Vol. No. 1, 2022, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202221474 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2502-8103 (Prin. ISSN: 2477-8524 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Peningkatan keterampilan membaca memindai melalui strategi the power of two pada siswa Eti Sunarsih1. Masweni Masweni1*). Fitri Fitri1 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Singkawang. Kalimantan. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Received Jun 23 , 2022 Revised Aug 26th, 2022 Accepted Aug 24th, 2022 Keyword: Keterampilan membaca Memindai The power of two Penelitian ini dilakukan atas dasar rendahnya keterampilan siswa dalam kegiatan membaca. Hal tersebut terjadi karena minat belajar siswa yang masih dalam pembelajaran membaca dan siswa juga kesulitan dalam memahami materi dikarenakan metode yang digunakan guru masih konvensional. Penelitian ini difokuskan pada materi Membaca Memindai MelaluiStrategi The Power Of Two. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari kegiatan pembelajaran Membaca Memindai MelaluiStrategi The Power Of Two. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Rancangan penelitian berupa Penelitian Tindakan Kelas. Adapun tahapan dalam penelitian ini terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi dari hasil kegiatan pembelajaran. Perencanaan pada siklus 1 persentasenya mencapai 58,34% sedangkan pada siklus 2 meningkat lebih baik dari pada siklus 1 dan berlangsung dengan persentase 93,34%. Pelaksanaan pada siklus 1 persentasenya mencapai 57,36% sedangkan pada siklus 2 meningkat lebih baik dari pada siklus 1 dan berlangsung dengan persentase 69,85%%. Berdasarkan penelitian ini, maka disarankan agar guru khususnya guru bahasa Indonesia menggunakan model kooperatif tipe The Power Of Twountuk meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca teks A 2022 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Masweni. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Singkawang. Kalimantan. Indonesia Email: masweni35@gmail. Pendahuluan Bahasa sebagai alat komunikasi ini, dalam rangka memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi dengan sesama manusia. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan pikiran. Membaca memindai merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk membaca sebuah informasi secara cepat dan tepat tanpa harus Kegiatan dapatdilakukandenganbeberapalangkahyaitumenentukan kata apa yang akandicari, mencari Peningkatan keterampilan membaca memindai A halaman untuk mendapatkan kata kucinya, mempersempit wilayah pencarian, baca pindai halaman yang ditemukan apabila ditemukan kata kunci yang dimaksud. Membaca memindai atau disebut juga membaca scanning yaitu teknik membaca untuk memperoleh informasi tanpa membaca yang lain-lain dengan cepat dan tepat. Apabila siswa terampil dalam membaca memindai maka siswa akan lebih mudah dalam menemukan informasi yang ada dalam suatu kamus, buku telepon, ensiklopedia, danalin-lain. Keterampilan dalam membaca memindai ini tidak hanya digunakan dalam pelajaran bahasa Indonesia saja, tetapi dapat dimanfaatkan siswa dalam memahami pelajaran lainnya dan kehidupan seharihari. Alasan peneliti memilih materi membaca memindai adalah dikarekan materinya merupakan salah satu materi yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Selain itu membaca memindai juga memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari yaitu untuk menemukan topic tertentu, untuk memilih acara tertentu, untuk menemukan kata dalam memiliki banyak kisah yang menarik yang tidak hanya bermanfaat sebagai hiburan melainkan untuk memperoleh pendidikan yang lebih luas. Peneliti memilih SMP Negeri 5 Selakau karena di Sekolah tersebut belum pernah diadakan penelitian mengenai materi membaca memindai. Selain itu kemampuan membaca siswa sebelumnya masih rendah, minat belajar siswa masih rendah dalam pembelajaran membaca, dan siswa kesulitan dalam memahami materi. Data tersebut di ambil dari hasil nilai belajar siswa yang di lakukan oleh guru. Strategi Pembelajaran The Power Of Two dalam meningkatkan keterampilan membaca memindai hal ini dibuktikan dengan penelitian yang relevan, yang disusun oleh Rahmawati Hidayahdengan judul AuPeningkatan Aktivitas dan Keterampilan Membaca Pemahaman Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Metode Membaca Preview. Read. Review (P2R) dan Pembelajara Aktif The Power Of Two Pada Siswa Kelas V SDIT AL HASNA Tahun Pelajaran 2012/2013Ay. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa kegiatan guru dan aktivitas siswa dengan Strategi Pembelajaran The Power Of Two mengalami peningkatan yang signifikan dan berada pada kriteria sangat baik. Oleh karena itu. Strategi Pembelajaran The Power Of Two sudah terarah dan terencana secara efektif untuk meningkatkan intensitas keterlibatan siswa belajar secara aktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajar, dapat disimpulkan bahwa Strategi Pembelajaran The Power Of Two sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca. Oleh karena itu, untuk meraihprestasi yang maksimal dipengaruhi metode pengajaran yang efektif dan efisien. Selanjutnya pada materi Membaca memindai telah diteliti oleh Nurjanah dengan judul AuPeningkatan Pembelajaran Membaca Memindai Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check Pada Siswa Kelas Vi MTS Masdarul Ulum Ogan Hilir Tahun Ajaran 2016Ay. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa kegiatan guru dan aktivitas siswa dengan Strategi Pembelajaran Pair Check mengalami peningkatan yang cukup memuaskan. Setelah melampaui siklus I dan dibandingkan dengan siklus II hasil keterampilan membaca memindai padasiklus II teleh mengalami peningkatan dari siklus I dan sudah mencapai nilai rata-rata yang diharapkan. Dari hasil tes membaca memindai siklus II, siswa Mts Mas darul Ulum hamper mencapai ketuntasan belajar hingga 84,38% dan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 74,4. Metode Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Kualitatifini tidak didasarkan atas analisis statistik, data yang dikumpulkan adalah data deskriptif berupa uraian kata-kata lisan, tulisan serta prilaku subjek yang diamati dan pengumpulan datanya sangat bergantung pada proses pengamatan penulis (Zuldafrial dan Lahir, 2011:. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti sebagai intrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Sugiyono . Dengan demikian, dalam penelitian ini dapat Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Masweni. Vol. No. 1, 2022, pp. digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca memindai melalui Pembelajaran The Power Of Two pada siswa kelas VII C SMP Negeri 5 Selakau Strategi Hasil dan Pembahasan Setelah melakukan dua siklus Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan peneliti dan kolaborator Novita Nurindah Sari. Pd. ,M. terhadap kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two pada siswa kelas Vi C SMP Negeri 5 Selakau. Perencanaan pembelajaran yang telah disusun dari siklus 1 dan siklus 2 mengalami Perencanaan pembelajaran yang dibuat telah sesuai dengan kriteria penilaian. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 93,34 58,34 Siklus 1 Siklus 2 Sumber: Data olahan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh peneliti pada perencanaan Pembelajarankemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two siklus 1 dan 2 kelas Vi A SMP Negeri 5 Selakau. Diagram 1 Berdasarkan diagram di atas, diketahui bahwa dalam kegiatan perencanaan Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two pada siklus 1 mencapai 58,34% sedangkan siklus 2 mencapai 93,34% dengan demikian dapat dikatakan bahwa perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan yaitu 35%. Berdasarkan hasil peningkatan perencanaan tersebut maka hasil pembelajaran juga akan meningkat menjadil lebih baik. Kegiatan pelaksanaan Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two setiap siklusnya mengalami peningkatan. Siklus 1 mencapai 57,36% sedangkan pada siklus 2 mencapai 79,42%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran siklus kedua mengalami peningkatan yaitu 22,06%. Disimpulkan bahwa kategori pencapaian pelaksanaan pembelajaran meningkat menjadi lebih baik. 79,42 57,36 Siklus 1 Siklus 2 Sumber: Data olahan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh peneliti pada pelaksanaan Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two siklus 1 dan 2 kelas Vi A SMP Negeri 5 Selakau. Diagram 2 Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Peningkatan keterampilan membaca memindai A Berdasarkan Pembelajarankemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two mengalami peningkatan. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan sangat baik oleh guru bahasa Indonesia. Dampaknya bagi siswa adalah kemudahan dalam memahami materi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two Siklus 1 dan 2 Berdasarkan tabel 4. 