempunyai pengetahuan yang luas pada bidang tertentu dan melakukan review terhadap produk yang dibidangi maka kegiatan review tersebut dapat mempengaruhi pengikutnya (Girsang, 2. H14: Terdapat pengaruh expertise pada niat pengadopsian perilaku masyarakat melalui competence need fulfillment dan ikatan emosional. 5 Model Penelitian Gambar 1. Model Penelitian diadopsi dari Ki et al. dan dikembangkan oleh peneliti Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers Hasil dan Pembahasan 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan causal explanatory research untuk menguji dan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel yang satu dengan yang lain melalui pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Penelitian ini menggunakan 3 . kategori variabel yaitu: pertama, variabel independen yang terdiri dari: karakteristik SMI . nspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, expertis. Kedua, variabel mediasi yang terdiri dari: fulfillment needs . deality need fullfilment, relatedness need fulfillment, competece need fullfilme. dan ikatan emosional. Ketiga, variabel dependen yaitu niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat. 2 Poplasi dan Sampel Penelitian Sampel penelitian ini adalah masyarakat Indonesia usia produktif yang pernah melihat kampanye penanganan Covid-19 . M) di media sosial. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS, 2. , usia produktif memiliki usia 15-64 tahun. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 366 responden dan pernah melihat kampanye penanganan Covid-19 . M) di media sosial. 3 Prosedur Penelitian dan Pengolahan Data Penelitian ini menggunakan metode survei melalui kuesioner sebagai media pengumpulan Instrumen penelitian diadopsi dari (Ki et al. , 2. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert interval dengan skala 1 . angat tidak setuj. sampai dengan skala 5 . angat Terdapat 30 item pertanyaan sebagai indikator yang wajib dijawab oleh responden. Proses pengolahan data dilakukan dengan metode regresi mediasi. Sebelum melakukan proses pengolahan data, peneliti melakukan pengujian validitas dan reliabilitas untuk instrumen serta melakukan pengujian asumsi klasik untuk data. 4 Hasil dan Pembahasan 1 Profil Responden Kuesioner online dibagi menjadi 2 . Bagian pertama adalah untuk mengidentifikasi profil responden. Responden diklasifikasikan 4 . kategori usia yaitu: usia 15-23 tahun, 24-39 tahun, dan 40-55 tahun. Setelah itu, untuk mengidentifikasi apakah responden sesuai dengan objek penelitian . asyarakat Indonesi. , pada pertanyaan selanjutnya responden ditanya status kewarganegaraan apakah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA), data responden tidak akan digunakan jika responden merupakan WNA. Pada bagaian selanjutaya responden ditanyakan AuApakah Anda mempunyai akun media sosial?Ay. Jika AuYaAy responden akan melanjutkan ke item pertanyaan selanjutnya, responden harus memilih salah satu dari delapan media sosial (Youtube. Facebook. Instagram. TikTik. Twitter. Pinterest. LinkedIn, dan Snapcha. yang paling sering digunakan. Terakhir untuk mengetahui apakah karakteristik responden sesuai dengan kriteria, responden ditanyakan AuApakah Anda pernah mengetahui influencer dalam kampanye penanganan Covid19 . M)?Ay. Lalu AuJika "Ya", jenis influencer yang Anda ketahui dalam kampanye penanganan Covid-19 . M)?Ay. Apakah celebrity influencer atau non-celebrity influencer. Tabel 1. Karakteristik responden Karakteristik Responden Usia Status Kewarganegaraan Keterangan 15-23 tahun 24-39 tahun 40-55 tahun 56-64 tahun WNI WNA Jumlah Karakteristik Responden Media Sosial yang digunakan Keterangan Youtube Facebook Instagram Tiktok Twitter Linkedin Jumlah Sumber: Data olahan kuesioner dan program SPSS v25, 2021 Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers 2 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Penelitian ini menggunakan metode Confimatory Factor Analysis (CFA) untuk pengujian validitas. Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa seluruh indikator dikatakan valid atau akurat Seluruh indikator memiliki factor loading antara 0. 590 Ae 0. 867 > 0. 502, kecuali factor loading dari EX3 0. 489 < 0. ihat Tabel . Penelitian ini juga menggunakan cronbach alpha sebagai kriteria pengujian reliabilitas. Hasil pengujian untuk seluruh variabel dikatakan reliabel atau konsisten kecuali indikator SM1 karena kurang dari nilai cronbach alpha. Seluruh variabel memiliki nilai cronbach alpha antara 0. 