ROH KUDUS SEBAGAI SUBJECT MATTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KRISTEN Junihot M. Simanjuntak Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya memahami peran Roh Kudus yang lebih luas, terutama dalam pembelajaran pendidikan Kristen. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan peranan Roh Kudus sebagai subject matter dalam pembelajaran Pendidikan Kristen. Hasil studi: . Roh Kudus adalah pribadi Allah Tritunggal. Ia aktif hadir sebagai subyek dan sebagai obyek yang dipelajari dalam pembelajaran Pendidikan Kristen, hal itu diakui oleh Tuhan Yesus sendiri, para rasul, dan bapa-bapa gereja, serta para praktisi pendidikan Kristen. Roh Kudus mendiami guru Kristen dan peserta didik untuk membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, pendewasaan kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukannya. Kata kunci: Roh Kudus, subject matter, pembelajaran, pendidikan, kristen. This paper aims to describe the importance of understanding the role of the Holy Spirit wider, especially in Christian education learning. Wearing a descriptive-analytic method, the author describes the role of the Holy Spirit as the subject matter in Christian Education learning. Results: . The Holy Spirit is the Triune God. He is actively present as a subject and as an object that is learned in the learning of Christian Education, it was recognized by the Lord Jesus, the apostles, and fathers, as well as the practitioners of Christian education. The Holy Spirit inhabit Christian teachers and learners to form human beings who have spiritual strength, self-control, the maturation of personality, intelligence, noble character, and skills that are needed. Keywords: Holy Spirit, subject matter, learning, education, christian. PENDAHULUAN Pentingnya pendidikan Kristen atau pembinaan warga gereja dapat kita lihat dari pengajaran Alkitab. Dari keterangan Alkitab dapat kita peroleh informasi bahwa hakikat pendidikan Kristen dapat dipahami dari dua hal, pertama, berdasarkan perintah lang-sung dari Tuhan Yesus. Di dalam keempat Injil terdapat 89 kali meng-acu pada Yesus sebagai seorang Guru, dan oleh kesaksian Yesus sendiri. Ia juga mengajarkan kesetaraan dan ke-samaan tugasnya sebagai Guru dengan Roh Kudus . Yoh. 14:26, 1 Kor. 2:10, . Kedua, teladan jemaat yang mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:42-47. Sejak pentakosta, pengajaran adalah aktivitas pendewasaan iman jemaat yang sangat dijunjung tinggi oleh jemaat mula-mula. Mereka Junihot M. Simanjuntak. Kristologi sebagai Pusat dalam Pembinaan Warga Gereja. (Bandung: STTB. Jurnal Teologi Stulos Vol. No. April, 2. , hlm. perkumpulannya me-lalui doa dan dengan tekun meng-isinya dengan pengajaran rasul-rasul dan perbuatan-perbuatan kasih (Kis. Harun Hadiwijono dalam konteks pertumbuhan gereja, me-ngemukakan bahwa gereja memiliki dua tugas penting, tugas pertumbuhan ke dalam, dan tugas pertumbuhan ke luar. Pertumbuhan ke dalam adalah tugas gereja mendidik umatnya agar mencapai kesatuan dan kedewasaan iman serta pengetahuan yang benar tentang Kristus (Ef. 4:13, . Pertumbuhan keluar diartikan sebagai pemberitaan Injil ke seluruh dunia. Terkait dengan tugas gereja ke dalam, pelaksanaan pendidikan agama Kristen adalah merupakan suatu fungsi gereja yang amat penting, suatu pemberian dan amanat Tuhan sendiri kepada jemaat2 Harun Hadiwijono. Iman Kristen (Jakarta: Penerbit PT BPK Gunung Mulia, 1. , hlm. Nya yang seharusnya ditanggung dan dilaksanakan oleh gereja sendiri. Untuk itu Tuhan sendiri telah memanggil dan mengangkat dari anggota-anggota gereja Aurasul-rasul, nabi-nabi, pem-beritapemberita Injil, gembala-gem-bala dan pengajar-pengajarAy (Ef. 3 Pendidikan Kristen merupakan suatu wadah yang sangat penting untuk pengembangan