Jurnal Media Teknik & Sistem Industri Vol. http://jurnal. id/index. php/JMTSI e-issn: 2581-0561 p-issn: 2581-0529 DOI : 10. 35194/jmtsi. Analisis Pemilihan Supplier Hebel dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) di PT. Inti Bekasi Raya Imam Ziqriya Heryansyah1. Anita Ilmaniati2 Teknik Industri Universitas Suryakancana Jl Pasirgede Raya. Bojongherang. Cianjur43216 1imamziqrya19@gmail. 2*anitailmaniati@unsur. Hebel Supplier Selection Analysis Using The Simple Additive Weighting (SAW) Method at PT. Inti Bekasi Raya Dikirimkan: 08, 2020. Diterima: 09, 2020. Dipublikasikan: 09, 2020. AbstractAi PT. Inti bekasi Raya is a company in the contracting sector, founded in 2016. The company is often faced with problems in selecting suppliers of lightweight bricks . because after the supplier is selected, problems often occur such as poor quality . roken, poor adhesion, moss and other. so that it affects the reduced quantity of hebel. This study aims to determine the most appropriate decision making in selecting hebel suppliers . based on predetermined criteria. The method to be used is Simple Additive Weighing (SAW) by using 5 alternative suppliers and 4 product criteria that have been determined by PT. Inti Bekasi Raya. The product criteria are price, quality, speed of delivery and volume. The ranking result obtained with the largest value is V3 (Akbar Jay. with a value of 97. 87 so that Akbar Jaya was chosen as the best supplier for PT. Inti Bekasi Raya. KeywordsAi Decision making. Simple Additive Weighing (SAW). Supplier selection AbstrakAi PT. Inti bekasi Raya adalah perusahan di bidang kontraktor, berdiri sejak 2016. perusahaan sering dihadapkan permasalahan dalam pemilihan supplier bata ringan . karena setelah supplier terpilih pun sering terjadi permasalahan-permasalahan seperti kualitas yang jelek . atah, daya rekat yang tidak kuat, berlumut dan lain-lai. sehingga mempengaruhi terhadap berkurangnya kuantitas hebel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier hebel . kuran 7,5x20x60c. yang paling tepat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode yang akan digunakan adalah Simple Additive Weighing (SAW) dengan menggunakan 5 alternatif supplier dan 4 kriteria produk yang telah ditentukan oleh pihak PT. Inti Bekasi Raya. Kriteria produknya adalah harga, kualitas, kecepatan pengiriman dan volume. Hasil perangkingan yang didapat dengan nilai terbesar yaitu V3 (Akbar Jay. dengan nilai 97,87 sehingga Akbar Jaya terpilih sebagai supplier terbaik untuk PT. Inti Bekasi Raya. Kata kunciAi Pengambilan keputusan. Simple Additive Weighing (SAW). pemilihan supplier PENDAHULUAN Seorang manajemen sangat membutuhkan informasi yang akurat dalam pengambilan keputusan bagi perusahaannya, sistem informasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyediakan informasi untuk manajemen setiap tingkat sehingga tiap-tiap kegiatan yang dilakukan dalam keputusan manajemen yang berbeda sangat membutuhkan informasi yang relevan dan berguna bagi manajemen. Pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan yang dilakukan dalam menentukan hasil untuk memecahkan suatu masalah dalam tindakan diantara beberapa alternatif yang ada melalui suatu proses mental dan berfikir logis dan juga mempertimbangkan semua pilihan alternatif yang mempunyai dampak negatif maupun positif. Sistem pendukung keputusan atau decision support system (DSS) adalah suatu mekanisme berbasis pengetahuan . anajemen pengetahua. yang dipakai untuk mendukung Heryansyah & Ilmaniati pengambilan keputusan dalam suatu organisasi dan perusahaan. Terdapat banyak metode yang dapat digunakan dalam sistem pendukung Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal sebagai metode penjumlahan terbobot merupakan salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut, metode ini merupakan metode yang sering digunakan untuk mengahadapi situasi Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria tertentu. PT Inti Bekasi Raya sering dihadapkan dengan masalah pemilihan supplier bata ringan . Pemilihan supplier selama ini didasarkan pada harga yang ditawarkan saja, dan setelah supplier terpilih sering terjadi permasalahan-permasalahan pada kualitas hebel diantaranya patah, daya rekat yang tidak kuat, berlumut dan lain-lain, sehingga mempengaruhi berkurangnya kuantitas hebel yang bisa digunakan. Pengiriman yang terkadang tidak tepat waktu juga mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan kriteria produk dalam pengambilan keputusan pemilihan supplier Hebel, dan untuk mengetahui supplier Hebel dengan yang paling tepat berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Terdapat batasan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian ini hanya untuk pemilihan supplier bahan baku hebel dengan ukuran 7,5x20x60 cm saja, dan penelitian ini tidak menganalisa keuangan serta penggunaan tenaga kerja (SDM). dari semua atribut. Metode SAW membutuhkan normalisasi matrix keputusan (X) ke suatu skala yang dapat dibandingkan dengan semua alternatif yang ada . Metode Simple Additive Weighing ini lebih efektif dan efisien karena waktu yang dibutuhkan dalam perhitungan lebih singkat. Berikut adalah rumus normalisasi dari metode SAW: ycoycaycuycn ycuycnyc ycycnyc = { ycoycnycuycn ycuycnyc ycuycnyc Keterangan : benefit= jika nilai terbesar adalah terbaik cost = jika nilai terkecil adalah terbaik ycycnyc = nilai rating kriteria ycuycnyc = nilai kriteria dari setiap rating Max = nilai maksimun dari setiap baris dan kolom Min = nilai minimum dari setiap baris dan kolom Max ycuycnyc = nilai terbesar dari tiap kriteria Min ycuycnyc = nilai terkecil dari tiap kriteria Berikut adalah rumus perangkingan dari metode SAW: ycycn = Ocycuyc=ycn ycyc ycycnyc Keterangan : j = menyatakan kriteria n = banyaknya kriteria ycycn = nilai akhir dari alternatif w = bobot kriteria ycyc = bobot yang telah ditentukan ycycnyc = normalisasi matriks Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah menggunakan metode SAW . , yaitu: Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan, yang disimbolkan sebagai Ci. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria. Membuat matriks keputusan berdasarkan (C. , normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut . tribut keuntungan ataupun atribut biay. sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. Hasil akhir diperoleh dari proses perangkingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik . ang dinotasikan dengan A. sebagai Bobot kriteria menentukan seberapa penting kriteria tersebut, kriteria terbagi menjadi dua bagian yaitu benefit dan cost. Dimana benefit II. METODOLOGI PENELITIAN Konsep sistem pendukung keputusan pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System yaitu suatu sistem yang berbasis komputer yang ditunjukan untuk membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan berbagai model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur . Simple Additive Weighing (SAW) merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk menghitung penjumlahan terbobot. Metode SAW juga sering untuk menyelesaikan malasah MADM, konsep dasar SAW adalah mencari pemjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif adalah kriteria pengahasilan yang artinya semakin besar nilai bobot semakin bagus. Sedangkan cost adalah kriteria pengeluaran artinya semakin kecil nilai bobot semakin bagus. Pada pemberian nilai bobot kriteria dalam keseluruhan total nilai bobot kriteria harus 100 sedangkan pemberian nilai bobot alternatif dalam setiap alternatif memiliki nilai bobot 100, pada panilai ini dapat disesuaikan dengan tingkat masing-masing . Teknik pembobotan pada kriteria dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Pada tahap ini bisa dikenal dengan istilah pra-proses namun bisa juga dengan memberikan nilai secara langsung berdasarkan presentasi nilai bobotnya. Sedangkan untuk yang lebih baik bisa digunakan Fuzzy Logic. Pengguna Fuzzy Logic, sangat diajurkan bila kriteria yang dipilih mempunyai sifat yang relative misal Umur. Panas. Tinggi. Baik atau sifat lainya. Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui informasi-informasi dan data yang dibutuhkan secara detail serta yang berkaitan dengan supplier. Adapun pengumpulan data sebagai berikut: Wawancara. Melakukan wawancara pada pihak perusahaan yang diteliti agar peneliti mendapatkan permasalahan dan sistem penentuan supplier. Selain itu wawancara yang dilakukan menentukan kriteria-kriteria yang dibutuhkan seperti: Harga. Kualitas. Lama pengiriman dan Volume bahan baku yang dibutuhkan perusahaan sehingga penelitian lebih terarah dan kriteria yang digunakan sesuai keinginan Observasi. Melakukan obeservasi ke lima toko matrial di daerah cianjur guna untuk mencari perbandingan kriteria serta sistem kontrak. Kriteria supplier yang di jadikan acuan ialah: toko matrial yang cukup besar yang dapat memenuhi kebutuhan owner secara cepat dengan kualitas bagus dan harga dapat disesuaikan dengan keinginan perusahaan. selain itu juga peneliti memasukan supplier yang sering digunakan oleh perusahaan agar dapat dijadikan acuan dan perbandingan pada penelitian ini. Diagram alir penelitian terdapat pada Gambar 1. Data alternatif supplier ialah data calon supplier yang dapat memenuhi syarat perusahaan seperti kuantitas produk, kualitas minimal produk, dan surat ijin usaha. Data kriteria produk ialah kriteriakriteria apa saja yang dapat menentukan supplier yang akan pilih. Mulai i. Studi Pendahuluan i. Studi Literatur i. Rumusan Masalah i. Tujuan Penelitian i. Pengumpulan Data Wawancara Observasi i. Pengolahan data Menentukan Kriteria-kriteria Memberikan Bobot Rating Melakukan Perhitungan Normalisasi dan Perangkingan i. Analisis Analisis kriteria dan nilai bobot Analisis nilai bobot dengan rumus normalisasi dan perangkingan menganalisis hasil perangkingan untuk pemilihan supplier i. Kesimpulan Selesai Gambar 1. Diagram alir penelitian i. HASIL PENELITIAN Data input yang digunakan untuk pengolahan data selanjutnya dalam penelitian ini terdiri dari data alternatif supplier dan data kriteria produkseperti yang tercantum pada Tabel I dan Tabel II. Heryansyah & Ilmaniati TABEL I DATA ALTERNATIF SUPPLIER TABEL i DATA NILAI BOBOT KRITERIA Alternatif Nilai Bobot Kriteria PT. Bangun Ringan perkasa PT. Hebel Indonesia Akbar jaya Tb. Suka jadi 1 Tb. NU. Nugraha Matriks nilai alternatif didapatkan dengan memberikan nilai . ntara 1-. pada masingmasing alternatif berdasarkan setiap kriteria. Nilai alternatif tersebut ditentukan oleh peneliti dengan mempertimbangkan hasil observasi terhadap produk setiap supplier. Untuk kriteria harga (C. , semakin rendah harga produk, maka nilai alternatif akan semakin tinggi. Tabel IV menunjukan nilai alternatif untuk untuk setiap kriteria. Data alternatif supplier tersebut menjelaskan bahwa calon yang akan menjadi supplier produk hebel ada lima kandidat, salah satunya yang pernah digunakan oleh perusahaan yaitu PT. Hebel Indonesia yang berlokasi di kota Bekasi. Jawa Barat dan empat kandidat lainnya dipilih berdasarkan pertimbangan terkait kemampuan supplier untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Lokasi empat calon supplier tersebut terletak di kabupaten Cianjur dengan kecamatan yang berbeda-beda yaitu di Tungturunan. Kerawang. Karangtengah dan Ciranjang. TABEL IV MATRIKS NILAI ALTERNATIF Alternatif TABEL II DATA KRITERIA PRODUK Kriteria Harga Cost Volume Benefit Kualitas Benefit Kecepatan Pengirim Benefit Harga Kualitas Kecepatan pengiriman Volume Kriteria Data luaran berikutnya adalah matriks nilai Nilai berdasarkan matriks nilai alternatif dengan menggunakan persamaan 1 pada bagian metodologi penelitian. Berikut adalah perhitungan nilai normalisasi untuk masing-masing kriteria: Tabel II tersebut menunjukan kriteria-kriteria produk serta sifat benefit Ae cost yang melekat pada Penentuan kriteria dilakukan dengan mewawancarai pihak perusahaan agar kriteria yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan Data luaran . dari penelitian ini berupa data nilai bobot kriteria, matriks nilai alternatif, matriks normalisasi, dan data nilai skor alternatif. Tabel