Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education Volume 02 Number 01. Januari . DOI : Pengaruh Program Imtaq terhadap Peningkatan Karakter Religius Siswa SMK Negeri 1 Sikur Idayatun Toyyiba1*. Moh. Syarif Hidayatullah 2 Universitas Hamzanwadi12. Lombok Timur. Indonesia Email: idayatuntoyyiba@gmail. com1* syarifhidayatullah_moh@hamzanwadi. Riwayat Artikel Abstrak Dikirim : 3 Desember 2025 Direvisi : 11 Desember 2025 Diterima : 25 Desember Dipublikasi : 30 Januari 2025 Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus di SMK Negeri 1 Sikur (September hingga November 2. ini bertujuan menganalisis implementasi Program Imtaq (Iman dan Takw. dan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai agama dalam pembentukan Karakter Religius siswa, sebagai respons terhadap tuntutan ganda SMK untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Imtaq yang dijalankan secara konsisten, meliputi Salat Duha berjamaah. Tadarus AlQur'an, dan pembinaan Kultum, sangat efektif sebagai strategi habituasi. Proses internalisasi nilai terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh keteladanan guru dan penguatan kultur religius sekolah, yang secara nyata meningkatkan sikap spiritual . eperti inisiatif ibadah mandir. dan akhlak sosial siswa . ormat dan tanggung jawa. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa optimalisasi Program Imtaq ini dapat dijadikan model strategis yang berkelanjutan untuk membangun karakter religius di lingkungan pendidikan Kata Kunci : Imtaq. karakter religius. Keywords : faith and piety. Abstract This qualitative case study, conducted at SMK Negeri 1 Sikur from September to November 2025, aimed to deeply analyze the implementation of the Imtaq (Faith and Piet. Program and describe the process of internalizing religious values in forming students' Religious Character. This research addresses the dual pressure on Vocational High Schools (SMK) to produce graduates who are not only vocationally competent but also possess moral integrity amid technological disruption. The findings indicate that the Imtaq Program, implemented consistently through communal Duha Prayer. Tadarus Al-Qur'an (Quran recitatio. , and religious brief talks (Kultu. , proved to be a highly effective habituation strategy (Hidayah, 2. The internalization process was significantly influenced by the role modeling of teachers and the reinforcement of the school's religious culture, visibly enhancing students' spiritual attitudes . ncluding unprompted initiative for worshi. and social manners . espect and The conclusion affirms that the optimization of the Imtaq Program can serve as a strategic and sustainable model for building religious character within vocational education settings. A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License (CC BY 4. license PENDAHULUAN Pendidikan Nasional mengemban mandat luhur untuk mencetak generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia (Anwar, 2. Mandat ini semakin relevan dalam menghadapi era modern yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Sementara kemajuan teknologi memberikan akses ilmu pengetahuan yang luas, ia juga menciptakan tantangan besar terhadap pembinaan moral dan spiritual peserta didik. Fenomena menurunnya kedisiplinan ibadah, melemahnya kesadaran spiritual. Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: 3109-1679 dan berkurangnya perilaku berakhlak mulia pada sebagian remaja menjadi indikator perlunya intervensi sistematis dari lembaga pendidikan (Muhayanah. Habudin, & Juhji, 2. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter religius siswa melalui kegiatan pembiasaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Tantangan ini sangat terasa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki fokus utama pada penguasaan keterampilan vokasional. SMK, seperti SMK Negeri 1 Sikur, menghadapi tekanan ganda untuk menyeimbangkan tuntutan penguasaan hard skill (IPTEK) dengan pengembangan soft skill dan integritas spiritual yang mencakup etos kerja, disiplin, dan kejujuran (Susilo & Amin, 2. Integritas spiritual lulusan SMK sangat krusial karena ia menjadi fondasi bagi etika profesional di dunia kerja. Salah satu bentuk kegiatan pembiasaan religius yang diterapkan secara luas di sekolah adalah Program Imtaq (Iman dan Takw. Program ini memuat aktivitas keagamaan terjadwal seperti tadarus Al-Qur'an, dzikir, doa bersama, salat duha, serta pembinaan kultum siswa (Putri & Satria, 2. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut terbukti berperan penting dalam pembentukan perilaku religius ketika dijalankan secara terarah dan konsisten. Pembiasaan keagamaan yang terintegrasi dalam rutinitas sekolah, yang dikenal sebagai habituasi, sangat efektif dalam menginternalisasi nilai iman dan takwa ke dalam perilaku sehari-hari siswa (Suminar, 2023. Penulis kolektif, 2. Budaya sekolah yang secara aktif mendukung spiritualitas siswa terbukti mampu membentuk karakter religius secara lebih efektif dibandingkan metode ceramah semata (Lutfiana. Mey R, & Handayani, 2021. Utami, 2. SMK Negeri 1 Sikur telah menjalankan Program Imtaq secara rutin. Namun, temuan awal dari observasi menunjukkan bahwa optimalisasi diperlukan untuk meningkatkan konsistensi, variasi kegiatan, dan intensitas pendampingan siswa. Nasrudin et al. menekankan bahwa penguatan karakter religius memerlukan kegiatan ekstrakurikuler yang terorganisir, sebuah kerangka yang diadopsi oleh Program Imtaq. Untuk memastikan bahwa Program Imtaq benar-benar menghasilkan perubahan karakter yang mendalam dan berkelanjutan, bukan hanya kepatuhan sementara, diperlukan penelitian yang tidak hanya mengukur dampak, tetapi juga mengupas proses internalisasi nilai-nilai agama tersebut dapat meresap ke dalam kepribadian siswa (Cahayaningsih & Rossidy, 2. Analisis mendalam mengenai mekanisme internalisasi di lingkungan SMK masih terbatas dalam literatur (Wahyudi & Zulkarnain, 2. , yang menjadikan pendekatan kualitatif krusial. Melalui kegiatan optimalisasi dan pendampingan Program Imtaq ini, diharapkan dapat terwujud peningkatan tidak hanya dalam hal kedisiplinan ibadah (Diana, 2. , tetapi juga dalam pembentukan sikap spiritual, moral sosial, dan konsistensi berperilaku religius secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis secara mendalam implementasi Program Imtaq di SMKN 1 Sikur, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan upaya optimalisasi yang dilakukan dan Mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai Program Imtaq dan menganalisis manifestasi Karakter Religius siswa . ermasuk kedisiplinan ibadah, akhlak sosial, dan inisiatif spiritua. sebagai dampak dari program yang dioptimalkan. METODE Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus . ase stud. untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Program Imtaq terjadi di SMK Negeri 1 Sikur. Lombok Timur. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari September hingga November 2025. Data primer dikumpulkan dari Informan Kunci (Kepala Sekolah. Wakasek Kesiswaan. Guru PAI) dan Informan Triangulasi . iswa kelas X dan XI). Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi program dan rekapitulasi partisipasi. Teknik pengumpulan data utama adalah triangulasi, meliputi Observasi Partisipatif . engamati Tadarus Pagi. Salat Duha, dan Kultu. Wawancara Mendalam untuk menggali pandangan informan, dan Dokumentasi pendukung. Data kualitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan model interaktif (Miles. Huberman, & Salday. , melalui tahapan Reduksi Data . enyederhanaan dan kategorisas. Penyajian Data . arasi deskripti. , dan Penarikan Simpulan/Verifikasi . engujian kredibilitas temuan melalui triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi dan Tahapan Optimalisasi Program Imtaq di SMKN 1 Sikur Optimalisasi Program Imtaq di SMK Negeri 1 Sikur dilaksanakan sebagai upaya sistematis 16 Volume 02 | Issue 01 | Januari, 2026 Idayatun Toyyiba. Moh. Syarif Hidayatullah / Pengaruh Program Imtaq terhadap Peningkatan Karakter Religius Siswa SMK Negeri 1 Sikur untuk memperkuat karakter religius siswa, menanggapi temuan awal mengenai rendahnya intensitas pendampingan dan konsistensi perilaku. Program ini terstruktur sebagai kebijakan wajib yang terintegrasi penuh dalam jadwal sekolah setiap hari Jumat, mencakup Tadarus Pagi . engan pendampingan akti. Salat Duha Berjamaah, dan Pembinaan Kultum Siswa. Optimalisasi berfokus pada peningkatan kualitas melalui. Pendampingan Intensif selama periode September hingga November, khususnya pada Tadarus Pagi yang ditingkatkan menjadi sesi aktif untuk memastikan pemahaman, serta pada Salat Duha untuk menanamkan disiplin ibadah yang lebih mendalam. Faktor pendukung utama program ini adalah dukungan penuh dari manajemen sekolah dan komitmen Guru PAI dan non-PAI sebagai teladan. Meskipun demikian, pelaksanaan program menghadapi hambatan berupa keterbatasan waktu akibat jadwal praktik vokasi yang padat dan adanya motivasi siswa yang pada awalnya masih didorong oleh kepatuhan terhadap peraturan eksternal. Analisis Proses Internalisasi Karakter Religius Siswa Proses internalisasi nilai-nilai Program Imtaq di SMK Negeri 1 Sikur merujuk pada perubahan nilai yang diajarkan dari tahap kognitif menjadi afektif, dan akhirnya menjadi