751 - 0. 933 > 0. ihat Tabel . Indikator EX3 dan SM1 dikatakan tidak valid dan tidak reliabel sehingga tidak diikutsertakan dalam pengolahan untuk pengujian hipotesis. Tabel 2. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas Variabel Inspiration (IS) Visual Aesthetics (VA) Enjoyability (EN) Similarity (SM) Informative-ness (IV) Expertise (EX) Ideality Need Fullfilment (INF) Relatedness Need Fullfilment (RNF) Competence Need Fullfilment (CNF) Ikatan Emosional (AA) Niat Pengadopsian Perubahan Perilaku Masyarakat (AT) Indikator Influencer membuat saya penasaran dengan ide-ide baru (IS. Influencer memperluas pandangan saya (IS. Influencer menginspirasi saya untuk menemukan sesuatu yang baru (IS. Konten influencer bagus (VA. Konten influencer menarik (VA. Konten influencer sangat menarik secara kasat mata (VA. Influencer ini lucu (EN. Influencer ini membuat saya tertawa terbahak-bahak . angat luc. (EN. Influencer agak mirip dengan saya (SM. Influencer ini memiliki selera dan keinginan seperti saya (SM. Influencer ini memiliki banyak kesamaan dengan saya (SM. Saya menggunakan konten influencer ini sebagai sumber informasi (IV. Konten influencer ini informatif (IV. Ketika melihat konten influencer ini, dia adalah seorang yang ahli (EX. Ketika melihat konten influencer ini, dia memiliki keterampilan (EX. Ketika melihat konten influencer ini, dia berpengetahuan luas (EX. Influencer membuat saya merasa seperti cerminandari yang saya inginkan . iri ideal say. (INF. Influencer ini membuat saya merasa dekat dengan apa yang penting bagi saya dalam hidup (INF. Influencer ini membuat saya merasa seperti orang yang saya inginkan (INF. Influencer ini membuat saya merasa sangat dekat dengannya (RNF. Influencer ini memberikan saya rasa kedekatan (RNF. Influencer ini membuat saya merasa terampil (CNF. Influencer ini membuat saya merasa sempurna (CNF. Influencer ini membuat saya merasa mampu dan efektif (CNF. Influencer ini menjadi bagian dari diri saya (AA. Saya merasa dekat secara pribadi dengan inluencer ini (AA. Saya merasa terikat secara emosional dengan influencer ini (AA. Saya akan berniat mengadopsi perubahan perilaku yang disarankan oleh influencer ini dalam Kampanye Penanganan Covid-19 . M) (AT. Factor Loading Cronbach Alpha Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers Tabel 3. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas . Indikator Factor Loading Cronbach Alpha Saya akan berniat mencoba perubahan perilaku yang disarankan oleh influencer ini dalam Kampanye Penanganan Covid-19 . M) (AT. Variabel Sumber: Data olahan kuesioner dan program SPSS v25, 2021 3 Hasil Pengujian Normalitas Penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov untuk pengujian normalitas. Hasil pengujian normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena memiliki nilai sig. 200 > 0. ihat Tabel . Hal ini berarti pengujian pengaruh variabel karakteristik SMI, pemenuhan kebutuhan, dan ikatan emosional pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat memiliki data yang berdistribusi normal. Tabel 4. Hasil uji normalitas Null Hypothesis The distribution of Unstandardized Residual is normal with mean Ae0. 000 and standard deviation 0. Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sumber: Data olahan kuesioner dan program SPSS v25, 2021 Sig. Decision Retain the null 4 Hasil Pengujian Multikolinearitas dan Heterokedastisitas Variabel penelitian ini terdiri dari karakteristik SMI sebagai variabel independen, pemenuhan kebutuhan dan keterikatan emosional sebagai variabel mediasi, serta niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat sebagai variabel dependen. Pengujian multikolinearitas dapat diukur dengan menggunakan nilai Tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF). Hasil pengujian multikolinearitas menunjukkan bahwa penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas karena setiap variabel independen memiliki nilai tolerance antara 0. 667 > 0. 10 dan memiliki nilai VIF antara 1. 374 < 10 . ihat Tabel . Penelitian ini menggunakan metode Glejser untuk pengujian heterokedastisitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa data terbebas dari heterokedastisitas karena nilai sig setiap variabel independen antara 0. 