Sunardiyanto. Achmad Abdul Azis 46 ANALISIS PERANAN BMT DALAM UPAYA MENGEMBANGAKAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT ALRAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA Sunardiyanto1 Achmad Abdul Azis2 Perbankan Syariah. Sekolah Tinggi Agama Islam Khozinatul Ulum Blora Jl. Mr. Iskandar No. 42 Mlangsen. Kec. Blora Kota. Kabupaten Blora Email: sunardiyanto@gmail. com1, achmadabdulazis. azisz@gmail. Abstract Aims to determine the role of BMT, and analyze the development of micro and small business members of sharia cooperatives. This type of research is a qualitative descriptive analysis whose data sources are primary and secondary data. Primary data was obtained directly by conducting interviews with the related BMT, namely BMT AlRaudloh Kunduran Branch. While secondary data is obtained through the bank's website, related websites that discuss micro business development, and related documents and literature which are then continued with data processing. The findings from the study. BMT Al-Raudloh Kunduran Branch did several things, namely in business development. BMT provided capital relief that could be affordable by lower-class people who needed money and did not have capital. BMT Al-Raudloh Kunduran Branch is a solution that is ready to help low-income communities to be able to develop businesses, which have limited capital. The role of BMT in the development of micro and small businesses that are distributed to the community has been very fast, the community is no stranger to sharia-based savings and loan cooperatives, namely BMT Al-Raudloh Kunduran Branch. Based on the data above, the operational activities of BMT Al-Raudloh Kunduran Branch are in accordance with sharia principles in providing financing set by DSN-MUI. Keywords : Analysis of the Role of BMT. Efforts to Develop Micro and Small Business Members of Sharia Cooperatives. BMT Al-Raudloh Kunduran Blora Branch Abstrak Bertujuan untuk mengetahui peranan BMT, dan menganalisa tentang pengembangan usaha mikro kecil anggota koperasi syariah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif analisis deskriptif yang sumber datanya adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung dengan melakukan wawancara terhadap pihak BMT terkait, yaitu BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui website milik bank, website terkait yang membahas pengembangan usaha mikro, dan dokumen-dokumen serta literatur terkait yang kemudian dilanjutkan dengan pengolahan Hasil temuan dari penelitian. BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran melakukan beberapa hal, yaitu dalam pengembangkan usaha, pihak BMT memberikan keringanan modal yang dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah yang membutuhkan biaya dan tidak memiliki modal. BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran merupakan solusi yang siap membantu masyarakat ekonomi rendah untuk dapat mengembangkan usaha, yang memiliki keterbatasan modal. Peranan BMT dalam pengembangan usaha mikro kecil yang disalurkan pada masyarakat sudah sangat pesat kedudukannya, masyarakat tidak asing lagi dengan koperasi simpan pinjam yang berbasis syariah yaitu BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran. Berdasarkan data tersebut diatas, kegiatan operasional BMT Al- Jurnal Al-Kanza: Journal of Islamic Finance and Banking Science Volume 01. No. Juli 2022, pp. 47 ANALISIS PERANAN BMT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL-RAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA Raudloh Cabang Kunduran sudah sesuai dengan prinsip prinsip syariah dalam memberikan pembiayaan yang ditetapkan oleh DSN-MUI. Kata Kunci : Analisis Peranan BMT. Upaya Mengembangakan Usaha Mikro Kecil Anggota Koperasi Syariah. BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran Blora Pendahuluan Lembaga keuangan telah berperan sangat besar dalam pengembangan dan pertumbuhan masyarakat industri modern. Produksi