Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. No. April 2025 e-ISSN 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi *Welim Hansen1. Erna Listiana2. Efa Irdhayanti3. Ilzar Daud4. Dody Pratama Marumpe5 1,2,3,4,5 Universitas Tanjungpura E-mail: b1021201175@student. listiana@ekonomi. efairdhayanti@ekonomi. daud@ekonomi. pratama@ekonomi. Abstract The advancement of digital technology has driven significant transformations in the employment landscape, marked by the emergence of new occupational roles such as freelance content creatorsAiprofessions that are particularly appealing to Generation Z. Despite operating independently and with high levels of flexibility, these freelance workers remain subject to complex psychosocial work dynamics, including job stress, rewards, motivation, and job satisfaction. This study aims to empirically investigate the influence of job stress and rewards on job satisfaction, while examining the mediating role of motivation within the context of digital freelancers. Employing a quantitative research design, data were collected through an online questionnaire distributed to 220 Gen Z freelance content creators in Indonesia. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique, facilitated by the SmartPLS 4 software. The results indicate that job stress exerts a significantly negative effect on both motivation and job satisfaction, whereas rewards have a significantly positive effect on these variables. Furthermore, motivation was found to partially and significantly mediate the relationship between job stress, rewards, and job satisfaction. These findings underscore the critical importance of affective dimensions in shaping the occupational well-being of freelancers in the digital era. The main contribution of this study lies in its extension of the theoretical framework surrounding non-traditional work dynamics, as well as its practical implications for the development of career management and well-being strategies tailored to platformbased freelance workers. Keywords: Job Stress. Rewards. Motivation. Job Satisfaction. Freelancer. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam lanskap ketenagakerjaan, dengan munculnya profesi baru seperti freelance content creator yang banyak diminati Generasi Z. Meskipun bekerja secara independen dan fleksibel, para pekerja lepas ini tetap terpapar pada dinamika psikososial kerja yang kompleks, seperti stres kerja, penghargaan, motivasi, dan kepuasan kerja. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi secara empiris pengaruh stres kerja dan penghargaan terhadap kepuasan kerja, serta menguji peran mediasi motivasi dalam konteks pekerja lepas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner daring kepada 220 freelance content Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 86 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 creator Gen Z di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap motivasi dan kepuasan kerja, sedangkan penghargaan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu, motivasi terbukti memediasi secara parsial dan signifikan hubungan antara stres kerja dan penghargaan terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menekankan pentingnya aspek afektif dalam membentuk kesejahteraan kerja pekerja lepas di era digital. Kontribusi utama studi ini terletak pada perluasan kerangka teoretis mengenai dinamika kerja non-tradisional, serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi pengelolaan karier dan kesejahteraan pekerja lepas berbasis Kata-kata Kunci: Stres Kerja. Imbalan. Motivasi. Kepuasan Kerja. Freelancer. PENDAHULUAN Teknologi digital, sebagai pilar utama globalisasi, telah merekonstruksi struktur sosial, ekonomi, dan budaya secara sistemik. Dalam sektor ketenagakerjaan, digitalisasi mendorong disrupsi paradigmatik melalui transisi menuju model kerja fleksibel, terdesentralisasi, dan berbasis data. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi digital menegaskan peran teknologi sebagai katalis restrukturisasi kerja dan produksi nilai. Transformasi ini dimulai dari digitalisasi proses, konversi aktivitas manual menjadi sistem digital, yang kemudian berkembang menjadi integrasi teknologi untuk optimalisasi nilai melalui otomatisasi, analitik, dan inovasi berkelanjutan. 1 Proses transformasi ini menuntut individu dan organisasi untuk secara kontinu memperkuat kompetensi, kapasitas inovatif, dan adaptabilitas guna menjaga relevansi dan daya saing dalam ekosistem yang volatil dan Paradigma kerja bergeser dari sekadar pemenuhan kebutuhan menuju aktualisasi diri dan aspirasi personal. Dalam lingkungan kerja digital, organisasi wajib mengoptimalkan kreativitas karyawan sebagai keunggulan kompetitif. Konsep kerja modern mencakup dimensi psikososial seperti kepuasan, motivasi, dan kesejahteraan mental. Meski digitalisasi meningkatkan fleksibilitas, tekanan kerja, komunikasi terfragmentasi, dan ketidakadilan insentif memperparah stres kerja. Oleh karena itu, manajemen sumber daya manusia yang Jana Bltykovy et al. AuReflection of Digitalization on Business Values: The Results of Examining Values of People Management in a Digital Age,Ay Sustainability 12, no. : 1Ae17, https://w. com/2071-1050/12/12/5202. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 87 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi adaptif dengan sistem penghargaan berbasis kinerja esensial untuk menjaga motivasi, produktivitas, dan keberlanjutan organisasi. 2,3,4 Perkembangan global dan nasional menunjukkan peningkatan signifikan pekerja freelance sebagai bagian dari transformasi pasar tenaga kerja menuju model kerja fleksibel dan nonformal. Data Badan Pusat Statistik mengindikasikan kenaikan jumlah freelancer dan pekerja paruh waktu di Indonesia dari 29 juta (Agustus 2. menjadi 46,47 juta (Februari 2. , mencakup 32% angkatan kerja. Fenomena ini mencerminkan pergeseran struktural dari pekerjaan formal ke pekerjaan berbasis platform dengan fleksibilitas tinggi. Freelancer mengoptimalkan otonomi dalam mobilitas platform dan manajemen waktu kerja, mendukung karier yang mandiri dan kreatif. Dari perspektif perusahaan, model ini meningkatkan efisiensi produktivitas, menekan biaya rekrutmen, dan mendorong inovasi melalui fleksibilitas operasional. Digitalisasi dan media sosial turut memperluas peluang profesi freelance, khususnya dalam konten kreatif di platform seperti YouTube. Instagram, dan TikTok. Profesi freelance content creator mengalami pertumbuhan eksponensial di kalangan Gen Z, yang memiliki kompetensi digital tinggi. Meski menyediakan fleksibilitas dan ekspresi kreatif, pekerjaan ini menimbulkan stres psikososial akibat ekspektasi audiens, volatilitas algoritma, dan ketidakpastian pendapatan. Disonansi antara kebutuhan makna kerja dan dampak sosial dengan minimnya keamanan, pengakuan, serta stabilitas finansial menyebabkan rendahnya kepuasan kerja. Fenomena ini mencerminkan kompleksitas tekanan psikologis dalam ekosistem digital pekerja kreatif muda. 7,8,9 W Brian Arthur. Complexity and the Economy (New York: Oxford University Press, 2. Daniel Wheatley. AuEmployee Satisfaction and Use of Flexible Working Arrangements,Ay Work. Employment and Society 31, no. : 567Ae585. Michael Canon. AuEmployee Recognition: Understanding the Construct, its Measurement and its Relationship to Employee Outcomes,Ay Journal of Corporate Accounting & Finance 24, no. : 75Ae80, https://library2. ca/handle/01/26418. Kristine M. Kuhn. AuThe Rise of the AoGig EconomyAo and Implications for Understanding Work and Workers,Ay Industrial Organizational Psychology . 