jemaat, namun sering dilalaikan dalam Tugas utama seorang guru dalam konteks pendidikan Kristen adalah membantu para siswa untuk belajar mengenal Allah di dalam Yesus Kristus dan melalui firman-Nya tersebut, mereka dapat bertumbuh dan menjadi serupa dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, penting sekali peran dan karya Roh Kudus sebagai Roh Hikmat untuk membantu guru Kristen membedakan antara kebenaran sejati dan kebenaran yang bersifat humanisme belaka. Dengan demikian, pengajaran yang disampaikan oleh guru Kristen tersebut tidak akan membawa para siswanya ke dalam hal-hal yang bersifat negatif pasca pengajaran, tetapi memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan spiritual, karakter, intelegensi, dan perilaku mereka. Pendidikan Kristen Roh Kudus pelaksanaan pembelajaran, baik itu dilaksanakan dalam konteks keluarga, gereja ataupun persekolahan. Roh Kudus hadir dan berperan aktif dalam setiap pribadi guru Kristen. Terkait dengan ini. Kenneth O. Gangel4 lebih lanjut mengemukakan bawa seorang guru Pendidikan Kristen harus bersih dari dosa dan dipenuhi Roh KudusAy Terkait dengan pendapat Gangel tersebut penulis sangat setuju, hal ini dikarenakan berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis Homringhausen dan Enklaar. Pendidikan Agama Kristen, (Jakarta: Penerbit BPK Gunung Muli. , hlm. Kenneth O Gangel. Membina Pemimpin Pendidiknn Kristen. Malang: Gandum Mas, 2. , sendiri, seorang guru memiliki tugas yang sangat berat yaitu sebagai menyampai kebenaran di dunia ini. Seluruh ilmu yang ada di dunia ini harus dimengerti, dipelajari, dikuasai dan diterapkan dengan baik dan benar. Jika penerapan ilmu itu keluar dari kebenaran, maka ilmu itu tidak akan berarti dan justru mengakibatkan penderitaan bagi diri sendiri dan dunia ini. Inilah salah satu peran Roh Kudus dalam pelaksanaan Pendidikan Kris-ten, yaitu untuk membawa manusia mengenal kebenaran dan menerapkan-nya dalam segala pengajaran. Untuk lebih jelasnya, penulis memaparkan dalam tulisan ini. Roh Kudus juga hadir di dunia dan dalam kehidupan orang Kristen . rang percay. untuk memampukan mereka mengemban tugasnya sebagai bendahara Allah di dunia. Roh itu memberikan hikmat, kebijakan, me-nuntun orang ke dalam kebenaran sebagaimana dijelaskan Alkitab dan dalam kebenaran yang berada dalam Yesus Kristus . Yoh. 16:6-. Tanpa pemulihan oleh pekerjaan Roh Kudus, murid yang walaupun ter-pelajar, pintar dalam berbagai bidang pengetahuan, tetap tidak berdaya me-lawan kuasa dosa Kemerdekaan batin ter-jadi dalam kehidupan karena pekerja-an Roh Allah yang menyatakan kuasa Yesus Kristus . 2 Kor. 3:7-18. Rm. 8:5-. Filsuf Kristen Francis A. Schaeffer pernah berkata bahwa manusia tanpa Allah melalui Yesus Kristus hidup dalam keputusasaan, tidak mempunyai dasar dan tujuan hidup yang Rangkuman beberapa temuan permasalahan di lapangan terkait dengan Roh Kudus sebagai subject matter dalam pelaksanaan pembelajar-an Pendidikan Kristen, baik itu dalam konteks pendidikan keluarga, pen-didikan gerejawi, dan Lihat The God Who Is There (IVP, 1. dan He Is There He Is Not Silent (Tyndale, 1. dan dalam Escape From Reason (IVP, 1. pendidikan persekolahan, sebagai berikut Pertama, meski salah satu bunyi Pengakuan Iman Rasuli adalah AuAku Percaya Kepada Roh KudusAy, namun hal itu hanya merupakan sekedar slogan belaka. Sebab faktanya di lapangan kecenderungan gereja-gereja yang beraliran protestan lebih sedikit mengakui kehadiran Roh Kudus dalam ibadah-ibadah mereka, sebagai salah satu arena pembelajaran pendidikan Kristen, dan juga secara bersamaan memberikan tekanan peng-ajaran yang sangat minim terhadap Roh Kudus itu Ada kenyataan yang tidak diakui tetapi dilaksanakan, dimana gereja dalam praktik pela-yanan pengajaran pendidikan Kristen menyakini Allah