SAINTEKES Ae VOLUME 04 NOMOR 04 . PERAN ABU DAUN BAMBU DALAM MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN Rahayu Safitri Rahman1*. Soufa Malita2. Yuliatin Hasfiani3 1,2,3 Program Studi Teknologi Pangan. Institut Teknologi Kesehatan dan Aspirasi Article Information Article history: Received 31 Oktober 2025 Approved 7 November 2025 Keywords: Bamboo leaf ash. Soil fertility. Silica. Sustainable agriculture ABSTRACT Bamboo leaf ash is a biomass residue with significant potential in agriculture due to its content of essential macro- and micronutrients, particularly silica (S. , calcium (C. , potassium (K), magnesium (M. , and phosphorus (P). This ash exhibits alkaline properties, with a pH ranging from 10 to 11, enabling it to increase the pH of acidic The potassium content in bamboo leaf ash is notably high, exceeding 100,000 mg/kg, making it a promising nutrient source for plants. Moreover, the silica component strengthens plant cell structures and enhances resistance against pests and Bamboo leaf ash is also environmentally friendly, as it can be reintegrated into the soil, supporting the concepts of sustainable agriculture and a circular This review aims to examine the chemical composition of bamboo leaf ash, its effects on soil fertility, and its influence on plant growth. ABSTRAK Abu daun bambu merupakan salah satu limbah biomassa yang berpotensi tinggi dalam bidang pertanian karena mengandung unsur hara makro dan mikro, terutama silika (S. , kalsium, kalium, dan magnesium serta fosfor. Abu daun bambu memiliki sifat basa dengan pH sekitar 10Ae11 yang dapat menaikan pH tanah yang asam. Kandungan Kalium dalam abu daun bambu juga sangat tinggi, mencapai lebih dari 100. 000 mg/kg, yang berpotensi sebagai sumber nutrisi bagi Selain itu, kandungan Silika (S. pada abu daun bambu dapat memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Abu bambu juga bersifat ramah lingkungan karena dapat dimanfaatkan kembali ke dalam tanah, mendukung konsep pertanian berkelanjutan dan ekonomi Kajian ini bertujuan untuk meninjau kandungan kimia abu daun bambu, efeknya terhadap kesuburan tanah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan A 2025 SAINTEKES *Corresponding author email: rahayurahman774@gmail. org/10. 55681/saintekes. RAHMAN ET AL - VOLUME 04 NOMOR 04 . 203 - 206 PENDAHULUAN Penggunaan pupuk kimia secara intensif menyebabkan menurunnya kandungan organik dan aktivitas mikroorganisme tanah, serta menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara dan berdampak pada menurunnya produktivitas Selain itu, penggunaan pupuk kimia juga dapat membuat tanah kehilangan kemampuan alami untuk menyediakan nutrisi, sehingga tanaman hanya bisa tumbuh jika diberi pupuk kimia dan menyebabkan ketergantungan. Untuk memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas lahan, diperlukan bahan alternatif yang dapat memperbaiki sifat tanah, bersifat ramah lingkungan, mudah ditemukan serta Daun bambu merupakan limbah organik yang mudah ditemukan, dan hasil pembakaran dari limbah daun bambu berpotensi dapat memperbaiki kualitas tanah (Kabdiyono, 2. Menurut Sim et al. abu dari daun bambu setelah pembakaran memiliki kandungan unsur hara yang kaya seperti kalium (K). Kalsium (C. , magnesium (M. , fosfor (P), dan silika (S. Gautam . juga mengemukakan abu daun bambu mengandung silika amorf hingga 67% yang dapat berfungsi sebagai sumber silika bagi tanaman. Unsur silika diketahui dapat memperkuat jaringan tanaman, mengurangi kehilangan air melalui transpirasi, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman hama dan penyakit (Nayak dan Senapati, 2023. Amira, 2. Selain itu, kandungan silika yang tinggi dalam daun bambu dapat memperbaiki struktur tanah dan ketersediaan hara makro lain, seperti nitrogen dan fosfor (Hamawi et al. , 2. Kajian ini bertujuan untuk meninjau kandungan kimia abu daun bambu, efeknya terhadap kesuburan tanah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Dengan pendekatan hasil penelitian terkini, kajian ini menguraikan potensi penggunaan abu daun org/10. 55681/saintekes. bambu sebagai bahan penyubur tanah alami menuju pertanian yang ramah lingkungan dan METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah metode kajian literatur . iterature revie. terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik jurnal internasional maupun nasional. Langkahlangkah kajian meliputi: . pengumpulan data pustaka melalui basis data seperti Google Scholar. ScienceDirect, dan ResearchGate. seleksi literatur berdasarkan topik utama yaitu komposisi kimia abu daun bambu, pengaruh terhadap sifat tanah, dan dampak terhadap pertumbuhan tanaman. analisis isi terhadap hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan. sintesis data untuk memperoleh mekanisme kerja, dan manfaat abu daun bambu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kandungan kimia abu daun bambu Komposisi abu daun bambu dapat dipengaruhi oleh jenis bambu, umur tanaman, serta suhu pembakaran. Menurut Anas . , variasi lama waktu kalsinasi berpengaruh terhadap morfologi dan kandungan silika dalam Abu hasil pembakaran pada suhu 600-700 C cenderung memiliki silika amorf dengan luas permukaan tinggi yang mudah diserap oleh tanaman (Hamawi et al. , 2. Abu daun bambu juga memiliki kandungan kalium (K) menunjukkan >100. 