p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2026 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY,PROFITABILITAS,STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023 Annisa Rizky Fauziah1. Maria Safitri2. Dian Prawitasri3. Suhita Whini Setyahuni4 1,2,3,4 Universitas Dian Nuswantoro Jl. Imam Bonjol No. 207 Semarang. Jawa Tengah annisarizkyfauziah09@gmail. Article History Received: 21-10-2025 Revision: 21-01-2026 Accepted: 29-01-2025 Published: 29-01-2025 Abstract. This study aims to analyze the effect of Corporate Social Responsibility (CSR), profitability Return on Assets (ROA), and capital structure Debt to Equity Ratio(DER) on firm value Price to Book Value(PBV) in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019Ae2023 period. The study adopts a quantitative approach using purposive sampling, resulting in a sample of 29 banking companies. The analysis was conducted using multiple linear The findings reveal that CSR has a negative and significant effect on firm value, indicating that increased CSR disclosure does not necessarily enhance firm value in the banking sector. In contrast, profitability (ROA) and capital structure (DER) have a positive and significant effect on firm value. These results support the Signaling Theory, where ROA and DER serve as important signals to investors, while CSR has yet to become a primary consideration in investment decisions within the banking industry. Keywords: Corporate Social Responsibiliy,Return On Asset,Debt to Equity Ratio,Nilai Perusahaan Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR), profitabilitas (ROA), dan struktur modal (DER) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 29 perusahaan Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengungkapan CSR tidak selalu meningkatkan nilai perusahaan di sektor perbankan. Sementara itu, profitabilitas (ROA) dan struktur modal (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mendukung Signaling Theory, di mana ROA dan DER menjadi sinyal penting bagi investor, sementara CSR belum menjadi pertimbangan utama dalam keputusan investasi di industri perbankan. How to Cite: Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility,Profitabilitas,Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7833-7844. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Dalam perkembangan bisnis modern, keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya laba yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan nilai jangka Nilai perusahaan menjadi indikator penting karena mencerminkan persepsi investor Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A terhadap kinerja, stabilitas, dan prospek masa depan perusahaan. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan tingkat kepercayaan pasar yang kuat, sedangkan nilai perusahaan yang rendah mengindikasikan adanya risiko dan ketidakpastian yang dapat menurunkan minat investor (Cahyaningtiyas 2. Sektor perbankan merupakan salah satu sektor yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi karena menjalankan fungsi intermediasi dan sangat bergantung pada kepercayaan publik. Oleh sebab itu, fluktuasi nilai perusahaan perbankan menjadi perhatian penting, baik bagi investor, regulator, maupun masyarakat. Pada periode 2019Ae2023, industri perbankan Indonesia menghadapi dinamika yang signifikan, terutama akibat pandemi COVID19 yang menekan kinerja keuangan, meningkatkan risiko kredit, serta memengaruhi stabilitas sistem keuangan (Zulhariyahya & Rossa, 2. Kondisi ini tercermin pada nilai perusahaan sektor perbankan yang diukur menggunakan Price to Book Value (PBV), yang selama periode 2019Ae2023 menunjukkan pergerakan yang Meskipun secara rata-rata sektor perbankan mencatat PBV yang relatif lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya, terdapat perbedaan nilai yang cukup signifikan antar bank. Kondisi ini menggambarkan bahwa tidak semua bank mampu menjaga dan meningkatkan nilai perusahaan secara optimal, khususnya dalam menghadapi tekanan ekonomi dan ketidak pastian PBV PBV per Sektor . 9Ae2. Properti Infrastruktur Perbankan Tahun Sumber: Diolah dari data Bursa Efek Indonesia . , 2024 Gambar 1. PBV Per Sektor . 9Ae2. Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa rata-rata nilai perusahaan sektor perbankan yang diukur dengan Price to Book Value (PBV) menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan sektor properti dan infrastruktur selama periode 2019Ae2023. PBV sektor perbankan mencapai puncaknya pada tahun 2020 sebesar 3,36, lebih tinggi dibandingkan sektor properti sebesar Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A 2,09 dan sektor infrastruktur sebesar 1,87. Meskipun mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya, sektor perbankan tetap mencatat PBV tertinggi hingga tahun 2023, yaitu sebesar 2,52. Sementara itu, sektor properti dan infrastruktur menunjukkan fluktuasi dengan nilai PBV yang relatif lebih rendah. Kondisi ini menggambarkan bahwa investor memberikan penilaian yang lebih positif terhadap sektor