Excellent Midwifery Journal Volume 8 No. Oktober 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Rosita Syaripah1. Putri Listya Arifah2. Endah Dian Marlina3,Junengsih4 1-4Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta i Email: momyrosita02@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Konflik antar saudara kandung atau yang dikenal sebagai sibling rivalry merupakan situasi yang cukup sering ditemui pada anak usia dini. Di Indonesia cukup tinggi sekitar 47,2 juta jiwa pada tahun 2018, hampir 75% anak menunjukkan gejala sibling rivalry. Pola asuh yang tidak sesuai, terlalu otoriter atau terlalu permisif, dapat memicu rasa iri dan kompetisi di antara anak-anak dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan pola pengasuhan orang tua dengan kecenderungan munculnya sibling rivalry pada anak-anak usia 3-5 tahun. Metode: Kajian ini dilakukan dalam bentuk studi literatur, dengan menelusuri dan mereview tujuh artikel ilmiah nasional yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020 - 2025. Artikel diperoleh melalui pencarian sistematis di database Google Scholar dan Semantic Scholar. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang disusun menggunakan pendekatan PICOS, dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Hasil: Dari hasil penelaahan, seluruh artikel menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh orang tua dengan intensitas terjadinya sibling rivalry . < 0,. Pola asuh otoriter dan permisif sering kali berkaitan dengan meningkatnya frekuensi konflik antar saudara, sementara gaya pengasuhan demokratis justru cenderung menurunkan tingkat perselisihan di antara anak-anak. Kesimpulan: Penerapan pola asuh yang demokratis, adil, serta peka terhadap kebutuhan emosional setiap anak dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif dalam mengurangi risiko sibling rivalry. Kata Kunci: Gaya Pengasuhan. Sibling Rivalry. Usia 3-5 Tahun. Pola Asuh. Anak ABSTRACT Background: Sibling conflict, also known as sibling rivalry, is a situation that is often encountered in early childhood. The prevalence in Indonesia is relatively high: around 47. million people in 2018. It is estimated that almost 75% of children show symptoms of sibling rivalry (WHO, 2. Inappropriate parenting, such as being overly authoritarian or overly permissive, can trigger envy and competition among family members. Aims: This study aims to examine the extent of the relationship between parenting patterns and the tendency to emerge sibling rivalry in children aged 3 to 5 years. Method: This study was conducted as a literature review, tracing and reviewing seven national scientific articles published between 2020 and The articles were obtained through systematic searches in the Google Scholar and Semantic Scholar databases. The selection of articles was carried out based on inclusion and exclusion criteria compiled using the PICOS approach. All articles were analyzed using quantitative methods. Results: The study found that all articles showed a significant correlation between parental parenting and the intensity of sibling rivalry . < 0. Authoritarian and permissive parenting is often associated with increased sibling conflict, while democratic parenting styles tend to lower sibling conflict. Conclusion: Implementing a democratic, fair, and sensitive parenting style that addresses each child's emotional needs can be an effective preventive measure to reduce the risk of sibling rivalry. Keywords: Parenting Style. Sibling Rivalry. Age 3-5 Years. Parenting. Children LATAR BELAKANG antar saudara, menegaskan bahwa fenomena ini menjadi isu yang mendesak untuk ditangani di Indonesia. Salah satu faktor utama yang memengaruhi timbulnya dinamika pengasuhan . arenting styl. yang diterapkan oleh orang tua . 4Pola emosional spesifik anak, dapat memicu kecemburuan dan rasa ketidaknyamanan, yang berujung pada konflik antar saudara . Beragam pola asuh memiliki dampak interaksi yang berbeda. Gaya pengasuhan otoriter, yang menuntut kepatuhan mutlak dan disiplin ketat, serta pola permisif, tanpa batasan jelas, seringkali risiko perselisihan dan konflik . Pola-pola asuh ini dapat menimbulkan rasa ketidakadilan di anak-anak. Sebaliknya, komunikasi dua arah, dukungan emosional, dan batasan yang masuk akal, dinilai jauh lebih hubungan yang harmonis dan menekan intensitas persaingan antar saudara. Mengingat prevalensi sibling rivalry dan peran krusial pola pengasuhan dalam memitigasinya, pemahaman yang komprehensif mengenai hubungan kedua variabel ini menjadi hal yang sangat penting, baik bagi orang tua, praktisi klinis, maupun pendidik Persaingan . ibling merupakan fenomena universal yang umum ditemukan dalam kehidupan keluarga, mulai dari masa kanak-kanak hingga remaja. Secara umum, sibling rivalry didefinisikan sebagai dinamika yang ditandai oleh perasaan perilaku agresif antara saudara. 