tindakan . yang menetap. Inti keberhasilan proses ini terletak pada mekanisme habituasi yang berkelanjutan, di mana konsistensi pelaksanaan Salat Duha dan Tadarus Pagi yang diwajibkan selama periode tiga bulan (SeptemberAeNovembe. berhasil mengubah ketaatan siswa dari yang awalnya bersifat eksternal . arena atura. menjadi internal . Selain itu, internalisasi nilai juga diperkuat melalui Refleksi Nilai Vokasional, di mana materi Kultum secara sengaja dikaitkan dengan konteks profesional SMK, misalnya menghubungkan kejujuran agama dengan integritas dalam praktik kerja, sehingga nilai religius memiliki relevansi praktis. Terakhir. Kultur Sekolah dan Keteladanan Guru berfungsi sebagai katalisator, menciptakan atmosfer suportif yang mendorong, bukan memaksa, perilaku religius, yang secara efektif mendukung kepatuhan siswa terhadap norma dan ibadah. Internalisasi nilai kejujuran yang diajarkan dalam Program Imtaq . isalnya, melalui tema Kultu. dipastikan memiliki relevansi praktis dalam konteks vokasi siswa. Misalnya, nilai kejujuran tidak hanya didefinisikan sebagai tidak berbohong, tetapi dikaitkan langsung dengan praktik kerja di bengkel atau laboratorium. Siswa diajarkan bahwa integritas dan kejujuran di dunia vokasi berarti: . Melaporkan kerusakan atau kegagalan praktik secara jujur kepada instruktur, meskipun itu disebabkan oleh kesalahan pribadi, daripada menyembunyikannya. Jujur dalam mengukur dan menggunakan bahan baku yang disediakan untuk praktik tanpa mengambil atau melebihkan yang tidak perlu. Menyelesaikan tugas praktik sendiri tanpa menyalin atau memalsukan data hasil kerja. Refleksi ini membantu siswa memahami bahwa kejujuran adalah soft skill fundamental yang menentukan kredibilitas mereka di dunia industri. Manifestasi Peningkatan Karakter Religius Siswa Hasil pengamatan dan wawancara menunjukkan manifestasi positif dari Program Imtaq pada indikator Karakter Religius siswa. Tabel 1. Peningkatan Partisipasi dan Karakter Religius Siswa Indikator Sebelum (%) Sesudah (%) Peningkatan (%) Tadarus Pagi Salat Duha Kultum Siswa Sikap Religius Januari, 2026 | Issue 01 | Volume 02 17 Eduversity: Journal of Future Interdisciplinary Education E-ISSN: 3109-1679 Gambar 1. Suasana Imtaq Peningkatan tertinggi pada Salat Duha . %) menunjukkan bahwa program ini berhasil menanamkan kedisiplinan ibadah. Secara kualitatif, kedisiplinan ini meluas ke tanggung jawab siswa yang disiplin dalam Salat Duha cenderung lebih disiplin dalam menyerahkan tugas dan hadir tepat waktu. Peningkatan kedisiplinan ini penting untuk pembentukan etos kerja (Diana, 2. Peningkatan pada indikator Sikap Religius . %) dan Kultum Siswa . %) mencerminkan penguatan akhlak sosial dan inisiatif spiritual. Siswa menunjukkan inisiatif yang lebih besar untuk beribadah tanpa pengawasan dan meningkatkan sikap hormat terhadap guru. Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses internalisasi telah bergeser dari sekadar kepatuhan . menjadi kesadaran diri . Hal ini sejalan dengan tujuan pembentukan karakter yang tidak hanya terfokus pada kegiatan ibadah formal, tetapi juga akhlak sosial (Cahyaningrum & Suyitno, 2. Kenaikan drastis pada Kultum Siswa . %) menunjukkan keberhasilan program dalam melatih siswa untuk mengartikulasikan nilai-nilai agama. Ini melatih keterampilan komunikasi dan leadership yang esensial di dunia vokasional. Siswa yang mampu memimpin kultum cenderung lebih percaya diri, yang merupakan dampak positif dari penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan (Nasrudin et al. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa optimalisasi Program Imtaq, dengan fokus pada habituasi dan keteladanan, efektif menjadi model strategis untuk penguatan karakter religius berkelanjutan di lingkungan pendidikan kejuruan. KESIMPULAN SMK Negeri 1 Sikur telah dioptimalkan secara efektif selama periode September hingga November 2025 melalui pendampingan terstruktur pada Tadarus Pagi. Salat Duha, dan Kultum Siswa, didukung penuh oleh manajemen sekolah dan keteladanan guru. Proses internalisasi nilai berjalan mendalam berkat mekanisme habituasi yang konsisten, berhasil mengubah kepatuhan eksternal menjadi motivasi intrinsik, serta membentuk etika kerja dan inisiatif spiritual yang relevan dengan konteks vokasional . ejujuran dan disipli. Program ini memberikan dampak positif dan nyata terhadap penguatan karakter religius siswa, terbukti dari peningkatan signifikan dalam kedisiplinan ibadah dan kualitas akhlak sosial. Secara keseluruhan. Program Imtaq ini efektif sebagai model strategis untuk membangun karakter religius yang berkelanjutan di lingkungan sekolah kejuruan. DAFTAR PUSTAKA