berskala besar dengan kebutuhan investasi yang membutuhkan modal besar tidak mungkin dipenuhi tanpa bantuan lembaga Lembaga keuangan merupakan tumpuan bagi para pengusahan untuk mendapatkan tambahan modalnya melalui mekanisme kredit dan menjadi tumpuan investasi melalui mekanisme saving, sehingga lembaga keuangan memiliki peranan yang besar dalam mendistribusikan sumber-sumber daya ekonomi di kalangan masyarakat (Ridwan, 2004:. Begitu juga peran lembaga keuangan bagi kalangan menengah ke bawah. Salah satu masalah kronis yang banyak menyita perhatian dunia adalah mengenai kemiskinan. Berbagai seminar dan pertemuan dilakukan dengan tujuan mengurangi atau bahkan menghilangkan kemiskinan di muka bumi ini. Data survey Badan Pusat Statistik (BPS) terlihat bahwa pada bulan September 2019, jumlah penduduk miskin . enduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskina. Angka kemiskinan Jawa tengah mengalami penurunan sebesar 0,11 persen poin yaitu dari 8,94 persen pada September 2018 menjadi 8,83 persen pada Maret 2019. Angka kemiskinan ini setara dengan 1,28 juta jiwa pada Maret 2019, atau berkurang sekitar 10 ribu jiwa dalam satu semester terakhir (BPS, 2019:. Keberadaan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sangat perlu menjadi fokus pembangunan ekonomi pada masa mendatang. Pemberdayaan koperasi dalam meningkatkan pencapaian sasaran di bidang kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya. Usaha Mikro Kecil merupakan salah satu kekuatan pendorong pembangunan ekonomi. Perkembangan jumlah UMK dan Unit usaha lainnya di Jawa tengah (Jaten. cukup baik yaitu sekitar 2,8 juta unit usaha, hal ini dapat memberikan kontribusi yang cukup baik bagi penumbuhan ekonomidi Jateng. Terkait pengembangan UMK yang berdaya saing, telah dikembangkan program permasyarakatan dan pelatihan kewirausahaan, magang wirausaha, inkubator bisnis serta meningkatnya dukungan pembiayaan oleh Pemerintah AL-KANZA: Journal of Islamic Finance and Banking Science Sunardiyanto. Achmad Abdul Azis 48 melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Peran pemerintah serta lembaga keuangan seperti bank sangat diperlukan untuk mengatasi masalah keterbatasan Namun dalam praktiknya, masih banyak bank umum yang kurang antusias dalam kegiatan-kegiatan pembiayaan serta penyaluran kredit ke usaha-usaha kecil serta mikro. Praktek tersebut disebabkan oleh banyaknya dinamika kegiatan usaha pedagang yang baru memulai masih sangat sulit untuk berkembang dalam menjalankan usahanya, hal ini terjadi karena keterbatasan serta kurangnya pengalaman beberapa unit usaha mikro dalam mengembangkan bisnisnya. Kontribusi usaha mikro, kecil, dan menengah dapat menyerap tenaga kerja. Kemampuan tersebut turut berperan dalam mengurangi pengangguran di Indonesia yang artinya dapat menaikkan pendapatan perkapita masyarakat di Indonesia. Naiknya pendapatan perkapita turut menyumbang pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Fitriani Prastiawati & Emile Satia Darma, 2016:. Partisipasi dari seluruh elemen di negara sangat diperlukan, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta lembaga keuangan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Misalnya, pemerintah dengan kebijakan yang mendukung perkembangan usaha mikro kecil masyarakat yang menggunakan barang atau jasa hasil usaha mikro kecil dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dunia usaha yang bisa berjalan lancar sehingga tidak terjadi kecurangan yang berakibat terpuruknya usaha mikro kecil serta lembaga keuangan yang dapat mendukung dan membantu mengatasi permasalahan permodalan yang merupakan permasalahan yang umum dihadapi oleh mereka. Keterbatasan modal akan menyebabkan ruang gerak usaha mikro kecil semakin sempit, misalnya mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya dikarenakan tidak mampu memenuhi pesanan dari konsumen. Bila hal tersebut tidak teratasi maka dapat dimungkinkan usaha menciptakan