Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol. No. 1 bulan Desember 2025. e-ISSN : 3031-8793 JURNAL KESEHATAN CENDIKIA JENIUS (The Health Journal of a Brilliant Researche. https://jurnal. cendikiajenius-ind. id/index. php/jenius/index Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene saat Menstruasi The Relationship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Behavior During Menstruation Anisa Safitri 1*. Burhan Muslim 2. Alkafi 3 *Universitas Alifah Padang. anisasafitri243@gmail. Universitas Alifah Padang. burhanmuslim61@gmail. Universitas Alifah Padang. Maheealkafi@gmail. *( anisasafitri243@gmail. ABSTRACT Personal hygiene behavior during menstruation is an effort to maintain the cleanliness and health of the female reproductive organs during menstruation. Based on the reproductive health survey of Indonesian adolescents, nationally adolescents behave properly hygiene by 21. 6%, while the behavior of adolescent girls in maintaining menstrual hygiene is still poor, which is 69. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and attitude and personal hygiene behavior during menstruation in adolescent girls at SMP Negeri 25 Padang in 2025. This study is a quantitative research with a cross sectional design. The population in the study is all grade Vi students at SMP Negeri 25 Padang. A sample of 58 respondents was used as a proportional random sampling method. This research was conducted in March Ae August. Data collection was carried out on May 26 Ae May 28, 2025. Data were collected using questionnaires, then analyzed using univariate and bivariate analysis with chi-square The results showed that 46. 6% of students had poor personal hygiene behavior, as many as 46. 6% of students had low knowledge, and 44. 8% had negative attitudes. Based on statistical tests, it was found that there was a significant relationship between knowledge . = 0. and attitude . = 0. and personal hygiene behavior during menstruation. It was concluded that the knowledge and attitude of female students had a relationship with personal hygiene behavior during menstruation. Keywords : Personal hygiene behavior during menstruation, attitude, knowledge level ABSTRAK Perilaku personal hygiene saat menstruasi adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi wanita pada saat menstruasi. Berdasarkan survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia bahwa secara nasional remaja berprilaku hygiene dengan benar sebesar 21,6%, sedangkan perilaku remaja putri dalam menjaga hyginitas menstruasi masih buruk, yaitu 69,3% . Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas Vi di SMP Negeri 25 Padang. Sampel sebanyak 58 responden dengan metode proporsional random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret Ae Agustus. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 26 Mei Ae 28 Mei 2025. Data dikumpulkan secara langsung menggunakan kuesioner dari peneliti sebelumnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,6% siswi memiliki perilaku personal hygiene kurang baik, sebanyak 46,6% siswi memiliki pengetahuan rendah, 44,8% memiliki sikap negatif. Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan . =0,0. dan sikap . = 0,0. dengan perilaku personal hygiene saat Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap siswi memiliki hubungan terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi. Diperlukan peningkatan edukasi dan dapat memanfaatkan serta meningkatkan lagi kegiatan PIK R ( pusat informasi dan konseling remaj. untuk memberikan pelayaanan informasi dan konseling terkait kesehatan reproduksi bagi siswi siswi di SMP Negeri 25 Padang. Kata Kunci : Perilaku Personal hygiene saat menstruasi . Sikap,Tingkat Pengetahuan A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Anisa Safitri, et al The Realtionship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene PENDAHULUAN Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami oleh setiap perempuan sebagai tanda kematangan organ reproduksi 1. Pada fase ini, praktik personal hygiene yang buruk berisiko menimbulkan masalah kesehatan reproduksi, khususnya infeksi saluran reproduksi yang masih menjadi isu global. Sedangkan Perilaku personal hygiene pada saat menstruasi merupakan upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi wanita pada saat menstruasi2. Pada saat menstruasi, personal hygiene organ reproduksi terutama bagian luar sangatlah penting, karena vuva merupakan bagian yang sangat sensitive dan mudah terkena infeksi saat menstruasi. Hal ini dikarenakan kuman akan mudah masuk sehingga menimbulkan penyakit pada genetalia 3. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah remaja putri di Indonesia pada tahap remaja awal . sia 10-14 tahu. 746,700 dan remaja putri akhir . sia 1519 tahu. 714,600 jiwa 4. Data WHO 2020 menunjukkan angka kejadian Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) merupakan tertinggi di dunia yaitu pada umur remaja . %-42%) dan dewasa muda . %). Angka prevalensi ISR remaja di dunia diantaranya kandidiasis sebesar 25% -50% dapat disebabkan oleh lemahnya imunitas, perilaku hygiene menstruasi yang kurang, lingkungan tidak bersih serta penggunaan pembalut yang tidak sehat saat menstruasi, vaginosis bakterial sebesar 20%-40% dan trikomoniasis sebesar 5%-15% 5. Di tingkat nasional ,Indonesia menghadapi tantangan besar terkait perilaku personal hygiene remaja Berdasarkan Survei Kesehatan Reproduksi Renaja Indonesia(SKKRI,2. hanya 21,6% remaja yang telah melakukan praktik hygiene dengan benar. Sementara 69,3% remaja putri masih berperilaku buruk dalam menjaga kebersihan saat menstruasi 6. Kementerian Kesehatan RI juga melaporkan sekitar 5,2 juta remaja putri mengalami keluhan gatal pada organ genital akibat praktik kebersihan yang tidak tepat, seperti jarang mengganti pembalut dan menggunakan air yang tidak bersih 7. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap berperan penting terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi. Namun, terjadi kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan, di mana sebagian besar remaja mengetahui pentingnya kebersihan tetapi tidap menerapkan dengan baik dan benar. Maka dari itu ,personal hygiene saat menstruasi termasuk dalam hal penting untuk menentukan kesehatan organ reproduksi pada remaja putri agar terhindar dari infeksi 8. Perilaku personal hygiene sangat penting karena dapat meningkatkan kesehatan individu yang bisa mencegah terjadinya penyakit. Masalah pada personal hygiene meliputi penggunaan pembalut yang tidak higienis saat menstruasi, dimana remaja lalai dalam mengganti pembalut dan menunggu pembalut penuh baru diganti. Obsevasi awal yang dilakukan di SMPN 25 Padang terhadap 10 siswi menunjukkan bahwa hanya 3 orang yang mengetahui praktik kebersihan menstruasi yang benar, seperti mengganti pembalut setiap 3 Ae 4 jam, sedangkan 7 siswi lainnya masih berperilaku kurang baik. Faktor yang mempengaruhi kondisi ini antara lain kurangnya kepercayaan diri, minimnya edukasi kesehatan reproduksi, serta keterbatasan informasi dari lingkungan sekitar. Temuan tersebut memperkuat adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di kalangan remaja putri. Perawatan pada saat menstruasi diperlukan karena pada saat menstruasi pembuluh darah rahim sangat mudah terkena infeksi. Kebersihan harus selalu dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan akan menyebabkan penyakit pada organ reproduksi. Penggunaan pembalut tidak boleh dipakai lebih dari empat jam atau harus diganti tiga sampai empat kali dalam sehari. Pengetahuan dan sikap yang baik akan memengaruhi perilaku kesehatan karena dengan ketidaktahuan maka perilaku kesehatan tidak diterapkan dengan benar, dan akan menimbulkan penyakit saluran reproduksi, jika pengetahuan dan sikap baik maka diharapkan pada akhirnya seseorang akan melakukan perilaku atau tindakan yang baik juga 9. Oleh karena itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saat mensruasi di SMPN 25 Padang. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Anisa Safitri, et al The Realtionship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, di mana pengukuran variabel independen . ingkat pengetahuan dan sika. serta variabel dependen . erilaku personal hygiene saat menstruas. dilakukan pada waktu yang sama. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan hubungan antarvariabel secara simultan tanpa intervensi. Ruang lingkup penelitian mencakup remaja putri kelas Vi di SMP Negeri 25 Padang. Kecamatan Padang Utara. Kota Padang. Provinsi Sumatera Barat, dengan populasi sebanyak 399 siswi dari total 790 siswa. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin melalui teknik proportional random sampling agar representatif terhadap setiap kelas. Kriteria inklusi adalah siswi yang sudah mengalami menstruasi dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi mencakup siswi yang belum mengalami menstruasi atau tidak hadir saat penelitian berlangsung. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2025 dengan pengumpulan data pada tanggal 26Ae28 Mei 2025. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur yang mencakup tiga bagian, yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene saat menstruasi, yang telah diadaptasi dari penelitian terdahulu dan melalui uji validitas serta reliabilitas. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini mencakup: tingkat pengetahuan sebagai pemahaman responden tentang pentingnya menjaga kebersihan diri selama menstruasi, yang diukur dengan kuesioner pilihan ganda dan dikategorikan menjadi AutinggiAy dan AurendahAy. sikap sebagai respon afektif terhadap praktik personal hygiene saat menstruasi yang diukur menggunakan skala Likert dan dikategorikan menjadi AupositifAy dan AunegatifAy. serta perilaku personal hygiene saat menstruasi sebagai tindakan nyata dalam menjaga kebersihan organ reproduksi yang dikategorikan menjadi AubaikAy dan Aukurang baikAy. Data dikumpulkan melalui survei langsung di ruang kelas dengan pengawasan peneliti dan guru pendamping. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden serta distribusi variabel penelitian, dan bivariat menggunakan uji Chi-square (NA) untuk menguji hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Hasil uji dianggap signifikan apabila nilai p-value < 0,05. HASIL Penelitian ini dilakukan di SMPN 25 Padang,salah satu sekolah menengah pertama negeri yang berlokasi di Kecamatan Padang Utara. Kota Padang. Sumatera Barat. Sekolah ini memiliki jumlah murid sebanyak 790 orang dengan 399 siswi, responden terdiri dari seluruh siswi kelas Vi yang di pilih secara proportional random sampling. Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Responden dan Usia Menarche di SMPN 25 Padang Karakteristik Usia Responden 13 Tahun 14 Tahun 15 Tahun Usia Menarche 11 Tahun 12 Tahun 13 Tahun 14 Tahun Total Berdasarkan hasil penelitian terhadap 58 responden siswi kelas Vi SMPN 25 Padang, diperoleh karakteristik berdasarkan usia sebagian besar berusia 14 tahun ( 74. 1%). Usia pertama kali menstruasi sebagian besar berusia 11 tahun ( 43. 1%) dapat dilihat pada tabel 1. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Anisa Safitri, et al The Realtionship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene Tabel 2. Distribusi frekuensi Responden Menurut Tingkat Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Personal Hygiene Pada Remaja Putri Variabel Tingkat pengetahuan Rendah Tinggi Sikap Negatif Positif Perilaku Personal Hygiene Kurang baik Baik Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa dari 58 responden diperoleh 27 responden ( 46. 6%) yang memiliki Tingkat Pengetahuan rendah. Selain tingkat pengetahuan, sikap juga memiliki peran penting terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri, dari 58 responden diperoleh 26 responden ( 44. 8%) memiliki sikap negatif dan diketahui dari 58 responden diperoleh 27 responden . yang memiliki dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 3. Hubungan Tingkat Pengetahuan Responden dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Perilaku Personal Hygiene Jumlah Tingkat Pengetahuan p value Kurang baik Baik Rendah 0,0001 Tinggi Jumlah Pengetahuan adalah komponen yang mempengaruhi perilaku personal hygiene seseorang tentang bagaimana merawat kesehatan reproduksi selama menstruasi. Jika tingkat pengetahuan rendah maka akan mengeruhi perilaku personal hygiene saat menstruasi. proporsi responden perilaku personal hygiene saat menstruasi kurang baik terjadi pada tingkat pengetahuan yang rendah yaitu 25 orang . ,6 % ) dibandingkan tingkat pengetahuan yang tinggi sebanyak 2 orang ( 14. 4 % ). Hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,0001 E 0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku Personal hygiene saat menstrusi pada remaja putri di SMP Negeri 25 Padang dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 4. Hubungan Sikap Responden dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Perilaku Personal Hygiene Jumlah Sikap p value Kurang baik Baik Negatif 0,0001 Positif Jumlah Diketahui bahwa sikap dengan perilaku personal hygiene saling berhubungan dengan h asil uji chi-square diperoleh p-value 0,0001 C 0,05 yang artinya ada hubungan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 25 Padang disajikan pada tabel 4. PEMBAHASAN Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri. Temuan ini