DAMPAK PEMAHAMAN FINANCIAL LITERACY. FINANCIAL AXIENTY. DAN LIFE STYLE TERHADAP KEUANGAN PERSONAL DIKALANGAN GEN Z KABUPATEN BULELENG Made Dwi Ferayani1. Putu Suarningsih2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja Jln. udistira No. Kendran. Kec. Buleleng. Kabupaten Buleleng. Bali 81112 E-mail : sayukeisha@gmail. com (Korespondin. Abstract: Changes in the digital economy and consumer lifestyles among Gen Z present new challenges in managing personal finances. This study aims to evaluate the impact of understanding financial literacy, financial anxiety, and lifestyle on personal finances among Gen Z in Buleleng Regency. This study uses a quantitative approach with a survey method of 100 Gen Z respondents who are already working or running their own businesses. This study uses multiple regression analysis techniques, classical assumption tests, coefficient of determination analysis, and T-tests (Partia. The results of the study show that Financial literacy has a positive and significant impact on personal finances, which means that the higher a person's understanding of finances, the better their financial management. Financial anxiety has a negative but insignificant effect, which shows that anxiety about finances indirectly affects the financial behavior of Gen Z in Buleleng, and Lifestyle has a positive and significant effect on personal finances. This shows that the higher the understanding of finances and a focused lifestyle, the better the individual's financial condition. Based on the results of the analysis, it was found that financial literacy, financial anxiety and life style have an effect on personal finances in Gen Z in Buleleng Regency with an Adjusted R-Square value of 0. 499 or Hypothesis proof is carried out by comparing the t table with the calculated t in each regression model Keywords: Financial literacy. Financial anxiety. Life style. Personal Finance. Gen Z. Buleleng Regency. Perubahan lanskap ekonomi global dan nasional saat ini berlangsung sangat dinamis, seiring dengan semakin kuatnya arus digitalisasi dan inovasi dalam teknologi Dalam satu dekade terakhir, perkembangan layanan keuangan berbasis digital seperti dompet elektronik . -walle. , perbankan seluler, dan aplikasi manajemen keuangan telah merevolusi cara individu berinteraksi dengan uang, merencanakan Transformasi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan, terutama bagi generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan digital dan terbiasa dengan Di Indonesia, fenomena ini tidak hanya berdampak pada masyarakat perkotaan atau orang dewasa, tetapi juga semakin terasa dalam keseharian Generasi Z. (Sari et al. Generasi Z yakni individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, sering disebut sebagai digital native generation karena sejak kecil telah terbiasa dengan internet, gawai, serta teknologi komunikasi dan informasi. Keterpaparan sejak dini terhadap teknologi menjadikan mereka generasi yang cepat beradaptasi terhadap perubahan, terutama dalam penggunaan platform digital, termasuk Mereka cenderung memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dalam menggunakan teknologi non-tunai, keputusan secara cepat, serta menjalani gaya hidup yang fleksibel, dinamis, dan terhubung secara sosial. (Wiratih et al. Dalam sehari-hari, penggunaan dompet digital telah menjadi bagian integral dari aktivitas finansial Gen Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. Kemudahan akses, kecepatan transaksi, hingga berbagai penawaran promosi yang menarik menjadikan e-wallet sebagai pembayaran, baik untuk kebutuhan primer maupun sekunder. Data Katadata Insight Center . menunjukkan bahwa sekitar 82% Gen Z di Indonesia secara rutin menggunakan dompet digital dalam keseharian mereka. Tidak hanya sebagai alat transaksi, e-wallet juga telah menjadi simbol gaya hidup konsumtif baru, yang lekat dengan aktivitas seperti belanja online, pemesanan makanan, hingga hiburan berbasis aplikasi. Kondisi ini menciptakan pergeseran pola perilaku finansial. Survei Katadata . mencatat bahwa sekitar 65% Gen Z mengalokasikan penghasilannya untuk pengeluaran non-esensial seperti fashion, hobi, dan gaya hidup. Jika kebiasaan ini tidak diimbangi dengan pemahaman dan keterampilan manajemen keuangan yang memadai, maka akan muncul risiko ketidakstabilan keuangan, bahkan potensi terjebak dalam perilaku konsumtif jangka Fenomena ini diperparah oleh tekanan sosial yang semakin kuat di era digital, di mana media sosial membentuk standar gaya hidup dan mendorong perilaku konsumsi yang impulsif. Dorongan untuk mengikuti tren, menjaga citra di dunia maya, dan mendapatkan pengakuan sosial seringkali membuat keputusan finansial menjadi tidak Pengeluaran dilakukan bukan berdasarkan kebutuhan nyata, tetapi lebih karena pengaruh emosional sesaat dan keinginan untuk tampil sesuai ekspektasi sosial (Laturette et al. , 2. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan tekanan psikologis yang dikenal dengan istilah financial anxiety yaitu perasaan cemas atau khawatir yang terus-menerus terkait kondisi keuangan pribadi. Menurut Fathihani & Rosdiana . financial anxiety dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, mengganggu produktivitas, bahkan berisiko terhadap kesehatan mental. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. khususnya pada kelompok usia produktif seperti Generasi Z. Di sisi lain, kemampuan untuk mengelola keuangan secara efektif sangat bergantung pada financial literacy atau literasi keuangan, yang mencakup keuangan, cara menggunakan produk dan layanan keuangan, serta keterampilan dalam mengambil keputusan keuangan yang bijak. Dalam konteks digital, literasi keuangan juga mencakup kemampuan menggunakan alat pembayaran modern seperti kartu debit, kartu kredit, dan dompet digital secara bertanggung jawab. Meskipun Gen Z sangat familiar dengan penggunaan teknologi tersebut, banyak di antara mereka yang belum memiliki pemahaman menyeluruh mengenai fitur keuangan yang ada, seperti pengelolaan anggaran atau pencatatan pengeluaran secara sistematis. (Saraswati & Nugroho. Rendahnya keuangan ini tercermin dalam data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2024 yang menyatakan bahwa indeks keuangan nasional berada pada angka 65,43%, sementara untuk kelompok usia 18Ae25 tahun (Gen Z) hanya mencapai 51,70%. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa meskipun Gen Z sangat aktif secara Akibatnya, banyak dari mereka mengalami kesulitan dalam menyusun prioritas pengeluaran, serta menyiapkan dana darurat maupun investasi untuk masa (Otoritas Jasa Keuangan, 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. 1025 Gambar 1. Jumlah Populasi Gen Z dan Jumlah UMKM di Kabupaten Buleleng . (Sumber: BPS, 2. Gambar 1 menunjukkan bahwa fenomena ini juga terjadi di Kabupaten Buleleng. Provinsi Bali, yang dalam beberapa tahun peningkatan jumlah generasi muda yang aktif bekerja maupun berwirausaha. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik . 0Ae2. , jumlah penduduk Gen Z usia 20Ae24 tahun di wilayah ini meningkat dari 156 jiwa pada tahun 2020 menjadi sekitar 000 jiwa pada tahun 2025. Seiring dengan itu, jumlah pelaku UMKM juga meningkat pesat dari 32. 907 unit menjadi 000 unit, yang sebagian besar dikelola oleh anak muda. Kondisi ini struktural dalam perekonomian daerah, di mana Gen Z mulai menjadi pelaku aktif dalam ekonomi lokal. Namun, di tengah dinamika tersebut, kemampuan dalam merencanakan dan mengelola keuangan pribadi maupun usaha masih menjadi tantangan serius. Studi oleh Ulum . menemukan bahwa mayoritas pengguna e-wallet dari kalangan Milenial dan Gen Z belum memahami fitur-fitur keuangan dasar dalam aplikasi yang mereka gunakan, seperti pencatatan pengeluaran, pengaturan batas belanja, atau laporan keuangan. Sementara itu, penelitian Putrantona & Pasaribu . di DKI Jakarta menunjukkan adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan e-wallet dan perilaku konsumtif Gen Z, yang disertai dengan kecenderungan gaya hidup keuangan jangka panjang. Kebaharuan dari penelitian ini adalah secara khusus menyoroti fenomena ini di wilayah semi- perkotaan seperti Kabupaten Buleleng masih sangat terbatas. Padahal, kondisi lokal memiliki peran penting dalam membentuk perilaku ekonomi, termasuk dalam hal akses terhadap layanan keuangan serta pola konsumsi Oleh karena itu, penelitian ini Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. bertujuan untuk mengisi kekosongan literatur dengan menganalisis perilaku keuangan Generasi Z yang bekerja maupun berwirausaha di Kabupaten Buleleng, dengan menyoroti tiga variabel utama, yaitu financial literacy, financial anxiety, dan life style. Secara khusus, penelitian ini pengaruh gaya hidup . ife styl. terhadap memahami bagaimana literasi keuangan . inancial literac. memengaruhi perilaku finansial, serta mengetahui dampak kecemasan finansial . inancial anxiet. terhadap kondisi keuangan pribadi di kalangan Gen Z di Kabupaten Buleleng. METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, dengan sasaran Generasi Z berusia 20 hingga 24 tahun yang berdomisili di wilayah tersebut. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik sosial ekonomi daerah yang sedang berkembang serta tingginya partisipasi generasi muda dalam aktivitas kerja dan Populasi berjumlah sekitar 68. 600 jiwa, dengan estimasi 15% di antaranya merupakan individu yang sudah bekerja atau memiliki usaha mandiri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 responden, yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling sebagai sampling, guna memastikan setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner yang disusun dengan menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap variabel financial literacy, financial anxiety, dan life style, serta dokumentasi sebagai data Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang dibantu dengan perangkat lunak SPSS, dengan serangkaian uji tambahan yang meliputi uji kualitas data, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis untuk mengetahui tingkat signifikansi dan arah ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. pengaruh masingmasing variabel terhadap keuangan personal Generasi Z di Kabupaten Buleleng. HASIL Penelitian ini melibatkan 100 responden dari kalangan Generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Buleleng dan berada dalam rentang usia 20 hingga 24 tahun. Berdasarkan hasil analisis dat awal, diperoleh gambaran karakteristik demografis responden bahwa dari aspek status pekerjaan, mayoritas responden, yaitu sebanyak 70 orang, telah memiliki pekerjaan dan dianggap mandiri secara finansial, sementara 30 responden lainnya belum bekerja atau belum dapat dikategorikan sebagai mandiri secara Jika ditinjau dari jenis kelamin, komposisi responden didominasi oleh perempuan sebanyak 65 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 35 orang. Dari segi usia, kelompok usia terbanyak adalah 23 tahun dengan jumlah 35 responden, sedangkan kelompok usia paling sedikit adalah 21 tahun dengan jumlah 13 responden. Gambaran karakteristik ini memberikan konteks penting dalam memahami kecenderungan perilaku keuangan Generasi Z yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Selanjutnya dilakukan uji kualitas data, yang terdiri atas uji validitas dan uji reliabilitas, untuk memastikan bahwa instrumen penelitian yang digunakan mampu mengukur variabelvariabel secara akurat dan konsisten. Adapun hasil dari kedua uji tersebut disajikan sebagai Variabel Item X1. Financial X1. literacy X1. (X. X1. X2. Financial X2. (X. X2. X3. Life style X3. (X. X3. RR- Keterangan Hitung Tabel Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Y1. Keuangan Y1. Personal Y1. (Y) Y1. Valid Valid Valid 0,660 0,195 Valid Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa seluruh item dalam instrumen penelitian memiliki nilai korelasi total yang dikoreksi . -hitun. melebihi nilai r-tabel sebesar 0,195, dengan tingkat signifikansi 0,1 dan jumlah responden sebanyak 100 Dengan demikian, seluruh pernyataan yang digunakan dalam kuesioner dapat merepresentasikan konstruk yang diukur secara memadai. Selanjutnya adalah uji Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas Variabel Financial Financial Life style Keuangan Personal Nilai Cronbach Alpha 0,61 Cronbach Keterangan Alpha Standar 0,60 Reliabel 0,63 0,60 Reliabel 0,62 0,68 0,60 0,60 Reliabel Reliabel Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam instrumen penelitian menunjukkan nilai CronbachAos Alpha di atas 0,60. Dengan kisaran nilai antara 0,61 hingga 0,68, dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang digunakan memenuhi kriteria reliabilitas, sehingga instrumen yang disusun dinyatakan konsisten dan layak digunakan dalam pengumpulan data. Setelah memastikan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, tahap selanjutnya adalah melakukan uji asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji prasyarat dalam analisis regresi linier ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. 