sebagai Pribadi yang Dwi Tunggal saja. Kedua, di kalangan gereja pentakosta dan kharismatik. Roh Kudus kecenderungannya lebih banyak menekankan pengajarannya tentang Roh Kudus sebagai karunia saja. Bahasa roh adalah tanda dari orang yang sudah dibaptis oleh Roh Kudus dan bukti dari kepenuhan Roh Kudus. Ketiga, di kalangan gereja-gereja hingga sampai saat ini masih belum memiliki kesepahaman yang sama dan mempersalahkan pemahaman tentang tentang pribadi, karya dan peran Roh Kudus. Keempat, dalam konteks kajian kurikulum mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di persekolahan di tingkat pendidikan PAUD. Pendidikan Dasar dan Menengah . ulai kuri-kulum KBK 2004. KTSP 2006, dan Kurikulum Berkarakter 2. , materi pengajaran dalam kurikulum tersebut tidak lagi mengajarkan doktrin gereja-wi . alah satunya doktrin tentang Roh Kudu. Berdasarkan kajian Silabus. RPP dan Buku Ajar mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen, materi pengajaran lebih difokuskan pada nilai-nilai Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , hlm. Kristen dan pembinaan karakter peserta didik saja. Hasil empiris sebagaimana telah di paparkan di atas menguatkan gambaran menyadari, memahami, men-getahui dan mengajarkan Roh Kudus sebaga subject matter dalam pe-laksanaan pendidikan Kristen baik itu dalam konteks pendidikan keluarga, gerejawi dan bahkan dalam persekolahan. Bahwa Roh Kudus hadir secara berkesinambungan ditengah kehidupan manusia yang dapat dilihat dalam karyaNya, dan dapat dirasakan kehadiran-Nya sebagai Pribadi yang menjadi pengajar, dan sebagai pribadi yang menjadi bahan pembelajaran dalam pendidikan Kristen. Untuk itu, se-lanjutnya penelitian ini akan difokus-kan pada bagaimana Roh Kudus berperan sebagai Guru atau Pendidik dan sekaligus sebagai materi yang harus penyelenggara-an Pendidikan Kristen. METODOLOGI Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analsis dengan pendekatan kualitatif. Disebut deskriptif karena dalam penelitian ini penulis men-jelaskan data mengenai masalah yang dibahas dengan cara membuat des-kripsi secara sistematis, factual dan akurat. Analisis karena data yang dikumpulkan akan disusun, dianalisa, dan dijelaskan (Nazir, 1998, hlm. 63, . Metode deskripsi juga sesuai dengan pernyataan Sukardi6 bahwa AuMetode penelitian deskriptif me-rupakan metode penelitian yang ber-usaha menggambarkan obyek atau subyek yang diteliti sesuai dengan apa adanya dengan tujuan menggambar-kan secara sistematis fakta dan karakteristik subyek yang diteliti secara cepatAy. Penggunaan metode deskriptifanalisis dan pendekatan kualitatif sebagaimana dijelaskan di atas di-lakukan penulis mengingat bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang Roh Kudus sebagai subject matter dalam pe-nyusunan materi ajar dalam pembelajaran pendidikan Kristen, dengan melakukan pendekatan studi pustaka sebagai sumber informasi sebagai kegiatan pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini adalah gereja dan seluruh warga gereja itu sendiri, sebagai pelaku dan obyek pendidikan Kristen Moleong7 mengemukakan bahwa sub-jek penelitian pada penelitian kualitatif adalah sampel bertujuan artinya men-jaring informasi dari berbagai macam sumber dan bentuknya sehingga dapat dirinci kekhususannya yang ada dalam konteks yang unik. Dalam menemukan data yang benar tentang Roh Kudus sebagai subject matter dalam materi ajar pendidikan Kristen, peneliti mengu-nakan teknik pengumpulan data melalui observasi kepustakaan, wawancara dan studi dokumentasi. Selanjutnya untuk menganilisis data yang telah dikumpulkan sejak awal penelitian sampai akhir penelitian dengan teknik reduksi data, penyajian data dan PEMBAHASAN Berdasarkan studi pengajaran Yesus sebagai Guru Agung, dan sebagai Pribadi kedua dari Allah Tritunggal. Pazmino mengiden-tifikasikan tiga komponen pendidikan Kristen sebagai pokok pikiran yang terdapat dalam model pengajaran Yesus. Ketiga komponen pendidikan tersebut adalah content . , context . , dan persons . Pazmino membagikan isi dengan orang-orang di Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , dalam konteks dari komunitas-komunitas dan masya-rakat-masyarakat. 