sejalan dengan penelitian Besse Halimah . di SMPN 18 Tanjung Jabung Timur yang menemukan adanya hubungan antara pengetahuan Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Anisa Safitri, et al The Realtionship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene dengan perilaku personal hygiene ( P= 0,. Selain itu penelitian Mukarramah . tentang hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi di SMPN 1 larisang ditemukan adanya hubungan dengan p- value . Menurut teori Lawrence Green, pengetahuan termasuk faktor predisposisi yang sangat menentukan perilaku seseorang terkait kesehatan. Remaja dengan pengetahuan rendah cenderung kurang memahami risiko yang dapat berdampak pada kesehatan dan mengakibatkan perilaku personal hygiene yang buruk, seperti infeksi saluran reproduksi. Pengetahuan juga merupakan informasi yang didapat atau dimiliki individu dan terbentuk apabila individu tersebut telah melaksanakan penginderaan pada suatu objek 12. Perilaku personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi. Kebersihan menstruasi atau praktik hygiene saat menstruasi yang baik seperti pembersihan alat kelamin luar dengan cara membersihkan dari depan belakang, mencuci area dengan air yang bersih, tidak dianjurkan menggunakan sabun kimiawi, penggunaan pembalut dan sering mengganti pembalut setiap 3-4 jam untuk mencegah bau, hindari penggunan celana dalam yang tidak menyerap keringat. Kebersihan pribadi yang buruk selama periode tersebut meningkatkan resiko infeksi saluran kemih (ISK) pada remaja 13 Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya hubungan antara sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Temuan ini sejalan dengan teori Nototmodjo . yang menyatakan bahwa sikap merupakan kecendrungan untuk bertindak yang berbentuk melalui pengalaman, nilai, dan keyakinan, sehingga dapat memperkuat atau melemahkan perilaku kesehatan 14. Remaja dengan sikap positif lebih mungkin menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti mengganti pembalut 3 Ae 4 kali sehari dan menjaga kebersihan pakaian, dibandingkan remaja putri dengan sikap negatif. Perilaku hygiene pada saat menstruasi tidak akan terjadi begitu saja, tetapi merupakan sebuah proses yang dipelajari karena individu mengerti dampak positif atau negatif suatu perilaku yang terkait menyatakan bahwa banyak faktor yang berpengaruh dalam perilaku hygiene remaja saat menstruasi 15 Hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi dipengaruhi oleh kombinasi faktor tingkat pengetahuan dan sikap. Intervensi kesehatan sebaiknya tidak hanya menekankan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap positif melalui edukasi berkelanjutan, dukungan keluarga, dan peran sekolah. Kedua aspek ini saling melengkapi dan berperan penting terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi dan mencegah timbulnya masalah kesehatan reproduksi pada remaja putri. SIMPULAN DAN SARAN Perilaku hygiene pada saat menstruasi tidak akan terjadi begitu saja, tetapi merupakan sebuah proses yang dipelajari karena individu mengerti dampak positif atau negatif suatu perilaku yang terkait menyatakan bahwa banyak faktor yang berpengaruh dalam perilaku hygiene remaja saat menstruasi. Disimpulkan dalam penelitian ini . Kurang dari separoh ( 46,6 %) siswi memiliki perilaku personal hygiene saat menstruasi yang kurang baik di SMPN 25 Padang. Kurang dari separoh ( 46,6 %) siswi memiliki tingkat pengetahuan rendah tentang personal hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 25 Padang. Kurang dari separoh ( 44,8%) siswi memiliki sikap negatif terhadap personal hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 25 Padang. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 25 Padang . -value = 0,0. Terdapat hubungan sikap dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 25 Padang . -value = 0,0. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap siswi memiliki hubungan terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi. Disarankan peningkatan edukasi dan dapat memanfaatkan serta meningkatkan lagi kegiatan PIK R ( pusat informasi dan konseling remaj. untuk memberikan pelayaanan informasi dan konseling terkait kesehatan reproduksi bagi siswi siswi di SMP Negeri 25 Padang. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Anisa Safitri, et al The Realtionship Between Knowledge and Attitude with Personal Hygiene Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Personal Hygiene DAFTAR PUSTAKA