Jurnal Citra Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal. (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcp/index PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Rimpi Laila Sari Program Studi Pendidikan Sosiologi,Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang rimpilaila@gmail. Abstract This article was written to find out and describe whether there is an increase in student learning motivation and how much influence the use of problem based learning learning models have on learning motivation. This research uses a qualitative approach. The research method used is library research by collecting books, journals and other written sources around the main issues in research. The conclusion in this study is that there is an influence on the use of problem based learning learning models to increase students' learning motivation. Problem based learning learning models have a major influence on learning motivation . Abstrak Artikel ini ditulis untuk mengetahui dan mendeskripsikan apakah terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dan seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap motivasi belajar Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode penelitian yang dipakai adalah library reseach . tudi kepustakaa. dengan cara mengumpulkan buku,jurnal maupun sumber tertulis lainnya seputar isu utama dalam penelitian. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Ada pengaruh pada penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap meningkatnya motivasi belajar siswa. Model pembelajaran problem based learning memiliki pengaruh yang besar terhadap motivasi belajar. Article History Received:22-02-2022 Reviewed:20-03-2022 Published: 30-07-2022 Key Words Problem Based Learning. Motivation. Learning Sejarah Artikel Diterima:22-02-2022 Direview:20-03-2022 Disetujui:30-07-2022 7 Kata Kunci Problem Learning. Belajar Based Motivasi. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 555 PENDAHULUAN Guru proses belajar mengajar dikelas haruslah menggunakan pembelajaran yang dapat membantu proses masa sekarang Model Salah satu model terbaru pda model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning (PBL) ialah serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara rasional. Problem Based Learning (PBL) Model lebih berdampak positif dibandingkan lama yang sudah terbilang tradisional atau ketinggalan zaman. Kegiatan belajar berbasis masalah diharapkan bisa meningkatkan Semangat belajar siswa serta keaktifan siswa dalam proses belajar dikelas. Guru yang belum menggunakan model pembelajaran yang berorientasi pada mengakibatkan motivasi belajar yang dimiliki siswa rendah. Sardiman . 2:84-. menyatakan bahwa: Motivatian is an essential condition of learning, artinya belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Hasil belajar akan menjadi lebih baik , jika ada motivasi yang Tiga fungsi motivasi yaitu mendorong manusia untuk bergerak, menetukan arah kegiatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai,serta menyeleksi kegiatan. Lewat kurikulum 2013, guru dituntut untuk mampu mengajarkan siswanya dengan mengunakan model pembelajaran yang berorientasi pada penyelesaian masalah ( model pembelajaran problem based learnin. Model pembelajaran problem based learning yaitu merupakan salah satu model pembelajaran dari pendekatan saintifik. Siswa diberikan suatu masalah untuk dipecahkan sendiri dikelas. Guru hanya sebagai Memfasilitasi. Siswa yang dapat memecahkan permasalahannya sendiri akan dapat tergugah untuk bersemangat sehingga tumbuh motivasi dalam diri untuk selalu memecahkan permasalahan-permasalahan yang lain dimasa mendatang. Pembelajaran berbasis masalah adalah penggambaran keadaan memiliki arti yang berperan sebagai landasan dan penyelidikan inquiri siswa, artinya guru berperan sebagai Penyuguh masalah mendasar, fasilitator dalam penyelidikan siswa, dan pendukung pembelajaran siswa. Siswa berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis masalah ketika mempelajari konten akademis dan keterampilan memecahkan masalah dengan terlibat dalam situasi yang nyata (Arends, 2013:. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis riset kepustakaan . ibrary researc. kepustakaan atau studi pustaka, merupakan serangkaian kegiatan yang Riset dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 556 bahan penelitian. Penelitian ini memakai metode kualitatif pada semua pendekatan. Pada data yang sudah terkumpul dilakukan pengolahan data atau pengutipan referensi untuk ditampilkan sebagai hasil temuan,diabstraksikan untuk mendapat informasi yang utuh dan diinterpretasikan hingga menghasilkan hasil untuk penarikan kesimpulan. Sumber data maupun hasil penelitian dalam penelitian kepustakaan . ibrary researc. berupa deskripsi kata-kata. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai hal. Baik dari dalam maupun dari luar diri individu. Faktor dari dalam diri individu meliputi factor jasmani . dan faktor rohani . inat, motivasi, moti. Guru dalam ranah pendidikan memiliki tanggung jawab serta peranan yang besar dan strategis. Hal ini karena guru yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Sebagai praktisi, guru harus dituntut untuk menyelaraskan antara perubahan zaman yang ditandai dengan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Dengan begitu maka sekolah bisa menjadi benteng moral bagi anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh beriringan dengan teknologi dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Sebagai sebuah profesi, seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (UU No. 14 Tahun Belajar bukanlah suatu peristiwa yang pendek, belajar terjadi secara bergelombang. Ini memerlukan beberapa ekspose materi untuk mencernanya dan memahaminya. Ini juga memerlukan jenis-jenis ekspose yang berbeda, bukan sekedar pengulangan ekspose yang terjadi akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ekspose itu terjadi. Ekspose dalam hal ini adalah bagaimana cara pembelajaran agar mencapai tingkat kualitas pembelajaran dari peserta didik. Peserta didik yang terampil dalam pembelajarannya akan lebih teringat dalam memorinya tentang pembelajaran yang sudah dilakukannya. Motivasi muncul diri manusia, terdorong oleh adanya unsur-unsur lain dari bentuk-bentuk model Problem Based Learning(PBL). Selain itu yang diberikan guru selama pembelajaran yaitu untuk pekerjaan siswa, memberi pujian atau respon siswa, menciptakan suasana belajar yang nyaman, dan memberi tujuan yang bisa diakui siswa bahwa hal itu penting untuk dipelajari Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning adalah pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah. Mulai dari tahap mengarahkan siswa pada masalah,mempersiapkan siswa untuk belajar, membantu penelitian mandiri dan kelompok, mengembangkan dan menyajikan artefak dan benda Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 557 panjang, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan permasalahan. Siswa memecahkan permasalahan sendiri, hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas memory dalam belajar anak. Model Problem Based Learning (PBL) berdampak terhadap kegiatan mulai dari peningkatan motivasi belajar dan keaktifan siswa. Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan. Hal ini sesuai menurut Hosnan . dimana salah satu tujuan spesifik dari model pembelajaran ini adalah agar siswa memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif Kenyataan menunjukkan belajar siswa dalam pembelajaran meningkat dan menghasilkan hasil belajar kognitif yang meningkatkan pula. Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar belajar sikap siswa. Sesuai dengan pernyataan Hosnan . model Problem Based Learning memperhatikan keyakinan dan sikap siswa dalam belajar. Peningkatan hasil belajar siswa kesempatan kepada siswa aktif terjadi karena guru memberikan seperti mengumpulkan data, dan memecahkan masalah untuk memperoleh hasil pemahaman dalam materi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk memperoleh hasil belajar yang baik pula. Selain itu siswa juga diberi kesempatan untuk mengamati secara langsung dan melakukan kontekstual dengan dan mengubah tingkah sehari-hari Hal ini untuk memperoleh pengalaman dengan pendapat Hosnan . bahwa dengan penerapan model Problem Based Learning ini agar memperoleh pengalaman dan mengubah tingkah laku siswa, baik dari kualitas maupun pengetahuan, keterampilan, ini juga dapat menimbulkan tumbuhnya rasa menyelidiki yang dilakukan meningkatkan keterampilan ilmiah siswa, sebagai pengendali sikap. Melalui siswa karena Hal ini dapat siswa untuk mandiri (Hosnan,2. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis data dan pembahasan pada bab yang sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Model Problem Based Learning (PBL) sangat memberikan dampak dan pengaruh positif terhadap mulai dari peningkatan motivasi belajar dan keaktifan siswa. Peningkatan hasil belajar terjadi karena guru memberikan Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 558 kesempatan kepada siswa aktif seperti mengumpulkan data, dan memecahkan masalah untuk memperoleh hasil pemahaman dalam materi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk memperoleh hasil belajar yang baik pula. DAFTAR PUSTAKA