8 Ketiga komponen ini adalah suatu model yang bagus sekali untuk membantu para guru di Indonesia dalam menjalankan tugas-nya sebagai guru Kristen, terlebih dalam hal untuk memahami, mene-tapkan atau menentukan pokok-pokok pengajaran yang akan diajarkannya kepada murid-muridnya terkait dalam setiap kelompok usia para murid yang akan diajarnya. Melalui mempelajari isi, konteks, dan orang-orang dari model pengajaran Yesus, para pendidik Kristen mempunyai suatu pedoman mengevaluasi pendidikan Kristen dalam berbagai-bagai wujudnya. Inti-nya, para guru Kristen di Indonesia dihimbau untuk menguasai lebih sak-sama tentang penguasaan isi dan pen-guasaan orangorang dalam pengajar-an yang Yesus Dalam ditemukan bahwa pengertian istilah subject matter yang dimaksudkan dalam konteks penyusunan . materi ajar dalam pelaksanaan pen-didikan Kristen . aik di gereja atau pun melaluinya di sekolah, dan bahkan dalam konteks pendidikan informal dalam keluarga Kriste. , istilah subject matter merujuk ke dalam dua pokok pikiran, yaitu, pertama, pada pelaku . uru yang menjadi pengajar dalam pembelajaran pendidikan Kris-ten itu sendir. , yang dalam hal ini me-nunjuk pada Roh Kudus itu sendiri. Kedua, pada materi ajar dalam pem-belajaran pendidikan Kristen itu sendiri. Selanjutnya kedua pokok pikiran yang dimaksudkan dalam istilah sub-ject matter, hasil studi dan pem-bahasannya adalah seperti berikut: Roh Kudus Sebagai Pengajar Robert W. Pazmino. God Our Teacher: Theological Basics in Christian Education. (Baker Academic, 2. , hlm. Robert Pazmino dalam Junihot Simanjuntak9 menjelaskan bahwa pelaku utama dalam pendidikan Kristen adalah Allah Tritunggal. Pazmino menggunakan istilah AuAllah Tritunggal sebagai model pendidikan Kristen. Allah Tritunggal disebut model pendidikan berdasar pelayanan rohani yang diperankan dalam diri Allah Bapa. Anak dan Roh Kudus. Menurut Pazmino, dari Allah Tri-tunggallah kita dapat belajar tentang hubungan antara Tritunggal, ketuhan-an dan umat Dari Allah Tri-tunggal-lah kita dapat belajar tentang kepedulian dan kasih Allah. Hal ini dapat dijadikan sebagai fondasi men-yatakan kepedulian guru Kristen melalui pelayanan rohani dalam peng-ajaran. Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal yang datang untuk menggantikan Allah Anak dengan melanjut-kan Kristus serta meng-genapi pelayanan-Nya di bumi10. Roh Kudus adalah Roh Allah itu sendiri. Roh yang keluar dari diri Allah. Roh yang dimiliki oleh Allah, memiliki atribut-atribut ilahi dan Dia turut mencipta dunia ini bersama dua pribadi Allah yang lain, yaitu Allah Bapa dan Allah Anak11. Roh Kudus mempunyai sifat-sifat ilahi yang sama dengan Allah sebelum dan sesudah penciptaan, dari kekal sampai kekal dan tidak dibatasi waktu dan tempat12 Campbell Wycoff menegaskan bahwa Roh Kudus adalah Allah sendiri yang melanjutkan tugas Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru atau Pendidik di pendidikan Kristen. Hal Ini tampak dalam rujukan Tuhan Yesus kepada Roh Kudus sebagai seorang Guru yang memandu para murid-Nya ke dalam semua kebenaran Junihot Simanjuntak. Filsafat Pendidikan dan Pendidikan Kristen. (Yogyakarta: Penerbi ANDI, 2. , hlm. Mandey, dkk. Betapa hebat kuasa-Nya. Pare. Indonesia: Departemen Literatur dan Media Massa MP-GpdI, 1. , hlm. Owen. The Holy Spirit His gifts and Scotland. United Kingdom: Christian Focus Publication Ltd, 2. , hlm. (Yoh. 14:26. Dengan demikian di dalam pendidikan Kristen. Allah Tritunggal Ae Bapa. Anak, dan Roh Kudus adalah Guru tertinggi. Namun pun demikian menurut Wycoff setiap anggota Jemaat perlu dilibatkan di dalam pekerjaan dari pengajaran Kristen, untuk ia menjadi bagian dari suatu persekutuan yang terus menerus mengajar. 