lapangan pekerjaan akan kembali sulit diupayakan. Sedangkan Bait at- Tamwil adalah lembaga keuangan Islam informal dengan orientasi keuangan (Profit Oriente. Kegiatan utama dari lembaga ini adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/tabungan dan menyalurkan lewat pembiayaan usaha-usaha masyarakat yang produktif dan menguntungkan sesuai dengan system ekonomi syariah (A Djazuli & Yadi Janwari, 2002:. Adapun Program BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran Penggalangan Jurnal Al-Kanza: Journal of Islamic Finance and Banking Science Volume 01. No. Juli 2022, pp. 49 ANALISIS PERANAN BMT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL-RAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA simpanan/tabungan untuk menolong diri sendiri dan saudara sesama Pengusaha kecil/Mikro. Pengembangan usaha kecil melalui fasilitas pembiayaan/kredit untuk Pengembangan usaha mikro memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya pemberdayaan masyarakat miskin yang merupakan pelaku utama usaha tersebut. Secara konseptual pemberdayaan tersebut adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Salah satu lembaga keuangan syariah yang bisa menjawab tantangan dalam membangun ekonomi di daerah adalah sebuah BMT (Baitul Maal Wa Tamwi. yang sering disebut juga sebagai Balai Usaha Mandiri Terpadu. Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) ini merupakan suatu lembaga terpadu yang memadukan antara Baitul Maal sebagai lembaga Sosial dan Baitul Tamwil sebagai lembaga Bisnisnya. Lembaga yang mempunyai badan hukum koperasi ini sering disebut sebagai Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) yang intinya koperasi yang pengelolaannya menggunakan pola syariah. Disamping kegiatan menabung. BMT juga menerima transaksi titipan zakat, infaq dan sedekah sekaligus menyalurkan transaksi tersebut kepada yang berhak menerimanya. Sebagian besar dari pembiayaan yang di berikan BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran kepada pengusaha kecil berdampak positif terhadap perekonomian pengusaha tersebut, pengusaha kecil yang mulanya kesulitan modal sekarang dengan adanya pembiayaan dari BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran mereka bisa dengan mudah mendapatkan modal usaha tanpa terbebani dengan bunga yang tinggi. Disetiap lembaga keuangan berbasis pembiayaan usaha mikro kecil di BMT dilakukan pengembangan Usaha Mikro Kecil Anggota Koperasi Syariah pada BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran yang memiliki fungsi serta peranan di dalam masyarakat kebawah untuk mensejahterakan masyarakat dalam menumbuhkan jiwa wirausaha. BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran merupakan salah satu BMT yang berfokus pada pembiayaan mikro berbasis syariah. BMT cenderung memberikan pembiayaan berupa modal kerja kepada masyarakat yang mempunyai usaha mikro agar masyarakat di dorong untuk lebih kreatif dan produktif. Sehingga dapat mengangkat perekonomian masyarakat menengah kebawah. Dengan bertambah jumlah pelaku usaha-usaha mikro akan menjadi peluang yang bagus untuk BMT dalam AL-KANZA: Journal of Islamic Finance and Banking Science Sunardiyanto. Achmad Abdul Azis 50 menyalurkan pembiayaan. Hal tersebut menjadi peluang bagi pengusaha mikro yang untuk mengembangkan usaha. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus merupakan penelitian dengan karakteristik masalah yang berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari objek yang diteliti berupa individu, kelompok, lembaga atau komunitas tertentu. Tujuan studi kasus adalah melakukan penyelidikkan secara mendalam mengenai subjek tertentu. Lingkup penelitian terkait dengan suatu siklus kehidupan atau hanya mencakup bagian tertentu yang memfokuskan pada faktor-faktor tertentu atau unsur-unsur dan kejadian secara keseluruhan. Ruang lingkup dari penelitian ini akan membahas analisis peranan BMT dalam pengembangan usaha mikro kecil anggota koperasi syariah yang dimiliki oleh bank-bank syariah dan lembaga keuangan syariah yang ada di Indonesia . tudi kasus BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran yang memiliki produk pembiayaan usaha mikro keci. Tahapan Penelitian. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Adapun tahap tersebut sebagai berikut : . Tahapan Persiapan Dalam tahapan persiapan ini peneliti mulai mengumpulkan buku-buku atau teori-teori Penelitian pengembangan usaha mikro di BMT dalam prespektif Hukum Ekonomi Syariah. Mengadakan Studi Pendahuluan Dalam tahapan ini, peneliti melakukan kegiatan bertanya kepada orang yang dianggap sebagai obyek penelitian yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan atau informasi awal penelitian yang pada akhirnya dapat ditentukan dan disesuaikan dengan materi yang ada pada obyek penelitian dengan judul penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Tahap Analisis Data Pada tahapan ini peneliti menyusun semua data yang telah terkumpul secara sistematis dan terinci sehingga data tersebut mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain secara jelas berupa dokumen interview maupun pengamatan langsung pada obyek penelitian sehingga dari data-data yang terkumpul peneliti dapat mengetahui cara pengembangan usaha mikro di BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran dalam Prespektif Hukum Ekonomi Syariah di Kabupaten Blora. Data dan Sumber Data. Sumber data penelitian adalah subjek dimana data didalam skripsi ini didapatkan. Dalam skripsi ini penulis menggunakan sumber data berikut :Data Primer dan data sekunder. Teknik Pengumpulan Data. Jurnal Al-Kanza: Journal of Islamic Finance and Banking Science Volume 01. No. Juli 2022, pp. 51 ANALISIS PERANAN BMT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL-RAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan lebih mudah (Ridwan, 2004:. Observasi Observasi langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut (Baswori & Suwandi,2008:. Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar . , dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian (Baswori dan Suwandi, 2008:. Wawancara Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak, pewawancara . sebagai pengaju atau pemberi pertanyaan dan yang diwawancarai . sebagai pemberi jawaban atas pertanyaan itu Teknik Analisis Data. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar dan sebagainya (Lexy J Moleong , 2007:. Pemeriksaan Keabsahan Temuan. Untuk memperoleh data yang nilai keabsahannya mempunyai validitas maka peneliti melakukan usaha-usaha sebagai berikut : Perpanjangan Kehadiran. TriangulasiTriangulasi waktu adalah tehnik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang berbeda. ( DjamAoan Satori dan Aan komariah, 2017:. Pembahasan Teman Sejawat. Peneliti berusaha menguji keabsahan data dengan mengadakan diskusi dengan beberapa teman terutama dengan teman peneliti yang membantu pengumpulan data di lapangan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Peranan BMT Peneliti dapat menjabarkan hasil dari wawancara dengan Manager Operasional dan Bendahara BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran. BMT (Baitul Maal Wat Tamwi. AlRaudloh Cabang Kunduran merupakan salah satu bentuk dari lembaga keuangan mikro non bank yang beroperasi system syariah dan sama dengan KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syaria. produk-produk yang terdapat di BMT ada pembiayaan dan tabungan. Khusunya pembiayaan yaitu pembiayaan murabahah. Adapun pembiayaan AL-KANZA: Journal of Islamic Finance and Banking Science Sunardiyanto. Achmad Abdul Azis 52 wadiah, pembiayaan wadiah jarang digunakan karena presentasinya sangat kecil dan paling dikhususkan adalah pembiayaan murabahah. Penyaluran pembiayaan BMT akan menambah modal finansial bagi para pelaku usaha mikro. Pembiayaan tersebut dapat digunakan sebagai modal awal maupun sebagai modal tambahan untuk