JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA http://jktp. com/jktp/index VOLUME 07 NOMOR 02 DESEMBER 2024 ISSN 2654 - 5756 ARTIKEL PENELITIAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA KEPERAWATAN WAMENA TENTANG HIV/AIDS: PENELITIAN DENGAN DESAIN PRETEST-POSTTEST PADA SATU KELOMPOK EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION ON NURSING STUDENTS' KNOWLEDGE ABOUT HIV/AIDS IN WAMENA: A ONE-GROUP PRETEST-POSTTEST DESIGN Rosdiana Tandiola1. Sethiana Dewi Ruben1. Marleona Sawamanay1. Suningsih Suabey1. Kristiyani Herda Rophi 2. Fitri Dia Muspitha2 Program Studi Diploma i Keperawatan Wamena. Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Wamena. Indonesia Program Studi Diploma i Keperawatan Jayapura. Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Wamena. Indonesia Abstrak Article history Received date: 22 Juli 2024 Revised date: 13 Desember 2024 Accepted date: 20 Desember 2024 *Corresponding author: Rosdiana Tandiola. Program Studi Diploma i Keperawatan Wamena. Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura. Wamena. Indonesia, rtandiola@gmail. Mayoritas penderita HIV/AIDS berada pada usia produktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan promosi kesehatan mengenai HIV/AIDS kepada remaja dan dewasa muda untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan penularan HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa Diploma i Keperawatan di Wamena. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester IV Program Studi D-i Keperawatan Wamena sebanyak 62 orang Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan mahasiswa sebesar 3,58 . = <0,. , dengan nilai effect size sebesar 0,78. Pendidikan kesehatan efektif digunakan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan. Selain itu, secara khusus pada institusi pendidikan keperawatan, program pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS harus terus dikembangkan agar pengetahuan mahasiswa terus meningkat dan dapat diaplikasikan dalam praktik klinik maupun komunitas. Kata Kunci: Efektivitas, pengetahuan, pendidikan kesehatan. HIV/AIDS, mahasiswa Abstract Copyright: A 2024 by the authors. This is an open access article distributed under the terms and conditions of the CC BY-SA. The majority of people living with HIV/AIDS are in their productive age. One of the efforts that can be made is providing health promotion about HIV/AIDS to adolescents and young adults to improve their knowledge and understanding of HIV transmission This study aimed to evaluate the effectiveness of health education in improving the knowledge of Diploma i Nursing students in Wamena. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The research sample consisted of 62 fourth-semester students in the Diploma i Nursing program in Wamena. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the average knowledge score of students by 3. < 0. with an effect size of 0. Health education was found to be effective in improving nursing students' knowledge. Furthermore, specifically in nursing education institutions, health education programs on HIV/AIDS should be continuously developed to enhance students' knowledge, which can be applied in clinical and community practice. Keywords: Effectiveness, knowledge, health education. HIV/AIDS, nursing students PENDAHULUAN Penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global dengan jumlah penderita terus meningkat secara Penyakit HIV/AIDS diperkirakan telah merenggut nyawa sebanyak 40,4 juta orang hingga saat ini dengan transmisi yang terjadi di semua negara di seluruh dunia. Data global melaporkan bahwa terus terjadi peningkatan infeksi baru. Pada akhir tahun 2022 diperkirakan pengidap HIV di dunia sebanyak 39,0 juta orang, dua pertiganya yaitu sebesar 25,6 juta berada di Wilayah Afrika (WHO, 2. AIDS Epidemic Model (AEM) memperkirakan bahwa pada tahun 2023, angka pengidap HIV di Indonesia sebanyak 515. 455 orang, angka ini menurun bila dibandingkan kasus pada tahun 2022, yaitu 526. 841 orang. Meskipun angka kejadian baru terinfeksi Rosdiana Tandiola. Sethiana Dewi Ruben. Marleona Sawamanay. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 97-103 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. HIV di Indonesia terus menurun, semua pihak perlu berkomitmen untuk mendorong upaya pencapaian program pengendalian HIV/AIDS tahun 2030 (Kementerian Kesehatan RI, 2. Kejadian infeksi HIV di Tanah Papua yang mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan kejadian dengan tingkat penyebaran rendah, dengan angka kejadian HIV pada kelompok umum sebesar 2,30 %. Prevalensi HIV di wilayah pegunungan Papua cenderung lebih tinggi yaitu 2,90% sedangkan di dataran rendah dan perkotaan berada di bawah 2,30% (Kemenkes RI, 2. Kasus HIV di Papua Pegunungan mencapai 8. 111 kasus. Tingginya angka ini menunjukkan bahwa penyakit HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan yang perlu ditangani untuk mencegah terjadinya peningkatan yang lebih tinggi. Salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah peningkatan pengetahuan pada masyarakat terkait penyakit HIV/AIDS melalui pemberian pendidikan kesehatan secara dini, khususnya kepada kaum remaja. Data menunjukkan bahwa setengah dari kasus baru HIV terjadi pada remaja berusia 15-24 tahun, yang mengakibatkan mereka juga terlibat dalam pandemi AIDS dan kelompok mahasiswa merupakan kelompok yang berisiko karena cenderung melakukan perilaku seksual yang tidak sehat (Kassie et al. , 2. Hal ini juga merupakan fenomena yang terjadi pada sebagian kaum remaja yang ada di Jayawijaya dengan pola kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti pergaulan bebas serta hubungan seksual di luar nikah. Mahasiswa adalah salah satu kelompok usia produktif yang sangat rentan tertular dikarenakan tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyakit HIV sehingga mudah terjerumus dalam perilaku berisiko yang menyebabkan penularan HIV (Wilandika, 2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian promosi kesehatan tentang HIV/AIDS pada kaum remaja untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan penularan HIV (Samodra et al. , 2. Pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual misalnya HIV dan AIDS (Sembiring, 2. Sebagian remaja belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Informasi yang peroleh biasanya didapatkan dari pergaulan teman atau media elektronik maupun cetak, yang biasanya masih kurang atau bahkan tidak akurat. Informasi yang salah dapat menyebabkan remaja terjerumus ke dalam pergaulan yang salah dan dapat menyebabkan terjadinya penularan HIV/AIDS (Syam, 2. Mahasiswa keperawatan sebagai kelompok usia remaja yang memiliki pengaruh besar dalam memegang tongkat penerus mengenai masalah kesehatan dalam masyarakat, salah satunya HIV/AIDS. Mahasiswa keperawatan memiliki resiko berhubungan langsung dengan pasien baik saat praktik klinik di rumah sakit maupun komunitas, sehingga apabila pengetahuan yang dimiliki masih kurang maka akan beresiko besar tertular penyakit (Agung Nugroho, 2. Perawat memiliki peran besar dalam penanggulangan HIV/AIDS yaitu sebagai pemberi perawatan . , peran perawat juga sebagai pendidik, yaitu melakukan konseling tentang HIV/AIDS (Idea et al. , 2. Perawat harus meningkatkan pengetahuan terlebih dahulu untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari penularan HIV/AIDS (Takahepis, 2. Pendidikan kesehatan memiliki peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap tindakan pencegahan penyakit HIV-AIDS. Kesadaran dan pengetahuan HIV-AIDS yang baik serta sikap positif sangat penting untuk mencegah penularan HIV-AIDS (Zhang et al. , 2. Beberapa hasil penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan tentang penyakit HIV/AIDS cukup efektif dan efisien serta memberikan pengaruh untuk meningkatkan pengetahuan remaja (Anggereni et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rahman et al. juga menemukan adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS, serta dapat mencegah munculnya perilaku berisiko terkait HIV/AIDS sehingga dapat mengurangi peningkatan penularan dan munculnya kasus baru di masyarakat, terutama di kalangan remaja (Chaeraty Syam et al. , 2. Namun, pengukuran pengetahuan dan pemberian pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS pada remaja di wilayah Papua Pegunungan belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan mahasiswa keperawatan. Dengan adanya pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS yang dilakukan pada mahasiswa keperawatan Wamena, diharapkan pengetahuan mereka meningkat, sehingga