DE_JOURNAL (Dharmas Education Journa. http://ejournal. id/index. php/de_journal E-ISSN : 2722-7839. P-ISSN : 2746-7732 Vol. 6 No. , 268-273 Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. Rona NuAoma Roghidah1*). Imron Arifin. Khorotul Idawati. Rofiatul Hosna. Email : *ronanumaroghidah@gmail. 1,2,3,4 Universitas Hasyim AsyAoari Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman materi fikih di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari santri dan ustadz yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran sorogan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan efektif dalam meningkatkan kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab-kitab fikih berbahasa Arab gundul. Interaksi langsung antara santri dan ustadz memberikan ruang klarifikasi materi secara intensif dan mendorong tumbuhnya kepercayaan diri serta kemandirian belajar santri. Faktor pendukung dalam implementasi metode ini mencakup motivasi belajar yang tinggi, kompetensi ustadz, ketersediaan kitab syarah, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, kendala yang ditemukan meliputi ketidaktertiban waktu, keterbatasan dasar bahasa Arab, dan jumlah ustadz yang Temuan ini merekomendasikan agar metode sorogan terus dikembangkan sebagai strategi pembelajaran efektif dalam pendidikan fikih di pesantren. Kata Kunci: Metode Sorogan. Pemahaman Fikih. Pondok Pesantren. Kitab Kuning. Pembelajaran Individual Abstract This study aims to describe and analyze the implementation of the sorogan method in improving the understanding of Fiqh material in Darussalam Argomulyo Islamic boarding school Lampung. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Subjects consisted of students and clerics who are directly involved in learning activities The results showed that the sorogan method is effective in improving the ability of students to read, translate, and understand the books of Fiqh in Arabic gundul. Direct interaction between students and ustadz provides space for intensive clarification of the material and encourages the growth of self-confidence and independence of learning Supporting factors in the implementation of this method include high learning motivation, ustadz competence, the availability of the Sharah, as well as a conducive learning Meanwhile, the constraints found include the lack of time, the limitations of the basic Arabic language, and the limited number of ustadz. These findings recommend that the sorogan method continue to be developed as an effective learning strategy in fiqh education in pesantren. Keywords: Sorogan Method. Understanding Of Fiqh. Islamic Boarding School. Yellow Book. Individual Learning Info Artikel : Diterima Mei 2025 | Disetujui Juni 2025 | Dipublikasikan Juni 2025 Rona NuAoma Roghidah. Dkk | Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. Pendahuluan Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Nusantara (Solichin. Eksistensinya hadir seiring datangnya agama Islam yang dibawa oleh Walisongo. Hingga saat ini, lembaga pendidikan pesantren menjadi fokus perhatian orang tua untuk mengasuh anaknya agar dapat belajar agama dan menjadi pribadi muslim yang baik. Pusatpusat pendidikan ini juga dapat menciptakan manusia yang memiliki kapasitas untuk mampu menjaga lingkungan dan dunianya melalui pembinaan di pondok pesantren. Sebagai agen perubahan sosial, kemajuan pendidikan memiliki kepentingan strategis dalam hal memperoleh budaya dan nilai-nilai dari masyarakat. Sifat pondok pesantren menjadikannya sebuah lembaga yang membutuhkan koordinasi yang kuat dan konstan karena keunikan dan kompleksitasnya (Faris, 2. Sebagai lembaga pendidikan yang indigenous nusantara, pesantren selalu menjadi tumpuan dan rujukan bagi masyarakat dalam memecahkan persoalan hukum yang akan diamalkan oleh mereka. Bersumber dari kitab-kitab turats yang dikaji dan digelutinya setiap hari, pesantren dengan para kiai dan santrinya telah memberikan kontribusi besar terhadap pemikiran masyarakat. Beraneka problematikan hukum . baik klasik maupun kontemporer dapat dijawab sehingga menghilangkan keraguan bagi masyarakat dalam beramal agama. Persoalan-persoalan . tersebut tidak hanya yang berada di wilayah Indonesia saja namun juga masalah dunia (Mubarok dkk. , 2022: 1. Setiap Pondok Pesantren memiliki metode tersendiri dalam menyampaikan ilmu-ilmu kepada para santrinya agar lebih bisa dipahami dan diterapkan. Metode pembelajaran perlu diterapkan untuk mendukung santri dalam belajar dan menciptakan suasana belajar yang Dalam berbagai kajian pembelajaran, belajar dimaknai banyak ragam. Pemaknaan itu dengan dasar pemikiran yang