1027 Gambar 2. Hasil Uji Normalitas P-Plot Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Unstandardized Residual model menunjukkan nilai tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF di bawah 10. Secara spesifik, nilai tolerance berada dalam kisaran 0,821 hingga 0,914, sementara nilai VIF berkisar antara 1,094 hingga 1,219. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas di antara variabelvariabel independen, sehingga model regresi memenuhi salah satu asumsi penting dalam analisis linier berganda. Selanjutnya uji Hasil analisis scatter plot pada gambar 3 menunjukkan penyebaran titik yang acak tanpa pola tertentu di sekitar sumbu X dan Y, mengindikasikan tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Tabel 5. Hasil Uji Metode SpearmanAos Rho Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200, yang lebih besar dari batas signifikansi 0,05. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan dalam uji ini, dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal dan memenuhi asumsi dasar untuk analisis regresi. Selanjutnya adalah uji Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Gambar 3. Hasil Uji Hetereokedastisitas Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa seluruh konstruk independen dalam Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam model regresi menunjukkan nilai signifikansi . -taile. di atas 0,05, yaitu masing-masing sebesar 0,698. 0,958. dan 0,823. Hal ini mengindikasikan bahwa model tidak mengalami masalah heteroskedastisitas, sehingga asumsi homogenitas varians telah Setelah seluruh asumsi klasik terpenuhi, analisis dilanjutkan dengan uji ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. hipotesis, yang terdiri atas analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R Squar. , dan uji t . sebagai bagian dari pengujian model secara menyeluruh. Berdasarkan tabel 6, diperoleh nilai konstanta sebesar 5,583 yang menunjukkan bahwa ketika seluruh variabel independen bernilai konstan, maka nilai Keuangan Personal berada pada angka tersebut. Koefisien regresi menunjukkan bahwa ketiga konstruk independen memiliki hubungan positif terhadap Keuangan Personal, dengan nilai masing-masing sebesar 0,640. 0,196. 0,101. Artinya, peningkatan pada masingmasing konstruk secara individu akan diikuti oleh peningkatan nilai Keuangan Personal dalam model ini. Selanjutnya uji R-Square. Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan tabel 7, nilai Adjusted R Square sebesar 0,499 menunjukkan bahwa sekitar 49,9% variasi dalam Keuangan Personal dapat dijelaskan oleh ketiga konstruk independen yang digunakan dalam model. Sementara itu, 50,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Untuk mengetahui kontribusi masing-masing konstruk secara spesifik, dapat dilakukan perhitungan Sumbangan Efektif (SE) dan Sumbangan Relatif (SR) menggunakan rumus yang telah ditetapkan. SE (X) % = Betax X Koefisien Korelasi X 100 Berdasarkan tabel 8 diketahui bahwa variabel X1 memberikan kontribusi sebesar 33,8% terhadap Keuangan Personal, diikuti oleh X2 sebesar 10,6%, dan X3 sebesar 7,1%. Dengan Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. variabel yang memberikan pengaruh paling dominan terhadap variabel Y, yaitu Keuangan Personal, dengan kontribusi lebih dari separuh dari total R Square sebesar 51,4%. Selanjutnya uji parsial (Uji T). Berdasakan tabel 9, menunjukkan bahwa ketiga variabel independen dalam model memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keuangan Personal (Y). Variabel X1 dengan sig. sebesar 0,000 dan t hitung sebesar 7,282 > t tabel 1,984, yang signifikan terhadap variabel Y. Hal serupa ditunjukkan oleh X2 dengan nilai sig. 0,004 dan t hitung 2,949 > 1,984, serta X3 dengan 0,006 dan t hitung 2,798 > 1,984. Dengan demikian, ketiga variabel secara parsial terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keuangan Personal di kalangan Generasi Z di Kabupaten Buleleng. PEMBAHASAN Dampak Financial literacy (X. Terhadap Keuangan Personal Temuan dari uji t menunjukkan bahwa variabel X1 memiliki pengaruh signifikan terhadap Keuangan Personal. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 7,282 yang lebih besar dari t tabel 1,984 serta nilai signifikansi 0,000 yang berada di bawah ambang batas 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tingkat literasi keuangan berbanding lurus dengan meningkatnya kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi di kalangan Generasi Z di Kabupaten Buleleng. Secara teoritis, hasil ini didukung oleh Human Capital Theory, yang menyatakan bahwa finansial, akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan individu. Dalam konteks ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. 