5, dapat dilihat bahwa dengan Strategi Pembelajaran The Power Of Two dapat meningkatkan keterampilan siswa membaca memindai. Pada siklus 1 siswa yang tuntas sebanyak 14 siswa sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa. Adapun siswa yang mendapat nilai 77,78 sebanyak 14 siswa yaitu DL. EF. ET. GS. HAM. HEN. HG. HER. JUN. MIR. MUS. REN. RID dan RON. Siswa yang mendapat nilai 66,67 terdiri dari 8 siswa yaitu AR. ES. FL. JSP. JA. MR. NUR dan PH. Sedangkan siswa yang mendapat nilai 55,56 terdiri dari 6 siswa yaitu DT. DA. DD. FIT HH dan HK. Dapat pembelajarandenganstrategi aktif the power of twopadasiklus 1 baik. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata yang mencapai 69,85% dengan kriteria baik. Berdasarkan tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran The Power Of Two dapat meningkatkan keterampilan siswa membaca teks drama. Pada siklus 2 siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa sedangkan yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa. Adapun siswa yang mendapat nilai 88,89 terdiri dari 15 siswa terdiri dari AR. DL. EF. ET. FL. GS. HAM. HEN. HG. HER. JUN. MIR. MUS. NUR dan REN. Siswa yang mendapat nialai 86,66 sebanyak 2 siswa yaitu Jesika dan Tira. Siswa yang mendapat nilai 80 terdiri dari 1 siswa yaitu Hendri. Sedangkan Siswa yang mendapat nilai 77,78 terdiri dari 5 siswa yaitu DT. ES. FIT. RID dan RON. Siswa yang mendapatnilai 66,67 sebanyak 7 siswayaituDA. DD. HH. HK. JSP. JA dan PH. Sedangkansiswayanmendapatskor 44,45 sebanyak 1 siswayatiuMR. Disimpulkan bahwa hasil Pembelajarankemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two siklus 2 meningkat 15,31% hingga mencapai 86,42% dengan kriteria baik. Untuk lebih jelasnya peningkatan nilai siswa dari siklus 1 ke siklus 2 akan digambarkan dengan diagram berikut ini. Chart Title 69,85 Siklus 1 Siklus 2 Sumber: Data olahan di atas berdasarkan hasil yang diperoleh Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Twosiklus 1 dan 2 kelas Vi A SMP Negeri 5 Selakau. Gambar 3 Penilaian Sikap Siswa pada Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two Siklus 1 dan 2 Berdasarkan hasil pengamatan terhadap sikap siswa selama kegiatan Pembelajaran kemampuan Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two mengalami peningkatan disetiap siklusnya. Siklus I dengan persentase 70,54% (CukupBai. Siswa dengan skor 4 secara keseluruhan mencapai . ,54%), siswa dengan skor mencapai . ,04%), siswa dengan skor 2 mencapai . ,84%) dan siswa dengan skor 1 mencapai . ,84%), dengan demikian secara keseluruhan pada siklus I sebagian besar siswa cukup berminat dalam Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Masweni. Vol. No. 1, 2022, pp. mengikuti kegiatan pembelajaran Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two. Sedangkan pada siklus 2 meningkat 8,04% sehingga menjadi 78,58%. Siswa dengan skor 4 secara keseluruhan mencapai . ,84%), siswa dengan skor 3 mencapai . ,66%), siswa dengan skor 2 mencapai . ,8%) dan siswa dengan skor 1 mencapai . ,58%), dengan demikian secara keseluruhan pada siklus 2 sebagian besar siswa baik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran membaca memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan. Siswa lebih baik mengikuti pembelajaran membaca memindai. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase yang meningkat disetiap aspeknya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 78,58 70,54 Siklus 1 Siklus 2 Sumber : Data olahan di atas berdasarkan hasil sikap siswa selama proses kegiatan pembelajaran Membaca Membaca Memindai Melalui Strategi Pembelajaran The Power Of Two pada Siklus 1 dan 2 di kelas Vi A SMP Negeri 2 Selakau. Diagram 4 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran membaca memindai melalui strategi pembelajaran the power of two pada siswa kelas Vi C SMP Negeri 5 Selakau pada siklus 1 sudahcukup sedangkan siklus 2 sangat baik. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran membaca memindai melalui strategi pembelajaran the power of two pada siswa kelas Vi C SMP Negeri 5 Selakau pada siklus 1 pertemuan pertama meningkat pada siklus 2. Serta hasil pembelajaran membaca memindai melalui strategi pembelajaran the power of two pada siswa kelas Vi C SMP Negeri 5 Selakau meningkat sebanyak 931% darisiklus 1 kesiklus 2. Referensi