2Fenomena ini tidak hanya berupa perselisihan kecil, melainkan isu signifikan yang dapat memengaruhi sosial anak dalam jangka panjang. Data prevalensi menunjukkan bahwa sibling rivalry merupakan masalah yang signifikan secara global dan nasional. World Health Organization bahwa dari 401 juta balita di kawasan Asia, sekitar 10 juta di mengalami rivalitas Di Amerika Serikat, sekitar 82% keluarga melaporkan adanya persaingan antar anak dalam memperebutkan perhatian. Di Indonesia, prevalensinya juga cukup tinggi. Dengan populasi balita sekitar 47,2 juta jiwa pada tahun 2018, diperkirakan hampir anak-anak gejala sibling rivalry . Lebih lanjut, berbagai studi lokal turut memperkuat temuan ini, seperti penelitian di BA Aisyiyah Sentono . yang mencatat 64,3% anak usia 3Ae6 tahun mengalami sibling rivalry, serta studi di Kelurahan Kampung Lapai. Padang . 3dengan angka 57,79%. Sebuah Kota Bogor 43,8% anak Berdasarkan sebelumnya, penulis memandang sistematis dan mendalam. Oleh karena itu, studi literatur ini dirancang untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai perspektif dan hasil penelitian yang telah dipublikasikan terkait hubungan antara pola pengasuhan orang tua dan kemunculan sibling rivalry. Adapun tujuan dari kajian literature review ini Adalah untuk mengkaji keterkaitan antara pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dengan kejadian sibling rivalry melalui telaah terhadap sejumlah artikel ilmiah dalam bentuk studi hasil penelitian terdahulu. Semua sumber dipilih secara selektif berdasarkan tingkat relevansi dan kredibilitasnya, untuk memastikan bahwa informasi yang dianalisis memiliki landasan ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode pengumpulan data dalam studi ini diawali dengan penelusuran artikel-artikel ilmiah yang membahas keterkaitan antara pola pengasuhan orang tua dan sibling rivalry. Dua database yang dijadikan sumber utama dalam pencarian adalah Google Scholar dan Semantic Scholar. Setelah artikel yang relevan teridentifikasi, masing masing dokumen ditelaah mengevaluasi isi, metodologi, dan kesesuaian topik. Hasil kajian tersebut kemudian dihimpun dan disusun secara terstruktur guna menjawab rumusan masalah dalam Kata Kunci Untuk memaksimalkan hasil pencarian literatur, digunakan kata kunci yang relevan, seperti "pola asuh orang tua" dan "sibling rivalry", dengan bantuan operator Boolean (AND. OR. NOT). Penggunaan operator ini bertujuan mengarahkan pencarian agar lebih spesifik sesuai dengan fokus Kriteria inklusi dan eksklusi Adapun strategi yang dipakai dalam menentukan artikel PICOS METODE PENELITIAN Desain penelitian kajian ini Literature review atau tinjauan pustaka adalah kegiatan menelaah berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal, laporan penelitian, dan dokumen ilmiah lain yang relevan dengan topik penelitian. Fokus utama penelitian ini untuk menggali secara komprehensif berbagai hasil penelitian serta teori yang berkaitan dengan sibling rivalry dan pola pengasuhan orang tua, dengan sumber data utama mencakup artikel ilmiah dari jurnal nasional maupun internasional, buku teks akademik, serta laporan Tabel 1. Kriteria Inklusi dan eklusi dengan PICOS framework Kriteria Population/problem Inklusi Anak usia dini . -5 tahu. Intervention Comparation Outcome Study Design Tahan terbit Bahasa Jenis pola asuh Jenis pola asuh Kejadian sibling rivalry Kuantitatif Bahasa Inggris dan Indonesia Hasil pencarian dan seleksi menggunakan database seperti Google Scholar dan Semantic Scholar. Pada tahapan identifikasi total jumlah artikel yang muncul sesuai kata kunci yang ditentukan adalah sebanyak 947 artikel. Kemudian berdasarkan pada tahun publikasi artikel yaitu pada rentang tahun Ekslusi Anak diluar usia 3-5 Salah satu jenis pola asuh Kualitatif Di bawah 2020 Bahasa lain selain Bahasa Inggris dan Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan total yang didapat sekitar 568 artikel. Kemudian seleksi artikel yang berisi full text, dapat diakses, dan sesuai dengan inklusi dari berbagai data base. Didapatkan hasil akhir sebanyak 7 artikel yang sudah sesuai dengan inklusi dan eksklusi. Gambar 1 : Prisma Flow Chart HASIL Tabel 2. Karakteristik Artikel Tabel berdasarkan kriteria kelayakan . ermasuk keterindeksan SINTA). Konsistensi . 