13 Lebih lanjut Hardi Budiyono mengemukakan bahwa Roh Kudus dalam pelaksanaan pem-belajaran pendidikan Kristen hadir secara proaktif, melalui terang Alkitab sebagai Guru atau Pendidik, ini bukan berarti Roh Kudus hadir secara fisik dan mengajar manusia, seperti guru di kelas. Roh Kudus hadir dalam keberadaanNya yang kekal dan suci, hadir dan mengusai orang percaya untuk dapat menjadi guru dan mengembangkan talenta dan potensi pendidikan yang diperlukan oleh dunia ini. Sebagai guru. Tuhan Yesus memperkenalkan Roh Kudus kepada murid-muridNya, sampai mereka mengenal dan hidup dikendalikan oleh Roh Kudus. Kata Yesus AuLebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Ajika Aku pergi Aku akan mengutus Roh Kudus kepadamu. Dan kalau Ia datang. Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakim-anAy (Yoh. 16: 7-. Roh Kudus sebagai Guru atau Pendidik yang hadir dan menyatakan diri dalam diri orang percaya, sehingga orang percaya tersebut memiliki kemampuan dan potensi pendidikan yang sangat diperlukan oleh manusia di dunia ini. Roh Kudus melaksanakan proses pendidikan yang baik, benar dan bersumber dari Allah pribadi. Roh Kudus mengurapi orang percaya. Steven Tong. Roh Kudus, doa dan (Surabaya. Indonesia: Momen-tum, 1. , hlm. Colson Rigdon. Understanding Your ChurchAos Curriculum, hlm. Hardi Budiyana. Dasar Dasar Pendidikan Agama Kristen ( Yogyakarta: ANDI Ofset, 2. , hlm. Dumgair mengatakan mengurapi adalah AuTanda kedatangan Roh Kudus atas orangorang yang diurapiNya,Adengan tanda adanya perubahan dalam kualitas pribadi Adan adanya kemampuan propetisAy. 15 Roh Kudus membuat manusia mengalami perubahan dalam kualitas pribadi dan memiliki kemampuan potensial yang sangat berbeda dengan pendidikan di dunia Sehingga dapat dibedakan pendidikan dari dunia dan pendidikan yang datang dari atas (Alla. Roh Kudus mengurapi, mendidik dan memakai para nabi, hakim, imam dan raja Israel. Alkitab. Contoh nabi Roh Kudus memampukan Musa untuk mendidik bangsa Israel yang pada mulanya sebagai bangsa yang bermental budak menjadi bangsa yang kuat dan terhormat di tengahtengah bangsa lain. Daniel penuh Roh Kudus memiliki kehidupan yang baik: inteligensi, spiritualitas, dedikasi, integritas dan loyalitas kerja dengan baik. Roh Kudus memiliki karakter sebagai guru atau seorang pengajar yang penuh dengan kebenaran, pe-ngetahuan, pengertian, hikmat, pe-wahyuan. Roh Kudus memiliki juluk-an-julukan yang mengarah kepada profesi sebagai Guru atau Pengajar. Roh Kudus berkarya: Keluaran 31:3. Roh Kudus memberikan keahlian, peng-ertian dan pengetahuan (Spirit of Wisdo. Allah Bezaleel dan Aholiab dengan Roh Kudus sehingga mereka memiliki peng-etahuan keahlian dalam kecakapan sebagai pembangunan Bait Allah. Efesus 1:17. Roh hikmat dan wahyu (Spirit of Wisdom and Revelatio. Paulus kehadiran Roh Kudus sebagai Roh yang memberikan hikmat dan wahyu sehingga manusia dapat mengenal Allah dengan benar. Paulus menyadari betapa tidak sempurnanya pengetahuan manusia akan alam semesta apalagi pengetahuan pengena-lan akan Allah yang benar. Paulus memberi penegasan bahwa hanya dengan Roh Kuduslah manusia dapat mengetahui dan mengenal Allah dengan baik dan benar, maka manusia mendapatkan kemam-puan dalam proses pendidikan. Manusia yang di kendalikan Roh Kudus selain mampu me-ngenal Allah, juga akan mam-pu mendidik orang lain tepat seperti yang Allah ke-pada Yesaya 11:2. Roh Hikmat dan Pengetahuan (Spirit of Wisdom and Understandin. Nubuatan tersebut