mengembangakan usaha, baik menambah barang dagangan atau memperluas dan menambah tempat usaha. Pembiayaan yaitu pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak oleh pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Mengembangkan Jiwa Wirausaha Kepada Nasabah Menurut Timmons Proses suatu kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi yang dipicu oleh faktor pribadi dan faktor lingkungan. Faktor pribadi yang mempengaruhi adalah locus of control, pendidikan, pengalaman, komitmen, visi, keberanian mengambil resiko dan usia. Sedangkan faktor lingkungan adalah sosiologi, organisasi, keluarga, peluang, model peran, pesaing, investor dan kebijaksanaan pemerintah. Untuk itu menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda . bility to create the new and differen. atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha . tart u. , kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru . , kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang . , kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko . isk bearin. dan kemampuan untuk mengembangkan ide. Dalam hal ini dapat di lihat bahwa Saat ini. Masyarakat indonesia lebih memiliki minat menjadi karyawan dari pada menjadi pebisnis. Padahal Rasulullah saw mengatakan bahwa 19 dari 20 rezeki atas bumi adalah berdagang . Menurut Suryana, kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untukmencari peluang menuju sukses. IntiBMT juga memiliki beberapa peranan, di antaranya adalah . Menjauhkan masyarakat dari praktik ekonomi yang bersifat non Islam. Aktif melakukan sosialisasi di tengah masyarakat tentang arti penting Jurnal Al-Kanza: Journal of Islamic Finance and Banking Science Volume 01. No. Juli 2022, pp. 53 ANALISIS PERANAN BMT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL-RAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA sistem ekonomi Islam. Hal ini bias dilakukan dengan pelatihan-pelatihan mengenai caracara bertransaksi yang Islami, misalnya supaya ada bukti dalam transaksi, di larang curang dalam menimbang barang, jujur terhadap konsumen, dan sebagainya. Melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil. BMT harus besikap aktif menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan mikro mislanya dengan pembinaan, penyuluhan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha nasabah. Melepaskan ketergantungan pada rentenir, masyarakat yang masih tergantung rentenir disebabkan rentenir mampu memenuhi keinginan masyarakat dalam memenuhi dana dengan segera. Maka BMT harus mampu melayani masyarakata lebih baik, misalnya selalu tersedia dana tiap saat, birokrasi yang sederhana, dan lain sebagainya. Menjaga keadilan ekonomi masyarakat dengan distribusi yang merata. Fungsi BMT langsung berhadapan dengan masyarakat yang kompleks di tuntut harus pandai bersikap, oleh karena itu langkah-langkah untuk melakukan evaluasi dalam rangka pemetaan skala prioritas yang harus diperhatikan, misalnya dalam masalah pembiayaan. BMT harus memperhatikan kelayakan nasabah dalam hal golongan nasabah dan juga jenis pembiayaan yang dilakukan. Di wilayah berbasis pesantren, masyarakat bisa mendirikan BMT dengan menggunakan badan hukum Koperasi Pondok Pesantren. Dalam hal penggunaan sebagai badan hukum BMT, keberadaan BMT di suatu wilayah adalah sebagai unit usaha otonom atau tempat pelayanan koperasi sebagai KUD. Pengembangan Usaha Mikro Kecil Anggota Koperasi Syariah Pada BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran Bait at- Tamwil adalah lembaga keuangan Islam informal dengan orientasi keuangan (Profit Oriente. Kegiatan utama dari lembaga ini adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/tabungan dan menyalurkan lewat pembiayaan usahausaha masyarakat yang produktif dan menguntungkan sesuai dengan system ekonomi Adapun Program BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran diantaranya adalah: . Penggalangan simpanan/tabungan untuk menolong