i menunjukan nilai bobot kriteria. Nilai bobot kriteria menunjukan tingkat kepentingan dari masing-masing kriteria. Nilai bobot tersebut diperlukan untuk menentukan nilai skor setiap alternatif, karena setiap kriteria yang telah diberikan nilai bobot akan dijadikan sebagai Jumlah total nilai bobot harus 100, semakin besar nilai bobot semakin penting nilai bobot tersebut . Perhitungan normalisasi kriteria harga . C1A1 = 65/90 = 0. C1A2 = 65/ 65= 1 C1A3 = 65/70 = 0. C1A4 = 65/75 = 0. C1A5 = 65/80 = 0. Perhitungan normalisasi kriteria kualitas . C2A1 = 70/90 = 0. C2A2 = 90/90 = 1 C2A3 = 85/90 = 0. C2A4 = 80/90 = 0. C2A5 = 75/90 = 0. Perhitungan normalisasi kriteria kecepatan pengirim . C3A1 = 80/85 = 0. C3A2 = 50/85 = 0. C3A3 = 85/85 = 1 C3A4 = 75/85 = 0. C3A5 = 85/85 = 1 Perhitungan normalisasi kriteria volume . C4A1 = 90/90 = 1 C4A2 = 90/90 = 1 C4A3 = 90/90 = 1 C4A4 = 90/90 = 1 C4A5 = 90/90 = 1 IV. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan hasil perankingan alternatif supplier seperti yang tercantum pada Tabel VI. Berdasarkan hasil perhitungan normalisasi tersebut maka didapatkan matriks nilai normalisasi seperti pada Tabel V. TABEL VI HASIL PERANKINGAN ALTERNATIF Nama alternatif TABEL V MATRIKS NILAI NORMALISASI Alternatif Kriteria Ranking Akbar Jaya Tb. Suka Jadi 1 Tb. NU. Nugraha Hasil dari perankingan didapat V3 sebagai alternatif yang terpilih, dengan hasil nilai alternatif 97,87. Sehingga supplier A3 (Akbar Jay. adalah supplier yang terpilih untuk memasok bahan baku Beradsarkan pengamatan peneliti, supplier Akbar Jaya memiliki produk hebel dengan kriteria harga yang cukup murah, kualitas cukup baik karena produk hebel type ACC telah teruji laboratorium, serta kecepatan pengiriman yang singkat dan dapat diprioritaskan bila terdapat ikatan kotrak. Nilai terendah yaitu 84. 635 yang diperoleh oleh V1 (PT. Bangunan Ringan Perkas. dengan harga yang sangat mahal, kualitas cukup baik, tetapi kecepatan pengiriman lama karena banyak pesanan yang harus dipenuhi jadi tidak bisa memprioritaskan keinginan PT. Inti Bekasi Raya. Pengiriman pada supplier ini harus menyesuaikan schedule pengiriman yang dimiliki supplier. Nilai normalisasi A2 adalah 1 untuk kriteria C1 . dan C2 . , lebih baik dibandingkan dengan nilai bobot lainnya, karena A2 memiliki harga hebel terbilang cukup murah dibandingkan dengan supplier lain dan produknya memiliki warna yang sangat bersih, tingkat kesimetrisan yang sangat presisi, dan daya serap yang sangat Alternatif A3 dan A5 memiliki nilai normalisasi tertinggi untuk kriteria C3 . ecepatan pengirima. karena A3 dan A5 merupakan supplier dengan lokasi terdekat dari proyek PT Inti Bekasi Raya. Nilai normaliasi kriteria C4 . untuk setiap alternatif adalah sama yaitu 1, hal tersebut disebabkan karena volume hebel memiliki jumlah yang sama berkisaran 111 buah perkubik apabila menggunakan ukuran yang 7,5x20x60 jika menggunakan ukuran 10x20x60 jumlah hebel akan berkisaran 88 buah perkubik. Data nilai skor didapatkan dengan melakukan perankingan menggunakan persamaan 2 pada metodologi penelitian. Nilai skor didapatkan dengan mengalikan nilai normalisasi (Tabel V) dengan nilai bobot kriteria (Tabel . , dan kemudian menjumlahkan nilai skor masingmasing kriteria untuk alternatif yang sama. Berikut adalah perhitungan nilai skor (V) untuk masingmasing alternatif: PT. Bangunan Ringan Perkasa PT. Hebel Indonesia Nilai KESIMPULAN Berdasarkan analisis sistem pendukung pengambilan keputusan pemilihan supplier dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat disimpulkan bahwa kriteria harga memiliki nilai bobot tertinggi yaitu 30, kriteria kualitas dan kecepatan pengiriman dengan nilai bobot 25, dan kriteria volume dengan nilai bobot 20. Supplier yang terpilih dengan nilai terbesar adalah V3 (Akbar Jay. dengan nilai perhitungan perangkingan menggunakan metode Simple Additive Weigthing (SAW) . *0. = 97. 87 terpilih sebagai kandidat supplier perusahaan . *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. *0. Heryansyah & Ilmaniati REFERENSI