0Ae2. menjamin relevansi data terkini. PEMBAHASAN Berdasarkan tujuh artikel ilmiah yang terbit dalam kurun waktu 2020 hingga menguraikan karakteristik temuan dan pengaruh spesifik dari berbagai pola pengasuhan terhadap kejadian sibling rivalry. Pengaruh Pola Asuh Terhadap Sibling Rivalry Pola Asuh Otoriter Pola hubungan yang signifikan dan kuat dengan peningkatan sibling rivalry. Sejumlah studi . Vatika & Widyastuti, 2024 8. melaporkan prevalensi sibling rivalry yang sangat tinggi . encapai 92,1% hingga 92,3%) pada keluarga yang Karakteristik Artikel Ketujuh diperoleh dari database Google Scholar dan Semantic Scholar, dan menerapkan pola ini. Uji statistik . juga mengonfirmasi hubungan bermakna secara ilmiah (P Value = 0,. Ciri-ciri dari pola asuh ini antara lain. aturan ketat, dominasi orang tua, dan rendahnya ekspresi Anak menunjukkan perilaku regresif dan agresif . eperti egois, perkelahian, dan hiperakti. sebagai upaya menarik perhatian yang tidak Perlakuan yang tidak setara atau favoritisme akibat pola kecemburuan dan persaingan. Pola ini memiliki responsiveness rendah dan demandingness tinggi, yang menciptakan frustrasi emosional. Pola menunjukkan korelasi terbalik dengan intensitas sibling rivalry, yang berarti pola ini efektif dalam menekan konflik. Meskipun tidak menghilangkan potensi konflik signifikan menurunkannya. Studi Surahmat et al. 2mencatat hanya 8,6% anak yang mengalami rivalitas di keluarga demokratis. Widiastuti . angka yang lebih rendah . ,25%). Bahkan studi yang menemukan korelasi signifikan . Dengan P Value = 0,021 menegaskan bahwa pola ini menciptakan struktur pengasuhan yang seimbang yang meminimalkan konflik. Pada Pola ini mencakup komunikasi dua arah,. Penetapan aturan yang jelas tanpa pemaksaan, dan dukungan emosional yang tinggi. Kualitas pengasuhan yang mengedepankan menciptakan iklim keluarga yang hangat dan komunikatif, sehingga bersaing secara negatif. Pola Asuh Permisif Pola kejadian sibling rivalry, meskipun dalam prevalensi yang bervariasi. Berdasarkan Surahmat et al. mencatat 12,5% anak dari orang tua permisif Widiastuti . menemukan 25% orang tua permisif memiliki anak dengan anak. Pola ini ditandai dengan batasan tegas . ow demandingness low contro. Anak-anak menjadi sulit mengatur diri dan berpotensi menunjukkan perilaku dengan saudara. Pola asuh pasif . ang mendorong anak mencari perhatian melalui perilaku negatif. Sintesis Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kejadian Sibling Rivalry Secara disimpulkan bahwa pola asuh orang tua berperan signifikan Konsistensi temuan antar artikel . menegaskan bahwa cerminan utama dari interaksi sosial anak. Sibling rivalry adalah cerminan dari pola interaksi keluarga yang tidak seimbang secara emosional. Pola asuh yang . on-responsi. Pola Asuh Demokratis (Authoritativ. memicu konflik. Pengasuhan yang demokratis, responsif, adil, dan terbuka dapat meredam sibling rivalry . dan mengarahkan hubungan antar saudara menjadi saling mendukung . Kurniasih. Wulan. , & Hapidin, . Pembelajaran jarak jauh: Media Daring untuk Anak Usia Dini di masa pandemi Covid-19. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 4153Ae4162. Muarifah. Famila. , & Fitriana. Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara? Octaviani. Budi. , & Sari, . Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Sibling rivalry Pada Balita Desa Parahu Kabupaten Tangerang. Nusantara Hasana Journal, 1. , 1Ae8. Papalia. Olds. , & Feldman. Human Development. McGraw-Hill. Santrock. Life-Span Development . th McGraw-Hill. Sary, . Relationship of Parenting with Child Interpersonal Intelligence in Wonokerto Village. Lumajang Regency. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2. Surahmat. Akhriansyah. & others. Pentingnya Pola Asuh Terhadap Sibling Rivalry Pada Anak. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 14. Volling. , & others. ChildrenAos responses to the birth of a sibling. Monographs of the Society for KESIMPULAN Berdasarkan membahas hubungan antara pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry. Pola asuh otoriter dan meningkatnya sibling rivalry. Anakanak yang diasuh secara otoriter menunjukkan perilaku kompetitif, agresif, dan penuh kecemburuan terhadap saudara kandungnya. Pola asuh demokratis memiliki peran protektif dalam mencegah sibling rivalry. Pendekatan yang melibatkan komunikasi dua arah, pemberian batasan yang konsisten, dan perhatian yang merata kepada mengurangi risiko konflik antar saudara Terlihat dengan adanya hubungan yang konsisten antara pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry. DAFTAR PUSTAKA