1029 ini, literasi keuangan menjadi elemen penting dalam membentuk perilaku finansial yang rasional, menghindarkan individu dari konsumsi berlebih, serta membantu dalam menyusun rencana keuangan jangka pendek maupun jangka panjang secara tepat. Temuan ini juga konsisten dengan hasil penelitian Lathiifah & Kautsar . yang membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan dan Penelitian serupa oleh Wahyuni et al. , . turut menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki kontribusi parsial namun tetap signifikan terhadap perilaku keuangan Dampak Financial anxiety (X. Terhadap Keuangan Personal Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X2 memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keuangan Personal, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 2,949 lebih besar dari t tabel 1,984 serta tingkat signifikansi 0,004 yang berada di bawah 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecemasan finansial yang dialami oleh Generasi Z di Kabupaten Buleleng, maka semakin tinggi pula perhatian dan upaya mereka dalam mengelola keuangan secara lebih hati-hati dan terstruktur. Dalam konteks tertentu, kecemasan finansial yang masih berada dalam batas wajar justru dapat berperan sebagai pendorong perilaku finansial yang adaptif. Individu yang merasa cemas terhadap kondisi keuangannya cenderung lebih reflektif, disiplin, dan berhati-hati dalam mengatur anggaran, menekan pengeluaran, serta meningkatkan Hal ini menunjukkan bahwa financial anxiety, jika dikelola dengan baik, dapat memicu kesadaran diri dan peningkatan motivasi untuk mencapai stabilitas ekonomi. Penelitian oleh Aminarti & Siregar . juga menyimpulkan bahwa stres finansial dalam kadar ringan hingga sedang dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan keuangan. Senada dengan itu. Ramadhani Faturohman . menemukan bahwa mahasiswa Gen Z Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. mengalami kecemasan finansial pada kekhawatiran akan kecukupan pendapatan harian, yang justru mendorong mereka untuk lebih proaktif dalam perencanaan Dampak Life style (X. Terhadap Keuangan Personal Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X3 memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Keuangan Personal. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 4,294 yang melebihi nilai t tabel 1,984, serta tingkat signifikansi 0,000 yang berada di bawah 0,05. Artinya, semakin tinggi gaya hidup yang dijalani oleh individu Gen Z di Kabupaten Buleleng, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap kondisi keuangan personal mereka. Secara teoritis, temuan ini didukung oleh Lifestyle Theory melalui pendekatan AIO (Activity. Interest, and Opinio. , yang menjelaskan bahwa kebiasaan konsumsi seseorang dibentuk oleh aktivitas, minat, dan opini yang dianut. Gaya hidup konsumtif seperti membeli barang bermerek, mengikuti tren gaya hidup modern, atau sering melakukan pengeluaran untuk hiburan, dapat berdampak langsung pada kestabilan finansial jika tidak disertai dengan kontrol keuangan yang memadai. Oleh karena itu, pola hidup yang tidak seimbang antara memperbesar risiko permasalahan finansial. Temuan ini konsisten dengan penelitian Putri et al. , . serta Ekofani & Paramita . yang keduanya menyatakan bahwa gaya hidup berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa financial literacy, financial anxiety, dan lifestyle berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keuangan personal Generasi Z di Kabupaten Buleleng. Tingkat literasi keuangan yang lebih baik berkorelasi dengan kemampuan pengelolaan keuangan yang semakin ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. optimal, sementara kecemasan finansial yang berada pada tingkat wajar justru mendorong individu untuk lebih waspada dalam menyusun anggaran, menabung, dan menghindari pengeluaran tidak perlu. Gaya hidup yang terencana dan terkendali juga terbukti mendukung kemampuan manajemen keuangan yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan agar pembaca meningkatkan minat terhadap literasi keuangan guna mencapai kemandirian