berbeda. Belajar dianggap sebagai suatu proses perubahan perilaku sebagai akibat dari perlakuan dan latihan (Hosna, 2. Dalam penerapannya sistem pengajaran banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya kondisi, isi pengajaran instrumen pendukung, perilaku dan kualitas pengajar, dan sebagainya (Hosna, 2. Metode yang dipilih untuk menyampaikan ilmu-ilmu di pondok pesantren menjadi kepentingan atau kebutuhan kedua setelah ilmu itu sendiri dikarenakan metode memiliki banyak macam dengan manfaat yang berbeda-beda. Namun penggunaan metode yang tepat akan memudahkan para santri memahami pembelajaran yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Adanya metode, para santri akan lebih tertarik dengan ilmu yang sampaikan oleh Ustad/Ustadzah (Husna, 2023: . Diantara metode yang digunakan di pondok pesantren adalah sorogan. Sorogan merupakan metode pembelajaran yang berlangsung dalam format individu, di mana seorang santri memiliki kesempatan untuk belajar secara langsung dengan seorang guru. Dalam proses ini, terjalin interaksi yang signifikan antara santri dan guru yang memungkinkan mereka saling mengenal dengan lebih baik. Hubungan yang dibangun dalam konteks ini tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga personal yang dapat meningkatkan kenyamanan dan keterbukaan santri dalam bertanya atau mendiskusikan materi yang dipelajari (Dhofier, 2. Menurut Wahyu Utomo, metode sorogan dapat didefinisikan sebagai sistem pembelajaran yang melibatkan santri maju satu per-satu untuk membaca dan menguraikan isi kitab di depan seorang guru atau kyai. Dalam sistem ini, setiap santri diberi kesempatan untuk memperlihatkan pemahaman mereka terhadap teks yang dibaca, sementara guru memberikan bimbingan dan penjelasan yang diperlukan. Pendekatan ini tidak hanya membantu santri dalam memahami materi fikih secara lebih mendalam, tetapi juga melatih mereka untuk berbicara di depan umum dan mengasah kemampuan analitis mereka. Melalui sorogan, santri Rona NuAoma Roghidah1*). Imron Arifin. Khorotul Idawati. Rofiatul Hosna. | Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. dapat memperoleh umpan balik langsung dari guru, yang berkontribusi pada proses pembelajaran yang lebih efektif dan mendalam (Eliyawati & Widiyati, 2022: . Dengan demikian, metode sorogan berfungsi sebagai sarana untuk memperkuat ikatan antara guru dan santri, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana santri merasa didukung dan termotivasi untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang ilmu yang diajarkan. Nilai yang terkandung dalam pendidikan di pesantren diantaranya yaitu nilainilai fiqih yang menekankan akhlak keagamaan, demi kepentingan ukhrawi (Mustafida & Hosna, 2021: . Oleh sebab itu, ilmu agamalah yang paling dominan yang dipelajari di lingkungan pesantren. Dalam konteks pendidikan agama, pemahaman terhadap materi fikih memegang peranan yang sangat penting, mengingat fikih merupakan salah satu cabang ilmu yang secara langsung mengatur dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari umat Islam. Sebagaimana sabda Rasul SAW: a AO seI eAA aA ea Eac caE IA AIA ee AIA s AI Ia aaOA aa a IA, a Iaa O aa aOA. a A Iaa O aOA, a aa a IA. aa A eaaIaaNa O IA ac a ac A ea Eac caE aI aa eA ca AEIA A aa aa aaEA:a CEA. A eIOA AIA aa AIA aa A eIA aa , a aa A eIA A e ca E e caI caeI Oaa sA aa A eIA aa [ :A ]AA, acAE aIEA ac A e ca E caEA ac A e ca E eaa caIA :AEIA AOA ANA AOA AEA AEA AEA AEOA a AEIA AEA ACA a ANA ACA a AEA AEA AOA AIA AOA AOA AEA AEA AEA AOA AIA AOA AOA AeA AIA aOIA aCA aOIA aCA aa ac ac aa aa ac aa aa AAEO E aEA aa AE eO caN aaOA ac aa AEI EA aa aa aa aa aa aa aa aa aa AA aa ca ca aa aa A aaONaaEca OA. A aN eIA aa a aaOuI aa aa aaIIA. A AuI aa aa eNa eIA. A aaOOeEOIaa eIA. A acI EcaOIaa OEOIaa E acEA, s AEO aa eeOA aa AO caeIA aa AAE aaE E aaI e EA aa AA Caa a aaI aa aN eIA aE aIOIA aa A aaO aaNaa AA. A aaOuIac a aI aaE UIA, aE aIOIA aa aEI aaOO A aa aa aEA aa Artinya: AuSetiap majelis itu baik. Adapun majelis yang didalamnya mengingat Allah, memohon padaNya Ai jika Allah mau diberi atau ditolak doa mereka. Dan ada juga majelis yang mengajar orang-orang dan mengamalkannya, sungguh Aku utus dikalangan mereka seorang muAoallim, dan majelis yang ini lebih utamaAy (AlBaghdadi, 1996: . Fikih tidak hanya mencakup tata cara ibadah, tetapi juga meliputi hukum-hukum yang mengatur interaksi sosial, ekonomi, dan etika dalam masyarakat. Oleh karena itu, penguasaan materi fikih yang baik sangat diperlukan untuk memastikan bahwa santri dapat menjalani kehidupan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam (Dhofier, 1. Meskipun