157Ae162, https://w. org/core/journals/industrial-and-organizational-psychology/article/abs/rise-of-thegig-economy-and-implications-for-understanding-work-andworkers/0359098FEC51B66EFC02101105B25FCF. Alex Wood dan Vili Lehdonvirta. AuPlatform Labour and Structured Antagonism: Understanding the Origins of Protest in the Gig Economy,Ay SSRN Electronic Journal . : 37, https://papers. com/sol3/papers. cfm?abstract_id=3357804. Jean M. Twenge, iGen: Why TodayAos Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious. More Tolerant. Less Happy and Completely Unprepared for Adulthood (New York: Atria Books, 2. Deloitte. The Deloitte Global 2022 Gen Z and Millennial Survey (New York, 2. , https://w. com/global/en/issues/work/genzmillennialsurvey-2022. Tracy Francis dan Fernanda Hoefel. True Gen: Generation Z and its Implications for Companies (New York, 2. , https://w. com/industries/consumer-packaged-goods/our-insights/true-gengeneration-z-and-its-implications-for-companies. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 88 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 Lebih dari 75% content creator mengalami stres dan burnout, terutama akibat pendapatan yang tidak mencukupi. Kepuasan finansial freelancer di bidang konten dan desain hanya 37%, terendah di antara profesi profesional. Sebagian besar pekerja lepas media di Indonesia beroperasi secara informal, tanpa struktur karier dan perlindungan hukum yang memadai. Ketidakstabilan pendapatan, tekanan produktivitas berkelanjutan, dan ketergantungan pada eksistensi media sosial secara signifikan menurunkan motivasi serta kepuasan kerja. Kondisi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk studi komprehensif tentang dinamika psikososial dan ekonomi freelancer Gen Z dalam ekosistem digital konten. 10,11,12 Penelitian kepuasan kerja umumnya fokus pada pekerja formal dengan struktur dan kompensasi terdefinisi, sementara studi tentang kesejahteraan freelance content creator masih terbatas. Pekerjaan lepas yang bersifat unik memerlukan pendekatan kontekstual untuk memahami faktor-faktor kepuasan kerja. Motivasi kerja berfungsi sebagai mediator utama antara stres kerja, imbalan, dan kepuasan kerja. Yasa dan Dewi menunjukkan stres kerja menurunkan motivasi yang kemudian menurunkan kepuasan kerja, namun motivasi tinggi dapat meredam dampak negatif stres. 13 Temuan Rusli dan Ie menguatkan peran mediator motivasi dan pentingnya faktor internal dalam kesejahteraan kerja. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana transformasi digital yang menginisiasi model kerja fleksibel memengaruhi stres kerja, motivasi, dan kepuasan kerja freelancer content creator generasi Z di Indonesia dalam konteks ketidakpastian ekonomi dan minimnya perlindungan institusional, serta sejauh mana motivasi memediasi hubungan antara stres kerja dan kepuasan kerja dalam ekosistem digital yang volatil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme hubungan tersebut secara empiris guna memberikan dasar konseptual dan praktis bagi pengembangan strategi manajemen sumber Alex Lefkowitz. Creator Study Report 2023 (Las Vegas: Tasty Edits, 2. Thomas Maas. AuFreelancer Study 2025: Market insights, data and trends,Ay Freelancermap, last modified 2025, https://w. com/market-study. Jandy E. Luik dan Agusly I. Aritonang. AuInformality of Media Freelancers in Indonesia: Motives and Prospects,Ay Journal of Creative Communications 17, no. : 288Ae302, https://journals. com/doi/abs/10. 1177/09732586211050332. Ni Made Galih Sekar Wangi dan I Gusti Ayu Dewi Adnyani. AuPengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Bebek Uma Sari Resto Singapadu. Gianyar,Ay EKONOMIKA45: Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi Bisnis. Kewirausahaan 11, no. : 170Ae186. Suci Salsabila Rusli dan Mei Ie. AuPengaruh Stres Kerja dan Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Mediasi,Ay Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan 7, no. : 269Ae276, https://journal. id/index. php/JMDK/article/view/33005. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 89 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi daya manusia yang adaptif dan berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pasar kerja digital METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif untuk menganalisis hubungan antar variabel berdasarkan data primer. Populasi studi mencakup freelance content creator Generasi Z di Indonesia yang aktif berkarya sesuai keahlian masing-masing. Karena populasi tidak terdefinisi secara eksplisit, ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow . cu = ycs 2 ycE. OeycE) ycc2 ), merujuk pada pedoman Riyanto et al. , dengan batas minimal 100 responden. Data dikumpulkan dari 220 responden melalui purposive sampling dengan kriteria: freelance content creator, berdomisili di Indonesia, dan lahir antara 1997Ae2012 (Generasi Z). Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disusun berdasarkan indikator variabel penelitian untuk mengukur stres kerja, rewards, motivasi, dan kepuasan kerja, serta disebarkan via Google Forms. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan SmartPLS 4, dipilih karena kemampuannya dalam memodelkan hubungan multivariat antar variabel laten secara simultan dengan akurasi dan keandalan tinggi. Proses analisis SEM terdiri dari dua tahap: evaluasi model pengukuran . uter mode. dan model struktural . nner mode. Outer model digunakan untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator terhadap konstruk laten, berdasarkan nilai convergent validity . oading factor > 0,. Average Variance Extracted (AVE > 0,. , serta composite reliability (> 0,. , sebagaimana dijelaskan oleh Hair et al. 16 Sementara itu, analisis inner model dilakukan untuk menguji hubungan antar variabel laten melalui path coefficient, nilai R-square, dan p-value, mengikuti panduan dari Ghozali. 17 Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman empiris mengenai pengaruh stres kerja dan rewards terhadap kepuasan kerja, dengan motivasi sebagai variabel mediasi, dalam konteks freelance content creator Gen Z di Indonesia. Setyo Riyanto. Ady Sutrisno, dan Hapzi Ali. AuThe Impact of Working Motivation and Working Environment on Employees Performance in Indonesia Stock Exchange,Ay International Review of Management and Marketing 7, no. : 342Ae348, https://w. com/index. php/irmm/article/view/5269. Joseph F. Hair Jr. et al. Multivariate Data Analys Pearson New International Edition (Edinburgh: British Library Cataloguing-in-Publication Data, 2. Imam Ghozali. Partial Least Squares : Konsep. Teknik dan Aplikasi SmartPLS 3. 9 untuk Penelitian Empiris (Semarang: Badan Penerbit Undip, 2. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 90 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 HASIL Terdapat 220 responden di dalam penelitian ini. Responden sebagian besar oleh perempuan dengan persentase sebesar 58. Kelompok usia 25Ae28 tahun mendominasi jumlah responden . 55%), menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam usia kerja produktif awal. Lebih dari setengah responden bekerja di Indonesia bagian barat . 91%) dan sebagian besar responden memiliki pengalaman kerja kurang dari atau sekitar 2 tahun. Variabel Item Outer Loading (>0. AVE CronbachAos (>0. Alpha (>0. JSA1 JSA2 JSA3 JSA4 JSA5 JSA6 JSA7 JSA8 JSA9 Job Stress JS1 JS2 JS3 JS4 JS5 Motivation Rewards Tabel 4. Outer Loading. Reliabilitas dan Validitas Sumber: Olah Data Peneliti, 2025 Composite Reliability (>0. Job Satisfaction Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian, yaitu job satisfaction, job stress, motivation, dan rewards, telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas yang baik. Seluruh item memiliki outer loading di atas 0. 7, nilai AVE lebih dari 5, serta CronbachAos Alpha dan Composite Reliability di atas 0. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel memiliki Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 91 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi konsistensi internal yang tinggi dan mampu merepresentasikan konstruk dengan baik, sehingga layak digunakan untuk analisis lanjutan. Job Satisfaction Job Stress Motivation Rewards Job Satisfaction Job Stress Motivation Rewards Tabel 4. Validitas Diskriminan Heterotrait-Monotrait Ratio Sumber: Olah Data Peneliti, 2025 Hasil uji discriminant validity menggunakan metode Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam model, yaitu Job Satisfaction. Job Stress. Motivation, dan Rewards, memiliki nilai HTMT di bawah ambang batas 0. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konstruk dalam model memiliki perbedaan yang jelas satu sama lain dan tidak mengalami tumpang tindih secara konseptual. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model telah memenuhi kriteria validitas diskriminan dan layak. R-square R-square adjusted Job Satisfaction Motivation Tabel 4. R-square Sumber: Olah Data Peneliti, 2025 Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa variabel-variabel independen dalam model mampu menjelaskan variansi yang cukup besar terhadap variabel dependen, yaitu job satisfaction dan motivation, dengan nilai R-square masing-masing sebesar 0. 674 dan 0. Hal ini berarti 67,4% variabilitas pada job satisfaction dan 62,6% variabilitas pada motivation dapat dijelaskan oleh model. Nilai R-square adjusted yang tidak jauh berbeda, yaitu 0. 669 dan 622, menunjukkan bahwa model memiliki kestabilan dan kekuatan prediksi yang baik. Dengan demikian, model struktural dalam penelitian ini dinilai memiliki daya jelas yang Job Stress -> Job Satisfaction Job Stress -> Motivation Original Sample Standard T statistics sample mean deviation (|O/STDEV|) values (O) (M) (STDEV) Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 92 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 Motivation -> Job Satisfaction Rewards -> Job Satisfaction Rewards -> Motivation Tabel 4. Path Coefficient Sumber: Olah Data Peneliti, 2025 Berdasarkan Tabel 4. 4 mengenai uji hipotesis, seluruh hubungan antar variabel dalam model menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik karena nilai p-value < 0. Hubungan job stress terhadap job satisfaction memiliki nilai koefisien negatif sebesar -0. dengan p-value 0. 007, yang berarti semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kepuasan Demikian pula, job stress terhadap motivation juga menunjukkan hubungan negatif signifikan (-0. p = 0. , menandakan bahwa stres kerja dapat menurunkan motivasi. Sebaliknya, motivation berpengaruh positif terhadap job satisfaction . p = 0. menunjukkan bahwa motivasi yang tinggi dapat meningkatkan kepuasan kerja. Selain itu, variabel rewards berpengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction . p = 0. dan juga terhadap motivation . p = 0. , dengan pengaruh paling kuat terlihat pada hubungan antara rewards dan motivation. Hasil ini menunjukkan bahwa rewards merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan baik motivasi maupun kepuasan kerja, sedangkan job stress berdampak negatif pada keduanya. Rewards -> Motivation -> Job Satisfaction Job Stress -> Motivation > Job Satisfaction Original Sample Standard T statistics deviation (|O/STDEV|) values (O) (M) (STDEV) Tabel 4. Uji Mediasi Sumber: Olah Data, 2025 Tabel di atas menunjukkan hasil uji mediasi atau pengaruh tidak langsung . ndirect effec. dari variabel rewards dan job stress terhadap job satisfaction melalui motivation sebagai mediator. Hasil pertama, yaitu Rewards Ie Motivation Ie Job Satisfaction, memiliki nilai koefisien sebesar 0. 137 dengan p-value 0. 004, yang berarti pengaruh tidak langsung rewards terhadap kepuasan kerja melalui motivasi adalah positif dan signifikan. Artinya, semakin besar reward yang diberikan, maka motivasi meningkat dan pada akhirnya berdampak pada meningkatnya kepuasan kerja. Sementara itu, hasil kedua yaitu Job Stress Ie Motivation Ie Job Satisfaction menunjukkan nilai koefisien -0. 049 dengan p-value 0. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 93 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi yang berarti pengaruh tidak langsung job stress terhadap kepuasan kerja melalui motivasi adalah negatif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa stres kerja menurunkan motivasi, yang kemudian berdampak pada menurunnya kepuasan kerja. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa stres kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi pada freelance content creator di Indonesia. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami, maka semakin rendah motivasi individu dalam menjalankan pekerjaannya. Hasil ini konsisten dengan temuan sebelumnya dari Pribadi et al. , pada tahun 2024,18 Fong dan Mahfar pada tahun,19 serta Qureshi tahun 2013,20 yang juga menunjukkan adanya hubungan negatif antara stres kerja dan motivasi. Temuan ini menegaskan bahwa stres kerja merupakan faktor yang dapat menghambat semangat dan dorongan kerja individu, sehingga penting untuk dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif terhadap motivasi. Selain itu, stres kerja juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya, semakin tinggi tingkat stres yang dirasakan oleh freelance content creator, maka semakin rendah pula tingkat kepuasan kerja yang mereka alami. Hasil ini memperkuat hasil penelitian terdahulu oleh Tziner et al. tahun 2015,21 Sanjaya tahun 2021,22 dan Riaz tahun et al. 2016,23 yang menyimpulkan bahwa stres kerja merupakan salah satu penyebab utama turunnya kepuasan kerja di kalangan tenaga kerja. Di sisi lain, hasil penelitian menunjukkan bahwa rewards . enghargaan atau imbala. berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Semakin tinggi tingkat Andry Pribadi. Agus Sukoco, dan Joko Suyono. AuThe Influence of Work Stress. Work Motivation. Work Environment on the Performance of Health Workers inn 24-Hour Non-Inpatient Community Health Centers in Wonocolo District. Surabaya with Job Satisfaction as an Intervening Variable,Ay IJEBD: International Journal of Entrepreneurship and Business Development2 7, no. : 1200Ae1214, https://jurnal. id/index. php/ijebd/article/view/3008. Yoong Lee Fong dan Mastura Mahfar. AuRelationship between Occupational Stress and Turnover Intention among Employees in a Furniture Manufacturing Company in Selangor,Ay Jurnal Teknologi (Sciences and Engineerin. 64, no. : 33Ae39. Seema Qureshi. AuThe Relationship between Work Motivation. Burnout and Intention to Leave for the Top Level Managers of Garment Industry (A Case Study of Indian Garment Industr. ,Ay International Journal Human Resource Studies . 128Ae142, https://w. org/journal/index. php/ijhrs/article/view/4609. Aharon Tziner et al. AuWork Stress and Turnover Intentions Among Hospital Physicians: the Mediating Role of Burnout and Work Satisfaction,Ay Journal of Work and Organizational Psychology 31, no. : 207Ae213, https://journals. org/jwop/art/j. Bagus Sanjaya. AuPengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan dengan Dukungan Sosial sebagai Variabel Moderasi,Ay Jurnal Ilmu Manajemen 9, no. : 886Ae895, https://journal. id/index. php/jim/article/view/13805. Muhammad Riaz et al. AuImpact of Job Stress on Employee Job Satisfaction,Ay International Review of Management and Business Research 5, no. : 1370Ae1382. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 94 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 rewards yang diterima oleh freelance content creator, maka semakin tinggi pula motivasi kerja mereka. Temuan ini sejalan dengan penelitian Richter dan Raban tahun 2015, 24 dan Mata et al. tahun 2023,25 yang menekankan pentingnya pemberian rewards dalam meningkatkan motivasi individu dalam lingkungan kerja fleksibel seperti freelance. Rewards juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Artinya, penghargaan yang diberikan secara memadai dapat meningkatkan rasa puas terhadap pekerjaan yang dijalani. Hasil ini sesuai dengan penelitian Darmawati et al. 2024,26 dan Sajuyigbe tahun 2013,27 yang menunjukkan bahwa pemberian rewards yang tepat mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih memuaskan bagi pekerja. Motivasi terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan kerja. Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi yang dimiliki oleh para freelance content creator, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja yang mereka alami. Penemuan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya dari Jasmine & Edalmen tahun 2020,28 Khalid et al. tahun 2011,29 dan Li et al. tahun 2014,30 yang menekankan bahwa motivasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengalaman kerja. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa motivasi memediasi hubungan antara stres kerja dan kepuasan kerja. Artinya, stres kerja dapat menurunkan motivasi, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya kepuasan kerja. Temuan ini mendukung hasil Ganit Richter. Daphne Ruth Raban, dan Sheizaf Rafaeli. Studying Gamification: The Effect of Rewards and Incentives on Motivation (Haifa: Gamification in Education and Business, 2. , https://papers. com/sol3/papers. cfm?abstract_id=3236897. Muhammad Aisyar Mata et al. AuPengaruh Reward dan Punishment terhadap Motivasi Kerja Karyawan pada PT. Erafone Artha Retailindo Makassar,Ay Sibatik Journal 2, no. : 855Ae866, https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK/article/view/654. Tri Darmawati. Nurkardina Novalia, dan Riana Sari. AuPengaruh Reward dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Matahari Opi Mall Palembang,Ay Jurnal Media Wahana Ekonomika . 104Ae116, https://jurnal. id/index. php/Ekonomika/article/view/12738. Sajuyigbe. Olaoye Bosede, dan M. Adeyemi. AuImpact of Reward on Employees Performance in A Selected Manufacturing Companies in Ibadan. Oyo State. Nigeria,Ay International Journal of Arts and Commerce . 27Ae32, https://w. edu/17270425/IMPACT_OF_REWARD_ON_EMPLOYEES_PERFORMANCE_IN_ A_SELECTED_MANUFACTURING_COMPANIES_IN_IBADAN_OYO_STATE_NIGERIA. Isabella Jasmine dan Edalmen. AuPengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi sebagai Mediasi,Ay Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan 2, no. : 450Ae560, https://journal. id/index. php/JMDK/article/view/7938. Khalizani Khalid. Hanisah Mat Salim, dan Siew-Phaik Loke. AuThe Impact of Rewards and Motivation on Job Satisfaction in Water Utility Industry,Ay in International Conference on Financial Management and Economics, vol. 11 (Singapore: IACSIT Press, 2. , 35Ae41. Li Li et al. AuWork Stress. Work Motivation and Their Effects on Job Satisfaction in Community Health Workers: a Cross-Sectional Survey in China,Ay BMJ open 4, no. : 1Ae9, https://bmjopen. com/content/4/6/e004897. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 95 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi penelitian Basalamah dan AsAoad tahun 2021,31 Wangi dan Andayani tahun 2019,32 dan Rusli dan Ie tahun 2025,33 yang menyatakan bahwa efek negatif stres kerja terhadap kepuasan kerja terjadi secara tidak langsung melalui penurunan motivasi. Sebaliknya, motivasi juga memediasi hubungan antara rewards dan kepuasan kerja. Artinya, penghargaan yang diterima dapat meningkatkan motivasi, yang kemudian mendorong peningkatan kepuasan kerja. Hasil ini selaras dengan temuan dari Jehanzeb et al. tahun 2012,34 dan Hindarti dan Wahyudi tahun 2015,35 yang menunjukkan bahwa pemberian rewards yang efektif dapat menciptakan motivasi kerja yang tinggi dan berdampak positif pada kepuasan kerja secara keseluruhan. KESIMPULAN Hasil analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa instrumen penelitian memenuhi standar validitas dan reliabilitas yang sangat tinggi. Semua indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,7, yang mengindikasikan bahwa setiap item secara signifikan berkontribusi terhadap konstruk yang diukur. Nilai Average Variance Extracted (AVE) yang melebihi 0,5 serta koefisien CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang konsisten berada di atas 0,7 memperkuat keandalan dan konsistensi konstruk dalam merepresentasikan variabel yang diteliti. Selain itu, validitas diskriminan yang diuji melalui nilai HeterotraitMonotrait Ratio (HTMT) di bawah 0,90 menegaskan bahwa konstruk dalam model memiliki diferensiasi konseptual yang jelas, bebas dari overlap antar variabel, sehingga memperkuat validitas pengukuran baik secara