perbankan. Namun, fluktuasi PBV dan perbedaan nilai antar sektor perusahaan menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menciptakan nilai perusahaan belum merata, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan perbankan. Perbedaan nilai perusahaan antar bank menunjukkan bahwa pembentukan nilai perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kondisi makroekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan. Dalam konteks perbankan, faktor non-keuangan seperti Corporate Social Responsibility (CSR) sering dipandang sebagai sarana membangun legitimasi dan reputasi perusahaan. Namun dampak CSR terhadap nilai perusahaan tidak selalu direspons secara langsung oleh pasar, sehingga hubungan CSR dengan nilai perusahaan masih menjadi isu yang perlu dikaji lebih lanjut. Selain aspek non-keuangan, faktor keuangan tetap menjadi perhatian utama investor. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasional dan menjadi indikator utama kinerja yang paling diperhatikan pasar. Sementara itu, struktur modal, yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), mencerminkan kebijakan pendanaan perusahaan yang berkaitan dengan tingkat risiko dan stabilitas keuangan, sehingga berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap nilai perusahaan. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan, namun menunjukkan hasil yang belum konsisten. Penelitian Nurfadillah . dan Yani . menemukan bahwa CSR mampu meningkatkan nilai Sebaliknya. Sole . dan Zulianda . menyatakan bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa CSR belum tentu menjadi pertimbangan utama investor, khususnya pada sektor perbankan. Pada variabel profitabilitas dengan Return on Assets (ROA). Salma . dan Setiya Kumala Dewi . menemukan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, temuan tersebut berbeda dengan hasil penelitian Halim, . dan Ericke Fridatien, . 4 ) yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A Sementara itu, pada variabel struktur modal, penelitian Sari . dan (Ari Sri Rejeki Hidayah 2. menunjukkan bahwa struktur modal berperan dalam menentukan nilai Namun, hasil yang berbeda ditemukan oleh Prawita . dan (Yuanita 2. yang menyatakan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ketidakkonsistenan temuan-temuan tersebut menunjukkan masih adanya research gap, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji kembali pengaruh CSR, profitabilitas, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan, khususnya pada sektor perbankan. METODE Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan, analisis data kuantitatif atau statistik data yang dipublikasikan oleh perusahaan Untuk informasi mengenai laporan keuangan tahunan, dapat mengunjungi situs resmi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia peride 2019-2023. Teknik pengambilan sempel yang dipakai adalah purposive sampling ini dipilih karena dalam banyak kasus tidak mungkin mempelajari seluruh anggota populasi. Oleh karena itu, peneliti membentuk sampel kriteria tersebut anatar lain : Tabel 1. Kriteria Keterangan Jumlah Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Perusahaan Perbankan yang . tidak terdaftar secara berturutturut tahun 2019-2023 Perusahaan perbankan yang . tidak lengkap melaporkan CSR tahun 2019-2023 jumlah Sampel penelitian jumlah data observasi selama 5 tahun HASIL Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation CSR ROA DER Nilai Perusahaan Sumber: Data diolah 2025 Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A CSR memiliki rata-rata 0. 3914, menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan berada di kategori sedang. Ini berarti sebagian besar bank cukup konsisten dalam melakukan pelaporan CSR. ROA rata-rata sebesar 2. 0622, menandakan bahwa perusahaan perbankan memiliki tingkat profitabilitas yang baik, serta mampu menghasilkan laba dari penggunaan aset secara efisien. DER memiliki rata-rata 2. 2048, artinya struktur modal perusahaan cenderung lebih banyak dibiayai oleh utang, namun masih tergolong wajar di sektor Nilai perusahaan rata-rata 5. 2519, menunjukkan bahwa secara umum perusahaan memiliki nilai tinggi di mata investor. Ini menandakan bahwa pasar percaya terhadap kinerja dan prospek perusahaan Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov. Nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov 200 > 0. 05 menunjukkan bahwa data residual terdistribusi secara normal Tabel 3. Uji Multikolineeritas Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. CSR ROA DER Coefficients Collinearity Statistics Beta Sig. Tolerance VIF Sumber: Data diolah 2025 Tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam model regresi. Hal ini menunjukkan bahwa masingmasing variabel independen (CSR. ROA. DER) tidak memiliki korelasi tinggi satu sama lain, sehingga layak digunakan secara simultan dalam analisis regresi. Tabel 4. Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Sumber: Data diolah 2025 Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A Nilai Durbin-Watson berada pada rentang 1. 