digenapi di dalam Yesus Kristus, dengan per-nyatanNya sendiri, di saat Yesus membacakan ayat tersebut di Bait Allah. ( Lukas 4: 1. Roh Kudus berkarya atas diri Yesus, sehingga Ia berhasil mengajar dan men-didik manusia dengan kualitas pengajaran yang sangat sem-purna dan berkenan kepada Allah. Yesaya 11: 2. Roh Konselor dan Penasehat (Spirit of Coun-sel and Migh. , menunjuk pada nubuatan pribadi Tuhan Yesus yang penuh Roh Kudus, seba-gai konselor dan penasehat yang handal. Yesus selalu ber-hasil dalam memberikan nasihat dan memecahkan setiap persoalan dengan tepat. Roh Kudus juga berkarya atas ke-hidupan Yusuf dan Daniel. Mereka selalu tampil dan mampu memecahkan berbagai persoalan hidup yang berhu-bungan dengan: kerohanian, politik, sosial, budaya, ekono-mi, ras dan agama. Yohanes 16: 13. Roh Ke-benaran (Spirit of Trut. Roh Kudus adalah Dumgair. Pengurapan dalam kitabkitab Sejarah Perjanjian Lama (Yogyakarta: STII. Pistis. Jurnal Vol. 1 No. Nopember, 2. , 23. Roh kebenaran dan tidak akan Roh Kudus sumber kebenaran yang akan menuntun manusia kepada seluruh kebenaran. Roh Kudus tampil sebagai Guru atau Pengajar yang memimpin Amsal 1: 7 takut akan Tuhan adalah awal pengetahuan (Spi-rit Knoledge and of fear of Go. Roh Kudus akan mem-bukakan pengetahuan dan ke-mampuan yang bersumber dari Allah sendiri. Rasa takut dan hormat kepada Allah, maka Allah diriNya memberkati manusia sehingga memiliki pengetahuan. I Korintus 12. Roh Kudus sebagai guru yang member-kan berbagai karunia atau ke-sanggupan dalam pelayanan gereja dan masyarakat, . piri-tual Gift. Roh Kudus hadir dan berkarya di dalam diri manusia, sehingga manusia me-miliki karunia yang dapat diterapkan dalam seluruh pro-ses pendidikan. yang sangat membantu manusia dalam memecahkan berbagai persoalan dalam pelayanan gereja dan Galatia 5: 22 Roh Kudus hadir dalam Buah Roh, . he fruit of the Spiri. Buah Roh adalah karakter manusia yang sudah mengalami kelahiran baru. Roh Kudus hadir, mengen-dalikan karakter manusia sehingga muncul kepribadian yang penuh: ka-sih, sukacita, damai sejahtera, ke-sabaran, kemurahan, kebaikan, ke-setiaan, kelemahlembuatan dan pe-ngendalian diri. Menurut Pazmino16 AuRoh Yang Selalu Ada Dalam JiwaAy (Roh Kudu. selalu mendasari pelayanan rohani dalam pengajaran, dimulai dari per-siapan, instruksi, dan evaluasi. Roh Kudus Pazmino, 2001, hlm. membantu proses belajar se-hingga roh-roh dari para siswa diubah beserta pikiran mereka, jiwa, hati, dan segenap tubuh. Pengurapan Roh Yesus menyediakan kuasa untuk mengajar, dan perbuatan Yesus yang berasal dari Bapa menyediakan otoritas untuk me-menuhi keinginan Allah, bagi mereka menerima pengajaran nya. Pazmino tuntutan utama Roh Kudus sebagai pengajar utama dalam pembelajaran pendidikan Kristen adalah untuk menaruh ter-hadap Melalui kehadiran Roh Kudus spiritualitas murid dan spi-ritualitas guru sama-sama tinggal di dalam Roh Tuhan. Lebih lanjut Paz-mino menjelaskan bahwa spiritualitas tanpa Roh Kudus itu adalah suatu per-buatan memalukan di dalam peng-ajaran iman Kristen. Spritualitas Kristen adalah cara memperdalam penga-laman dari hadirat Allah yang aktif melalui pekerjaan dari Roh Kudus, hidup dalam satu kesatuan, di dalam kehidupan gereja, dan di dalam sejarah dunia. Spritualitas Kristen adalah ten-tang membuka diri kepada kuasa Roh yang memungkinkan orang-orang un-tuk berdamai dengan Allah, dengan diri mereka sendiri, dan dunia. Dunia adalah ciptaan Allah dan obyek dari Allah mencintai (Yoh. Oleh sebab itu dunia memerlukan para guru yang mampu membuktikan cinta de-ngan menyatakan tanda-tanda yang terpisah sebagai bukti jelas dari ke-istimewaan spritualitas dari ke-kristenan. Hal ini tampak pada pernyataan Pazmino seperti berikut: A sprituality without the Holy Spirit is a scandal in