teori maupun empiris. Dengan demikian, model pengukuran yang digunakan dapat diandalkan untuk mendukung analisis lanjutan pada model struktural. Pada aspek model struktural, variabel independen dalam penelitian ini mampu menjelaskan 67,4% variabilitas job satisfaction dan 62,6% variabilitas motivation, yang Muhammad Syafii A. Basalamah dan Ajmal AsAoad. AuThe Role of Work Motivation and Work Environment in Improving Job Satisfaction,Ay Golden Ratio of Human Resource Management 1, no. 94Ae103, https://goldenratio. id/index. php/grhrm/article/view/54. Wangi dan I Gusti Ayu Dewi Adnyani. AuPengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Bebek Uma Sari Resto Singapadu. Gianyar. Ay Rusli dan Mei Ie. AuPengaruh Stres Kerja dan Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Mediasi. Ay Khawaja Jehanzeb et al. AuImpact of Rewards and Motivation on Job Satisfaction in Banking Sector of Saudi Arabia,Ay International Journal of Business and Social Science 3, no. : 272Ae278. Fausta Hindarti dan Amin Wahyudi. AuPengaruh Reward terhadap Kepuasan Kerja dengan Motivasi sebagai Variabel Mediasi,Ay Ekonomi dan Kewirausahaan 15, no. : 283Ae293, chromeextension://efaidnbmnibpcajpcglclefindmkaj/https://download. id/article. php?article= 381121&val=5259&title=PENGARUH REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Studi Pada Karyawan PT Bank Central Asia. Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 96 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol. No. April 2025 menunjukkan daya jelajah model yang kuat dalam menjelaskan fenomena yang dikaji. Uji hipotesis mengungkapkan bahwa job stress memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap job satisfaction dan motivation, sedangkan rewards memberikan dampak positif signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu, motivation berperan sebagai mediator dalam hubungan antara job stress dan rewards terhadap job satisfaction, dengan mediasi negatif pada pengaruh job stress dan mediasi positif pada pengaruh rewards. Temuan ini menggarisbawahi peran sentral rewards sebagai faktor utama yang efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja, sementara job stress merupakan faktor risiko yang harus dikelola secara optimal untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini mendorong organisasi untuk merancang sistem penghargaan yang strategis serta mekanisme pengelolaan stres kerja yang komprehensif, guna mendukung peningkatan kesejahteraan dan performa karyawan secara berkelanjutan. KONTRIBUSI PENELITIAN Penelitian ini memperkuat landasan teoretis kepuasan kerja pada pekerja lepas Gen Z, khususnya freelance content creator, yang masih minim perhatian empiris. Dengan menggunakan model struktural yang mengintegrasikan stres kerja, penghargaan, dan motivasi, studi ini mengungkap peran mediasi motivasi serta menegaskan pentingnya strategi pengelolaan stres dan sistem penghargaan untuk meningkatkan kesejahteraan kerja dalam ekosistem digital. Temuan ini memberikan basis empiris yang kuat untuk pengembangan kebijakan adaptif dan berkelanjutan bagi pekerja non-formal di industri kreatif digital. REKOMENDASI PENELITIAN LANJUTAN Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar studi selanjutnya memperkaya model dengan menambahkan variabel kritis seperti work-life balance, dukungan sosial, dan burnout sebagai mediator maupun moderator. Desain longitudinal sangat dianjurkan untuk mengkaji evolusi hubungan antar variabel secara dinamis. Selain itu, penelitian komparatif lintas sektor atau profesi penting dilakukan untuk menguji validitas eksternal temuan. Pendekatan mixed-methods juga direkomendasikan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang persepsi individu terhadap stres dan penghargaan dalam konteks Copyright A2025. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 97 Welim Hansen. Erna Listiana. Efa Irdhayanti. Ilzar Daud. Dody Pratama Marumpe: Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi UCAPAN TERIMA KASIH