diri sendiri dan saudara sesama Pengusaha kecil/Mikro. pembiayaan/kredit Pengembangan pengembangan jaringan. Pengembangan usaha mikro memiliki hubungan yang sangat erat dengan upaya pemberdayaan masyarakat miskin yang merupakan pelaku utama usaha tersebut. Secara konseptual pemberdayaan tersebut adalah upaya untuk AL-KANZA: Journal of Islamic Finance and Banking Science Sunardiyanto. Achmad Abdul Azis 54 meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Ada empat aspek permasalahan yang sering dihadapi oleh usaha mikro meliputi : . Aspek Pemasaran. Pengusaha mikro tidak memiliki perencanaan dan strategi pemasaran yang Usahanya hanya dimulai dari coba-coba, bahkan tidak sedikit yang karena terpaksa. Jangkauan pemasarannya sangat terbatas, sehingga informasi produknya tidak sampai kepada calon pembeli potensial. Mereka hampir tidak memperhitungkan tentang calon pembeli dan tidak mengerti bagaimana harus memasarkannya. Aspek Manajemen Pengusaha mikro biasanya tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang sistem manajemen pengelolaan usaha. Sehingga sulit dibedakan antara aset keluarga dan Bahkan karena banyak di antara mereka yang memanfaatkan ruang keluarga untuk Perencanaan usaha tidak dilakukan, sehingga tidak jelas arah dan target usaha yang akan dijalankan dalam periode waktu tertentu. Aspek Teknis Berbagai aspek teknis yang masih sering menjadi problem meliputi: cara berproduksi, sistem penjualan sampai pada tidak adanya badan hukum serta perizinan usaha yang lain. Aspek Keuangan Kendala yang sering mengemukakan setiap perbincangan usaha kecil adalah lemahnya bidang keuangan. Pengusaha mikro hampir tidak memiliki akses yang luas kepada sumber permodalan. Kendala ini sesungguhnya dipengaruhi oleh tiga kendala Kebutuhan akan permodalan tidak dapat dipenuhi oleh lembaga keuangan modern, karena pengusaha kecil tidak dapat memenuhi prosedur yang ditetapkan. Keterkaitan antara usaha mikro dengan usaha besar mendukung teori Flexible Specialization yang berkembang tahun 1980-an. Teori ini menentang teori yang dikembangkan Anderson yang bernada pesimis dengan memprediksi bahwa usaha mikro makin menghilang ketika pembangunan ekonomi makin maju. Namun menurut teori Flexible Specialization justru beranggapan bahwa usaha mikro penting dalam proses pembangunan ekonomi yang semakin maju (Tambunan, 2. Selain keunggulan dalam spesialisasi produksi, teori modern juga beranggapan bahwa usaha mikro sebagai salah satu penggerak motor ekspor. Peneliti berpendapat dalam mengembangkan usaha pihak BMT memberikan keringanan modal yang dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah yang membutuhkan biaya dan tidak memiliki modal. BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran merupakan solusi yang siap membantu masyarakat ekonomi rendah untuk dapat mengembangkan usaha, yang memiliki keterbatasan modal. Peranan BMT dalam pengembangan usaha mikro kecil Jurnal Al-Kanza: Journal of Islamic Finance and Banking Science Volume 01. No. Juli 2022, pp. 55 ANALISIS PERANAN BMT DALAM PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL ANGGOTA KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL-RAUDLOH CABANG KUNDURAN BLORA yang disalurkan pada masyarakat sudah sangat pesat kedudukannya, masyarakat tidak asing lagi dengan koperasi simpan pinjam yang berbasis syariah yaitu BMT Al-Raudloh Cabang Kunduran. Kesimpulan Berdasarkan uraian-uraian yang telah dikemukakan dalam bab-bab terdahulu, dapat diambil kesimpulan yaitu: . Peranan Bait at- Tamwil adalah lembaga keuangan Islam informal dengan orientasi keuangan (Profit Oriente. Kegiatan utama dari lembaga ini adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan/tabungan dan menyalurkan lewat pembiayaan usaha-usaha masyarakat yang produktif dan menguntungkan sesuai dengan system ekonomi syariah. Secara konseptual pengembangan pemberdayaan BMT adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Daftar Pustaka