demikian, implementasi metode sorogan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap materi fikih masih memerlukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif. Penting untuk menyelidiki sejauh mana metode sorogan dapat berkontribusi dalam membantu santri memahami konsep-konsep fikih yang sering kali bersifat kompleks dan abstrak. Selain itu, penelitian ini juga perlu menyoroti bagaimana pemahaman tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan nyata santri, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari. Pendidikan merupakan salah satu unsur vital yang diberikan kepada peserta didik untuk membekali mereka agar menjadi pribadi yang mandiri dan mampu mengembangkan diri secara maksimal. Pendidikan berperan penting dalam membentuk manusia yang utuh, di mana aspek fisik dan mentalnya tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan. Fokus pendidikan tidak hanya terbatas pada pemberian pengetahuan, tetapi juga meliputi pembentukan sikap dan perilaku. Proses ini mencakup pengembangan rasa ingin tahu, motivasi untuk terus belajar, peningkatan kreativitas, serta kemampuan untuk terus beradaptasi dan mengembangkan potensi diri demi kemajuan pribadi dan sosial (Arifin. Melalui latar belakang di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai implementasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman materi fikih: studi kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk Rona NuAoma Roghidah1*). Imron Arifin. Khorotul Idawati. Rofiatul Hosna. | Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman materi fikih di Pondok Pesantren Darussalam Agromulyo Lampung, mendeskripsikan dan menganalisis implementasi metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman fikih, dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat metode sorogan di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif (Sugiyono, 2. Pendekatan ini dipilih karena dapat menggambarkan secara mendalam fenomena yang diteliti, yakni pelaksanaan metode sorogan dalam pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Lapangan (Field Researc. yang bertujuan untuk memahami praktik nyata yang terjadi di Subjek penelitian terdiri dari santri dan ustadz . yang terlibat dalam kegiatan sorogan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode utama, yaitu: . observasi partisipatif, dilakukan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran sorogan yang . wawancara mendalam, dilakukan kepada ustadz, santri, dan pengelola pesantren untuk menggali informasi terkait pelaksanaan, kelebihan, dan kendala metode dan . dokumentasi, berupa catatan harian, jadwal kegiatan, serta arsip Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyaring informasi relevan dari data mentah. Penyajian data disusun dalam bentuk narasi yang sistematis, sementara penarikan kesimpulan dilakukan melalui interpretasi data secara induktif. Untuk memastikan validitas data, digunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hal ini bertujuan untuk menguji keabsahan data dari berbagai sudut pandang dan menjamin keakuratan informasi. Dengan metode ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan metode sorogan dalam pembelajaran fikih dan kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman santri. Hasil Dan Pembahasan Metode sorogan yang diterapkan di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung berlangsung dalam bentuk pembelajaran individual antara santri dan ustadz, yang dilakukan rutin setelah salat subuh dan menjelang maghrib. Prosesnya melibatkan santri yang membaca kitab klasik berbahasa Arab gundul di hadapan ustadz, kemudian mendapatkan koreksi serta penjelasan langsung. Hal ini menciptakan suasana pembelajaran yang intensif dan memungkinkan interaksi mendalam antara guru dan santri, sehingga mempercepat proses Dari hasil observasi, ditemukan bahwa santri mengalami peningkatan signifikan dalam memahami isi kitab kuning, terutama dalam hal kemampuan membaca teks Arab tanpa harakat, menerjemahkan secara tepat, dan menjelaskan isi kitab secara runut. Beberapa santri yang sebelumnya kesulitan dalam memahami struktur bahasa Arab dan konteks hukum fikih kini dapat menjelaskan pasal-pasal dalam kitab dengan lancar dan argumentatif. Ini menunjukkan adanya efek positif dari pendekatan sorogan terhadap capaian kognitif santri. Hasil wawancara dengan ustadz dan santri mengungkapkan bahwa metode sorogan membantu santri menjadi lebih percaya diri dan aktif dalam berdiskusi. Santri merasa lebih nyaman untuk bertanya secara langsung dan tidak merasa tertekan karena suasana Rona NuAoma Roghidah1*). Imron Arifin. Khorotul Idawati. Rofiatul Hosna. | Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. pembelajarannya bersifat personal dan tidak kompetitif. Interaksi dua arah ini menjadi kekuatan utama metode sorogan karena memungkinkan terjadinya klarifikasi cepat terhadap materi yang belum dipahami. Secara pedagogis, sorogan memiliki keunggulan dalam mengasah kedisiplinan santri. Santri dituntut untuk menyiapkan makna kitab sebelum sorogan, yang menumbuhkan kebiasaan belajar mandiri dan keterampilan menelaah teks secara intensif. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan pesantren yang menekankan pada penguasaan ilmu agama secara mendalam dan pembentukan karakter. Dengan demikian, metode sorogan tidak hanya mendukung aspek akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab pribadi. Faktor pendukung utama keberhasilan metode ini antara lain adalah semangat belajar santri yang tinggi, kapasitas dan kesabaran ustadz dalam membimbing, serta ketersediaan kitab-kitab syarah dan alat bantu pembelajaran seperti kamus. Lingkungan belajar di pesantren yang kondusif dan minim distraksi juga turut memperlancar proses pembelajaran. Keseluruhan kondisi tersebut menciptakan ekosistem belajar yang mendukung keberhasilan metode sorogan secara berkelanjutan. Namun, dalam implementasinya ditemukan beberapa kendala. Jadwal kegiatan santri yang padat sering kali membuat sesi sorogan tidak berjalan tepat waktu. Selain itu, tidak semua santri memiliki kemampuan bahasa Arab yang memadai, yang menjadi tantangan tersendiri dalam memahami teks kitab. Keterbatasan jumlah ustadz menyebabkan pembelajaran sorogan tidak bisa menjangkau semua santri secara merata dalam waktu yang Beberapa santri juga mengungkapkan kesulitan dalam menyiapkan makna kitab sebelum sesi sorogan, terutama karena belum terbiasa dengan istilah-istilah fikih klasik. Hal ini menunjukkan pentingnya pelatihan dasar bahasa Arab dan pengenalan awal terhadap struktur kitab kuning, agar proses sorogan dapat berjalan lebih efektif. Upaya peningkatan kualitas input santri dapat dilakukan melalui program pembekalan khusus bagi santri baru. Temuan penelitian ini menguatkan hasil studi sebelumnya oleh Mahendra dan Lukman . , yang menyatakan bahwa keberhasilan metode sorogan sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan santri, kesiapan materi, serta peran aktif ustadz dalam memberikan pembimbingan yang intensif. Oleh karena itu, manajemen waktu dan strategi pelatihan menjadi aspek penting yang perlu dirancang secara sistematis untuk mengatasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaan metode sorogan. Lebih lanjut, efektivitas metode ini tidak hanya diukur dari peningkatan pemahaman tekstual terhadap kitab, tetapi juga pada aspek aplikatifnya dalam kehidupan sehari-hari santri. Melalui penjelasan kontekstual dari ustadz, santri diajak mengaitkan materi fikih dengan persoalan kontemporer, seperti muamalah, ibadah sosial, dan etika bermasyarakat. Ini memperkuat fungsi pesantren sebagai pusat pembentukan ulama yang tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu merespons problematika umat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode sorogan memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pemahaman fikih santri baik secara akademik maupun spiritual. Sorogan layak dipertahankan dan dikembangkan sebagai strategi pembelajaran khas pesantren yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan Islam kontemporer. Optimalisasi metode ini dapat dilakukan dengan peningkatan kapasitas ustadz, pelatihan santri, serta penataan manajemen pembelajaran yang lebih efisien. Rona NuAoma Roghidah1*). Imron Arifin. Khorotul Idawati. Rofiatul Hosna. | Implementasi Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Fikih (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darussalam Argomuyo Lampun. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan secara efektif meningkatkan pemahaman materi fikih santri di Pondok Pesantren Darussalam Argomulyo Lampung. Melalui pendekatan pembelajaran individual dan intensif, santri mampu memahami teks kitab kuning secara lebih mendalam baik secara tekstual maupun kontekstual. Keberhasilan implementasi metode ini didukung oleh motivasi belajar yang tinggi, kompetensi ustadz, dan lingkungan belajar yang kondusif. Namun demikian, hambatan seperti ketidaktertiban waktu, keterbatasan penguasaan bahasa Arab, serta kurangnya kedisiplinan sebagian santri perlu ditangani untuk optimalisasi pembelajaran. Dengan demikian, metode sorogan layak dipertahankan dan dikembangkan sebagai strategi pembelajaran fikih di lingkungan Daftar Pustaka