859 > 0. ihat Tabel . Tabel 5. Hasil pengujian multikolinearitas dan heterokedastisitas Collinearity Statistic Tolerance VIF Inspiration Visual Aesthetic Enjoyability Similiarity Informativeness Expertise Ideality Need Fulfillment Relatedness Need Fulfillment Competence Need Fulfillment Ikatan Emosioanl Sumber: Data olahan kuesioner dan program SPSS v25, 2021 Variabel Sig. 5 Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian ini menggunakan metode regresi mediasi untuk menguji hipotesis dengan pengujian t-test. Kriteria pengujian hipotesis diterima jika nilai sig O 0. 05 artinya terdapat pengaruh antar Sedangkan kriteria pengujian hipotesis ditolak jika nilai sig > 0. 05 artinya tidak terdapat pengaruh antar variabel. Model persamaan regresi untuk pengaruh langsung variabel independen pada variabel dependen dapat dijabarkan sebagai berikut: Ideality Need Fulfillment = a 0. 347 Inspiration e (H. Ideality Need Fulfillment = a 0. 339 Visual Aesthetics e (H. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers Relatedness Need Fulfillment = a 0. 234 Enjoyability e (H. Relatedness Need Fulfillment = a 0. 422 Similarity e (H. Competence Need Fulfillment = a 0. 272 Informativeness e (H. Competence Need Fulfillment = a 0. 367 Expertise e (H. Ikatan Emosional = a 0. 176 Ideality Need Fulfillment e (H7. Ikatan Emosional = a 0. 330 Relatedness Need Fulfillment e (H7. Ikatan Emosional = a 0. 326 Competence Need Fulfillment e (H7. Niat Pengadopsian perubahan perilaku = a 0. 338 Ikatan Emosional e (H. Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada Tabel 5 dan hasil menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima karena memiliki nilai sig < 0. H1: =0. = 0. H2: =0. = 0. secara signifikan mempengaruhi Ideality Need Fulfillment. Selanjutnya. Enjoyability H3: =0. = 0. dan Similarity H4: =0. = 0. menunjukkan bahwa secara signifikan mempengaruhi Relatedness Need Fulfillment. Informativeness H5: =0. = 0. dan Expertise H6: =0. = 0. juga menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada Competence Need Fulfillment. Selanjutnya. Ideality Need Fulfillment H7a: =0. = 0. Relatedness Need Fulfillment =0. = 0. dan Competence Need Fulfillment =0. = 0. terlihat secara signifikan mempengaruhi ikatan emosional. Terakhir, ikatan emosional H8: =0. = 0. secara signifikan mempengaruhi niat pengadopsian perubahan perilaku Tabel 5 mengenai pengujian mediasi (H9. H10. H11. H12. H13. memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung karakteristik SMI . nspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, expertis. pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui fulfillment . deality, relatedness, dan competenc. dan ikatan Model persamaan jalur untuk pengaruh tidak langsung karakteristik SMI pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui need fulfilment dan ikatan emosional sebagai berikut: INF = a 0. 347 IS e AA = a 0. 176 INF e AT = a 0. 338 AA e ISIe INF IeAAIe AT AT = 0. 347*0. 176*0. INF = a 0. 339 VA e AA = a 0. 176 INF e AT = a 0. 338 AA e VA Ie INF Ie AA Ie AT AT = 0. 339 *0. 176*0. RNF = a 0. 234 EN e AA = a 0. 330 RNF e AT = a 0. 338 AA e ENIe RNF Ie AA Ie AT AT = 0. 234*0. 330 *0. RNF = a 0. 422 SM e AA = a 0. 330 RNF e AT = a 0. 338 AA e SMIe RNF Ie AA Ie AT AT = 0. 422*0. 330*0. (H. (H. (H. (H. Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 CNF = a 0. 272 IF e AA = a 0. 326 CNF e AT = a 0. 338 AA e IF Ie CNF Ie AA Ie AT AT = 0. 272*0. 326 *0. CNF = a 0. 367 EX e AA = a 0. 326 CNF e AT = a 0. 338 AA e EX Ie CNF Ie AA Ie AT AT = 0. 367*0. 326 *0. Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers (H. (H. Tabel 6. Uji hipotesis Hipotesis Structural Path H1 Inspiration Ie Ideality Need Fulfillment H2 Visual Aesthetics Ie Ideality Need Fulfillment H3 Enjoyability Ie Relatedness Need Fulfillment H4 Similarity Ie Relatedness Need Fulfillment H5 Informativeness Ie Competence Need Fulfillment H6 Expertise Ie Competence Need Fulfillment H7a Ideality Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional H7b Relatedness Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional H7c Competence Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional H8 Ikatan Emosional Ie Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Inspiration Ie Ideality Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional Ie Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Visual Aesthetics Ie Ideality Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional H10 Ie Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Enjoyability Ie Relatedness Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional H11 Ie Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku SimilarityIe Relatedness Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional Ie H12 Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Informativeness Ie Competence Need Fulfillment Ie Ikatan H13 Emosional Ie Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Expertise Ie Competence Need Fulfillment Ie Ikatan Emosional Ie H14 Niat Pengadopsian Perubahaan Perilaku Sumber: Data olahan kuesioner dan program SPSS v25, 2021 Beta (A) Sig. Hasil 6 Pembahasan Berdasarkan teori human brand, penelitian ini menarik perhatian pada hubungan antara SMI dan pengikutnya serta berfokus pada attachment mechanism (Ki et al. , 2. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara SMI dengan pengikutnya dalam menciptakan niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah dalam menggunakan social media influencer untuk melakukan kampanye dan berupaya mendoromg adanya niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat sebaiknya mengetahui karakteristik SMI yang sesuai dengan fulfillment needs dari masyarakat sehingga dapat terjadi ikatam emosional antara masyarakat sebagai followers dan influencer. Variabel karakteristik SMI melalui sudut pandang followers adalah inspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, expertise, dan informativeness dapat digunakan oleh penyusun kebijakan negara atau siapapun yang ingin melakukan kegiatan komunikasi sebagai dasar dalam memilih SMI yang tepat. Variabel-variabel karakteristik SMI secara signifikan berpengaruh tidak langsung pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat. Jika pemerintah melakukan kampanye sosial mengenai perubahan perilaku masyarakat maka Journal of Integrated System (JIS) Vol. 6 No. 2 December 2023: 125-143 Parayow. and Magdalena. Analisis Social Media Influencer dan Followers keenam karakteristik SMI perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi kampanye. Presentase pengaruh tidak langsung karakteristik SMI pada niat pengadopsian perubahan perilaku melalui fulfillment needs dan ikatan emosional dari yang terbesar sampai paling rendah sebagai berikut: similarity . 71%) memberikan pengaruh yang tebesar yang selanjutnya diikuti oleh expertise . 04%), informativeness . 00%), enjoyability . 61%), 06%), dan terakhir adalah visual aesthetics . 02%). Hasil pengujian pengaruh tidak langsung diperoleh dari hasil pengujian pengaruh langsung antar variabel. Secara rinci, pengaruh langsung antar variabel dapat dijabarkan sebagai berikut: pertama, adanya pengaruh langsung dari keenam karakteristik tersebut yang memengaruhi fulfillment needs . deality, relatedness, dan competenc. Pada masing-masing fulfillment needs, inspiration . 7%) lebih memberikan pengaruh terhadap ideality daripada visual aesthetics . 9%). Similarity . 2%) juga dilihat lebih memengaruhi relatedness dibandingkan dengan enjoyability . 4%). Terakhir, competence lebih dipengaruhi oleh expertise . 7%) dibandingkan dengan informativeness . 2%). Pengaruh paling besar dari keenam karakteristik ini terhadap fullfilment need jika diurutkan yang paling besar berasal dari similiarity yang diikuti oleh expertise, inspiration, visual aesthetics, informativeness, dan terakhir enjoyability . 4%). Kedua, adanya pengaruh langsung dari fullfilment needs yang memengaruhi ikatan emosional. Ideality mempengaruhi ikatan emosinal sebesar 17. 6%, lalu relatedness memengaruhi ikatan emosional sebesar 33%, dan competence memengaruhi ikatan emosional sebesar 32. Ketiga terdapat pengaruh langsung dari ikatan emosional pada niat pengadopsian perubahan perilaku sebesar 33. Kesimpulan Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh tidak langsung karakteristik SMI . nspiration, visual aesthetics, enjoyability, similarity, informativeness, expertis. pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat melalui fulfillment needs . deality, relatedness, competenc. dan ikatan emosional. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa karakteristik SMI yang berupa similarity berpengaruh paling besar pada niat pengadopsian perubahaan perilaku masyarakat melalui relatedness need fulfillment dan Ikatan Emosional. Penelitian ini hanya terbatas pada karakteristik SMI secara umum. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji perbedaan celebrity influencer dan non celebrity influencer. Penelitian ini juga hanya terbatas pada niat pengadopsian perubahan perilaku masyarakat. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji pada perubahan perilaku masyarakat . ocial change behavio. Daftar Pustaka