Christian faith and Christian Christian spiri-tuality is way of deepening the ex-perience of God's active presence through the work of the Holy Spirit in one's life, in the life of the church, and in the history of the world. Christian sprituality is about opening oneself to the healing power of the Spirit that enables persons to become whole and reconciled with God, with themselves, and the world. The world is God's creation and the object of God's loves (John. The world is in need of teachers who give evidence of that love by manifesting the distinct marks of Christian sprituality. Berdasarkan hasil kajian ter-sebut di atas, sangat jelas dipahami bahwa kehadiran Roh Kudus sangat mutlak di dalam penyelenggaraan pembelajaran pendidikan Kristen. Pen-didikan Kristen tidak mungkin dapat berjalan tanpa kehadiran Roh Kudus dan Roh Kudus sebagai tenaga pen-dorong dan subyek. Roh Kudus hadir sebagai Guru atau Pendidik yang han-dal dan sangat khususnya guru Kristen se-hingga setiap guru Kristen mampu melaksanakan Pendidikan Kristen de-ngan baik dan benar. Bahkan lebih luas, menurut Junihot Simanjuntak18, dalam pekerjaan Roh Kudus sebagai Guru dan Pen-didik. Ia juga hadir di dunia dan dalam kehidupan orang-orang Kristen . uru dan peserta didi. untuk memampukan mereka dalam mengemban tugasnya sebagai bendahara Allah di dunia. Roh itulah yang memberi hikmat, kebijaksanaan, dan menuntun orang . uru dan peserta didi. ke dalam kebenaran se-perti yang dijelaskan Alkitab dan da-lam kebenaran dalam diri Yesus Kris-tus . Yoh. 16:6-. Melibatkan peran Roh Kudus sebagai pengajar utama, berarti akan sangat membantu memampukan para guru dan murid dalam perkembangan dan kemajuan ke dalam cakupan yang lebih luas dari kemampuan-kemampu-annya Dengan adanya interaksi antara Roh Allah dengan roh manusia dalam pembelajaran, akan membuat hasil-hasil dari pembelajaran menjadi lebih nyata, seperti halnya kerinduan, kebenaran, dan keindahan dalam semua aspek kehidupan Roh Allah akan mengolah. Pazmino, 2001, hlm. Junihot M. Simanjuntak. Ilmu Belajar dan Didaktika Pendidikan Kristen. (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2. , hlm. Van Brummelen. Walking With God in the Classroom-Christian Approaches to Learning memindah-kan, mengembang-kan, mengkomunikasikan , mengajar, bertindak dan berinteraksi dengan roh manusia. Roh Kudus akan mendidik pertumbuhan di dalam hik-mat yang mengusir segenap kebodoh-an yang masih mengental dalam diri manusia saat ini. Van Brummelen19, bahwa Roh Kudus memanggil guru Kristen untuk menuntun siswa dalam pengetahuan dan kepekaan yang ke-mudian memimpin mereka untuk me-layani Tuhan dan sesama. Sebagai pribadi. Roh Kudus menyaksikan dan mengajarkan kebe-narankebenaran Allah sesuai dengan apa yang telah tertulis dalam Alkitab (II Tim. 3:16, Yoh. Roh Kudus sebagai pribadi juga memberikan ins-truksi atau perintah untuk mem-beritakan injil, seperti yang dilakukan-Nya kepada Barnabas dan Saulus (Kis. Roh Kudus Pengajaran Sebagai Materi Daniel Nuhamara melihat tu-gas utama dari pengajaran Kristen adalah mengkomunikasikan iman Kristen yang harus dirumuskan dan dinyatakan secara Oleh sebab itu isi dari pengajaran Kristen mulai dari anak-anak sekolah minggu sampai dewasa harus sarat dengan muatan teologis. Selanjutnya landasan teologi dibawa ke dalam tiap-tiap isi pengajaran di jemaat sesuai dengan ke-khasan tiap-tiap kelompok usia dari segi kebutuhan, minat, persoalan mau-pun tingkat pertumbuhannya. Untuk itu diperlukan model pengajaran kate-gorial seperti yang sudah ada sekarang ini: anakanak, remaja, pemuda, orang dewasa, ibuibu, kaum wanita dan kelompok lanjut and Teaching. (USA: Original Work Published 1. , hlm. Daniel Nuhamara. Pembimbing PAK (Bandung: Jurnal Infomedia, 2. , hal. 74, 206 Seringkali