5 Ae 2. 5, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi. Model regresi bebas dari autokorelasi Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan analisis scatterplot, titik-titik residu menunjukkan distribusi acak, tanpa pola yang dapat dikenali seperti bentuk kipas terbuka, menyempit, atau melengkung. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak mengalami Tidak adanya heteroskedastisitas Tabel 6. Hasil. Uji Glejser Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. CSR ROA DER Coefficients Beta Sig. Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil uji Glejser, seluruh variabel independen (CSR. ROA, dan DER) memiliki nilai signifikansi di atas 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model bebas dari gejala heteroskedastisitas dan memenuhi asumsi klasik. Semua nilai di kolom AuSig. Ay . 793, 0. 236, 0. lebih besar dari 0. Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A Tabel 7. Hasil Uji Analisis linier Berganda Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. CSR ROA DER Coefficients Collinearity Statistics Beta Sig. Tolerance VIF Sumber: Data diolah 2024 CSR (Corporate Social Responsibilit. Nilai signifikansi (Sig. ) = 0. 000 (< 0,. menunjukkan bahwa. Artinya, semakin tinggi pengungkapan CSR, justru nilai perusahaan cenderung menurun. Hal ini dapat terjadi karena investor sektor perbankan lebih memprioritaskan aspek keuangan dibanding aspek sosial. ROA (Return on Asset. Nilai signifikansi (Sig. ) = 0. 000 (< 0,. menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Ini berarti semakin tinggi kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari asetnya, maka semakin tinggi pula penilaian pasar terhadap perusahaan tersebut. DER (Debt to Equity Rati. Nilai signifikansi (Sig. ) = 0. 000 (< 0,. menunjukkan bahwa DER berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Artinya, peningkatan rasio utang terhadap ekuitas dalam perusahaan perbankan masih dianggap wajar dan bahkan dapat meningkatkan nilai perusahaan selama dikelola dengan baik. Tabel 8. Hasil Uji Simulatan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Sumber: Data diolah 2024 Uji F menghasilkan nilai signifikansi (Sig. ) sejumlah 0. 000 (< 0. Hal ini memperlihatkan bahwa secara bersamaan, variabel independen CSR (Tanggung Jawab Sosial Perusahaa. ROA (Return on Asset. , dan DER (Debt to Equity Rati. memberi pengaruh yang signifikan terhadap nilai Tabel 9. Hasil Uji Parisal (Uji T ) Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A (Constan. CSR ROA DER Sumber: Data diolah 2024 CSR: Sig. = 0. 000 (< 0. Ie berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya, peningkatan CSR justru cenderung menurunkan nilai perusahaan, kemungkinan karena aspek sosial belum menjadi fokus utama investor dalam sektor perbankan. ROA: Sig. 000 (< 0. Ie berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini berarti bahwa semakin tinggi profitabilitas perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan. DER: Sig. = 0. 000 (< 0. Ie berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Ini menunjukkan bahwa penggunaan utang yang proporsional masih dianggap wajar dalam industri perbankan dan dapat meningkatkan nilai perusahaan. DISKUSI Implikasi Teoritis dan Praktis Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung Signaling Theory dan sebagian Teori Legitimasi. Profitabilitas (ROA) dan struktur modal (DER) terbukti menjadi sinyal keuangan yang kuat dan mampu memengaruhi nilai perusahaan perbankan. Tingginya ROA dan pengelolaan DER yang optimal memberikan sinyal positif kepada investor mengenai kinerja dan prospek perusahaan. Sebaliknya, meskipun Corporate Social Responsibility (CSR) berkaitan erat dengan upaya perusahaan dalam memperoleh legitimasi sosial, pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan menunjukkan arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam sektor perbankan, teori legitimasi belum sepenuhnya tercermin dalam preferensi investor, karena pasar masih lebih memprioritaskan kinerja keuangan dibandingkan aktivitas sosial perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perbankan perlu lebih memfokuskan strategi bisnisnya pada peningkatan kinerja keuangan dan pengelolaan struktur modal yang efisien. Meskipun demikian. CSR tetap perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkualitas sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga reputasi, kepercayaan publik, dan keberlanjutan usaha. Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan perbankan . -value = 0,. Arah koefisien regresi yang negatif mengindikasikan bahwa peningkatan pengungkapan CSR justru diikuti dengan penurunan nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya merespons aktivitas CSR sebagai faktor penambah nilai perusahaan dalam jangka pendek. CSR dalam penelitian ini diukur menggunakan indeks pengungkapan berdasarkan pedoman Global Reporting Initiative (GRI), yang mencerminkan kualitas dan kelengkapan pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan. Namun, hasil penelitian mengindikasikan bahwa meskipun perusahaan perbankan telah melakukan Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A pengungkapan CSR, aktivitas tersebut belum menjadi pertimbangan utama investor dalam pengambilan keputusan investasi. Investor cenderung lebih menitikberatkan pada indikator keuangan seperti profitabilitas dan stabilitas keuangan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Parwata dan Gede . Intihana dan Yusu . , serta Supandi . yang menyatakan bahwa CSR tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai perusahaan apabila tidak disertai dengan kinerja keuangan yang kuat. Dengan demikian. CSR pada sektor perbankan masih dipandang sebagai aktivitas pendukung dan belum sepenuhnya terintegrasi sebagai faktor utama pembentuk nilai perusahaan Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diukur dengan Return on Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan . -value = 0,000 < 0,. Koefisien regresi yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan di mata investor. Dalam sektor perbankan. ROA mencerminkan efisiensi manajemen dalam mengelola aset untuk menghasilkan keuntungan. Perusahaan dengan ROA yang tinggi dinilai memiliki kinerja yang baik, tingkat risiko yang lebih rendah, serta prospek pertumbuhan yang lebih menjanjikan. Kondisi ini memberikan sinyal positif kepada investor sesuai dengan konsep Signaling Theory. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Simanjuntak . Trida . , dan Ericke Fridatien . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Oleh karena itu. ROA dapat dianggap sebagai faktor internal yang dominan dalam meningkatkan nilai perusahaan perbankan di Indonesia. Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Struktur modal Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan . value = 0,000 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan utang dalam struktur pendanaan perusahaan perbankan masih dipandang wajar oleh investor selama dikelola secara optimal. Penggunaan leverage yang efisien memungkinkan perusahaan perbankan untuk memperluas kegiatan operasional dan meningkatkan potensi laba tanpa sepenuhnya bergantung pada modal sendiri. Strategi pembiayaan tersebut memberikan sinyal positif kepada investor mengenai kemampuan manajemen dalam mengelola risiko dan meningkatkan kinerja perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sari . Ari Sri Rejeki Hidayah . , dan Ridho . yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan DER yang tepat tidak hanya mencerminkan efisiensi keuangan, tetapi juga mampu meningkatkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan perbankan. KESIMPULAN Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai Artinya, meskipun CSR penting untuk membangun citra, reputasi, dan tanggung jawab sosial perusahaan, namun dalam sektor perbankan, pengungkapan CSR Fauziah. et al. Analisis Corporate Social Responsibility A belum menjadi faktor utama yang diperhatikan oleh investor dalam menilai nilai Profitabilitas (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan di mata investor. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang baik menjadi daya tarik penting dalam Struktur Modal (DER) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai Perusahaan yang dapat mengelola utang dan modal sendiri secara seimbang dan efektif akan lebih dipercaya oleh investor, sehingga meningkatkan nilai Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung Signaling Theory, karena ROA dan DER terbukti menjadi sinyal positif yang ditangkap oleh pasar dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Di sisi lain, hasil ini hanya mendukung sebagian dari Teori Legitimasi, karena CSR belum dianggap sebagai faktor utama yang membentuk persepsi pasar terhadap nilai perusahaan di sektor perbankan. SARAN Untuk perusahaan perbankan, disarankan agar terus meningkatkan kinerja keuangan dan mengelola struktur modal secara efisien. Hal ini penting karena profitabilitas (ROA) dan struktur modal (DER) terbukti berpengaruh besar terhadap nilai perusahaan. Strategi keuangan yang baik juga menjadi sinyal positif . enurut Signaling Theor. yang akan menarik minat investor. Kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) tetap perlu dilaksanakan secara konsisten dan berkualitas. Walaupun dalam penelitian ini CSR belum berpengaruh langsung terhadap nilai perusahaan, namun CSR berperan penting dalam membangun reputasi dan legitimasi perusahaan di mata masyarakat dan pemangku kepentingan . esuai Teori Legitimas. CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis jangka panjang dapat memberikan dampak yang lebih besar ke depannya. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti ukuran perusahaan, likuiditas, kepemilikan institusional, atau reputasi perusahaan, agar analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan menjadi lebih lengkap. Selain itu, penelitian juga bisa dilakukan di sektor lain atau dengan metode analisis yang lebih kompleks seperti moderasi dan mediasi, agar hasilnya lebih mendalam. REFERENSI