mampu mencegah perilaku berisiko yang terkait HIV/AIDS dan mengurangi penularan serta kasus baru di masyarakat, terutama di kalangan remaja. METODE Desain penelitian Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design, yaitu untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang HIV/AIDS di Program Studi Diploma i Keperawatan Wamena. Penggunaan metode eksperimen semu karena keterbatasan jumlah populasi dan juga penelitian ini hanya bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang HIV/AIDS. Penelitian ini dilaksanakan di program studi Diploma i Keperawatan Wamena pada bulan Februari 2024. Rosdiana Tandiola. Sethiana Dewi Ruben. Marleona Sawamanay. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 97-103 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. Sampel Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester IV pada Program Studi Diploma i Keperawatan Wamena, sebanyak 62 orang. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat II/semester IV Program Studi Diploma i Keperawatan di Wamena yang bersedia mengikuti seluruh rangkaian penelitian dengan menandatangani formulir persetujuan tertulis. Mahasiswa yang dipilih harus berusia minimal 18 tahun, belum pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan kesehatan formal tentang HIV/AIDS, dan hadir secara penuh pada saat pelaksanaan pretest maupun posttest. Mahasiswa dikecualikan jika memiliki kondisi fisik atau mental yang mengganggu, seperti gangguan konsentrasi atau penyakit akut yang memerlukan istirahat. Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian penelitian, seperti tidak hadir saat pretest atau posttest, juga dikecualikan dari penelitian ini. Perekrutan dilakukan secara langsung dengan mengundang mahasiswa untuk mengikuti sesi sosialisasi penelitian. Dalam sesi ini, peneliti menjelaskan tujuan, manfaat, prosedur, serta komitmen yang diperlukan dari peserta, termasuk kesediaan untuk mengikuti pretest dan posttest. Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia berpartisipasi diminta untuk menandatangani formulir persetujuan tertulis sebagai bentuk persetujuan tertulis. Sampel yang dipilih Eligible . Eksklusi . Alokasi Pretest . Pemberian Intervensi . Follow Up Posttest . Analisis Dianalisis . Eksklusi dari analisis . Intervensi Penelitian dilakukan dengan intervensi pendidikan kesehatan yang diberikan melalui pemaparan materi tentang penyakit HIV/AIDS yang mencakup pengertian, penyebab, cara penularan, cara pencegahan dan Pemaparan materi dilakukan selama kurang lebih 45 menit yang dibagi dalam 2 sesi dengan metode ceramah dan diskusi dengan menggunakan media Microsoft Office PowerPoint dan pembagian leaflet. Pengumpulan data Pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya dengan R hitung > R tabel (>0,. Dari 34 soal kuesioner yang valid, reliabilitas diuji dengan hasil 0,920, menunjukkan semua soal reliabel karena koefisiennya lebih besar dari koefisien pembanding . Kuisioner pengetahuan dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur pengetahuan berisi tentang pengetahuan responden tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya. Kuisioner terdiri atas 34 pertanyaan. Kuisioner ini menggunakan pertanyaan tertutup AuBenarAy atau AuSalahAy. Nilai tertinggi adalah 34, di mana setiap jawaban benar bernilai satu poin, dengan hasil dikategorikan dalam tiga tingkat pengetahuan: baik, cukup, dan kurang. Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali yaitu pretest dan posttest. Penelitian diawali dengan pembagian kuisioner yang akan diisi oleh responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan, yang diawali dengan penjelasan tentang tujuan penelitian dan peneliti menyerahkan surat persetujuan untuk ditandatangi. Responden diberikan waktu 45 menit untuk mengisi kuisioner. Analisis Data Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 25. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, karena sampel pretest dan posttest merupakan kelompok berpasangan dan data tidak berdistribusi normal. Rosdiana Tandiola. Sethiana Dewi Ruben. Marleona Sawamanay. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 97-103 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. Etika Penelitian Penelitian ini dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi laik etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan Jayapura (Nomor 13/KEPK-J/II/ 2. Pada penelitian ini peneliti menerapkan etika penelitian dengan cara merahasiakan identitas responden dengan hanya memberikan inisial saja tanpa mencantumkan nama asli, kemudian memberikan persetujuan kepada responden bahwa responden bersedia menjadi subjek penelitian, tidak memaksa responden agar menjadi subjek penelitian, menghargai dan menghormati responden dalam penelitian dan tidak menyebarluaskan informasi yang didapat peneliti. HASIL Tabel 1. Karakteristik responden Karakteristik Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Usia . 3,22 6,45 Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan . ,2%) dan berusia 20 tahun . ,7%). Tabel 2 menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa kategori baik meningkat . yaitu dari 35,5 % menjadi 54,8 % dan kategori kurang mengalami penurunan jumlah yaitu dari 19 mahasiswa . ,5 %) menjad 5 mahasiswa . ,1%). Tabel 2. Tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang HIV/AIDS Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Pretest 33, 9 Posttest Tabel 3. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan HIV/AIDS Pengetahuan Mean Peningkatan p-value Nilai effect size Pretest (Sebelum diberikan 25,60 3,58 6,093 <0,001 0,78 pendidikan kesehata. Posttest (Setelah 29,18 5,215 pendidikan kesehata. Tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan dibandingkan pada responden sebelum di berikan penyuluhan yaitu sebesar 3,58 . = <0,. Hasil efek ukuran . ffect siz. sebesar 0,78 menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki efek tinggi dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang HIV/AIDS di kalangan mahasiswa sebelum diberikan pendidikan kesehatan masih dalam kategori rendah di mana pengetahuan dengan kategori kurang dan cukup masih dalam jumlah yang tinggi. Pengetahuan mahasiswa cenderung kurang disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya yaitu beberapa mahasiswa tinggal dan dibesarkan di daerah yang belum maju, sehingga kesadaran tentang pengetahuan HIV/AIDS masih kurang (Liu et al. , 2. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa keperawatan telah memiliki pengetahuan baik sebelum diberi pendidikan kesehatan. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan tinggi tentang HIV/AIDS (Rachmawati et al. , 2. Pengetahuan yang tinggi dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa merupakan ciri khas dari usia remaja/dewasa muda yang merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap suatu hal, sehingga kalangan remaja sering mencari informasi melalui media online, media cetak, orang tua, guru atau teman sebaya (Muslimin et al. , 2. Hasil penelitian pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan HIV/AIDS mengalami peningkatan dengan nilai effect size 0,78 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan Rosdiana Tandiola. Sethiana Dewi Ruben. Marleona Sawamanay. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 97-103 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. pengetahuan mahasiswa tentang penyakit HIV/AIDS. Hasil ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Silalahi . yang menyatakan bahwa pendidikan kesehatan dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko HIV/AIDS. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS (Syam, 2. Pengetahuan tentang HIV/AIDS merupakan hasil pengetahuan yang diperoleh dari pemahaman terhadap informasi tentang HIV/AIDS (Jaenab et al. , 2. Hal ini didukung oleh Galbinur et al. yang menjelaskan bahwa pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan kesehatan, penyuluhan, pengalaman, membaca materi tentang kesehatan reproduksi melalui media cetak seperti majalah, leaflet, buku tentang kesehatan atau media elektronik serta pendidikan, baik di sekolah maupun di dalam keluarga. Penelitian lain menyatakan bahwa intervensi pendidikan kesehatan pada remaja menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik, dari 11% menjadi 81% dan pengetahuan kategori kurang dari 56% menjadi 4%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan sangat berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa dalam pencegahan HIV-AIDS (Suparno et al. , 2. Namun Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Septiana . yang menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan nilai ratarata sebelum dan sesudah intervensi hanya naik 4,4%. Peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dapat didukung oleh beberapa faktor di antaranya yaitu materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan pengetahuan mahasiswa tentang HIV/AIDS, metode pembelajaran yang dilakukan . eramah dan diskus. dan faktor tingkat pendidikan mahasiswa yang mudah menerima informasi. Adapun kemampuan mahasiswa memahami pesan tentang HIV/AIDS melalui media promosi sangat dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan dan cara penyampaian. Cara komunikasi dalam penyampaian bersifat informatif, sehingga mahasiswa lebih mudah memahami pesan yang disampaikan melalui pemaparan Penggunaan media Microsoft Office Power Point dapat lebih menarik dan dipahami, sehingga sasaran dapat memahami pesan dengan lebih baik untuk meningkatkan pengetahuan (Elfika et al. , 2. Dalam penelitian ini penyampaian materi metode ceramah dan tanya jawab dibantu dengan Microsoft Office PowerPoint dan leaflet. Meskipun demikian, terdapat pula responden yang mengalami penurunan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa faktor yaitu kurangnya daya fokus dan keseriusan peserta dalam proses pendidikan kesehatan dan kemungkinan juga dapat disebabkan faktor kelelahan dari peserta (Hutasuhut & Noor, 2. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang penyakit HIV/AIDS. Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek individu, kelompok etnik maupun masyarakat tentang perilaku kesehatan (Opara et al. , 2. Pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS merupakan salah satu program dari organisasi kesehatan dunia dalam menanggulangi terjadinya penularan HIV-AIDS di tempat pendidikan maupun masyarakat yaitu dengan cara pemberian informasi yang benar tentang cara pencegahan, penularan dan pengobatan HIV/AIDS (Robinson & Salabarrya-pe, 2. Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada mahasiswa keperawatan tidak hanya dapat meningkatkan pengetahuan namun dapat mengubah persepsi dan sikap mereka dalam upaya pencegahan terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Penelitian ini memiliki implikasi yang bermanfaat pada ilmu dan praktik keperawatan, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS di kalangan remaja. Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS melalui program edukasi atau pendidikan kesehatan khususnya pada kaum remaja yang ada di Papua Pegunungan, di mana angka kejadian HIV/AIDS masih terus menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Selain itu secara khusus pada institusi pendidikan keperawatan, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan materi tambahan dalam penerapan ilmu keperawatan, salah satunya untuk promosi kesehatan yang dapat diterapkan di layanan klinik dan komunitas. Pengumpulan data dalam penelitian ini hanya menggunakan responden dengan satu kelompok terbatas, yaitu mahasiswa yaitu tingkat mahasiswa yang kemungkinan dalam pengukuran pengetahuan beberapa hasil tidak sepenuhnya akurat karena mahasiswa umumnya sudah memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, keterbatasan penelitian ini adalah hanya menggunakan satu kelompok sampel tanpa kelompok kontrol sebagai KESIMPULAN Pengetahuan merupakan hal yang penting dalam upaya mencegah terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS khususnya pada kalangan mahasiswa sebagai generasi masa depan. Pengetahuan dapat ditingkatkan melalui pemberian informasi kesehatan lewat pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat menjadi salah satu upaya yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS. Informasi kesehatan yang benar dapat membantu mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS di kalangan mahasiswa. Diharapkan institusi pendidikan terus mengembangkan program pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa, sehingga mereka dapat menjadi agen informasi kesehatan di masyarakat. Rosdiana Tandiola. Sethiana Dewi Ruben. Marleona Sawamanay. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 7 . , 2024: 97-103 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua program studi Diploma i Keperawatan Wamena yang telah memberikan izin dalam pengumpulan data. REFERENSI