banyak orang Kris-ten mempelajari Roh Kudus dengan benar dan keberadaan-Nya seba-gai Allah. Millard J. Erickson21 mengemukakan bahwa melalui Roh Ku-dus inilah Allah Tritunggal menjadi nyata bagi orang percaya. Alasan kedua adalah karena kita hidup pada masa ketika karya Roh Kudus lebih menonjol dibandingkan dengan karya kedua oknum lainnya dan alasan be-rikutnya bahwa suasana sekarang ini lebih menekankan pengalaman, dan hanya melalui Dialah kita dapat mengalami perjumpaan dengan Allah secara pribadi . Untuk lebih jelasnya tentang posisi Roh Kudus sebagai materi pe-ngajaran dalam pembelajaran pen-didikan Kristen, marilah kita Simak pengajaran Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes 14:26-26, dan pasal 16:8-13 berikut. Injil Yohanes menggambar-kan sosok Tuhan Yesus bukan saja sebagai Mesias yang dijanjikan . , tetapi juga sebagai guru atau pembuat dan pelatih para murid . isciple maker and traine. Injil Yohanes menekan-kan beberapa perkara penting menjadi isi pengajaran Yesus Kristus, baik secara langsung maupun tidak, atau melalui dialog dan perbuatan . anda-tand. Salah satu topik yang Tuhan Yesus ajarkan adalah pengajaran tentang Roh Kudus. Tuhan Yesus memberi perhatian khusus untuk menjelaskan pribadi dan karya Roh Kudus . :25-. 16:8-. Adapun materimateri yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah se-perti berikut: Roh Kudus itu bukan saja ku-asa melainkan sebagai Pribadi. Dia sehakekat dan setara de-ngan Bapa dan Anak. Dia dinamai AuRoh yang keluar dari BapaAy dan AuRoh yang di-utus oleh AnakAy Ada pekerjaan-Nya Erickson. Millard J. Teologi Kris-ten (Malang. Indonesia: Penerbit Gandum Mas, 2. , hlm. Roh Kudus akan melanjutkan pekerjaan Yesus yang telah Roh itu akan beserta dengan para murid serta mendiami me-reka. Roh Kudus menyaksikan Ye-sus melalui perkataan dan ke-hidupan para murid. Roh Kudus pula akan me-mimpin para murid ke dalam kebenaran, mengingatkan apa saja yang telah diajarkan oleh Ye-sus Sang Guru. Untuk apa Tuhan Yesus mengajarkan materi tentang Roh Kudus? Jawabnya, agar kelak para murid melalui pe-ngajaran tentang Roh Kudus, mereka mampu bersedia dan bergantung be-lajar dari Roh Kudus itu . ebab Roh Kudus itu sendiri adalah Guru dan Pendidik yang setara dengan Tuhan Yesu. , dan melalui-Nya mereka akan dipakai menjadi pengajar, yang baik, yang penuh kuasa, seperti Tuhan Yesus mengajar di dalam dan melalui Dan juga Roh Kuduslah yang akan mengingatkan segala sesuatu yang Tuhan Yesus ajarkan kepada para murid pada saat Dia masih ber-sama-sama dengan mereka . :26. KESIMPULAN Roh Kudus adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal. Ia aktif hadir dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kristen. Roh Kudus sangat berperan sentral sebagai Guru dan Pendidik. Kemampuan Roh Kudus se-bagai Guru dan Pendidik dalam pem-belajaran pendidikan Kristen sangat berbeda dengan kemampuan guru pada umunya, hal itu diakui oleh para nabi, bapa-bapa gereja, para teolog, dan para praktisi pendidikan Kristen hingga sampai masa kini. Dalam ke-hadirannya sebagai pribadi yang men-didik (Guru dan dan Pendidi. Ia be-kerja dengan cara mendiami para guru Kristen dan peserta didik dalam me-laksanakan seluruh kegiatan dan pem-belajaran pendidikan Kristen. Ke-perluan Roh Kudus dipelajari sebagai materi ajar dalam pembelajaran pen-didikan Kristen berperan dalam membentuk manusia yang memiliki ke-kuatan spiritualitas Kristiani, pengen-dalian diri, pendewasaan kepribadian, pembentuk kecerdasan dan akhlak mu-lia, serta pemberi keterampilan yang diperlukan bagi diri para guru dan pe-serta didik itu sendiri. Sehingga Ia bisa menjalankan tugasnya sebagai terang dan garam di tengah-tengah bangsa dan negara, dimana Tuhan menempat-kanNya sebagai utusan dan alatNya. DAFTAR PUSTAKA