finansial yang lebih baik, serta terus mengembangkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat. Selain itu, studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk penelitian lebih lanjut dengan cakupan responden yang lebih luas serta pendekatan memberikan kontribusi yang lebih luas dalam Bagi selanjutnya, disarankan untuk memperkaya variabel dan indikator yang digunakan agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif dan representatif terhadap fenomena yang DAFTAR RUJUKAN Aminarti. , & Siregar. Pengaruh Pendidikan Keuangan Dan Stress Keuangan Terhadap Kesejahteraan Keuangan Dengan Teknologi Keuangan Sebagai Variabel Intervening. Mandiri: Jurnal Akuntans i Dan Keuangan, 4. , 42Ae50. https://doi. org/https://doi. 29407/jae. BPS. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin di Kabupaten Buleleng, 2021. Badan Pusat Statistik Kabupaten Buleleng. https://bulelengkab. id/id/stati sticstable/3/ WVc0MGEyMXBkVFUxY25KeE9 HdDZkbTQzWkVkb1p6MDkjMw ==/ jumlah - pendudukmenurut-kelompok- umur-dan-jeniskelamin-di-kabupaten-buleleng-2021. Ekofani. , & Paramita. Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Hidup. Kontrol Diri, dan Sikap Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan FEB UNESA. ARBITRASE: Journal Economics and Accounting, 4. , 60Ae69. https://doi. org/10. 47065/arbitrase. Fathihani. , & Rosdiana. Pengaruh Financial Literacy. Locus Of Control. Lifestyle Terhadap Financial Management Behavior. Journal Of Management And Innovation Entrepreneurship (Jmi. , 1. , 712Ae723. https://doi. org/10. 59407/jmie. KatadataInsightCenter. Survei Keuangan Gen Z Indonesia. Jakarta: Katadata. Lathiifah. , & Kautsar. Pengaruh Financial Literacy. Financial Technology. Financial Self-Efficacy. Income. Life Style. Emotional Intelligence terhadap Financial Management Bahavior Remaja Kabupaten Ponorogo. Jurnal Ilmu Manajemen, 10. , 1211Ae1226. https://doi. org/10. 26740/jim. Laturette. Widianingsih. , & Subandi. Literasi Keuangan Pada Generasi Z. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9. , 131Ae139. https://doi. org/10. 26740/jpak. OtoritasJasaKeuangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2023 (SNLIK). Jakarta: OJK. Putrantona. , & Pasaribu, . Analysis of The Influence of Electronic Wallet Usage. Lifestyle. And Financial Literacy on The Consumptive Behaviour of Generation Z Workers in DKI Jakarta. International Journal of Science. Technology ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Dampak Pemahaman Financial Literacy. Financial Axienty, dan Life Style Terhadap Keuangan Personal Dikalangan Gen Z Kabupaten Buleleng (Made Dwi Ferayani. Putu Suarningsi. 1031 Management, 5. , 540Ae549. https://doi. org/10. 46729/ijstm. Putri. Nurwati. , & Mahrita. Pengaruh Literasi Keuangan. Gaya Hidup Hedonisme, dan Sikap Keuangan Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Pribadi Wanita Bekerja di Kota Palangka Raya. Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 10. , 86Ae95. https://doi. 21107/jsmb. Ramadhani. , & Faturohman. The Demographical Analysis of Indonesian Young AdultsAo Financial Anxiety. EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 12. https://doi. org/10. 37676/ekombis. Saraswati. , & Nugroho. Perencanaan Keuangan Pengelolaan Keuangan Generasi Z di Masa Pandemi Covid 19 melalui Penguatan Literasi Keuangan. Warta LPM, 24. , 309Ae318. https://doi. org/10. 23917/warta. Sari. Chandra. , & Sukartini. Pengaruh Financial Knowledge. Financial Anxiety dan Financial Self-Efficacy Terhadap Pengelolaan Keuangan Mahasiswa. MBIA, 191Ae https://doi. org/10. 33557/mbia. Ulum. Pengaruh kemudahan penggunaan E-Payment, gaya hidup dan literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif pengguna EWallet pada generasi milenial. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Wahyuni. Radiman. , & Kinanti. Pengaruh Literasi Keuangan. Lifestyle Hedonis dan Sikap Keuangan Pribadi Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa. Owner, 7. , 656Ae671. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. https://doi. org/10. 33395/owner. Wiratih. Witono. Havidz. Aima. , & Dewi. Peningkatan Kesadaran Berinvestasi bagi Gen-Z sebagai Digital Native melalui Kegiatan Sosialisasi. Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 43Ae49. https://doi. 31334/jks. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356