000 mg/kg di daun >250. 000 mg/kg di ranting (Sim et al. , 2. Selain silika dan kalium abu daun bambu juga mengandung kalsium (C. , magnesium (M. , dan sejumlah kecil unsur mikro seperti Fe. Zn, dan Mn (Leksikowati et al. , 2. Unsur-unsur ini memiliki peran penting dalam memperbaiki sifat kimia tanah. Kalium membantu peroses RAHMAN ET AL - VOLUME 04 NOMOR 04 . 203 - 206 fotosintesis dan pembentukan buah, kalsium sedangkan magnesium berperan dalam pembentukan klorofil. Pengaruh daun bambu terhadap tanah dan tanaman Abu daun bambu bersifat basa, beberapa penelitian menunjukkan bahwa aplikasi abu daun bambu dapat meningkatkan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan meningkatkan ketersediaan unsur hara makro. Kabdiyono . melaporkan bahwa abu daun bambu efektif meningkatkan pH tanah masam serta memperbaiki kapasitas tukar kation. Suryono et . juga menemukan bahwa kombinasi abu daun bambu dengan abu sekam padi dapat meningkatkan ketersediaan Si di tanah sawah dan meningkatkan hasil gabah hingga 15%. Penelitian Nugraha . juga menunjukkan bahwa penambahan kompos berbasis daun bambu mampu meningkatkan ketahanan padi terhadap hama penggerek batang serta memperbaiki hasil panen. Rahmawati & Susanto . juga melaporkan bahwa pemberian abu daun bambu dengan dosis 10 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman cabai rawit hingga 23% dan berat buah sebesar 19%. Penelitian serupa pada padi sawah menunjukkan peningkatan hasil gabah hingga 15% ketika abu daun bambu diaplikasikan bersama pupuk organik (Yuliana & Pramono, 2. Pada tanaman hortikultura, aplikasi bokasi daun bambu dapat meningkatkan pertumbuhan kailan sebesar 20% seperti tinggi tanaman, biomassa daun, dan hasil panen (Taluni dan lestari, 2. Mekanisme aksi di tanah dan tanaman Di tanah . Ameliorasi pH: abu bersifat basa sehingga dapat meningkatkan pH tanah masam, dan memperbaiki ketersediaan nutrien. org/10. 55681/saintekes. Kapasistas tukar kation (KTK): KTK pemasukan Ca. Mg, dan K. Perbaikan struktur tanah: fraksi mineral kasar dalam abu membantu agregasi tanah pada beberapa tipe tanah lempung (Kabdiyono, 2. Pada tanaman . Peran silika: silika tersimpan pada dinding sel, meningkatkan rigiditas jaringan, mengurangi penetrasi patogen dan serangan hama, memperbaiki ketahanan terhadap stress air dan fisiologis. Interaksi meningkatkan ketersediaan Ca dan K, abu dapat mendukung proses fisiologis tanamanyang penting untuk pembentukan organ vegetatif dan reproduksi (Nayak dan senapato. Hamawi et al. , 2. Potensi abu daun bambu untuk pertanian Dalam aspek agronomis, abu daun bambu dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil Dan pada aspek lingkungan, pemanfaatan abu daun bambu mampu Menurut Julmohammad dan Ameram . penggunaan abu daun bambu sebagai sumber silika alami dapat menggantikan pupuk silika sintetis yang Sim et al. juga mengemukakan, memanfaatkan limbah daun bambu sebagai abu dan dikembalikan ke tanah dapat menutup siklus nutrien, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan mengurangi limbah biomassa. Selain itu, abu daun bambu dapat dimasukkan ke dalam sistem pertanian organik sebagai bahan campuran pupuk kompos atau bokasi. Hal ini mendukung prinsip ekonomi sirkular, dimana limbah pertanian dimanfaatkan kembali sebagai input produksi. RAHMAN ET AL - VOLUME 04 NOMOR 04 . 203 - 206 SIMPULAN Abu daun bambu memiliki potensi besar sebagai bahan pembenah tanah dan sumber silika alami yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Selain itu juga dapat mengembalikan kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi secara berkelanjutan tanpa bergantung dengan pemakaian pupuk kimia. Kandungan silika, kalium dan unsur hara lain pada abu daun bambu menjadikan abu daun bambu sebagai alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi dapat menggantikan pupuk kimia, penggunaan abu daun bambu tidak hanya meningkatkan hasil pertanian tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah dan mitigasi degradasi Dengan pengembangan penelitian lebih lanjut, abu daun bambu dapat menjadi bagian penting dalam strategi pertanian berkelanjutan. SARAN