Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 3908/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Analisis Hubungan Antara Literasi Keuangan Dengan Kemampuan Matematis Debora Tri Oktarina Phety1. Yoana Nurul Asri2. Rahmi Mudia Alti3 1,2,3 Universitas Nurtanio Article Info Article history: Received 29 September 2022 Publish 18 November 2022 Keywords: Literasi keuangan. Kemampuan matematis Korelasi positif Info Artikel Article history: Received 29 September 2022 Publish 18 November 2022 Abstract This study aims to determine the relationship between financial literacy and students' mathematical abilities. Financial literacy is divided into 5 categories, namely general knowledge, financial management, credit management, savings and investment, and risk The category of understanding general knowledge about finance obtained results of 82%, financial management ability by 78%, credit management by 21%, savings and investment by 67%, and risk management by 42%. Of the five categories of financial literacy, only one category is classified as high understanding (>79%) namely general knowledge about finance. With an average understanding of 58% and classified as low to enough. Then from the 27 statement items, the test was carried out again through 20 statement items. After conducting a survey on the level of financial literacy, then a survey related to the mathematical ability of the respondents was carried out. The distribution of the questions consists of 20 questions which are divided into 11 types of From this math test, the overall score was relatively low. As many as 42% can answer correctly above the average (>. So that from the two test instruments, the results obtained a significant and positive correlation between financial literacy and mathematical ability. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi keuangan dengan kemampuan matematis mahasiswa. Literasi keuangan terbagi menjadi 5 katagori yakni pengetahuan umum, pengelolaan keuangan, manajemen pengkreditan, tabungan dan investasi, serta manajemen risiko. Katagori pemahaman pengetahuan umum mengenai keuangan diperoleh hasil sebesar 82%, kemampuan pengelolaan keuangan sebesar 78%, manajemen pengkreditan sebesar 21%, tabungan dan investasi sebesar 67%, dan manajemen risiko sebesar 42%. Dari kelima katagori literasi keuangan hanya satu katagori saja yang tergolong pemahaman yang tinggi (>79 %) yakni pada pengetahuan umum mengenai keuangan. Rata-rata pemahaman sebesar 58 % dengan katagori rendah menuju cukup. Kemudian dari ke-27 butir pernyataan itu di lakukan pengujian kembali melalui 20 butir pernyataan. Setelah dilakukan survei tingkat literasi keuangan, selanjutnya dilakukan survei yang berhubungan dengan kemampuan matematis Sebaran soal terdiri dari 20 butir soal yang tersebar ke dalam 11 jenis soal. Dari tes matematika ini pun secara keseluruhan diperoleh nilai yang relatif rendah. Sebanyak 42% dapat menjawab secara benar di atas rata-rata (>. Sehingga dari kedua instrumen test tersebut diperoleh hasil adanya korelasi yang signifikan dan positif antara literasi keuangan dengan kemampuan matematis. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons AtribusiBerbagiSerupa 4. 0 Internasional Corresponding Author: Debora Tri Oktarina Phety Fakultas Ekonomi. Universitas Nurtanio Email: deboraphety@unnur. PENDAHULUAN Era cashless society menggambarkan kehidupan bermasyarakat yang menggunakan uang elektronik atau digital. Kepraktisan dalam bertransaksi merupakan manfaat terbesar yang dirasakan oleh masyarakat dalam era ini. Namun faktanya, disisi lain timbul kerugian dalam era Salah satu kerugiannya ialah minimnya pengendalian diri dalam bertransaksi dan mengakibatkan gaya hidup masyarakat yang cenderung konsumtif . Kecenderungan ini akan mengakibatkan masyarakat secara dominan membeli barang yang tidak sesuai kebutuhan. Kesadaran akan dampak negatif inilah yang menimbulkan kebutuhan untuk memahami literasi keuangan sedini mungkin. 2676 | Analisis Hubungan Antara Literasi Keuangan Dengan Kemampuan Matematis (Debora Tri Oktarina Phet. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Literasi keuangan merupakan salah satu hal terpenting yang harus dikuasai setiap individu dewasa terutama dalam pengelolaan keuangan di masa depan. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup, dikhawatirkan mereka akan menggunakan uangnya untuk kegiatan konsumtif saja. Pengelolaan literasi keuangan dapat diajarkan sedini mungkin di bangku sekolah. Hal tersebut sangat penting dilakukan sebagai dasar untuk menentukan strategi terbaik dalam mengembangkannya, antara lain melalui kegiatan belajar matematika dengan mempelajari kemampuan matematis sehari-hari. Rendahnya tingkat literasi mengakibatkan tingkat kesejahteraan keluarga yang rendah pula karena literasi mempengaruhi keputusan ekonomi dan keuangan yang salah dari seorang individu . Lusardi . menemukan bahwa kemampuan berhitung dan matematis berpengaruh terhadap literasi keuangan seseorang dalam hal sosialisasi keuangan, kualitas pendidikan dan studi Kemampuan mengelola keuangan dan melek finansial berpengaruh pada kemampuan memahami angka. Sehingga kemampuan matematis seharusnya berkorelasi positif terhadap segala keputsan keuangan yang dilakukan seorang individu . METODE PENELITIAN Kedua tes yakni literasi keuangan dan kemampuan atematis diberikan kepada lima puluh mahasiswa dengan fakultas yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan variable usia, pendapatan, tingkat pendidikan, jenis kelamin, jurusan dan program studi, serta asal universitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode survei. Instrumen penelitian Penelitian ini menggunakan dua instrumen yang berbeda untuk mengukur literasi keuangan dan kemampuan matematis secara individu. Tes literasi keuangan terbagi menjadi lima katagori yakni pengetahuan umum, pengelolaan keuangan, manajemen pengkreditan, tabungan dan investasi, serta manajemen risiko. Selanjutnya dari ke-27 butir pernyataan itu di lakukan pengujian kembali melalui 20 butir pernyataan. Setelah dilakukan survei tingkat literasi keuangan, selanjutnya dilakukan survei yang berhubungan dengan kemampuan matematis Sebaran soal nya terdiri dari 20 butir soal yang tersebar ke dalam 11 jenis soal (Tabel . yang terdiri dari soal statistika, peluang, sistem bilangan real, sistem persamaan dan pertidaksamaan, himpunan, fungsi, aritmatika, matematika berpola, geometri, turunan dan integral, serta tes angka. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada penelitian ini dilakukan pengkatagorian ini berdasarkan pada tiga hal yakni, pemahaman tinggi jika jawaban responden > 79 % , pemahaman sedang jika jawaban nya 60 Ae 79%, dan pemahaman rendah jika < 60%. Pada katagori pengetahuan umum tentang keuangan diperoleh pemahaman sebanyak 82 %, pengelolaan keuangan sebesar 78%, manajemen pengkreditan sebesar 21%, tabungan dan investasi sebesar 67%, dan manajemen risiko sebesar 42%. Dengan rata-rata pemahaman sebesar 58 % dan tergolong rendah menuju Dari kelima katagori literasi keuangan hanya satu katagori saja yang tergolong tinggi yakni pada pengetahuan umum mengenai keuangan. Tabel 1. Katagori Tingkat Literasi Keuangan Katagori Tingkat Literasi Keuangan Tinggi Sedang Rendah Pengetahuan umum . %) mengenai keuangan Aa Pengelolaan . %) Aa Manajemen 2677 | Analisis Hubungan Antara Literasi Keuangan Dengan Kemampuan Matematis (Debora Tri Oktarina Phet. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Tabungan Manajemen risiko Pengkatagorian ini berdasarkan kepada 27 butir pernyataan yang didesain dalam bentuk pertanyaan seperti terlampir di bawah ini. Tabel 2 Tingkat Katagori Literasi Keuangan Tingkat Katagori Literasi Pernyataan Keuangan Likuiditas suatu aset Manfaat pengetahuan keuangan pribadi Pengetahuan tentang aset bersih Pengetahuan umum tentang Pengetahuan tentang pengeluaran dan pemasukan Pengetahuan tentang perencanaan keuangan Rasio pendapatan dan pengeluaran Pengelolaan keuangan Anggaran harian dan bulanan Perspektif dana darurat Aliran dana masuk dan keluar Paham akan jenis bunga . ix, cap, floatin. Proses pemberian kredit Manajemen pengkreditan Paham manajemen portopolio kredit Monitoring arus kas Kebjakan bank sentral Karakteristik deposito Pengetahuan tentang bunga kartu kredit Perhitungan mengenai bunga majemuk Pengetahuan tentang manfaat menabung Tabungan dan investasi Pengetahuan tentang jenis pinjaman Pengetahuan umum tentang asuransi Pengetahuan tentang premi asuransi Kelompok masyarakat pengguna jasa asuransi Pengetahuan tentang jenis asuransi Identifikasi risiko Manajemen risiko Analisis risiko Evaluasi risiko Monitoring dan evaluasi Kemudian dari ke-27 butir pernyataan itu di lakukan pengujian kembali melalui 20 butir Diperoleh hasil sebanyak 42% yang dapat menjawab benar di atas rata-rata (>. Tabel 3 Sebaran Soal Matematika Dasar Jenis Soal Jumlah soal Statistika Peluang Sistem bilangan real Persamaan dan pertidaksamaan Himpunan Fungsi Aritmatika Matematika berpola 2678 | Analisis Hubungan Antara Literasi Keuangan Dengan Kemampuan Matematis (Debora Tri Oktarina Phet. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Jenis Soal Geometri Turunan dan Integral Tes angka e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Jumlah soal Pembahasan Hasil-penelitian diatas menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan mahasiswa di perguruan tinggi yang berbeda cenderung sedang dan rendah rendah. Pemahaman yang masih rendah terdapat pada pemahaman mengenai kredit, pajak, pasar modal, kebijakan keuangan, dan asuransi. Utamanya pada jenis investasi jangka panjang. Hal ini dikarenakan mahasiswa banyak yang dipengaruhi oleh edukasi dini dari orangtuanya. Mereka memiliki sikap positif terhadap tabungan namun belum melek terhadap investasi lainnya apalagi yang bersifat jangka panjang. Selayaknya jika seseorang sudah memahami profil resikonya ataupun sudah menetapkan tujuan keuangannya baik jangka pendek atau panjang maka akan semakin melakukan perencanaan yang baik terhadap keputusan keuangannya. Perilaku keuangan dari survei literasi keuangan, didefinisikan sebagai proses bagaimana individu memahami dan bertindak berdasarkan pengetahuan keuangan sehingga dapat membuat keputusan investasi yang baik. Dalam penelitian ini, skala digunakan untuk mengukur perilaku keuangan, yang melibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan ataupun respon mereka mengenai asppek keuangan. Secara umum, responden memiliki pemahaman yang cukup seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. 1 di mana mereka memperoleh pemahaman sedang terhadap pengelolaan keuangan dan tanggapan mengenai tabungan dan Pemahaman yang tinggi berada pada katagori pemahaman umum tentang Namun hal ini berkebalikan dengan katagori manajemen pengkreditan dan resiko dimana hasilnya menunjukan pemahaman yang rendah. Hasil ini menunjukan bahwa responden belum memahami pengelolaan keuangannya secara menyeluruh. Responden cenderung untuk bersikap agresif dan tidak mempertimbangkan dampak negatif terhadap instrumen keuangan yang digunakan. Literasi keuangan telah mendapatkan isu penting seiring dengan tantangan keuangan dunia modern yang terus muncul. Kesiapan keuangan pada generasi muda wajib mendapat perhatian karena sangat penting dalam masa depan ekonomi . Pentingnya literasi keuangan sejak dini membuat mereka siap untuk mengambil keputusan keuangan dan menavigasi pasar keuangan yang semakin kompleks. Individu yang melek finansial memiliki kemampuan untuk membuat pilihan finansial berdasarkan informasi mengenai cara mengelola keuangan, investasi jangka pendek, menengah, dan panjang, meminjam, mengetahui profil resiko, dan lain sebagainya . Tujuan literasi keuangan yang baik bukan hanya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya saja, akan tetapi mengajarkan untuk pengambilan keputusan keuangan di masa depan, meningkatkan kesejahteraan keuangan, menumbuhkan perekonomian masyarakat bahkan negara secara global. Peningkatan pemahaman literasi keuangan yang diajarkan sedini mungkin dapat dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran matematia melalui pemahaman terhadap angka dan sikap positif terhadapnya. KESIMPULAN Penelitian ini memberi kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan berkorelasi positif antara literasi keuangan terhadap kemampuan matematis. Seorang individu yang pandai berhitung dan analisis matematisnya baik cenderung memiliki pemahaman yang baik pula terhadap literasi keuangan. Dari kelima katagori literasi keuangan hanya satu katagori saja yang tergolong pemahaman yang tinggi (>79 %) yakni pada pengetahuan umum mengenai keuangan. Rata-rata pemahaman sebesar 58 % dengan katagori rendah menuju cukup. Hasil kemampuan matematis diperoleh 42% yang dapat menjawab benar di atas rata-rata (>. 2679 | Analisis Hubungan Antara Literasi Keuangan Dengan Kemampuan Matematis (Debora Tri Oktarina Phet. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DAFTAR PUSTAKA